Category Archives: Tempat Makan Dan Restaurant

Moko, Lagi Ngetrend Di Kuwait

Pebisnis Baru Kuwait
Jualan Burger Di Taman Kota

 

Hari ini baru saja memasuki bulan February, artinya masih musim dingin di Kuwait. Seperti biasa, saat musim dingin suasana kota terasa begitu hidup dan semarak. Berbagai macam acara selalu diadakan saat musim dingin contohnya Marathon, Balap Sepeda di gurun / jalan raya, Balapan Onta, Pameran Mobil dan Pameran Budaya / Bazaar dari berbagai macam negara. Apalagi, tanggal 25 dan 26 February nanti adalah Independence & Liberation Day Of Kuwait. Semakin ramai dan semaraklah hiruk pikuk warga menyaksikan berbagai macam acara di segala penjuru Kuwait.
Menggoreng, Memasak, Memanaskan Air
Semua Dilakukan Didalam Mobil

 

Tapi ada yang berbeda dibanding dengan tahun tahun sebelumnya. Tahun ini banyak sekali bermunculan Moko (Mobil Toko) yang parkir diberbagai tempat, terutama di taman taman publik. Saat awal musim dingin bulan November tahun lalu  hanya terlihat satu, dua atau tiga Moko saja di sepanjang pantai Salmiya, Rumaithiya, Egaila, Mahboula, Mangaf sampai Fahaheel. Itupun hanya jual Kopi karena memang 1-2 tahun terakhir ini Kuwait lagi demam Kopi. Puluhan Coffee Shop & Cafe banyak bermunculan dimana mana.

 

Warung Serba Ada
Di Egaila Beach Kuwait

 

Hanya sekitar 4 bulan saja, jumlah Moko semakin banyak. Yang dijualpun mulai bermacam macam dan sangat bervariasi. Tidak ada satupun yang saya temukan menjual makanan asli Arab. Kayaknya, lidah orang Arab sudah pada berubah semua menjadi Western / Amerika. Yang dijual semua makanan fast food semacam Burger, Hot Dog, Crepes, French Fries, Pop Corn dan lain lain.

 

Bawa Diesel Untuk Menyalakan Kompor
Dan Penerangan

 

Peminatnya banyak, mulai dari anak anak sampai dewasa pada ngantri semua. Karena masih merupakan ‘Barang Baru‘ maka parkir Moko tersebut banyak yang ngawur sesukanya sendiri. Tempat parkir untuk 3 – 4 mobil ditempati sendiri oleh Moko dengan cara parkir melintang sejajar dengan trotoar. Semakin malam pengunjung taman publik semakin banyak tetapi tidak ada tempat lagi untuk parkir.
Masih Sore Belum Ada Yang Marah Marah
Jatah Parkir 3 Mobil Dipakai Sendiri Untuk Jualan
Beberapa orang saya perhatikan ada yang mulai jengkel dan berusaha mengusir pemilik Moko yang parkir mobil melintang menghabiskan jatah 3 – 4 mobil. Tapi, pembeli yang jauh lebih banyak sepertinya tidak mau moko moko tersebut dijauhkan dari taman.
Ini Moko Pertama Yang Saya Lihat Di Pantai
Mahboula, Jualan Kopi Saja
Kalau Masih Sore Area Parkir Masih Sepi
Tapi Setelah Maghrib Susah Cari Parkir
Hmmm Baunya Enak Juga
Harga Juga Murah, Harga Kaki Lima
Taman Kota Egaila Beach
Banyak Aktifitas Warga Saat Musim Dingin

 

Mahboula Beach
Orang Kuwait Senang Nonton Laut Dari Mobil

Baca Juga :

 

