Category Archives: Tempat Bagus Kuwait

Sekilas Kapal Al-Hashemi II

Al-Hashemi Dhow
Radisson Blu Hotel
Indonesia pernah claim bahwa ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut‘. Bahkan punya lagu dengan judul yang sama. Tapi yang saya perhatikan, masyarakatnya saat ini kurang menghargai sejarah bangsanya. Nelayan masih miskin dan kota kotanya jarang yang bisa menunjukkan kejayaan para pelaut jaman dulu. Hanya monumen Jalesveva Jayamahe dan monumen Kapal Selam saja yang terlihat begitu gagah di Surabaya. Yang lain cuma jargon jargon seperti Tegal Kota Bahari dan semacamnya. Tapi jarang ditemukan monumen kapal kapal kuno yang dilestarikan.

 

Al-Hashemi Dhow Dilihat Dari Lantai Atas
Hotel Radisson Blu
Di Kuwait beda sekali dengan Indonesia. Sama sama ngaku ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut‘ tapi di Kuwait banyak dijumpai gambar / monumen berbentuk kapal kuno. Contohnya pada lambang lambang kenegaraan, lambang department / ministry, monumen ditengah kota dan berbagai macam cendera mata. Semua orang di Kuwait termasuk expats pasti tahu, setiap ada acara perpisaham, souvenir yang diberikan pasti maket kapal kuno (Dhow).
Mirip Sekali Dengan Kapal Kuno Beneran
Tapi Tidak Pernah Melaut
Di Souq Sharq kapal kapal kuno terbuat dari kayu tersebut dilestarikan dan diparkir berjejer jejer dengan kapal nelayan modern dan juga yacht pribadi milik warga. Kapal kapal kuno tersebut terbuat dari kayu, lalu kayunya dari mana ?. Saya yakin sekali dari hutan hutan Indonesia.

 

Idenya Diambil Dari Kapal Beneran
Tapi Karena Buat Ballroom Maka
Dibangun Lebih Besar Dan Mewah
Salah satu monumen kapal kuno di Kuwait namanya Al-Hashemi II. Dibuat atas dasar kebanggaan sebagai cucu cicit keturunan pelaut. Bukan kapal beneran karena seumur hidup tidak pernah berlayar di laut. Rencana pembangunan dimulai tahun 1985 tapi baru benar benar terrealisasi dan mulai dibangun tahun 1997. Total biaya lebih dari 30 Juta USD murni dari kantong pribadi pengusaha besar Kuwait Husain Marafie.

 

Jendela Jendela Yang Artistik Dan Mahal
Lha Ya Iya Wong Ballroom Hotel

Kapal kayu ini diclaim sebagai kapal kayu yang terbesar dan masuk dalam Guiness Book Of World Records 2002. Judulnya tertulis jelas  ‘DHOW AMAZING‘ bukan ‘The World Largest’ karena tidak terbukti kapal tersebut pernah melaut. Tetapi tetap dapat certificate Guiness juga dengan category “Ships, largest Arabic dhow“. Tercatat dalam certificatenya bahwa kapal ini mempunyai panjang 80.4 meter dan lebarnya 18.7 meter.

Mewah Dengan Ukiran Bagus
Dhow Asli Mana Ada Yang Semewah Ini
Pembangunannya 100 % di daratan meskipun sebenarnya tidak jauh dari pantai Arabian Gulf yang landai. Kapal Al Hashemi II ini memang dibangun untuk Ballroom Hotel Radisson Blu. Dibangun bersamaan saat pembangunan hotel. Jadi, kegunaannya untuk acara pernikahan, meeting, pameran dan semacamnya. Kalau anda bertanya ke staff hotel, jawabannya sangat heroik tentang sejarah pertempuran laut karena disekitar kapal juga diletakkan puluhan meriam.
Dan saya nggak percaya sama sekali.

