Tag Archives: obyek wisata berlin

Taman Sinti And Roma Berlin, Jerman

Turis Banyak Yang Masuk Ke Taman Ini
Umumnya Masuk Ke Taman Dulu Baru Bertanya
Tanya Taman Apa Ini Kok Cuma Kolam Doang
Di tengah kota Berlin, tepatnya di Simsonweg – Tiergarten, tidak jauh dari Branderburg Gate atau di sebelah selatan Reichstag ada sebuah taman yang cukup baru dan diresmikan tahun 2012 oleh Angela Merkel. Namanya kalau dalam bahasa Inggris kira kira Sinti And Roma Memorial Park. Taman ini nggak ada isinya apa apa, cuma kolam bulat nggak ada ikannya dan segitiga ditengah taman. Saya tertarik untuk masuk kedalam taman karena kebetulan ada rombongan turis lewat dan saya ngikuti rombongan turis tersebut. Biasa lah, ikutan nguping Tour Guide kalau lagi cerita. Gratis dan hemat meskipun harus pura pura Jaim seolah olah nggak ndengerin apa yang diceritakan.

 

Turis Akan Membaca Tulisan Tulisan Di Pagar
Setelah Kecewa Melihat Isi Taman Kosong
‘”Taman Apa Sih Ini ???
Didalam taman nggak ada isinya apa apa kecuali kolam dangkal bulat dengan segitiga di tengahnya. Semua turis yang masuk ke taman ini bengong nggak tahu untuk apa kolam ditengah taman yang tidak begitu luas ini dibangun. Umumnya semua turis nyelonong saja masuk ke dalam taman tanpa membaca penjelasan sejarah yang tertulis besar di pagar kaca disepanjang pintu masuk. Untung saya nguping Tour Guide saat pertama masuk, sehingga saat ada turis lain bengong dan bertanya tanya, saya masih bisa gaya menjelaskan.
“This is Memorial Park for Sinti And Roma Minority” 
“The triangle in the center is a simbolize of  badge they wear in camp concentration”
“You can read the complete history on the glass wall outside the park”
 
Gimana ?, Keren kan bisa njelasin turis bengong lain.
Pagar Penuh Dengan Penjelasan Tentang
Sinti Dan Roma Dan Juga Cerita Historis
Tentang Genocide
Sinti dan Roma adalah minoritas yang ikut dibantai bersama sama Yahudi di camp camp konsentrasi saat jamannya Hitler. Dua kelompok minoritas ini bukan ras Jerman sehingga ikut dimasukkan ke kamar gas. Konon Sinti berasal dari kata Sindh, sebuah daerah di Pakistan. Kelompok minoritas ini datang ke Jerman hampir bersamaan dengan orang orang Romani dari India Utara. Hidup mereka nomaden berpindah pindah dengan caravan dan sering dinamakan juga dengan istilah Gipsies.

 

Kolamnya Dangkal Nggak Ada Ikan
Banyak Turis Yang Bengong Kecele Nggak Ada
Apa Apa Didalam Taman
Karena miskin dan nggembel di Jerman, maka dua kelompok minoritas ini ikut ditangkapin dan dijebloskan ke kamar kamar gas dan mati bersama sama Yahudi yang lain. Untuk mengenang gembel gembel Jerman inilah maka Taman Sinti And Roma ini dibangun dengan designer dari bangsa Yahudi bernama Dani Karavan, Jangan tanya saya, orang Jerman mengatakan si Dani ini dengan istilah keren ‘Artist Designer‘, kalau di Indonesia barangkali cukup disebut Tukang Batu Dan Bangunan saja, lha wong mbangun kolam kecil segitu aja kok dinamakan ‘Artist Designer
Keluar Dari Taman Baru Ngeh
Oh Ini Taman Memorial Toh Untuk Mengenang
Minoritas Sinti Dan Roma
Bener Bener Banyak Yang Sama Sama Bengong Nggak
Ngerti Maksud Taman Ini. Tapi Begitu Keluar Taman
Baru Teriak “Ooh Begini Toh Ceritanya !!!”

 

Baca Juga :

