Tag Archives: wisata cappadocia

Derinkuyu Underground City

Antrian Di Pintu Masuk
Derinkuyu Undeground City

 

Di Bukit Tinggi, Sumatera Barat ada Gua Jepang di kawasan wisata Panorama. Di Turkey juga ada dan ukurannya jauh lebih besar dan tua lagi. Lokasi tepatnya di Provinsi Nevsehir dan terkenal dengan nama Derinkuyu Undeground City. Masih termasuk wilayah Cappadocia, kira kira 1 jam perjalanan dari Goreme atau 2 jam dari Nevsehir Airport dengan mobil. Kedalaman kota bawah tanah ini yang telah diketahui sekitar 60 meter dan terdiri dari 6 lantai dibawah tanah yang saling berhubungan. Total bisa menampung 20.000 orang sekaligus.

 

Rumah Rumah Kampung Diatas
Derinkuyu Undeground City

 

Ada banyak pintu batu besar yang bisa ditutup dari dalam dengan cara menggelindingkan kalau terjadi bahaya atau serangan dari luar. Setiap ruang mempunyai fungsi fungsi tersendiri untuk menunjang kehidupan dibawah tanah sehari hari. Ada gereja, sekolah, pabrik penggilingan anggur, minyak dan gandum, dapur, ruang tidur, kandang kuda dan lain sebagainya. Setiap dinding ada semacam lubang kecil untuk tempat penerangan minyak. Antar lantai juga ada lubang kecil untuk saling berkomunikasi dengan tetangga di lantai atasnya. Saya coba ternyata sarana lobang telepon ini cukup jernih dan jelas meskipun tehnologinya sangat kuno dan lebih nyaring dibanding TELKOMSEL.
‘Bu, aku kirimono mangan yo ?’
‘Sik yo mas, durung ono sing mateng, entenono sedelok’

 

Nggak Nyangka Dibawah Tanah
Ada Kota Bawah Tanah Yang Sangat Besar

 

Antara lantai 3 dan 4 ada tangga nyaris vertikal menuju ruang gereja yang sangat besar di lantai 5 bawah tanah. Ada semacam sumur yang berfungsi sebagai cadangan air sekaligus ventilasi yang membuat udara didalam setiap lantai selalu segar. Berjam jam saya didalam tanah tidak merasa kepanasan meskipun saat itu sedang musim panas. Rasanya lebih enak didalam tanah dibanding di permukaan tanah yang panas sekali. Kalau nggak banyak pengunjung bisa jadi saya telah tertidur didalam gua bawah tanah ini saking enaknya udara dari ventilasi sumur yang mirip hembusan AC modern.
Suasana Di Derinkuyu Atas
Derinkuyu Bawah Sudah Dijadikan Obyek Wisata
Dari sejarah yang saya baca di pintu masuk, kota bawah tanah ini diperkirakan dibangun pada 8th – 7th BC. Dan digunakan secara penuh sebagai tempat perlindungan saat jaman Byzantine. Saat itu penghuninya dihajar habis habisan oleh pendatang Muslim Arab dalam Perang Arab – Byzantine tahun 780-1180. Derinkuyu Undeground City ini juga terhubung dengan undeground city lainnya melalui terowongan terowongan yang sangat panjang.

 

Masuk Ke Dalam Kota Bawah Tanah
Kecil Tapi Anehnya Tidak Panas Dan Juga
Tidak Dingin Didalam Tanah

 

Setelah jatuh ke tangan muslim Usmaniyah (Ottoman), kota bawah tanah ini digunakan untuk penampungan pengungsi. Setelah itu nggak ada yang tahu lagi tentang kota bawah tanah ini. Baru pada tahun 1963 kota bawah tanah ini ditemukan kembali setelah seorang penduduk menemukan ruang dibalik dinding rumahnya. Penggalian berikutnya membawa penduduk tersebut ke lorong lorong dan ruang bawah tanah yang sangat besar seperti yang saya saksikan saat ini.
Lumayan Bisa Berdiri Tegak
Takut Kesasar Karena Kota Bawah
Tanah Ini Sangat Luas
Entah Sudah Turun Sampai Lantai Berapa Ini
Kalau Kesasar Nggak Bisa Naik Keatas Gimana ?
Lantai Atas Dan Bawah Bisa Saling Komunikasi
Ada Lubang Yang Berfungsi Sebagai Telepon
Ini Sekolah Gereja Tempat Para
Murid Duduk Rapi Belajar Agama
Berada Di Lantai 2

 

