Category Archives: Visa Dan Passport

Scan Jidat Ala India

Di Muscat International Airport
Orang India Kalau Mudik Lebaran Bawaannya Banyak
Orang India kalau mudik lebaran rempongnya sama saja dengan orang Indonesia. Barang bawaannya banyak sekali, tidak semuanya dimasukkan bagasi pesawat karena bisa over baggage. Tetapi sebagian besar dimasukkan tas plastik kecil kecil agar bisa masuk cabin pesawat. Cerdas memang, daripada harus bayar biaya over baggage. Kayaknya udah pada pengalaman mudik semua, cabin pesawat penuh bukan jadi masalah, kolong kursi pesawat masih ada dan isinya penuh tas plastik dan ransel warna warni.
Oman Air Jurusan India
Penumpang India Penuh Menjelang Lebaran
Kebetulan saya bisa menyaksikan kegaduhan mudik lebaran orang India ini diatas pesawat Oman Air jurusan Muscat – Jaipur.  Hampir semua penumpang orang India semua. Mudah menebak kewrga negaraan mereka. Kalau ada tas plastik dikolong kursi atau masuk ke pesawat bawa tas plastik banyak dan diselip selipin dimana mana berarti Orang India. 

Didalam Bus Gaduhnya Bukan Main
Di Indonesia Namanya Mudik Basamo

Hebohnya bukan main, diruang tunggu ngobrol terus nggak ada berhentinya, diatas bus pada lari berebutan berusaha naik paling cepat. Hebatnya lagi, saat pesawat baru saja menjejakkan roda ke landasan, semua penumpang sudah pada berdiri meskipun tanda larangan melepas sabuk pengaman masih belum dimatikan. Gaduh dan heboh seperti layaknya ‘Mudik Basamo’.

 

Pesawat Masih Melaju Kencang Semua Sudah Berdiri
Lihat Tanda Lampu Larangan Melepas Sabuk
Masih Menyala Semua

 

Waktu cek imigrasi juga berebut, sebagai satu satunya orang asing yang seharusnya didahulukan terpaksa kita harus ngalah paling terakhir sendiri. Meskipun ngantri cek passport paling terakhir sendiri, keanehan dan keunkan orang India tak ada habisnya. Kali ini petugas imigrasinya yang mengejutkan, udah Jompo !!!!. Memeriksa passport dan eTV (Electronic Tourist Visa) yang saya sodorkan lamanya bukan main. Kacamata harus ganti dua kali saat membuka halaman passport satu persatu. Semakin penuh stamp di passport berarti semakin lama. Kayaknya si bapak mencari tahu, pernah pergi ke negara tertentu atau tidak. Ngetik computer kerasnya bukan main, seperti nekan tuts mesin ketik jeglog jaman purba.
Pesawat Masih melaju Kencang
Lampu Larangan Membuka Sabuk Masih Menyala
Tapi Penumpang Sudah berdiri Semua

 

Selesai periksa passport dan ngetikkan data ke computer, prosedur berikutnya scan sidik jari. Empat jari kiri, empat jari kanan, jempol kiri dan terakhir jempol kanan. Alat pemindai sidik jari ternyata kurang sensitif, entah buatan China atau buatan India. Berkali kali saya tekankan 4 jari kiri tetap saja tidak terdeteksi. Untungnya si bapak petugas imigrasi sudah tua dan sangat kaya pengalaman. Saya diminta mengusapkan keempat jari kiri dan kanan ke Jidat dulu. Jempol cukup diusapkan ke kening. Pokoknya diusapkan ke jidat yang ada keringatnya. Electrolit keringat yang ada di jidat bisa menetralisir ion ion negatif yang membuat alat deteksi tak berdaya katanya. Bim Salabim, langsung mesin sidik jari bisa mendeteksi sidik jari saya dengan jelas.
Orang Asing Harus Ngisi Form Kedatangan Dulu
Dibantu Ngisi Pula, Apa Nggak Enak

 

‘Kalau semua jari sudah saya usap usap ke dahi tapi alatnya tetap nggak bisa mendeteksi gimana ?’

‘Don’t worry sir, saya akan mengambil data sidik jari anda dari sumbernya secara langsung’.

‘Maksoed Loe ???’

