Category Archives: Tentang Kuwait

Mudik Lebaran Expats Kuwait

Macet Di Terminal Keberangkatan
Kuwait International Airport Saat H-7

Di Indonesia kita mengenal istilah H-1, H-2, H-3, H-4 atau H+1, H+2, H+3, H+4 dan seterusnya untuk menggambarkan suasana kepadatan lalu lintas dan kesibukan terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan dan bandara beberapa hari menjelang dan setelah lebaran (hari raya Idul Fitri). Beruntung Indonesia punya ribuan  terminal bus dimana mana, stasiun kereta dan pelabuhan juga banyak dan ratusan airport di segala penjuru kota besar dan kecil diseluruh nusantara. Di Kuwait, hanya ada satu airport saja untuk transportasi keluar negara. Bus sebenarnya juga ada yang reguler menuju negara tetangga, tapi tidak segaduh airport.

Departure Gate Kuwait International Airport
Perlu Perjuangan Sendiri Untuk Bisa Masuk Bandara

Beda dengan Indonesia yang negaranya besar dan luas, Kuwait negaranya kecil sekali hanya sebesar Propinsi Bangka Belitung. Jadi penduduknya kalau pulang mudik sudah tentu keluar negeri. Dan bandaralah yang jadi tujuan utama para pemudik. Beda yang lain lagi adalah tentang orangnya. Kalau di Indonesia yang mudik adalah nasional atau warga negara Indonesia sendiri. Tapi kalau di Kuwait, yang menuh menuhin bandara saat menjelang lebaran adalah expatriate dari berbagai macam negara. Salah satunya dari Indonesia. Bisa dikatakan di bandara International Kuwait inilah kita orang Indonesia bisa reuni, melepas kangen sesama orang Indonesia yang sebenarnya tiap hari bisa ketemu di negara seuprit Kuwait..

Sepanjang Bulan Ramadhan Selalu Penuh Sesak
Sekolah Libur Dan Semua Expats Mudik

Alasan lain kenapa expatriate Kuwait pada ikut ikutan mudik meskipun tidak semuanya merayakan hari raya idul fitri  cukup banyak. Alasan yang pertama adalah Sekolah Libur. Umumnya, saat sekolah libut panjang seperti sekarang ini, anak dan istri dipulangkan terlebih dulu ke negara masing masing. Exodus ini dimulai sejak hari pertama libur sekolah (awal ramadhan). Gelombang kedua exodus mulai ramai kembali sekitar H-7.  Sebabnya karena setiap tahun libur resmi lebaran selalu sekitar 5 hari (termasuk libur weekend).  Jadi banyak karyawan di Kuwait yang hanya mengambil cuti dua hari saja sudah dapat minimum 7 hari libur untuk kumpul kembali dengan keluarga di negara masing masing.

Kalau Penuh Sesak Dan Bulan Puasa Seperti Ini
Porter Bisa Panen Raya
Kebetulan saja tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh pada bulan July, saat puncak musim panas di Kuwait. Temperatur udara diluar mencapai 50 Degree Celcius. Dengan udara sepanas ini, expats yang tidak bisa mudik kekampung halamanpun mau nggak mau banyak juga yang mencari tempat untuk ngadem diluar negeri, termasuk saya,  Saya memang mau ngadem juga, mudik tapi bukan ke kampung halaman sendiri.
Suasana Didalam Terminal Keberangkatan
Ramai Dan Susah Diatur
4 Jam lebih saya ikut ngantri berdesak desakan di bandara Kuwait dengan tujuan ke tempat paling adem terdekat. Kemana lagi kalau bukan ke Himalaya (Himachal Pradesh), India. Salju abadi di Leh, Ladakh, Manali dan Rohtang Pass akan saya sajikan buat pembaca setia blog ini dalam waktu dekat. Perjalanan darat lewat tebing dan jurang dari Chandigarh, Shimla, Manali, Rohtang Pass, Leh dan Ladakh tentu akan menjadi cerita pengalaman seru karena route ini termasuk dalam The Most Dangerous Road In The World. Tunggu tanggal tayangnya, InshaAllah.
Ngantri Bisa 2 – 3 Jam
Klesetan Di Lantai Adalah Pemandangan Biasa