Di Bawah Tanah Ada Dapur, Tempat Tidur
Gereja Dan Segala Macam Peralatan Rumah Tangga

 

Ini Di Lantai 6 Bawah Tanah
Udara Masih Segar Dan Tidak Panas Sama Sekali
Ada Tembikar Di Dapur
Harus Jongkok Untuk Turun Ke Lantai Bawah
Ilustrasi Derinkuyu Undeground City
Source : Internet
Advertisements

Mbalon Di Cappadocia Turkey

Pegang Balon Cappadocia
Di Surabaya Bahaya Kalau Suka Pegang Pegang Balon
Mbalon‘ itu bahasa ‘Suroboyoan‘ yang sering diucapkan arek arek Suroboyo dan mempunyai arti yang sangat negatif. ‘Duwik gak patheken kok atene mbalon seh cak‘ artinya ‘nggak punya duit kok mau ke tempat pelacuran sih mas‘. Yah benar, Balon itu memang artinya pelacur kalau di Surabaya. Tapi di Cappadocia, Turkey, balon itu artinya lain meskipun sama sama bisa dinaiki. Naik Balon di Cappadocia itu lebih menyenangkan dan meriah karena satu Balon bisa dinaiki 16 orang sekaligus baik pria dan wanita.
Tiket Balon Cappadocia
Baca Teliti Nama Pilotnya Dan Naik Ke Mobil
Sesuai Dengan Nama Pilot Di Kaca Depan
Untuk bisa menaiki Balon Cappadocia Turkey harus merogoh kocek yang cukup dalam (bahasa modernnya nggesek kartu kredit). Nggak tanggung tanggung EUR 160 per orang atau sekitar Rp 2.5 Juta sekali naik. Kalau yang naik 16 orang saja berarti sekali terbang pendapatan kotor si ‘mucikari’ pemilik balon sekitar Rp 40 Juta. Balon balon ini hanya bisa dinaiki pagi hari saja saat temperatur udara masih cukup dingin sambil menikmati matahari terbit.
Keranjang Dan Balon Siap Ditarik
Dan Dibawa Ke Lapangan
Untuk bisa naik balon, booking cukup melalui resepsionis hotel saja. Mereka akan mengatur operator dan jenis balon sesuai yang anda inginkan karena ada juga balon yang sangat besar sekali dengan keranjang yang bisa dinaiki 48 penumpang. Saya sih nggak mau naik balon raksasa ini karena terlalu lama nunggu seluruh penumpang lain naik atau turun keranjang balon.
Kantor Pemasaran Balon
Sangat Ramai Dan Gaduh Sekitar Jam 4 Pagi
Pagi Hari sekitar jam 4 pagi semua penumpang dijemput dari hotel hotel dan langsung dibawa ke kantor pemasaran. Suasana di kantor cukup gaduh dan macam macam, ada yang masih ngantuk begitu duduk langsung tidur kembali. Ada juga yang nggak sempat dandan dan masih pakai piyama atau pakaian tidur. Ada juga yang langsung cari air putih dan saya kira untuk diminum, tetapi ternyata buat kumur kumur karena nggak sempat gosok gigi. Heboh tetapi ditempat inilah seluruh calon penumpang mendapat briefing keselamatan dan tata cara naik dan turun keranjang.
Gaduh Saat Menunggu Di Berangkatkan
Ke Tempat Peluncuran Balon
Begitu briefing keselamatan selesai, seluruh penumpang menuju mobil mobil yang telah menunggu. Nggak usah bingung, baca saja nama pilot yang tertulis di kaca depan mobil. Nama pilot ini didistribusikan bersama sama tiket saat daftar ulang sebelumnya. Begitu mobil penuh, langsung kita dibawa ke lapangan tempat balon balon siap diterbangkan. Masih gelap gulita, tetapi pemandangan sangat menarik saat api api mulai menyembur dan memanasi balon.
Sopit Dan Pilot Menunggu Mobil Yang Akan
Membawa Ke Lapangan. Perhatikan
Nama Pilot Yang Tertulis Di Kaca Depan Mobil

 

Yang paling mendebarkan adalah saat pendaratan balon. Mendaratnya bukan diatas tanah langsung tetapi keranjang didaratkan diatas truk trailer. Sebelum keranjang menyentuh trailer, semua penumpang diminta jongkok didalam keranjang dan berpegangan kuat. Kalau angin sangat kuat, keranjang bisa terguling dan terseret angin. Perhatikan posisi penumpang didalam keranjang saat pendaratan seperti photo dibagian bawah tulisan ini.

