Tag Archives: liburan russia

Aturan Naik Escalator Terpanjang Di Dunia

Menunggu Kereta Berhenti
Nggak Terasa Puluhan  Meter Dibawah
Permukaan Tanah

 

Tanda M – Tempat Masuk
Menuju Metro Station

Saya asli orang Indonesia, wong ndeso, udik dan rada rada kampungan. Seumur hidup kalau naik escalator ya jelas didalam Mall saja. Escalator di Mall Mall Jakarta dan juga Kuwait atau negara lain yang pernah saya kunjungi paling banter ketinggiannya cuma 4 – 5 meter saja dengan panjang sekitar 15 – 25 meter. Baik untuk Naik atau turun ke lantai atas  atau bawah paling nggak nyampai semenit. Pokoknya nggak ngerti etiket atau tata krama sama sekali bagaimana aturan naik escalator. Sesukanya, kadang nyandar di kiri, kadang di kanan dan kadang di tengah juga. Pernah juga jalan turun berlawanan arah pada escalator yang sedang berjalan naik.

Beli Karcis
Loketnya Banyak Penumpangnya Juga Banyak
Ngantri Beli Karcis
Dibawah Tanah – Hangat

Di Russia, saya banyak mendapat pelajaran bagaimana aturan naik escalator yang benar. Sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa naik escalator saja ternyata ada etikanya. Kenapa ? Karena pengguna escalator di St Petersburg dan Moscow banyaknya bukan main, ada yang sabar dan ada juga yang pemarah. Escalatornya sangat panjang dan tinggi sekali. Perlu waktu yang sangat lama baru nyampai ke lantai tujuan. Saya baru tahu ternyata escalator yang sering saya pakai sewaktu di St Petersburg dan Moscow termasuk escalator terpanjang di dunia.

 

Pedagang Kaki Lima Di Lorong Bawah Tanah
Menuju ke Kereta Api

 

Nawar Oleh Oleh Dulu
Harus Pinter Nawar Pakai
Bahasa Russia

Ada beberapa tempat di Russia yang memiliki escalator sangat panjang dan tinggi. Contohnya stasiun kereta api bawah tanah Saint Petersburg Metro. Tiga stasiun punya escalator dengan panjang 138 m (453 Ft) dan ketinggiannya 69 m (226 Ft). Stasiun tersebut adalah Ploschad Lenina, Chernyshevskaya dan Admiralteyskaya. Di stasiun Park Pobedy, Moscow Metro juga tak kalah panjang dan tinggi escalatornya. Panjangnya 126.8 m (416 Ft) atau 740 steps dan ketinggiannya 63.4 m (208 Ft). Perlu waktu lebih dari 3 menit untuk naik atau turun menggunakan escalator escalator tersebut.

 

 

Semua Harus Berdiri Mepet Ke Kanan
Sebelah Kiri Untuk Jalur Cepat Atau Berjalan
Atau Berlari

 

Turun Nggak Nyampai Nyampai
Panjang Dan Tinggi Sekali

Ada aturan tidak tertulis yang benar benar sangat dimengerti oleh orang orang Russia tetapi tidak saya ketahui sama sekali dan membuat saya beberapa kali ditegur atau diomongin pengguna escalator lain. Untungnya saya tidak tahu sama sekali bahasa Russia, mau ngomel seperti apapun ya tetap cuek saja.

Emangnya gue ngerti yang elo omongin ?“. 

 

Saya Sempat Diteriaki Disuruh Minggir Kekanan
Saat Berdiri Di Sebelah Kiri

 

Bingung Salah Turun Stasiun
Dan Tersesat 3 Jam

Lama lama pinter juga saya dan tahu maksudnya. Saya harus berdiri disebelah kanan setiap naik escalator. Sebelah kiri digunakan untuk jalur cepat. Pantas saja banyak sekali orang yang berlari atau berjalan cepat di sebelah kiri sambil neriakin saya dan terkadang seenaknya ndorong saya ke kanan. Sempat saya tanyakan ke suami saya :

Ini orang Russia pada gelo semua apa ya, naik escalator kok pada berlarian  ???“.
“Enggak dik, paling Kebelet Ngising….”.
Naik Ke Lantai Atas Ganti Kereta
Mulai Kesasar Di Bawah Tanah
Salah Stasiun

 

Istirahat, Pegel 3 Jam Kesasar
Mondar Mandir Antar Stasiun
Nggak Bisa Keluar Ke Permukaan

 

