Category Archives: Tempat Makan Dan Restaurant

Cengkir Heritage Resto And Coffee

Cengkir Heritage Resto And Coffee
Jln Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta
Saya sedang menginap di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta saat itu. Tetapi suasana dihotel tidak nyaman sama sekali karena kedatangan tamu Kapolri Tito Karnavian beserta rombongan dan pengawal pengawalnya. Dimana mana disegala sudut hotel penuh polisi, ada yang joget Poco Poco di kolam renang, ada juga yang pakai batik tapi bawa HT ngawasi orang yang keluar masuk. Kapolrinya cuma satu tapi yang ‘sowan’ ke Hotel lebih dari satu batalyon, 4 hari nonstop siang pakai seragam polisi lengkap dan malam pakai batik joget Poco Poco.

 

Nasi Ngambil Sendiri Di Dapur
Ada Dua Kukusan Berisi Nasi Putih Dan Nasi Merah
Karena suasana di hotel tidak seperti normalnya hotel, maka saya cari suasana yang lain daripada yang lain. Nah akhirnya ketemu juga tempat nyantai sambil leyeh leyeh ngopi, makan dan ngemil. Namanya Cengkir Heritage Restaurant And Coffee. Lokasinya sekitar 2.5 Km dari hotel Hyatt Regency, tepatnya di Jl Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta. Ini restaurant ndeso yang terletak di ndeso dengan menu makanan rumahan ala ndeso juga.
Nasi Merah Dan Nasi Putih
Hangat Kepul Keput Ngambil Sendiri Di Dapur

 

Karena restaurant ini di Yogya, maka ‘style’nya seperti warung mahasiswa. Nasi ngambil sendiri didapur, lauk milih dan ngambil sendiri di meja lalu lapor ke kasir untuk dihitung dan bayar. Setelah itu baru cari meja untuk menyantap makanan. Kalau anda pernah jadi mahasiswa di Yogya, pasti tidak akan asing lagi dengan cara bayar menunjukkan lauk dan piring seperti ini.
Ada Sop Kampung, Jangan Bening, Sayur Lodeh
Lauknya Tahu, Tempe, Telor Dadar
Malam hari, restaurant ini semakin ramai untuk ngopi dan leyeh leyeh. Suasana ndeso dengan lampu kerlap kerlip ala kadarnya membuat tamu semakin banyak yang datang. Soal rasa masakannya menurut saya tidak terlalu istimewa, benar benar masakan rumahan seperti yang sering kita nikmati sehari hari. Harganyapun juga normal dan cenderung ke ‘harga mahasiswa’. Silahkan datang dan mencoba sendiri kalau anda sedang di Yogya.
Dapur Ndeso Aroma Ikan Gorengnya
Harum Dan Bikin Lapar
Lokasinya Masih Ndoso
Belum Banyak Rumah Disekitarnya
Tempat Parkirnya Sangat Luas
Batas Desa Ngaglik Didepan Restaurant
Banyak Sepeda Motor
Berarti Pengunjungnya Kebanyakan Mahasiswa
Dekorasi Ndeso Didepan Restaurant
Makan Dulu Ya
Meja Dan Kursinya Jadul Semua
Pendopo Restaurant Baru
Sepertinya Restaurant Masih Berkembang Terus
Kalau Malam Ramai Mahasiswa Mahhasiswi
Ngopi Sambil Nyantai
Menjelang Malam Suasan Ndeso
Semakin Menarik

 

Baca Juga :

Mangut Lele Anaknya Mbah Marto

Mangut Lele Dimasak Dengan Kayu Bakar
Jaman Sekarang Cukup Potongan Triplek, Dan Kusen
Sudah lama sekali saya tidak ke Bantul mencicipi Mangut Lele di dusun Geneng, Sewon – Panggungharjo. Mungkin terakhir saya berkunjung sekitar 20-30 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di Yogya.  Saat itu, warung terkenal di kalangan mahasiswa Yogya, khususnya mahasiswa ISI tersebut belum punya nama, Paling para mahasiswa kalau ngajak makan ketempat tersebut hanya menyebut Mangut Lele Nggeneng saja karena lokasinya di dusun Geneng,  Saat itu, lokasi tempat makan Mangut Lele ini masih benar benar pedesaan, di dapur sebuah rumah desa dengan halaman yang luas. Mangut Lelenya masih dijajakan keliling desa sampai Bantul oleh para pedagang keliling. 

