Tag Archives: obyek wisata belanda

Mesin Kroket Belanda

Bingung Mengingat Ingat Letak Mesin
Kroket Di Stasiun Utrecht Centraal
Bingung Nggak Mau Keluar
Cepet Dong, Laper Nih..
Orang bilang badan saya gendut, ya biar saja kenyataannya memang seperti itu. Saya memang doyan makan dan ngemil. Saya masih ingat waktu kecil dulu diajak bapak dan ibuku ke Dokter karena sakit. Pak Dokter menasehati “Makan yang banyak, biar sehat dan jauh dari penyakit“. Nasehat pak Dokter inilah yang saya pegang sampai hari ini dimanapun saya berada. Nggak ada kata kata lain, hanya nasehat pak Dokter inilah yang bisa saya gunakan untuk “Ngeles” kalau ada orang mengatakan saya gendut.
Sukses, Kroket Idaman Bisa
Keluar
Di stasiun kereta api Utrecht, Belanda (Utrecht Centraal Station), saya selalu mengikuti saran pak Dokter yaitu “Banyak Makan”. Setiap kali saya turun dari kereta api selalu saya sempatkan beli Kroket meskipun hanya sebiji. Tetapi, karena saya ‘Wong Ndeso” dan bener bener “Kampungan” maka rasa ingin tahu saya sangat besar sekali terutama hal hal yang berbau tehnologi. Saya selalu memilih beli Kroket melalui mesin meskipun ada pegawai toko kue yang selalu menunggu ditoko sebelahnya. Kayaknya bergengsi sekali kalau beli kroket dari mesin di luar negeri. (Apalagi kalau di’share’ di facebook dan dibaca ‘friend’ saya yang berjumlah ribuan. Soal gaya gayaan saya nggak pernah kalah dengan friend FB yang lain, ha ha ha, emangnya banyak friend saya yang suka pamer dan gaya gayaan :))
Kroket Idaman
Ternyata Pintunya Harus Ditarik
Dengan yakin dan mantap saya menuju mesin Kroket dan saya masukkan EUR 2 meskipun harga yang tertera cuma EUR 1.40. Duit coin langsung ditelan, tetapi kroket idaman tidak mau keluar. Ada tombol besar hitam langsung saya geser kiri, nggak mau gerak. Saya geser kanan juga nggak mau gerak. Saya tekan juga sama saja nggak mau gerak. Mau menyerah dan memanggil pegawai toko ?, Malu, jangan jangan saya  dikatakan “Ndeso” dan “Kampungan” oleh orang Belanda, Maaf saja. Akhirnya, semua pintu yang ada isinya saya buka satu persatu dan berhasil. Tapi, cobaan belum berhenti, uang kembalian tidak keluar juga dari mesin. Saya tunggu cukup lama didepan mesin dan rupanya menarik perhatian orang lewat

Madame, masukkan coin EUR 1.40 setelah itu buka pintu kroket yang paling atas“. 

Nah, ini baru cocok, berarti ada yang menyarankan saya untuk nambah dan makan kroket satu lagi.

Baca Juga :

