Gereja Buntung Royal Garrison Portsmouth

Papan Keterangan Didepan Pintu Gerbang
Penjelasannya Lengkap
Namanya Royal Garrison Church, lokasinya dekat sekali dengan tempat saya tinggal di Gunwharf Quay. Setiap saat saya bisa mengamati ada atau tidaknya aktifitas di gereja ini karena lokasinya diseberang pantai tidak jauh dari jogging track tempat saya biasa jalan jalan berolah raga.
Pintunya Selalu Terkunci
Kalau Ada Rombongan Turis Boleh Numpang Masuk
Lokasi tepatnya di Penny Street, Grand Parade, Portsmouth, Hampshire. Hampir tidak ada aktifitas sama sekali di gereja ini setiap harinya. Sepertinya hanya difungsikan sebagai cagar  budaya saja dan tidak digunakan untuk ibadah lagi. Sesekali dibuka untuk umum, terutama hanya dibuka untuk rombongan turis yang sudah ada appointment saja.
Halaman Depannya Penuh Kuburan
Pernah Jadi Rumah Sakit, Dan Gudang Senjata

 

Gereja buntung Royal Garrison ini sangat tua sekali. Didirikan tahun 1212 oleh Bishop Of Winchester dan saat itu digunakan juga sebagai rumah sakit dan hostel. Pernah juga digunakan sebagai gudang amunisi dan senjata. Tanggal 10 january 1941, atapnya kena sambar bom saat Perang Dunia II dan dibiarkan terbuka sampai saat ini.
Kuburan
Di Bom Tahun 1941 Saat Perang Dunia II
Kaca kaca ‘stained glass‘ di semua jendela dan pintunyapun sangat unik. Gambarnya kebanyakan tentara yang sedang berperang lengkap dengan senjata, tank, kapal perang dan pesawat temput. Tidak hanya gambar tentara saja, tetapi gambar urutan sejarah mulai saat masih sebagai rumah sakit (dokter, perawat dan pasien) sampai Perang Dunia II. Arsiteknya sepertinya lupa kalau gereja itu setidaknya harus ada gambar Yesus, Bunda Maria atau yang lainnya.
Kuburannya Paling Keren Sendiri
Saya paling ngeri kalau jalan jalan di kota Portsmouth terutama sepanjang jogging track Clarence Pier tengah malam. Saat melintasi gereja buntung Royal Garrison ini, suasananya terasa ‘Singup’ (bahasa Jawa). Sepanjang pantai sekitar gereja ini banyak sekali monumen peringatan korban perang dunia II, terutama angkatan laut Inggris. Kota Portsmouth memang pangkalan angkatan laut dan kapal perang Inggris.
Bentuknya Sekarang Dibiarkan Buntung Tanpa Atap
Sejak Dibom Tahun 1941
Saat melintasi Gereja Buntung Royal Garrison ini, dari jauh terlihat banyak sekali kuburan dihalaman gereja. Ada satu kuburan paling besar tepat didepan pintu gereja yang cukup menyeramkan. Kuburan besar ini diatasnya ada patung jenasah dengan posisi tidur. Entah patung jenasah siapa itu, mungkin patung jenasah pak Garrison sendiri. Kalau Patung tersebut mendengar suara cewek, katanya langsung terbangun dan berdiri. Tapi untungnya patung tidak bisa mendengar, jadi nggak akan pernah bisa berdiri sendiri.

 

Jogging Track Sepanjang Pantai Tempat Saya
Jalan Jalan Setiap Hari
Portsmout Kota Angkatan Laut Inggris
Dimana Mana Banyak Tugu Peringatan/Kuburan
Korban Perang Dunia II
Halamannya Luas, Bersih Dan Indah
Tapi Banyak Orang Mati Disini Saat Perang Dunia II
Mozaik Kacanya Unik
Mungkin Satu Satunya Gereja Dengan Mozaik Tentara

 

Hanya Di gereja Buntung Royal Garison
Anda Bisa Melihat Jendela Dengan Mozaik Perang
Nggak Ada Gambar Yesus, Bunda Maria Atau
Gambar Gambar Lain Seperti Umumnya Gereja
Atapnya Dibiarkan terbuka Sejak Terkena Bom

 