 

Keren Dengan Karpet Dan Lampu Kristal Mahal

 

Tangga Menghubungkan Geladak Bawah

 

Percaya Anda Ada Kapal Kuno Secanggih Ini

 

Mirip Interior Titanic
Di Film Holywood

 

Klasik, Modern Dan Megah
Ya Jelas Dong Wong Ballroom Hotel Bintang 5

 

Lebih Mewah Dari Kapal Mewah Titanic
Atau Queen Mary 2, The Riviera Oceania atau Symphony Of The Seas

 

Dek Atas Memandang Ke Pantai Arabian Gulf

 

Ada Meriam Seolah Olah Kapal Al-Hashemi
Dulunya Perang ..Ah Mosok

 

Setir Kapal Besar Sekali
Emang Bener Bisa Berlayar
Semua Dibuat Seperti Kuno

Baca Juga :

 

Nggowes Di Circuit Kuwait Motor Town

Main Circuit Dilihat Dari Parking Area
Besar Dan Luas Sekali
Awalnya banyak yang nggak tahu bahwa Kuwait punya Circuit Balap bernama Kuwait Motor Town.  Disamping circuit ini masih termasuk baru, lokasinya juga jauh dari Kuwait City. Kira kira 30 Km dari rumah saya di Egaila. Circuit ini dibuka pertama kali tanggal 28 Mar 2019, hampir setahun yang lalu. Panjangnya 5,608 Km dan punya lisensi FIA Grade One dan FIM Grade A License. Keren kan ?
Latihan Balap Mobil Siang Hari
Sepeda Pagi Hari

 

Designernya keren dan terkenal sebagai designer top circuit FORMULA 1 bernama Hermann Tilke Pekerjaan konstruksinya dibangun oleh KCC Engineering dengan total biaya USD 162 Juta. Kapasitas tribun tempat duduknya mencapai 8000 tempat duduk. Areanya luas sekali, disamping circuit utama, ada juga arena untuk Drag Race, Go Kart Race dan entah apa lagi yang semua masih terlihat baru dan seperti belum pernah dipakai.

 

Latihan Balap Mobil Bayar KD 75
Sepeda Gratis

Sebenarnya wajar kalau saya tidak tahu ada circuit baru karena saya bukan penggemar balapan mobil atau motor. Hobby saya sekeluarga cuman jogging dan sepedaan. Ada banyak club sepeda di Kuwait salah satunya Indonesian Nggowes. Beberapa waktu lalu club Indonesia ini diminta untuk mengisi petisi yang isinya menuntut ke pemerintah Kuwait agar diberi tempat yang aman untuk bersepeda. Sangat beralasan sekali karena seringkali terjadi ollahragawan sepeda ketabrak mobil saat berlatih di jalan raya. Setahu saya ada dua orang Kuwaitis yang ketabrak mobil tahun 2019 saja.

Semua Pesepeda Yang Masuk Circuit
Harus Registrasi Dulu
Civil ID Dan No Emergency Dicatat

 

Usulan para olahragawan sepeda Kuwait ini langsung disambut dengan baik oleh pemerintah Kuwait. Mulai tanggal 20 Dec 2019, pesepeda boleh menggunakan circuit setiap hari Sabtu antara jam 07:00 – 09:00 pagi gratis. Keputusan ini hanya uji coba sampai bulan April 2020 dan akan dievaluasi kembali tergantung seberapa banyak peminat dan antusiasme masyarakat.

 

Pesepeda Diberi Gelang Sebagai
Tanda Telah Terdaftar

 

Berita gembira ini langsung beredar dari mulut ke mulut, dari WA ke WA dan juga disebarkan melalui medsos. Hari pertama sepeda diijinkan masuk circuit belum terlihat banyak yang datang karena hujan rintik rintik. Disamping itu temperatur udara 11 Deg C, sangat dingin sekali. Sabtu minggu kedua lebih dingin lagi karena angin bertiup cukup kencang. Berat sekali nggenjot sepeda melawan angin ditempat terbuka circuit ini.

 

Petunjuk Arah Di Halaman Depan Circuit Utama
Luas Sekali Bro

 

Sukses dibuka untuk umum buat pesepeda, langsung dibuka juga untuk pelari. Acara lari bareng diadakan untuk menyambut pergantian tahun 2019/2020. Bukan pesta pora kembang api tapi jalan kaki dan lari bersama dengan nama keren ‘New Year Running‘. Acara menyambut tahun baru murah meriah tidak bikin macet jalan raya dan tanpa hiruk pikuk musik. Cukup mengumpulkan orang untuk jalan kaki atau lari keliling circuit saja daripada bikin macet jalanan di kota.

