Tag Archives: wisata uk

Nasi Bungkus Restaurant Termahal London

Nasi Bungkus Kalau Di Inggris Nggak
Ada Nasinya Tapi Bungkusnya Sama Dengan
Nasi Bungkus Rumah Makan Padang

 

Nggak bisa dipungkiri lagi, orang Indonesia kebanyakan terkagum kagum kalau ketemu Bule. Kalau perlu, apapun akan dilakukan hanya untuk ‘melayani’ seorang Bule. Di kantor kantor dan siaran Televisipun Bule juga diperlakukan berbeda. Pokoknya pelayanan buat Bule selalu lebih baik, nyaman dan enak kalau di Indonesia. Mentalitas seperti ini jarang saya temukan di negara lain dan mudah kita saksikan di Indonesia.
Bule Inggrispun Kalau Ketemu Orang
Indonesia Juga Nglesot Bahkan Nyembah Nyembah
Ngucapin Terima Kasih Kalau Diberi Tips

 

Tetapi di London saya merasakan ‘Jadi Bule. Ada sedikit kemiripan antara orang London dengan orang Indonesia. Di kota ini saya bisa merasakan enaknya dilayani Bule dengan pelayanan ‘Super’ seperti yang sering kita saksikan di tanah air. Saya menyadari, nggak mungkin saya bisa mendapat pelayanan istimewa kalau sedang berada di tanah air karena hidung saya jelas jelas terlihat Pesek dan wajah kurang memenuhi syarat dan cenderung meragukan kalau harus masuk ke tempat tempat tertentu yang exclusive. Pokoknya wajah dan penampilan kita ini Kere Pol…..
Standard Pelayanan Memang Harus
Nglesot Di Lantai
Kebetulan saya diberi kesempatan  ke London oleh pemerintah Kuwait, pakai duit rakyat Kuwait dan menginap di Hotel yg termasuk ‘Diamond’ disekitaran Knightsbridge – Kensington dan makan malam di salah satu restaurant restaurant yang masuk dalam The 10 Most Expensive Restaurants In London versi The Richest. Yang penting punya pengalaman berharga. Puluhan tahun kita jungkir balik bekerja di Indonesia, paling cuma dibayari makan di Rumah Makan Padang ‘Kapau’.

  • Sketch, Mayfair London – sekitar Rp 2.2 Juta per kepala
  • Apsleys, The Lanesborough Hotel – sekitar Rp 2.25 Juta per kepala
  • Le Gavroche, Mayfair London – sekitar Rp 2.5 Juta per kepala
  • The Greenhouse, Mayfair London – sekitar Rp 2.5 Juta per kepala
  • Marcus Wareing,  Knightsbridge – sekitar Rp 2.5 Juta per Kepala
  • Helene Darroze, Connaugh Hotel Mayfair – sekitar Rp 2.5 Juta per kepala
  • L’Atelier De Joel Rubuchon, Covent Garden – sekitar Ro 2.7 Juta per kepala
  • Gordon Ramsey, Chelsea – sekitar Rp 2.75 Juta per kepala
  • Hibiscus, Mayfair – sekitar Rp 2.75 Juta per kepala
  • Alain Ducasse, The Durchester Hotel Piccadilly – sekitar Rp 4 Juta per kepala

 

Sajian Penuh Selera Noma Restaurant
copenhagen Denmark
Tapi, restaurant termahal di London diatas sebenarnya nggak ada apa apanya dibanding Noma Restaurant di Copenhagen, Denmark. Di Noma Restaurant, untuk Dinner ‘Pahe’ (Paket Hemat) saja perlu Rp 6 Jutaan per kepala. Itupun harus reservasi 3 bulan sebelumnya. Baca Saja Pengalaman Reservasi Noma Restaurant ini
Bule Nyembah Kere

 