Kuliner Indonesia Ala Londo Celup

Jembatan Indonesie
Melintas Sungai Rhine Di Gelderland
Aziatische Supermarkt, Ada
Masakan Indonesia Ala Londo Celup
Orang Belanda saya akui sangat menghargai bangsa Indonesia. Sangat berlawanan dengan cerita Ludruk yang sering saya tonton waktu kecil dimana sering digambarkan negatif dan terkadang sangat berlebihan.  Kayaknya ada dendam kesumat karena dijajah 350 tahun. Kalau anda jalan disegala penjuru kota di Belanda, maka akan mudah sekali ketemu nama jalan yang sangat tidak asing bagi kita seperti Kartini Straat (ada di Utrech, Haarlem dan Amsterdam), Batavia Straat (Highway di Arnhem-Nijmegen), Mohammad Hatta Straat, Sutan Sjahrir Straat (Harlem) atau nama nama Indonesia lain yang populer sebagai nama sarana umum. Jembatanpun ada tulisannya besar Indonesie seperti gambar diatas. Senang saya rasanya melihat hal sederhana seperti itu.
.
Bumbu Jadi Masakan Indonesia
Asli Made In Belanda
Lalu kalau makanan dan kuliner gimana, apakah ada nama nama khas Indonesia. Oh jelas ada, anda tahu kan anak kecil negro hitam jelek yang 4 tahun diberi makan tahu dan tempe tetapi setelah dewasa bisa jadi Presiden Amerika Serikat ? Ya benar sekali, Obama. Di Belanda, ternyata tahu dan tempe sudah jadi menu sehari hari juga. Tetapi, mungkin kwalitasnya beda sehingga belum pernah ada satupun anak Belanda yang bisa jadi presiden Amerika Serikat setelah dewasa. Itulah juga sebabnya kenapa orang Belanda begitu semangatnya mengkonsumsi tahu tempe sampai saat ini. Berkali kali saya kehabisan stock kalau belanja agak kesiangan.
.
Rak Khusus Barang Import
Ada Kecap Bango, Sambal ABC
Di kota manapun anda berada, akan mudah sekali anda menemukan restaurant Indonesia. Jauh lebih mudah dibanding mencari Pizza Italia atau Kebab Turki. Nama restaurant juga sangat Indonesia sekali seperti Citra Lestari Restaurant, Parahyangan Restaurant, Ramayana dan lain lain. Saya kira pemilik atau paling tidak tukang masak dan pelayannya orang Indonesia, ternyata tidak juga. Malah lebih banyak ‘Londo Celup‘nya, maksud saya orang Indonesia berhidung pesek kulit sawo matang tetapi rambutnya disemir pirang dengan tehnik teh celup dan kalau diajak ngomong, bahasa Indonesianya juga terkesan megap megap. Londo Celup Butchery (Rambut Ngechet Sendiry) ini memang oyee dalam hal Kuliner Nusantara. Saya pernah coba beli Rendang dan gulai Padang, enak tapi kalau saya perhatikan piring yang tersaji didepan saya, rasanya agak aneh karena penyajian rendangnya pakai french fries (kentang goreng) dan bisa juga milih mash potatoes. Gulai padangnya disajikan dalam mangkuk kecil terpisah. Ada irisan keju kecil juga disamping rendang menambah bingung mana dulu yang harus saya makan.
.
Bumbu Indonesia
Asli Buatan Belanda

Bumbu jadi juga banyak dan hampir ada disemua supermarket besar seperti Sajoer Boentjis, Boemboe Soto, Boemboe Sate, Sajoer Asem, dan lain lain. Saya kira made in Indonesia ternyata asli made in Belanda.  Kalau mau yang import dan asli made in Indonesia juga ada, dan banyak dijual dioko toko Asia (Aziatische Superarkt). Ditoko ini tidak menjual produk dari Indonesia saja, tetapi juga dari Philipine, India dan  lain lain negara di Asia. Yang menarik, dibagian masakan jadi siap makan, yang ramai selalu masakan Indonesia., sampai ngantri. Ketika saya tengok, masakan apa sih yang ngantinya sampai panjang, ternyata cuma Mie Goreng Jawa. Dimasak langsung oleh bule Londo, dan kecap yang dipakai ternyata Cap Bangau. Saya coba melihat sekitarnya, siapa tahu ada Teh Botol ternyata minumnya tetap Coca Cola.

.

Ke Belanda Apa Yang Bisa Kita Lihat

Belanda, Negeri Penuh Sapi
Dari Dulu Terkenal Ilmu Peternakan Dan Research Pengembangannya
Coba tanyakan ke saudara, teman atau tetangga anda yang pernah pergi ke Belanda. Apa yang bisa dilihat di Belanda ?. Biasanya jawabannya ‘nggedabus’ seolah olah Belanda adalah sebuah negara yang buesar, negara industri yang sangat maju dan berbagai macam cerita yang membuat anda ngiler untuk pergi ke Belanda. Padahal, penduduknya cuma 16 Juta (Perkiraan 2012) dan luas cuma 41,543 Km Persegi. Percayalah, Indonesia lebih dalam hal segalanya.

