Category Archives: Tempat Makan Dan Restaurant

Rahasia RM Seafood Paling Laris Kuwait

Namanya Dampa Feast Seafood Restaurant
Restaurant Philipine Dengan Penyajian Ala Arab
Ada sesuatu yang cukup mencengangkan dan susah untuk dipercaya kalau anda sedang jalan jalan di City Center Kuwait. Disudut paling pojok dan tersebunyi, tepatnya di lantai foodcourt yang sewa tempatnya kemungkinan paling murah sendiri, ada berpuluh puluh orang Arab yang sabarnya minta ampun. Ada yang berdiri tegak hampir dua jam tidak bergerak, ada yang mondar mandir setiap 15 menit datang kembali dan ada juga yang duduk seadanya dimanapun didepan Dampa Feast Seafood Restaurant. Susah dipercaya, mereka semua ngantri makan.
Pengumuman Untuk Reservasi
Luar Biasa, Bisa Reservasi Sebulan Didepan
Dampa Feast Seafood Restaurant ini sebenarnya adalah restaurant Philipina. Di Kuwait banyak restaurant seafood dengan nama Dampa, mungkin Dampa adalah nama daerah, desa atau kota di Philipina. Kira kira semacam Seafood Lamongan, Soto Madura, Nasi Padang Kapau dll. Tapi entah kenapa rumah makan yang di City Center ini ramainya bukan main dan sampai harus booking meja sebulan sebelumnya.
Sabar Ngantri
Rata Rata Pengunjung Go Show Karena Pingin Tahu
Saya mencoba ‘Go Show‘, tanpa reservasi sebulan sebelumnya seperti yang disarankan. Ternyata bisa juga dan semua orang kebanyakan ‘Go Show‘ juga. Dua jam waktu yang diperlukan untuk ngantri saja. Untung pelayanannya sangat cepat sekali. Bagian kebersihan, tukang masak dan pelayan yang menjajikan sangat profesional sekali. Begitu duduk dimeja, langsung pesanan datang. It’s Magic…., belum ngomong mau pesan apa tahu tahu seafood yang sedang kita pikirkan sudah datang dan disajikan dengan cepat.

 

Kasihan Yang Wanita 2 Jam Ngantri Berdiri
Laki Laki Bisa Klesetan Di Lantai

 

Memang berbeda restauran ini dibandingkan dengan restauran seafood lainnya. Sentuhan budaya Arab sangat kental sekali. Cara menyajikan makanan mengikuti cara Arab. Yang pertama dilakukan pelayan adalah menggelar plastik diatas meja. Lalu nasi satu baskom dan seafood satu baskom dituangkan diatas plastik/meja. Dan terakhir baskom dikoreti dengan tangan sampai bersih. Nggak ada piring, nggak ada juga sendok, garpu atau wastafel buat cuci tangan, tapi disediakan sarung tangan plastik. Semua yang tersaji dimeja dimakan bersama sama. Cukup seru kalau berombongan, makan bersama satu meja berisi 4 – 6 orang.

 

Setiap 15 Menit Harus Ngecek Sudah
Nomor Urut Berapa ?
Yang paling asyik dan paling menarik adalah saat menuangkan nasi dan seafood keatas meja. Kuah seafood di baskom dan sisa nasi di baskom semua dikoreti sampai bersih dengan tangan oleh pelayan laki laki. Langsung saya terbayang, laki laki kalau pipis selalu berdiri dan pegang ‘barang‘nya. Habis pipis, tangan nggak dicuci langsung dipakai buat ngoreti kuah seafood dan nasi dari baskom. Inilah sebenarnya rahasia kenapa restauran ini sangat laris dan banyak dikunjungi para wanita. Enak memang seafoodnya apalagi sensasi saat membayangkan rahasia kesuksesannya.