Pertama datang ke restaurant di London ini harus reservasi dulu, semua sudah direservasikan dari Kuwait. Nggak bisa langsung nylonong Go Show begitu saja. Ada 3 orang staff cantik tampak berdiri didepan menunggu tamu. Perlakuan relatif sama seperti umumnya staff restaurant di Indonesia. Pandangan mata staff restaurant tersebut langsung tertuju ke Hidung Pesek saya. ‘Hmmm, ada Bule Hitam Pesek nih‘, mungkin begitu dalam hatinya. Setelah basa basi sebentar sambil nyocokin nama dengan ‘ catatan reservasi’ di computernya, langsung kita diantar ke meja yang telah ditunggui oleh seorang pelayan laki laki. Keren, ngganteng ngganteng seperti Leonardo D’Caprio, berdiri tegap seperti Hansip sedang upacara bendera, tapi bawa menu makanan dan serbet.
Nasi Bungkus Isinya Lobster Dan Kentang

 

Meskipun saat berdiri seperti Hansip, tetapi pelayan tersebut luwesnya bukan main. Selesai menarik kursi dan mempersilahkan duduk, si pelayan tadi langsung jongkok ‘ndeprok’ dilantai lama sekali tidak bergerak nunggu kita semua selesai milih makanan dari menu yang disodorkan. Lumayan lama nunggu pesanan keluar, begitu muncul ternyata ‘Nasi Bungkus’. Nggak ada piring, semua makanan disajikan diatas kertas seperti bungkus Nasi Padang. Selama makan, si Hansip tetap berdiri tegap sambil menunggu aba aba ‘tambo ciek‘.
Hikmah :
  • Tetap bersyukur walau cuma makan Nasi Bungkus. Di UK perlu Jutaan Rupiah untuk bisa menikmati makan diatas kertas
  • Tetap bangga punya Hidung Pesek, di UK anda dilayani istimewa karena hidung anda beda dengan yang lain.
Apapun Makanannya Bungkusnya Kertas

Baca Juga :

Advertisements

Beli Pisau Dapur Di UK, Puayahhh Pol.

The Co Operative – Semacam Indomaretnya
UK, Ada Dimana Mana Di Kampung Kampung UK
Di Indonesia beli kebutuhan sehari hari bisa dimana saja. Mulai di pasar sampai warung kelontong di kampung kampung semuanya menyediakan barang apapun termasuk kebutuhan dapur seperti pisau dapur. Anda bisa beli dengan mudah dan murah pisau dapur di Alfamart, Indomaret atau warung apapun dan dimanapun juga. Di UK, jangan harap anda bisa enak enakan beli pisau dapur seperti di tanah air. Ribet dan menurut saya yang paling ribet di dunia hanya untuk beli pisau dapur saja.

 