 

Bandingkan Dengan Suasana Bandara Di
Indonesia – Mana Lebih Ramai
Ini Semua Orang Lho Ya
Jangan Dikira Dawet
Kalau Antrian Nggak Maju Maju
Banyak Juga Yang Sewot Dan Marah Takut Ketinggalan
Pesawat – Siapa Suruh Datang Terlambat

 

Lepas Dari Pemeriksaan Passport
Suasana Sama Saja – Uyel Uyelan

 

Rohtang Pass Himalaya India (Himachal Pradesh)
Hanya Bisa Dilalui Saat Summer Saja

 

Di Manali India Ini Saya Mau Ngadem

 

Tunggu Petualangan Saya Di Ladakh – Manali India
Melalui Blog Ini Juga

Baca Juga :

Advertisements

Pameran Pintu Kuwait

Pameran Pintu Rumah Kuwait
Di The Avenue Mall

 

Pameran rumah sudah sering saya lihat. Pameran furniture juga sering saya lihat. Tapi  kalau pameran pintu doang, saya baru pertama kali melihat di Avenue Mall Kuwait. Sudah seminggu ini berbagai macam pintu dipajang di mall terbesar di Kuwait ini. Bentuk pintu memang bermacam macam dan dengan jelas menunjukkan culture atau budaya khas setempat. Ada yang sangat kuno sekali dengan bahan kayu yang tebal dan sangat berat untuk buka dan tutup. Tetapi ada juga yang ringan tetapi dengan ornamen tempelan yang terlihat dari bahan yang sangat mahal.
Ada Yang Motif Ukirannya Njlimet
Dan Sangat Kecil

 

Bukan pintu rumah saja yang dipamerkan, tetapi pintu kandang binatang kesayangan juga ada. Untung pamerannya di Kuwait, seandainya pamerannya diadakan di Indonesia, pasti akan jadi berita heboh yang berkepanjangan, karena hampir semua pintu ada tulisan Arab. Bisa saya pastikan akan jauh lebih heboh dibanding berita Agnes Monica yang manggung menggunakan gaun bertulisan Arab beberapa bulan lalu. Masih ingat kan kehebohan ditanah air  ‘MUI Komentari Baju Berbahasa Arab Agnes Monica‘ ?
Tulisan Arab Di Gaun Agnes Monica
Jadi berita Heboh Karena Nggak Tahu Artinya

 

Isi tulisan yang tertempel di pintu sangat bermacam macam, mulai kata kata bijak, kaligrafi ayat suci Al Quran, nama pemilik rumah sampai ungkapan cinta kasih kepada seseorang dan binatang peliharaan. Tetapi ada juga yang tanpa tulisan arab sama sekali. Ada yang polos dengan gerendel dan engsel pintu yang sangat besar dan kuat dan ada juga yang warna warni dengan detail yang sangat rumit. Kalau dibawa ke tanah air dan ditanyakan ke orang Indonesia, biasanya langsung claim pintu pintu tersebut berornamen Islam. Padahal penduduk asli di Kuwait sini cuma nyebut ‘This is Kuwait Heritage that reflect the breadth and depth of the country’s architectural and artistic diversity‘. Nggak ada sedikitpun menyinggung apapun tentang agama.

