Tag Archives: liburan turkey

Selime Cathedral, Cappadocia Turkey

Selime Cathedral – Central Anatolia Turkey
Cappadocia Turkey adalah gudangnya gereja / cathedral, chappel dan monestary yang cukup unik karena berbentuk gua hasil karya manusia jaman baheula. Ada yang diatas gunung dan ada juga yang jauh dibawah tanah. Mulai dari chappel kecil, cathedral besar dan juga ruang ruang kelas berbagai macam ukuran dan juga tempat tinggal semacam barak asrama semua tersebar berdekatan di area yang luasnya sekitar 300 Km persegi. Tidak kurang dari 100an gereja batu yang dipahat tangan besar dan kecil dan 10.000an  gua dengan berbagai macam fungsi ada di lokasi ini.  Wilayah ini terkenal sebagai kawah candradimukanya umat kristen dalam hal pendidikan agama sejak lebih dari 1700 tahun lalu dan juga tempat persembunyian dari serangan bangsa Mongols.
Gerejanya Diatas Gunung
Salah satu konstruksi Gua kuno buatan manusia yang menyatu dengan alam, khususnya hasil karya umat Kristen Orthodox pertama saat jaman masih susah susahnya menyebarkan agama bisa ditemukan disini. Lokasinya tidak begitu jauh dari Ihlara Valley, atau sekitar satu jam perjalanan darat dengan mobil dari Goreme. Yang cukup terkenal dan per tahun dikunjungii 300.000an turis namanya Selime Cathedral. Jangan membayangkan cathedral besar ini seperti yang anda saksikan di kota kota anda. Gereja ini diatas gunung dan didalam gua seperti yang anda saksikan dalam film film cartoon Pak Flinstone.
Ini Sebenarnya Jalan Air
Gembira Setelah Tali Dilepas Dari Pinggang
Saya tidak akan menceritakan tentang isi Cathedral tersebut karena memang saat ini nggak ada isinya. Lukisan lukisan didindingpun sudah pudar dan nyaris nggak terlihat kembali. Artefact artefact yang ditemukan juga sudah dipindahkan ke museum. Yang akan saya ceritakan adalah jalan menuju ke cathedral yang jauh diatas gunung saja. Untuk menuju ke atas, tidak ada jalan sama sekali yang nyaman dilalui. Yang ada cuma bekas jalan air yang tidak rata. Kita tahu jalan air tersebut menuju keatas hanya karena ada tanda panah merah yang ditempel didinding tebing saja. Mau turun, tinggal mengikuti tanda panah biru.
Badan Saya Gemuk Dan Nyangkut
Di Jalan Ini. Ada Yang Ndorong,
Ada Yang Narik Dengan Tali
Ada Yang Melumasi Oli
Karena jalannya menanjak sangat tajam dan terkadang harus loncat kekiri dan kekanan, maka ditempat ini banyak ngumpul Tukang Dorong. Siapa lagi kalau bukan anak anak muda setempat berseragam merah. Mereka siap mendorong atau menarik pengunjung yang mogok ditengah jalan dengan upah sekedarnya. Perlengkapannya seutas tali yang akan dilemparkan ke kita apabila perlu bantuan. Karena badan saya cukup lebar dan sangat ngepas lebar selokan, maka diperlukan 3 orang untuk mendorong dan menarik dengan tali sampai keatas.
Selokan Air Ini Adalah Jalan
Utama Untuk Naik
Turunnya lebih rumit lagi karena umumnya pengunjung pada takut kepleset jatuh. Saat naik nyaman nyaman saja karena tidak melihat kebelakang. Tapi saat turun, wow ngeri karena  ternyata curam sekali.  Akhirnya, nggak ada pilihan lain kecuali harus bayar pak Ogah yang baju merah tadi. Tali segera dilemparkan dan diikatkan kepinggang. Dua orang mengulur tali dari atas dan satu orang menjaga didepan sampai kita berada ditempat yang aman. Cukup sekali saja saya berkunjung ketempat ini. Dibayar mahalpun nggak akan mau lagi saya naik keatas. Kapok, entah berapa kali bokong saya didorong dorong anak anak muda tersebut karena kejepit tebing.
Ditempat Ini Bisa Memandang Jauh Keluar
Udaranya Sejuk Bikin Ngantuk
Nah Lorong Ini Agak Luas
Nggak Bakalan Kejepit Disini
Byuh, Kalau Hujan Selokan Ini
Penuh Air Gimana Ya Naiknya
Istirahat Dulu Di Chappel Kecil
Banyak Sekali Ruangan Besar Kecil
Ini Bukan Sembarang Gua, Tetapi Gereja Kuno
Ini Salah Satu Bagian Gereja Yang Benar Benar
Mudah Dikenali Sebagai Gereja
Lukisan Dinding Sudah Tidak Terlihat Lagi
Siap Siap Pulang
Pegel Linu Naik Turun Gunung
Baca Juga :
Advertisements