 

Rombongan Road Bike
Bisa Melaju Kencang Tanpa Harus Takut Ketabrak Mobil
Sebenarnya Jakarta bisa meniru Kuwait. Setiap tahun baru adakan saja acara lari atau jalan kaki bersama keliling circuit Sentul gratis, pasti kemacetan tahun baru di Jakarta  akan berkurang banyak. Nggak perlu hingar bingar panggung ndangdut, semua orang akan berbondong bondong dengan tujuan sama yaitu Sehat.

 

Dingin Sekali 11 Deg C

 

Aman Bisa Bersepeda Dengan Santai

 

Circuit Lebar Dan Relatif Datar
Cocok Buat Road Bike

 

Ada Banyak Restaurant Tapi Tutup Semua
Pagi Hari

 

Hanya Costa Cofee Yang Buka Sangat Pagi
Tapi Selalu Ngantri Panjang

 

New Year Running 2019/2020

 

New Year Running
Kegiatan Bagus Di Circuit Tanpa
Hingar Bingar Musik Dan Bikin Macet Jalanan
Anggota Indonesian Nggowes Club

Baca Juga :

 

Nonton Orang Selfie Di Jembatan Baru Kuwait

Kuwait City Saat Sunset
Dilihat Dari Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah Causeway
Sebenarnya saya sedang malas malasan di rumah, baca baca kompas online , detik dan juga hiruk pikuk hitung cepat KPU. Saya juga sedang baca baca berbagai macam posting dan tanggapan para pendukung capres di medsos. Tapi, saya terusik juga untuk segera keluar rumah memacu mobil saya ke Jembatan Baru Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah Causeway Bridge, Wall facebook saya tiba tiba penuh postingan berbagai macam photo tentang Jembatan baru tersebut. Rupanya, saat ini lagi viral di Kuwait photo photoan diatas jembatan.

 

Awal Memasuki Jembatan
Bubiyan Island 60 Km Dari Shuwaikh
Saya bisa maklum, kenapa photo jembatan bisa begitu viral di Kuwait. Di Arab itu nyaris tidak ada sungai sehingga jembatan susah untuk ditemukan. Yang ada cuman Fly Over ditengah kota untuk mengatasi kemacetan kota. Nah, jembatan baru Sheikh Jaber Al-Ahmad Al Sabah Causeway Bridge ini baru diresmikan kemarin tanggal 1 May 2019. Itulah alasan kenapa seluruh penduduk Kuwait ramai ramai melintas dan photo photoan diatas jembatan dan bikin penuh semua wall medsos.
Semua Mobil Berhenti Di Jalur Emergency
Untuk Photo Photoan
Jembatan baru Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah Causeway Bridge ini masuk dalam 10 besar jembatan terpanjang di dunia, kalau nggak salah bakalan masuk ke urutan no 4 dunia. Panjang totalnya 48 Km menghubungkan Kuwait daratan dengan Boubiyan Island. Yang punya proyek untuk membangun adalah Ministry Of Project Works (MPW) bekerjasama dengan kontraktor lokal SSH dan Hyundai E&C mulai tahun 2014 dengan biaya total sekitar USD 3 Billion. Bentuknya sangat mirip dengan Bahrain Causeway/King Fahd Causeway yang menghubungkan Bahrain dengan Saudi Arabia (29 Km). Baca : Antara Suromadu dan Bahrain Causeway
Ini Dia Orang Orang Yang Bikin
Penuh Wall Facebookku
Karena jembatan baru ini satu satunya jembatan di Kuwait yang melintas diatas air (Arabian/Persian Gulf) maka bisa saya maklumi kenapa warga Kuwait begitu antusias untuk datang dan photo photoan. Sekali kita memutuskan untuk menyeberang berarti harus ‘Maju Terus Pantang Mundur’.  Anda harus menyelesaikan perjalanan 48 Km sampai ke ujung pulau Boubiyan baru bisa putar balik kembali ke Kuwait daratan. Sepanjang 48 km diatas laut tidak ada tempat untuk putar balik sama sekali.

 

Satu Keluarga Diajak Semua Photo Photoan
Diatas Jembatan Baru
Sampai di Pulau Boubiyan, anda harus tahan lapar dan haus juga. Saat ini pulau tersebut masih kosong dan belum ada restaurant, hotel, pompa bensin dan sarana entertainment apapun untuk sekedar beristirahat. Tapi dengan adanya jembatan baru ini, saya bisa pastikan bahwa beberapa tahun kedepan pasti akan ramai dan menjadi kota baru yang modern dan megah. Karena Boubiyan Island menjadi target untuk Visi kedepan : New Kuwait 2035 Strategic Plan

 

Expats India, Bangladesh, Philipine, Mesir
Dll Semua Rame Rame Photo Selfie Di Jembatan Baru
Orang yang saat ini masih ndeso photo photoan diatas jembatan ternyata dari berbagai macam bangsa. Hampir seluruh warga Kuwait tumplek bleg ada di jembatan ini. Ada expats dari India, Bangladesh, Mesir, Lebanon, Philipine, Srilanka dan saya sendiri asli wong ndeso dari Indonesia.

