Lempar Receh Di Jembatan Itchen Southampton

Masuk Ke Kios Europcar Di Depan
Terminal Bus The Hard Portsmouth

 

Saya senang sekali keliling ke negara manapun nyetir mobil sendiri. Kenapa ?, karena bisa ‘blusukan’ kemanapun sesuka hati untuk menyaksikan apapun yang tidak pernah ditulis di Majalah Pariwisata. Background saya sebagai wartawati memang suka ‘blusukan’ dan bertanya mencari informasi ke penduduk lokal. Bosan saya saat membaca tulisan tulisan di website dan majalah pariwisata yang ‘Itu Itu Saja‘ dan umumnya hanya terkagum kagum keindahan. Percayalah, majalah Pariwisata atau website itu ditulis dari ‘Sudut pandang penulis yang terkagum kagum karena baru pertama kali menyaksikan‘ atau ‘Sudut pandang penulis yang dibayar khusus untuk mempromosikan obyek wisata tertentu keseluruh dunia‘.
Ruang Tunggu Sempit Hanya Tiga Tempat Duduk

 

Kali ini saya buka wawasan anda tentang UK dan saya mulai dengan cara menyewa mobil di Portsmouth. Saya pilih Europcar karena lokasinya sangat dekat sekali dengan rumah saya. Tata cara sewa mobil sama saja dan sudah pernah saya tulis dengan judul : Sewa Mobil Di UK. Cuma, kios Europcar di Portsmouth ini sangat kecil sekali dan hanya ada satu petugas receptionis dan sekitar 2 orang mechanic di belakang. Karena mobil sudah saya pilih dan book online sebelumnya, maka petugas hanya  ngecek ulang nomor Driving License dan no passport saja sebelum menyerahkan kunci mobil.
Eh Ketemu Lagi
Hi Susy, Welcome Back

 

Sebagai pemanasan, saya coba perjalanan ke Southampton. Itung itung buat  melemaskan kaki dan tangan karena mobil yang saya sewa kali ini versnellingnya Manual. Sewa mobilnya per hari relatif murah, tapi saya harus bayar tambahan Asuransi Full Risk karena nggak mau ambil resiko berurusan dengan polisi, bengkel, hospital maupun Europcar seandainya terjadi kecelakaan. Biaya lain yang harus saya bayar adalah ‘Sopir Kedua‘. Aturannya kalau sewa mobil itu hanya si penyewa yang boleh mengemudikan mobil, Untuk sopir pengganti, harus didaftarkan dan bayar.

 

Jembatan Itchen Masih Jauh
Tapi Semua Sopir Sudah Memperlambat Mobilnya
Nyiapin Duit Logam

 

Menjelang masuk kota Southampton, saya melewati Jembatan Itchen.  Mirip sekali dengan jembatan jembatan di sepanjang Pantura, khususnya jembatan di sekitar Brebes dan Tegal. Di kota Southampton ini semua sopir mobil harus memperlambat mobil untuk melempar duit logam recehan. Alat penangkap uang logamnya sangat kecil berbentuk seperti corong minyak tanah dan berwarna kuning. Hanya uang logam saja, berapapun uang logam yang anda lempar akan ditelan semua.
Memasuki Jembatan Itchen
Harus Siap Siap Melempar Uang Logam

 

Beda sekali dengan lempar receh di jembatan Brebes – Tegal. Di Brebes – Tegal, sopir nggak perlu repot melempar uang tepat sasaran. Nyantai saja, uang cukup dijatuhkan ke jalan saja sambil melaju. Ada juga alat penangkap uang di Brebes – Tegal yang pakai jaring untuk menangkap receh. Untuk jembatan dengan jenis alat penangkap receh seperti ini, sopir juga nggak perlu repot. Corong/Jaring akan otomatis mendekat ke jendela dan tinggal lempar duitnya. Bebas, nggak perlu harus uang logam, uang kertas juga bisa. Jelas kan, betapa luar biasa fleksibilitas alat menangkap receh di tanah air dibanding Southampton ?
Mirip Gate Jalan Tol Tapi Hanya Terima Uang Logam
Canggih Jembatan Brebes – Tegal
Uang Logam Dan Kertas Tinggal Dijatuhkan Ke Jalan