Baca Juga :
Advertisements

Moi International Airport Mombasa Selayang Pandang

Gelap Gulita – 15 Menit  Baru Ada Satu
Petugas Bandara Yang Datang Menyalakan Lampu
Jam 11 siang pesawat Ethiopian Airlines yang membawa saya sekeluarga terbang dari Addis Ababa bersiap siap untuk mendarat di Moi International Airport, sebuah bandara Internasional kota Mombasa, Kenya. Dari atas saya perhatikan bandara ini cukup besar, jauh lebih besar dibanding bandara Adi Sucipto Yogyakarta atau Ahmad Yani Semarang. Cocok sekali, Mombasa sebagai kota terbesar nomor dua di Kenya memeliki bandara internasional yang begitu besar.
Penumpang Mulai Gelisah
Nunggu 15 Menit Dalam Kegelapan
Ada dua buah runway, runway utama panjangnya sekitar 3 – 3.5 kilometer, sedangkan runway kedua lebih pendek. Perkiraan saya hanya 1 – 1.5 kilometer saja. Runway 1 dilengkapi dengan ILS (Instrument Landing System). Artinya bandara ini memang bandara internasional yang mampu didaratin pesawat besar dan kecil, bukan bandara icak icak sekedar buat gaya gayaan bisa bikin proyek bandara.
Mombasa Kota Pantai Dan Pelabuhan
Patung Di Bandara Cukup Lumba Lumba
Turun dari pesawat, semua penumpang jalan kaki menuju counter pemeriksaan passport didalam gedung yang cukup besar dan megah. Tapi saya agak terkejut dan was was. Di counter imigrasi ternyata tidak ada petugas imigrasi sama sekali, kosong melompong dan bahkan gelap gulita. Wah, gawat nih, 15 menit menunggu di kegelapan membuat pikiran saya mulai ngacau. Membayangkan ada sesuatu kejadian luar biasa di Kenya. Mungkin diluar sana ada bom meledak, teroris Al Shabab, Boko Haram, Kudeta menggulingkan pemerintah, wabah penyakit atau cerita cerita seram lain tentang Afrika yang sering berseliweran di TV, medsos, film dan koran.
Horeee, Lampu Menyala
15 Menit Nunggu, 30 Menit Berdiri Ngantri
Ternyata saya salah, nggak ada apa apa  di Kenya. Petugas imigrasinya telat datang, klewas klewes minta maaf kepada semua penumpang alasannya rumahnya jauh dan jalanan macet ada pekerjaan pembangunan jalan menuju bandara. Hanya seorang diri, petugas ini tugasnya multi fungsi mulai membuka pintu, menyalakan lampu, menyalakan komputer, mengatur antrian, menyingkirkan tanda tanda larangan masuk dan stempel pasport. Lumayan, 15 menit nunggu, 30 menit ngantri. Begitu semua penumpang sudah distempel passportnya, langsung komputer dan lampu dimatikan kembali. Si Petugas langsung ngloyor entah pergi kemana
Hanya Satu Petugas Imigrasi
melayani 100an Penumpang Ethiopian Airlines
Hanya Turkish Airlines, Ethiopian Airlines, RwandAir dan Meridiana yang terbang dari luar negeri menuju bandara ini langsung. Tidak semuanya punya jadwal terbang tetap setiap hari. Pesawat lain kebanyakan pesawat charter, tidak setiap hari mendarat di bandara ini contohnya Bravo Airways, Condor, Enter Air dan Neos. Pesawat lokal juga ada, umumnya pesawatnya kecil kecil dengan mesin baling baling. Contohnya Kenya Airways (pesawatnya Embraer),  Mombasa Air Safari, Jambo Jet, Fly540 dan Fly SAX.
Gerbang Masuk Moi International Airport
Mombasa, Kenya
Di halaman luar bandara, terdapat tempat parkir yang sangat luas dengan taxi bandara berwarna kuning terparkir rapi menunggu penumpang. Ada dua terminal saja di Moi International Airport ini yaitu terminal Kedatangan dan terminal Keberangkatan. Di Terminal Keberangkatan hanya ada satu buah cafe (Rafiki Cafe) dan satu buah Duty Free Shop, namanya Candy Shop. Tempat duduk buat nunggu keberangkatan sangat banyak tapi saya tungguin hampir dua jam tetap saja kosong melompong.
Taxi Kuning Moi International Airport
Rapi Parkir Sabar Nunggu Penumpang
Iseng iseng saya ajak ngobrol pelayan Rafiki Cafe. Saya tanyakan kenapa bandara internasional sebagus dan sebesar ini bisa kosong melompong. Jawabnya, cukup mengejutkan. ‘No Mc Donald in Kenya, never….‘. Bingung saya mengartikan jawabannya. Ternyata pelayan yang satu ini benci sampai ke ubun ubun apapun yang berbau Amerika. Terutama pemberitaan TV ala Amerika dan juga medsos yang dianggapnya semua produk Amerika. Satu jam saya ajak ngomong, keluar semua unek uneknya.
Mirip Bandara Adi Sucipto Yogya
Tapi Moi Airport Jauh Lebih Besar
Katanya penderita AID yang terbanyak di Amerika, yang dituduh Afrika. Monyet dan binatang Afrikapun tidak luput dari tuduhan sebagai sumber penyakit yang mewabah didunia.  ‘Coba lihat seluruh Kenya, siapa yang AID, Bird Flu, Ebola, Yelow fever ?, Africa is continent friend, hundred countries are in Africa‘. Rupanya, orang ini jengkel dengan masifnya pemberitaan negatif tentang Afrika di TV dan medsos. Medsos buatan Amerika inilah sumber utama yang bikin turis ogah datang ke Kenya.

