Category Archives: Uncategorized

Ana Member Miya Miya

Card Keren Miya Miya
Kalau Saya Bawa Ke Indonesia Dan Saya Tunjukkan Ke
Ninik Mamak Tanggapannya ‘Wow Keren !!!’
Nama bekennya di Kuwait Miya Miya. Lokasinya ada dimana mana diseluruh penjuru Kuwait. Miya itu artinya 100 fils (pecahan logam mata uang Kuwait senilai sekitar Rp 4300). Jadi, Miya Miya itu semacam toko serba 100 fils. Tapi itu jaman dulu, sekarang barang yang dijual tidak semuanya 100 fils. Ada juga yang KD 1 sampai KD 20an. Tapi bagaimanapun juga barang yang dijual tetap murah dan meriah.


Teko Cantik Murah Dengan Model Kahas Arab
Eh, Buatan China
Ciri khas Miya Miya ini selalu tokonya berada di basement, lantai bawah tanah. Seluruh lantai basement dipakai semua untuk berjualan barang barang murah meriah. Mulai ember seng, stationary, mainan anak, perlengkapan bayi, pecah belah, bendera, emblem club sepak bola dan lain lain semuanya ada. Bisa berjam jam nggak keluar kalau sedang ‘survey’ di toko serba ada ini. Yang nggak ada cuma bumbu dapur, makanan dan buah saja.
Gelas Cantik Khas Arab Dengan Kaligrafi
Saya Kira Ayat Qur’an Ternyata Artinya ‘Papa’, ‘Mama’
‘Kakak’, ‘Adik’
Saya paling senang ‘survey‘ ke Miya Miya karena hampir semua pernak pernik rumah tangga khas Arab ada di toko ini. Dan sudah tentu harganya sangat murah sekali. Kenapa bisa sangat murah sekali ?. Karena hampir seluruhnya barang Kodian buatan China. Peralatan dapur terbuat dari seng umumnya buatan India. Hiasan gantung dan pernak pernik dekorasi rumah hasil kerajinan tangan ‘Home Industry‘ ada yang buatan China, India, Bangladesh atau Turki. Ada juga rice cooker dan termos yang tertulis buatan Jerman, tapi secara sepintas dilihat dari kwalitasnya sepertinya hasil ‘home industry‘ atau mungkin hasil prakarya pelajar sekolah menengah.
Teko Buat Kopi Arab Gahwa
Juga Buatan China
Petugas kasirnya nggak kalah dengan petugas Indomaret, Alfa atau toko toko di Indonesia. Kalau kita mau bayar selalu ditanya ‘Punya Member Card Sis?‘, ‘Sudah member Belum Sis ?‘, ‘Daftar saja member Sis nanti dapat point‘, ‘Ayo Sis cepetan ndaftar member mumpung ada discount‘. Nah, kalau didepan kasir inilah saya paling ribet. Lama sekali harus mencari kartu member dari dompet. Namanya saja emak emak, pingin keren dan kekinian juga. Isi dompet saya penuh berbagai macam Miya Miya Card, bukan Credit Card atau Debit Card.’Yuk berburu barang murah pakai Miya Miya Cardku, biar aku yang dapat point discount’.

Perkakas Dapur Arab Dari Logam Seng
Asli Buatan India Meskipun Modelnya Arab
Teko Jaman Nenek Masih Remaja
Murah Meriah
Ember Seng
Ada Tulisan ‘Nomor 1 dan Jempol ‘Like’ Di Kertas Merknya
Serba Sepuhan Emas
Khas Arab Serba Hebring
Ciri Khas Pecah Belah Arab Itu
Selalu Ngejreng Warna Emas
Tempat Bakar Kemenyan Arab Bokhur
Semua Made In Kapir China Dan India
Pecah Belah Serba Tembaga Dan Kuningan
Dari Negeri Kapir India Dan China
Warna Serba Keemasan
Antik Sekali Tempat Manasin Susu Ini
Gimana Kalau Emas Ini
Saya Taruh Di Indonesia Pasti Dikira Emas Betulan
Baki Model Mirip Kitab Al Quran
Orang Indonesia Bisa Ngamuk Kalau Melihat
Haahhh, Ini Pasti Penistaan Al Quran
Merknya Najib Tapi Asli Buatan China Kapir
Ornamennya Khas Arab
Kaligrafi Buatan China
Jangan Ngamuk Ya,Lihat Kaligrafi Huruf Arab Dipasang Di Dapur
Artinya Cuma ‘Bumbu Dapur’, ‘Tempat Sendok’ Dll
Advertisements

