Tag Archives: visa india

Bayar Toll Preman Di New Delhi

Masuk Kota New Delhi Sector 14A
Seluruh Kota Iklannya Semrawut Tidak Tertata Rapi

 

Perjalanan saya dari Delhi menuju Agra lancar lancar saja. Saya lewat jalan Toll bernama Yamuna Expressway atau Taj Expressway. Katanya baru mulai dipakai 4 tahun lalu, dan toll ini menghubungkan New Delhi – Noida – Agra. Jarak sekitar 165 Km bisa saya tempuh dalam waktu sekitar 2 – 3 jam ke Agra. Total biaya toll yang saya keluarkan sekitar 665 Rupee pulang pergi. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 130.000 untuk total jarak 2 x 165 Km atau 330 Km pp. Relatif murah sebenarnya dibanding Indonesia. Tetapi bagi orang India harga tersebut akan terasa sangat mahal. Sangat logis karena Pendapatan Per Capita India hanya separuh Pendapatan Per Capita rakyat Indonesia. Indonesia sekitar $ 3,362 dan India hanya $ 1,162 (Sumber dari IMF dan World Bank data tahun 2015 – Wikipedia).

 

Sepi – Padahal Hari Libur
Di Internet Sangat Padat Saat Peresmian
Orang India Kalau Ada Tol Baru Rame Rame Mencoba

 

Karena mahal tersebut jalan Toll Delhi – Noida – Agra ini bisa saya katakan sangat sepi sekali. Tidak sepadan dengan jumlah penduduk India yang 5 kali lipat dibanding jumlah penduduk Indonesia. Sampai saat ini India masih nomor dua dunia dalam hal ‘beranak‘. Jumlah penduduk India 1.3 Milyar dan Indonesia hanya 260 Juta penduduk saja. Silahkan kalau mau nambah anak.

 

Toll Gate Ini Kalau Di India Namanya Toll Plaza
Ada Sopir Yang Tawar Menawar Tarif Toll

 

Saat pulang kembali ke New Delhi, ada kejadian mengagetkan yang saya alami. Kira kira satu Km setelah gate toll terakhir, mobil saya tiba tiba dicegat ditengah jalan dan diminta minggir oleh seseorang. Saya tahu pasti orang tersebut bukan polisi karena penampilannya klomprot, tanpa seragam dan dekil. Polisi lalu lintas di India bajunya putih dengan penampilan rapi seperti Satpam di Indonesia. Katanya saya harus bayar MCD Toll Tax. Apa pula ini, saya tunjukin karcis toll yang baru saya bayar lunas beberapa menit lalu langsung ditolak.
“MCD Toll Tax please” 
 
Nggak mau ribut, langsung saya beri 100 Rupee. Langsung pergi, ngabur tanpa terima kasih dan tanpa memberi uang kembalian. Ya, udah, ikhlasin saja. Jalan saja lagi menuju kota.

 

Plat Nomor Putih Dan Plat Nomor Kuning
Plat Nomor Kuning Ternyata Memang Harus Bayar

 

Nyampai di Hotel saya penasaran. Saya tanyakan panjang lebar ke Resepsionis Hotel tentang pungutan liar yang barusan saya alami tadi. Saya penasaran, kenapa mobil saya dicegat dan dipalak Preman. Ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Orang yang menghentikan dan minta bayaran tersebut resmi dari pemerintah kota New Delhi. MCD Toll Tax itu maksudnya Pajak bagi kendaraan umum dari luar kota yang mau memasuki kota New Delhi. Kalau plat nomor mobil berwarna kuning, berarti kendaraan umum (komersial), harus bayar MCD Toll Tax. Plat nomor berwarna putih berarti kendaraan pribadi, bisa langsung lewat tanpa harus bayar sama sekali.