TESCO Kalau Di Indonesia Setara Dengan Alfa Mart
Banyak Di Kampung Kampung UK
Warung kelontong semacam Alfamart dan Indomaret juga ada di UK dan sama saja dengan di Indonesia, selain menjual kebutuhan sehari hari juga menjual perkakas dapur mulai panci sampai pisau dapur. Warung warung semacam Alfamart dan Indomaret tersebut kalau di UK namanya Tesco, The Co Operative dan yang lebih besar lagi namanya ASDA. Nah, ASDA ini kalau di Indonesia semacam Hypermart dan satu kota paling cuma ada satu ASDA saja. Sedangkan Tesco dan The Co Operative ini dimana mana ada dan konsepnya sama dengan Alfa Mart atau Indo Maret, yaitu dekat ke perkampungan penduduk.
ASDA Kalau Di Indonesia Kira Kira
Setara Dengan Hypermart
Tidak semua Tesco dan The Co Operative memajang pisau dapur, tergantung besar kecilnya toko. Tapi kalau ASDA jelas menjual berbagai macam pisau dapur mulai yang murah sampai mahal ada. Saya pernah memble terpaksa mengembalikan semua pisau dapur yang akan saya beli ke rak tempat semula pisau dapur tersebut dipajang. Pada saat saya mau bayar di kasir, saya diminta menunjukkan semacam ID yang dikeluarkan oleh polisi. Saya kurang jelas ID apa saat itu karena belum pernah melihat atau mengurus secara langsung sendiri. Kayaknya semacam surat ijin dari  kepolisian bahwa kita diijinkani untuk bawa senjata tajam.
Si Ujang, Bule Asli British Mirip Arab
Mungkin Emaknya Selingkuh Dengan Arab
Minta Dipanggil Dengan Nama Paling Beken Di Indonesia
Geregetan dan jengkel membayangkan seharian bakalan nggak bisa masak di rumah karena nggak punya pisau dapur, akhirnya saya tanya ke si Ujang, tukang cukur rambut asli UK tapi brewokan mirip Arab sahabat saya. Ternyata benar, pisau dapur, pisau lipat dan segala jenis senjata tajam tidak boleh dibawa kemana mana semaunya. Nggak peduli pisau tersebut baru beli dari toko untuk dipakai di rumah atau tidak, yang jelas kalau sampai ketahuan bisa ditangkap polisi dan masuk penjara plus denda GBP 5000. Apalagi kalau umur pembeli masih dibawah 18 tahun, jelas nggak boleh beli pisau apapun. Undang Undang atau aturan hukumnya bisa dibaca lebih detail sbb : Buying And Carrying Knives, The Law
ARGOS Online Store
Katalognya Bisa Dibawa Pulang, Gratis
Lalu gimana caranya ngakali agar tetap bisa masak hari ini ?. Daging Sapi, ayam dan sayur sayuran sudah terlanjur saya beli. Masak nggak masak berhari hari karena nggak bisa beli pisau dapur. Tuinggg….!!!, bukan Mbokde Susy namanya kalau tidak cerdas. Langsung beli online. ARGOS paling menarik untuk beli Online, bisa mampir ke tokonya sebentar, ngambil buku katalog dan pesan dari buku katalognya. Tinggal klik nomor sesuai buku katalog, dua jam kemudian sudah bisa ngiris daging sapi, ayam dan sayur. Hari ini, masak rawon gue.
Bengong Harus Mengembalikan Pisau Dapur
Mau Beli Pisau Aja Kok Susahnya Bukan Main
Emangnya Mau Buat Nodong Di Jalan ?

Gang Tikus, Gang Tembus Dan Gang Buntu Inggris

Mobil Nggak Bisa Lewat
Ada Bangunan Baru Diatas Gang
Kayaknya Sih Rumah Gembel Homeless
Di Indonesia banyak sekali gang gang kecil yang menghubungkan jalan kampung satu dengan jalan kampung lainnya. Ada yang menyebut dengan istilah Gang Tikus, Gang Tembus, Gang Butulan, Gang Buntu atau Gang Kuburan. Seringkali pula kita berasumsi bahwa jalan jalan kecil seperti itu hanya ada di Indonesia saja karena kita sering menganggap sistem penataan kota di indonesia kurang bagus. Ternyata, di Inggris jalan semacam itu buanyaknya bukan main. Yang bersih dan bagus ada, yang lecek dan becek juga ada. Jauh lebih komplit dibanding dengan di Indonesia.

 

Nah Lo, Tiba Tiba Harus
Putar Balik
Kalau anda datang ke Inggris hanya sebagai turis yang menikmati pemandangan hanya beberapa hari saja, maka gang gang kecil tersebut akan terlewati begitu saja. Tapi akan beda kalau anda tinggal cukup lama di kota manapun di Inggris atau negara negara lain yang anda anggap sangat maju. Apa yang anda saksikan akan sama saja dengan di tanah air. Nggak ada satupun negara yang lebih bagus dari negara lain, semua punya keunikan dan ciri khas yang lain daripada yang lain. Itulah sebabnya kenapa motto blog ini adalah “Percayalah, Semua Kota Ada Bedanya“.

 

Namanya Keren Chivers Close
Sebenarnya Cuma Gang Buntu

 

Sampai saat ini setelah lebih dari 30an negara saya kunjungi dan ribuan kota saya jelajahi, saya masih tetap bangga dengan Indonesia. Semuanya ada di Indonesia, negaranya besar dan tidak akan habis dijelajahi dalam waktu setahun saja. Seni dan budayanya komplit yang tidak pernah saya saksikan di negara lain kecuali di India dan Jepang. Alamnya bagus dan Indah yang membuat semua kawan kawan Arab saya di Kuwait terkagum kagum saat berkunjung ke Bali. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya uraikan satu persatu disini. Baca : Kalau Arab Piknik Ke Indonesia dan Gara Gara Hidung Pesek.
Selamat menikmati photo photo gang sempit di Inggris dibawah ini.

