Tag Archives: obyek wisata istanbul

3 Langkah Cepat Dan Mudah e-Visa Istanbul, Turkey

Halaman Utama eVisa Turkey
Minimalis Dan Hanya 3 Langkah Saja
Tidak Lebih Dari 3 Menit Sudah Dapat Visa

 

Ingin jalan jalan ke Turkey ? caranya sangat mudah sekali. Anda bisa ngantri langsung di bandara bandara di Turkey dan mengajukan Visa On Arrival (VOA) disana atau mengajukan eVisa secara online darimana saja dengan computer, laptop atau smartphone anda. Untuk VOA syarat dan prosesnya bisa klik dan baca Ke Turkey Dengan Visa On Arrival. Sedangkan untuk eVisa, linknya bisa diklik dan baca melalui tulisan saya sebelumnya Ke Turkey Dengan e-Visa. Langkah langkahnya sangat sederhana sekali dan tidak banyak syarat syarat yang harus diisikan atau diupload. Nggak perlu bukti tiket pesawat pulang pergi, nggak perlu bukti booking hotel, nggak perlu upload photo, nggak perlu bukti punya travel insurance dan nggak perlu juga mengisikan kemampuan financial kita. Ikuti langkahnya mengikuti urutan sebagai berikut :

 

Setelah Klik APPLY Dari Menu Utama
Pilih Dan Isikan Negara Anda Indonesia
Sangat Mudah Dan Sederhana Kan ?


Isikan Tanggal Kedatangan
e-Visa Anda Berlaku 30 Hari Sejak Tanggal Kedatangan
Biaya  USD 25
Isikan Data Data Pribadi Anda Sesuai Passport
Tidak Rumit Dan Sekitar 10 Data Saja
Yang Harus Diisikan
Selesai
Periksa E-Mail Anda, Kalau Belum Terima
Klik Resend E-Mail
E-mail Anda Isinya Kayak Gini
Klik Saja Tombol Hijau Untuk Approve. Ikuti Saja
Menu Yang Muncul Untuk Bayar Biaya e-Visa
Dengan Credit/Debet Card Anda
Ini Dia e-Visa Turkey
Waktu Yang Diperlukan Tidak Lebih Dari 3 Menit Saja

 

Saya sarankan anda membuat e-Visa saja daripada pegel linu harus berdiri ngantri VOA di bandara bandara Turki. Ngantrinya luar biasa panjang dan lama. Baca saja keadaan bandara bandara di Turki sejak negara tersebut memberlakukan VOA dan e-Visa melalui link Turkey Setelah VOA Dan E-Visa

 

Gegap Gempita Berita Visa On Arrival Bagi
30 Negara Termasuk Kuwait
Horeee Bisa Ke Jabal Jannah
Bagaimana dengan e-Visa di Indonesia ? Beberapa bulan lalu Presiden Jokowi memberi ijin bagi 30 negara untuk masuk ke Indonesia hanya dengan Visa On Arrival. Beritanya cukup gegap gempita di koran koran di Timur Tengah. Saya nggak bisa ngitung berapa banyak Arab yang ingin wisata ke Indonesia. Yang saya dengar kebanyakan mereka ingin pergi ke Jabal Jannah alias Bukit Sorga, nama lain dari Puncak. Tapi sayang sekali, website e-Visa pemerintah Indonesia sangat memble hasil design Lapak Rental Computer. Rumit, lama dan kawan kawan saya Arab merekomendasikan untuk Go Show saja, Langsung terbang dan ngantri VOA di Indonesia saja.

 

Sehari Dibatasi 500 Pengajuan Online
Keterangannya Puanjang Sekalil
Yang Diisi Buanyak Dan Harus Dicheck Terus
Apakah Disetujui Atau Tidak
Prosesnya Sangat Mirip Dengan eVisa Turkey
Tapi Petugas Imigrasi Perlu Waktu Lama
Untuk Verifikasi Manual
Halaman Untuk Ngecheck Status
Mana Ada Turis Arab
Yang Ngerti Bahasa Indonesia
Website Hasil Design Rental Computer
Meskipun Yang Dipilih Bahasa Inggris Tapi
Yang Keluarn Tetap Bahasa Indonesia

Sumber : Directorate Of Immigration

Baca Juga :
Advertisements

Sopir Bus Istanbul Bisa Bahasa Jawa Semua

Didepan Aya Sophia
Akhirnya Nyampai Juga Di Sultan Ahmet
HAVAS Bus Istanbul

Bus bandara di Turki namanya HAVAS, tertulis sangat besar di badan bus. Begitu keluar dari pintu ‘arrival’ Sabiha Gokcen Istanbul, langsung belok kanan kira kira 50 meter saja sudah terlihat HAVAS bus segala jurusan. Tujuan saya adalah ke Sultan Ahmet, kota tua di Istanbul tempat berbagai obyek wisata utama ngumpul disatu tempat yang tidak saling berjauhan. Untuk menuju Sultan Ahmet saya harus ganti angkutan yang bernama Metro, kereta api bawah tanah seperti yang ada di Singapore. Bedanya, kalau di Singapore namanya MRT (Mass Rapid Transportation).

Tram Listrik Di
Sultan Ahmet

Yang saya senang, perjalanan dari airport ke kota benar benar seperti di Indonesia, serasa kita sedang dalam perjalanan ke puncak, bukittinggi, Berastagi atau di obyek wisata pegunungan di Indonesia. Alamnya hijau penuh dengan pepohonan dan rumput rumput yang tertata rapi, rumah disepanjang jalan beratap limas dan bergenting seperti di Indonesia, bangunan sangat berwarna warni dan tidak monoton coklat seperti di Kuwait dan Saudi Arabia, Jalan naik turun dan udara dingin seperti di daerah pegunungan di Indonesia.

Metro Istanbul

Yang saya pusing tujuh keliling, tidak ada satupun tulisan berbahasa Inggris saya temui di sepanjang jalan, semuanya berbahasa Turki termasuk sopirnya juga selalu njawab bahasa Turki kalau ditanya bahasa Inggris. Akibatnya lebih baik saya ngomong bahasa Jawa dengan si sopir daripada buang energi harus berbahasa Inggris. Bisa nyambung kok, daripada susah susah bahasa Inggris. Saya harus jelasin tujuan saya ke si Sopir pakai bahasa Jawa campur bahasa isyarat,

Mas aku arep dolan nang Sultan Ahmet, mudune nang ngendi ?, Tahu tahu si sopir mengangguk angguk dan saya diturunkan di Levent, persis didepan pintu masuk stasiun bawah tanah Metro. Huebat….

Si sopir juga wanti wanti ke saya kira kira kalau saya nggak salah paham artinya “Wis tekan mas, ganti numpak metro, goleko sing tujuane nang Sultan Ahmet“.

Pinter tenan, coba saya tanya sekali lagi.

Nek aku turu, bablas tekan ngendi mas ?‘, sambil tangan saya memperagakan gaya sedang tidur.

Si Sopir dengan sigap langsung menjelaskan, kira kira artinya :

Ora mungkin turu mas, cedak banget. Sultan Ahmet kuwi stasiun terakhir, paling  sampeyan  bolak balik muter muter nang ngisor tanah.

Luar biasa, pinter boso Jowo kabeh….

Havas
Di Indonesia Namanya DAMRI
Kopaja Istanbul
.

Baca Juga :