Tag Archives: wisata kuliner

RM Mama Lala Di Musim Panas

Bujangan Dadakan Saat Musim Panas
Malas Masak Dirumah Sendiri, Lebih Baik Ke Mama Lala
Cuci Pakaian, Gosok Gigi Dan Tidur Didepan TV
.
Restaurant Indonesia
Mama Lala
Rumah makan Mama Lala yang terletak di Mangaf Block 4 Street 28 Building 176 Kuwait ini sangat terkenal di kalangan warga Indonesia di Kuwait. Boleh dikatakan, hampir semua orang Indonesia tahu lokasi rumah makan ini dan pernah mencicipi makanan Indonesia di restaurant ini.. Bukan kelezatan masakan yang ingin saya ceritakan, karena semua orang pasti tahu bagaimana rasa Sop Buntut, Mie Ayam, Nasi Goreng, Cap Cay, Karedok, Bakso atau yang lainnya. Yang ingin saya ceritakan adalah tentang naik turun jumlah pengunjungnya.
.
Tengah Malam Seusai
Acara Sepak Bola
Pengunjung sangat beragam, dari berbagai macam bangsa tetapi yang paling dominan dari Malaysia dan Indonesia sendiri. Pengunjung Arab kebanyakan dari tetangga sekitar atau orang Arab yang pernah merasakan masakan Indonesia sebelumnya. Saat musim Sepak Bola, ramainya bukan main. Restaurant kecil ini sering dipakai Nobar atau Nonton Bersama siaran langsung sepak bola oleh warga Malaysia dan Indonesia. Nonton bersama Liga Eropa sambil ngunyah “Tahu Isi” rasaya memang gimanaaaaa gitu.
.
Apapun Makanannya
Minumnya Tetap Teh Botol
Saat musim panas seperti saat ini (Juni – Agustus), restaurant Mama Lala mendadak ramai sekali. Bukan karena ada siaran langsung sepak bola,tetapi lebih disebabkan karena pelanggannya malas masak dirumah !!!!. Hah, apa maksudnya ?, saat musim panas Juni Agustus, sekolah sekolah libur panjang, sehingga anak anak dan istri banyak yang dipulangkan ke Indonesia. Si bapak tetap bekerja seperti biasa di Kuwait dan harus menerima nasib sebagai “Bujangan Dadakan“. Kalau biasanya pulang kerja makanan selalu tersaji di meja dan bisa makan bersama anak dan istri di rumah/apartment, maka saat musim panas seperti ini hampir semua “Bujangan Dadakan” harus mempersiapkan makanan untuk dirinya sendiri. Bosan tiap hari bikin Indomie dan tak ada orang yang bisa diajak ngomong dirumah, umumnya langsung memutuskan makan di Mama Lala. Makannya hanya beberapa menit, tetapi ngobrolnya bisa ber jam jam.
.
Perbaikan Gizi
Makan Di TGI Friday
Rame Rame
Tetapi yang lebih unik lagi, setiap bulan baik musim panas dan musim dingin ada saat saat Mama Lala ditinggalkan pelanggan. Biasanya beberapa hari setelah tanggal gajian, pelanggan menghilang dengan sendirinya. Apalagi, kalau terdengar santer ada bagi bagi bonus dari perusahaan tertentu tempat kerjanya, langsung pelanggan setia Mama Lala hilang tak berbekas. Rupanya, pelanggan Mama Lala banyak yang melakukan “Perbaikan Gizi” saat gajian atau bonus datang. Mereka pindah ke restaurant ‘Bintang Lima” seperti Rubi Tuesday, TGI Friday, Al Noukasha atau Sakura Japanese Restaurant. Untung cuma sebulan sekali gajian, bayangkan kalau tiap hari gajian, pasti kabur semua pelanggannya.
.

Sebagai tambahan informasi, “Bujangan Dadakan” Kuwait saat musim panas seperti sekarang ini benar benar merdeka. Contohnya, cuci pakaian, tidur dan gosok gigi bisa di depan TV dan di ruang tamu. Mana mungkin bisa dilakukan dihari hari lain saat anak dan istrinya masih di rumah/apartment di Kuwait.