 

Pintu Sangat Warna Warni

 

Semoga pintu pintu rumah dan kandang asli Kuwait ini tidak dipamerkan di Indonesia. Daripada nanti membuat kegaduhan di tanah air dan dianggap melecehkan agama seperti kasus Agnes Monica diatas lebih baik nggak usah coba coba mengadakan pameran di Indonesia. Di Kuwait sini, pintu apapun termasuk kandang onta ada tulisan arabnya dan motif ornamenya juga bergaya Arab.. Silahkan baca Doors Of Kuwait untuk melihat pintu pintu rumah Kuwait yang lain.
Ukirannya Njlimet
Pintunya Denga Ukiran Njlimet Seperti Ini
Buatan Mana Ya ?
Rumah Kuwait Semuanya Punya Pintu
Yang Besar Dan Artistik
Pintu Kandang Onta Ditulisi Kata Kata Arab
Kalau Di Indonesia Bisa Bikin Heboh
Hah, Ada Huruf Arab Di Pintu Kandang Onta
Hanya Orang Tolol Yang Menganggap Menghina Agama
Ini Pintu Dengan Kaligrafi Ayat Quran
Pintunya Sangat Kecil, Harus Merangkak Kalau Sekecil Itu
Jangan Jangan Pintu Kandang Binatang Peliharaan
Keren Pintunya
Warna Warni Dan Njlimet Ornamennya
Hiasan Pintu Bagus Bagus
Hmmm, Bagus Sekali
Pintu Kuno Rumah Kuwait

 

Melihat Isi Masjid Kuwait

Masjid Kuwait Bagus Bagus
Renovasi, Perawatan, Imam Dan Garim Masjid
Semua Dibayar Pemerintah
Baris No 1 Diberi Tembok Pemisah
Sebagai Sandaran
Suami saya pernah mengajak kawannya seorang Kuwaitis ke Indonesia. Tentu diajak keluar masuk Masjid juga saat memasuki jam shalat. Ketika ditanya kesan kesannya di Indonesia, ternyata jawabanannya cukup mengejutkan dan tidak pernah saya memikirkan sama sekali sebelumnya. Yang pertama, mereka sangat terkesan sekali dengan kotak amal yang diedarkan dari depan sampai belakang dengan cara digeser kesamping. Saat kotak amal tersebut terhalang oleh seseorang yang sedang shalat, maka rekan Kuwaitis tersebut sempat kebingungan. ‘Saya pegang kotak amal tersebut lama sekali, karena uang dalam kotak cukup banyak saya khawatir ada yang curiga. maka saya masukin saja uang kertas terus menerus sampai sebelah saya selesai shalat’. Kesan lain yang mengesankan Arab adalah tirai warna warni yang memisahkan wanita dan pria di bagian belakang atau samping. Di Masjid Kuwait nggak ada tirai pemisah dari kain korden seperti ini. Di Masjid masjid Kuwait, wanita memiliki ruang shalat tersendiri dan pintu masuk yang berbeda.
Kursi Di Dalam Masjid
Parfum Masjid

Dibandingkan dengan masjid masjid di tanah air, masjid Kuwait memang beda sekali terutama isi bagian dalamnya. Baik masjid Sunni maupun masjid Syiah di Kuwait isinya relatif sama saja. Di Kuwait populasi penduduknya kira kira 60 – 70 % Sunni dan 30 – 40 % Syiah sehingga dalam hal ‘kesasar‘ masuk ke masjid Syiah merupakan hal yang biasa. Di Kuwait tidak ada gesekan apapun antara kedua mazhab tersebut seperti halnya di tanah air. Semua tempat ibadah dibiayai negara baik untuk renovasi gedung, perawatan harian atau menggaji imam dan garim masjid. Tidak hanya masjid, gereja kristen juga sama saja dibiayai negara.

Secara umum isi masjid masjid di Kuwait adalah :