 

Tata Kotanya Nggak Bener
Jadi Banyak Sekali Gang Buntu
Ini Gang Tembus Lumayan Lebar
Untuk Apa Dibuat, Nggak Ada yang Mau Lewat

 

Dipasang Besi Ditengah Gang
Sepeda Motor Dan Sepeda Saja Yang Bisa Lewat
Ini Gang Sampah
Perencanaan Bangunan Nggak Bagus Akhirnya
Dijadikan Tempat Buang Sampah
Ini Nggak Jelas Apa Fungsinya
Diatas Trotoar Buat Pejalan Kaki
Kenapa Dibawah Juga Ada
Cukup Ditutupi Kursi Saja
Agar Kendaraan Tidak Bisa Lewat
Untuk Apa Gang Ini
Hanya Beberapa meter Saja Dari Gang Ini
Juga Ada Jalan Yang Lebih Besar
Gang Tikus
Dilarang Kencing Disini, Pesing Pol
Gang Tembus Ini Ada Pintunya
Lokasi Di Daerah Pecinan London
Gang Tikus Jorok Dan Bau
Di China Town London
Gang Tikus Super kecil
Kalau Gemuk Masuknya Harus Miring
Satu Persatu
Dimana Mana Setiap Papan Petunjuk Arah
Selalu Ada Gang Buntu
Gang Tembus Dibawah Kolong Jembatan
Juga Ada, Enak Untuk Buang Air Kecil

 

Gang Buntu Lagi
Sebel Deh Dimana Mana Gang Buntu
Gang Buntu Lagi
Gimana Sih Tata Kotanya Dulu
Kayaknya Kok Tambal Sulam

Baca Juga :

 

 

Yuk Lihat Bule Inggris Marah Marah

Kalau Kasur Udah Dilempar Kejalan Artinya
Tidur Sana Dirumah Bini Muda Elo
Jangan Pulang Lagi

 

Seperti biasa, pagi hari saya selalu jalan jalan keliling sekitar rumah saya di Portsmouth. Sambil berolah raga sekaligus menikmati pemandangan dan menghirup udara segar. Tapi ada sesuatu yang agak janggal kali ini. Tetangga saya terdengar teriak teriak dengan bahasa Inggris level Dewa, caci maki dan sumpah serapah nggak karu karuan sambil ditonton beberapa orang tetangga yang lain. Seorang lelaki berteriak teriak dibawah minta dibukain pintu. Si cewek di lantai atas cuma melongok kebawah dari jendela dan ngotot nggak mau bukain pintu. Si cowok semalaman mabuk mabukan dengan teman temannya, si cewek nggak percaya dan curiga cowoknya tidur dirumah Katty. Tetapi agak siang dikit saat saya melintas kembali didepan rumah tersebut, pemandangan sudah berubah total. Kayaknya ‘Perang Besar‘ telah berakhir. Kasur dan semua harta benda sudah dilempar kejalan semuanya. Entah siapa yang melemparkan keluar, bisa jadi salah satu dari kedua pasangan tersebut atau bahkan pemilik rumah sebenarnya yang merasa terganggu karena penyewanya ‘Perang Bubat‘.

 

Saking Jengkelnya Setiap Hari Depan Rumahnya
Dijadikan Tempat Timbunan Sampah
Lokasi : London
Marahnya orang Inggris kayaknya nggak ada yang bermutu sama sekali. Yang sering saya perhatikan baik di kota London, Portsmouth, atau kota kota kecil disekitarnya paling banter cuma urusan sampah. Seringkali ada yang merasa terganggu karena tiba tiba didepan pintu rumah atau tokonya teronggok banyak sekali tumpukan sampah. Saya heran juga, kenapa sampah tidak ditaruh di halaman rumah/tokonya sendiri tetapi dititipkan di halaman rumah tetangganya. Barangkali karena truk sampah tidak bisa menjangkau rumahnya atau truk sampah terlambat mengambil sampah maka sampah miliknya disingkirkan ke rumah tetangga supaya rumahnya sendiri selalu terlihat bersih dan rapi.
Yang Ini Tanda Larangan Dari Pak Lurah London
Tetap Bandel – Nimbun Sampahnya Sekarang
Bergeser 20 meter