 

Alat penangkap receh di Itchen, Southampton ini kalah canggih dibanding alat yang sama di tanah air. Saya tidak tahu sensornya berdasarkan diameter uang logam, berdasarkan berat uang logam atau kombinasi keduanya. Yang jelas, tertulis harus bayar 60 pennies. Saya masukkan 1 Pound ditelan, 2 pound ditelan juga. Bodohnya, saya masukkan logam Rp 50 atau Rp 100 juga ditelan dan gerbang membuka  juga tanpa ada protes sama sekali. Gerbang paling kanan sendiri saya perhatikan terbuka lebar dan mobil mobil berlalu lalang tanpa ada yang bayar. Barangkali, sebelumnya ada sopir yang iseng memasukkan tissue atau tutup botol bir kedalam corong kuning penangkap recehnya.

 

Lempar Uang Logam Yang Tepat Ke Corong Kuning
Corongnya Kecil Kalau Meleset Ulangi Lagi

 

Di Brebes Jaring/Corong Penangkap Receh Semacam Ini
Lebih Besa Dan Otomatis Bisa Mendekati Sopir Tanpa Diminta
Mana Bisa Corong/Jaring Jembatan Itchen Ini Mendekati Sopir

 

Ini Nangkap Uang Receh Cara Brebes – Tegal
Sangat Fleksibel Bisa Maju Mundur Mendekati Sopir

 

Di Jembatan Tegal – Brebes
Sopir Tinggal Jatuhkan Uang Ke Jalan Raya
Di Itchen Uang Logam Harus Dilempar Tepat Sasaran

 

Baca Juga :

Terkunci Diluar Rumah Di Kota Bath

Jalan Kecil Menuju Kota Bath
Berkabut Tebal Saat Jam 16:00

 

Saya dalam perjalanan dengan mobil sewaan menuju ke rumah saya di Portsmouth, England. Jam masih menunjukkan sekitar jam 16:00 sore, tetapi langit yang semula terang benderang dan cerah tiba tiba berubah menjadi gelap dan berkabut dengan sedikit hujan rintik rintik. Kalau nekat melanjutkan perjalanan ke Portsmouth, paling 1.5 – 2 jam lagi sudah nyampai, itupun kalau langit kembali cerah setelah melalui kota Bath. Tapi, karena jarak pandang terlalu pendek, jalan licin dan sudah mendekati maghrib, maka diputuskan untuk ‘Menginap Di Kota Bath‘ saja.
Semakin Mendekati Kota Bath
Kabut Semakin Tebal Dan Jalan Mobil Semakin Merayap
Tindakan darurat yang saya lakukan adalah mencari hotel atau apartment yang murah hanya untuk transit semalam saja. Ada beberapa pilihan yang harus segera dipilih yaitu Hotel, Apartment atau Bed And Breakfast Accomodation. Nah, pilihan kita saat ini adalah BnB dan saya ublek ublek Airbnb.com dan Booking.com. Secara umum yang namanya BnB pasti lebih murah dibanding Hotel atau Apartment. Tetapi keunggulannya, umumnya lokasinya di perkampungan dan membaur dengan rumah rumah penduduk. Bisa jadi, lokasinya sangat dekat dengan obyek wisata karena BnB ini sebenarnya adalah rumah penduduk yang disewakan.
Kota Bath Pagi Hari
Ciri lain dari BnB ini biasanya Pemilik Rumah tinggal bersama dengan penyewa, misal menempati satu kamar saja atau tinggal di lantai paling bawah. Kamar lain di lantai atas semua disewakan buat tamu. Kira kira seperti Sinetron TVRI terkenal ‘Losmen‘, tamu dan pemilik bisa ketemu tiap saat. Ingat kan sinetron lama tersebut ?. Kalau  apartment, jumlah kamar yang disewakan jauh lebih banyak.
Nomer Kode Pintu Utama Dan Pintu Kamar
Dikirim Lewat E-mail
Sebenarnya Apartment dan BnB ini relatif sama, yaitu Tidak Ada Receptionist, Bell Boy dan Porter yang akan membantu membawakan barang barang anda masuk kedalam kamar. Mulai check in sampai check out semua harus dilakukan sendiri. Kalau anda booking salah satu dari dua jenis penginapan ini, maka anda akan diberi nomer kode atau password untuk membuka Pintu Utama dan pintu kamar. Kode atau passwordnya dikirim lewat email saat booking sudah confirm. Tidak semua BnB hanya menyediakan kamar kecil dan sarapan. Ada juga yang fasilitasnya lengkap seperti Apartment, yaitu dengan dapur didalam.
Tehnologi Semprul
Nggak Ada Tombol Membuka Untuk Orang Pikun
Masalah terjadi saat pagi hari. Seperti biasa, pagi hari, berada ditempat baru dan masih asing, maka kita langsung ‘Mendadak Olahragawan‘. Keluar dari rumah, clingak clinguk sebentar dan langsung jalan jalan keluar masuk kampung sambil senam pagi. Begitu pulang baru sadar, HP nggak bawa, bukti booking tertinggal didalam kamar dan Astaghfirullah Wal Ad’ziem…..Lupa Password !!! untuk membuka pintu.
Gue Tunggu Terus Siapa Kuat
Sampai Pintu Membuka Sendiri Saat Penghuni Keluar