Hak Cipta Warung Lesehan Turkey

IHLARA AMIGOS CAFE
Amigos Itu Singkatan Agak Minggir Got Sedikit
Lokasi Di Ihlara, Aksaray Turkey

 

Indonesia itu luar biasa kaya raya, baik alam maupun jenis makanannya. Setiap daerah memiliki berbagai macam makanan khas. Contohnya Soto, ada Soto Betawi, Soto Madura, Soto Medan, Sroto Banyumas, Soto Minang dan lain lain. Belum jenis makanan yang lain apalagi makanan kecil seperti jajanan pasar atau apapun jenis makanan berat dan ringan. Minuman juga banyak sekali variasinya, mulai es campur, es cendol, es dawet dan lain lain.. Sudah saya jelajahi lebih dari 30an negara, hanya Indonesialah yang terbanyak jenis makanannya dan minumannya. Negara lain yang juga cukup banyak jenisnya adalah India , China.dan Thailand tapi tidak sebanyak Indonesia.
Tata Cara Sama Saja Dengan Warung Lesehan
Di Indonesia, Makanannya Saja Yang
Nggak Banyak Pilihan

 

Di Turkey, yang namanya restaurant atau warung makan rasanya garing sekali. Pilihan makanan nggak terlalu banyak. Nggak ada warung makanan sekelas Rumah Makan Padang dimana sekali mengeluarkan makanan, puluhan piring berbagai jenis makanan tersaji serentak dimeja semuanya. Menu minuman cuma ada juice buah, minuman kaleng dan air putih  saja. Nggak pernah saya lihat menu makanan / minuman di restaurant restaurant Turkey yang menyajikan berbagai macam jenis makanan dan minuman selengkap rumah makan Indonesia, India atau Thailand. Apalagi restaurant restaurant di negara negara Eropa, nyaris nggak ada variasi sama sekali.
Yang Saya Suka, Juice Jeruknya Asli
Langsung Diperas Dan Disajikan Ke Pemesan
Hati Hati Dituntut Orang Indonesia
Meniru Cara Jualan Ala Indonesia

 

Mungkin melihat photo photo diatas anda heran. Di Turkey kok ada Warung Lesehan mirip di Indonesia ?. Jangan jangan orang Indonesia meniru Turkey ?. Atau sebaliknya orang Turkey yang meniru Indonesia ?. Nggak perlu anda ribut mempermasalahkan hak cipta seperti yang pernah anda hebohkan beberapa tahun lalu terhadap Malaysia. Saat itu hebohnya bukan main tentang hak cipta Tari Tarian, Batik, Makanan atau Lagu Daerah asli Indonesia yang juga bisa kita nikmati di  negara tetangga Malaysia. Di Indiapun sebenarnya juga banyak kesenian dan makanan yang 90 % mirip dengan Indonesia.

 

Kalau Di Indonesia Warung Warung Berderet
Seperti Ini Jualnya Macam Macam
Di Turkey Pilihan Menu Nggak Banyak
Di Turkey juga banyak yang mirip dengan di Indonesia, lihat saja Warung Lesehan pada photo photo dibawah. Jangankan di Turkey, di Inggrispun banyak kok Warung Warung Tenda, Warung Emperan, Warung Lesehan baik yang bagus maupun yang butut dan mirip dengan di Indonesia. Di negara manapun juga ada warung semacam itu, silahkan menuntut Hak Cipta kalau merasa Warung Lesehan atau Pedagang Asongan dan tata caranya adalah milik bangsa Indonesia. Sudah saatnya heboh tentang Hak Cipta kita lebarkan ke Turkey setelah bertahun tahun meributkannya dengan Malaysia tanpa hasil.
Gubuk Gubuk Lesehan Menjorok Ke Sungai
Ini Namanya AMIGOS (Agak Minggir Got Sedikit)
Di Indonesia Banyak
Di Inggris  malah banyak sekali warung warung tenda dan PKL yang nempel  toko kayak di Indonesia. Di Belanda juga sama saja, silahkan lihat pada link dibagian bawah tulisan ini. Cafe cafe  AMIGOS  (Agak Minggir GoSedikit) memang ada di negara manapun. Buang Sampah Ke Sungai juga bukan monopoli orang Indonesia, orang Turkey juga melakukan hal yang sama. Apalagi orang Inggris, joroknya bukan main soal buang sampah. (Baca : Inggris Kemproh Dan Jorok)

 

Pedagang Lesehan, Asongan Semua Ada
Cara Jualan Asongan Dan Lesehan Hak Cipta Siapa ?
Kalau Di Indonesia Gurami Bakar, Pecel Lele Dll
Di Turkey Cuma Sandwitch, Burger Dan Kebab
Warung Kayak Gini Hak Cipta Indonesiakah ?