 

Ada Yang Protes, Kok Ada Yang Nyelonong Masuk
Oooh Ternyata Sudah Reservasi Sebulan Lalu

 

Yang Sudah Bisa Masuk Bangganya Bukan Main
Senyam Senyum Ngejek Yang Masih Berdiri Diluar

 

Maaf, Meja Mau Digelar Plastik
Semua Handphone Harus Disingkirkan Dari Meja Ya

 

Plastik Digelar Diatas Meja

 

Nasi Dan Seafood Dituangkan Dari Baskom
Keatas Meja

 

Nasi Dan Seafood Diobok Obok
Pakai Tangan Saat Menyajikan Dan Merapikan
Makanan Yang Telah Tersaji Di Meja

 

Siap Dimakan Bersama

 

Tidak Ada Wastafel Buat Cuci Tangan
Makan Cukup Pakai Sarung Tangan Plastik
Ibu Ibu Pelanggan Dampa Seafood

Baca Juga :

 

Advertisements

Berbagi Trotoar Di Kuwait

Pedestrian Di Marina Walk
Pejalan Kaki Dan Pesepeda Bisa Berbagi Tempat
Orang Indonesia itu Egois. Tidak ada yang menyadari sejak balita sudah dididik dan diajari untuk egois. Tanyakan saja ke anak anak atau siapapun disekitar anda, ‘Trotoar itu untuk apa dan untuk siapa ?‘, Jawabnya bisa saya tebak dan semua akan sama, yaitu  ‘Untuk jalan kaki dan hanya untuk Pejalan Kaki‘. Itulah sebabnya kalau ada yang bukan pejalan kaki tapi nangkring atau lewat di trotoar maka banyak pengguna trotoar di tanah air yang marah marah.
Di Ahmadi Kuwait, Pesepeda Di Kiri Dan
Pejalan Kaki Di Kanan
Di Kuwait, masyarakatnya lebih bisa berbagi dan bertoleransi. Yang namanya trotoar dipakai bersama pejalan kaki dan pesepeda. Di beberapa tempat juga ada pedagang es krim atau minuman ringan juga. Pejalan kaki akan berjalan disebelah kanan trotoar dan pesepeda akan mengayun sepedanya di sebelah kiri trotoar. Aturan ini tidak mutlak harus diikuti karena baik pejalan kaki maupun pesepeda bisa saling bertoleransi. Kalau pejalan kakinya sedang disebelah kiri maka pesepeda akan mendahului dari kanan. Pokok saling enaklah, terserah masing masing asal sopan, tidak ugal ugalan dan jangan sampai nubruk saja.
Nggak Ada PKL Dan Sepeda Motor Di Trotoar Ahmadi
Hanya Sepeda Dan Pejalan Kaki
Karena sifat egois dari lahir inilah maka di Indonesia banyak sekali lahir komunitas, ormas atau apapun yang bertindak anarkis, mau menangnya sendiri dan sweeping pengguna trotoar dengan anggapan tindakannya benar sesuai peraturan. Padahal peraturannya dibuat oleh pejabat yang sebenarnya sudah terbentuk sifat egois sejak bayi. Sami Mawon. Lihatlah trotoar di jalan jalan di Kuwait pada gambar dibawah ini. Terlihat begitu adem dan ayem nggak ada yang ribut antara sesama pengguna trotoar.
Di Indonesia Harus 4 Gambar
Pejalan Kaki, Sepeda, Sepeda Motor Dan PKL
Di negara lain kebanyakan juga sama saja. Trotoar bukan monopoli milik pejalan kaki saja. Biasanya, diberi penanda batas yang jelas baik berupa garis putih atau dibuat warna lantai yang berbeda. Misal warna lantai merah untuk pesepeda dan hitam atau abu abu untuk pejalan kaki. Contohnya di Belanda seperti gambar dibawah ini.
Ini Di Belanda. Jalur Sepeda Lebih Lebar Karena Lebih
Banyak Sepeda Dibanding Pejalan Kaki
Jadi jelas ya, kenapa banyak sekali pejalan kaki di tanah air marah marah karena kenyamanannya terganggu saat menggunakan trotoar lalu diupload di facebook, youtube dan tweeter ?. Sampai saat ini dan sudah ribuan trotoar saya lewati di berbagai negara, belum pernah saya menyaksikan ada orang marah marah karena tidak mau berbagi trotoar dengan pengguna lain. Tidak pernah juga saya menyaksikan tanda peringatan trotoar yang begitu egois seperti di Indonesia : ‘Trotoar Hanya Untuk Pejalan Kaki‘, apalagi kalau sampai ditulis seram ‘Nubruk Benjut‘. Hiii serem dan sadis.
Trotoar Di Ahmadi Kuwait
Sesama Pengguna Trotoar Memang Seharusnya
Bisa Saling Menghormati
Pesepeda Harap Pelan
Di Scientific Center Kuwait

 