‘Tempelkan jidat anda ke mesin deteksi ini, nanti semua data akan tertransfer otomatis’

Semua Sudah Selesai Cek Passport
Apes Dapat Petugas Jompo
Gosokkan Semua Jari Ke Jidat
Lalu Letakkan 4 Jari Kiri Ke Alat
Scan Sidik Jari Made In India
Usapkan Jempol Ke Kening
Lalu Letakkan Jempol Kiri Dulu
Ke Alat Scan India
Layar Pemindai Sidik Jari Sangat Lebar
Tempelkan Dahi Anda Ke Layar Pemindai

 

Naik Ke Atas Kotak Panggung 1 x 1 Meter
Dan Angkat Tangan Keatas Untuk Periksa Seluruh Badan
Pintu Keluar Terhalang Troley Yang Ditinggal
Begitu Saja Ditengah Jalan, Gimana Nggak Macet

3 Langkah Cepat Dan Mudah e-Visa Istanbul, Turkey

Halaman Utama eVisa Turkey
Minimalis Dan Hanya 3 Langkah Saja
Tidak Lebih Dari 3 Menit Sudah Dapat Visa

 

Ingin jalan jalan ke Turkey ? caranya sangat mudah sekali. Anda bisa ngantri langsung di bandara bandara di Turkey dan mengajukan Visa On Arrival (VOA) disana atau mengajukan eVisa secara online darimana saja dengan computer, laptop atau smartphone anda. Untuk VOA syarat dan prosesnya bisa klik dan baca Ke Turkey Dengan Visa On Arrival. Sedangkan untuk eVisa, linknya bisa diklik dan baca melalui tulisan saya sebelumnya Ke Turkey Dengan e-Visa. Langkah langkahnya sangat sederhana sekali dan tidak banyak syarat syarat yang harus diisikan atau diupload. Nggak perlu bukti tiket pesawat pulang pergi, nggak perlu bukti booking hotel, nggak perlu upload photo, nggak perlu bukti punya travel insurance dan nggak perlu juga mengisikan kemampuan financial kita. Ikuti langkahnya mengikuti urutan sebagai berikut :

 

Setelah Klik APPLY Dari Menu Utama
Pilih Dan Isikan Negara Anda Indonesia
Sangat Mudah Dan Sederhana Kan ?


Isikan Tanggal Kedatangan
e-Visa Anda Berlaku 30 Hari Sejak Tanggal Kedatangan
Biaya  USD 25
Isikan Data Data Pribadi Anda Sesuai Passport
Tidak Rumit Dan Sekitar 10 Data Saja
Yang Harus Diisikan
Selesai
Periksa E-Mail Anda, Kalau Belum Terima
Klik Resend E-Mail
E-mail Anda Isinya Kayak Gini
Klik Saja Tombol Hijau Untuk Approve. Ikuti Saja
Menu Yang Muncul Untuk Bayar Biaya e-Visa
Dengan Credit/Debet Card Anda
Ini Dia e-Visa Turkey
Waktu Yang Diperlukan Tidak Lebih Dari 3 Menit Saja

 

Saya sarankan anda membuat e-Visa saja daripada pegel linu harus berdiri ngantri VOA di bandara bandara Turki. Ngantrinya luar biasa panjang dan lama. Baca saja keadaan bandara bandara di Turki sejak negara tersebut memberlakukan VOA dan e-Visa melalui link Turkey Setelah VOA Dan E-Visa

 

Gegap Gempita Berita Visa On Arrival Bagi
30 Negara Termasuk Kuwait
Horeee Bisa Ke Jabal Jannah
Bagaimana dengan e-Visa di Indonesia ? Beberapa bulan lalu Presiden Jokowi memberi ijin bagi 30 negara untuk masuk ke Indonesia hanya dengan Visa On Arrival. Beritanya cukup gegap gempita di koran koran di Timur Tengah. Saya nggak bisa ngitung berapa banyak Arab yang ingin wisata ke Indonesia. Yang saya dengar kebanyakan mereka ingin pergi ke Jabal Jannah alias Bukit Sorga, nama lain dari Puncak. Tapi sayang sekali, website e-Visa pemerintah Indonesia sangat memble hasil design Lapak Rental Computer. Rumit, lama dan kawan kawan saya Arab merekomendasikan untuk Go Show saja, Langsung terbang dan ngantri VOA di Indonesia saja.