Ini Anaknya Pak Marto Yang Juga Buka Usaha
Mangut Lele Disamping Warungnya Pak Marto

Saat ini, warung ‘legendaris’ tersebut sudah sangat terkenal sampai keluar negeri berkat publikasi Internet dan medsos facebook, tweeter, instagram dll dari para ‘alumni’ pelanggannya yang telah tersebar disegala penjuru dunia dan pelanggan baru yang saat ini masih kuliah di Yogya. Pemilik sekaligus peracik Mangut Lelenya sekarang sudah tidak muda lagi. Pak Marto sudah beralih nama menjadi Mbah Marto. Dan rumahnya sekarang sangat terkenal di jagad maya dengan nama Warung Mangut Lele Mbah Marto.

Balpirik, Decolgen, Energen, Tolak Angin
Juga Ada

 

Sebenarnya, nggak ada papan nama yang secara tegas menyebut nama Mangut Lele Mbah Marto, tetapi seluruh penduduk Panggungharjo, Bantul akan langsung tahu kalau anda bertanya dimana letaknya. Jaman sekarang, cukup cari saja lokasinya pakai Google Map, Waze atau aplikasi lainnya. Untuk mencari lokasinya tidak semudah seperti jaman dulu karena saat ini disekitar rumah mbah Marto sudah berdiri banyak sekali bangunan perumahan. Harus keluar masuk gang sempit untuk bisa menemukannya. Jangan khawatir tidak ketemu, meskipun ndeso yang dulu ijo royo royo tersebut sekarang ini sudah berubah jadi perumahan kota, penduduknya masih tetap ‘khas‘ pedesaan, sangat ramah dan dengan tulus mengantar tamu sampai depan warung.
Sekarang Sudah Modern – Bisa Delivery Pakai Gojek
Lele Asap Dan Bumbu Dikemas Plastik

 

Nggak begitu banyak perubahan sebenarnya, cuma sekarang ini anaknya pak Marto juga buka warung yang sama di bekas pekarangan rumahnya yang sudah berubah jadi rumah tinggal sekaligus warung. Tata cara pemesanan dan makan di rumah mbah Marto atau anaknya sama saja, yaitu langsung masuk ke dapur, ngambil nasi sendiri dan ngambil Mangut Lele langsung dari atas tungku. Setelah itu silahkan cari tempat duduk sendiri dimanapun, bisa di dapur, di ruang tamu, di gang, dibawah tempat jemuran pakaian dan lain lain.
Delivery Yang Sudah Siap Makan Juga Ada
Pak Gojek Siap Njemput

 

Soal rasa juga mak nyus, nggak berubah sejak jaman dulu. Namanya saja warung keluarga mbah Marto, maka seluruh keluarga besarnya terlibat dalam pengasapan Lele, ngulek bumbu, melayani delivery dan lain lain. Jadi silahkan saja anda mau duduk dan menyantap Mangut Lele di rumahnya mbah Marto atau dirumah anaknya mbah Marto dijamin rasanya sama saja.
Kayu Bakar Semakin Susah Dicari
Jadi Sekarang Cukup Potongan Triplek Dan Kusen Pintu

 

Yang berbeda dengan jaman dulu, saat ini semakin susah cari kayu bakar. Jadi jangan kaget kalau yang anda saksikan di tungku hanya potongan triplek, kayu kayu bekas kusen pintu dari bongkaran rumah dan lain lain. Meskipun bahan kayunya lebih ‘modern’ dibanding jaman dulu, dijamin rasanya tetap sama saja.
Gang Masuk Ke Dapur Anaknya
Mbah Marto
Masuk Gang Ini Menuju Ke Dapur Anaknya Mbah Marto
Lurus Dikit Ke Dapurnya Mbah Marto
Sekarang Ada Tukang Parkir Meskipun
Sama Tuanya Dengan Mbah Marto
Makan Boleh Dimana Saja