 

Empat Buah Alat Semacam Kompor Gas Raksasa
Menyemburkan Api Dan Membawa Balon
Ke Angkasa Sampai Ketinggian 900 Meter
Kalau pakai rok akan lebih mendebarkan lagi, semua crewnya  cowok dan brewokan semua. Kayaknya mereka sudah terbiasa menolong penumpang saat naik turun keranjang. Ada yang pegang tangan dengan lembut dan ada juga yang pegang bokong penumpang dengan sentuhan aduhai. Asyik, orang Turkey banyak yang ngganteng ngganteng. Yang paling ngganteng sendiri kayaknya tertegun melihat sekelebat celana dalam penumpang dari China yang pakai rok mini saat turun dari keranjang dan trailer.
Tabung Gas Ada 5 Buah
Untuk Penerbangan Sekitar 2 Jam

 

Kesibukan Pilot Mengendalikan Semburan Api
Lumayan Panas Saat Api Menyembur

 

 

Pemandangan Di Tempat Peluncuran Balon

 

Saat Melintasi Balon Yang Baru Saja
Dikembangkan
Diatas Keranjang Terbang Dari
Ketinggian 900 Meter
Turun Dari ketinggian 900 Meter dan
Siap Melakukan Pendaratan
Ngeri Lihat Prosedur Pendaratan
Untung Nggak Ada Angin Besar Sehingga
Pendaratan Seperti Ini Tidak Terjadi
Keranjangnya Tinggi Dan Tidak Ada Pintunya
Semua Harus Naik, Bahaya Bagi Yang Pakai Rok
Pakailah Celana Panjang Kalau Naik Balon
Baca Juga :

Ihlara, Ngarai Sianoknya Turkye

Menuju Pintu Masuk Taman Wisata Ihlara Valley
Pedagang Berjajar Jajar Di Trotoar
Nggak Ada Penjual Kacang – Nggak Ada Monyet Sih

 

Anda tentu sudah sering mendengar atau malah sudah pernah mengunjungi Taman Panorama dengan pemandangan Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sumatra Barat. Gimana kesan anda tentang tempat wisata tersebut ?. Saya dulu sering wisata ke tempat tersebut karena kebetulan  saya tinggal di Riau. Kalau nggak di kota Duri, Minas pasti Rumbai. Pokoknya muter  muter di tiga kota tersebut. Kesan saya tentang Taman Panorama dan Ngarai Sianok saat itu ‘Biasa Biasa Saja‘, ‘nggak ada yang istimewa‘ dan cenderung negatif terutama pedagang kaki limanya yang semau gue, berantakan dan sepertinya susah diatur.
Nggak Ada Juga Penjual Kaos Atau Pakaian
Mending Di Bukittinggi Ada Kaos Dan Topi
Bertuliskan Ngarai Sianok Atau Bukittinggi
Setelah saya meninggalkan Indonesia dan punya kesempatan menjelajah berbagai negara, saya baru tersadar ternyata tempat tempat wisata alam di Indonesia jauh lebih baik, banyak dan pemandangan alamnya luar biasa indah. Sebagai contoh, mari saya ajak anda jalan jalan ke Ihlara Valley (Ihlara Vadisi). Orang Minang mungkin akan memberi nama Ngarai Ihlara. Ya nggak apa apa karena memang mirip sekali dengan Ngarai Sianok. Letak Ngarai Ihlara ini di propinsi Aksaray, sekitar satu jam dari Goreme dengan menggunakan mobil.

 

Tangga Turun Ke Dasar Ngarai Ihlara
Sangat Curam Tapi Nyaman
Sekali Turun Pantang Balik Keatas Lagi

 

Didepan pintu gerbang masuk, saya langsung teringat tempat tempat wisata di Indonesia. Berjajar jajar pedagang ramai menjajakan segala macam dagangan khususnya makanan. Kayaknya sih seperti kacang kacangan untuk bekal perjalanan menyusuri Ngarai Ihlara. Dibanding Ngarai Sianok, pedagang Ihlara terasa kurang agresif, variatif atau kurang lengkap. Nggak ada pedagang yang menjual kacang rebus buat monyet karena memang nggak ada monyet sama sekali di Ihlara. Nggak ada juga yang jual pakaian dengan tulisan ‘Bukittinggi’  atau ‘Ihlara’ dibagian dada. Atau topi dengan tulisan ‘Ngarai Sianok’ atau semacamnya. Garing….