Advertisements

Melongok Bagian Dalam St Basils

Bagian Dalam Gereja St Basil Moscow
Penuh Ukiran Kuno Keemasan
St Basil Dari Luar
Seperti Kumpulan Ice Cream

St Basil Cathedral adalah sebuah gereja kecil yang terletak di ujung tenggara kawasan Red Square. Aslinya bernama Trinity Church dan kemudian salah kaprah disebut Cathedral. Hanya terdiri dari dua lantai dan 9 ruangan kecil atau kapel dilantai dua dan satu kapel dilantai dasar. Masing masing ruangan/kapel paling hanya bisa diisi 5 orang saja. Oleh karena itu untuk masuk kedalam harus ngantri dan nggak boleh berlama lama didalam. Pagi hari saat baru dibuka adalah saat yang tepat untuk masuk ke dalam gereja mini ini karena belum ada yang datang.

 

Red Square Dilihat Dari
Bagian Dalam St Basil

 

Bagus Arsitekturnya
Diujung Red Square

Secara umum bangunan gereja kuno ini sangat bagus dan terjaga dengan baik. Sejak dibangun tahun 1555 boleh dikatakan tetap warna warni seperti contong ice cream. Oleh karena itu sering disebut Lollypop Cathedral.  Karena bangunannya kecil sekali maka untuk naik ke lantai atas harus naik tangga yang nyaris vertikal. Saya nggak tahu sama sekali lukisan lukisan di dinding dan fungsi masing masing ruang kenapa didalam sebuah gedung ada 9 + 1 kapel karena saya Muslim, jadi silahkan baca sendiri link dibawah untuk lebih detilnya.

 

Ornamen Dindingnya Njlimet

 

Menara Lonceng Dilihar
Dari Bagian Dalam St Basil

Yang jelas, kunjungan saya ke Russia kali ini telah membuka mata dan telinga saya lebar lebar. Sejak kecil jaman Orde Baru, saya dididik dan dicekoki pendidikan politik yang salah. Saat itu, yang masuk ke telinga anak anak termasuk saya  mengatakan bahwa Russia adalah negara yang menganut faham atheism, agama dilarang, ibadah dilarang,. Kenyataannya, jumlah tempat ibadah buanyaknya bukan main dan terawat dengan baik, artinya tidak pernah dilarang sama sekali. Berbagai macam aliran agama punya tempat ibadah masing masing. Gereja ada puluhan bentuk menandakan alirannya berbeda beda, Masjid juga banyak, Kelenteng juga ada. Jadi, semua yang saya terima saat saya masih sekolah dasar jaman orde baru dulu semua adalah propaganda politik pro kapitalis anti Russia yang dipaksakan masuk ke telinga kanak kanak.

Yang Ini Ornamen Dinding
Lebih Njlimet Sekali

 

Lantai 1 :
Di Pintu Keluar, Didalam Kecil Sekali
Dan Males Desak Desakan

Lantai 2 :

 

Saya Nggak Tahu Tempat Apa Ini

Baca Juga :