.
Baca Juga :

Rumah Makan Rasa Setan Di Gunung Setan

De Duivelsberg Panenkoeken Restaurant
Ditengah Hutan Perbatasan Belanda – Jerman
RM Enak Murah Selalu
Dicari Meskipun Di Hutan
Yang namanya rumah makan enak, dimanapun letaknya akan selalu dicari orang, apalagi kalau murah. Di Indonesia, saya sering dapat informasi mengenai warung enak yang letaknya cukup sulit dijangkau seperti dikampung kampung, gang sempit, bahkan ada yang ditengah sawah. Kalau bisa menemukan lokasinya yang sulit atau terpencil dan bisa mencicipi masakannya, rasanya puas sekali dan plong. Tetapi itu dulu, waktu saya masih tinggal di Indonesia dan sering blusak blusuk keluar masuk kampung untuk mencari makanan enak, murah dan terkenal diantara pecinta kuliner di tanah air.
.
Jalan Menuju Ke Jerman
Selepas Kota Nijmegen
Sekarang, saya tidak di Indonesia lagi, sehari hari di Kuwait tetapi kesenangan mencari rumah makan enak masih terbawa bawa sampai saat ini. Bedanya, sekarang untuk mencari warung enak bisa sampai dimana saja diseluruh penjuru dunia tergantung siapa yang memberi informasi. Dan kali ini, warung enak yang saya maksud berada ditengah tengah hutan sekitar Nijmegen, Netherland. Nama rumah makan tersebut adalah De Duivelsberg Panenkoeken Restaurant, kira kira 120 Km dari Amsterdam dan tidak terlalu jauh dari perbatasan Jerman.
.
Jalan Tanah Di Hutan Gunung Setan
Masih Terang Saat Mulai Masuk
Jalan Tanah Sempit Dan Gelap Total
Hanya Ada Dua Pilihan – Maju Terus Atau Kelaparan
Menunggu Makanan Datang
Dari Amsterdam, lokasi warung enak De Duivelsberg hanya bisa dicapai dengan mobil saja. Tidak ada transportasi umum yang bisa mencapai tempat ini karena ditengah tengah hutan belantara yang dilindungi (Cagar Alam – Protected Forest Area). Sewa mobil sangat dianjurkan kalau ingin mencoba warung enak ditengah hutan ini. Kira kira dua jam saja dari Amsterdam.. Kalau anda punya GPS, lokasi tepatnya adalah N.51″ 40.138′ E.005″ 56.635′. Tanpa GPS, jangan harap anda bisa nyampai di rumah makan top ini. Modal yang anda perlukan cuma satu, “Nekat Demi Perut“. Tanpa modal dasar ini sudah bisa dipastikan anda bakal kelaparan di jalan. Lokasi koordinat bisa anda cari dari GPS anda.
.
Hmmm Yummy
Baunya Uenak Bikin Tambah Lapar
Menu yang disajikan benar benar makanan tradisional Belanda yang bernama Panenkoeken, dan katanya Panenkoeken De Duivelsberg ini masih dibuat sesuai resep aslinya. Cara mengolah bahan juga diturunkan oleh nenek moyang dan leluhur bangsa Belanda jaman dulu. Pilihan jenis Panenkoeken sangat banyak dan beragam, mulai dari yang berisi buah buahan, jamur, keju sampai daging. Ternyata setelah saya coba, nggak rugi dan nggak nyesel sama sekali saya masuk hutan diperbatasan Belanda dan Jerman ini.
.
Ternyata Pengunjungnya
Banyak Meskipun Di Hutan
Kalau ditanya, apakah masih punya keinginan untuk kembali ke restaurant ini di kemudian hari ?. Ah rasanya nggak dulu deh. Saya kemarin datang ke restaurant ini karena tidak tahu arti Duivelsberg. Setelah saya sampai rumah, saya baru tahu artinya Gunung Setan. Orang Belanda sering mengatakan lokasi restaurant tersebut sebagai Devil’s Mountain Of Nijmegen, karena terletak dekat dengan kota Nijmegen. Kalau tahu artinya Gunung Setan, nggak bakalan saya datang ke restaurant ini. Apalagi jalan menuju tempat ini melalui Kuburan Tentara (War Army Cemetary) juga. Konon  pada saat perang dunia II tahun 1940an, daerah ini merupakan tempat pertempuran sengit yang dikenal dengan Operation Market Garden dengan korban meninggal ribuan tentara lebih. Ceritanya ada di Jonkerbos War Cemetary Nijmegen, Groesbeek Memorial, dll.
.
Masih Gembira Karena Belum Tahu
Nama Lokasi Di Gunung Setan
Bagian Luar Rumah Makan
Gunung Setan (Duivelsberg)
Baca Juga :