 

Jembatan Panjang Tapi Resiko Pembangunan Kecil
Gulf Sea Tidak Bergelombang Besar Seperti Di Indonesia
Dan Belum Pernah Ada Gempa Bumi Juga

Saya datang sore hari sekitar satu jam menjelang matahari tenggelam dan baru tiba kembali di Kuwait City sekitar dua jam setelah matahari tenggelam. Sepanjang perjalanan pulang pergi nggrundel mulu karena jalan tidak lancar, tidak bisa putar balik dan saya tengok bensin mau habis pula. Nyampai di Boubiyan ternyata nggak ada apa apa hanya menyaksikan gurun kosong. Perut lapar pula, lengkap sudah penderitaan.

 

Ada Yang Nyewa Bus Untuk Memcoba
Melintas Jembatan Baru

 

Semakin Malam Yang Berhenti Di Jalur Emergency
Semakin Banyak. Pemandangan Cahaya Kuwait City Sangat Bagus

 

Tengah Tengah Jembatan Menjadi Pusat Kemacetan
Semua Berhenti Karena Lampu Warna Warni Sangat Bagus

 

Ini Kemacetan Yang Terjadi Karena Semua Orang
Berhenti – Persis Ditengah Jembatan

 

Banyak Yang Nyeberang Jalan Seenaknya
Emak Emak Dari India Ini Contoh Orang Yang Berani Mati
Nyeberang Seenaknya Hanya Untuk Selfie

Baca Juga :

 

Taman Bahagia Kuwait

Egaila Beach Kuwait
Taman Kota dimana mana hampir sama saja. Di Kuwait banyak sekali taman kota, umumnya yang selalu ramai adalah Taman Kota yang terletak disepanjang laut. Taman Kota di Kuwait agak berbeda dibanding dengan di Indonesia.  Egaila Beach pada photo photo dibawah ini adalah salah satu Taman Kota yang ada di Kuwait.
Mobil Mobilan Anak Anak
Bisa Sewa Jam Jaman
Kalau di Indonesia umumnya pinggir pantai yang menguasai adalah Pengusaha, baik pengusaha Hotel, Penginapan atau Pabrik. Lihat saja pinggiran pantai disepanjang Cilegon, Serang sampai Carita. Lihat juga sepanjang pantai Danau Toba atau Benoa, Legian, Sanur di Bali. Rasanya, masyarakat umum  susah sekali memandang lautnya di Indonesia karena tertutup hotel.
Kayaknya Seperti Sepeda Roda 3 Biasa
Tapi Roda Depan Sudah Dimodifikasi Menjadi Sepeda Listrik

 

Di Kuwait dan juga kebanyakan negara lain, sepanjang pantai adalah Fasilitas Umum. Hotel dan Penginapan boleh berdiri tapi dengan jarak  sekitar 100 meter lebih dari bibir pantai. Di Kuwait memang ada beberapa hotel yang berada di bibir pantai dan pantainya tertutup hanya untuk tamu hotel. Tapi jumlahnya tidak banyak. 

Di Kuwait Banyak Sekali Penyayang Binatang
Rumah Sakit Hewan Juga Banyak

Ijin mendirikan tempat usaha, hotel, penginapan di Kuwait tidak semudah di Indonesia. Mungkin hotel hotel di Kuwait yang sudah terlanjur berdiri di bibir pantai punya ijin ‘khusus’. Saya kurang tahu mengenai hal ini. Di Indonesia memang serba enak, penginapan sekelas Losmen Melati, Warung Pecel, Kios Rokok, Teh Botol Dan Antimo saja bisa didirikan hanya beberapa meter dari pantai cukup dengan bayar retribusi harian saja. Kurang nikmat apa lagi hidup di Indonesia.