Gendarmenmarkt Ternyata Bukan Pasar

German Cathedral
French Cathedral
Udara dingin di kota Berlin dan sudah beberapa hari ini jalan jalan basah karena seringkali hujan rintik rintik turun. Seperti biasa, saya dan anak anak lebih senang tidur di hotel daripada jalan jalan cuma melihat gedung gedung tua atau masuk museum. ‘Sleeping Beauty‘ memang kerjaannya tidur melulu. Tapi, pagi ini saya dan anak anak langsung tersentak bangun karena suami mau mengajak jalan jalan ke Pasar. Dengar kata ‘Pasar’ langsung cling mata ngantuk bisa terbuka lebar. Memang, tidak ada tempat terindah dimanapun didunia ini selain masuk Pasar.
“Bangun.. bangun… Sleeping Beaty tidur mulu aja, sekarang jalan jalan ke Gendarmenmarkt”
“Apa itu ?”
“Markt … Pasar…Gendarmenmarkt artinya Pasar Gendarmen”
.
Jalan Gendarmenmarkt
Konzerthaus
Denger nama Markt, langsung tuing…bayangan saya seperti Albert Cuyp Markt di Amsterdam. Ternyata salah besar. Gendarmenmarkt di Berlin Jerman ini cuma alun alun dengan 3 buah bangunan kuno berdampingan. Yang ditengah namanya Konzerthaus, mudah ditebak gedung tersebut adalah gedung pertunjukan musik atau konser, opera, drama atau yang lain karena di sekitarnya banyak sekali poster poster iklannya. Sebelah kirinya German Cathedral (Deutscher Dom) dan sebelah kanan French Cathedral (Franzosischer Dom). French Cathedral ini dibangun tahun 1701 – 1705 oleh Huguenot Community. Designnya dibuat oleh Carl Von Gontard. Sedangkan German Cathedral dibangun tahun 1708, designernya Martin Grunberg dan tukang bangunannya Giovanni Simmonetti.
.
Ini German Atau French
Cathedral – Sama Kan Bentuknya
.
Sama Saja Bentuknya
French Atau German Cathedral ?
Kenapa dua bangunan Cathedral tersebut bentuknya nyaris sama ?. Apa jaman dulu juga ada jiplak menjiplak design arsitektur ?. Ternyata, pada tahun 1785 German Cathedral mendapat sentuhan Carl Von Gonthard, designer French Cathedral sehingga bentuk kubahnya nyaris sama dengan French Cathedral. Pada saat perang dunia II tahun 1945an, German Cathedral ini hancur lebur dan dibangun kembali setelah Jerman Barat dan Timur bergabung. Selesai tahun 1993 dan dibuka kembali tahun 1996, sehingga bentuk terakhir yang bisa saya lihat hari ini nyaris tidak ada beda sama sekali dengan French Cathedral didepannya.
.
Dilihat Dari Jalan Gendarmenmarkt
Toko Pernak Pernik
Kerajinan Wanita
Lalu kenapa nama alun alun tempat ketiga bangunan tersebut pakai embel embel Markt ?. Saya juga nggak tahu, saya kelilingi jalan jalan disekitarnya nggak ketemu sama sekali sisa sisa pasar sama sekali. Yang ada cuma pertokoan, rumah makan dan segala macam toko souvenir kebutuhan turis. Mungkin saja awal abad 17 saat ketiga bangunan tersebut dibangun pertama kali, daerah ini berupa pasar tradisional. Saat ini sudah tidak terlihat lagi sisa sisanya. Sebagai tanda kecewa, saya berhasil juga menemukan toko penjual bahan bahan kerajinan wanita seperti kruistik, menjahit, cuilting dll. Toko inilah yang membuat saya betah di Gendarmenmarkt sampai berjam jam. Karena toko inilah anak anak dan suami cemberut dan pulang duluan ke Hotel.
.
Sepanjang Jalan Gendarmenmarkt Ini
Mungkin Dulunya Pasar

.

Baca Juga :

Restaurant Modern
Pasarnya Sebelah Mana Ya ?
Di Ujung Jalan Gendarmenmarkt

Berlin Butut, Kumuh Dan Ancur

Jorok Dan Ngawur
Rumah Di Berlin Di Oret Oret Sesukanya
Agak Bagus Warnanya,
Tapi Disekitarnya Banyak Graffiti
Jorok Dan Porno
Berlin, Jerman. Bagi siapapun yang belum pernah ke kota ini tentu bayangannya adalah sebuah kota yang indah, bersih dan tertata rapi. Bagi yang sudah pernah tetapi hanya wisata ke Berlin beberapa hari, kesan pertama memang seperti itu karena semua bus pariwisata dan tour guide yang membawa wisatawan hanya mengarahkan ke tempat tempat yang indah, penuh dengan bangunan exotic dan bersejarah. Tetapi kalau anda cukup lama tinggal di Berlin atau sering keluar masuk kota Berlin, maka anda akan tahu sendiri seperti apa kota ini. Ternyata ibukota Jerman ini punya masalah yang sama dengan kota besar manapun, yaitu punya sisi kumuh, jorok dan tidak aman.
.
Rumah Makan Arab Di Berlin
Jadi Nggak Selera Karena Dinding
Luarnya Penuh Tulisan Jorok
Berlin adalah kota besar dengan penduduk yang sangat majemuk. Kaya, miskin, terpelajar, gembel, kere, preman semua ada. Di pusat kota dimana banyak tempat wisata berada dan sering dikunjungi wisatawan maka terlihat ‘Kinclong’, bagus dan sempurna. Semua wisatawan akan terkagum kagum menyaksikan keindahan bangunan dan berbagai macam peninggalan sejarah. Tetapi agak kepinggir sedikit saja dari tempat keramaian, terutama kalau anda mau ‘melepaskan diri’ dari tour guide anda, maka anda akan bisa menyaksikan segala macam pemandangan kota besar yang jauh lebih mengesankan dibanding dengan Reichstag, Bradenburg Tor, Check Point Charlie, Berlin Wall atau gedung gedung museum bergaya Gothic yang memang bagus seperti yang pernah anda lihat di majalah majalah pariwisata.
.
Jembatan Karatanpun Juga
Dicorat Coret
Silahkan menyaksikan sendiri photo photo menakjubkan diblog ini yang barangkali anda tidak pernah menyaksikan sebelumnya. Tidak semua photo bisa saya tampilkan, yang jelas kalau anda mau wisata ke Berlin dan berani ‘nyempal’ dari rombongan dan lepas dari arahan tour guide anda, maka anda bisa melihat sendiri orang mabuk bawa botol di jalanan, gembel di kolong jembatan layang, Preman ABG membersihkan kaca mobil di lampu merah, pengemis di lampu merah dan orang kencing di sudut tempat praktek dokter. Nggak ada bedanya dengan kota besar lain, apalagi Jakarta.
.
Penuh Gambar, Maksud Pemilik Bar Supaya Tidak Di Oret Oret
Tetapi Tetap Saja Disemprot Cat Tulisan Mesum
Pintu Rumahpun Di Oret Oret
Hilang Sudah Bayangan Tentang Jerman Yang Indah
Setelah Melalui Jembatan Karatan Penuh Grafiti Ini
Ada Tempat Kosong Sedikit saja Di Corat Coret
Potongan Tembok Berlin
Di Perempatan Dekat Kolong Jembatan Kumuh Inilah Saya
Dipalak Preman Yang Pura Pura Membersihkan
Kaca Mobil Tapi Minta Bayaran Mahal
Hati Hati Kalau Berhenti Di Lampu Merah Jalan Ini
Banyak Pengemis Dan Preman Ngelap Kaca Mobil
Jangan Buka Kaca Jendela Mobil Anda
Kalau Halaman Depan Tempat Praktek
Dokter Kumuh Seperti Ini, Kira Kira
Dokternya Seperti Apa Ya
Lapak PKL Di Kolong Jembatan
Bau Pesing, Anda Mau Kencing
Di Pojokan ?
No Comment
Ngganteng Pol