  1. Sandaran atau tembok setinggi setengah meter terletak di baris paling depan. Kebanyakan dilapisi busa empuk seperti layaknya jok mobil. Gunanya jelas untuk sandaran saat baca quran atau menunggu waktu sholat. Tidak perlu cari pilar kalau hanya untuk bersandar.
  2. Kursi, saat pertama kali masuk masjid di Kuwait saya sempat terkejut karena melihat banyak sekali kursi. Ini masjid baru saja dipakai kondangan atau apa kok banyak sekali kursi. Ternyata saya salah mengerti, kursi kursi tersebut dipakai oleh orang tua atau siapa saja yang sakit atau cacat dan kesulitan untuk rukuk dan sujud.
  3. Kulkas, surprise !!! ada coca cola, pepsi, juice buah dan air putih dingin. Boleh nggak kita minum ? Silahkan saja, semuanya gratis. Tetapi meskipun gratis, jarang sekali orang yang mengambil kecuali saat sholat maghrib ada beberapa orang yang minum didepan kulkas tersebut. Mungkin mereka puasa sunnah dan sedang berbuka puasa saat itu.
  4. Air Layak Minum. Yang nggak doyan air dingin dari kulkas juga tersedia filtered water dengan kotak stainless steel yang sangat mencolok mata. Sangat segar dan lebih sehat dibanding dengan minuman kaleng didalam kulkas.
  5. Banner Iklan. Iklan dan promosi tidak diletakkan diluar atau di halaman masjid, tetapi berada didalam masjid. Biasanya iklan belajar baca Quran atau semacamnya. Terkadang bukan berupa banner tetapi brosur kertas atau selebaran yang diletakkan diatas meja atau dibagikan saat selesai sholat. Banner ini sengaja diletakkan didalam masjid karena diluar seringkali anginnya kencang dan banyak debu gurun.
  6. Parfum Arab. Parfum khas Arab ini berwarna putih keruh merupakan campuran dari air dan wewangian dari kayu atau entah apa saya kurang tahu. Tidak lengket ditangan dan meninggalkan noda di baju, tapi baunya tidak tahan lama. Cara pakainya, semprot banyak banyak disekujur tubuh baru terasa harumnya saat keluar dari masjid.
  7. Kahwa (Kopi Arab) Dan Kurma. Tidak setiap hari ada Kahwa dan Kurma, biasanya selalu ada saat bulan ramadhan atau hari besar keagamaan saja. Yang unik, mejapun juga dimasukkan kedalam masjid untuk tempat kahwa hangat dan kurma tersebut.
Kulkas, Mau Minum Apa Coca Cola
Pepsi Atau Air Putih Dingin, Semua Gratis
Iklan Belajar Bahasa Arab Juga Gratis
Contoh Akrobat Wudhlu
Yang Banyak Dijumpai Di Masjid
Sebenarnya masih ada yang unik lagi, yaitu di tempat wudhlu. Tissuenya besar sekali dan sampah tissue banyaknya bukan main. Orang Kuwait boros sekali dalam hal menggunakan tissue untuk mengeringkan air sehabis berwudhlu. Kira kira per orang menggunakan tissue sekitar seperempat kilo sekali ambil. Dan yang paling luar biasa, semuanya bisa main akrobat, saat berwudhlu. Caranya  kaki diangkat naik wastafel.yang tingginya hampir satu meter.
Baca Juga :
Air Minum Bagi Yang Tidak Suka Dingin
Dan Banner Iklan
Tempat Duduk Di Pojok
Tempat Baca Qur’an Sambil Minum Kahwa Hangat

