Tag Archives: wisata murah

Pintar – Old Portsmouth Walking Tour 1

The Still & West Country House
Tembok Kanan Adalah Pagar Bath Park
Sebelah kiri The Spice Island Inn (Tidak Terlihat)
Sudah lebih dari 30 negara pernah saya kunjungi dan saya bisa menilai betapa besar, kaya dan hebat negeri kita Indonesia, obyek wisatanya buanyak. Negara negara kecil seperti Singapore dan negara negara Europe saya akui memang lebih cerdik dan pintar dalam hal menjual pariwisatanya. Semua titik, semua tempat, semua lokasi, got, parit dan apapun diberi nama yang bagus bagus, dituliskan sejarahnya dan dijual. Di Indonesia, kayaknya kurang PD kalau memberi nama suatu tempat tapi lokasinya berdekatan. Contohnya : Tugu Monas, Lapangan Monas, Air Mancur Monas. Semua memakai nama ‘Monas’ yang sama sehingga turis asing langsung bisa menebak lokasinya sama.

 

The Spice Island Inn
Semua Bangunan, Rumah, Taman Di Daerah Ini
Berada di Spice Island Padahal Bukan Pulau Sama Sekali
Di negara negara Europe cukup populer istilah Walking Tour. Ada yang 2 jam, 3 jam atau 4 jam dan sudah tentu semakin lama semakin mahal ongkosnya. Brosur brosur pariwisata dan juga applikasi smartphone mudah didapat atau download juga. Bagi turis yang belum pernah ke tempat wisata tersebut biasanya membayangkan lokasinya sangat berjauhan dan melelahkan karena nama nama lokasi tidak sedikitpun ada kesamaan sama sekali seperti nama nama di Tugu Monas diatas.

 

Ada Dua Papan Keterangan
Portsmouth Point Dan Spinnaker Tower
Lokasi :  Bath Park – The Spice Island
Nah, sebagai contoh photo photo disamping ini saya ambil di Portsmouth. Biar lebih menjual, maka namanya dibuat menarik menjadi Old Portsmouth. Sebenarnya nggak perlu walking juga bisa, cukup merangkak karena semua obyek radiusnya cuma sekitar 30-40 meter saja. Untuk Walking Tour di Old Portsmouth ini turis akan dibawa ke :

The Spice Island

Tour guide akan menjelaskan pada jaman dulu perdagangan rempah rempah masuk melalui tempat ini. Sangat ramai sekali dan prostitusi marak di pelabuhan ini. Rumah rumah disekitar sini dulu adalah ‘brothel’, rumah bordil yang terkenal sebagai tempat menghambur hamburkan uang para saudagar rempah. Sekarang yang masih tersisa dan masih sama seperti jaman dulu hanya The Spice Island Inn. Setelah itu seluruh turis diminta photo dengan latar belakang The Spice Island Inn. Kalau ada yang kritis dan tanya dimana ‘Island’nya maka cukup dijawab No, No island. It’s only the name. The island of paradise where the rich men meet with the hooker

 

Point
Sejarah Digambarkan Secara Visual Mulai Tahun
1700an Sampai Sekarang



The Bath Park

Sebagai orang Indonesia yang negaranya sangat besar dan luas, bayangan saya Park itu seluas Taman Monas. Ternyata cuma sebesar rumah RSS type 36 saja. Untuk menuju tempat ini cukup jalan 10 meter saja. Mau lebih cepat loncat saja pagar tembok. Konon katanya rempah rempah dari Maluku diturunkan ditempat ini. Sekarang isinya cuma tempat duduk batu mengelilingi meja batu besar. Kayaknya sih cocok untuk ngelamun memandang laut kalau lagi patah hati.