 

Plat Nomor Kuning Harus Bayar MCD Toll Tax
Kalau Mau Masuk Kota New Delhi
Lha mobil yang saya pakai ini adalah mobil sewaan, tentu plat nomornya warna kuning. Jadi wajib bayar kalau mau masuk kota New Delhi. Bayarnya memang 100 Rupee untuk Taxi dan mobil SUV/MPV. Yaaa ampyunnnn,  Saya kira preman ternyata petugas negara. Saya kira uang kembalian dikantongi untuk diri sendiri, ternyata bayarnya memang 100 Rupee.

 

Coba Lihat Petugas Yang Menghentikan Mobil
Plat Kuning Diatas, Mereka Preman Atau
Pegawai Pemerintah Daerah

 

Kalau pungutan resmi dari pemerintah kota New Delhi, kenapa petugasnya klomprot, tidak berseragam dan dekil. Kenapa pula Pos pungutannya seperti Warung Rokok dan bahkan mirip WC Umum dipinggir jalan ?. Si mbak resepsionis yang senyumnya mirip artis Bollywood Priyanka Chopra tersebut pura pura nggak dengar. Sambil geleng geleng kepala malah menjelaskan bahwa MCD itu singkatan dari Municipal Corporation Of Delhi. Aturan membayar MCD Toll Tax atau pajak masuk kota bagi kendaraan umum ternyata baru diberlakukan 1 February 2016 yang lalu.
 
Oooo gicu to ???
Pantas saja petugasnya masih klomprot, belum punya seragam dan pakai sandal jepit.

 

Truk Dan Bus Cukup Melempar Duit
Nggak Perlu Turun
Siapa Sangka Pos Pungutan Seperti Ini
Milik Pemerintah
Akhirnya Masuk Juga Kota New Delhi

Baca Juga :

Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra India

Istirahat Di Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra
Nggak Ada Investor Sekelas Starbuck, Solaria, Mc Donald
Atau KFC Yang Berani Bikin Usaha Di Rest Area

 

Saya paling senang jalan jalan pakai mobil sewaan kemanapun juga sambil kesasar nggak tentu arah. Tujuannya cuma satu saja, pingin lihat lihat dan mencoba makanan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Restaurant butut atau bintang lima bukan jadi ukuran bagi saya, pokoknya pingin tahu langsung berhenti. Biasanya, kalau saya nyasar seperti ini hidung saya bisa cengar cengir kembang kempis bangga. Semakin terlihat bengong semakin banyak orang yang memperhatikan. “Ini orang dari planet mana, cari makan saja kok mondar mandir kesana kemari“.
Tidak Begitu Ramai Dibandingkan Indonesia
Karena Orang India Jarang Yang Mau Lewat Jalan Tol
Wajah ndeso dengan hidung pesek seperti saya ini menjadi daya tarik utama saya dinegara manapun. Sudah nggak terhitung lagi, berapa banyak orang yang menyapa, menanyakan asal negara, memberi tahu cara beli makanan atau sekedar menyapa saja. Termasuk di Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra, India ini. Di tempat ini saya banyak belajar cara membeli makanan dan cara makan orang India. Benar benar berbeda dengan Rest Area di Indonesia. Di India, makan cukup sambil berdiri, di mobil atau duduk dibawah pohon. Beli gorengan (Puree) cukup dicocolkan ke saus sambal rame rame dengan pembeli lain. Nggilani pol. Kalau mau duduk di ruang ber AC, harus bayar peron dulu atau beli kupon makanan. Baca Juga : Nonton Pesawat Bayar Peron Di Srilanka
Umumnya Cuma Berdiri Stretching Saja
Nggak Ada Tempat Duduk
Tapi masih mending Rest Area India ini. Jauh lebih bagus dibanding Rest Area paling kere yang pernah saya temukan di Jerman. Di Autobahn Jerman, Rest Areanya cuma berisi Tempat Duduk batu saja dan bau pesing. Baca : Rest Area Paling Kere Ada Di Autobahn, Jerman.
Pingin Duduk Di Restaurant Ber AC
Harus Bayar Peron Atau Beli Kupon Makanan Dulu

 

Di Rest Area India ini ada beberapa warung makanan dan toilet. Mirip dengan di Indonesia. mau masuk toilet harus ngisi kotak sumbangan kebersihan. Yang menarik, orang yang beristirahat tidak semuanya bermobil, bus atau truk, tapi ada juga penunggang sepeda motor. Di India, jalan Tol bisa dilalui untuk semua kendaraan termasuk sepeda motor dan Tuk Tuk (Bajaj).