Passport Kuwaitis Dan Passport Bedoun

Passport Kuwait Biru
Passport Bedoun Abu Abu
Imam & Ambar
Selamat Atas Kelahiran Putranya
Yang Ini Bukan Bedoun Karena
Melahirkan Di Indonesia
Ada dua kata yang paling sering diucapkan dan sering jadi bahan pembicaraan di Kuwait. Kedua kata tersebut seringkali berkonotasi negatif. Yang pertama, ‘Bengali‘ dan yang kedua adalah ‘Bedoun‘. Bengali adalah sebutan bagi orang orang Bangladesh dan setahu saya kata ini digunakan oleh orang orang India untuk melecehkan orang Bangladesh yang secara ekonomi memang kurang beruntung. Di Kuwait sendiri, para expats Bangladesh memang banyak bekerja sebagai domestic worker seperti tukang sampah, tukang sapu jalan dan paling gagah sebagai cleaning service di perkantoran.
.
Ih, Gemes..
Kenapa Sih Kok Susah Susah
Melahirkan Di Indonesia,
Biar Nggak Disebut Bedoun Ya
Bedoun juga sama saja kesannya sangat negatif sekali. Bedoun ini digunakan untuk menyebut orang orang Arab yang tidak punya kewarga negaraan. Istilah ini banyak dipakai di Bahrain, Kuwait, Iraq dan Uni Arab Emirates. Konon dulunya leluhur para Bedoun ini adalah suku suku di gurun yang selalu berpindah pindah tempat (Nomaden), sehingga pemerintah modern yang sekarang susah menerima mereka sebagai warga negara karena ketidak jelasan asal usulnya. Keberadaan Bedoun ini seperti duri dalam daging karena mereka terus mendesak pemerintah untuk diberi hak hak yang sama sebagai warga negara. Sebagian besar Bedoun di Kuwait berasal dari Persian/Iran dan beberapa tahun terakhir ini banyak sekali organisasi human right yang mengkritik pemerintah Kuwait dalam hal penanganan Bedoun ini yang tak kunjung beres.
.
Beberapa hak hak Bedoun yang telah dituruti pemerintah Kuwait sebenarnya sudah cukup banyak seperti dibawah ini, tetapi sama halnya dengan buruh di Indonesia, kerjaannya nuntut terus dan dituruti seperti apapun tetap saja nuntut,
.
  • Bebas biaya kesehatan
  • Bebas pendidikan di sekolah umum
  • Hak hak Kepegawaian
  • Bisa membuat Akte Kelahiran
  • Bisa membuat Akte Kematian
  • Bisa membuat Surat Ijin Mengemudi
  • Diberi  Discount Card untuk belanja kebutuhan sehari hari
  • Penanganan khusus untuk yang cacat
  • Dll
.
Tapi, ya tetap saja beda. Passport Bedoun berwarna abu abu dan passport Kuwaitis berwarna biru. Civil ID juga sedikit beda, hak hak politik juga beda dll. Lalu, bagi kita warga Indonesia di Kuwait, seringkali jadi olok olokan kalau ada kawan yang melahirkan anak di Kuwait. “Telah lahir dengan selamat putra dari bapak Bla bla dan ibu Bli Bli atas kelahiran putra Bedounnya di Ahmadi Hospital, semoga menjadi anak yang sholeh“. Jadi, mau cari jodoh Arab, lihat dulu warna passportnya.

Hikmah Dari Serious Traffic Violation

Lebih Bagus Dijual Saja, Abis Kalau Mogok
Suami Pegang Setir Dan Saya Kebagian Ndorong Terus
Ini Suamiku, Ogah Turun Dan
Cuma Perintah ‘Cepat Dorong !!!”

Suami saya penggemar berat Mobil Antik, khususnya Volkswagen Beetle atau VW Kodok. Di Indonesia punya beberapa buah VW Kodok, ada satu yang masih jalan dan ada juga yang ndongkrok nggak bisa jalan. Di Kuwait, juga punya VW Kodok butut tetapi jenis New Beetle. Berapa bulan lalu laku dijual murah. Kata suami, VW New Beetle nggak bagus, nggak ada seninya sama sekali. Suamiku mau cari kodok klasik yang lebih kuno lagi.

Daripada Ndorong
Terus, Jual Saja

Tapi hari ini saya bersorak gembira sampai jungkir balik berkali kali setelah baca berita hangat di koran koran Kuwait. Rasanya perut saya jadi kencang dan langsing kembali setelah tertawa terbahak bahak sambil gulung gulung di lantai. Bisa ngebayangin nggak kalau orang gemuk tertawa terbahak bahak sampai gulung gulung di lantai, tentu lucu dan imut. Keinginan suami untuk memiliki Volkswagen Kodok butut bubar berantakan. Mulai tahun ini, mengemudikan mobil butut bisa dikategorikan Serious Traffic Violation dan bisa di deportasi langsung tanpa harus melalui pengadilan. Sama halnya dengan Ngebut melebihi 40 Km diatas batas yang ditentukan, sama juga dengan ngompreng cari muatan penumpang ilegal dan sama juga dengan melanggar lampu merah dua kali. Semuanya bisa langsung dideportasi.