Baca Juga :

Kerlap Kerlip Heater Di Musim Dingin

Komplek Restaurant Al Bidaa

 

Bulan Desember – January adalah puncak musim dingin di Arab, khususnya Kuwait. Tetapi saat musim dingin seperti inilah dimana mana disegala penjuru kota, pemandangan terlihat sangat cantik dan menarik. Terutama malam hari, semua restaurant terlihat ramai dan indah karena kerlap kerlip cahaya dari Heater. Pengunjung restaurantpun juga terlihat ramai dan lebih banyak memilih meja diluar dibanding meja didalam gedung. Seluruh kota terasa berubah dibanding saat musim panas, dimana mana tampak geliat Restaurant Outdoor.
Heater Gas Di Sea View Restaurant Complex

 

Heater atau pemanas udara di Kuwait umumnya mirip Kompor Gas LPG dengan ukuran yang jauh lebih besar. Setiap ada pengunjung datang dan memilih meja outdoor, maka heater segera didekatkan ke meja dan pelayan restaurant terlihat sibuk menyalakan ‘Kompor Gas‘ raksasa tersebut. Karena heater tersebut untuk diletakkan outdoor, maka bentuknya bermacam macam dan sangat artistik. Menambah indah pemandangan restaurant restaurant di Kuwait.
Heater Menambah Suasana Restaurang Begitu
Syahdu Dan Romantis (Lokasi Sea View restaurant Complex
Kuwait memang akhir akhir ini banyak sekali berdiri komplek komplek restaurant. Di sepanjang pantai Arabian Gulf antara Fahaheel – Mahboula – Messila saja ada sekitar 10 komplek restaurant. Misal : Spoon, Light, Miral, Sea View, Sidra, The Village dll, masing masing terdiri dari 5 – 10 restaurant. Orang Kuwait memang suka belanja, njajan dan makan enak. Termasuk saya juga.
Sea View Restaurant
Heaternya Seperti Obor Raksasa
Di Souq Mubarakeeyah juga banyak restaurant tenda, sudah tentu outdoor. Kalau musim panas baling baling besar menyemprotkan kabut air. Tetapi kalau musim dingin seperti sekarang ini, setiap meja dipasangi heater pemanas. Bedanya, heater di pasar Mubarakeeyah ini bukan ‘Kompor Gas‘ raksasa tapi Heater Listrik. Meskipun letaknya ditengah pasar, tapi kalau malam hari cahaya heater terlihat sangat romantis. Cuma, karena warung tenda tradisional, maka menu masakan di pasar Mubarakeeyah ini hanya Arabic Food.
Sea View Restaurant Complex
Ada Sekitar 7 Restaurant
Jadi, kalau anda punya kesempatan datang ke Kuwait saat musim dingin, sempatkan barang sejenak untuk menikmati pemandangan indah kerlap kerlip heater pemanas udara di berbagai macam restaurant outdoor dimanapun disegala penjuru Kuwait. Terutama disepanjang pantai Arabian Gulf antara Fahaheel, Mahboula, Messila sampai Kuwait City. Hanya bisa dinikmati saat musim dingin saja.
Heaternya Bagus Kan ?
Api Menyala Dari Heater
Bahan Bakarnya Gas
The Village Restaurant Complex
Mau Italian Resto, Turkish Resto, Lebanese Resto,
Burger Resto, Crepes Resto Semua Ada
Heater Gas Dibelakang Mati Sendiri
Kalau Suhu Udara Sudah Cukup Hangat
Heater Gas Di Komplek Restauran
The Village, Modelnya Beda Beda
Suasana Romantis Diterangi Cahaya Heater Listrik
Di Souq Mubarakeeyah
Heater Listrik Ini Panasnya Bukan Main
Kebab Dan Qobus Souq Mubarakeeyah Memang Enak
Suasana Tempat Makan Di Souq Mubarakeeyah
Satu Meja Satu Heater
Makan Malam Diterangi Sinar Dari Heater
Di Souq Mubarakeeyah Kuwait