 

Spinnaker Tower
Sejarah Mulai Dibangun, Alasan Dan Dana Pembangunan
Turis Kere Nggak Perlu Bayar Tour Guide



Spinnaker Tower

Lokasi nggak pindah masih di Bath Park, hanya bergeser sekitar 5 meter saja. Kalau sebelumnya duduk di kursi batu sambil mendengarkan tour guide ngoceh, sekarang berdiri didepan papan keterangan berwarna biru sambil baca sendiri sejarah berdirinya Spinnaker Tower. Sudah tentu si tour guide nggak perlu cerita terlalu banyak karena semua turis sibuk jeprat jepret photo dengan latar belakang Spinnaker Tower, nggak usah saya tulis disini sejarahnya, menara ini anggap saja ‘Monas’nya Portsmouth. Lokasi menara jauh dibelakang tapi untuk photo photoan memang bagus sekali dari The Bath Park ini. Mau mendekat, bayar lagi paket 4 jam.

 

Bath Park
Nggak Ada Tanaman, Batu Doang Untuk Duduk Duduk



The Point

Kereeen namanya. Untuk menuju tempat ini cukup geser kekanan dua langkah saja. Baca saja sejarahnya melalui papan keterangan biru didepan anda. Perhatikan juga photo kuno tahun 1700an, 1800an, 1900an dan saat ini. Kalau nggak tahu tanya saja tour guidenya. Ternyata, ini adalah titik dimana kita bisa memandang Spinnaker Tower. Pada jaman dulu digunakan juga sebagai titik pandang bagi para WTS kalau ada kapal saudagar rempah mau berlabuh. Ceileeee ….abang datang.

 

Semua Titik Diberi Nama Dan Punya Sejarah
Cukup Dengan Photo Photo Kuno
Orang Bisa Melihat Perjalanan Sejarah Toilet Juga

The Still & West Country House

Nah, terakhir setelah perjelanan yang ‘melelahkan’ (baca : tidak lelah sama sekali), semua turis digiring ke The Still & West Country House. Saya kira tempat apa, ternyata rumah makan kuno sudah ada sejak tahun 1700an. Semua mencoba ‘makan’ makanan yang terhidang ala kadarnya. Konon menu dan resep makanan tidak berubah  sejak jaman baheula dan diturunkan turun temurun. Kalau mau makannan yang lain bayar sendiri. Susah nolaknya lagipula, malu maluin bangsa Indonesia kalau sampai nggak ikutan makan. Jarak dari The Bath hanya 5 meter saja nyeberang jalan.
Gimana pendapat anda, pinter sekali kan cara pemasarannya ?.  Benar nggak istilah ‘Walking Tour’ tsb ?. bagi saya ‘walking di radius 30 meter itu bukan ‘walking’ namanya. Saya sudah terbiasa ‘walking’ di area Borobudur yang luas sekali. Bisa bayangkan tidak berapa uang masuk kalau wisata dibuat kecil kecil seperti ini. Tunggu cerita berikutnya tentang paket Walking Tour yang lebih lama, 3 jam. Di Indonesia mah kalau cuma 3 jam baru nyampai tujuan sudah habis waktunya.

Baca Juga :