Hikmah Dan Pesan Moral Buat Suami : “Sayangilah istrimu, belikan selalu mobil terbaru daripada nanti istrimu di Deportasi”

Camaro Transformer 2013
Biar Tenang Dan Aman Di Kuwait

MOI ‘Deports’ 1,285 Expats For Serious Traffic Violations 

(Klik Untuk Melihat Sumbernya)

72 Illegals Among 275 Arrested In Jleeb,
Capital Security Swoop
KUWAIT CITY, May 18: Assistant Undersecretary for Traffic Affairs at the Ministry of Interior Major General Abdul Fattah Al-Ali announced that the General Traffic Department deported 1,285 expatriates in the last few weeks for committing serious traffic violations, reports Al-Anba daily.
.

He said the department received instructions from the Deputy Premier and Minister of Interior Sheikh Ahmad Al-Humoud to deport expatriates who commit several serious traffic violations. He revealed that 1,005 vehicles, most of which were of models prior to 1985, were referred to scrap as they were not considered safe for driving. (Arab Times)Baca Juga :

Hantu Pemalas Di Kuwait

Kuburan Arab – Setelah Jenasah Dikubur
Berarti Urusan Dengan Dunia Berakhir
Nggak Ada Atap Dan Pohon
Kamboja – Para Hantu Jadi
Malas Keluar
Di Indonesia, semuanya serba enak. Penduduknya saja yang suka mengeluh dan tidak pernah mensyukuri kenikmatan kenikmatan yang diberi oleh Yang Maha Kuasa. Bayangkan, orang mati saja kuburannya dibuat bak istana. Batu nisan dibuat mewah dan berukir dan diberi atap yang teduh. Tidak lupa ditanam juga pohon Kamboja sebagai penghias kuburan. Tidak hanya itu saja, keluarga juga masih sering mengunjungi dan baca doa di Kuburan atau mengadakan acara Tahlilan 7 Hari, 100 Hari dan 1000 Hari. Gimana nggak manja, kuburan sejuk beratap, ada meja dan kursi di makam dan dengan angin sepoi sepoi menerpa pohon Kamboja. Hebatnya lagi, dibuatkan  lagu pula dengan judul ‘Menanti Dibawah Pohon Kamboja’ yang cukup populer dibawakan Teti Kadi tahun 70an atau Rani akhir akhir ini.


Kuburan Ditengah Kota
Kalau Di Indonesia Sudah
Jadi Mall
Di Kuwait dan negara Arab sekitarnya, yang namanya kuburan tidak ada satupun yang ditembok beton seperti di Indonesia. Tidak ada juga bekas bekas bunga kering sebagai tanda ada orang yang datang untuk  ‘nyekar’. Kalau seseorang mati, maka semua harus ikhlas. Keluarga yang ditinggal tidak berlama lama bersedih. Mulai detik dimana jasad dikubur sampai seterusnya adalah urusan dengan Sang Pencipta. Tidak ada cerita hantu pocong yang keluyuran kemana mana karena panas tidak ada pohon  kamboja sebagai peneduh. Juga tidak ada cerita hantu pocong yang santai duduk duduk disekitar makam. Hantu iseng mengganggu orang lewat tengah malam juga tidak ada. Hantu Kuwait sangat pemalas, tidak pernah menampakkan diri seperti di tanah air.


Kaya Atau Miskin Kuburannya Sama Saja
Beda dengan  Kuburan San Diego Hills Karawang
Beda Sekali Dengan Kuburan
Di San Diego Hills IKarawang
Jadi kesimpulannya, enak sekali mati dan jadi hantu di Indonesia. Setiap saat ditengok keluarga, Makam ada yang membersihkan. Siang hari bisa menikmati semilir angin dibawah pohon kamboja, Malam hari nongkrong dan duduk duduk bersama teman di kuburan, kalau lagi suntuk ngganggu cewek lewat dan kalau ada shooting film ‘Hantu Pocong’, ‘Kuntilanak’ atau film hantu semacamnya bisa numpang lewat jadi figuran. Tapi ada juga nggak enaknya. Jadi hantu di Indonesia selalu was was digusur karena tanah makam akan dijadikan Mall. Di Kuwait, kuburan tetap dipertahankan meskipun letaknya di tengah kota. Berdampingan dengan Mall dan terletak di pusat kota juga tidak membuat para pengusaha ngiler untuk menggusur dan menjadikan tempat usaha komersial.