Jawaban umum yang sering saya dengar kalau seseorang baru pulang dari Belanda diantaranya sebagai berikut :

1. Huebat, Belanda Negara Industri Yang Sangat Maju.

Negara Penuh Kambing Gini
Kok Dikatakan Negara Industri
Ini benar benar mbelgedes, kalau anda berjalan dari utara ke selatan dan barat ke timur yang anda jumpai sepanjang jalan lebih banyak kambing dan sapi. Sawah dengan padi yang menghijau dan juga kebun lebih dominan dibanding bangunan pabrik atau industri. Disekitar  Rotterdam saja terlihat banyak industri, itupun terlalu kecil kalau mau disebut kota industri. Sebuah pabrik ukurannya terlalu mungil apabila dibandingkan dengan pabrik di Bekasi, Tangerang atau tempat lain di tanah air.  Tapi, harap tahu jugalah, kalau pabrik pabrik di Indonesia, China, Vietnam dll banyak yang kepemilikan sahamnya dipegang oleh pabrik kecil di Belanda tadi. Sepengetahuan saya, Belanda terkenal dengan ilmu peternakan dan research tentang pengembangan ternak. Banyak doktor doktor IPB jebolan Belanda. Dari dulu Belanda terkenal Susu dan Keju.
.
2. Saya Kalau Ke Belanda Selalu Melihat Bunga Tulip.
Kembang Plastik, Makanya
Kalau Ke Belanda Bulan Mei Saja
Ini juga nggombal pol. Tulip plastik memang ada setiap saat dimana mana. Tetapi kalau bunga Tulip yang beneran hanya mekar sekitar bulan Mei saja. Anda bisa melihat bunga tulip asli di Keukenhoff. Toko toko bunga (Bloomen Market) juga banyak menjual bunga tulip, cuma kalau bukan musim bunga agak lumayan sulit untuk mendapat bunga tulip asli Belanda. Kalaupun ada biasanya didatangkan dari luar Belanda. Tetapi bunga warna warni yang lain cukup banyak. Orang Belanda memang senang dengan bunga, terlihat di jendela jendela rumahnya selalu ada bunga hias warna warni.
.
3. Di Belanda Dimana Mana Ada Kincir Angin.
Kinderdijk, Orang
Belanda Menyebut Got Atau
Selokan Dibelakang Sebagai River
Bohong besar kalau teman anda nggombal seperti ini. Kincir angin yang dibuka untuk umum hanya ada di Saanze Schaan, Kinderdijk, Leuwerden, Emmen dan beberapa tempat lain yang cukup tersebar jauh. Dari Amsterdam ke Saanze Schaan perlu perjalanan sekitar 1 jam, ke Kinderdijk juga sama saja. Kalaupun anda melihat ada kincir angin disepanjang jalan, belum tentu dibuka untuk umum. Anda bisa melihat tandanya, kalau ada bendera biru artinya terbuka untuk umum dan anda boleh masuk untuk menyaksikan bagian dalamnya atau mendekat untuk berphoto ria. Saya anjurkan anda ke Saanze Schaan untuk menyaksikan kincir angin. Jauh lebih menarik dibanding Kinderdijk karena ada museum, toko souvenir, toko keju belanda dan jarak antar kincir angin cukup berdekatan.
.
4. Di Belanda Danau Dan Sungainya Bersih.
Yang Ini Namanya Canal
Yah Lebih Besar Dikitlah Dari
Selokan – Airnya Butek Juga
Nah celaka kalau teman anda nggombal seperti ini. Di Belanda, comberan atau genangan air berdiameter 10 – 15 meter saja dinamakan Danau atau Pond. Bandingkan dengan istilah danau di Indonesia yang luasnya bisa ber kilo kilometer persegi seperti danau Toba, danau Maninjau dll. Selokan kecil dengan lebar tidak sampai 5 meter saja dinamakan Kanaal atau bahkan River. Belakang rumah saya di Bogor ada got yang jauh lebih lebar dibanding kanaal di Belanda. Sampai saya pindah ke Kuwaitpun got tersebut tidak punya nama. Beda sekali dengan di Belanda dimana semua genangan air, got dan selokan diberi nama yang bagus bagus. Jadi nggak ada tuh Danau dan Sungai yang bener bener sesuai dengan definisi orang Indonesia kecuali Sungai Rhine saja yang memang cukup lebar. Cabangnya juga cukup lebar dan bernama Maas River (Nieuwe dan Oude Maas).
.