Mangut Lele Anaknya Mbah Marto

Mangut Lele Dimasak Dengan Kayu Bakar
Jaman Sekarang Cukup Potongan Triplek, Dan Kusen
Sudah lama sekali saya tidak ke Bantul mencicipi Mangut Lele di dusun Geneng, Sewon – Panggungharjo. Mungkin terakhir saya berkunjung sekitar 20-30 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di Yogya.  Saat itu, warung terkenal di kalangan mahasiswa Yogya, khususnya mahasiswa ISI tersebut belum punya nama, Paling para mahasiswa kalau ngajak makan ketempat tersebut hanya menyebut Mangut Lele Nggeneng saja karena lokasinya di dusun Geneng,  Saat itu, lokasi tempat makan Mangut Lele ini masih benar benar pedesaan, di dapur sebuah rumah desa dengan halaman yang luas. Mangut Lelenya masih dijajakan keliling desa sampai Bantul oleh para pedagang keliling. 

Ini Anaknya Pak Marto Yang Juga Buka Usaha
Mangut Lele Disamping Warungnya Pak Marto

Saat ini, warung ‘legendaris’ tersebut sudah sangat terkenal sampai keluar negeri berkat publikasi Internet dan medsos facebook, tweeter, instagram dll dari para ‘alumni’ pelanggannya yang telah tersebar disegala penjuru dunia dan pelanggan baru yang saat ini masih kuliah di Yogya. Pemilik sekaligus peracik Mangut Lelenya sekarang sudah tidak muda lagi. Pak Marto sudah beralih nama menjadi Mbah Marto. Dan rumahnya sekarang sangat terkenal di jagad maya dengan nama Warung Mangut Lele Mbah Marto.

Balpirik, Decolgen, Energen, Tolak Angin
Juga Ada

 

Sebenarnya, nggak ada papan nama yang secara tegas menyebut nama Mangut Lele Mbah Marto, tetapi seluruh penduduk Panggungharjo, Bantul akan langsung tahu kalau anda bertanya dimana letaknya. Jaman sekarang, cukup cari saja lokasinya pakai Google Map, Waze atau aplikasi lainnya. Untuk mencari lokasinya tidak semudah seperti jaman dulu karena saat ini disekitar rumah mbah Marto sudah berdiri banyak sekali bangunan perumahan. Harus keluar masuk gang sempit untuk bisa menemukannya. Jangan khawatir tidak ketemu, meskipun ndeso yang dulu ijo royo royo tersebut sekarang ini sudah berubah jadi perumahan kota, penduduknya masih tetap ‘khas‘ pedesaan, sangat ramah dan dengan tulus mengantar tamu sampai depan warung.
Sekarang Sudah Modern – Bisa Delivery Pakai Gojek
Lele Asap Dan Bumbu Dikemas Plastik

 

Nggak begitu banyak perubahan sebenarnya, cuma sekarang ini anaknya pak Marto juga buka warung yang sama di bekas pekarangan rumahnya yang sudah berubah jadi rumah tinggal sekaligus warung. Tata cara pemesanan dan makan di rumah mbah Marto atau anaknya sama saja, yaitu langsung masuk ke dapur, ngambil nasi sendiri dan ngambil Mangut Lele langsung dari atas tungku. Setelah itu silahkan cari tempat duduk sendiri dimanapun, bisa di dapur, di ruang tamu, di gang, dibawah tempat jemuran pakaian dan lain lain.
Delivery Yang Sudah Siap Makan Juga Ada
Pak Gojek Siap Njemput

 

Soal rasa juga mak nyus, nggak berubah sejak jaman dulu. Namanya saja warung keluarga mbah Marto, maka seluruh keluarga besarnya terlibat dalam pengasapan Lele, ngulek bumbu, melayani delivery dan lain lain. Jadi silahkan saja anda mau duduk dan menyantap Mangut Lele di rumahnya mbah Marto atau dirumah anaknya mbah Marto dijamin rasanya sama saja.
Kayu Bakar Semakin Susah Dicari
Jadi Sekarang Cukup Potongan Triplek Dan Kusen Pintu