Lukisan Lukisan Di Dinding Bagus

Hermitage Museum St Petersburg

Gedung Sebelah Kiri Adalah Hermitage Museum
Ngantri  Masuk Museum
Dingin Sekali
Yuk kita jalan jalan ke Musseum. Kali ini saya ajak anda jalan jalan ke Hermitage Museum di St Petersburg, bekas ibukota Russia yang pernah gonta ganti nama menjadi Petrograd (1914), Leningrad.(1924) dan tahun 1991 kembali lagi menjadi St Petersburg. Hermitage Museum ini berada ditengak kota dan hanya beberapa meter saja dari Neva River yang membeku saat saya kunjungi. Jangan datang ke Museum ini saat hari Senin karena tutup. Hari Selasa sampai Minggu buka seperti biasa mulai jam 10:30 sampai jam 18:00. Tapi ingat, waktu di Russia sangat berbeda dengan di Indonesia, kadang setengah tahun siang lebih panjang dari malam dan kadang malam lebih panjang dari siang tergantung bulan apa anda datang. Jadi, saya kesulitan mengatakan jam buka museum pagi, siang atau sore dan jam tutupnya siang, sore atau tengah malam.
Orang Russia Tahan Dingin Sedangkan Saya
Ngoplok Kedinginan Hanya Beberapa Menit Saja
Semua Karya Pelukis Terkenal
Ada Di Museum Ini.
Loket untuk beli tiket lumayan hangat karena didalam ruang tertutup tapi saat masuk kedalam museum harus ngantri lumayan panjang. Bagi orang Russia nggak ada masalah kalau harus ngantri diluar karena mereka lebih tahan dingin, tetapi bagi orang kampung seperti saya, mau nggak mau harus selalu bergerak, jogging maju mundur, loncat loncat dan lari ditempat. Akibatnya jadi tontonan orang dan selalu ditanya pakai bahasa Russia yang kira kira kalau saya nggak salah mengerti maksudnya “Anda dari mana kok loncat loncat kayak orang sinting ?
Ini Patung Dari Pemahat Italia
Kenapa Bisa Jadi Koleksi Museum Russia Ya ?
Emas Murni Dimasukkan
Etalase Kaca Khusus Anti Pecah
Begitu sudah masuk kedalam museum, semua jaket, tas, topi hangat harus dititipkan. Modar, bisa tambah beku dan serba mengkeret nih kalau satu satunya jaket penghangat dilepas. Tetapi ternyata yang dingin hanya di ruang locker tempat penyimpanan barang saja. Didalam museum cukup hangat karena pemanas ruangan bekerja dengan baik. Yang cukup mendebarkan adalah saat saat berada di ruang locker ini. Wong ndeso nggak ngerti cara membuka locker dan cara menyimpannya. Setelah diberi kunci elektronik, dengan gaya executive langsung percaya diri mencari locker sesuai nomor. Tapi, setengah jam putar puter nggak bisa ketemu. Bagaimana bisa ketemu, semua tulisan dan petunjuk dalam bahasa Russia dengan huruf terbalik.
Lukisan dari Maestro Pelukis Manapun
Ada Di Museum Ini
Begitu masuk kedalam Museum, langsung saya terkejut luar biasa. Lantai bawah sendiri isinya semua patung dan artefak peninggalan sejarah dari Mesir. Ini barang dengan jumlah ribuan kok bisa berada di Russia gimana ceritanya ?, kapan menjarahnya ? Siapa yang menjarah dan membawa ke museum ini ?. Saya curiga semua barang dibagian ‘Egyptian Antiquities’ adalah barang jarahan karena di Museum Louvre juga ada ribuan artefak Mesir. Tapi biarlah, daripada saya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ke Mesir lebih baik menikmati saja peninggalan raja raja Mesir di museum ini
Saya Paling Senang Lihat Lukisan
Lukisannya Hidup
Serba Lapis Emas
Dimana Mana

Di Lantai Satu membuat saya terkagum kagum, banyak barang barang terbuat dari emas murni yang dikerangkeng dalam lemari kaca anti rampok, maling atau penjarahan. Camera CCTV dimana mana. Pantas sekali semua jaket harus dilepas kalau masuk ke museum ini. Dinding, kusen pintu, lampu semuanya berornamen emas. Kalau CCTVnya banyak berarti emas betulan, kalau nggak ada CCTV berarti emas sepuhan KW 3. Sambil malu malu kucing saya pegang gelang emas yang saya pakai, ternyata beratnya nggak seberapa dibanding berat patung burung emas yang dikerangkeng didalam lemari kaca. Padahal kalau saya pulang kampung saat Lebaran, rasanya bangga bukan main kalau bisa pamer ke handai taulan  bahwa ‘mbokde Susy’ punya gelang emas buesar sekali sejak tinggal di luar negeri.

Hari Kamis Minggu Pertama
Gratis Untuk Semua Pengunjung
Dinding Dan Lampu
Semua Serba Emas
Tapi bagaimanapun juga, saya bisa menilai Hermitage Museum ini adalah yang terbaik dari sekian banyak museum yang pernah saya kunjungi. Jauh lebih baik penataannya dibanding Louvre Museum Paris. Koleksinya buanyak sekali dan bagian ‘Jewellery And Decorative Art‘ membuat saya ngiler berkepanjangan karena koleksinya serba emas dari berbagai macam negara. Bagian ‘Italian Rennaissance‘, ‘Italian And Spanish Fine Art‘ membuat saya bertanya tanya juga ‘barang barang ini dibeli, dijarah atau bagaimana caranya bisa didatangkan dari Italia dan Spanyol dan memenuhi seluruh tempat di museum raksasa ini. Tapi biarlah, yang jelas saya puas mengunjungi Hermitage Museum ini. Tapi jangan bilang ya, saya nggak bayar sama sekali masuk museum ini. Setiap hari Kamis minggu pertama setiap bulannya selalu gratis buat semua pengunjung. Anak anak dan pelajar malah gratis setiap hari.
Bangunan Museum
Menyatu Dengan Winter Palace

Baca Juga :

Patung Patung Jaman Rennaissance
Ada Lukisan Rembrandt
Dan Pelukis Terkenal Lainnya