Mirip Halim Perdana Kusuma Airport Jakarta

Akhir kata, kalau anda ke Mombasa, jangan lupa mampir ke Rafiki Cafe dan temui Elewa. Sambil ngopi dengarkan cerita ceritanya. Pasti seru.

Counter Check In Sepi
Check In Penumpangnya Sedikit
Karena Pesawat Lokal Kecil Dan Masih Baling Baling
Rafiki Cafe
Lumayan Ada Yang Jual Minuman
Ruang Tunggu Keberangkatan
2 – 3 Jam Saya Tungguin Tetap Saja Kosong
Candy Shop Jual Permen, Buku Travel
Cendera Mata Dan Minuman Kaleng
Banyak Burung Beterbangan Didalam Airport
Ada Wabah Flu Burung Di Amerika Yang Dituduh
Burung Di Afrika.

 

Nonton Kampanye Di Kenya

Semua Papan Iklan Komersial Ditutupi
Wajah Kontestan Pemilu
Masih ingat kan beberapa tahun lalu alm. Gus Dur pernah mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia itu masih sekelas Taman Kanak Kanak ?. Ternyata apa yang dikatakan Alm. Gus Dur tersebut sangat benar sekali. Baru baru ini saya menyaksikan sendiri kampanye, pesta demokrasi di Kenya. Ya benar Kenya, negara di Afrika Timur yang menurut sebagian besar orang termasuk negara unyu unyu, baru berkembang, negara kere atau negara sangat terbelakang. Sebuah pendapat yang jelas salah. Kenya itu demokrasinya bukan Taman Kanak Kanak lagi, tapi sudah SMA.
Calon Gubernur
Iklan Besar Seperti Ini Banyak Dipasang
Di Sepanjangg Jalan Mombasa – Nairobi
Minggu depan, Tanggal 8 Agustus 2017 Kenya akan mengadakan Pemilihan Umum Serentak untuk memilih Presiden, Anggota legislatif/Parlemen dan kepala daerah (Gubernur dan Bupati). Indonesia, Pemilihan Umum Serentak secara nasional untuk pertama kalinya baru akan diadakan tanggal 17 April 2019 nanti. Jadi, jelas kan, dibanding negara unyu unyu Kenya saja Indonesia masih tertinggal. Baru mikir beberapa tahun terakhir ini untuk mengadakan Pemilihan Umum Serentak. Kenya sudah melakukan Pemilihan Umum Serentak tahun 2007 (Pilpres dan Pilkada Serentak), 2013 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak) dan 8 Agustus 2017 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak).
Penduduk Kenya Banyak Yang Cuek Saja
Nggak Percaya Janji Janji Politisi

 