 

Lebih nggak bermutu lagi kalau orang Inggris marah marah urusan Tai Anjing. Udah nggak kehitung lagi berapa kali saya menyaksikan bule nginjak tai anjing saat jalan jalan di taman atau di trotoar. Meskipun dimana mana terpampang jelas berbagai macam pengumuman larangan kencing dan buang kotoran sembarangan, termasuk juga anjuran untuk mengambil kotoran dan membuangnya ditempat sampah khusus tai anjing, tetapi tetap saja banyak yang tidak mematuhi. Atau barangkali, tanda larangan tersebut bukan diperuntukkan bagi pemilik anjing tetapi untuk si anjing sendiri. Sayangnya, anjing di Inggris semuanya buta huruf, nggak bisa baca dan tulis apalagi baca tanda larangan. 

Ini Di Victoria London
Kalau Truk Sampah Terlambat Datang
Tumpukan Sampah Memang Bikin Orang Marah Marah

 

Cerdas – Sampah Ditaruh Di Perempatan Jalan Di London
Nggak Ada Yang Mau Depan Tokonya Jadi
Tempat Sampah – Perempatan Jalanlah Solusinya

 

Tolong Sampaikan Ke Anjingmu
Jangan Berak Didepan Pintu Rumahku
Jelas Dan Tegas – Lokasi Portsmouth
Bersihkan Kotoran Anjingmu
Sayang Anjing Nggak Bisa Membaca
Lokasi : Victoria Park Portsmouth
Anjing Kalau Buang Hajat Harusnya Didalam
Kotak Ini – Lokasi Portsmouth

 

Pemilik Toko Ini Selalu Marah Tiap Pagi Hari
Kalau Didepan Tokonya Ada Selimut
Milik Gelandangan – Biasanya Ditendang Sampai Jalan Raya

Baca Juga :

 

Soho, City Of Westminster London Dari Dekat

Berwick Street – Soho District
City Of Westminster – London
 .
Bertahun tahun kepala saya sehari hari dijejali dengan istilah istilah keren, Contohnya SohoSmall Office Home Office. Tentu saja bayangan saya tentang Soho di London tidak jauh dari itu. Sebuah komplek perkantoran kecil, bersih, pelayanan kekeluargaan dan malam hari bisa dipakai juga sebagai tempat tinggal rumah tangga. Terpikir juga dalam pikiran saya, buat apa saya harus susah payah datang ke perkantoran tersebut dari rumah saya di Portsmouth yang jauh. Tapi pikiran saya segera berubah setelah baca brosur brosur pariwisata di London. Ternyata Soho di London bukan Small Office Home Office, tapi obyek wisata utama kota London yang bisa dicapai menggunakan Big Bus Tour, Taxi atau Underground Tube (Kereta Api Bawah Tanah). Soho di London ternyata cuma pasar butut semacam pasar liar yang dikelilingi oleh gedung dan bangunan bangunan kumo bersejarah.
 .
Meskipun Butut Majalah Pariwisata
Harus Menulis Dengan Bahasa Yang Indah Dan Bagus

.