Advertisements

Patung Nelongso Copenhagen

Ternyata Patung Little Mermaid Sangat Kecil
Sekali, Hanya Sekitar 1.25 Meter Tingginya
.
Paling Aman Melihat Tingkah
Polah Turis Dari Seberang Sungai
Sebelumnya saya sempat terkagum kagum saat baca majalah pariwisata tentang Denmark, khususnya saat melihat patung lambang kota Copenhagen bernama Little Mermaid. Apalagi sejak kecil saya sudah mengenalnya melalui cerita dan ilustrasi dalam buku buku komik anak anak karangan HC Andersen. Semua photo yang ditampilkan diambil dari jarak dekat sehingga bayangan saya patung lambang kota Copenhagen tersebut adalah patung raksasa yang bisa saya pakai sebagai background photo Ardi’s Family Blog. Ternyata, setelah saya saksikan sendiri, ukurannya sangat kecil sekali. Kira kira hanya setinggi 1.25 meter saja. Boro boro untuk latar belakang photo yang apik, cari posisi berdiri untuk diphoto saja susahnya bukan main. Terlalu banyak turis yang bengong mau apa ditempat ini. Mau photo, yang kejepret punggung orang, mau ndekat takut kecemplung sungai.
.
Mending Nonton Kapal Yang Lewat
Daripada Desak Desakan
Dipinggir Sungai
Untuk bisa melihat patung kecil dan jelek ini perlu nasib baik. Anda tentu heran kenapa saya mengatakan ‘Jelek’ dan harus punya Nasib Baik kan ?.  Saya katakan jelek karena patung ini merupakan sasaran Vandalism penduduk Copenhagen. Setiap saat dipakai untuk tempat demo urusan politik, lingkungan atau semacamnya. Sama halnya dengan para demonstran di tanah air, kalau demo selalu memilih tempat di Bundaran HI biar diekspose internasional. Nah di Copenhagen, sudah berkali kali patung ini dirusak, dicat, diledakkan bom dan segala macam tingkah laku anarkis demonstran. Jadi kalau disentuh terasa ‘brocel brocel’ tidak mulus sebagai bukti pernah atau sering ditambal sulam.
.
Mana Lebih Menarik, Lihat Patung
Tambal Sulam Atau Pemandangan
Saking seringnya patung ini dirusak orang, maka pemerintah telah memindahkan patung tersebut agak ketengah sungai. Berdasarkan catatan, kerusakan terberat terjadi tanggal 24 April 1964 saat kepalanya dipenggal dengan gergaji. Tanggal 22 July 1984 kembali digergaji, kali ini tangan kanannya hilang dan dikembalikan dua hari setelahnya dalam keadaan rusak. Tahun 1990 dipenggal lagi lehernya tetapi belum sempat selesai sudah ketahuan. Yang benar benar diekspose dunia terjadi tanggal 6 January 1998 karena potongan kepalanya dikirim ke stasiun TV terdekat dan juga pernah diledakkan sampai berkeping keping dan reruntuhannya masuk ke sungai tanggal 10 September 2003.
.
Cantik Dan Anggun Saat Memakai Jilbab
Photo By : Daily Times
.
Bagaimana Pendapat Anda ?
Cantik Kan ?
Photo : Daily Times
Tetapi, yang paling menarik dari semua kejadian yang dialami patung terkenal Little Mermaid ini adalah kejadian tahun 2004. Saat itu Mbak ‘Little Mermaid’ benar benar menutup auratnya dan tidak lagi memperlihatkan payudara, pinggul dan pahanya. Apakah Mbak Little Mermaid telah sadar, insyaf dan beralih menjadi seorang muslimah yang tahu cara menutupi auratnya ?. Ternyata tidak, patung tersebut tidak bisa mengucap Syahadat sehingga batal jadi seorang muslimah. Terbukti beberapa hari kemudian sudah telanjang kembali seperti semula. Mbak Little Mermaid tersebut saat itu memilih memakai Burqa (Hijab/Jilbab) karena sedang ngambek atas masuknya Turki dalam Uni Europe. Bulan May 2007, Mbak Little Mermaid memakai Jilbab kembali. Katanya sedang mendukung anggota parlement Asmaa Abdul Hamid (Denmark,  Kelahiran UAE dari keluarga Palestine) yang sedang gigih gigihnya memperjuangkan hak hak kebebasan berjilbab bagi muslimah  tanpa harus dipandang negatif dan dicurigai. Tetapi mentah karena memang tidak ada larangan berjilbab di Denmark. Masalah penduduk lain memandang aneh, negatif atau mencurigai bukan urusan negara tetapi urusan masing masing dan tidak perlu dibuatkan undang undang khusus untuk hal ini.
.
Baca Juga :
Daripada Nonton Patung Kecil Dan Jelek
Mending Jalan Jalan Di Pasar
.
Tidak Ada Larangan Berbusana Di Denmark
Untuk Etnis Apapun, Pokoknya Terserah Asal Sopan
Main Main Pasir Di Tepi Sungai
Juga Terserah Asal Jangan Merusak Sarana Umum