Tag Archives: liburan india

Sekilas Maharana Pratap Airport, Udaipur India

Gerbang Masuk Maharana Pratap Airport
Maharana Pratap Airport adalah domestic airport kota Udaipur, India. Sering juga disebut Udaipur Airport. Jaraknya dari kota Udaipur sekitar 22 Km saja. Nama Maharana Pratap diambil dari nama penguasa setempat saat jaman baheula. Bandaranya lumayan besar sekitar 504 Acres dan diresmikan tahun 2008. Tapi sepinya minta ampun, hanya ada 5 airline yang mendarat dan terbang melalui bandara ini. Contohnya Air India, Spice Jet, IndiGo, Jet Airways dan Supreme Airlines.
Gedungnya Besar
Tapi Jumlah Penerbangannya Setara Bandara Dumai
Kalau di Indonesia, kira kira sama dengan bandara Dumai. Kalau ada penerbangan, kelihatan banyak petugas dan terasa kesibukan normal bandara. Tapi begitu pesawat mulai terbang, bandara langsung sepi. Satu satunya Snack Bar yang ada langsung tutup dan buka lagi saat penerbangan pesawat berikutnya. Saya perhatikan, kelima pesawat yang terbang dan landing di bandara ini berasal/tujuannya sbb :
  • New Delhi, Mumbai : Air India dan Jet Airways
  • New Delhi, Jaipur, Mumbai : Spice Jet
  • New Delhi, Mumbai, Hyderabad, Kolkatta : Jet Airways
  • Jaipur : Supreme Airlines

 

Jangan Datang Terlalu Awal
Pintu Keberangkatan Masih Tutup
Sebenarnya kota Udaipur adalah kota wisata yang cukup ramai di Rajasthan, tapi entah kenapa kok jadwal penerbangannya sangat sedikit.  Padahal, banyak sekali warga New Delhi yang berlibur saat weekend di kota ini. Hotel hotel besar juga penuh dipakai meeting, training atau conference perusahaan perusahaan dari New Delhi. Kira kira seperti kota Bandung, tempat orang orang Jakarta mengadakan meeting dan training  atau menghabiskan akhir pekan.
Pemeriksaan Security
Hanya Beberapa Gelintir Orang Saja

 

Jumlah runway hanya satu dengan lebar sekitar 40-50 meter dan panjang sekitar 2.7 Km. Untungnya semua area dikelilingi pagar sehingga tidak ada sapi yang nyelonong masuk ke runway. Di India, sapi ada dimana mana mulai dikampung kampung, jalan protokol, di tengah pasar, tempat parkir umum, terminal bus, stasiun kereta api sampai halaman gedung perkantoran. Hanya di bandara saja saya tidak bisa menemukan sapi.
Check In Ticket
Petugasnya Hanya Satu
Kosong Melompong
Kasihan Porternya Nggak Banyak Aktifitas
Pesawat Yang Terbang/Mendarat Hanya Lima
Kosong Nggak Ada Pesawat Parkir Sama Sekali
Ruang Tunggu
Kosong Melompong
Kendaraan Pengantar Mulai Masuk
Bandara Sekitar Satu Jam Sebelum Pesawat Berangkat
Suasana Seperti Bandara Dumai
Sepi Dan Hanya Ramai Kalau Ada Pesawat Mau Terbang
Datang Ke Bandara 2 Jam Sebelum Pesawat Terbang
Ternyata Kepagian
Pintu Utama Keberangkatan
Belum Dibuka Nunggu Petugas Datang
Sepi, Nggak Ada Wifi, pesawat Belum Datang Pula
Snack Bar Satu Satunya
Segera Tutup Kalau Penumpang Mulai Boarding
Advertisements

Mobil Salah Design, Pelajaran Dari India

Mobil Pejabat Didepan Parliament House New Delhi
Jok Belakangnya Sangat Luas
Di Indonesia, kita mengenal yang namanya mobil rakyat, misalnya saja Toyota Kijang. Jenisnya macam macam, mulai yang low spec sampai yang versi komplit dengan power steering sampai jok kulit, Misalnya saja Toyota Kijang Kapsul tahun lama. Versi murahnya type SX dan LX  tanpa AC, Audio, Power Steering, Power Window dan velg masih standard. Type diatasnya adalah SSX dan LSX sudah menggunakan AC, dilengkapi audio dan Power Window hanya untuk pintu depan saja. Pintu belakangnya harus ngengkol karena tanpa Power Window.
Mobil Asli India Hindustan Ambassador
Sopirnya Senang Sekali Kalau Ditanya

 