Setelah saya kunjungi dan saksikan sendiri, saya benar benar terkejut karena apa yang tertulis dalam brosur dan majalah pariwisata sangat berbeda dengan kenyataan. Tidak sedikitpun tertulis kata kata ‘lecek’, ‘butut’, ‘becek’ atau semacamnya. Semua tertulis sangat indah dan menarik, dan inilah bedanya cara penulisan media Europe dibanding dengan media di tanah air. Di Indonesia, semua media tidak ada satupun yang menulis dengan cara ‘menyulap’ tempat butut menjadi sesuatu yang indah dan punya daya tarik bagi wisatawan. Orang Indonesia memang sejak lahir terbiasa menulis atau memberi comment dengan cara menjelek jelekkan diri sendiri atau bangsanya sendiri. Serba spontan, apa yang dilihat dan dirasa maka itu pula yang keluar dan di ‘blow up’ kemana mana.
 .
Haram Bagi Majalah Hotel Dan Pariwisata Untuk
Membuat Photo Secara Close Up Seperti Ini
 .
“Soho terletak di City of Westminster dan merupakan bagian dari West End Of London. Lokasinya dikelilingi oleh tempat wisata terkenal lain seperti Strand, Covent Garden, Bloomsbury, Mayfair, St James Park dan lain lain. Konon pada awal abad 20 wilayah ini terkenal reputasinya sebagai tempat industri Sex dan kawasan remang remang. Tapi sejak tahun 1980an telah banyak berubah menjadi toko toko fashion, media office dan berbagai macam restaurant. Hanya tersisa beberapa sex shop dan tempat hiburan malam saja saat ini yang masih bertahan. Contohnya Chinawhite Nightclub dan Public House Bar dengan beberapa Sex Shop tersebar disekitarnya.
 .
Kayak Kramat Tunggak dan Jl KS Tubun
Petamburan Jakarta Tahun 1990an

.

Berbagai macam etnis,  baik kaya atau miskin semua ada di area ini termasuk Paul Mc Cartney yang juga punya kantor di sekitar Soho Square. Philip Morris yang terkenal dengan rokok Marlboro juga membuat pabrik rokoknya pertama kali di Great Marlborough Street. Masih banyak lagi tokoh dan juga artis artis terkenal yang meniti karir dari lokasi ini karena memang jalan jalan didaerah ini banyak sekali Theatre, music room, cinema club dan berbagai macam gedung entertainment. Jangan lupa untuk singgah di Street Market Berwick Street, tempat anda untuk merasakan kepadatan dunia”
 .
Ini Gerobak Siapa Seenaknya Ditinggal
Di Trotoar Nutupi Pejalan Kaki
 .
Nah, cerita yang saya sampaikan dalam tanda kutip diatas adalah contoh cara penyampaian versi Majalah dan Brosur Pariwisata. Nggak salah sih, apa yang disampaikan majalah pariwisata memang harus menarik bagi wisatawan, sesuai sejarah dengan photo photo yang artistik dan mengundang rasa ingin tahu wisatawan. Kalau ditulis apa adanya, siapa yang mau datang ke tempat kumuh dan kumel tersebut ?. Jadi, kesimpulannya…. jangan sekali kali mengeluh atau menjelek jelekkan tempat tempat eksotis di tanah air baik melalui fb, tweter, blog atau apapun. Apalagi menjelek jelekkan presiden terus menerus hanya karena kecewa jagoannya kalah saat pilpres.

 

 .
Ngupas Kelapa Airnya Jangan Dibuang
Dijalan Dong, Jadi Licin Jalannya
 .
Karena saya nggak bisa membuat photo artistik, maka yang saya sajikan disini hanya photo photo asal jepret saja. Saya agak kesulitan mengambil photo gedung gedung yang dimaksud majalah dan brosur pariwisata tersebut karena banyak yang ketutupan lapak lapak pedagang kaki lima. Lain kali akan saya tampilkan photo ‘Bird View’ dalam tulisan tulisan saya biar kelihatan seperti majalah pariwisata. Tapi, mohon maaf, berhubung saya jalan kaki, maka hasil photo kurang menarik dan bener bener ‘Street View’. Yang penting, apa yang saya sampaikan bisa anda terima dengan baik. London, ternyata sama saja dengan kampung ane di Jakarta.
 .
Ya Ampun, Mirip Banget Orang Inggris
Kalau Jualan Dengan Saudara Saudara Gue Di Kampung

 

 .
Ada Karaoke Didalam
Pintu Depannya Ngumpet Dan Kecil
Tapi Bagian Dalamnya Besar

 

 .
Orang Inggris Sedang Tidur
Ssst Jangan Berisik Ya
 .
Baca Juga :

Kumuh – Old Portsmouth Walking Tour 2

The Camber
Bisa Melihat Aktifitas Reparasi Kapal
Turispun Senang Di Tempat Butut Seperti Ini
Setelah selesai ‘Walking Tour’ yang sebenarnya bukan walking tapi ‘Standing And Sitting Tour’ di Spice Island, Bath Park, Point dll semua turis digiring ke obyek wisata lain yang bernama The Camber. Jarak dari Bath Park hanya sekitar 50 meter saja. Saya benar benar terkejut menyaksikan pemandangan disini. Karena yang saya saksikan hanya tumpukan jala ikan, besi besi rongsok, kapal rusak, tong sampah berisi berbagai macam sparepart kapal dan hal hal lain yang menurut kita seharusnya disembunyikan dari pandangan mata orang asing.