 

Tapi Keren Lho, Bisa Bayar Pakai Kartu Kredit
Satu kelebihan Rest Area India ini dibanding Indonesia, meskipun warung warung yang jual makanan kecil sekelas Kaki Lima, tetapi pembayarannya bisa pakai Credit Card atau Debet Card. Caranya, beli voucher di satu satunya loket pembayaran di rest area tersebut, lalu tukarkan dengan makanan di warung yang anda pilih. Voucher tersebut akan dirobek, separuh untuk pemilik warung dan separuh lagi buat ditunjukkan ke petugas kalau anda mau duduk didalam ruangan ber AC. Kalau nggak mau duduk didalam ruangan ber AC, nggak usah bayar peron cukup beli voucher makanan pakai credit card saja.

 

Ini Pintu Restaurant Ber AC
Tunjukkan Karcis Kalau Mau Ngadem Didalam

 

Silahkan menyaksikan photo photo ini dan bandingkan dengan Rest Area di Indonesia. Di Rest Area Merak Cikampek atau dimanapun juga di tanah air selalu ada Rumah Makan sekelas Solaria, Starbuck, Mc Donald, KFC dan lain lain. Indonesia gicu lho….investor mana yang tidak ingin investasi dan membuka usaha di Indonesia. Gemah ripah loh jinawi, penduduknya makmur dan mau istirahat di rumah makan bagus. Pilihan makanan sangat banyak mulai dari Fast Food, Pempek sampai Rawon ada. Bisa duduk didalam restaurant ber AC tanpa harus bayar peron pula.

 

Menu Makanan Banyak, Dipajang Didinding Dan Pagar
Silahkan Pilih

 

Ada Anjing Tidur Kekenyangan Juga
Semua Gambar Kayaknya Bintang Lima
Tapi Begitu Tersaji Rasa Dan Tampilan Seperti Kaki Lima
Warung Kecil Ini Makannya Sambil Berdiri
Tinggal Comot Saja Hitung Belakangan
Makan Di Warung Ini Juga Sambil Berdiri
Enakan Di Indonesia Bisa Duduk Duduk
Nah Ini Dia, Kalau Menu Di Pajang Diluar
Lalu Restaurantnya Yang Mana
Susah Mengingat Nama Makanan India
Ini Jual Kulfi Atau Es Cream India
Kalau Hujan Belinya Gimana ?
Duduk Di Trotoar Atau Stretching Saja
Daripada Harus Bayar Masuk Restaurant BerAC

Baca Juga :

 

 

Scan Jidat Ala India

Di Muscat International Airport
Orang India Kalau Mudik Lebaran Bawaannya Banyak
Orang India kalau mudik lebaran rempongnya sama saja dengan orang Indonesia. Barang bawaannya banyak sekali, tidak semuanya dimasukkan bagasi pesawat karena bisa over baggage. Tetapi sebagian besar dimasukkan tas plastik kecil kecil agar bisa masuk cabin pesawat. Cerdas memang, daripada harus bayar biaya over baggage. Kayaknya udah pada pengalaman mudik semua, cabin pesawat penuh bukan jadi masalah, kolong kursi pesawat masih ada dan isinya penuh tas plastik dan ransel warna warni.
Oman Air Jurusan India
Penumpang India Penuh Menjelang Lebaran
Kebetulan saya bisa menyaksikan kegaduhan mudik lebaran orang India ini diatas pesawat Oman Air jurusan Muscat – Jaipur.  Hampir semua penumpang orang India semua. Mudah menebak kewrga negaraan mereka. Kalau ada tas plastik dikolong kursi atau masuk ke pesawat bawa tas plastik banyak dan diselip selipin dimana mana berarti Orang India. 

