Tag Archives: wisata turki

Anggur Di Busway Istanbul

Jembatan Penyeberangan Untuk Penumpang Busway
Nggak Ada Bedanya Dengan Jakarta
Jalur Busway Diberi Pagar Tinggi
Mobil Pribadi Dan Sepeda Motor
Nggak Bisa Numpang Lewat Dong
Rumah saya dekat sekali dengan jalur busway di Jakarta, itulah sebabnya saya begitu familiar dengan tata cara naik atau turun busway di Jakarta. Ternyata memahami tata cara naik busway di tanah air nggak ada ruginya. Di Istanbul, transportasi semacam busway juga ada dan tata cara bayar, naik dan turun sama saja dengan di Jakarta. Pokoknya tinggal ‘Plug And Play’, masuk saja ke salah satu tempat pemberhentian di Istanbul dan ikuti semua tata caranya seperti di Jakarta. Nggak usah kuatir nggak dapat bus, jumlah bus sangat banyak dan hampir setiap 5 menit ada bus yang lewat.
.
Jalur Busway Di Tengah Jalan
Anggur, Anggur !!!, Dijamin Sopir Bus Bengong Dan
Mencari Asal Suara
Kejam !!!! Mau Putar Balik Saja Susah
Ngapain Sih Dipagar Tinggi
Mau berhenti dan turun dengan santai coba saja ikuti cara di Jakarta. Teriak saja ‘Anggur, Anggur, Anggur….!!!‘. Dijamin sopir bus Istanbul tahu maksud anda. Di Jakarta saya terbiasa diteriaki ‘Anggur‘ oleh penumpang dan kondektur kalau mau turun dengan santai sambil lenggang kangkung. Cara jalan saya yang pelan dan hati hati seringkali dianggap ‘Orang Tua‘ yang perlu waktu lebih lama untuk turun dari bus. Terkadang memang saya harus mengelus dada dianggap ‘Anggur Cap Orang Tua‘ oleh kondektur dan penumpang busway di Jakarta. Tetapi, sebenarnya saya berterima kasih juga. Di Istanbul cukup dengan berteriak ‘Anggur‘ keras keras beberapa kali bisa membuat sopir bus menoleh ke belakang dan memperlambat keberangkatan bus. Nggak percaya, silahkan mencoba sendiri. Teriaklah yang keras tiga kali saja, pasti si sopir menoleh kebelakang, bengong dan mencari asal suara. Dan akibatnya anda bisa turun dengan santai sambil lenggang kangkung.
.
Penumpangnya Banyak Dan Rata Rata Jalannya Cepat
Teriak Saja Anggur Supaya Si Sopir Sabar Nunggu Anda
Jumlah Bus Sangat Banyak
Hampir Tiap 5 Menit Ada Bus Yang Lewat
Penumpang Busway Berjubel Turun Dari Jembatan
Enak Mana Dengan Jakarta
Di Jakarta Mobil Pribadi Dan Sepeda Motor
Bisa Numpang Lewat Melalui Jalur Busway
Baca Juga :

Turki Setelah Penerapan eVisa

Pintu Gerbang Ataturk Airport
Lebih Ramai Dibanding Sebelum Ada eVisa
Pasar Ataturk Airport
Istanbul
Turki baru saja menerapkan aplikasi eVisa tanggal 17 April 2013 yang lalu. Semua bangsa dari berbagai macam negara diseluruh dunia sekarang bisa mengajukan eVisa secara online hanya melalui komputer atau smartphone dimanapun sedang berada. Hasilnya luar biasa, seperti ‘menyerok ikan di empang’. Hanya dalam hitungan hari saja sejak diberlakukan eVisa, maka bandara Ataturk berubah menjadi ‘Pasar’ yang cukup gaduh. Ramai sekali orang berdatangan untuk tujuan wisata ke Istanbul, Turki dan akibatnya booking hotel di Istanbul semakin sulit dan cukup jauh dari obyek wisata sekitar Sultan Ahmet. Bisa jadi hotel hotel di sekitar Sultan Ahmet tidak murah lagi sekarang.
.
Ngantri Berkelak Kelok Dan Putar Puter
Panjang Dan Tak Bergerak
.
Tawar Menawar Taxi
Taksi dari Ataturk Airport menuju kota Istanbul juga cukup sibuk sekali. Kelakuan sopir taxi sangat mirip dengan di tanah air. Argometer dimatikan dan sopir taksi mengajak calon penumpang untuk tawar menawar. Mobil pribadi ngompreng juga ada, silahkan tawar menawar langsung dengan sopir. Sopir mobil omprengan ini cara mencari konsumen juga sama dengan di tanah air, yaitu tahu tahu berdiri didepan anda saat anda ‘clingak clinguk’ baru keluar dari bandara. Kalau anda setuju dengan harga taxi omprengan ini, maka anda diminta menunggu ditempat tertentu saat si sopir mengambil mobilnya.
.
Perlu waktu 1 sampai 2 jam Untuk
Bisa Lolos Dari Loket VOA Dan Imigrasi
Paling enak naik Airport Shuttle Service (Bus Havas), tetapi perlu berjuang dulu untuk bisa menemukan terminalnya disekitar airport karena godaan saat dicegat sopir taxi dan sopir mobil omprengan untuk menggunakan mobilnya sangat kuat sekali dan cukup susah untuk melepaskan diri dari Rayuan Mautnya..
.
Antrian Tidak Bergerak
Ada Juga “Slonong Boy” Yang Nggak Mau Ngantri
.
Ada Pengumuman Anak
Hilang Juga Di Ataturk Airport
Naik kereta api Istanbul LRT (Light Rail Transportation) hanya untuk tujuan ke Aksaray saja (berada di bagian benua Eropa). Lumayan ribet kalau hotel anda berada di pusat kegiatan wisata Sultan Ahmet, karena anda harus pindah kereta api atau bus. Saya sarankan naik taxi saja karena Ataturk Airport tidak terlalu jauh dari pusat kota Istanbul. Dari ongkos tidak terlalu mahal, tetapi awas, kalau pesawat anda turunnya di Sabiha Gokcen Airport, lokasinya diluar kota Istanbul. Bisa bangkrut dan langsung ‘”Kere” kalau naik taxi dari Sabiha yang jaraknya kira kira 2 – 3 jam perjalanan dengan taxi saat kota Istanbul sibuk dan macet.
.
Baca Juga :
Lepas Dari Loket Imigrasi
Eh Macet Lagi
.
Sopir Taxi Omprengan Diantara Penjemput
Semua Sopir Sibuk Cari Konsumen