 

Sehari Dibatasi 500 Pengajuan Online
Keterangannya Puanjang Sekalil
Yang Diisi Buanyak Dan Harus Dicheck Terus
Apakah Disetujui Atau Tidak
Prosesnya Sangat Mirip Dengan eVisa Turkey
Tapi Petugas Imigrasi Perlu Waktu Lama
Untuk Verifikasi Manual
Halaman Untuk Ngecheck Status
Mana Ada Turis Arab
Yang Ngerti Bahasa Indonesia
Website Hasil Design Rental Computer
Meskipun Yang Dipilih Bahasa Inggris Tapi
Yang Keluarn Tetap Bahasa Indonesia

Sumber : Directorate Of Immigration

Baca Juga :

Passport Kuwaitis Dan Passport Bedoun

Passport Kuwait Biru
Passport Bedoun Abu Abu
Imam & Ambar
Selamat Atas Kelahiran Putranya
Yang Ini Bukan Bedoun Karena
Melahirkan Di Indonesia
Ada dua kata yang paling sering diucapkan dan sering jadi bahan pembicaraan di Kuwait. Kedua kata tersebut seringkali berkonotasi negatif. Yang pertama, ‘Bengali‘ dan yang kedua adalah ‘Bedoun‘. Bengali adalah sebutan bagi orang orang Bangladesh dan setahu saya kata ini digunakan oleh orang orang India untuk melecehkan orang Bangladesh yang secara ekonomi memang kurang beruntung. Di Kuwait sendiri, para expats Bangladesh memang banyak bekerja sebagai domestic worker seperti tukang sampah, tukang sapu jalan dan paling gagah sebagai cleaning service di perkantoran.
.
Ih, Gemes..
Kenapa Sih Kok Susah Susah
Melahirkan Di Indonesia,
Biar Nggak Disebut Bedoun Ya
Bedoun juga sama saja kesannya sangat negatif sekali. Bedoun ini digunakan untuk menyebut orang orang Arab yang tidak punya kewarga negaraan. Istilah ini banyak dipakai di Bahrain, Kuwait, Iraq dan Uni Arab Emirates. Konon dulunya leluhur para Bedoun ini adalah suku suku di gurun yang selalu berpindah pindah tempat (Nomaden), sehingga pemerintah modern yang sekarang susah menerima mereka sebagai warga negara karena ketidak jelasan asal usulnya. Keberadaan Bedoun ini seperti duri dalam daging karena mereka terus mendesak pemerintah untuk diberi hak hak yang sama sebagai warga negara. Sebagian besar Bedoun di Kuwait berasal dari Persian/Iran dan beberapa tahun terakhir ini banyak sekali organisasi human right yang mengkritik pemerintah Kuwait dalam hal penanganan Bedoun ini yang tak kunjung beres.
.
Beberapa hak hak Bedoun yang telah dituruti pemerintah Kuwait sebenarnya sudah cukup banyak seperti dibawah ini, tetapi sama halnya dengan buruh di Indonesia, kerjaannya nuntut terus dan dituruti seperti apapun tetap saja nuntut,
.
  • Bebas biaya kesehatan
  • Bebas pendidikan di sekolah umum
  • Hak hak Kepegawaian
  • Bisa membuat Akte Kelahiran
  • Bisa membuat Akte Kematian
  • Bisa membuat Surat Ijin Mengemudi
  • Diberi  Discount Card untuk belanja kebutuhan sehari hari
  • Penanganan khusus untuk yang cacat
  • Dll
.
Tapi, ya tetap saja beda. Passport Bedoun berwarna abu abu dan passport Kuwaitis berwarna biru. Civil ID juga sedikit beda, hak hak politik juga beda dll. Lalu, bagi kita warga Indonesia di Kuwait, seringkali jadi olok olokan kalau ada kawan yang melahirkan anak di Kuwait. “Telah lahir dengan selamat putra dari bapak Bla bla dan ibu Bli Bli atas kelahiran putra Bedounnya di Ahmadi Hospital, semoga menjadi anak yang sholeh“. Jadi, mau cari jodoh Arab, lihat dulu warna passportnya.