 

Yang berbeda dengan jaman dulu, saat ini semakin susah cari kayu bakar. Jadi jangan kaget kalau yang anda saksikan di tungku hanya potongan triplek, kayu kayu bekas kusen pintu dari bongkaran rumah dan lain lain. Meskipun bahan kayunya lebih ‘modern’ dibanding jaman dulu, dijamin rasanya tetap sama saja.
Gang Masuk Ke Dapur Anaknya
Mbah Marto
Masuk Gang Ini Menuju Ke Dapur Anaknya Mbah Marto
Lurus Dikit Ke Dapurnya Mbah Marto
Sekarang Ada Tukang Parkir Meskipun
Sama Tuanya Dengan Mbah Marto
Makan Boleh Dimana Saja


Baca Juga :

Dimana Beli Baju Bekas Di London

Namanya Pasar Portabello Atau Nama Kerennya
Portobello Market, Notting Hill London
Pasar Kaki Lima Pakaian Bekas
Pembaca blog ini terdiri dari berbagai macam lapisan masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang berbeda beda. Sudah sering sekali TV di tanah air mengulas tempat tempat shopping exclusive di kota London yang sangat wah dan mewah. Kali ini saya ajak anda untuk shopping juga tapi bukan di tempat yang ‘wah’, cukup di tempat yang ‘cuih’ saja. Mari saya ajak untuk shopping baju bekas, tas bekas, ember plastik dan juga ember seng dikota London. Namanya Pasar Portobello, nama kerennya Portobello Market terletak di Notting Hill, Royal Borough Of Kensington And Chelsea. London.
PKL Bule Jualannya Juga Di Trotoar
Meja Lapaknya Sama Bututnya Dengan Lapak Di Tanah Abang
Saya nggak tahu kenapa orang Inggris menyebut dengan nama ‘Market’. Menurut saya, tempat ini tidak layak disebut Market karena isinya cuma Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berderet deret disepanjang trotoar Portobello Road. Nggak ada pasarnya sama sekali di jalan ini kecuali PKL di jalanan tadi. Hari sibuknya adalah Sabtu. Pada hari Sabtu tersebut jalanan dan trotoar penuh oleh PKL dan pembeli, akibatnya banyak sekali lapak yang maju mundur sesuka hati ditengah jalan atau menghalangi pejalan kaki ditrotoar.
Tinggal Pilih, Mau Baju Bekas Bule ?
Lapaknya Maju Ditengah Jalan
Hari biasa tidak begitu ramai, mobil masih bisa lewat di jalan Portobello ini. Tapi pada bulan Agustus, selalu ramai dan penuh sesak setiap hari karena ada Portobello Film Festival. Kalau anda tidak tertarik untuk shopping baju bekas, dijalan ini juga ada pedagang korden bekas, tas dan koper bekas bahkan ember plastik dan ember seng juga ada. Heran kan ?, bule Inggrispun ternyata cari air juga pakai ember plastik atau ember seng.
Gimana ? Tertarik Beli Baju Bekas ?

 

Lebih heran lagi, pasar barang bekas ini di brosur brosur dan majalah pariwisata dipromosikan dengan bahasa yang sangat indah sekali yaitu Antiques Market. Keren kan, baju bekas, tas bekas dan ember bekas dikatakan sebagai Barang Antik. Memang ada sih penjual barang antik beneran di Portabello Road tersebut, tapi jumlah lapaknya terlalu sedikit jika dibanding dengan jumlah lapak pedagang baju bekas.
Ini Yang Luar Biasa
Ada BH Dan Celana Dalam Bekas Dan Layak Pakai Juga
Korden Bekas Juga Ada
Jalan Diberi Garis Putih Sebagai Batas Lapak
Tapi Saat Hari Sabtu Pasar PKL Portobello Ini Ramai Sekali
Lapak Bisa Maju Ketengah Jalan
Pasar Beginian Di Indonesia Buanyak
Jual Tas Bekas Juga Ada
Semuanya Tas Sekelas PKL Tanah Abang
Tapi Ada Juga Tas KW
Tas Sekolah Sampai Koper Bekas
Dijual Di Portobello
Ember Seng, Ember Plastik Dan Tali Rafia Juga Ada
Tapi Barang Baru
Ini Barang Bekas Yang Dicat Ulang
Terlihat Seperti Baru Kembali
Sama Saja Dengan Pasar PKL Di Indonesia
Sampah Juga Banyak
Bulepun Juga Ndorong Gerobaknya Dari
Rumahnya Ke Pasar Portobello