 

Untungnya, saya menginap di Bath ini bertiga dengan anak saya yang masih tertidur pulas didalam kamar lantai atas. Jadi, cuma…..saya ulang lagi ‘Cuma !!!! nunggu satu jam saja sampai ada penghuni lain yang juga keluar berolah raga’. Begitu ada penghuni lain membuka Pintu Utama, cepat cepat saya tahan pintu agar tidak menutup kembali. Saya sapa penghuni tersebut dengan ucapan ‘Good Morning‘, ‘Thank You‘ dan ‘Senyum Manis‘ yang sengaja saya siapkan sejam lalu buat siapapun yang membukakan Pintu Utama.

 

Keren Kan, Nggak Kalah Dengan Hotel
Bintang 5
Alhamdullilah semua ‘lancar jaya’, bisa masuk sampai ke kamar. Nama baik Bangsa Dan Negara Indonesia tetap terjaga di United Kingdom. Nggak kebayang deh, kalau sampai saya melakukan kesalahan tindakan, pasti ada tetangga yang ngrasani ‘Ini Orang Dari Manaaaa ?, pagi pagi bikin gaduh, gedor gedor ngganggu tetangga. Apa nggak tahu cara bukanya pakai password‘.
Nah Ini Dinda Yang Tidur Mulu
Nggak Tahu Bapak Ibunya Terkunci Di Luar
Ada Meja Makan Kecil
Nggak Kalah B&B Dengan Hotel
Ada Dapur Juga
Jangan Dikira Hanya Apartment Yang Punya Dapur
Ini BnB Lho Bukan Hotel
Lokasi Ditengah Kota, Kwalitas Bintang 5
Tarif Losmen
Naik Turun Tangga Nggak Jadi
Masalah, Paling Cuma 3 Lantai Saja
Lokasinya Di Kampung
Ada Juga Yang Menyebut Apartment
Ternyata Banyak Juga Penginapan
Di Kampung Kampung Di Kota Bath
Sebelah Kiri Ini Adalah Pintu Utama
Yang Bisa Membuka Sendiri Tanpa Password
Setelah Saya Tungguin Satu Jam

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf – Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

 

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan ‘beol’ di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah ‘kebelet’ memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.
Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa
Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman ‘kebelet’ diluar negeri.
Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

 