Baca Juga :

Pipa, Wisata Unik Di Berlin

Pipa Pipa Berlin
Ada Yang Berwarna Pink Dan Biru
Fungsinya Berbeda Beda
.
Seni Centang Perentang
Bagus Atau Ruwet ?
Siapapun kalau ke Berlin, Jerman pasti ingin mencari Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur beberapa waktu yang lalu. Nggak salah sih, tapi apa mudah menemukannya ? Perlu perjuangan tersendiri untuk menemukannya karena tembok tersebut telah dihancurkan dan sisanya yang masih tertinggal hanya ada di Mühlenstrasse. Apa pula ini ?, orang Jerman nggak bisa bahasa Inggris, kalau ditanya jawabnya kira kira artinya “Sonoooo….!“, sambil menunjuk ke satu arah yang kalau diikuti nggak akan bisa ketemu.
.
Truk Dilarang Masuk Kota
Bisa Sundul
Tetapi, nggak apa apa. Kita cari yang paling mudah ketemu saja. Apalagi kalau bukan “PIPA AIR”, ada yang berwarna pink, biru dan ada juga yang belum dicat atau catnya sudah pudar. Pipa pipa air ini membentang diatas permukaan tanah dengan ketinggian sekitar 3 meter dan memanjang diatas trotoar, nyeberang jalan. Pipa pipa unik ini selalu jadi bahan pembicaraan para turis yang baru pertama kali ke Berlin. Ada menduga Salah Design dan ada juga yang menduga Karya Seni. Tetapi banyak juga yang mengatakan Dinas Tata Kotanya nggak punya perencanaan matang dan mengatur system pengairannya tambal sulam.
.
Pipa Biru – Seni Atau
Merusak Keindahan Kota ?
Jawaban sebenarnya, pipa pipa tersebut adalah pipa sementara. Pipa tersebut dipasang kalau ada pekerjaan bangunan atau konstruksi. Di kota Berlin, permukaan air tanah sangat dangkal sekali dan sama seperti kota kota di Jawa.. Menggali tanah sekitar 2 meter saja sudah keluar air tanah, dan hal ini sangat merepotkan perusahaan konstruksi saat membangun pondasi bangunan. Kalau anda ikuti pipa pipa tersebut, maka ujungnya pasti gedung yang sedang dibangun dan ujung lainnya adalah tempat pembuangan limbah. Pipa pembuangan air tanah ini berwarna Pink.
.
Bertahun Tahun Kalau
Pembangunan Tidak Selesai
Lalu apa maksudnya pipa yang berwarna biru ?. Sama saja, bedanya pipa ini berisi air bersih untuk kebutuhan air selama pembangunan gedung. Pipa air untuk kebutuhan rumah tangga tidak boleh digunakan untuk keperluan pembangunan gedung. Debit airnya tidak mencukupi dan nekat berani bayar mahal kalau sampai menggunakan air minum untuk pembangunan gedung. Lalu, yang warnanya bukan pink dan bukan biru maksudnya apa ?. Oh, yang itu kontraktornya bangkrut dan kabur. Bangunannya mangkrak dan pipa pipanya dibiarkan begitu saja sampai berkarat.
.
Bangunan Mangkrak Dan Pipa Berkarat

.

Baca Juga :