 

Photo Ini Asli Di Turkey Bukan Di Alas Roban
Atau Hasil Olahan Photoshop
Lokasi Didasar Ngarai Ihlara
Hanya Di Turkey Saya Makan Burger Lesehan
Mana Ada Di Indonesia Warung Burger
Dan Sandwitch Lesehan

 

Ini Bukan Warung Lesehan Diatas Empang Ikan
Tapi Di Sungai Di Ihlara, Guzelyurt

 

Ini Rumah Makan Biasa Di Ihlara, Guzelyurt Aksaray
Menunya Nggak Banyak, paling Kebab
Ikan Dan Ayam Bakar Saja

Baca Juga :

Di Nevsehir Airport Penumpang Mecotot Keluar Gedung

Photo Photoan Di Bag Belakang Nevsehir Airport
Satu Lantai Saja Dan Selebar 6 Buah Ruko
Selfie Dulu Ya Sebelum Diusir Petugas

Tujuan saya mau ke Goreme, salah satu kota di Cappadocia (Bacanya Kapadokya), propinsi Nevsehir, Turkye. “Ndeso Kluthuk” wilayah Central Anatolia yang berpenduduk sekitar 2500 jiwa saja. Semula saya ingin sewa dan nyetir mobil dari Ataturk International Airport, Istanbul – Turkye sambil menjelajah segala penjuru Turkye, tapi mengingat jaraknya yang hampir mencapai 800 Km, maka rencana tersebut segera saya urungkan.

Ruko Di Ujung Warna Creme Untuk Kedatangan
Yang Kiri Untuk Keberangkatan
Perhitungan saya mengatakan perlu waktu minimum 10 jam kalau nekat mau langsung ke Goreme. Itu artinya baru akan tiba di Goreme tengah malam karena pesawat Turkish Air yang saya tumpangi dari Kuwait baru mendarat tengah hari. Sebenarnya ada dua bandara terdekat dengan Goreme yang bisa saya pilih, yaitu Kayseri Airport atau Nevsehir Airport. Tapi mengingat jarak Kayseri Airport yang cukup jauh (sekitar 80an Km ke Goreme), maka saya pilih penerbangan ke Nevsehir Airport saja yang jaraknya sekitar 40an Km dari Goreme. Tidak salah pilihan saya, penerbangan Istanbul – Nevsehir Airport hanya sekitar 45 menit saja.

 

Hanya Ada Satu Counter Untuk Sewa Mobil
Atau Shuttle Bus Ke Goreme

Begitu mendarat di Nevsehir Airport, ternyata bandaranya cuma seukuran 6 buah ruko yang berjejer jejer. Masih mending ruko ruko di Indonesia yang berlantai 2 atau 3, bandara ini cuma satu lantai saja. Mirip bandara Pinang Kampai Dumai, tapi dengan ukuran yang lebih mini lagi meskipun halaman parkirnya sangat luas. Konon bisa menampung 400 mobil sekaligus. Tapi saya nggak percaya ada mobil sebanyak itu parkir bareng bareng di bandara ini. Hanya ada dua pesawat dari Istanbul yang mendarat di bandara ini yaitu Turkish Airline dan Pegasus.

 

Hanya Satu Conveyer Belt
Jangan Lengah, Sebentar Saja Bandara
Langsung Kosong – Bisa Ketinggalan Bus Anda

Di ruang Kedatangan hanya ada satu Belt Conveyer, begitu koper muncul penumpang langsung keluar bandara. Kalau koper nggak muncul muncul, bisa deg degan luar biasa karena bandara langsung sepi dan tutup. Mending kalau satu satunya counter persewaan mobil atau shuttle bus masih ada petugasnya. Kayaknya bandara ini ada penghuninya hanya saat ada pesawat datang dan berangkat saja.

 

Penumpangnya Sampai Mecotot
Keluar Bandara, Untung Penerbangan Pagi
Jadi Nggak Terlalu Panas

 

Tapi bagaimanapun juga, saya cukup senang punya pengalaman baru di bandara ini. Karena penumpangnya cukup banyak saat ada pesawat mau berangkat pagi hari, maka sebagian besar calon penumpang ada juga yang ‘mencotot’ sampai keluar gedung nggak bisa masuk dan harus ngantri pemeriksaan bagasi. Begitu mulai bosen ngantri kepanasan diluar gedung, maka beberapa penumpang ada yang iseng jalan jalan ke belakang dan selfie didekat pesawat. Cukup dengan memutar gedung kebelakang beberapa langkah saja. Nggak perlu harus loncat pagar tinggi dan nggak perlu juga lewat metal detector. Nggak perlu tergesa gesa berselfie ria juga. Jangan kuatir, banyak temannya yang juga photo photoan. Kapan lagi bisa jeprat jepret photo photoan dengan latar belakang pesawat kalau nggak di Nevsehir Airport.
Bagian Belakang Bandara
Orang Ini Barusan Diusir Agar Pindah Kedepan Kembali
‘Selfie’nya Terlalu Dekat Pesawat Sih
Ruang Keberangkatan Dan Counter Check In