Di India, saya sempat menyewa mobil juga. Selain itu, berhari hari saya mengamati berbagai macam mobil  terutama mobil mobil para pejabat yang terparkir didepan Parliament House New Delhi. Ada sesuatu yang berbeda saya rasakan antara mobil Indonesia dengan mobil mobil di India ini. Perasaan pertama yang saya rasakan adalah ketika mencoba duduk didepan baik sebagai penumpang disebelah kanan atau sebagai sopir yang memegang kemudi. Terasa sekali tidak nyaman duduk didepan, terlalu sempit meskipun jok sudah dimundurkan maksimum. Kaki rasanya harus ditekuk dan menyentuh dashboard.
Bintang Tiga Rek
Hindustan Ambassador
Duduk dibelakang rasanya lebih nyaman dan luas sekali. Mobil sekelas Kijang, jok belakangnya lebih empuk dibanding jok depan dan ada sandaran tangan. Bukan satu buah jok lebar seperti jok belakang mobil Kijang di Indonesia. Audio bisa diatur dari belakang dan ACpun bisa dibesarkan dan dikecilkan dari tempat duduk belakang. Jelas jauh lebih enak duduk di belakang dibanding duduk didepan.
Mobil Mobil Para Pejabat Didepan Parliament House
Semua Pejabat Punya Sopir Dan Ajudan

 

Yang membuat saya heran, Power Window mobil mobil India kebanyakan hanya ada di pintu belakang saja. Pintu depan kiri dan kanan banyak yang tanpa power window alias harus ngengkol kalau mau membuka kaca jendela. Jelas berlawanan atau beda sama sekali dengan mobil mobil di Indonesia. Kalau di Indonesia kebalikannya, mobil Kijang SSX atau LSX, power window letaknya di pintu depan. Pintu belakang tanpa Power Window dan harus ngengkol kalau mau membuka atau menutup kaca jendela.

 

Parliament House, Gokul Nagar
Central Secretariat – New Delhi
Karena penasaran, langsung saya tanyakan kebeberapa orang sopir atau ajudan yang sedang nungguin mobil mobil didepan Parliament House. Ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Di India, seseorang bisa dikatakan orang kaya itu kalau naik mobil duduknya di belakang. Jok depan hanya untuk sopir dan ajudan saja. Itulah sebabnya, jok atau interior depan nggak perlu dibikin mewah dan nyaman. Hanya jok dan interior belakang saja yang harus didesign semewah dan senyaman mungkin.

 

Meskipun Mobilnya Mewah
Jok Depannya Katanya Nggak Bisa Dimundurin
Lamaaaa sekali tak pikir pikir sampai kentir. Ternyata betul juga ya orang India. Kalau jadi pejabat atau orang kaya, ngapain harus nyopir mobil sendiri. Kan lebih enak duduk dibelakang, kaki selonjor sambil leyeh leyeh ngopi dan menikmati sound system. Mau membuuka jendela cukup pencet tombol power window. Sopir dan ajudan didepan mau buka kaca jendela ngengkol sampai berkeringat, ah bodo amat.
Jok Belakang Mobil Pejabat Di Parliament House
Jok Depannya Nggak Bisa Dimundurin

 

Pelajaran :
  • Mobil murah di Indonesia itu salah design semua. Power Window letaknya dipintu depan sedangkan pintu belakang malah nggak ada power windownya. Artinya, di Indonesia itu lebih enak jadi sopir dibanding jadi majikan.

 

Toyota Innove – Bisa Selonjor Di Belakang
Jok Belakang Lebih Bagus Dari Jok Depan
Bisa Direbahkan Dan Diputar Ke Belakang

Delhi Haat, Pusat Home Industry Murah

Delhi Haat Craft Cottage Industries
New Delhi – Murah Meriah

 

Jalan jalan ke India, khususnya di New Delhi dan seluruh wilayah Rajasthan (Jaipur, Udaipur, Jodpur dan lain lain) ada baiknya menggunakan Tour Guide lokal. Kenapa ?, Entahlah, sebagai keluarga yang lebih banyak ceweknya daripada cowoknya, saya merasa nggak aman kalau jalan jalan sekeluarga apalagi sendirian. Jalan baru beberapa langkah langsung diikuti pedagang asongan, sopir ricksaw atau pengemis. Lagipula, dimana mana penuh manusia. Penduduk India banyaknya bukan main, 5 kali lipat penduduk Indonesia. Rasanya semua mata memandang ke kita kemanapun kita berjalan. Wajah, postur tubuh dan penampilan kita memang berbeda dengan mereka.
Cara Menjualnya Yang Sangat Unik
Dibentangkan Didepan Pembeli