Aturan mainnya relatif sama dengan di Indonesia. Contohnya adalah Pilpres, aturan main Pilpres di Kenya menggunakan Modified Two Round System. Maksudnya, seorang capres bisa terpilih jadi presiden apabila berhasil memperoleh suara 50% plus satu. Pemilihan akan lanjut ke ronde kedua bagi dua pasangan capres dengan perolehan suara tertinggi kalau tidak ada satupun kandidat yang bisa mencapai 50% plus satu di ronde pertama. Yang dimaksud ‘modified‘ adalah ketentuan tambahan bahwa capres juga harus memenangkan 25 % suara di 24 dari 47 counties.
Kontestan 2017
Sama Saja, Politisi Dimanapun Suka Ngumbar
Janji Janji Kampanye
Tahun 2017 ini ada 8 calon presiden yang diajukan partai atau koalisi partai. Kandidat terkuat untuk bisa terpilih jadi presiden adalah Uhuru Kenyatta (Pertahana – Partai Jubilee) dan Raila Odinga Partai ODM dan NASA. Suasana desa, kota dan penduduk dimasa masa kampanye seperti saat ini biasa biasa saja. Cuek bebek, sepertinya masyarakat sudah bosan dengan janji janji kampanye.
Politisi Kampanye Selalu Cari Tempat Yang Terkumuh
Secara umum, kelakuan politisi Kenya sama saja dibanding dengan politisi Indonesia saat kampanye. Gayanya seolah olah merakyat dan berusaha dekat dengan rakyat. Tempat kampanye dipilih di lokasi lokasi yang paling miskin dan mengenaskan. Kampanye umumnya dilakukan di tanah kosong tempat masyarakat terpinggirkan berkumpul dan si politisi koar koar ngumbar janji akan meningkatkan pendapatan rakyat miskin, buruh dll.
Suasana Kampanye Di Tanah Kosong
Dekat Perkampungan Buruh Pabrik Semen Di Mombasa
Ada juga politisi yang blusukan ke pasar pasar tradisional, pabrik semen dan kalau menuju ke lokasi kampanye selalu berombongan naik Boda Boda (kalau di Indonesia namanya Ojek), Matatu (Angkot) atau Tuktuk (Bajaj). Bagi bagi kaos juga ada dan paling ditunggu tunggu masyarakat. Yang sedikit berbeda, orang Kenya sepertinya tidak begitu suka ribut atau nyebar hoax lewat medsos. Level demokrasinya sudah lebih tinggi dibanding masyarakat di Indonesia saat ini. Orang Kenya cuek dan santai aja ada politisi koar koar di lapangan.
Janji Kampanye Politisi
Sama Saja Dimanapun
Rombongan Politisi Memasuki Lapangan
Naik Angkot, Boda Boda (Ojek), Matatu (Angkot)
Dan Tuktuk (Bajaj) Biar Kelihatan Merakyat
Golput
Baca :

Nyama Choma Daging Panggang Sisa Singa

Nyama Choma
Ngeri, Mirip Daging Kambing Dicabik Cabik Singa

 

Tentunya anda pernah melihat acara TV Animal Planet yang sangat dramatis dimana seekor Singa mengejar, menerkam, dan mencabik cabik anak zebra  disalah satu Taman Nasional di Kenya. Begitu si Singa berhasil melumpuhkan buruannya, langsung singa singa lain datang ikut mencabik cabik dan melahapnya. Tak begitu lama datanglah beberapa orang suku Maasai mengusir Singa kelaparan tersebut hanya dengan tongkat kayu kecil. Dengan santai dipanggulnya sisa santapan singa tersebut untuk dipanggang ditempat lain. Nah, daging panggang khas suku pedalaman Kenya ini sekarang sudah menjadi kuliner andalan Kenya. Namanya Nyama Choma.
Usus Dan Jerohan Tidak Dipotong Rapi
Seperti Sisa Makanan Singa
Saat ini Nyama Choma disajikan dengan apik diberbagai tempat di kota Nairobi dan kota kota lainnya. Mulai warung kecil dipinggir jalan, ditengah pasar Kenyatta sampai restaurant roof top hotel bintang 5 banyak yang menyajikan Nyama Choma. Daging yang dipanggang sudah disesuaikan dengan selera orang kota, bukan lagi daging Zebra, Gazelle atau Wildbeese tapi sudah diganti dengan daging Kambing dan ada juga Ayam.
Konon Nyama Choma Itu Aslinya
Daging Panggang Sisa Santapan Singa
Cara memanggangnya sangat tidak sedap dipandang mata. Kaki kambing utuh, Kepala kambing utuh, iga kambing utuh dan bahkan jerohan kambing mulai dari usus, paru dan hati semua dionggokkan diatas alat pemanggang berukuran 1 x 3 meter. Brutal, Kambing tidak dipotong kecil kecil dulu baru dipanggang tapi dimutilasi jadi 4  atau 5 potongan besar plus jerohan yang dikeluarkan semua utuh. Benar benar seperti menyaksikan atraksi bakar kambing sisa santapan singa.
Kachumbari
Rasanya Segar Agak Kecut Dan Pedas

 

Cara menyajikannya juga cukup mengerikan.  Jerohan atau isi perut kambing mulai dari usus, hati, paru dll langsung dicomot dari tempat memanggang dan diletakkan diatas piring tanpa diiris kecil kecil. Daging paha kambing cara memotongnya juga dicabik cabik dengan pisau. Pedagangnya sambil cengengesan menyebut cara memotong daging serampangan seperti itu dengan istilah ‘Lion Cut‘ atau ‘Lion Bites‘. Sangat berbeda dengan Sate Kambing di tanah air dimana daging kambing diiris kotak kotak sama besar dan ditusuk bambu dan terlihat rapi.