Restaurant Diatas Tandon Air Kuwait

Di Kuwait Banyak Sekali Tandon Air
Warna Biru Putih Seperti Diatas
Jakarta punya Monas. Paris punya menara Eiffel. Italy punya menara Pisa dan Amerika punya patung Liberty. Kuwait punyanya apa ?. ternyata Kuwait punya juga menara hebat, cukup Tandon Air saja. Kalau anda datang ke Kuwait, biasanya akan terheran heran melihat banyaknya Tandon Air dimana mana. Warnanya sangat kontras sekali dengan lingkungan sekitar yang dominan coklat. Baik warna gurun maupun warna rumah rumah penduduk semuanya coklat. Hanya Tandon Air saja yang terlihat ngejreng berwarna biru putih dan nampak dari kejauhan.
Tandon Air Untuk Menampung Air
Sebelum Disistribusikan Kerumah Rumah Penduduk
Tandon Air Kuwait ini semuanya berjumlah 34. Yang 31 buah berbentuk seperti cendawan terbalik dengan warna biru putih dan tersebar di 5 lokasi yang berbeda. Yang 3 buah sisanya, bentuk dan warnanya berbeda sendiri. Bulat seperti bola yang ditusuk dengan tusuk sate. Karena berbeda sendiri inilah maka 3 buah tandon yang lahirnya paling buncit ini diberi nama Kuwait Tower dan sampai saat ini jadi ciri khas Kuwait City.
Si Bungsu Kuwait Tower
Diresmikan Tahun 1979
Tahun 1965, pemerintah Kuwait punya keinginan untuk membuat system pengairan modern. Perusahaan dari Swedia VBB (tahun 1979 ganti nama jadi Sweco) ditunjuk untuk mendesign dan membangun menara air. Designernya bernama Sune Lindstorm, pada awalnya hanya mengajukan lima kelompok menara tandon air (31 menara) dan dinamakan The Mushroom Towers. Setiap menara bisa menampung 3.000 meter cubic air. Tetapi, Emir Kuwait Sheikh Jaber Al-Ahmed menginginkan untuk dibuatkan menara dengan design yang lebih spectacular lagi. Sehingga muncullah si bungsu Kuwait Tower (3 menara – diresmikan tahun 1979) dan diberi tempat yang paling istimewa yaitu ditepi laut Arabian Gulf. Sekarang, total semua menara bisa menampung 102.000 meter cubic air. Sumbernya dari proses desalinasi air laut, dipompa dan ditampung untuk air minum seluruh penduduk Kuwait.

 

Tandon Air Terbawah Separuh
Berisi Air Dan Separuhnya
Digunakan Untuk Restaurant

 

Nah, Kuwait Tower ini baru saja dibuka kembali tanggal 8 Maret 2016 yang lalu setelah ditutup hampir 4 tahun (2012 – 8 Mar 2016) untuk renovasi. Ternyata sekarang sudah berubah total dan jauh lebih mewah dari sebelumnya. Menara utama (2 tandon air) dan menara kedua (1 tandon air) bisa menampung 9.000 meter cubic air. Ketinggian menara utamanya 187 meter. Tandon Air paling besar digunakan juga sebagai Restaurant, separuh untuk menampung air dan diatasnya digunakan untuk restaurant.
Nggak Nyangka Kalau Dibawah Restaurant
Isinya Air Buat Seluruh Kota

 

Masih di Menara Utama, tandon air bulat yang teratas digunakan untuk melihat pemandangan kota (Panorama). Lantainya bisa berputar, tinggal pesen kopi saja dari cafe yang ada disitu, lalu silahkan duduk atau berdiri sambil memandang kota dengan teropong yang tersedia. Ditempat ini, saya malah pusing sendiri saat berdiri lihat pemandangan luar. Lantainya bergerak dan berputar terus. Pelan sebenarnya tetapi kayaknya kena syndrome ‘wong ndeso‘. Semua teropong dicoba, semua kaca, meja dan apapun dipegang semua. Kekenyangan pula setelah sebelumnya ngicip semua makanan. Jadinya, ya pusing sendiri. Apalagi, barusan ngrogoh dompet cukup dalam buat makan di restaurant ini. Lengkap sudah penderitaan.
Karena Tandon Airnya Bulat Maka
Kaca Restaurantnya Juga Melengkung Membulat