 

Tetapi, Tour Guide di India kelakuannya sama saja dengan Tour Guide di Indonesia atau dimanapun juga. Dia punya referensi toko cendera mata sendiri. Kalau kita ajak ke tujuan lain, selalu saja mengelak dan mengajak ke toko cendera mata tertentu yang tidak kita kehendaki. Biasa, dia akan dapat komisi kalau saya turuti mampir ke toko yang direkomendasikannya. Percayalah, semua toko cenderamata yang direkomendasikannya ‘Sangat Mahal‘.
Saree Berbagai Macam Kwalitas Dan Design
Cara Jualnya Sangat Mengesankan

 

Di India, khususnya New Delhi ada banyak Sentra Home Industry milik pemerintah. Salah satunya bernama Delhi Haat Craft Cottage Industries. Lokasinya di Okhla New Delhi. Karena merupakan sentra home industry, maka semua hasil kerajinan rakyat dari segala penjuru India dipasarkan ditempat ini. Kwalitasnya juga bermacam macam, mulai kwalitas paling rendah hasil prakarya anak anak sampai kwalitas sangat tinggi dari pengrajin paling jempolan di India. Harganya, semua Fixed Price, nggak bisa ditawar sama sekali dan Free Tax. Sangat murah sekali dibanding toko toko souvenir swasta untuk barang dengan kwalitas yang sama.
Sedang Milih Saree. Semua Barang Nggak Bisa Ditawar
Semua Fixed Price
Gedungnya sangat besar dan luas sekali. Satu lantai sendiri khusus kerajinan tangan dari berbagai daerah India, satu lantai khusus kerajinan kain dan satu lantai khusus karpet dan hiasan gantung rumah. Karyawannya sangat banyak, setiap pengunjung dilayani secara privat dan dijelaskan secara detail semua barang yang ada. Ada staff yang khusus ngajari membuat karpet, Sari, Pashmina atau barang kerajinan apapun. Mirip dengan Sentra Industri Rumah di Indonesia.
Mau saree Yang Kwalitas Paling Rendah Sampai
Yang Luxury Tersedia

 

Yang menarik, saya diajari bagaimana trick ngibul pedagang swasta dalam hal membohongi konsumen agar bisa menaikkan harga barang menjadi lima kali lipat dari harga resmi dari pemerintah. Contohnya Pashmina, pedagang diluar sana selalu demo memasukkan pashmina kedalam lobang cincin untuk membuktikan bahwa pashminanya asli dari bulu domba Kashmir. Ada juga yang demo dengan cara membakar dengan korek api sampai tercium bau seperti rambut terbakar.
Pasmina Dari Kashmir
Warnanya Bagus Bagus
Ternyata trick seperti ini gombal besar. Untuk membuktikan keaslian Pashmina Kashmir ternyata harus melalui proses rumit dan dikirim ke laboratory pemerintah. Semua Pashmina dan Saree yang sangat lebarpun bisa lolos kalau dimasukkan ke lobang cincin yang kecil. Jadi, jangan percaya kalau ada pedagang ngibulin anda dengan cara seperti itu dan menjual dengan harga sangat mahal.
Karena Luwes Ikut Jualan Pasmina Kashmir
Seperti Inilah Maka Ditawari Kulakan

 

Kelebihan lagi kalau kita belanja di toko milik pemerinttah adalah bisa kulakan dalam partai besar. Dijamin barang bisa nyampai ke negara manapun tanpa dibebani ongkos kirim untuk jumlah tertentu. Keren, gue ditawarin kulakan partai besar. Kayaknya wajah ‘ndeso‘ mas Ardi yang jadi penyebab kenapa ditawari Kulakan. barangkali dikira pedagang besar dari Indonesia yang datang khusus ke India untuk kulakan. Nggak salah memang, dari awal mas Ardi ikut ikutan melayani konsumen, mengambilkan pashmina, membentangkan Saree dan lain lain.
Mulai Taplak Meja, Perhiasan Rumah, Sandal Dan Sepatu
Semua Tersedia Di Delhi Haat
Hiasan Dinding
Cara Menjual Cukup Dibentangkan Di Lantai
Sangat Bagus Dan Harga Bervariasi
Sesuai Dengan Kwalitasnya
Karpet Kashmir Ternyata Tipis Dan Ringan
Di Toko Swasta Harganya Lima Kali Lipat
Diajari Cara Membuat Karpet