 

Baca Juga :

Ndeso Kluthuk Truro

Pusat Kota Dan Keramaian Truro Namanya Lemon Quay
Mungkin anda belum pernah dengar nama kota TRURO. Kota kecil ini letaknya di Cornwall, England, United Kingdom. Penduduknya hanya 18.871 berdasarkan data tahun 2011. Meskipun termasuk ‘ndeso kluthuk‘, tetapi ndeso ini masuk dalam buku travel ‘501 Must Visit City‘. Seperti apa kota Truro ini akan saya tuliskan secara berseri melalui blog ini.
Namanya Saja Ndeso Kluthuk
Pusat Keramaian Ya Cuma Di Alun Alun Lemon Quay Ini
Pusat keramaian ndeso Truro ini bernama Lemon Quay, semacam alun alun kota Yogya tetapi dengan ukuran sangat kecil sekali, kira kira seluas lapangan sepak bola saja. Disekitar Lemon Quay ini ada Mark & Spencer, Primark, Cafe tempat minum minum whisky, Warung Makan dan toko toko kecil lainnya.
Bingung Juga Saya
Semua Turis Semuanya Ngumpul Di Alun Alun Ini

 

Kalau anda baca website pariwisata atau majalah pariwisata, sepertinya banyak sekali obyek wisata yang bisa anda kunjungi di Truro ini. Banyak juga website travel yang menawarkan paket paket tour ke berbagai macam nama obyek wisata yang dikemas sangat menarik. Mbelgedes !!!!!, di UK ini toko kecil saja bisa jadi obyek wisata hanya karena pernah dikunjungi John Lennon.
Lemon Quay Mulai Sepi Sekitar Jam 4 Sore
Yang bisa anda saksikan disekitar alun alun Lemon Quay, Truro ini diantaranya adalah Truro Cathedral, Cornwall Museum, Panier Market, Lemon Market dan masih banyak lagi nama nama lain yang akan saya jelaskan satu persatu dalam blog ini juga. Tapi yang paling terkenal dari kota Truro ini adalah acara tahunan Lelang Kambing, Sapi dan hasil bumi para petani. Namanya Primestock, lihat saja di youtube acara lelang kambing ini. Lelangnya dimana ?, ya jelas di alun alun Lemon Quay juga.
Truro Itu Konon Berarti Tiga Sungai
Kota Ini Dilalui Truro River, Kenwyn River Dan Allen River

 

Perlu diketahui juga, banyak sekali pasar disekitar Lemon Quay ini, tapi jangan sekali kali membayangkan Pasar Bule itu seperti di Indonesia. Dikota Truro ini, yang namanya pasar, paling cuma ada 10an lapak/kios saja. Beda sekali dengan di Indonesia dimana pasar luasnya bisa berhektar hektar. Pasar Pagi Mangga Dua, Pasar Tanah Abang, Pasar Turi Surabaya, Pasar Bering Harjo Yogya, Pasar Klewer Solo dll luasnya sebesar ndeso Truro.
Panier Market Yang Berwarna Biru
Ini Rumah Kenapa Diberi Nama Market
Ada Mark Spencer Di Lemon Quay
Banyak Tahi Burung Di Lemon Quay
Hati Hati Kalau Duduk Di Bangku
Dekat Laut Jadi Banyak Burung Camar
Bule Memang Pandai Dalam Pemasaran
Rumah Kecil Dinamakan Market
Bangku Duduk Di Lemon Quay
Hati Hati Banyak Tahi Burung
Toko Biasa
Jadi Obyek Wisata Karena John Lenon Pernah Kesini
Patung Di Lemon Quay Dan Cornwall Hall
Hotel Mannings Tempat Aku Menginap
Di Ujung Lemon Quay
Rumah Dibelakang Kotak Telpon Ini Adalah
WC Umum – Hotel Mannings
Baca Juga :