Bisa Jogging Dan Bersepeda Sambil
Menikmati Semilir Angin Arabian Gulf
Jalur Kiri Untuk Pejalan Kaki
Yang Kanan Untuk Pesepeda
Kucing Juga Boleh Lewat
Jalan Jalan Sore Sambil Olah Raga
Duduk Duduk Memandang Laut Juga Bisa
Pesepeda Juga Bebas Dan Bersatu Berbagi Tempat
Yang Sama
Meskipun Sepeda Harus Di Kiri
Tapi Nggak Masalah Juga Kalau Jalan Di Kanan
Biasanya Disudut Ini Ada PKL Jualan Es Cream
Dan Minuman Ringan Dingin
Bisa Jalan Jalan, Jogging, Lari
Dan Bisa Juga Bersepeda
PKL Nggak Banyak Umumnya Jual Minuman
Pelan Pelan
Kalau Di Indonesia Tulisannya ‘Nubruk Benjut’
 

 

Cengkir Heritage Resto And Coffee

Cengkir Heritage Resto And Coffee
Jln Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta
Saya sedang menginap di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta saat itu. Tetapi suasana dihotel tidak nyaman sama sekali karena kedatangan tamu Kapolri Tito Karnavian beserta rombongan dan pengawal pengawalnya. Dimana mana disegala sudut hotel penuh polisi, ada yang joget Poco Poco di kolam renang, ada juga yang pakai batik tapi bawa HT ngawasi orang yang keluar masuk. Kapolrinya cuma satu tapi yang ‘sowan’ ke Hotel lebih dari satu batalyon, 4 hari nonstop siang pakai seragam polisi lengkap dan malam pakai batik joget Poco Poco.

 

Nasi Ngambil Sendiri Di Dapur
Ada Dua Kukusan Berisi Nasi Putih Dan Nasi Merah
Karena suasana di hotel tidak seperti normalnya hotel, maka saya cari suasana yang lain daripada yang lain. Nah akhirnya ketemu juga tempat nyantai sambil leyeh leyeh ngopi, makan dan ngemil. Namanya Cengkir Heritage Restaurant And Coffee. Lokasinya sekitar 2.5 Km dari hotel Hyatt Regency, tepatnya di Jl Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta. Ini restaurant ndeso yang terletak di ndeso dengan menu makanan rumahan ala ndeso juga.
Nasi Merah Dan Nasi Putih
Hangat Kepul Keput Ngambil Sendiri Di Dapur

 

Karena restaurant ini di Yogya, maka ‘style’nya seperti warung mahasiswa. Nasi ngambil sendiri didapur, lauk milih dan ngambil sendiri di meja lalu lapor ke kasir untuk dihitung dan bayar. Setelah itu baru cari meja untuk menyantap makanan. Kalau anda pernah jadi mahasiswa di Yogya, pasti tidak akan asing lagi dengan cara bayar menunjukkan lauk dan piring seperti ini.
Ada Sop Kampung, Jangan Bening, Sayur Lodeh
Lauknya Tahu, Tempe, Telor Dadar
Malam hari, restaurant ini semakin ramai untuk ngopi dan leyeh leyeh. Suasana ndeso dengan lampu kerlap kerlip ala kadarnya membuat tamu semakin banyak yang datang. Soal rasa masakannya menurut saya tidak terlalu istimewa, benar benar masakan rumahan seperti yang sering kita nikmati sehari hari. Harganyapun juga normal dan cenderung ke ‘harga mahasiswa’. Silahkan datang dan mencoba sendiri kalau anda sedang di Yogya.
Dapur Ndeso Aroma Ikan Gorengnya
Harum Dan Bikin Lapar
Lokasinya Masih Ndoso
Belum Banyak Rumah Disekitarnya
Tempat Parkirnya Sangat Luas
Batas Desa Ngaglik Didepan Restaurant
Banyak Sepeda Motor
Berarti Pengunjungnya Kebanyakan Mahasiswa
Dekorasi Ndeso Didepan Restaurant
Makan Dulu Ya
Meja Dan Kursinya Jadul Semua
Pendopo Restaurant Baru
Sepertinya Restaurant Masih Berkembang Terus
Kalau Malam Ramai Mahasiswa Mahhasiswi
Ngopi Sambil Nyantai
Menjelang Malam Suasan Ndeso
Semakin Menarik

 

Baca Juga :