Taj Mahal Dari Arah Sebaliknya

Kalau Photonya Seperti Ini Memang Bagus
Coba Berbalik 180 Derajat
Seperti Apa Perjuangan Masuk Ke Taman Taj Mahal Ini
Saya pernah jadi wartawati puluhan tahun dan berkali kali dapat Pelatihan Photography. Saya diajari cara mengambil ‘angle‘ terbaik supaya hasil photo dan berita menjadi bagus dan menarik. Semua wartawan, wartawati atau photographer media apapun punya kemampuan seperti ini. Itulah sebabnya kenapa photo dan berita di majalah travel selalu terkesan bagus dan menarik. Apalagi ulasannya dibuat sedemikian rupa sehingga mengaburkan keadaan sebenarnya disekitarnya.
Gaya Tukang Photo India Memang Tengil
Kenapa Nggak Ada Yang Photo Arah Sebaliknya Ya
Nggak percaya ?, Mari saya ajak anda jalan jalan ke Agra dari arah sebaliknya untuk menyaksikan Taj Mahal, bangunan indah yang masuk dalam 7 Keajaiban Dunia dan dilindungi oleh UNESCO. Tidak perlu saya jelaskan sejarah bangunan tersebut. Sudah banyak majalah/blog atau website yang mengulas secara detail sejarahnya. Baca saja sendiri melalui Wikipedia : Taj Mahal. Kalau anda masuk dan hanya menatap lurus kedepan, memang benar Taj Mahal sangat indah untuk latar belakang photography. Warna bangunan yang putih terlihat begitu kontras dengan sekitarnya,.
Jangan Asal Berdiri Disini
Harus Ijin, Anda Bisa Diusir  Preman Dan Tukang Photo
Cobalah berbalik 180 Derajat atau membelakangi Taj Mahal. Lihatlah segala macam ‘tontonan‘ di pintu masuk dan jalan menuju pintu masuk. Maksudnya, renungkan bagaimana perjuangan anda tadi sampai bisa masuk kedalam taman.. Untuk bisa masuk kedalam taman, anda akan melalui jalanan ‘kumuh‘ di kota Agra. Dari tempat parkir mobil, anda harus bisa meloloskan diri dari kepungan Pedagang Asongan yang menjajakan berbagai macam cendera mata. Pedagang Asongan yang mengikuti anda bukan cuma tiga orang saja, tapi lebih dari 10 orang. Sekali saja anda menanggapi, dengan cepat muncul teman si pedagang asongan yang lain dengan jumlah sekitar 20 orang. Penduduk India memang luar biasa banyak, 5 kali lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia.
Pusat Kota Agra – Kumuh Dan Dekil
Menuju Taj Mahal Harus Lewat Jalan Ini
Turis Lokal Dan Sopir Ricksaw
Menunggu Penumpang Disekitar Tempat Parkir Mobil
Pintu Masuk Taj Mahal Sangat Dekat Kampung

 

Lolos dari Pedagang Asongan, muncul lagi Tukang Photo Amatir. Jumlahnya juga buanyak sekali. Pegang salah satu, yang lain akan mundur dengan sendirinya. Tukang photo ini cukup penting, tanpa tukang photo ini anda akan kesulitan untuk mengambil photo dari sudut sudut terbaik. Semua bangku untuk photo dengan latar belakang Taj Mahal sudah dikuasai oleh Tukang Photo. Anda tidak bisa sesukanya duduk bergaya di bangku bangku yang banyak tersedia di taman atau berdiri tegak ditempat tempat yang paling strategis. 

Jalan Dari Tempat Parkir Isinya Orang Semua
Suka Maksa Nawarkan Jasa – Hati Hati Copet

 

Pedagang Asongan – Dua Didepan berusaha
Mmemperlambat Jalan Anda – Puluhan Ada Di Belakang
Setelah itu puluhan makelar akan menawarkan jasa Naik Kendaraan Golf Listrik menuju Loket masuk Taman.  Harus pinter tawar menawar, kalau anda terlalu ngirit atau merasa tarif naik kereta golf listrik terlalu mahal, silahkan jalan kaki sekitar 1 Km lebih. Pada bulan Jun – Sep ditanggung panas dan berkeringat kalau anda terlalu pelit dan milih jalan kaki diikuti puluhan pedagang asongan, calo, tukang photo amatir dan mungkin juga copet dan tukang palak..
Campur Aduk Turis Lokal, Pedagang Asongan,
Makelar Karcis, Makelar Kendaraan Golf Listrik

 