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang ‘kebelet’ bisa langsung numpang toilet ke toko toko terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil ‘numpang‘ toilet ke toko toko kecil terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.
Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

 

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis ‘membilas’ sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin ‘membilas’ lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia ya, asumsi seperti ini ‘Salah Besar‘. Tidak ada satupun manusia yang ‘Superior’ termasuk masalah bau kotorannya. Percayalah…. Baunya Relatif Sama Saja !!!
Victoria Station – London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies
Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.
Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir
Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia‘.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul dilihat banyak orang.
Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC
Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.
Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

 

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

 

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn
Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat

Baca Juga :

Apa Merk Taxi London

Lain Negara Lain Nama
Di Indonesia Namanya Taxi, Tapi Di UK Namanya Cabs

 

Di Indonesia, kita sering menyebut angkutan umum ini dengan nama Taxi. Tapi di UK, khususnya kota London namanya Cab. Orang Inggris agak bingung dan gelagapan kalau kita mengucapkannya dengan istilah Taxi. Kadang kadang mereka menyebut dengan nama Black Cab meskipun warnanya hijau, biru, kuning atau merah. Nama lain yang sering diucapkan penduduk lokal adalah Hackney atau Hackney Carriage. Orang asing atau turis lain lagi istilahnya, paling sering menyebut dengan nama London Taxi.
.
Meskipun Warnanya Merah
Orang Inggris Menyebut Dengan Nama Black Cab

 

Bingung kan jadi orang Inggris. Barangnya sama, tapi namanya banyak sekali. Mending jadi orang Indonesia saja, cukup menyebut dengan nama Taxi saja. Lalu apa merek mobil yang digunakan untuk taxi London tersebut ?. Nah ini yang bikin bingung. Saya perlu berkali kali naik Cab dan mengamati interior dan exterior untuk mencari logo atau symbol merk mobil. Nggak ada logo merk mobil sama sekali.
.
Plontos Nggak Ada Emblem Merk Apapun

 

Akhirnya tahu juga, ternyata, merknya LTI, tetapi sopir taxi kalau ditanya njawabnya TX1, TX2, TX3 atau TX4. Apa pula ini, belum pernah saya mendengar merk mobil seaneh ini. Untuk memastikan, terpaksa saya harus naik London Taxi beberapa kali sekedar bisa bertanya dengan si sopir langsung. Jawabannya semua sama saja, merk mobil asal nyebut TX1, TX2, TX3 atau TX4, diproduksi oleh LTI Vehicles. TX4 dibuat antara tahun 2007 – 2010, setelah itu proses pembuatan dikerjakan sendiri oleh The London Taxi Company bekerja sama dengan Geely Automobile China sampai sekarang.

 

 

Ternyata Mobil China
Geely Automobile China
Kenapa modelnya dari jaman baheula hampir nggak berubah ?. Nah ini yang saya kurang begitu jelas alasannya. Konon, model jadul seperti sekarang ini merupakan hasil metamorfose dari merk Austin FX3 yang pernah berjaya sebagai taxi antara tahun 1948 – 1958. Sebelum menjadi bentuk TX4 seperti sekarang ini, metamorfosa dimulai dari LTI TX1, setelah itu berubah menjadi TX2, TX3, TX4 dan yang terbaru TX5. Merk LTI langsung mengecil bahkan cenderung menghilang begitu kepemilikan LTI Vehicles diambil alih oleh The London Taxi Company dan Geely Automobile China.

 

Dulu LTI Vehicles Yang Bikin
Tapi Sekarang Pakai Tehnologi Geely China

 

Yang menarik dari Cab ini selain modelnya yang jadul adalah interiornya. Tempat duduk sopir disekat dengan kaca, jadi penumpang jahat akan kesulitan untuk merampok sopir. Saking rapat dan kedapnya penyekat, terkadang sopir harus menggunakan microphone kalau berbicara dengan penumpang dibelakang. .
.
Meskipun Investornya Geely China
Tapi Interiornya Eropa

 

Tempat duduk penumpang hanya satu jok saja bisa untuk bertiga. Kursi lipat kecil tersedia dua buah menghadap kebelakang. Tidak ada bagasi, kalau bawa koper banyak berarti semuanya diletakkan di kabin penumpang. Bayarnya pakai argometer kalau naik dari stasiun atau airport tapi kalau nyegat di jalan bisa juga tawar menawar tanpa menyalakan argometer. Kelakuan sopir taxi dimana saja ternyata sama saja.