Mangut Lele Anaknya Mbah Marto

Mangut Lele Dimasak Dengan Kayu Bakar
Jaman Sekarang Cukup Potongan Triplek, Dan Kusen

Sudah lama sekali saya tidak ke Bantul mencicipi Mangut Lele di dusun Geneng, Sewon – Panggungharjo. Mungkin terakhir saya berkunjung sekitar 20-30 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di Yogya.  Saat itu, warung terkenal di kalangan mahasiswa Yogya, khususnya mahasiswa ISI tersebut belum punya nama, Paling para mahasiswa kalau ngajak makan ketempat tersebut hanya menyebut Mangut Lele Nggeneng saja karena lokasinya di dusun Geneng,  Saat itu, lokasi tempat makan Mangut Lele ini masih benar benar pedesaan, di dapur sebuah rumah desa dengan halaman yang luas. Mangut Lelenya masih dijajakan keliling desa sampai Bantul oleh para pedagang keliling.

Ini Anaknya Pak Marto Yang Juga Buka Usaha
Mangut Lele Disamping Warungnya Pak Marto

Saat ini, warung ‘legendaris’ tersebut sudah sangat terkenal sampai keluar negeri berkat publikasi Internet dan medsos facebook, tweeter, instagram dll dari para ‘alumni’ pelanggannya yang telah tersebar disegala penjuru dunia dan pelanggan baru yang saat ini masih kuliah di Yogya. Pemilik sekaligus peracik Mangut Lelenya sekarang sudah tidak muda lagi. Pak Marto sudah beralih nama menjadi Mbah Marto. Dan rumahnya sekarang sangat terkenal di jagad maya dengan nama Warung Mangut Lele Mbah Marto.

Balpirik, Decolgen, Energen, Tolak Angin
Juga Ada

 

Sebenarnya, nggak ada papan nama yang secara tegas menyebut nama Mangut Lele Mbah Marto, tetapi seluruh penduduk Panggungharjo, Bantul akan langsung tahu kalau anda bertanya dimana letaknya. Jaman sekarang, cukup cari saja lokasinya pakai Google Map, Waze atau aplikasi lainnya. Untuk mencari lokasinya tidak semudah seperti jaman dulu karena saat ini disekitar rumah mbah Marto sudah berdiri banyak sekali bangunan perumahan. Harus keluar masuk gang sempit untuk bisa menemukannya. Jangan khawatir tidak ketemu, meskipun ndeso yang dulu ijo royo royo tersebut sekarang ini sudah berubah jadi perumahan kota, penduduknya masih tetap ‘khas‘ pedesaan, sangat ramah dan dengan tulus mengantar tamu sampai depan warung.
Sekarang Sudah Modern – Bisa Delivery Pakai Gojek
Lele Asap Dan Bumbu Dikemas Plastik

 

Nggak begitu banyak perubahan sebenarnya, cuma sekarang ini anaknya pak Marto juga buka warung yang sama di bekas pekarangan rumahnya yang sudah berubah jadi rumah tinggal sekaligus warung. Tata cara pemesanan dan makan di rumah mbah Marto atau anaknya sama saja, yaitu langsung masuk ke dapur, ngambil nasi sendiri dan ngambil Mangut Lele langsung dari atas tungku. Setelah itu silahkan cari tempat duduk sendiri dimanapun, bisa di dapur, di ruang tamu, di gang, dibawah tempat jemuran pakaian dan lain lain.
Delivery Yang Sudah Siap Makan Juga Ada
Pak Gojek Siap Njemput

 

Soal rasa juga mak nyus, nggak berubah sejak jaman dulu. Namanya saja warung keluarga mbah Marto, maka seluruh keluarga besarnya terlibat dalam pengasapan Lele, ngulek bumbu, melayani delivery dan lain lain. Jadi silahkan saja anda mau duduk dan menyantap Mangut Lele di rumahnya mbah Marto atau dirumah anaknya mbah Marto dijamin rasanya sama saja.
Kayu Bakar Semakin Susah Dicari
Jadi Sekarang Cukup Potongan Triplek Dan Kusen Pintu

 

Yang berbeda dengan jaman dulu, saat ini semakin susah cari kayu bakar. Jadi jangan kaget kalau yang anda saksikan di tungku hanya potongan triplek, kayu kayu bekas kusen pintu dari bongkaran rumah dan lain lain. Meskipun bahan kayunya lebih ‘modern’ dibanding jaman dulu, dijamin rasanya tetap sama saja.
Gang Masuk Ke Dapur Anaknya
Mbah Marto
Masuk Gang Ini Menuju Ke Dapur Anaknya Mbah Marto
Lurus Dikit Ke Dapurnya Mbah Marto
Sekarang Ada Tukang Parkir Meskipun
Sama Tuanya Dengan Mbah Marto
Makan Boleh Dimana Saja