Ngantri Penggeledahan Permen Karet
Dan Pemotong Kuku
Nyampai didepan loket, jangan kaget kalau antrian sangat panjang. Turis lokal jauh lebih banyak dibanding turis asing. Siapkan uang untuk beli tiket masuk (resminya Rs 1000 untuk orang asing tapi bisa beli di calo – ngakunya guide dengan imbalan). Seandainya dompet di kantong atau didalam tas anda hilang saat ngantri disini, jangan langsung menyalahkan orang dibelakang/depan anda. Barangkali dompet anda sudah lama menghilang sejak didepan saat anda dikerubuti pedagang asongan.
Wanita Selesai Digeledah Masih Memeriksa Kembali
Isi Tasnya – Apa Saja Yang Disita

 

Gerbang Masuk Ini Dekat Dengan Rumah Penduduk
Jalannya Tidak Rata Dan Banyak Lubang Galian
Hanya Ditutupi Plastik Biru
Setelah pemeriksaan tiket, harap rela berpisah dengan anggota keluarga. Proses berikutnya adalah pemeriksaan keamanan. Laki laki dan perempuan dipisahkan dan melalui jalur tersendiri untuk digeledah. Puncak dari kekacauan adalah disini karena semua badan dan tas digeledah satu persatu dan semua barang dikeluarkan. Yang dicari adalah permen karet, pemotong kuku dan benda benda tajam apapun yang bisa digunakan untuk merusak bangunan.

 

Yang Duduk Duduk Ini Kebanyakan Penduduk Lokal
Yang Menawarkan Jasa Jadi Tour Guide
Dan Bisa Membelikan Karcis tanpa Antri
Tambah Kumuh Karena
Ada Perbaikan Jalan Hanya Ditutup Seng
Setelah itu, pegel deh. Masih harus jalan kaki sekitar 500 meter menuju gedung utama Taj Mahal. Ngilangi pegel linu, sudah tentu photo photoan dulu di bangku bangku taman dan tempat strategis yang telah dikuasai preman. Si Tukang photo yang saya pilih tadi berkali kali mengarahkan gaya sambil jeprat jepret dengan gaya tengil. Puluhan kali saya dijepret dengan cameranya. Begitu pulang menuju pintu keluar, baru saya kaget. jepretannya ternyata banyak dan tagihannya ternyata mahal sekali. Tapi nggak apa apa, si Tukang Photo ini yang melindungi saya sepanjang jalan dari jarahan pedagang asongan, calo dan barangkali juga copet.  Aman, dikawal penduduk lokal.
Akhirnya Bisa Masuk Kedalam
Taman Yang Bersih Dan Luas
Nggak Ngira, Diluar Kumuh Didalam Bagus
Untuk Naik Dan Masuk Ke Taj Mahal
Sepatu Harus Dibungkus
Nggak Gratis Beli Bungkus Sepatu

Bayar Toll Preman Di New Delhi

Masuk Kota New Delhi Sector 14A
Seluruh Kota Iklannya Semrawut Tidak Tertata Rapi

 

Perjalanan saya dari Delhi menuju Agra lancar lancar saja. Saya lewat jalan Toll bernama Yamuna Expressway atau Taj Expressway. Katanya baru mulai dipakai 4 tahun lalu, dan toll ini menghubungkan New Delhi – Noida – Agra. Jarak sekitar 165 Km bisa saya tempuh dalam waktu sekitar 2 – 3 jam ke Agra. Total biaya toll yang saya keluarkan sekitar 665 Rupee pulang pergi. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 130.000 untuk total jarak 2 x 165 Km atau 330 Km pp. Relatif murah sebenarnya dibanding Indonesia. Tetapi bagi orang India harga tersebut akan terasa sangat mahal. Sangat logis karena Pendapatan Per Capita India hanya separuh Pendapatan Per Capita rakyat Indonesia. Indonesia sekitar $ 3,362 dan India hanya $ 1,162 (Sumber dari IMF dan World Bank data tahun 2015 – Wikipedia).

 

Sepi – Padahal Hari Libur
Di Internet Sangat Padat Saat Peresmian
Orang India Kalau Ada Tol Baru Rame Rame Mencoba

 

Karena mahal tersebut jalan Toll Delhi – Noida – Agra ini bisa saya katakan sangat sepi sekali. Tidak sepadan dengan jumlah penduduk India yang 5 kali lipat dibanding jumlah penduduk Indonesia. Sampai saat ini India masih nomor dua dunia dalam hal ‘beranak‘. Jumlah penduduk India 1.3 Milyar dan Indonesia hanya 260 Juta penduduk saja. Silahkan kalau mau nambah anak.