 

Lempar Receh Di Jembatan Itchen Southampton

Masuk Ke Kios Europcar Di Depan
Terminal Bus The Hard Portsmouth

 

Saya senang sekali keliling ke negara manapun nyetir mobil sendiri. Kenapa ?, karena bisa ‘blusukan’ kemanapun sesuka hati untuk menyaksikan apapun yang tidak pernah ditulis di Majalah Pariwisata. Background saya sebagai wartawati memang suka ‘blusukan’ dan bertanya mencari informasi ke penduduk lokal. Bosan saya saat membaca tulisan tulisan di website dan majalah pariwisata yang ‘Itu Itu Saja‘ dan umumnya hanya terkagum kagum keindahan. Percayalah, majalah Pariwisata atau website itu ditulis dari ‘Sudut pandang penulis yang terkagum kagum karena baru pertama kali menyaksikan‘ atau ‘Sudut pandang penulis yang dibayar khusus untuk mempromosikan obyek wisata tertentu keseluruh dunia‘.
Ruang Tunggu Sempit Hanya Tiga Tempat Duduk

 

Kali ini saya buka wawasan anda tentang UK dan saya mulai dengan cara menyewa mobil di Portsmouth. Saya pilih Europcar karena lokasinya sangat dekat sekali dengan rumah saya. Tata cara sewa mobil sama saja dan sudah pernah saya tulis dengan judul : Sewa Mobil Di UK. Cuma, kios Europcar di Portsmouth ini sangat kecil sekali dan hanya ada satu petugas receptionis dan sekitar 2 orang mechanic di belakang. Karena mobil sudah saya pilih dan book online sebelumnya, maka petugas hanya  ngecek ulang nomor Driving License dan no passport saja sebelum menyerahkan kunci mobil.
Eh Ketemu Lagi
Hi Susy, Welcome Back

 

Sebagai pemanasan, saya coba perjalanan ke Southampton. Itung itung buat  melemaskan kaki dan tangan karena mobil yang saya sewa kali ini versnellingnya Manual. Sewa mobilnya per hari relatif murah, tapi saya harus bayar tambahan Asuransi Full Risk karena nggak mau ambil resiko berurusan dengan polisi, bengkel, hospital maupun Europcar seandainya terjadi kecelakaan. Biaya lain yang harus saya bayar adalah ‘Sopir Kedua‘. Aturannya kalau sewa mobil itu hanya si penyewa yang boleh mengemudikan mobil, Untuk sopir pengganti, harus didaftarkan dan bayar.

 

Jembatan Itchen Masih Jauh
Tapi Semua Sopir Sudah Memperlambat Mobilnya
Nyiapin Duit Logam

 

Menjelang masuk kota Southampton, saya melewati Jembatan Itchen.  Mirip sekali dengan jembatan jembatan di sepanjang Pantura, khususnya jembatan di sekitar Brebes dan Tegal. Di kota Southampton ini semua sopir mobil harus memperlambat mobil untuk melempar duit logam recehan. Alat penangkap uang logamnya sangat kecil berbentuk seperti corong minyak tanah dan berwarna kuning. Hanya uang logam saja, berapapun uang logam yang anda lempar akan ditelan semua.
Memasuki Jembatan Itchen
Harus Siap Siap Melempar Uang Logam

 

Beda sekali dengan lempar receh di jembatan Brebes – Tegal. Di Brebes – Tegal, sopir nggak perlu repot melempar uang tepat sasaran. Nyantai saja, uang cukup dijatuhkan ke jalan saja sambil melaju. Ada juga alat penangkap uang di Brebes – Tegal yang pakai jaring untuk menangkap receh. Untuk jembatan dengan jenis alat penangkap receh seperti ini, sopir juga nggak perlu repot. Corong/Jaring akan otomatis mendekat ke jendela dan tinggal lempar duitnya. Bebas, nggak perlu harus uang logam, uang kertas juga bisa. Jelas kan, betapa luar biasa fleksibilitas alat menangkap receh di tanah air dibanding Southampton ?
Mirip Gate Jalan Tol Tapi Hanya Terima Uang Logam
Canggih Jembatan Brebes – Tegal
Uang Logam Dan Kertas Tinggal Dijatuhkan Ke Jalan