 

Daftar Menu Dan Harga Minuman
Lumayan 2 – 3 Kali Harga Restaurant Ditempat Lain
Restaurant Selalu Penuh Saat Breakfast, Lunch
Maupun Dinner

 

Buffet
Jam 1 Siang Baru Dipersilahkan Makan
Tapi Jam 12 Pengunjung Sudah Berdatangan
Makana Arab, Jepang, Continental
Semua Tersaji (Buffet)
Wow, Kambing Panggang
Sama Sekali Tidak Terasa Bahwa Dibawah
Adalah Penampungan Air Minum
Ini Adalah Panorama
Lantainya Selalu Berputar Dan Bisa Bikin Pusing
Pingin Lebih Tinggi Lagi Silahkan Naik Ke Deck Atas
Melihat Pemandangan Pakai Teropong
Tapi Lantainya Berputar Ya Jelas Pusing Dong

Adakah Lele Dan Bebek Di Arab ? – Warung Makan Mbok Sani

Ini Pecel Lele Warung Mbok Sani Di Salmiya
Emangnya Ikan Lele Harus Import Dari Indonesia

 

Saya pernah menceritakan di blog ini tentang Perkebunan (Farm) di beberapa tempat di Kuwait seperti Wafra Farm dan Abdali Farm. Reaksi pembaca di Indonesia luar biasa menarik. ‘Gurun Pasir Mulai Menghijau Pertanda Datangnya Hari Kiamat’ dan lain lain. Lebih heboh lagi saat saya posting lokasi lokasi Ski Resort dan daerah daerah bersalju di Arab, buanyak sekali pembaca di Indonesia yang terkaget kaget. Kayaknya di jaman mbah Google ini mereka ‘Kurang Browsing’ (maaf, ini kata halusnya dari ‘Kurang Piknik‘). Silahkan Baca sendiri komentarnya : Ski Resort Dan Salju Di Arab Yang Selalu Bikin Heboh).

 

Ini Lele Siap Digoreng Di Warung Mbok Sani

 

Nah kali ini akan saya ceritakan tentang Lele, ada nggak ikan Lele di Arab ?. Gimana bisa hidup ikan Lele di gurun Arab yang tandus dan gersang ?. Binatang yang bisa hidup kan cuma Onta saja di Arab ?. Kiamat deh kalau Lele bisa hidup di gurun yang kering kerontang. Nah pernyataan ‘Salah‘ seperti inilah yang diturunkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak jaman dulu kala. Di Arab itu juga banyak peternakan ikan Lele, Nila Merah dan berbagai macam ikan air tawar. Bukan hanya ikan Lele saja,  Bebekpun juga ada yang membudi dayakan. Apalagi kalau cuma bikin Bakso, Tempe dan Tahu.
Sambal Hijau Ini Yang Paling Ngetop
Di Seluruh Kuwait

 

Nggak percaya di Arab, khususnya Kuwait ada yang membudi dayakan Lele dan Bebek ?. Datang saja ke Warung Mbok Sani di Salmiya. Silahkan tanya sendiri darimana bisa dapat Lele, Bebek, Tempe, Tahu atau Bakso. Setiap hari banyak orang yang datang dan memesan Pecel Lele, Bebek Goreng, Bebek Penyet, Tempe Penyet,  Ayam Penyet, Tahu Isi, Karedok Bakso, Mie Ayam, Soto Babat dan lain lain.
Ini Persiapan Untuk Home Delivery

Pingin nyoba rasanya Lele Arab atau Bebek Arab ? Datang saja ke Warung Makan Mbok Sani di Helal Al Mutairi Street Lane 7, belakang Souq Salmiya, tepatnya belakang Al Awladona.