Baca Juga :

Kerlap Kerlip Heater Di Musim Dingin

Komplek Restaurant Al Bidaa

 

Bulan Desember – January adalah puncak musim dingin di Arab, khususnya Kuwait. Tetapi saat musim dingin seperti inilah dimana mana disegala penjuru kota, pemandangan terlihat sangat cantik dan menarik. Terutama malam hari, semua restaurant terlihat ramai dan indah karena kerlap kerlip cahaya dari Heater. Pengunjung restaurantpun juga terlihat ramai dan lebih banyak memilih meja diluar dibanding meja didalam gedung. Seluruh kota terasa berubah dibanding saat musim panas, dimana mana tampak geliat Restaurant Outdoor.
Heater Gas Di Sea View Restaurant Complex

 

Heater atau pemanas udara di Kuwait umumnya mirip Kompor Gas LPG dengan ukuran yang jauh lebih besar. Setiap ada pengunjung datang dan memilih meja outdoor, maka heater segera didekatkan ke meja dan pelayan restaurant terlihat sibuk menyalakan ‘Kompor Gas‘ raksasa tersebut. Karena heater tersebut untuk diletakkan outdoor, maka bentuknya bermacam macam dan sangat artistik. Menambah indah pemandangan restaurant restaurant di Kuwait.
Heater Menambah Suasana Restaurang Begitu
Syahdu Dan Romantis (Lokasi Sea View restaurant Complex
Kuwait memang akhir akhir ini banyak sekali berdiri komplek komplek restaurant. Di sepanjang pantai Arabian Gulf antara Fahaheel – Mahboula – Messila saja ada sekitar 10 komplek restaurant. Misal : Spoon, Light, Miral, Sea View, Sidra, The Village dll, masing masing terdiri dari 5 – 10 restaurant. Orang Kuwait memang suka belanja, njajan dan makan enak. Termasuk saya juga.
Sea View Restaurant
Heaternya Seperti Obor Raksasa
Di Souq Mubarakeeyah juga banyak restaurant tenda, sudah tentu outdoor. Kalau musim panas baling baling besar menyemprotkan kabut air. Tetapi kalau musim dingin seperti sekarang ini, setiap meja dipasangi heater pemanas. Bedanya, heater di pasar Mubarakeeyah ini bukan ‘Kompor Gas‘ raksasa tapi Heater Listrik. Meskipun letaknya ditengah pasar, tapi kalau malam hari cahaya heater terlihat sangat romantis. Cuma, karena warung tenda tradisional, maka menu masakan di pasar Mubarakeeyah ini hanya Arabic Food.
Sea View Restaurant Complex
Ada Sekitar 7 Restaurant
Jadi, kalau anda punya kesempatan datang ke Kuwait saat musim dingin, sempatkan barang sejenak untuk menikmati pemandangan indah kerlap kerlip heater pemanas udara di berbagai macam restaurant outdoor dimanapun disegala penjuru Kuwait. Terutama disepanjang pantai Arabian Gulf antara Fahaheel, Mahboula, Messila sampai Kuwait City. Hanya bisa dinikmati saat musim dingin saja.
Heaternya Bagus Kan ?
Api Menyala Dari Heater
Bahan Bakarnya Gas
The Village Restaurant Complex
Mau Italian Resto, Turkish Resto, Lebanese Resto,
Burger Resto, Crepes Resto Semua Ada
Heater Gas Dibelakang Mati Sendiri
Kalau Suhu Udara Sudah Cukup Hangat
Heater Gas Di Komplek Restauran
The Village, Modelnya Beda Beda
Suasana Romantis Diterangi Cahaya Heater Listrik
Di Souq Mubarakeeyah
Heater Listrik Ini Panasnya Bukan Main
Kebab Dan Qobus Souq Mubarakeeyah Memang Enak
Suasana Tempat Makan Di Souq Mubarakeeyah
Satu Meja Satu Heater
Makan Malam Diterangi Sinar Dari Heater
Di Souq Mubarakeeyah Kuwait