 

Toll Gate Ini Kalau Di India Namanya Toll Plaza
Ada Sopir Yang Tawar Menawar Tarif Toll

 

Saat pulang kembali ke New Delhi, ada kejadian mengagetkan yang saya alami. Kira kira satu Km setelah gate toll terakhir, mobil saya tiba tiba dicegat ditengah jalan dan diminta minggir oleh seseorang. Saya tahu pasti orang tersebut bukan polisi karena penampilannya klomprot, tanpa seragam dan dekil. Polisi lalu lintas di India bajunya putih dengan penampilan rapi seperti Satpam di Indonesia. Katanya saya harus bayar MCD Toll Tax. Apa pula ini, saya tunjukin karcis toll yang baru saya bayar lunas beberapa menit lalu langsung ditolak.
“MCD Toll Tax please” 
 
Nggak mau ribut, langsung saya beri 100 Rupee. Langsung pergi, ngabur tanpa terima kasih dan tanpa memberi uang kembalian. Ya, udah, ikhlasin saja. Jalan saja lagi menuju kota.

 

Plat Nomor Putih Dan Plat Nomor Kuning
Plat Nomor Kuning Ternyata Memang Harus Bayar

 

Nyampai di Hotel saya penasaran. Saya tanyakan panjang lebar ke Resepsionis Hotel tentang pungutan liar yang barusan saya alami tadi. Saya penasaran, kenapa mobil saya dicegat dan dipalak Preman. Ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Orang yang menghentikan dan minta bayaran tersebut resmi dari pemerintah kota New Delhi. MCD Toll Tax itu maksudnya Pajak bagi kendaraan umum dari luar kota yang mau memasuki kota New Delhi. Kalau plat nomor mobil berwarna kuning, berarti kendaraan umum (komersial), harus bayar MCD Toll Tax. Plat nomor berwarna putih berarti kendaraan pribadi, bisa langsung lewat tanpa harus bayar sama sekali.

 

Plat Nomor Kuning Harus Bayar MCD Toll Tax
Kalau Mau Masuk Kota New Delhi
Lha mobil yang saya pakai ini adalah mobil sewaan, tentu plat nomornya warna kuning. Jadi wajib bayar kalau mau masuk kota New Delhi. Bayarnya memang 100 Rupee untuk Taxi dan mobil SUV/MPV. Yaaa ampyunnnn,  Saya kira preman ternyata petugas negara. Saya kira uang kembalian dikantongi untuk diri sendiri, ternyata bayarnya memang 100 Rupee.

 

Coba Lihat Petugas Yang Menghentikan Mobil
Plat Kuning Diatas, Mereka Preman Atau
Pegawai Pemerintah Daerah

 

Kalau pungutan resmi dari pemerintah kota New Delhi, kenapa petugasnya klomprot, tidak berseragam dan dekil. Kenapa pula Pos pungutannya seperti Warung Rokok dan bahkan mirip WC Umum dipinggir jalan ?. Si mbak resepsionis yang senyumnya mirip artis Bollywood Priyanka Chopra tersebut pura pura nggak dengar. Sambil geleng geleng kepala malah menjelaskan bahwa MCD itu singkatan dari Municipal Corporation Of Delhi. Aturan membayar MCD Toll Tax atau pajak masuk kota bagi kendaraan umum ternyata baru diberlakukan 1 February 2016 yang lalu.
 
Oooo gicu to ???
Pantas saja petugasnya masih klomprot, belum punya seragam dan pakai sandal jepit.

 

Truk Dan Bus Cukup Melempar Duit
Nggak Perlu Turun
Siapa Sangka Pos Pungutan Seperti Ini
Milik Pemerintah
Akhirnya Masuk Juga Kota New Delhi

Baca Juga :

Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra India

Istirahat Di Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra
Nggak Ada Investor Sekelas Starbuck, Solaria, Mc Donald
Atau KFC Yang Berani Bikin Usaha Di Rest Area

 