 

Maju Terus 4 Km
Balik Lagi Terlalu Tinggi Dan Bisa Pingsan

 

Tapi bagusnya, kita bisa turun ke dasar ngarai melalui tangga kayu yang sangat curam. Rasanya nggak ada tantangan sama sekali karena turunnya lewat tangga kayu yang cukup bagus. Kalau ditempat wisata manapun di Indonesia, baik naik ataupun turun semuanya lewat tangga batu dan terkadang cukup licin, bergoyang dan meningkatkan adrenalin..

 

Nyampai Di Dasar Ngarai Bisa Istirahat
Dari Tempat Istirahat Ini Perjalanan
Masih 4 Km Lagi – Ada Helikopter Nggak Ya ?

 

Didasar ngarai, perjalanan relatif santai karena jalan tanah yang kita lalui cukup datar dan mengikuti sungai kecil disebelah kanan. Bukittinggi jauh lebih hijau dan menarik karena air sungainya bening dan mengalir cukup deras diantara batu batu cadas. Di Ihlara, air sungai agak hijau dan nyaris nggak ada batu besar ditengah sungai yang membuat aliran air bergemericik.

 

Pelajari Peta Dan Ikuti Jalan Setapak
Pastikan Sungai Selalu Disebelah Kanan

Celakanya, begitu nyampai didasar ngarai, rasanya nggak mungkin balik lagi keatas. Mendaki tangga untuk kembali ke pintu gerbang semula rasanya nggak mungkin bisa nyampai. Kalau mau nekat, berarti harus mendaki tangga yang sangat curam dan siap untuk pingsan ditengajh jalan. Entah berapa meter ketinggiannya, kalau maju terus berarti harus jalan kaki 4 Km menyusuri sungai di lokasi yang belum pernah sama sekali kita lewati. Kesasar tanggung jawab masing masing.

 

Jalan Sendiri Sendiri 4 Km
Nggak Ada Yang Bisa Ditanya
Pokoknya Ikuti Aliran Sungai

 

Suebel pol,
“Siapa sih ngajak jalan ke sini ?”, 
“Siapa lagi kalau bukan bapakmu !!!”. 
“Kayak nggak ada tempat wisata lain saja, di Indonesia kan banyak”
“Enak aja nyalahin, Nggak ada yang nyuruh kalian turun ke ngarai !!!”
Ninggal Tapi Nengok Kebelakang
Rupanya Takut Ninggal Jauh Trio Kwek Kwek
Parah, Si Bapak dikeroyok anak dan emak. Satu lawan tiga, Cuek dan pringas pringis tahu tahu  ninggal dan jalan sendiri didepan. Kayaknya pengalaman sekali menjinakkan Trio Kwek Kwek bawel yang mogok nggak mau maju 4 Km dan juga nggak mau mundur naik gunung kembali.. Cukup ditinggal begitu saja dan terpaksa si Trio Kwek Kwek mengikuti dari belakang.

 

Istirahat Ditempat Teduh
Lupa Bawa Minum Pula
Kesempatan Nyalahin Bapaknya Lagi

 

Ketemu Turis Italia
Lumayan Ada Teman Ngobrol Sepanjang Jalan
Pernah Kerja Di Indonesia Dan Pernah Ke Bukittinggi
Lumayan Nih Bisa Ketemu Batu
Besar Dan Suara Gemericik Air

 

Akhirnya Nemu Petunjuk Jalan
Ternyata Setelah Jalan 2 Km Ada Petunjuk
Menuju Tempat Ngopi
Baca Juga :