 

Tulisan TXII Sangat Kecil Di Kiri Belakang
Koper Semua Di Cabin Penumpang
Cabin Sopir Disekat Dengan Kaca Anti Perampokan

 

Duduk Di Kursi Lipat Menghadap Belakang
Tidak Nyaman Sama Sekali
Hanya Ada Satu Jok Untuk Bertiga
Menghadap Depan

 

Baca Juga :

Ngebut Malam Di Mesir

Jalan Raya Aswan – Luxor
Kalau Siang Banyak Keledai
Ngeri ngeri sedap, itulah kesan yang saya dapat tentang perjalanan dengan mobil tengah malam di Mesir. Bayangkan, anda melaju dengan kecepatan 120 Km/jam tengah malam tanpa ada satupun mobil yang menyalakan lampu. Semua mobil tidak ada yang menyalakan lampu !!!. Gila benar orang orang Mesir….!!!

 

Mobil Mobil Ini Bukan Sedang Parkir Mati Mesin
Tetapi Baru Saja Masuk  Area Parkir
Lampunya Tidak Ada Yang Dinyalakan Semua

Saya tidak tahu alasan pasti kenapa orang Mesir selalu mematikan lampu mobilnya saat perjalanan tengah malam diluar kota. Saat memasuki kota, baru ada beberapa mobil yang mulai menyalakan lampu, itupun karena takut polisi.

Hanya Dari Cahaya Lampu Jalan Dan Sinar Bulan Saja
Mata Kita Ternyata Bisa Melihat Jelas Kalau
Semua Mobil Juga Mematikan Lampu

 

Saya tidak berani nyetir mobil sendiri antar kota apalagi tengah malam di Mesir. Alasannya, kalau siang banyak sekali keledai di tengah jalan. Kalau malam hari ada aturan tidak resmi tentang ‘larangan menyalakan lampu‘ yang menurut saya tidak logis tapi benar benar dipatuhi semua orang Mesir. Saat saya terpaksa harus jalan malam dari Aswan ke Luxor, saya minta disediakan sopir yang benar benar mumpuni dari hotel.
Lihat Tuh, Ada Mobil Didepan
Ngebut Dengan Kecepatan Tinggi Tanpa Lampu

 

Benar saja perkiraan saya, si sopir langsung mematikan lampu mobil saat mendekati batas kota. Ketika si sopir saya perintahkan untuk menyalakan lampu mobilnya kembali, jawabnya santai saja : ‘Kalau saya nyalakan lampu mobil, semua mobil didepan yang berpapasan akan marah marah‘. Lampu akan menyilaukan mobil yang berlawanan arah, katanya. Benar juga meskipun terdengar ‘Sableng‘ ditelinga saya.
.

 

Didalam Kota, Lampu Dinyalakan Karena Takut
Ditilang Polisi, Tetapi Kalau Nggak Ada Polisi
Dimatikan Juga

 

Saya bahkan diajari oleh si sopir, ‘Kalau semua mobil lampunya dimatikan, mata malah akan bisa melihat dengan jelas apapun didepan kita‘. Nggak bisa tidur saya sepanjang perjalanan. Karena semua mobil tidak ada yang menyalakan lampu maka benar sekali tidak ada yang menyilaukan mata. Sesekali saja ada mobil yang nge’dim’ sebagai kode akan berpapasan. Hanya dengan cahaya bulan saja atau lampu kecil dipinggir jalan, maka mobil yang berpapasanpun terlihat dengan jelas di kejauhan.  Sepertinya nggak masuk akal, tapi itulah yang terjadi sampai saat ini di Mesir.