Saya paling senang jalan jalan pakai mobil sewaan kemanapun juga sambil kesasar nggak tentu arah. Tujuannya cuma satu saja, pingin lihat lihat dan mencoba makanan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Restaurant butut atau bintang lima bukan jadi ukuran bagi saya, pokoknya pingin tahu langsung berhenti. Biasanya, kalau saya nyasar seperti ini hidung saya bisa cengar cengir kembang kempis bangga. Semakin terlihat bengong semakin banyak orang yang memperhatikan. “Ini orang dari planet mana, cari makan saja kok mondar mandir kesana kemari“.
Tidak Begitu Ramai Dibandingkan Indonesia
Karena Orang India Jarang Yang Mau Lewat Jalan Tol
Wajah ndeso dengan hidung pesek seperti saya ini menjadi daya tarik utama saya dinegara manapun. Sudah nggak terhitung lagi, berapa banyak orang yang menyapa, menanyakan asal negara, memberi tahu cara beli makanan atau sekedar menyapa saja. Termasuk di Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra, India ini. Di tempat ini saya banyak belajar cara membeli makanan dan cara makan orang India. Benar benar berbeda dengan Rest Area di Indonesia. Di India, makan cukup sambil berdiri, di mobil atau duduk dibawah pohon. Beli gorengan (Puree) cukup dicocolkan ke saus sambal rame rame dengan pembeli lain. Nggilani pol. Kalau mau duduk di ruang ber AC, harus bayar peron dulu atau beli kupon makanan. Baca Juga : Nonton Pesawat Bayar Peron Di Srilanka
Umumnya Cuma Berdiri Stretching Saja
Nggak Ada Tempat Duduk
Tapi masih mending Rest Area India ini. Jauh lebih bagus dibanding Rest Area paling kere yang pernah saya temukan di Jerman. Di Autobahn Jerman, Rest Areanya cuma berisi Tempat Duduk batu saja dan bau pesing. Baca : Rest Area Paling Kere Ada Di Autobahn, Jerman.
Pingin Duduk Di Restaurant Ber AC
Harus Bayar Peron Atau Beli Kupon Makanan Dulu

 

Di Rest Area India ini ada beberapa warung makanan dan toilet. Mirip dengan di Indonesia. mau masuk toilet harus ngisi kotak sumbangan kebersihan. Yang menarik, orang yang beristirahat tidak semuanya bermobil, bus atau truk, tapi ada juga penunggang sepeda motor. Di India, jalan Tol bisa dilalui untuk semua kendaraan termasuk sepeda motor dan Tuk Tuk (Bajaj).

 

Tapi Keren Lho, Bisa Bayar Pakai Kartu Kredit
Satu kelebihan Rest Area India ini dibanding Indonesia, meskipun warung warung yang jual makanan kecil sekelas Kaki Lima, tetapi pembayarannya bisa pakai Credit Card atau Debet Card. Caranya, beli voucher di satu satunya loket pembayaran di rest area tersebut, lalu tukarkan dengan makanan di warung yang anda pilih. Voucher tersebut akan dirobek, separuh untuk pemilik warung dan separuh lagi buat ditunjukkan ke petugas kalau anda mau duduk didalam ruangan ber AC. Kalau nggak mau duduk didalam ruangan ber AC, nggak usah bayar peron cukup beli voucher makanan pakai credit card saja.

 

Ini Pintu Restaurant Ber AC
Tunjukkan Karcis Kalau Mau Ngadem Didalam

 

Silahkan menyaksikan photo photo ini dan bandingkan dengan Rest Area di Indonesia. Di Rest Area Merak Cikampek atau dimanapun juga di tanah air selalu ada Rumah Makan sekelas Solaria, Starbuck, Mc Donald, KFC dan lain lain. Indonesia gicu lho….investor mana yang tidak ingin investasi dan membuka usaha di Indonesia. Gemah ripah loh jinawi, penduduknya makmur dan mau istirahat di rumah makan bagus. Pilihan makanan sangat banyak mulai dari Fast Food, Pempek sampai Rawon ada. Bisa duduk didalam restaurant ber AC tanpa harus bayar peron pula.

 

Menu Makanan Banyak, Dipajang Didinding Dan Pagar
Silahkan Pilih

 

Ada Anjing Tidur Kekenyangan Juga
Semua Gambar Kayaknya Bintang Lima
Tapi Begitu Tersaji Rasa Dan Tampilan Seperti Kaki Lima
Warung Kecil Ini Makannya Sambil Berdiri
Tinggal Comot Saja Hitung Belakangan
Makan Di Warung Ini Juga Sambil Berdiri
Enakan Di Indonesia Bisa Duduk Duduk
Nah Ini Dia, Kalau Menu Di Pajang Diluar
Lalu Restaurantnya Yang Mana
Susah Mengingat Nama Makanan India
Ini Jual Kulfi Atau Es Cream India
Kalau Hujan Belinya Gimana ?
Duduk Di Trotoar Atau Stretching Saja
Daripada Harus Bayar Masuk Restaurant BerAC

Baca Juga :

 

 

Mudik Lebaran Expats Kuwait

Macet Di Terminal Keberangkatan
Kuwait International Airport Saat H-7

Di Indonesia kita mengenal istilah H-1, H-2, H-3, H-4 atau H+1, H+2, H+3, H+4 dan seterusnya untuk menggambarkan suasana kepadatan lalu lintas dan kesibukan terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan dan bandara beberapa hari menjelang dan setelah lebaran (hari raya Idul Fitri). Beruntung Indonesia punya ribuan  terminal bus dimana mana, stasiun kereta dan pelabuhan juga banyak dan ratusan airport di segala penjuru kota besar dan kecil diseluruh nusantara. Di Kuwait, hanya ada satu airport saja untuk transportasi keluar negara. Bus sebenarnya juga ada yang reguler menuju negara tetangga, tapi tidak segaduh airport.