 

Namanya Sukuma Wiki
Enak Sekali, Di Indonesia Nggak Ada Daun Sukuma Wiki Ini

 

Pasangan Nyama Choma yang dihidangkan adalah Kachumbari (campuran tomat, bawang merah, cabe hijau dengan rasa nano nano), Sukuma Wiki (bener nih, enak sekali daun hijau yang bernama Sukuma Wiki ini) dan sebagai nasinya adalah Irio atau Ugali. Baik Irio atau Ugali ini bahannya umbi umbian Afrika, Irio agak manis, kira kira seperti Umbi Cilembu sedangkan Ugali rasanya tawar.
Yang Warna Putih Diatas Namanya Ugali
Umbi Umbian Khas Afrika Makanan Pokok Orang Swahili

 

Nggak suka Irio atau Ugali bisa minta ganti Mahamri. Rasa Mahamri ini lebih bisa diterima oleh turis bule maupun Asia dibanding Irio dan Ugali karena bahannya dari tepung beras. Rasanya kira kira seperti roti bolang baling kalau di Indonesia. Tapi anda akan dianggap aneh kalau minta Mahamri saat makan siang karena umumnya Mahamri ini dimakan untuk sarapan pagi.
Namanya Irio
Entah Dari Umbi Apa Tapi Cocok Dimakan Dengan Nyama Choma

 

Saran saya kalau anda ingin mencoba Nyama Choma, jangan sekali kali melihat dapur tempat pengolahan Nyama Choma, terutama saat dipanggang. Meskipun baunya sedap, tapi kalau yang kita saksikan kambing dimutilasi jadi empat atau lima bagian dan usus terburai keluar dari perut, siapa mau makan  ?
Mahamri
Saya Paling Suka, Rasanya Mirip Bolang Baling
Mutilasi, Seluruh Jerohan Isi Perut Kambing Langsung
Dipanggang Tanpa Dipotong Potong Terlebih Dahulu
Dapur Warung Nyama Choma
Ngeri, Isi Perut Kambing Di Panggang Utuh
Dipanggang Utuh Dulu Baru Dipotong Potong
Saat Disajikan
Melihat Dapur Dan Cara Memasaknya
Cukup Mendebarkan
Warung Makan Nyama Choma
Laris Dan Nunggunya Cukup Lama
Sayuran Bisa Milih Sendiri Dan Tinggal Nunjuk
Sarapan Pagi Ala Kenya
Nduma (Umbi Putih Seperti Potongan Tempe)
Mahamri (Bolang Baling Goreng Segitiga)
Sukuma Wiki (Sayuran Hijau)
Matoke (Pisang Panggang)
Mutura (Sosis Kenya)
Mbazi (Kacang Kacangan)

Likoni Ferry Mombasa Kenya

Padat Karena Berdesak 
Desakan Dengan Pejalan Kaki, Kambing Dan Sapi

 

Mombasa adalah kota pelabuhan. Sebagai kota terbesar kedua di Kenya, sudah tentu aktifitas ekonominya sangat tinggi sekali. Mayoritas penduduknya beragama Islam, padahal kalau dilihat seluruh Kenya, yang dominan adalah Kristen 83 %. Penduduk Islam yang cuma 11.2 % penyebarannya memang hanya di Coastal Region saja.

Menuju Pasar Di Seberang
Mahal Dan Repot Kalau Belanja Naik Motor
Pulang Pergi Bisa Habis 80 Shilling Kalau Naik Motor.

Tradisi dan budaya penduduk Mombasa benar benar berbeda dengan muslim dari negara lain, khususnya Arab. Orang Mombasa senang nyanyi dan joget joget. Baca : Bling Bling Karaoke Di Matatu Kenya. Lihat juga hingar bingar Night Live Mombasa melalui Youtube. Musik dan tarian tradisional asli Mombasa adalah Taarab (musiknya agak ke Arab Araban pakai alat musik Bouzuq (Guitar Arab) dan Bendir (Rebana Arab), Bango, Benga atau Bongo, Ohangla dan Chakacha (musik cepat dengan goyang bokong yang cukup syur) dll. Klik linknya atau lihat saja sendiri di Youtube keempat jenis musik dan tariannya diatas. Nilai sendiri, Erotis nggak cara berpakaian, goyangan dan tari perutnya ?