Baca Juga :

Obral Koper 90 % Discount Di Shuwaikh

Semua Koper Dikeluarkan Dari Gudang
Dan Ditumpuk Tumpuk
Independence Day & Liberation Day Kuwait masih tiga minggu lagi, yaitu tanggal 25 dan 26 February. Seperti tahun tahun sebelumnya, kemeriahan sudah terasa sekitar sebulan sebelumnya. Dimana mana banyak obral, mulai dari pakaian sepatu, elektronik dan lain lain. Sangat berbeda dengan obral di Indonesia yang biasanya cuma dipotong 10 % – 20 % saja, di Kuwait yang namanya obral bisa sampai 90 %.

 

Gudang Samsonite Dan American Tourister
Di Suwaikh
Kali ini saya ajak anda untuk menyaksikan Obral Koper keren dengan merek Samsonite dan American Tourister. Seperti biasa, info obral seperti ini beredarnya ‘gethok tular‘ dari whatsapp ke whatsapp. Jarang sekali diiklankan secara terbuka lewat koran atau iklan TV. Tetapi selalu saja ada yang memberitahu saya. Distributor Samsonite ini sudah hapal dan tahu benar tingkah polah calon calon pembelinya. Tanpa diiklankan saja selalu kebanjiran pembeli, apalagi kalau diumumkan di koran atau TV.

 

berbondong Bondong Cari
Koper Obralan
Saya pertama kali diberi tahu oleh seorang kawan dari India. Tetapi beberapa menit kemudian berita ini langsung tersebar di kalangan orang orang Indonesia. Saya kira hanya orang India dan Indonesia saja yang tahu kabar obral koper ini. Tetapi ternyata yang berebut koper berjubel dan berasal dari berbagai macam negara.  Penduduk Kuwait memang kebanyakan pendatang dari berbagai penjuru dunia.

 

Biar Pengunjung Nggak Kepanasan
Cukup Dipasangi Tenda Plastik
Tempat obral koper tidak dilakukan didalam toko atau mall yang megah dan mewah. Tetapi cukup di area pergudangan (Warehouse) saja. Lokasi tepatnya di Suwaikh Industrial Area, sekitar 300 meter dibelakang Mc Donald Canadian Street. Mudah mencari lokasinya, kalau terlihat banyak sekali orang berkerumun atau keluar dari area pergudangan bawa koper, nah itu dia lokasi obral.
Discount Bisa Sampai 80 % Dari
Harga Normal Di Toko
Lokasi obral tidak menarik sama sekali. Berada di jalanan diantara gudang gudang, tepatnya gudang Samsonite dan American Tourister. Hanya dilindungi terpal plastik biru agar pengunjung tidak tersengat matahari langsung. Semua koper yang sebelumnya didalam gudang, semuanya dikeluarkan satu persatu. Dionggokkan begitu saja di tanah atau aspal dibawah tenda plastik biru.
Ramai Karena Murah
Begitu jarum jam mendekati jam 9 pagi, pengunjung mulai berdesak desakan maju mendekat. Saat aba aba obral dimulai,  langsung semuanya masuk dan menyerbu kedalam tenda dan berebut. Seru, saya langsung pegang 2 koper takut nggak kebagian. Setelah saya amat amati, ternyata warnanya merah jambu dan ungu. Hhhh, norak sekali langsung saya kembalikan. Padahal sebenarnya memang nggak punya niat untuk beli koper. Sudah punya di rumah dan masih layak pakai.
Kasir Cukup Banyak – Antrian Macet
Kalau pembeli Belanja Lebih Dari 5 Koper
Ada Dua Merk Saja
Samsonite Dan American Tourister
Mborong Habis Koper Warna Merah
Warna Deragamkan Biar Nggak Bingung Saat Mudik
Berjubel Ngantri Koper Samsonite
Mau belanja Murah Di Kuwait
Tunggu Saja Saat Ada Obral
Semua Koper Dijamin Baru Dan
Bergaransi Meskipun Diobral
Kalau Discount 80 %, Harga Koper
Bisa Murah Sekali Cocok Buat Kulakan
Bisa Bayar Tunai Maupun Pakai Credit Card
Pulang Bawa Koper Baru Murah
Baca Juga :