Restaurant Diatas Tandon Air Kuwait

Di Kuwait Banyak Sekali Tandon Air
Warna Biru Putih Seperti Diatas
Jakarta punya Monas. Paris punya menara Eiffel. Italy punya menara Pisa dan Amerika punya patung Liberty. Kuwait punyanya apa ?. ternyata Kuwait punya juga menara hebat, cukup Tandon Air saja. Kalau anda datang ke Kuwait, biasanya akan terheran heran melihat banyaknya Tandon Air dimana mana. Warnanya sangat kontras sekali dengan lingkungan sekitar yang dominan coklat. Baik warna gurun maupun warna rumah rumah penduduk semuanya coklat. Hanya Tandon Air saja yang terlihat ngejreng berwarna biru putih dan nampak dari kejauhan.
Tandon Air Untuk Menampung Air
Sebelum Disistribusikan Kerumah Rumah Penduduk
Tandon Air Kuwait ini semuanya berjumlah 34. Yang 31 buah berbentuk seperti cendawan terbalik dengan warna biru putih dan tersebar di 5 lokasi yang berbeda. Yang 3 buah sisanya, bentuk dan warnanya berbeda sendiri. Bulat seperti bola yang ditusuk dengan tusuk sate. Karena berbeda sendiri inilah maka 3 buah tandon yang lahirnya paling buncit ini diberi nama Kuwait Tower dan sampai saat ini jadi ciri khas Kuwait City.
Si Bungsu Kuwait Tower
Diresmikan Tahun 1979
Tahun 1965, pemerintah Kuwait punya keinginan untuk membuat system pengairan modern. Perusahaan dari Swedia VBB (tahun 1979 ganti nama jadi Sweco) ditunjuk untuk mendesign dan membangun menara air. Designernya bernama Sune Lindstorm, pada awalnya hanya mengajukan lima kelompok menara tandon air (31 menara) dan dinamakan The Mushroom Towers. Setiap menara bisa menampung 3.000 meter cubic air. Tetapi, Emir Kuwait Sheikh Jaber Al-Ahmed menginginkan untuk dibuatkan menara dengan design yang lebih spectacular lagi. Sehingga muncullah si bungsu Kuwait Tower (3 menara – diresmikan tahun 1979) dan diberi tempat yang paling istimewa yaitu ditepi laut Arabian Gulf. Sekarang, total semua menara bisa menampung 102.000 meter cubic air. Sumbernya dari proses desalinasi air laut, dipompa dan ditampung untuk air minum seluruh penduduk Kuwait.

 

Tandon Air Terbawah Separuh
Berisi Air Dan Separuhnya
Digunakan Untuk Restaurant

 

Nah, Kuwait Tower ini baru saja dibuka kembali tanggal 8 Maret 2016 yang lalu setelah ditutup hampir 4 tahun (2012 – 8 Mar 2016) untuk renovasi. Ternyata sekarang sudah berubah total dan jauh lebih mewah dari sebelumnya. Menara utama (2 tandon air) dan menara kedua (1 tandon air) bisa menampung 9.000 meter cubic air. Ketinggian menara utamanya 187 meter. Tandon Air paling besar digunakan juga sebagai Restaurant, separuh untuk menampung air dan diatasnya digunakan untuk restaurant.
Nggak Nyangka Kalau Dibawah Restaurant
Isinya Air Buat Seluruh Kota

 

Masih di Menara Utama, tandon air bulat yang teratas digunakan untuk melihat pemandangan kota (Panorama). Lantainya bisa berputar, tinggal pesen kopi saja dari cafe yang ada disitu, lalu silahkan duduk atau berdiri sambil memandang kota dengan teropong yang tersedia. Ditempat ini, saya malah pusing sendiri saat berdiri lihat pemandangan luar. Lantainya bergerak dan berputar terus. Pelan sebenarnya tetapi kayaknya kena syndrome ‘wong ndeso‘. Semua teropong dicoba, semua kaca, meja dan apapun dipegang semua. Kekenyangan pula setelah sebelumnya ngicip semua makanan. Jadinya, ya pusing sendiri. Apalagi, barusan ngrogoh dompet cukup dalam buat makan di restaurant ini. Lengkap sudah penderitaan.
Karena Tandon Airnya Bulat Maka
Kaca Restaurantnya Juga Melengkung Membulat

 