Ke Turki Dengan e-Visa

Aya Sophia Istanbul
Jembatan Penghubung Asia
Dan Eropa
Anda ingin jalan jalan dan menginap di hotel didalam gua di Cappadocia, bermain ski di Bursa, melihat sisa kota kuno Constantinopel di Istanbul atau sekedar melihat keindahan laut Bosphorus dan Marmara di Turki ? Sekarang semakin mudah untuk bisa berkunjung ke negara tersebut. Visa On Arrival (VOA) memang telah diberlakukan bagi pemegang passport Indonesia sejak 26 Juni 2010. Tetapi sekarang lebih mudah lagi, mulai tanggal 17 April 2013, semua pemegang passport Indonesia bisa mengajukan Visa Kunjungan Wisata melalui website Kementerian Luar Negeri Turki dibawah ini.
Salah Satu Sudut Kota Istanbul
Aya Sophia – Dari Gereja, Masjid Lalu Jadi Museum
Mirip Bangunan Pabrik Gula Di Madiun
Topkapi Palace
Syarat syaratnya juga sangat mudah, yaitu hanya Passport dengan sisa masa berlaku minimum 6 bulan dan bukti tiket pulang pergi saja. Biaya Visa harus dibayar dengan kartu kredit.Visa atau Master Card. Prosesnya juga sangat cepat yaitu paling lama 24 jam saja. Visa elektronik ini akan dikirim ke e-mail, dan anda tinggal ngeprint dan menunjukkan ke petugas imigrasi di Turki. Harap diingat, e-Visa Turki ini hanya untuk tujuan Wisata atau bisnis singkat sajja. Tidak berlaku untuk tujuan kerja atau belajar. Silahkan mencoba, dan selamat berwisata ke Turki.
Baca Juga :
Kota Tua Istanbul – Dulu Constantinopel
Selat Bosphorus Yang Memisahkan Eropa Dan Asia

Visa Schengen : Verboden Voor Makelaar

Ruang Tunggu Khusus
Kedutaan Belanda Di Jln Besakih Jakarta
Pagar Tinggi Dengan
Kawat Berduri

Sudah puluhan Kedutaan Besar berbagai negara saya kunjungi terutama di Kuwait. Tetapi saat saya mengunjungi Kedutaan kedutaan di Jakarta, kesan yang saya rasakan demikian lain sama sekali. Rasanya seperti di negara yang sedang dalam keadaan perang. Pemeriksaan sangat luar biasa ketat dan setara dengan di daerah konflik seperti Irak, Afghanistan atau negara tidak aman di Afrika. Di beberapa kedutaan di Jakarta, sering yang kita jumpai pertama kali adalah barikade beton, pagar keliling kedutaan yang sangat tinggi dan kuat sekali plus kawat berduri yang mungkin saja bisa nyetrum kalau disentuh. Tentu saja kamera CCTV dimana mana. Satpam di’recruit’ dari mantan militer dengan jumlah luar biasa banyak dan cukup membuat gentar siapapun yang akan mendekat. Hanya anjing herder saja yang tidak saya lihat saat saya lewat di daerah kedutaan di HR Rasuna Said sampai Mega Kuningan beberapa hari lalu.

Staff Frelance Kedutaan
Belanda = Makelar Visa

Saat saya berkunjung ke Kedutaan Belanda di pojok Jln HR Rasuna Said – Jln Besakih Jakarta untuk mengurus Visa buat anak saya Ayu yang diundang untuk melanjutkan sekolahnya di Belanda, ternyata antrian sudah sangat panjang di trotoar jalan meskipun waktu baru menunjuk jam 08:00 pagi. Pak Satpam yang menjaga pintu gerbang sangat disiplin memeriksa satu persatu sesuai Standard Operating Prosedur kedutaan. Begitu sampai didepan pintu masuk, dengan tegas pak Satpam hanya mengijinkan Ayu saja yang boleh masuk dan saya diminta menunggu di ‘Ruang Tunggu Khusus‘ yang berjarak sekitar 50 meter dari pintu gerbang masuk, yaitu berupa warung kaki lima di trotoar jln Besakih. Untung tidak turun hujan saat itu. Rupanya, “Makelaars verboden betreden van het gebouw” atau kira kira artinya Makelar Tidak Boleh Masuk Kedalam Gedung !!!!! dan hanya yang berkepentingan saja diperbolehkan masuk.