Tahu Isi Dan Bakwan Juga Ada Di Kuwait
Bisa Mbayangin Nggak Seperti Apa Orang Arab Kalau
Lagi Makan Tahu Isi ?

 

Bebek Goreng Dan Lalapan
Uenak Tenan, Mak Nyus
Tempe Goreng Juga Ada Di Arab

 

Karedok Juga Ada
Arab Aja Bisa Keringatan Merasakan Pedasnya
Karedok Dan Sambal Ijo

 

Ayam Penyet
Daun Kemangi Saja Ada Di Arab
Nih Gedung Tempat
RM Mbok Sani Di Salmiya

 

Jangan Lupa Merasakan Lele Arab
Ternyata Lele Arab Kurus Kurus Juga

Baca Juga :

Hak Cipta Warung Lesehan Turkey

IHLARA AMIGOS CAFE
Amigos Itu Singkatan Agak Minggir Got Sedikit
Lokasi Di Ihlara, Aksaray Turkey

 

Indonesia itu luar biasa kaya raya, baik alam maupun jenis makanannya. Setiap daerah memiliki berbagai macam makanan khas. Contohnya Soto, ada Soto Betawi, Soto Madura, Soto Medan, Sroto Banyumas, Soto Minang dan lain lain. Belum jenis makanan yang lain apalagi makanan kecil seperti jajanan pasar atau apapun jenis makanan berat dan ringan. Minuman juga banyak sekali variasinya, mulai es campur, es cendol, es dawet dan lain lain.. Sudah saya jelajahi lebih dari 30an negara, hanya Indonesialah yang terbanyak jenis makanannya dan minumannya. Negara lain yang juga cukup banyak jenisnya adalah India , China.dan Thailand tapi tidak sebanyak Indonesia.
Tata Cara Sama Saja Dengan Warung Lesehan
Di Indonesia, Makanannya Saja Yang
Nggak Banyak Pilihan

 

Di Turkey, yang namanya restaurant atau warung makan rasanya garing sekali. Pilihan makanan nggak terlalu banyak. Nggak ada warung makanan sekelas Rumah Makan Padang dimana sekali mengeluarkan makanan, puluhan piring berbagai jenis makanan tersaji serentak dimeja semuanya. Menu minuman cuma ada juice buah, minuman kaleng dan air putih  saja. Nggak pernah saya lihat menu makanan / minuman di restaurant restaurant Turkey yang menyajikan berbagai macam jenis makanan dan minuman selengkap rumah makan Indonesia, India atau Thailand. Apalagi restaurant restaurant di negara negara Eropa, nyaris nggak ada variasi sama sekali.
Yang Saya Suka, Juice Jeruknya Asli
Langsung Diperas Dan Disajikan Ke Pemesan
Hati Hati Dituntut Orang Indonesia
Meniru Cara Jualan Ala Indonesia

 

Mungkin melihat photo photo diatas anda heran. Di Turkey kok ada Warung Lesehan mirip di Indonesia ?. Jangan jangan orang Indonesia meniru Turkey ?. Atau sebaliknya orang Turkey yang meniru Indonesia ?. Nggak perlu anda ribut mempermasalahkan hak cipta seperti yang pernah anda hebohkan beberapa tahun lalu terhadap Malaysia. Saat itu hebohnya bukan main tentang hak cipta Tari Tarian, Batik, Makanan atau Lagu Daerah asli Indonesia yang juga bisa kita nikmati di  negara tetangga Malaysia. Di Indiapun sebenarnya juga banyak kesenian dan makanan yang 90 % mirip dengan Indonesia.