Anjing Adalah Bagian Dari Rumah Tangga
Sebagian Besar Penduduk Kuwait

 

Tentang pengunjung Taman Kota kira kira sama nggak dengan di Indonesia ?. Jawabnya ‘SAMA’, ada kakek nenek yang sedang momong cucu, ada juga keluarga yang duduk duduk sambil bawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Yang jalan jalan sambil nuntun anjing juga banyak. 

Lagu ‘Sayur Kol’, Makan Daging Anjing’ Ngetop Di Indonesia
Orang Medan Di Kuwait Tidak Ada Yang Makan Anjing

 

‘Wah, negara Islam kok warganya nuntun anjing ?’. Pertanyaan seperti ini banyak ditanyakan orang orang di tanah air yang lagi ‘mabuk agama’. Kenyataannya, ya sehari hari memang seperti ini di Timur Tengah, khususnya Kuwait. 

Semua Pantai Untuk Fasilitas Umum
Bisa Jogging, Bersepeda Atau Sekedar Duduk Duduk
Memandang Laut

 

Pemandangan lain yang tidak kalah menarik adalah Mobil mobilan dan sepeda roda 3. Ditangan warga Kuwait mobil mobilan plastik dan sepeda roda 3  buat anak anak tersebut disulap menjadi mainan yang cukup mengasyikkan.
Roda Depan Digerakkan Dinamo Dari Battery
Bisa Ngebut Tanpa Rem
Bisa ngebut cukup kencang tanpa harus diayun lagi karena sudah dipasangi dinamo listrik dan accu kering untuk menggerakkan. Tidak ada rem sama sekali seperti aslinya mobil mobilan dan sepeda roda 3. Yang ada hanya tombol ON dan OFF. Sewanya per 15 – 20 menit, karena lebih dari itu battery/accu harus dicharge lagi. Cukup mahal KD 1 per 15 – 20 menit.
Jangan Ngira Orang Arab Cuma Ngaji Doang
Kreatifitas, Innovasi Dan Modifikasi Sepeda Roda 3
Menjadi Sepeda Listrik Juga Bisa.

 

Ini Taman Kota Tempat Warga
Berolah Raga Dan Momong Cucu

 

Sewanya KD 1 per 15 menit
Punya 10 Saja Berarti Pemasukan Sekitar Rp 450,000 per 15 Menit

 

Orang Kuwait Juga Sayang Anak Dan Cucu

 

Transaksi Tawar Menawar
Orang Kuwait Juga Banyak Yang Pinter Usaha Dan Dagang

 

Sayang Anak
Bahagia Itu Sederhana Dan Murah

 

Pulang Ah, Sudah Hampir Maghrib

 

 

Moko, Lagi Ngetrend Di Kuwait

Pebisnis Baru Kuwait
Jualan Burger Di Taman Kota

 

Hari ini baru saja memasuki bulan February, artinya masih musim dingin di Kuwait. Seperti biasa, saat musim dingin suasana kota terasa begitu hidup dan semarak. Berbagai macam acara selalu diadakan saat musim dingin contohnya Marathon, Balap Sepeda di gurun / jalan raya, Balapan Onta, Pameran Mobil dan Pameran Budaya / Bazaar dari berbagai macam negara. Apalagi, tanggal 25 dan 26 February nanti adalah Independence & Liberation Day Of Kuwait. Semakin ramai dan semaraklah hiruk pikuk warga menyaksikan berbagai macam acara di segala penjuru Kuwait.
Menggoreng, Memasak, Memanaskan Air
Semua Dilakukan Didalam Mobil

 

Tapi ada yang berbeda dibanding dengan tahun tahun sebelumnya. Tahun ini banyak sekali bermunculan Moko (Mobil Toko) yang parkir diberbagai tempat, terutama di taman taman publik. Saat awal musim dingin bulan November tahun lalu  hanya terlihat satu, dua atau tiga Moko saja di sepanjang pantai Salmiya, Rumaithiya, Egaila, Mahboula, Mangaf sampai Fahaheel. Itupun hanya jual Kopi karena memang 1-2 tahun terakhir ini Kuwait lagi demam Kopi. Puluhan Coffee Shop & Cafe banyak bermunculan dimana mana.

 

Warung Serba Ada
Di Egaila Beach Kuwait

 

Hanya sekitar 4 bulan saja, jumlah Moko semakin banyak. Yang dijualpun mulai bermacam macam dan sangat bervariasi. Tidak ada satupun yang saya temukan menjual makanan asli Arab. Kayaknya, lidah orang Arab sudah pada berubah semua menjadi Western / Amerika. Yang dijual semua makanan fast food semacam Burger, Hot Dog, Crepes, French Fries, Pop Corn dan lain lain.