Pencari Visa Dan Makelar

Saat saya duduk menunggu di ‘Ruang Tunggu Khusus’ inilah saya baru tahu bahwa di Indonesia untuk mengurus Visa bisa pakai jasa calo atau makelar. Di kedutaan lain di Jakarta bahkan tidak perlu datang ke Kedutaan, cukup serahkan semua syarat ke makelar maka semuanya akan beres. Untuk pengurusan Schengen Visa melalui kedutaan Belanda biayanya adalah sebagai berikut :

  • Biaya Calo/Makelar : Rp 500.000 per passport
  • Biaya Visa : EURO 60 atau sekitar Rp 650.000 per passport.
Staff Khusus Bag Visa
Makelar, Sabar Menunggu

Syarat syarat yang diminta si calo sangat lengkap sekali dan jauh lebih lengkap dibanding saat saya mengurus Schengen Visa di Kedutaan Belanda di Kuwait, yaitu :

  • Travel Insurance
  • Ticket Pesawat
  • Booking Hotel
  • Print Out Tabungan
  • Surat Keterangan Kerja Dari Perusahaan pemberi kerja.
  • Invitation Leter (bagi pelajar yang akan sekolah di Belanda)
  • Surat Pernyataan Sanggup Membiayai Anak Untuk Sekolah Di Belanda Dengan Meterai
  • Surat Pernyataan Sanggup Membiayai Keluarga Untuk Berkunjung Dengan Meterai
  • Kartu Keluarga
  • KTP
  • Dan lain lain sesukanya si Makelar.
Rasanya enak sekali jadi makelar, tugasnya gampang cuma duduk didepan Kedutaan, cari nasabah yang lewat didepan Kedutaan atau lewat telpon, memeriksa kelengkapan dokumen dan mempersilahkan masuk ke kedutaan saja. Masalah didalam kedutaan diinterview macam macam jelas urusan sendiri dan bukan tanggung jawab calo. Soal wajah dan penampilan saya, tentu tidak perlu diragukan lagi. Sudah sangat mirip Makelar dan terbukti pak Satpam tadi melarang saya masuk. Tinggal niat saja, kapan saya bisa memulai kerja gampang sebagai Makelar seperti ini. Kapan ya …..
.
.
Baca Juga :

Aku Bukan Pelarian Politik

Loket Imigrasi
Aku Bukan Pelarian Politik
Pemegang passport Indonesia bisa keluar masuk ke negara Asean tanpa Visa sama sekali mungkin semua orang sudah tahu. Tetapi tunggu dulu ….., kalau pasport anda diterbitkan di tanah air memang benar anda bebas masuk ke Brunei, Cambodia, Singapore, Malaysia, Philipine, Vietnam, Laos dan Thailand. Gratis, inilah yang namanya Free Visa. Tidak perlu proses yang rumit, langsung saja ngantri di loket imigrasi, stamp dan selesai. Tidak ditanya apapun dan malah lebih sering tidak diminta menunjukkan bukti booking hotel atau tiket kembali ke Indonesia.
 
 
 
Diterbitkan Di KBRI Kuwait

Masalah akan sedikit ribet kalau passport kita diterbitkan diluar negeri. Begitu diperiksa petugas imigrasi dan ketahuan passport diterbitkan diluar Indonesia, maka kita langsung digiring ke tempat khusus untuk diteliti lebih detil terlebih dulu. Kenapa ? karena pelarian politik, koruptor atau orang orang yang di’cekal’ ditanah air dan dicari interpol umumnya memperpanjang atau memperbarui Passportnya di luar negeri. Mereka tidak bisa pulang ke tanah air untuk memperpanjang atau memperbarui passport kalau masa berlaku passportnya kadaluarsa. Entah bagaimana cara kerjanya, yang jelas begitu passport kita dimasukkan dan digesek ke suatu alat, maka langsung bunyi alarm, tuing … tuing…. tuing ……

Sukses
Siap Menuju Amsterdam

Pemeriksaa sebenarnya tidak lama, cukup dicek ada atau tidak nama kita dalam database DPO (Daftar Pencarian Orang) setelah itu distamp dan diparaf khusus. Kira kira maksudnya ‘Bukan Nazaruddin’, ‘Bukan Gayus’ atau ‘Bukan Neneng’. Sampai satu jam setelah pemeriksaan, rasa deg degan diinterogasi tidak bisa hilang begitu saja meskipun petugas imigrasi sebelumnya meminta maaf dengan sopan sekali atas ketidak nyamanan perjalanan kita. Yo wis, saya jadi mengerti bagaimana rasa ‘was was’ para pelarian politik dan koruptor di luar negeri seperti yang sebelumnya dialami oleh Nazaruddin, Gayus dan Neneng.