 

Alat penangkap receh di Itchen, Southampton ini kalah canggih dibanding alat yang sama di tanah air. Saya tidak tahu sensornya berdasarkan diameter uang logam, berdasarkan berat uang logam atau kombinasi keduanya. Yang jelas, tertulis harus bayar 60 pennies. Saya masukkan 1 Pound ditelan, 2 pound ditelan juga. Bodohnya, saya masukkan logam Rp 50 atau Rp 100 juga ditelan dan gerbang membuka  juga tanpa ada protes sama sekali. Gerbang paling kanan sendiri saya perhatikan terbuka lebar dan mobil mobil berlalu lalang tanpa ada yang bayar. Barangkali, sebelumnya ada sopir yang iseng memasukkan tissue atau tutup botol bir kedalam corong kuning penangkap recehnya.

 

Lempar Uang Logam Yang Tepat Ke Corong Kuning
Corongnya Kecil Kalau Meleset Ulangi Lagi

 

Di Brebes Jaring/Corong Penangkap Receh Semacam Ini
Lebih Besa Dan Otomatis Bisa Mendekati Sopir Tanpa Diminta
Mana Bisa Corong/Jaring Jembatan Itchen Ini Mendekati Sopir

 

Ini Nangkap Uang Receh Cara Brebes – Tegal
Sangat Fleksibel Bisa Maju Mundur Mendekati Sopir

 

Di Jembatan Tegal – Brebes
Sopir Tinggal Jatuhkan Uang Ke Jalan Raya
Di Itchen Uang Logam Harus Dilempar Tepat Sasaran

 

Baca Juga :

Terkunci Diluar Rumah Di Kota Bath

Jalan Kecil Menuju Kota Bath
Berkabut Tebal Saat Jam 16:00

 

Saya dalam perjalanan dengan mobil sewaan menuju ke rumah saya di Portsmouth, England. Jam masih menunjukkan sekitar jam 16:00 sore, tetapi langit yang semula terang benderang dan cerah tiba tiba berubah menjadi gelap dan berkabut dengan sedikit hujan rintik rintik. Kalau nekat melanjutkan perjalanan ke Portsmouth, paling 1.5 – 2 jam lagi sudah nyampai, itupun kalau langit kembali cerah setelah melalui kota Bath. Tapi, karena jarak pandang terlalu pendek, jalan licin dan sudah mendekati maghrib, maka diputuskan untuk ‘Menginap Di Kota Bath‘ saja.
Semakin Mendekati Kota Bath
Kabut Semakin Tebal Dan Jalan Mobil Semakin Merayap
Tindakan darurat yang saya lakukan adalah mencari hotel atau apartment yang murah hanya untuk transit semalam saja. Ada beberapa pilihan yang harus segera dipilih yaitu Hotel, Apartment atau Bed And Breakfast Accomodation. Nah, pilihan kita saat ini adalah BnB dan saya ublek ublek Airbnb.com dan Booking.com. Secara umum yang namanya BnB pasti lebih murah dibanding Hotel atau Apartment. Tetapi keunggulannya, umumnya lokasinya di perkampungan dan membaur dengan rumah rumah penduduk. Bisa jadi, lokasinya sangat dekat dengan obyek wisata karena BnB ini sebenarnya adalah rumah penduduk yang disewakan.
Kota Bath Pagi Hari
Ciri lain dari BnB ini biasanya Pemilik Rumah tinggal bersama dengan penyewa, misal menempati satu kamar saja atau tinggal di lantai paling bawah. Kamar lain di lantai atas semua disewakan buat tamu. Kira kira seperti Sinetron TVRI terkenal ‘Losmen‘, tamu dan pemilik bisa ketemu tiap saat. Ingat kan sinetron lama tersebut ?. Kalau  apartment, jumlah kamar yang disewakan jauh lebih banyak.
Nomer Kode Pintu Utama Dan Pintu Kamar
Dikirim Lewat E-mail
Sebenarnya Apartment dan BnB ini relatif sama, yaitu Tidak Ada Receptionist, Bell Boy dan Porter yang akan membantu membawakan barang barang anda masuk kedalam kamar. Mulai check in sampai check out semua harus dilakukan sendiri. Kalau anda booking salah satu dari dua jenis penginapan ini, maka anda akan diberi nomer kode atau password untuk membuka Pintu Utama dan pintu kamar. Kode atau passwordnya dikirim lewat email saat booking sudah confirm. Tidak semua BnB hanya menyediakan kamar kecil dan sarapan. Ada juga yang fasilitasnya lengkap seperti Apartment, yaitu dengan dapur didalam.
Tehnologi Semprul
Nggak Ada Tombol Membuka Untuk Orang Pikun
Masalah terjadi saat pagi hari. Seperti biasa, pagi hari, berada ditempat baru dan masih asing, maka kita langsung ‘Mendadak Olahragawan‘. Keluar dari rumah, clingak clinguk sebentar dan langsung jalan jalan keluar masuk kampung sambil senam pagi. Begitu pulang baru sadar, HP nggak bawa, bukti booking tertinggal didalam kamar dan Astaghfirullah Wal Ad’ziem…..Lupa Password !!! untuk membuka pintu.
Gue Tunggu Terus Siapa Kuat
Sampai Pintu Membuka Sendiri Saat Penghuni Keluar