Daftar Menu Dan Harga Minuman
Lumayan 2 – 3 Kali Harga Restaurant Ditempat Lain
Restaurant Selalu Penuh Saat Breakfast, Lunch
Maupun Dinner

 

Buffet
Jam 1 Siang Baru Dipersilahkan Makan
Tapi Jam 12 Pengunjung Sudah Berdatangan
Makana Arab, Jepang, Continental
Semua Tersaji (Buffet)
Wow, Kambing Panggang
Sama Sekali Tidak Terasa Bahwa Dibawah
Adalah Penampungan Air Minum
Ini Adalah Panorama
Lantainya Selalu Berputar Dan Bisa Bikin Pusing
Pingin Lebih Tinggi Lagi Silahkan Naik Ke Deck Atas
Melihat Pemandangan Pakai Teropong
Tapi Lantainya Berputar Ya Jelas Pusing Dong

Adakah Lele Dan Bebek Di Arab ? – Warung Makan Mbok Sani

Ini Pecel Lele Warung Mbok Sani Di Salmiya
Emangnya Ikan Lele Harus Import Dari Indonesia

 

Saya pernah menceritakan di blog ini tentang Perkebunan (Farm) di beberapa tempat di Kuwait seperti Wafra Farm dan Abdali Farm. Reaksi pembaca di Indonesia luar biasa menarik. ‘Gurun Pasir Mulai Menghijau Pertanda Datangnya Hari Kiamat’ dan lain lain. Lebih heboh lagi saat saya posting lokasi lokasi Ski Resort dan daerah daerah bersalju di Arab, buanyak sekali pembaca di Indonesia yang terkaget kaget. Kayaknya di jaman mbah Google ini mereka ‘Kurang Browsing’ (maaf, ini kata halusnya dari ‘Kurang Piknik‘). Silahkan Baca sendiri komentarnya : Ski Resort Dan Salju Di Arab Yang Selalu Bikin Heboh).

 

Ini Lele Siap Digoreng Di Warung Mbok Sani

 

Nah kali ini akan saya ceritakan tentang Lele, ada nggak ikan Lele di Arab ?. Gimana bisa hidup ikan Lele di gurun Arab yang tandus dan gersang ?. Binatang yang bisa hidup kan cuma Onta saja di Arab ?. Kiamat deh kalau Lele bisa hidup di gurun yang kering kerontang. Nah pernyataan ‘Salah‘ seperti inilah yang diturunkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak jaman dulu kala. Di Arab itu juga banyak peternakan ikan Lele, Nila Merah dan berbagai macam ikan air tawar. Bukan hanya ikan Lele saja,  Bebekpun juga ada yang membudi dayakan. Apalagi kalau cuma bikin Bakso, Tempe dan Tahu.
Sambal Hijau Ini Yang Paling Ngetop
Di Seluruh Kuwait

 

Nggak percaya di Arab, khususnya Kuwait ada yang membudi dayakan Lele dan Bebek ?. Datang saja ke Warung Mbok Sani di Salmiya. Silahkan tanya sendiri darimana bisa dapat Lele, Bebek, Tempe, Tahu atau Bakso. Setiap hari banyak orang yang datang dan memesan Pecel Lele, Bebek Goreng, Bebek Penyet, Tempe Penyet,  Ayam Penyet, Tahu Isi, Karedok Bakso, Mie Ayam, Soto Babat dan lain lain.
Ini Persiapan Untuk Home Delivery

Pingin nyoba rasanya Lele Arab atau Bebek Arab ? Datang saja ke Warung Makan Mbok Sani di Helal Al Mutairi Street Lane 7, belakang Souq Salmiya, tepatnya belakang Al Awladona.

Tahu Isi Dan Bakwan Juga Ada Di Kuwait
Bisa Mbayangin Nggak Seperti Apa Orang Arab Kalau
Lagi Makan Tahu Isi ?

 

Bebek Goreng Dan Lalapan
Uenak Tenan, Mak Nyus
Tempe Goreng Juga Ada Di Arab

 

Karedok Juga Ada
Arab Aja Bisa Keringatan Merasakan Pedasnya
Karedok Dan Sambal Ijo

 

Ayam Penyet
Daun Kemangi Saja Ada Di Arab
Nih Gedung Tempat
RM Mbok Sani Di Salmiya

 

Jangan Lupa Merasakan Lele Arab
Ternyata Lele Arab Kurus Kurus Juga

Baca Juga :