.

Penumpang Taxi Omprengan
Disuruh Nunggu Saat Sopir Omprengan Mengambil Mobil

.

Taxi Taxi ….Taxi…..!

Sopir Bus Istanbul Bisa Bahasa Jawa Semua

Didepan Aya Sophia
Akhirnya Nyampai Juga Di Sultan Ahmet
HAVAS Bus Istanbul

Bus bandara di Turki namanya HAVAS, tertulis sangat besar di badan bus. Begitu keluar dari pintu ‘arrival’ Sabiha Gokcen Istanbul, langsung belok kanan kira kira 50 meter saja sudah terlihat HAVAS bus segala jurusan. Tujuan saya adalah ke Sultan Ahmet, kota tua di Istanbul tempat berbagai obyek wisata utama ngumpul disatu tempat yang tidak saling berjauhan. Untuk menuju Sultan Ahmet saya harus ganti angkutan yang bernama Metro, kereta api bawah tanah seperti yang ada di Singapore. Bedanya, kalau di Singapore namanya MRT (Mass Rapid Transportation).

Tram Listrik Di
Sultan Ahmet

Yang saya senang, perjalanan dari airport ke kota benar benar seperti di Indonesia, serasa kita sedang dalam perjalanan ke puncak, bukittinggi, Berastagi atau di obyek wisata pegunungan di Indonesia. Alamnya hijau penuh dengan pepohonan dan rumput rumput yang tertata rapi, rumah disepanjang jalan beratap limas dan bergenting seperti di Indonesia, bangunan sangat berwarna warni dan tidak monoton coklat seperti di Kuwait dan Saudi Arabia, Jalan naik turun dan udara dingin seperti di daerah pegunungan di Indonesia.

Metro Istanbul

Yang saya pusing tujuh keliling, tidak ada satupun tulisan berbahasa Inggris saya temui di sepanjang jalan, semuanya berbahasa Turki termasuk sopirnya juga selalu njawab bahasa Turki kalau ditanya bahasa Inggris. Akibatnya lebih baik saya ngomong bahasa Jawa dengan si sopir daripada buang energi harus berbahasa Inggris. Bisa nyambung kok, daripada susah susah bahasa Inggris. Saya harus jelasin tujuan saya ke si Sopir pakai bahasa Jawa campur bahasa isyarat,

Mas aku arep dolan nang Sultan Ahmet, mudune nang ngendi ?, Tahu tahu si sopir mengangguk angguk dan saya diturunkan di Levent, persis didepan pintu masuk stasiun bawah tanah Metro. Huebat….

Si sopir juga wanti wanti ke saya kira kira kalau saya nggak salah paham artinya “Wis tekan mas, ganti numpak metro, goleko sing tujuane nang Sultan Ahmet“.

Pinter tenan, coba saya tanya sekali lagi.

Nek aku turu, bablas tekan ngendi mas ?‘, sambil tangan saya memperagakan gaya sedang tidur.

Si Sopir dengan sigap langsung menjelaskan, kira kira artinya :

Ora mungkin turu mas, cedak banget. Sultan Ahmet kuwi stasiun terakhir, paling  sampeyan  bolak balik muter muter nang ngisor tanah.

Luar biasa, pinter boso Jowo kabeh….

Havas
Di Indonesia Namanya DAMRI
Kopaja Istanbul
.

Baca Juga :