 

Bawa Diesel Untuk Menyalakan Kompor
Dan Penerangan

 

Peminatnya banyak, mulai dari anak anak sampai dewasa pada ngantri semua. Karena masih merupakan ‘Barang Baru‘ maka parkir Moko tersebut banyak yang ngawur sesukanya sendiri. Tempat parkir untuk 3 – 4 mobil ditempati sendiri oleh Moko dengan cara parkir melintang sejajar dengan trotoar. Semakin malam pengunjung taman publik semakin banyak tetapi tidak ada tempat lagi untuk parkir.
Masih Sore Belum Ada Yang Marah Marah
Jatah Parkir 3 Mobil Dipakai Sendiri Untuk Jualan
Beberapa orang saya perhatikan ada yang mulai jengkel dan berusaha mengusir pemilik Moko yang parkir mobil melintang menghabiskan jatah 3 – 4 mobil. Tapi, pembeli yang jauh lebih banyak sepertinya tidak mau moko moko tersebut dijauhkan dari taman.
Ini Moko Pertama Yang Saya Lihat Di Pantai
Mahboula, Jualan Kopi Saja
Kalau Masih Sore Area Parkir Masih Sepi
Tapi Setelah Maghrib Susah Cari Parkir
Hmmm Baunya Enak Juga
Harga Juga Murah, Harga Kaki Lima
Taman Kota Egaila Beach
Banyak Aktifitas Warga Saat Musim Dingin

 

Mahboula Beach
Orang Kuwait Senang Nonton Laut Dari Mobil

Baca Juga :

 

Piknik Ke Border Iraq

Border Iraq Sekitar 120 Km Dari Kuwait City
Jalannya Lurus Dan Tidak Ada Bangunan Atau Pohon
Disepanjang Jalan

 

Bulan depan tanggal 25 dan 26 February adalah Independence & Liberation Day Of Kuwait. Nah, saya tertarik untuk mengenang ‘Liberation Day‘nya saja, yaitu hari bersejarah dimana Kuwait dibebaskan dari invasi Iraq pada tahun 1991. Istilah kerennya adalah ‘Napak Tilas Perang Teluk. Dari Kuwait menuju Perbatasan Iraq jaraknya sekitar 120 Km saja dan jalan yang dilalui  hanya ada satu saja, namanya Road 80 atau Highway 80. Tetapi saat ini lebih terkenal dengan nama Highway Of Death.  Hiii, ngeri sekali namanya.

 

 

Sebelah Kiri Dan Kanan Highway 80 Hanya Gurun Kosong
Tidak Ada Tempat Berlindung Sama Sekali

 

Kenapa Road 80 namanya begitu menyeramkan ? Ceritanya, nama menyeramkan ‘Highway Of Death’ tersebut muncul saat Gulf War, Pembebasan Kuwait dari invasi Iraq tahun 1991 yang lalu. Tentara Iraq yang saat itu sedang mundur untuk kembali ke barak di Iraq digempur habis dari udara oleh pesawat pesawat US dan sekutunya. Diperkirakan lebih dari 10000 orang terbunuh, baik dari tentara Iraq sendiri maupun penduduk yang digunakan sebagai tameng hidup saat tentara Iraq tersebut bergerak mundur kembali ke perbatasan. 

Istirahat Dulu Makan Siang Sambil
Merenung Dan Membayangkan Apa Yang Terjadi
Di Jalan Ini Tahun 1991 Lalu

Sampai saat ini kejadian tersebut masih menjadi ‘kontroversi’ internasional. Kalau tentara sedang bergerak mundur seharusnya tidak boleh ditembak sesuai dengan konvensi internasional. Tetapi yang terjadi saat itu tentara Iraq tersebut mundur dengan membawa persenjataan berat lengkap mulai dari tank sampai rudal anti pesawat, bukan mundur dengan tangan kosong. Jadi, sangat beralasan sekali kalau digempur habis dari udara. Baca sendiri sejarahnya di link Highway Of Death

Ditempat Ini, Pernah Bergelimpangan Mayat
Tentara Iraq

 