 

Basa Basi Si Bule Inggris

Sungai Thames London
Saya pusingnya bukan main ngomong sama bule Inggris, apa yang diucapkan seringkali berbeda dengan apa yang saya tangkap. Orang Inggris kalau ngomong penuh basa basi dan sopan santun yang seringkali malah bikin pusing kepala. Kadang kadang terjadi salah pengertian dan seringkali terasa lucu dan menjengkelkan. Tapi kalau keseringan terjadi, ya jadinya puyeng terus menerus.
London Bridge
Coba anda simak beberapa kalimat sehari hari dibawah ini.
  • I almost agree – Dalam pikiran saya pasti artinya ‘Saya hampir setuju‘. Tapi ternyata maksudnya ‘Saya tidak setuju sama sekali‘. Jederrr, kayak kesambar petir rasanya. Sopannya bukan main.
  • Very Interesting – Hmm, maksudnya pasti sedang memuji sesuatu yang saya tunjukkan, ‘Sangat menarik‘. Tapi ternyata maksudnya ‘Ini jelas sekali nggak mungkin’. Modarrrr, udah terlanjur senyam senyum,  Ini mah sopan santun yang salah.
  • Quite good – Nah, dapat pujian ‘lumayan bagus‘, tapi ternyata maksudnya ‘Sedikit membingungkan‘. Halaah, kampret betul nih orang. Kenapa nggak to the point aja.
Masih banyak lagi kalimat sehari hari yang bikin bingung dan kita saling petentengan karena salah mengerti. Coba simak yang dibawah ini.
  • With the greatest respect – Wah, keren, ‘dia mau mendengarkan saya‘. Ehh boro bore respect ucapan saya, maksudnya ternyata ‘Saya pikir kamu goblok‘. Wow, bisa gue gampar kalau terus terang ngatain gue goblok.
  • I hear what you say – Jelas nih bule ini mendengar dan ngerti apa yang saya katakan. Lhadalah, ternyata maksudnya ‘Saya tidak setuju dan nggak mau ngomong lagi lebih lanjut‘. Jiancuk, sopannya minta ampun.
  • I’m sure it’s my fault – Bingung saya, kenapa dia mengatakan ‘Saya yakin ini kesalahanku‘. Eh ternyata maksud si bule Inggris ‘Semua Ini kesalahanmu !!!‘. Kamfrettttt, pfffff. Katanya kamu yang salah lha kok aku yang kamu tuding.
Orang Inggris Nyebutnya Cabs
Orang Amerika Cukup Taxi Saja
Masih mau lagi kata kata bule Inggris yang lain yang bikin kita GR ?
  • I only have a few minor comment – Horeee, cuma dikoreksi sedikit, paling cuma salah ketik dikit. Eh ternyata maksudnya  ‘Please rewrite completely‘, Kurang ajaaarrrrr !!!, ngasih kerjaan nggak tanggung tanggung.
  • You must come for dinner – Cihuiii, dapat undangan makan malam. Pakai ‘must‘ pula yang artinya ‘harus‘ datang. Eh, ternyata kalimat tersebut bukan berarti undangan, tapi cuma basa basi orang Inggris aja. Anjritttt, udah terlanjur ngiler bakalan makan enak.
Buckingham Palace
Celakanya lagi, udah nggak jadi diundang dinner, si bule Inggris ini nyletuk ‘Are you eating for two ?’ sambil memandang perut gendut saya. Gileee, nuduh saya makan jatah dua orang, kapan elo ngasih makan saya. Eh ternyata maksud sebenarnya cuma basa basi bertanya ‘Kamu sedang hamil ?’