Departure Gate Kuwait International Airport
Perlu Perjuangan Sendiri Untuk Bisa Masuk Bandara

Beda dengan Indonesia yang negaranya besar dan luas, Kuwait negaranya kecil sekali hanya sebesar Propinsi Bangka Belitung. Jadi penduduknya kalau pulang mudik sudah tentu keluar negeri. Dan bandaralah yang jadi tujuan utama para pemudik. Beda yang lain lagi adalah tentang orangnya. Kalau di Indonesia yang mudik adalah nasional atau warga negara Indonesia sendiri. Tapi kalau di Kuwait, yang menuh menuhin bandara saat menjelang lebaran adalah expatriate dari berbagai macam negara. Salah satunya dari Indonesia. Bisa dikatakan di bandara International Kuwait inilah kita orang Indonesia bisa reuni, melepas kangen sesama orang Indonesia yang sebenarnya tiap hari bisa ketemu di negara seuprit Kuwait..

Sepanjang Bulan Ramadhan Selalu Penuh Sesak
Sekolah Libur Dan Semua Expats Mudik

Alasan lain kenapa expatriate Kuwait pada ikut ikutan mudik meskipun tidak semuanya merayakan hari raya idul fitri  cukup banyak. Alasan yang pertama adalah Sekolah Libur. Umumnya, saat sekolah libut panjang seperti sekarang ini, anak dan istri dipulangkan terlebih dulu ke negara masing masing. Exodus ini dimulai sejak hari pertama libur sekolah (awal ramadhan). Gelombang kedua exodus mulai ramai kembali sekitar H-7.  Sebabnya karena setiap tahun libur resmi lebaran selalu sekitar 5 hari (termasuk libur weekend).  Jadi banyak karyawan di Kuwait yang hanya mengambil cuti dua hari saja sudah dapat minimum 7 hari libur untuk kumpul kembali dengan keluarga di negara masing masing.

Kalau Penuh Sesak Dan Bulan Puasa Seperti Ini
Porter Bisa Panen Raya
Kebetulan saja tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh pada bulan July, saat puncak musim panas di Kuwait. Temperatur udara diluar mencapai 50 Degree Celcius. Dengan udara sepanas ini, expats yang tidak bisa mudik kekampung halamanpun mau nggak mau banyak juga yang mencari tempat untuk ngadem diluar negeri, termasuk saya,  Saya memang mau ngadem juga, mudik tapi bukan ke kampung halaman sendiri.
Suasana Didalam Terminal Keberangkatan
Ramai Dan Susah Diatur
4 Jam lebih saya ikut ngantri berdesak desakan di bandara Kuwait dengan tujuan ke tempat paling adem terdekat. Kemana lagi kalau bukan ke Himalaya (Himachal Pradesh), India. Salju abadi di Leh, Ladakh, Manali dan Rohtang Pass akan saya sajikan buat pembaca setia blog ini dalam waktu dekat. Perjalanan darat lewat tebing dan jurang dari Chandigarh, Shimla, Manali, Rohtang Pass, Leh dan Ladakh tentu akan menjadi cerita pengalaman seru karena route ini termasuk dalam The Most Dangerous Road In The World. Tunggu tanggal tayangnya, InshaAllah.
Ngantri Bisa 2 – 3 Jam
Klesetan Di Lantai Adalah Pemandangan Biasa

 

Bandingkan Dengan Suasana Bandara Di
Indonesia – Mana Lebih Ramai
Ini Semua Orang Lho Ya
Jangan Dikira Dawet
Kalau Antrian Nggak Maju Maju
Banyak Juga Yang Sewot Dan Marah Takut Ketinggalan
Pesawat – Siapa Suruh Datang Terlambat

 

Lepas Dari Pemeriksaan Passport
Suasana Sama Saja – Uyel Uyelan

 

Rohtang Pass Himalaya India (Himachal Pradesh)
Hanya Bisa Dilalui Saat Summer Saja

 

Di Manali India Ini Saya Mau Ngadem

 

Tunggu Petualangan Saya Di Ladakh – Manali India
Melalui Blog Ini Juga

Baca Juga :