Rahasia RM Seafood Paling Laris Kuwait

Namanya Dampa Feast Seafood Restaurant
Restaurant Philipine Dengan Penyajian Ala Arab
Ada sesuatu yang cukup mencengangkan dan susah untuk dipercaya kalau anda sedang jalan jalan di City Center Kuwait. Disudut paling pojok dan tersebunyi, tepatnya di lantai foodcourt yang sewa tempatnya kemungkinan paling murah sendiri, ada berpuluh puluh orang Arab yang sabarnya minta ampun. Ada yang berdiri tegak hampir dua jam tidak bergerak, ada yang mondar mandir setiap 15 menit datang kembali dan ada juga yang duduk seadanya dimanapun didepan Dampa Feast Seafood Restaurant. Susah dipercaya, mereka semua ngantri makan.
Pengumuman Untuk Reservasi
Luar Biasa, Bisa Reservasi Sebulan Didepan
Dampa Feast Seafood Restaurant ini sebenarnya adalah restaurant Philipina. Di Kuwait banyak restaurant seafood dengan nama Dampa, mungkin Dampa adalah nama daerah, desa atau kota di Philipina. Kira kira semacam Seafood Lamongan, Soto Madura, Nasi Padang Kapau dll. Tapi entah kenapa rumah makan yang di City Center ini ramainya bukan main dan sampai harus booking meja sebulan sebelumnya.
Sabar Ngantri
Rata Rata Pengunjung Go Show Karena Pingin Tahu
Saya mencoba ‘Go Show‘, tanpa reservasi sebulan sebelumnya seperti yang disarankan. Ternyata bisa juga dan semua orang kebanyakan ‘Go Show‘ juga. Dua jam waktu yang diperlukan untuk ngantri saja. Untung pelayanannya sangat cepat sekali. Bagian kebersihan, tukang masak dan pelayan yang menjajikan sangat profesional sekali. Begitu duduk dimeja, langsung pesanan datang. It’s Magic…., belum ngomong mau pesan apa tahu tahu seafood yang sedang kita pikirkan sudah datang dan disajikan dengan cepat.

 

Kasihan Yang Wanita 2 Jam Ngantri Berdiri
Laki Laki Bisa Klesetan Di Lantai

 

Memang berbeda restauran ini dibandingkan dengan restauran seafood lainnya. Sentuhan budaya Arab sangat kental sekali. Cara menyajikan makanan mengikuti cara Arab. Yang pertama dilakukan pelayan adalah menggelar plastik diatas meja. Lalu nasi satu baskom dan seafood satu baskom dituangkan diatas plastik/meja. Dan terakhir baskom dikoreti dengan tangan sampai bersih. Nggak ada piring, nggak ada juga sendok, garpu atau wastafel buat cuci tangan, tapi disediakan sarung tangan plastik. Semua yang tersaji dimeja dimakan bersama sama. Cukup seru kalau berombongan, makan bersama satu meja berisi 4 – 6 orang.

 

Setiap 15 Menit Harus Ngecek Sudah
Nomor Urut Berapa ?
Yang paling asyik dan paling menarik adalah saat menuangkan nasi dan seafood keatas meja. Kuah seafood di baskom dan sisa nasi di baskom semua dikoreti sampai bersih dengan tangan oleh pelayan laki laki. Langsung saya terbayang, laki laki kalau pipis selalu berdiri dan pegang ‘barang‘nya. Habis pipis, tangan nggak dicuci langsung dipakai buat ngoreti kuah seafood dan nasi dari baskom. Inilah sebenarnya rahasia kenapa restauran ini sangat laris dan banyak dikunjungi para wanita. Enak memang seafoodnya apalagi sensasi saat membayangkan rahasia kesuksesannya.

 

Ada Yang Protes, Kok Ada Yang Nyelonong Masuk
Oooh Ternyata Sudah Reservasi Sebulan Lalu

 

Yang Sudah Bisa Masuk Bangganya Bukan Main
Senyam Senyum Ngejek Yang Masih Berdiri Diluar

 

Maaf, Meja Mau Digelar Plastik
Semua Handphone Harus Disingkirkan Dari Meja Ya

 

Plastik Digelar Diatas Meja

 

Nasi Dan Seafood Dituangkan Dari Baskom
Keatas Meja

 

Nasi Dan Seafood Diobok Obok
Pakai Tangan Saat Menyajikan Dan Merapikan
Makanan Yang Telah Tersaji Di Meja

 

Siap Dimakan Bersama

 

Tidak Ada Wastafel Buat Cuci Tangan
Makan Cukup Pakai Sarung Tangan Plastik
Ibu Ibu Pelanggan Dampa Seafood

Baca Juga :

 