Berkunjung Ke Rumah Pak Flinstone

Cave Hotel Di Goreme, Cappadokya Turkey
Semua Hotel Yang Punya Cave Room
Setara Losmen Atau Hotel Melati
Dari Nevsehir Airport menuju desa / kota kecil Goreme, Cappadocia perlu waktu satu jam sendiri. Saya booking hotel melalui Booking.com dan memilih hotel berdasarkan photo photo yang ditampilkan saja. Boleh dikatakan cara memilihnya sembarangan, asal photo kamar, lobby bagus dan harganya cocok maka langsung saya pilih. Memang cara pilih hotel seperti inilah yang bisa saya lakukan karena nggak ada orang lain yang bisa saya tanya dan jarang ada orang disekitar saya yang pernah berkunjung ke Goreme, Cappadocia.
Tidak Ada AC Maupun Heater
Tapi Temperatur Didalam Gua Ternyata
Tidak Dingin Saat Musim Dingin Dan Tidak Panas
Saat Musim Panas
Ternyata, semua hotel di Goreme cukup bikin sengsara. Semua jalan naik turun dan umumnya bukan jalan aspal, tapi jalan batu. Untuk menuju hotel, kita harus nyeret koper dan semua barang bawaan sendiri dengan jarak terjauh sekitar 200 meter. Mobil jarang yang bisa berhenti tepat didepan hotel karena jalan jalan sempit dan tidak bisa dilewati mobil. Jalan utamanya saja hanya bisa dilewati satu mobil saja, kalau sampai berpapasan dengan mobil lain, salah satu harus mundur. Mending kalau jalannya lurus dan rata,  kalau jalannya naik atau turun dan harus mundur berbelak belok tajam gimana ?. Saya tidak akan merekomendasikan anda untuk sewa mobil di kota ini.
Cave Room
Mau Masuk Ke Kamar Saja Susahnya Bukan Main
Harus Mendaki Jalan Setapak Sambil Bawa Koper Sendiri
Setelah jalan kaki di jalan berbatu tidak rata sekitar 100 meter, akhirnya saya bisa mencapai lobby hotel. Segelas jeruk segar dingin langsung amblas saya minum, itupun masih nambah air putih satu gelas lagi. Rupanya kegembiraan sesaat dapat minuman gratis dari hotel ini bukan akhir dari penderitaan. Saya masih harus naik lagi lewat tangga batu karena kamar yang saya pilih ternyata di tingkat dua dan didalam gua. Ya, benar, mirip rumah pak Flinstone yang sering anda lihat di TV.
Ini Kamar Saya
Pintu Masuknya Dari Belakang
Hotel hotel Gua (Cave Hotel) seperti ini selain di Goreme ada juga di Urgup. Alasan kenapa saya pilih hotelnya di Goreme karena hampir semua obyek wisata berada di Goreme. Turis turis yang menginap di Urgup semuanya dibawa ke Goreme.  Di Goreme terdapat Goreme Open Air Museum, Baloon Rides, Cavusin Old Cave Village, Pigeon Valley, Rose Valley, Pasabag dan berbagai macam Souvenir Shop. Nggak jauh sih sebenarnya jarak antara Goreme  dan Urgup, hanya sekitar 20  Km  saja. Tapi kan cukup susah kalau anda ingin naik Baloon Udara. Jam 3 pagi anda harus sudah bangun menuju lokasi lokasi baloon udara di Goreme.

 

Jalan Masuk Menuju Lobby Hotel
Berat …. Jalan Naik Sambil Nyeret Koper

Cave Hotel di Goreme dengan di Urgup nyaris tidak ada bedanya, Di Urgup sepertinya gua gua dan gunung gunung sudah banyak dikuasai oleh investor besar. Banyak hotel hotel baru dan modern setara bintang lima disana. Saya ragu dengan keaslian gua di hotel hotel baru dan besar di kawasan Urgup. Sepertinya sengaja dibuat untuk komersial. Makanya saya nggak mau nginap disana. Ngeles sih sebenarnya, hotel besar di Urgup jelas jauh lebih mahal dibanding hotel kecil setara Losmen atau hotel Melati di Goreme. Pak Flinstone itu tinggalnya di Gua asli seperti yang di Goreme, bukan di gua gua di hotel yang ada kolam renangnya seperti di Ramada Cappadocia Hotel Urgup atau Kayakapi Premium Caves Cappadocia Hotel Urgup.

 

Undeground Cave Room
Ternyata Sejuk Didalam Gua Saat Musim Panas
Meskipun Tidak Ada AC

 

Jalan Jalan Sempit Semua
Mobil Nggak Bisa Masuk Sampai Hotel

 

Pemandangan Baloon Udara
Dari Lorong Hotel

 

Semakin Asli Kamar Gua Dan Semakin Susah
Masuk Kamar Ternyata Semakin Mahal
Tarif Per Harinya – Selalu Fully Booked Pula

 

Kamar Paling Murah
Kamar Tambahan Yang Bukan Gua

 

Dari Luar Sepertinya Butut
Tapi Ternyata Didalam Kamar Cukup Mewah

 

Salah Satu Sudut Kota Kecil Goreme
Tidak Semua Gua Dijadikan Hotel

 

Turis Baru Datang
Belum Tahu Dia Betapa Susahnya Bawa Koper
Naik Turun Jalan Sempit Menuju Lobby Dan Kamar

 

Dinding Seperti Ini Bukan Dinding Gua Asli
Yang Asli Nggak Ada Batu Ditumpuk Tumpuk