Lokasi Kejadian : Changi Airport, Singapore.

Baca Juga :

Mudahnya Mengurus Visa Lebanon

Beirut – Paris Of Middle East
Pemandangan Beirut Sepanjang
Laut Mediterania

Siapa bilang mengurus Visa Lebanon sulit dan rumit. Ternyata sangat mudah sekali dan tidak perlu persyaratan yang neko neko. Cukup datang ke Kedutaan Lebonon terdekat den semuanya bisa diselesaikan hanya dalam beberapa jam saja. Tidak seperti pengurusan Visa di negara lain yang biasanya perlu waktu 4 hari sampai beberapa minggu, di Kedutaan Lebanon, khususnya Kedutaan Lebanon di Kuwait semuanya dibuat sesderhana mungkin. Lebanon memang memberi kemudahan untuk kunjungan wisata bagi siapapun juga dan tidak salah kalau Beirut dinobatkan sebagai Kota Tujuan Wisata Wajib Nomor Satu Versi New York Times 2009. Negara ini benar benar telah menggeliat kembali setelah dilanda perang saudara yang berkepanjangan beberapa tahun lalu.

Corniche Dari Kamar
Arjaan Rotana Hotel

Siapkan syarat syarat Visa sebagai berikut :

  1. Isi Form Aplikasi Visa Yang tersedia di Kedutaan Lebanon
  2. Serahkan Passport Asli
  3. Tunjukkan bukti Booking Pesawat pulang pergi atau booking Hotel di Lebanon
  4. Bayar biaya pemrosesan Visa sebesar KD 11 (kurang lebih Rp 350.000).
Untuk booking hotel, saya tidak memerlukan tour travel cukup booking langsung melalui Booking.com. Disamping praktis, pembayaran dilakukan pada saat check in di hotel dan juga bisa dibatalkan seandainya Visa ditolak.
.
.
Kehidupan Malam Beirut
Tunggu ditempat duduk yang tersedia sampai nama anda dipanggil. Passport anda akan distempel dihalaman kosong dan ditulisi bahasa Arab yang tidak saya ketahui artinya. Setelah itu dimintakan tanda tangan untuk persetujuan. Total waktu yang diperlukan tidak sampai 2 jam kalau antrian tidak panjang. Ini adalah One Day Service yang sebenar benarnya. Ambil brosur brosur tempat wisata Lebanon yang banyak tersedia di ruang tunggu kedutaan Lebanon untuk mengisi waktu daripada termenung menung nggak ada kerjaan.
.
.
Menuju Tripoli Dengan
Mobil Sewaan
Tidak usah kuatir tentang keamanan Lebanon. Negara ini aman tenteram meskipun suhu politik dengan negara tetangganya Israel sering hangat. Tidak usah takut dengan berita berita tentang masa lalu perang saudara di Lebanon, semuanya sekarang tinggal sejarah saja dan negara ini aman dan tenteram. Lebih aman di negara ini dibanding di Pasar Tanah Abang, Pasar Jatinegara atau Mangga Dua. Belum pernah saya melihat copet, tukang palak atau jambret dinegara ini. Kemana mana saya menggunakan mobil sewaan yang saya booking secara online. Agar tidak kesasar kemana mana, tentu andalan saya adalah GPS Garmin yang telah mengantar saya keliling dunia hampir 30 negara.
.
.
Tunggu Dan Baca Cerita Petualangan Berikutnya :
  • Rouche Rock (Pigeon Rock)
  • Hujan Salju Di Timur Tengah
  • Ski Resort Di Lebanon
  • Downtown Beirut
  • Beirut – Kota Sejuta Agama
  • Menjadi Milisia Di Lebanon
  • Byblos, Kota Asal Muasal Bible Dan Bibliography