Berbagi Trotoar Di Kuwait

Pedestrian Di Marina Walk
Pejalan Kaki Dan Pesepeda Bisa Berbagi Tempat
Orang Indonesia itu Egois. Tidak ada yang menyadari sejak balita sudah dididik dan diajari untuk egois. Tanyakan saja ke anak anak atau siapapun disekitar anda, ‘Trotoar itu untuk apa dan untuk siapa ?‘, Jawabnya bisa saya tebak dan semua akan sama, yaitu  ‘Untuk jalan kaki dan hanya untuk Pejalan Kaki‘. Itulah sebabnya kalau ada yang bukan pejalan kaki tapi nangkring atau lewat di trotoar maka banyak pengguna trotoar di tanah air yang marah marah.
Di Ahmadi Kuwait, Pesepeda Di Kiri Dan
Pejalan Kaki Di Kanan
Di Kuwait, masyarakatnya lebih bisa berbagi dan bertoleransi. Yang namanya trotoar dipakai bersama pejalan kaki dan pesepeda. Di beberapa tempat juga ada pedagang es krim atau minuman ringan juga. Pejalan kaki akan berjalan disebelah kanan trotoar dan pesepeda akan mengayun sepedanya di sebelah kiri trotoar. Aturan ini tidak mutlak harus diikuti karena baik pejalan kaki maupun pesepeda bisa saling bertoleransi. Kalau pejalan kakinya sedang disebelah kiri maka pesepeda akan mendahului dari kanan. Pokok saling enaklah, terserah masing masing asal sopan, tidak ugal ugalan dan jangan sampai nubruk saja.
Nggak Ada PKL Dan Sepeda Motor Di Trotoar Ahmadi
Hanya Sepeda Dan Pejalan Kaki
Karena sifat egois dari lahir inilah maka di Indonesia banyak sekali lahir komunitas, ormas atau apapun yang bertindak anarkis, mau menangnya sendiri dan sweeping pengguna trotoar dengan anggapan tindakannya benar sesuai peraturan. Padahal peraturannya dibuat oleh pejabat yang sebenarnya sudah terbentuk sifat egois sejak bayi. Sami Mawon. Lihatlah trotoar di jalan jalan di Kuwait pada gambar dibawah ini. Terlihat begitu adem dan ayem nggak ada yang ribut antara sesama pengguna trotoar.
Di Indonesia Harus 4 Gambar
Pejalan Kaki, Sepeda, Sepeda Motor Dan PKL
Di negara lain kebanyakan juga sama saja. Trotoar bukan monopoli milik pejalan kaki saja. Biasanya, diberi penanda batas yang jelas baik berupa garis putih atau dibuat warna lantai yang berbeda. Misal warna lantai merah untuk pesepeda dan hitam atau abu abu untuk pejalan kaki. Contohnya di Belanda seperti gambar dibawah ini.
Ini Di Belanda. Jalur Sepeda Lebih Lebar Karena Lebih
Banyak Sepeda Dibanding Pejalan Kaki
Jadi jelas ya, kenapa banyak sekali pejalan kaki di tanah air marah marah karena kenyamanannya terganggu saat menggunakan trotoar lalu diupload di facebook, youtube dan tweeter ?. Sampai saat ini dan sudah ribuan trotoar saya lewati di berbagai negara, belum pernah saya menyaksikan ada orang marah marah karena tidak mau berbagi trotoar dengan pengguna lain. Tidak pernah juga saya menyaksikan tanda peringatan trotoar yang begitu egois seperti di Indonesia : ‘Trotoar Hanya Untuk Pejalan Kaki‘, apalagi kalau sampai ditulis seram ‘Nubruk Benjut‘. Hiii serem dan sadis.
Trotoar Di Ahmadi Kuwait
Sesama Pengguna Trotoar Memang Seharusnya
Bisa Saling Menghormati
Pesepeda Harap Pelan
Di Scientific Center Kuwait

 

Bisa Jogging Dan Bersepeda Sambil
Menikmati Semilir Angin Arabian Gulf
Jalur Kiri Untuk Pejalan Kaki
Yang Kanan Untuk Pesepeda
Kucing Juga Boleh Lewat
Jalan Jalan Sore Sambil Olah Raga
Duduk Duduk Memandang Laut Juga Bisa
Pesepeda Juga Bebas Dan Bersatu Berbagi Tempat
Yang Sama
Meskipun Sepeda Harus Di Kiri
Tapi Nggak Masalah Juga Kalau Jalan Di Kanan
Biasanya Disudut Ini Ada PKL Jualan Es Cream
Dan Minuman Ringan Dingin
Bisa Jalan Jalan, Jogging, Lari
Dan Bisa Juga Bersepeda
PKL Nggak Banyak Umumnya Jual Minuman
Pelan Pelan
Kalau Di Indonesia Tulisannya ‘Nubruk Benjut’