Didalam Bus Gaduhnya Bukan Main
Di Indonesia Namanya Mudik Basamo

Hebohnya bukan main, diruang tunggu ngobrol terus nggak ada berhentinya, diatas bus pada lari berebutan berusaha naik paling cepat. Hebatnya lagi, saat pesawat baru saja menjejakkan roda ke landasan, semua penumpang sudah pada berdiri meskipun tanda larangan melepas sabuk pengaman masih belum dimatikan. Gaduh dan heboh seperti layaknya ‘Mudik Basamo’.

 

Pesawat Masih Melaju Kencang Semua Sudah Berdiri
Lihat Tanda Lampu Larangan Melepas Sabuk
Masih Menyala Semua

 

Waktu cek imigrasi juga berebut, sebagai satu satunya orang asing yang seharusnya didahulukan terpaksa kita harus ngalah paling terakhir sendiri. Meskipun ngantri cek passport paling terakhir sendiri, keanehan dan keunkan orang India tak ada habisnya. Kali ini petugas imigrasinya yang mengejutkan, udah Jompo !!!!. Memeriksa passport dan eTV (Electronic Tourist Visa) yang saya sodorkan lamanya bukan main. Kacamata harus ganti dua kali saat membuka halaman passport satu persatu. Semakin penuh stamp di passport berarti semakin lama. Kayaknya si bapak mencari tahu, pernah pergi ke negara tertentu atau tidak. Ngetik computer kerasnya bukan main, seperti nekan tuts mesin ketik jeglog jaman purba.
Pesawat Masih melaju Kencang
Lampu Larangan Membuka Sabuk Masih Menyala
Tapi Penumpang Sudah berdiri Semua

 

Selesai periksa passport dan ngetikkan data ke computer, prosedur berikutnya scan sidik jari. Empat jari kiri, empat jari kanan, jempol kiri dan terakhir jempol kanan. Alat pemindai sidik jari ternyata kurang sensitif, entah buatan China atau buatan India. Berkali kali saya tekankan 4 jari kiri tetap saja tidak terdeteksi. Untungnya si bapak petugas imigrasi sudah tua dan sangat kaya pengalaman. Saya diminta mengusapkan keempat jari kiri dan kanan ke Jidat dulu. Jempol cukup diusapkan ke kening. Pokoknya diusapkan ke jidat yang ada keringatnya. Electrolit keringat yang ada di jidat bisa menetralisir ion ion negatif yang membuat alat deteksi tak berdaya katanya. Bim Salabim, langsung mesin sidik jari bisa mendeteksi sidik jari saya dengan jelas.
Orang Asing Harus Ngisi Form Kedatangan Dulu
Dibantu Ngisi Pula, Apa Nggak Enak

 

‘Kalau semua jari sudah saya usap usap ke dahi tapi alatnya tetap nggak bisa mendeteksi gimana ?’

‘Don’t worry sir, saya akan mengambil data sidik jari anda dari sumbernya secara langsung’.

‘Maksoed Loe ???’

‘Tempelkan jidat anda ke mesin deteksi ini, nanti semua data akan tertransfer otomatis’

Semua Sudah Selesai Cek Passport
Apes Dapat Petugas Jompo
Gosokkan Semua Jari Ke Jidat
Lalu Letakkan 4 Jari Kiri Ke Alat
Scan Sidik Jari Made In India
Usapkan Jempol Ke Kening
Lalu Letakkan Jempol Kiri Dulu
Ke Alat Scan India
Layar Pemindai Sidik Jari Sangat Lebar
Tempelkan Dahi Anda Ke Layar Pemindai

 

Naik Ke Atas Kotak Panggung 1 x 1 Meter
Dan Angkat Tangan Keatas Untuk Periksa Seluruh Badan
Pintu Keluar Terhalang Troley Yang Ditinggal
Begitu Saja Ditengah Jalan, Gimana Nggak Macet