 

Kalau Di Indonesia Warung Warung Berderet
Seperti Ini Jualnya Macam Macam
Di Turkey Pilihan Menu Nggak Banyak
Di Turkey juga banyak yang mirip dengan di Indonesia, lihat saja Warung Lesehan pada photo photo dibawah. Jangankan di Turkey, di Inggrispun banyak kok Warung Warung Tenda, Warung Emperan, Warung Lesehan baik yang bagus maupun yang butut dan mirip dengan di Indonesia. Di negara manapun juga ada warung semacam itu, silahkan menuntut Hak Cipta kalau merasa Warung Lesehan atau Pedagang Asongan dan tata caranya adalah milik bangsa Indonesia. Sudah saatnya heboh tentang Hak Cipta kita lebarkan ke Turkey setelah bertahun tahun meributkannya dengan Malaysia tanpa hasil.
Gubuk Gubuk Lesehan Menjorok Ke Sungai
Ini Namanya AMIGOS (Agak Minggir Got Sedikit)
Di Indonesia Banyak
Di Inggris  malah banyak sekali warung warung tenda dan PKL yang nempel  toko kayak di Indonesia. Di Belanda juga sama saja, silahkan lihat pada link dibagian bawah tulisan ini. Cafe cafe  AMIGOS  (Agak Minggir GoSedikit) memang ada di negara manapun. Buang Sampah Ke Sungai juga bukan monopoli orang Indonesia, orang Turkey juga melakukan hal yang sama. Apalagi orang Inggris, joroknya bukan main soal buang sampah. (Baca : Inggris Kemproh Dan Jorok)

 

Pedagang Lesehan, Asongan Semua Ada
Cara Jualan Asongan Dan Lesehan Hak Cipta Siapa ?
Kalau Di Indonesia Gurami Bakar, Pecel Lele Dll
Di Turkey Cuma Sandwitch, Burger Dan Kebab
Warung Kayak Gini Hak Cipta Indonesiakah ?

 

Photo Ini Asli Di Turkey Bukan Di Alas Roban
Atau Hasil Olahan Photoshop
Lokasi Didasar Ngarai Ihlara
Hanya Di Turkey Saya Makan Burger Lesehan
Mana Ada Di Indonesia Warung Burger
Dan Sandwitch Lesehan

 

Ini Bukan Warung Lesehan Diatas Empang Ikan
Tapi Di Sungai Di Ihlara, Guzelyurt

 

Ini Rumah Makan Biasa Di Ihlara, Guzelyurt Aksaray
Menunya Nggak Banyak, paling Kebab
Ikan Dan Ayam Bakar Saja

Baca Juga :

Makanan Si Jono Di Southampton UK

Warung Fish And Chip
Kecil Dan Tidak Banyak Pilihan
Makanan Khas Tradisional Inggris

Jono, pemain bass guitar GBS (Gugun Blues Shelter) asal Inggris telah bertahun tahun tinggal di Indonesia dan sukses menjadi entertainer terkenal di Indonesia. Beberapa bulan lalu sempat diwawancarai salah satu stasiun televisi swasta di tanah air. Komentarnya tentang Indonesia sangat menarik dan layak untuk disimak. Dia sangat betah di Indonesia karena kuliner dan tidak ingin pulang ke Inggris lagi. Kira kira seperti dibawah ini kesannya tentang Indonesia dan Kulinernya.

Fish And Chip
Ternyata Chip Itu Artinya Sama Dengan French Fries
Cuma Ikan Goreng Disajikan Dengan Mayonais
‘Makanan di sana nggak ada yang enak’, katanya dengan Bahasa Indonesia yang sangat baik.

‘Enakan di Indonesia, makanan macam macam, banyak variasinya dan murah’. 

‘Bisa makan dimana saja, semua enak. Warung makan banyak’

 

‘Warung Makan’ Di Inggris Namanya Keren ‘Restaurant’
Kecil Begini Kalau Di Indonesia Nggak
Pantas Dinamakan Restaurant


Apa yang dikatakan Si Jono memang tepat dan benar sekali. Kalau anda bertanya kenapa Jono bisa cepat sekali beradaptasi di Indonesia ?, Dugaan saya karena dinegaranya sana banyak juga warung makan yang nyaris sama dengan di Indonesia. Kayaknya si Jono sudah terbiasa makan ‘ngemper’ di kaki lima di negaranya sebelum datang ke Indonesia.