 

Kapal Kapal Nelayan Rusak
Meskipun Terlihat Kumuh Tapi Banyak Turis Yang
Senang Melihat Aktifitas The Camber

Pokoknya nggak ada bedanya dengan Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Bantar Gebang atau Pasar Loak Besi/Logam di Indonesia. Yang membuat saya heran, semua turis terkesan kagum melihat barang rongsok di The Camber ini setelah mendengar penjelasan dari Tour Guide. Dari penjelasan tour guide dan photo photo di papan keterangan biru didepan saya, saya bisa dengan mudah mengetahui sejarah tempat ini. Ternyata The Camber adalah Dock Yard, tempat untuk service dan perbaikan kapal kapal nelayan dan kapal pribadi. Pantas kumuh,,,,,, pantas juga sebelum menuju tempat ini tour guidenya bercanda ‘Now. we will go to the other side of Portsmouth, don’t breath and close your nose‘.

 

Kalau Di Indonesia Tempat Kumuh
Seperti Ini Digusur Atau Disembunyikan Dan Malu
Kalau Dilihat Orang Asing

Berdasarkan info yang saya baca di papan keterangan biru, saya bisa tahu bahwa tempat ini akan digusur, direnovasi dan dijadikan gedung gedung baru yang punya nilai ekonomis tinggi. Sudah tentu ada penolakan dari nelayan setempat karena tempat ini punya nilai historis yang tinggi. Sejarah protes, demo dan ngamuknya para nelayan ini kalau disampaikan ke turis dengan tutur kata yang baik oleh tour guide maka semua turis akan manggut manggut dan mengerti. Tumpukan sampah kalau ditunjukkan photo photonya dan dijelaskan tidak berubah dari tahun ke tahun lengkap dengan alasannya maka turispun tidak akan menganggap The Camber sebagai tempat kumuh dan jelek,

 

 

Gudang Nelayan Di Manapun Terlihat Kumuh
Berserakan Dan Bau Amis, Sayang Di Indonesia
Tidak Dijadikan Obyek Wisata Seperti Di Portsmouth

Saya jadi terpikir, seandainya saja Bundaran HI dipasangi papan keterangan biru buat turis dengan gambar gambar heroik para demonstran dari tahun ke tahun, gedung DPR dipasangi juga papan biru dengan photo anggotanya yang tidur dari tahun ke tahun, wisata banjir – di kawasan langganan banjir di Jakarta dipasangi juga papan keterangan biru buat turis, TPA Bantar Gebang dijadikan wisata lingkungan dengan papan biru menjelaskan permasalahan sampah kota Jakarta dan lain lain tentu akan memberi nilai tambah buat pariwisata di tanah air. Sayangnya, kita malu menjual sesuatu yang kita anggap butut dan jorok. Padahal, banyak orang asing yang sebenarnya tertarik dengan keseharian kita dan ingin tahu usaha usaha apa untuk membuat negeri kita bersih.

 

Ditempat Ini Akan Dibangun Gedung Modern
Turis Senang Mendengar Cerita Cerita Perlawanan
Heroik Kalau Ada Rencana Penggusuran
Butut Dan Berantakan
Di Indonesia Banyak, Kenapa Nggak Dijual Untuk
Obyek Wisata Buat Turis
Mobil Nelayan Jadul
Indonesia Punya Banyak Mobil Jadul Seperti Ini
Tinggal Dikemas Saja Dalam Paket Wisata

 

Comberan Mampet Dan Bau
Sejak Tahun 1700an Selalu Mampet Dan Jorok
Tour Guide Menjelaskan Permasalahannya Dan Enak Didengar

 

Pasar Ikan
Ada Photo Photo Kuno Yang Dengan Mudah
Dilihat Turis Untuk Mengetahui Sejarah Pasar Ikan Ini