Baca Juga :

Penghargaan Kuwait Untuk Jompo

Mobil Gratisanku
Chrisler 300C 5.7L HEMI V8 Engine 5 Speed Autostick
With Electronic Throtle Control
Di Indonesia Mana Mungkin
Ada Yang Memberi Luxury Car
Gratis Setiap 2 Tahun Sekali

Di Indonesia, usia pensiun pegawai hanya 56 tahun saja. Setelah itu layak masuk Panti Jompo meskipun fisik dan kesehatan masih sangat baik. Akibatnya, Harapan Hidup penduduk Indonesia relatif lebih pendek dari negara lain karena umumnya setelah pensiun, nganggur lalu cuma nunggu mati saja dan tidak ada aktifitas hari tua yang berarti. Hal ini bisa dimaklumi karena penduduk Indonesia sangat banyak sekali, dan regenerasi di perusahaan perusahaan dan kantor kantor pemerintah harus jalan terus. Sangat berbeda sekali dengan Kuwait dimana penduduknya hanya 1.2 Juta (Nasional) dan 2 Juta (Orang Asing). Karena penduduknya sedikit inilah maka pemerintahnya pontang panting menjaga keberlangsungan industrinya.

Tas Batik
Satu Satunya Identitasku

Di Kuwait, usia pensiun semua pegawai 65 Tahun. Tetapi, ada beberapa profesi yang usia pensiunnya sampai 75 tahun seperti Imam, Dokter dan Pengajar. Aturan usia pensiun ini sudah ada sejak dulu, tetapi baru beberapa hari lalu dibakukan oleh parlement Kuwait. Berita lengkapnya bisa anda baca melalui artikel di Arab Times dibawah ini. Dan terasa sedap sekali karena aturan usia pensiun tersebut disahkan bersamaan dengan pengesahan peraturan tentang Pemutihan Hutang bagi warga Kuwait. Baca link berita aslinya di Arab Times pada link dibawah.

Tas Batik Yang  Aku Harapkan
Bisa Mengankat Derajat
Wanita Indonesia

Itulah sebabnya kenapa banyak sekali pensiunan dari Indonesia dan negara negara lain yang saat ini berkiprah di Kuwait. Secara ilmu dan pengetahuan jelas sangat mumpuni karena pengalaman kerjanya sangat panjang. Dilihat dari kesehatan, tidak perlu diragukan lagi dan berani bersaing dengan yang muda muda. Pemerintah Kuwait melakukan seleksi ketat  kesehatan bagi siapa saja yang ingin bekerja dan menjadi residence Kuwait. Para ‘Sesepuh’ ini memang orang orang ‘Terbuang’ yang tidak dihargai lagi di tanah air. Tetapi mereka adalah Tenaga Profesional yang diharapkan bisa menggerakkan roda industri di Kuwait. Mereka sangat diperlukan dan dihargai. Red Carpet terbentang lebar untuk mereka.
Inilah juga salah satu alasan kenapa saya rajin diet dan olahraga. Siapa tahu kan, diberi usia panjang meskipun saat ini masih imut dan jauh dari usia pensiun, apalagi usia pensiun Kuwait.

BILL UPS PUBLIC EXPAT, KUWAITI RETIREMENT AGE TO 65 



MPs Pass Personal Debt Relief Law

KUWAIT CITY, April 3: The National Assembly passed on Wednesday the citizens’ debt relief bill in its second deliberation. The bill establishes a state-financed Family Fund, amounting to an estimated KD 744 million, to purchase citizens’ loans from traditional banks, waive the interest and reschedule repayments.