5. Saya Senang Jalan Jalan Di Mall Belanda.
De Bijenkorf Mall
Mallnya Tidak Ada Yang Besar
Ada Tukang Becak Juga Kan ?
Bah, apa pula ini. Kita orang Indonesia terbiasa menyebut pertokoan raksasa seperti Senayan City dan Artha Gading dengan sebutan Mall. Kita juga terbiasa bangun pagi dan pulang malam karena ikut berdesak desakan didalam Mall yang selalu ramai. Kalau anda di Belanda, anda akan merasakan yang namanya Mall kok kecil sekali, pengunjungnya  kok beberapa gelintir orang saja. Dan waktu rasanya begitu malas bergerak. Toko toko buka sekitar jam 11 siang dan tutup kembali  jam 5 sore. Kalaupun ada yang mau bertahan, biasanya terpaksa nyerah harus tutup jam 6 sore. Di kota besar seperti Amsterdam dan Rotterdam saja ada yang tutup jam 8 sore, itupun tidak semuanya. Mungkin karena tenaga kerja di Belanda sangat mahal sehingga harus tutup sangat awal. Secara umum bisa saya katakan tidak ada yang layak disebut Mall di Belanda. Yang banyak adalah toko toko kecil. Konsep tata kota di Belanda memang mengutamakan
Street Shopping.
.
6. Wah Belanda Sangat Kaya Dan Semua Penduduknya Makmur
Lihat Yang Dibelakang
Ada Juga Yang Ngemis Kan ?
Tokonya Berderet Sepanjang Jalan
Mbelgedes…. Kaya atau miskin tergantung siapa yang menilai. Kalau saya sehari hari naik angkot maka saya akan menilai siapapun yang naik mobil sebagai orang kaya. Kalau saya nyetir mobil sendiri maka saya akan menilai yang kemana mana diantar sopir pribadi sebagai orang kaya. Di Belanda ternyata sama saja dengan di Indonesia, dimana mana banyak juga gembel, pengamen, preman mabuk, tukang palak jalanan, pengemis, prostitusi (legal di Belanda), tukang becak, maling sepeda dan sebagainya. Kita saja yang  tidak pernah mensyukuri kekayaan bangsa dan negara sendiri dan selalu mengagung agungkan negara lain dan produk asing.
.
7. Di Belanda Banyak Museum
John Frost Bridge
Di Sleman Juga Ada, Banyak Lagi
Belakang  Benar Benar Sungai Rhine
Yah benar, di Belanda memang banyak sekali Museum. Tetapi waktu bukanya terasa sekali ogah ogahan. Tertulis jam 10 siang buka tetapi jam 11 siang baru nampak petugas loketnya. Dan seharusnya jam 5 sore tutup tetapi sering saya jumpai sudah nggak ada penjaganya lagi sebelum jam tutup. Dan, saya akui promosi pariwisatanya memang handal. Jembatanpun masuk dalam promosi pariwisata. John Frost Bridge di Arnhem pada gambar disamping ini memang sangat bersejarah saat diperebutkan pada Perang Dunia II dan telah difilmkan dengan judul A Bridge Too Far. Inilah War Museum yang tidak ada penjaganya dan buka 24 jam penuh dan bisa anda kunjungi setiap saat. Jembatan kayak gini mah di Sleman banyak.
.
Lalu Apa Dong Yang Bisa Saya Lihat Di Belanda ?
Oma Dan Anjing
Nah ini dia, begitu anda turun dari pesawat di Schiphol sampai perjalanan dikota manapun tujuan anda, yang selalu dan mudah anda temukan adalah Anjing, Jompo dan Sepeda. Anjing Polisi ada di Schiphol cukup banyak dan kadang kadang ikut memeriksa bagasi penumpang. Keluar dari airport, anda akan ketemu sepeda. Pokoknya dimanapun anda berada pasti dengan mudah ketemu orang yang sedang menuntun anjing. Di Lobby Hotel, didalam Lift, Di Restaurant, di jalanan dan didalam pertokoan selalu saja ketemu jompo nuntun anjing. Sampai sekarang saya sering heran, kenapa di Belanda lebih mudah ketemu anjing dan jompo dibanding anak anak dan remaja. Mungkin anak muda Belanda banyak yang kerja dan ditempatkan di perusahaan Belanda di Indonesia, Vietnam, Thailand atau negara lain diseluruh penjuru dunia. Siapa tahu kan ….,
.
Jalan Pagi
Anjing Digandeng Tetapi Anak Dilepas
.
Oma Nuntun Anjing
.