Baca Juga :

Pasar Krempyeng City Center Portsmouth

Harus Pinter Tawar Menawar
Pasar Ini Lokasinya Di City Center – Commercial Road
Hanya Buka Hari Kamis Jumat Dan Sabtu Saja
Mari saya ajak anda jalan jalan ke City Center Portsmouth, tepatnya di jalan Commercial Road. Letaknya benar benar ditengah kota, kalau di Jakarta kira kira sama dengan Pasar Tanah Abang. Benar benar mirip karena letaknya juga tidak begitu jauh dari stasiun kereta api. Hampir semua bus kota melalui daerah ini, bedanya hanya jumlah penduduk saja. Penduduk Indonesia sangat banyak sekali sehingga Pasar Tanah Abang terasa sesak dan macet sedangkan penduduk Inggris sangat sedikit sehingga pasar kaki lima seperti ini hanya buka hari Kamis, Jumat dan Sabtu saja. Itupun kalah jauh ramainya dengan pasar pasar semacam itu ditanah air.

 

Ada Juga Penjual CD Bekas Dan Bajakan
Cara Jual Beli Sama Saja, Beli 10 Gratis 1
Kalau di Indonesia, pasar krempyeng semacam ini seringkali dianggap bikin kotor kota, diusir dan dipalak preman. Di Inggris, semua orang saat ini sedang didorong untuk berwira usaha semacam ini. Cukup minta ijin ke City Council saja dan bayar pajaknya. Pokoknya berumur lebih dari 17 tahun bisa buat lapak selama bisa memenuhi syarat syaratnya. Tertarik ? Daftarkan saja lapak anda melalui  Link Ini.

 

Warung Makan Emplek Emplek Ini Kalau
Di Jakarta Setara Dengan Warung Soto, Bakso
Atau Pecel Lele
Tidak sembarang tempat boleh digunakan untuk berjualan. Jualan asongan di pompa bensin atau perempatan jalan jelas tidak boleh. Tapi ngamen dan ngemis rasanya tidak ada larangan. Saya kurang begitu jelas dengan peraturan ijin atau larangan ngamen dan ngemis ini karena masih baru dua minggu tinggal di Portsmouth. Kalau ada larangan ngamen dan ngemis, kenapa banyak juga pengamen dan pengemis di tempat tempat keramaian semacam ini. Pengamen dan pengemis ini asli orang Inggris, sama halnya seperti pemain Bass Guitar ‘Jono’ yang telah sukses dan sering muncul di TV  tanah air.

 

Penjual Buah Buahan Import
Ada Apel Washington, Apel Australia Dan Pisang Brazil
Pagi Hari Masih Terlihat Rapi
Agak Siang Dikit Lapaknya Bisa Maju Juga
Seperti Di Pasar Tanah Abang
Bedanya Dengan Di Indonesia, Kalau Di Inggris
City Council Mendorong Warganya Untuk Jadi PKL
Di Indonesia PKL Dianggap Ngotori Kota
Kelihatannya Bagus Dan Rapi
Tapi Sebenarya Sama Saja Dengan PKL Di Jakarta
Kaos Kaki Dengan Harga
Bantingan Sekali Pakai Langsung Melar Juga Ada
Siapa Bilang Buatan Inggris Berkualitas Bagus
Lapak Lapak Mulai Bergeser Menutupi Jalan
Begitu Matahari Mulai Tegak Diatas
Dimanapun Kelakuan PKL Sama Saja
Sangat Komplit, Mau Cari Sayur Mayur Sampai
Sepeda Colongan Juga Ada
Tas Sekolah Anak Anak Bergambar Hello Kitty
Sampai Doraemon Juga Ada. Mana Mungkin
Bayar License Ke Jepang. Semua Kwalitas PKL.
Bisa Sedekah Ke Pengemis Inggris
Pengemis Indonesia Lebih Kaya Karena Banyak
Yang Sosial Memberi Sedekah
Bisa Melihat Orang Inggris Ngamen
Buanyak Pengamen Inggris
Hanya ‘Jono’ Yang Sukses Di Jakarta

Baca Juga :