Penuh Sesak Bus, Truk, Jeep, Sedan,
Pejalan Kaki Dan Ternak Sapi, Kambing, dll

 

Nama pelabuhan besarnya Kilindini Harbour. Satu satunya pelabuhan laut dalam (Indian Ocean) di Afrika Timur yang sangat sibuk karena melayani juga export/import ke negara tetangga yang tidak punya laut dan pelabuhan seperti Rwanda, Uganda, Burundi, South Sudan  dan negara lain. Kehidupan di sekitar pelabuhan mirip Tanjung Priok atau pelabuhan pelabuhan di tanah air. Banyak cafe, diskotik, casino panti pijat dan rumah rumah illegal, butut dan reot para buruh kasar.

 

Penuh Penumpang Jalan Kaki
Mobil, Sepeda Motor, Sepeda Semua Ditinggal Di Mombasa

Tidak jauh dari Kilindini Harbour yang megah dengan kapal kapal kontainer raksasa ada pelabuhan lain yang tidak kalah ramai dan heboh. Namanya Likoni Port, merupakan dermaga penyeberangan Ferry yang menghubungkan Mombasa daratan dengan wilayah lain di pantai selatan (Likoni, Kwale, Mtongwe dll). Tidak ada jembatan sama sekali karena terlalu mahal untuk membangun jembatan dengan bentangan sekitar 500 meter, apalagi lautnya sangat dalam pula. Ada sekitar 6 – 8 Ferry yang beroperasi setiap harinya dan semua dioperasikan oleh KFS (Kenya Ferry Services).

Menunggu Ferry Berlabuh
Pemandu Sapi Dan Kambing Siap Menerima Order
Menyeberangkan Ternak Anda

Yang unik adalah tingkah laku penumpangnya. Pejalan kaki dari Kilindini/Mombasa gratis mondar mandir naik Ferry menuju pasar tradisional Likoni di seberang yang sangat ramai sekali. Hampir semua buruh Kilindini Harbour dan penduduk Mombasa sering mondar mandir belanja di pasar Likoni ini. Pedagang/peternak juga menjual ternaknya di Pasar Likoni. Mereka berbondong bondong jalan kaki , kendaraan ditinggal karena naik Ferry jalan kaki gratis. Ngirit habis.

 

Dilarang Mengambil Photo Di pelabuhan Dan Ferry

Taripnya jelas terpampang dan aturannya nggak boleh ditawar. Tapi di pelabuhan Ferry ini tidak boleh jeprat jepret photo atau selfie. Artinya, duit kemungkinan masuk kantong pribadi petugas pelabuhan dan tidak disetor ke negara. Kalau ketahuan mengambil photo akibatnya bisa gawat petugasnya serem serem dan galak.

 

  • Jalan Kaki : Gratis
  • Roda Dua : 40 Shillings
  • Roda Empat : 90 Shillings
  • Mini Bus : 450 Shillings
  • Bus : 880 shillings
  • Truk / Angkutan Barang : Tidak terbaca – katanya dinilai dulu muatannya apa dan berapa nilai muatannya.
Sapi Dan Kambing Diturunkan Dari Truk Dan Disuruh
Nyeberang Sendiri Ke Likoni – Gratis
Tapi penduduk, peternak sapi atau pedagang kambing sepertinya nggak kalah akal. Daripada bawa truk ngangkut kambing harus bayar mahal dan duitnya masuk kantong pribadi petugas, maka si kambing diturunkan dari truknya dan jalan kaki sendiri naik Ferry nyeberang ke Likoni. Banyak sekali penyedia jasa penyeberangan Kambing dan Sapi di pelabuhan ini. Entah bayar berapa shilling, yang jelas si kambing langsung digiring sampaii ke seberang. Kalau si kambing ngambek nggak mau jalan, langsung di gendong. Inilah yang namanya layanan Ferry VVIP atau Executive Class buat kambing.
Mobil Bayar 90 Shillings
Semua Gerobak Roda Dua Karena Bayar Cuma 40 Shillings
Rodanya Empat Bayar 90 Shilling Plus Muatannya
Orang Dan Kambing Gratis, Kalau Kambing Dinaikkan 
Truk Harus Bayar Sesuai Jumlah Kambing
Penyedia Jasa Menyeberangkan Kambing
Dijamin Kambing Selamat Sampai Tujuan
Pinter, Kambing Kambing Diturunkan Dari Truk
Lalu Digiring Naik Ferry Pakai Jasa Orang
Kambing Executive, Naik Ferry Gratis
Tapi Minta Digendong
Executive Class Likoni Ferry
Kambing Digendong Sampai Ke Seberang

 