 

The bill was referred to the government for implementation following a majority vote, with 50 voting for, four against and three abstaining from the vote.

 

“I hope we have permanently closed this file, and we look forward to the continuation of cooperation with the Assembly to the fullest extent,” said HH the Prime Minister Sheikh Jaber Al-Mubarak Al-Sabah.

 

The bill is aimed towards settling debts before March 30, 2008 that are deemed to have been incurred due to overcharged interests by local banks and lack of supervision by Kuwait’s Central Bank. Following the first deliberation on the bill, the executive and legislative authorities had also agreed to exclude loans taken from Islamic banks and institutions as well as citizens partaking in previous defaulters’ funds.

 

However, according to recent amendments to the bill, local banks will be obligated to refund the overcharged interests to citizens. The overcharged interests are interests charged more than four percent above the discount rate.

 

According to the Finance and Economic Affairs Committee Chairman MP Yusuf Al-Zalzalah, the debt relief plan benefits 47,444 Kuwaiti citizens and require the government to pay KD 744 million. The benefiting citizens can repay their interest-free loans to the fund in installments over a period of 15 years, not exceeding 40 percent of their monthly income.

 

The first article of the law states, “Creates a fund called the Family Support Fund, under the Ministry of Finance, to purchase the outstanding sums, minus interest, of consumer and installment loans — for all citizens who wish to do so — granted by traditional [non-Islamic] banks and investment companies that fall under the jurisdiction of the Central Bank.”

 

The second article states, “The Central Bank is to provide to the fund a statistical report of all the outstanding sums outlined in Article 1”.
Furthermore, Article 3 was amended to allow for citizens who wished to apply for a settlement a four month time frame from the passing of the law, rather than two, as proposed by MPs Masouma Mubarak and Adnan AbdulSamad.

 

Moreover, the remainder of the debt (minus interest) will be repaid to the Ministry of Finance over a period of their own discretion, up to a maximum of 15 years. The fund will be financed using the budget surplus.

 

Further, the second deliberations leading up to the approval of the bill saw questions raised by various MPs over certain details which are not addressed by the law, as it currently stands.

 

Most notably, the question of the exclusion of Islamic banks arose, and in particular what would become of those who had taken loans from traditional banks, which were later transformed to Islamic banks, but still uphold the interest rates of previous loans.

 

Further, MP Masouma Mubarak, as well as various other MPs questioned whether the law provides a core resolution to the problem, or only a partial one, and whether the banks and the Minister of Finance would be sanctioned for raising interest rates.

 

Additionally, the MPs questioned whether defaulters would be included under the bill, and whether the bill as it stands benefits the correct people, raising questions that are to be addressed in the executive regulations.

 

Moreover, an altercation arose when Adnan AbdulSamad accused the government of trying to pass amendments as though they were original articles, without first gaining the Assembly’s approval.

 

Meanwhile, the Assembly passed a draft law decree to establish a Supreme National Elections Commission, which will supervise and set the standard for all future parliament and municipality elections, as well as amendments to the Elections Law pertaining to the criteria of candidacy. The bill was approved by 40 MPs, rejected by three, with the abstention of eight MPs.

 

According to the law, candidate registrations fees have increased from KD 50 to KD 500 “to ensure the sincerity of the candidate.” The commission could also potentially reject the candidacy of citizens they believe are unfit to contest, mainly those who are convicted by law of any criminal offence or misdemeanor.

 

Furthermore, the National Assembly also approved a number of laws but postponed deliberations on the formation of the Public Authority for Expatriate labor for more negotiations between the legislative and executive authority within panel meetings.

 

An amendment to the Civil Service Law was approved in the first and second reading which increases the retirement age of Kuwaitis and expatriates to 65 years of age. This is apart from certain professions such as doctors, imams and teachers whose services will end at 75 years of age.

 

By: Joana Saba and Nihal Sharaf Arab Times Staff
 
Baca Juga :