Pedagang Kaki Lima Di Southampton
Sepanjang West Quay Road

Di negaranya, semua tempat makan namanya Restaurant. Tidak memandang besar, kecil, mewah atau dekil. Pokoknya  semua tertulis Restaurant meskipun sebenarnya cuma lapak warung kaki lima. Kalau di Indonesia soal nama ada kasta kastanya. Yang kastanya paling tinggi Restaurant, lalu RM (Rumah Makan), Warung Makan, Kedai Makan, Warung Tenda, Lesehan, Angkringan, Pedagang Makanan Keliling. Ada pula nama nama baru seperti Griya Dahar dll. Soal kuliner, Indonesia memang kaya segalanya dan terlihat dari banyaknya nama untuk hal yang sebenarnya relatif sama, yaitu Jual Makanan. Belum lagi kalau cara dagangnya diacung acungkan, namanya jadi Asongan.

Pedagang Dan Pembeli Es Warna Warni
Hah Jangan Jangan Pakai Pewarna Textil

Sebagai contoh, saya ajak anda untuk melihat lihat pedagang makanan di kota Southampton. Di sepanjang jalan didepan West Quay Mall sampai pintu gerbang tua Bargate, anda akan bisa menyaksikan berjajar jajar  tenda semi terbuka dengan meja dan kursi didepan atau didalam tenda yang disebut ‘restaurant‘. Rasanya kurang tepat dinamakan Restaurant, lebih cocok kalau disebut Food Stall. Tapi gimana lagi banyak pengunjungnya yang sudah biasa menyebut dengan istilah tersebut meskipun sebenarnya setara dengan PKL.

 

Pedagang Kaki Lima Dari Greece
Namanya Saja Cukup Asing Tapi Sebenarnya
Cuma Sandwitch Atau Hot Dog

Makanan yang didagangkan dan dibeli oleh keluarga dan teman teman Jono sangat miskin variasi, cuma hotdog, sandwitch, berbagai macam roti, muffin dan brownies saja. Yang sangat khas Inggris paling cuma Fish & Chips – sangat sangat miskin sayur sayuran. Ada juga roti yang ukurannya segede Kuda Nil. Baca : Roti Kuda Nil Di Southsea Shopping Area. Tapi banyak juga warung tenda yang berjualan makanan dari India, Arab, Thailand, Greece dan China. Rasanya, nggak ada miripnya sama sekali dengan masakan Arab yang biasa saya nikmati di Kuwait. Demikian juga makanan Thailand dan China juga dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan lidah orang Inggris.

Penjual Permen Dan Manisan
Ngeri Warnanya, Ane Takut Makan Pewarna Textil

Uniknya, semua makanan tidak ada satupun yang dimasak ditempat dengan kompor dan wajan seperti di warung warung tenda di Indonesia. Semua makanan sudah dikemas dalam plastik. Saat kita pesan, si penjual cukup membuka bungkus plastiknya, meletakkan dipiring, memansi dengan microwave dan menyaajikan ke pembeli yang telah duduk menunggu di meja makan.

Nah Ini Dia, Biasanya Makanan Thailand
Mirip Dengan Makanan Indonesia Tapi Di Inggris
Sudah Di Modifikasi Sesuai Lidah Inggris

Saking banyaknya penjual makanan dari India, Thailand, China dan Arab, saya bisa menduga lidah si Jono jadi sangat mudah beradaptasi dengan segala macam kuliner penuh rempah Indonesia. Apalagi kalau cuma ‘ngemper’ di warung warung AMIGOS (Agak Minggir Got Sedikit) di Jakarta, tentu bukan hal yang sulit dan berat bagi Jono untuk menyesuaikan diri karena di Inggris juga banyak warung semacam..

Meskipun Penjualnya Asli Inggris
Tapi Yang Dijual Shawarma Arab
Tidak Cuma Jual Kare Tapi Ada Juga Gule Kambing
Saya Kira Penjualnya Imigrant Ternyata Asli Bule
Belajar Masak Dari Resep Resep Mbah Google
Meja Dan Kursi Penataannya Nggak Ada
Bedanya Dengan Warung Kaki Lima Di Indonesia
Berbagai Macam Roti Dan Kue
Indonesia Jauh Lebih Beragam, Ada Lemper,
Onde Onde, Nogosari dll

Baca Juga :