 

Untungnya, saya menginap di Bath ini bertiga dengan anak saya yang masih tertidur pulas didalam kamar lantai atas. Jadi, cuma…..saya ulang lagi ‘Cuma !!!! nunggu satu jam saja sampai ada penghuni lain yang juga keluar berolah raga’. Begitu ada penghuni lain membuka Pintu Utama, cepat cepat saya tahan pintu agar tidak menutup kembali. Saya sapa penghuni tersebut dengan ucapan ‘Good Morning‘, ‘Thank You‘ dan ‘Senyum Manis‘ yang sengaja saya siapkan sejam lalu buat siapapun yang membukakan Pintu Utama.

 

Keren Kan, Nggak Kalah Dengan Hotel
Bintang 5
Alhamdullilah semua ‘lancar jaya’, bisa masuk sampai ke kamar. Nama baik Bangsa Dan Negara Indonesia tetap terjaga di United Kingdom. Nggak kebayang deh, kalau sampai saya melakukan kesalahan tindakan, pasti ada tetangga yang ngrasani ‘Ini Orang Dari Manaaaa ?, pagi pagi bikin gaduh, gedor gedor ngganggu tetangga. Apa nggak tahu cara bukanya pakai password‘.
Nah Ini Dinda Yang Tidur Mulu
Nggak Tahu Bapak Ibunya Terkunci Di Luar
Ada Meja Makan Kecil
Nggak Kalah B&B Dengan Hotel
Ada Dapur Juga
Jangan Dikira Hanya Apartment Yang Punya Dapur
Ini BnB Lho Bukan Hotel
Lokasi Ditengah Kota, Kwalitas Bintang 5
Tarif Losmen
Naik Turun Tangga Nggak Jadi
Masalah, Paling Cuma 3 Lantai Saja
Lokasinya Di Kampung
Ada Juga Yang Menyebut Apartment
Ternyata Banyak Juga Penginapan
Di Kampung Kampung Di Kota Bath
Sebelah Kiri Ini Adalah Pintu Utama
Yang Bisa Membuka Sendiri Tanpa Password
Setelah Saya Tungguin Satu Jam

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf – Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

 

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan ‘beol’ di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah ‘kebelet’ memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.
Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa
Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman ‘kebelet’ diluar negeri.
Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

 

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang ‘kebelet’ bisa langsung numpang toilet ke toko toko terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil ‘numpang‘ toilet ke toko toko kecil terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.
Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

 

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis ‘membilas’ sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin ‘membilas’ lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia ya, asumsi seperti ini ‘Salah Besar‘. Tidak ada satupun manusia yang ‘Superior’ termasuk masalah bau kotorannya. Percayalah…. Baunya Relatif Sama Saja !!!
Victoria Station – London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies
Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.
Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir
Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia‘.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul dilihat banyak orang.
Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC
Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.
Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

 

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

 

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn
Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat

Baca Juga :