Ngrasain Jadi Bule Di Kenya

Anak Anak Sekolah Di Nairobi, Kenya
Cukup Saya Sapa ‘Sudah Makan ?’, Langsung Ngajak Photo

Seringkali kita menyaksikan dan ikut tertawa kalau ada turis asing grotal gratul mengucapkan salam atau kalimat dalam bahasa Indonesia. Semakin tersengal sengal mengucapkan kosakata Indonesia semakin banyak yang mengerubutinya. Kesannya aneh dan lucu. Apalagi, kalau turisnya bule, pasti ada yang ngajak selfie photo bersama. Sebenarnya para turis itu heran juga kalau sedang enak enak wisata tiba tiba diajak photo bersama. Dan sebenarnya sangat wajar juga para turis itu mempelajari beberapa kosakata bahasa Indonesia karena tahu sebagian besar penduduk Indonesia tidak menguasai bahasa asing sama sekali.

Turis Bule Kalau ke Indonesia Sering Bengong
Karena Selalu Diajak Photo Bersama

 

Sayapun juga demikian. Saat saya berkunjung ke Kenya, saya hapalkan terlebih dulu beberapa kosakata bahasa Swahili. Tetapi saya keliru, ternyata penduduk Kenya sehari hari berbahasa Inggris. Kenya punya dua Bahasa Nasional yaitu bahasa Inggris dan Swahili. Saat saya menyapa mereka dengan bahasa Swahili, terlihat semua orang tiba tiba begitu ‘sumringah‘ mendekat dan sedikit kaget melihat ada ‘Turis Pesek’ mengajak berbicara dalam bahasanya.  Ada yang langsung tertawa lalu ngajak selfi. Sayapun nggak mau ketinggalan, langsung saya keluarkan iphone dan saya ajak selfie juga mereka.
Anak Anakpun Suka Turis Pesek Dari Indonesia
Jambo, Habari ? Natoka Indonesia

Yang saya hapal sebenarnya nggak banyak tapi cukup membuat ‘hidup’ suasana.

  • Jambo – artinya Hi/Halo
  • Habari ? – artinya Apa Kabar
  • Natoka Indonesia – arinya Saya Dari Indonesia
  • Asante – artinya Terima Kasih
  • Karibu – artinya Selamat Datang
  • Kwaheri – artinya Selamat Tinggal
  • Ndiyo – artinya Ya
  • Hapana – artinya Tidak
  • Jina Lako Nani ? – artinya Siapa Namamu ?
  • Ushakula ? – artinya Sudah Makan ?
  • Nina Njaa – artinya Saya Lapar
  • Nina Kiu – artinya Saya Haus
Anak Anak Sekolah Kenya

 

Lebih heboh lagi saat saya bertemu dengan anak anak sekolah. Salah satu saya tanya namanya, ‘Jina Lako Nani ?‘, dan salah satu anak menyebut namanya Njagua Ndese tapi minta dipanggil Jaguar. Sangar sekali panggilannya Jaguar.
‘Hah…. Jaguar ? ‘, pura pura kaget saya.
‘No..no… you are mbuzi’, langsung ngakak semua teman temannya. 

Eh, Disuruh Bergaya Mau
Keren Gayanya

Baru kemarin sore saya makan Nyama Choma, semacam Sate Kambing ala Afrika di pusat kota Nairobi. Ada tulisan Mbuzi di warung tersebut. Jadi cuma kata Mbuzi itu saja yang saya ingat dan terucap. Sampai saya berpisah dengan anak anak tersebut, masih terdengar suara ngakak senda gurau mereka. Si Jaguar mulai hari ini dipanggil Mbuzi oleh kawan kawannya. Mbuzi itu artinya Kambing.

Anak Sekolah Di Nairobi Wajahnya Diclontang Clonteng

 

Jambo Jaguar, eh Mbuzi
Ushakula ? Artinya Sudah Makan ?

 

Bu Guru Baru
Ngajari Lagu Anak Anak Indonesia, Ternyata Bisa

 

Gede gede, Ternyata Masih SMP
Ceweknya Gundul Semua

 

Akrab Bersama Guru Dan Anak Anak
Angkat Tangannya Semua
Selfie Dulu Ya

 

Jambo, Salam Buat Anak Anak Indonesia

 

Horeee  Jadi Bule Di Kenya

 

Orang Kenya Ternyata Mudah
Diajak Akrab Dan Bersahabat
Horeeee Pulang
Baca :

Bling Bling Matatu Kenya

Namanya Matatu Di Kenya
Serbaguna Bisa Buat Nonton Sepak Bola Bersama

 