Menjadi Gypsy Di Belanda

Aku, Ruud Hilbrand Dan Kucing
Didepan Caravan Tempat Aku Menginap
Rungkut Dan Dipinggir Kali
Nggak Terlalu Beda Dengan
Rumah Affandi

Seniman memang sering nyleneh dan terkadang daya kreatifitasnya diluar nalar orang normal. Di Belanda saya pernah menginap di rumah salah seorang seniman nyentrik bernama Ruud Hilbrands. Rumahnya, secara sepintas tidak ada bedanya dengan rumah Maestro Pelukis Affandi di Yogyakarta. Kalau rumah Affandi saat ini dijadikan museum, maka rumah si Ruud ini terbuka untuk semua orang untuk mencoba merasakan gaya hidupnya. Rumah Affandi terletak dipinggir kali Code, sedangkan rumah si Ruud terletak dipinggir sungai Rhine. Kalau anda punya GPS, lokasinya adalah N 51″ 58.946′ E 005″ 53.840′, kira kira 100 Km dari Amsterdam, tepatnya di Arnhem, wilayah Gelderland.

Didepan Rumah Ruud

Yang menarik, sanggarnya yang disebut Tuscan Watervilla dan bernama Drijfpaleis (Istana Mengambang) dibuatnya sendiri selama bertahun tahun. Kebanyakan bahan yang digunakan terbuat dari barang bekas. Caravan butut disulap jadi kamar  ala Gypsy yang sering kita lihat di film film. Kapal rusak dibeli dan dijadikan kamar kamar  yang unik, antik, aneh sekaligus menarik. Mobil rongsokan juga disulap sebagai hiasan penyambut tamu. Pecahan keramik dijadikan ornamen dinding dan lantai. Masing masing kamar hotel dan sudut sudut tertentu diberi nama yang unik seperti layaknya hotel bintang 5. Misal : Nelson Mandela Bridge.

Gangnam Style Dari Radio Jadul
Lemarinya Dari Kompor Gas

Soal interior, wow benar benar unik dan tiada duanya. Ada kamar yang dinding sampai langit langit kamarnya dipenuhi lukisan dengan warna merah menyala. Lebih unik lagi, tempat tidurnya ada yang terbuat dari kayu bekas bongkaran bangunan dan digantung dilangit langit menggunakan rantai. Kira kira kalau tidur seperti diayun ayun seperti layaknya ayunan bayi raksasa. Semua lantai dan dinding penuh warna warni ngejreng dan norak terbuat dari remukan keramik. Entah bekas bongkaran rumah atau keramik baru yang dipecah pecah saya kurang tahu. Yang jelas dicampur juga dengan kelereng dan kaca yang didesign sedemikian rupa dengan motif ikan sampai lingkaran lingkaran abstrak yang aneh dan tidak saya ketahui apa maksudnya.

Full WIFI – Pengunjung Menuntut
AgarBisa Update Status FB Langsung
Lantai Mozaik
Pecahan Keramik Dan Beling

Saya tinggal di salah satu Caravan bernama Tamini, kira kira seluas VW Combi. Tempat tidur cuma bisa untuk berdua saja. Kompor gas bekas disulap jadi meja serbaguna sekaligus tempat kulkas dan beberapa laci tempat menyimpan makanan.. Ada dua buah kursi  yang saling berhadap hadapan dengan meja kecil yang bisa dilipat dengan heater pemanas ruangan kecil dibawahnya.. YMeskipun berupa Caravan ternyata dilengkapi juga dengan Wifi yang cukup cepat. Katanya Wifi didalam caravan merupakan tuntutan tamu jaman sekarang yang ingin bisa segera update status facebook kalau berkunjung dan tinggal di rumahnya.

Siap Siap Bobok
Interior Bagian Dalam Caravan
Sarapan Pagi
Dibawah Pohon

Selain warna warni interior yang ‘ngejreng’, yang menarik lainnya adalah radio kuno yang tersedia diatas meja. Bentuk radio boleh saja kuno, tetapi lagu yang terdengar ternyata lagu ngetop saat ini, yaitu “Gangnam Style”. Inilah Caravan dengan cita rasa Gypsy tetapi suasana abad ini, yaitu bisa bergoyang ala Gangnam Style.

“Mas… mas, seandainya saja Caravan ini tidak ada rodanya, tentu tidak akan ikut bergerak gerak ya kalau kamu terlalu lasak dan banyak gerak seperti ini ?”. 
“Iya dik, gimana kalau kita pindah diluar saja biar Caravannya tidak bergerak”.
“Hooh… Hooh…… Ayo mas…..”

Caravan Berhantu
Kalau Malam Bergoyang Goyang
Klenting Merah Bawa Handuk
Siap Siap Mandi Di Kali Rhine