Mungkin anda masih ingat percakapan atau lagu dalam film kartun Lion King. Ada lagu dan juga kalimat yang paling sering diucapkan dalam film tersebut yaitu Hakuna Matata. Ini bahasa Swahili Kenya yang berarti ‘Nggak Jadi Masalah‘ atau ‘No Problem‘. Sebuah kalimat yang juga sehari hari saya dengar diucapkan oleh penduduk Kenya. Kesannya orang Kenya itu suka ‘menggampangkan’ semua masalah. Dikit dikit mengucapkan ‘Hakuna Matata…… Hakuna Matata‘ dimanapun juga.
Kepalanya Truk Tapi Ekornya Full Karaoke
Kalau tiba tiba ada Angkot nyelonong, ugal ugalan atau berhenti mendadak, yang sering saya dengar ‘Huhh Matatu Matata !’. Nah ini artinya Matatu Bermasalah. Matatu itu adalah nama angkutan umum warna warni, full music dan gemerlap penuh lampu di Nairobi dan kota kota lain di Kenya. Matatu adalah angkot swasta. Angkot yang normal tanpa hiasan warna warni dan accesories heboh milik pemerintah namanya SACCO. Kalau di Indonesia SACCO itu kira kira sama dengan DAMRI.
Selebritis Top Kenya Namanya Maje
Matatu ada yang berukuran kecil, sedang dan besar. Kira kira seukuran Mitsubishi Colt, Toyota Hi Ace, Metromini atau bahkan truk yang dimodifikasi menjadi angkutan umum. Dibandingkan dengan Bus Kota/Antar Kota SACCO yang normal tanpa gambar, lampu, sound system dan accesories heboh, Matatu ini terlihat lebih agresif mencari penumpang. Kondektur / Keneknya terlihat selalu bergelantungan di pintu sambil teriak teriak mencari penumpang.
Semakin Hebring Semakin Tertarik Penumpang
Untuk Mencoba Naik
Tampilan Matatu terlihat sangat atraktif sekali. Dari luar seluruh body bus/truk digambari tokoh atau selebrities terkenal. Mulai Bob Marley, Ronaldo, sampai Spiderman. Ada juga gambar  artis artis lokal yang kira kira paling cantik dan semlohe di Kenya. Tulisan tulisan graffity warna warni dalam bahasa Swahili juga ada. Mungkin artinya,  ‘Kunanti Jandamu‘, ‘Piye Kabare, Enak Jamanku To‘ dll

 

Musiknya Kencang
Penumpang Boleh Joget Di Trotoar
Yang membuat saya tertarik untuk menuliskan dalam blog ini adalah suara musiknya yang hingar bingar sangat keras sekali. Bisa budeg kalau naik Matatu kira kira 2 jam saja keluar kota. Kalau malam hari, lampu warna warni dinyalakan semua menambah hebring angkutan umum khas Nairobi dan kota kota besar di Kenya ini.
Ada TV Lebar Bisa Buat Nonton Sepak Bola Bersama
Saya sempat heran juga, Matatu ini kalau malam hari banyak yang berubah fungsi menjadi tempat Karaoke, Nonton Sepak Bola Bersama, Cafe Tempat Ngopi dan berbagai macam hiburan malam. Keren kan, disaat penumpang sepi, langsung diubah fungsikan jadi tempat hiburan malam. Saya perhatikan isi interiornya, ternyata ada TV Layar Lebar dengan sound system canggih didalamnya. Dan terlihat ada beberapa gadis pakai rok mini sedang berKaraoke. Asyikkkkk ……, silahkan sruput dulu welcome drink khas Kenya Cap Keringet  seperti gambar dibawah ini, Suegerrrrr ….
Air Mineral Terkenal Di Nairobi Kenya
Suegerrrrr Pol
Penampakan Malam Hari
Cerdas, Daripada Nggak Ada Penumpang Lebih Baik Buat
Karaoke
Hati Hati Kalau Naik Matatu Malam Hari
Banyak Kasus Kriminal Bermula Dari Matatu
Setiap Tahun Ada Lomba Design Matatu
Berhadiah Besar
Siang Hari Cari Penumpang Ugal Ugalan
Saling Salip Menyalip Berebut Penumpang
Akhirnya Terperosok Masuk Ke Parit
Ada Matatu Yang Melayani Antar Kota
Bersaing Dengan SACCO
Putar Balik Di Jalanan Sempit
Hakuna Matata (No Problem)
Ngetem Cari Penumpang
Pokoknya berhenti Dimanapun Juga Hakuna Matata