Saya bisa membayangkan betapa ngerinya kejadian tahun 1991 yang lalu disepanjang jalan ini saat melintas. Saat perjalanan mulai meninggalkan Jahra, perumahan terakhir yang ada dijalan 80, yang bisa kita saksikan hanya gurun pasir saja. Tidak ada pohon, bukit maupun bangunan sama sekali yang bisa digunakan untuk berlindung. Jadi, bisa terbayang betapa empuknya pilot pilot pesawat tempur US menembaki iring iringan tentara Iraq dan tameng hidupnya. Nggak salah kalau korban lebih dari 10000 orang dan saat ini kuburan massalnya terlihat sangat besar sekali di jalan ini.
Rasanya Ikut Sedih Mengenang Kejadian
Ditempat Ini. Setiap Butir Pasir Yang Saya Injak
Serasa Korban Masih Ada Disini

 

Semoga, kejadian perang semacam ini tidak terjadi lagi, dimanapun termasuk juga di Indonesia. Sudah sangat banyak korban yang berjatuhan karena perang. Dan kini Kuwait hanya bisa mengingat, mengenang dan memperingati saja keluarga, sahabat dan teman yang ikut jadi korban. Semoga tulisan tentang Independence & Liberation Day Kuwait ini bisa menjadi bahan renungan bagi siapa saja di tanah air. Terutama bagi anda yang gemar bikin ‘panas’ dunia medsos di Tahun Politik 2018 ini.
Sepi, Dingin Dan Tidak Ada Apa Apa
Bisa Membayangkan Bagaimana Perang Disini

 

Ucapan Terima Kasih Penduduk Atas Keberhasilan
US Troops Membebaskan Kuwait

 

Abdaly, Kota Perbatasan Yang Menjadi Saksi
Bagaimana 10000 Orang Lebih Mati Di Jalan Ini

 

Mendekati Iraq Border
Katanya Jalan 80 Ini Sekarang Angker Dan Sering
Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas

 

Pintu Gerbang Perbatasan Kuwait Iraq
Tempat Awal Invasi Iraq
Keadaan Saat Ini – Ada Rig Pemboran Dan Ada Juga
Jaringan Listrik

 

Rig Pemboran Minyak
Di Perbatasan Memang Kaya Minyak
Keadaan Road 80 Setelah Dibombardir Pesawat US
Tahun 1991 (Courtesy Of Wikipedia)

 

Mengerikan
10000 korban lebih saat ini terbaring di Kuburan
Massal di Highway 80 (Courtesy Of Wikipedia)

 

Pemandangan Dari Atas Highway 80
Pasca Dibombardir Dari Atas (Courtesy Of Wikipedia)

 

Habis Tak Tersisa Sebelum Mencapai
Perbatasan (Courtesy Of Wikipedia)
Baca Juga :

 

Piknik Ala Arab

Piknik Ala Timur Tengah Itu Ya Gini Ini
Bawa Meja, Kursi, Termos Dan Kopi

 

Piknik kalau di Indonesia merupakan hal yang lumrah dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Mau piknik ke gunung, hutan, danau, laut, sungai dan pulau bisa dilakukan dengan mudah. Dari Sabang sampai Merauke banyak tempat tempat bagus yang bisa dijadikan tempat untuk wisata, kapanpun tanpa tergantung dengan musim.
Orang Arab Kalau Piknik Keluarga Cuma Duduk
Duduk Di Pantai Bawa Meja Dan Kursi Dari Rumah
Di Kuwait, saya harus mikir 1000 kali kalau mau merencanakan Piknik Keluarga. Gunung nggak ada, danau nggak ada, sungai juga sama saja nggak ada. Apalagi hutan dengan air terjun yang indah, jelas nggak ada. Pusing memang….., apalagi kesempatan untuk piknik hanya bisa dilakukan saat musim dingin saja. Musim panas nggak mungkin ngadain piknik outdoor, panasnya bukan main.

 

Cuma Duduk Duduk Di Pantai Doang
Lalu Senengnya Itu Dimana

 

Karena Kuwait negaranya sangat kecil sekali (17,818 SqKm – kira kira sebesar propinsi Bengkulu), maka piknik keluarga yang sering dilakukan adalah kabur wisata keluar negeri. Yang tidak bisa wisata keluar negeri, pikniknya cuma duduk duduk di pantai, taman kota atau bikin tenda di gurun.

Termos Air Panas Untuk Bikin Kahwa (Kopi Arab)
Wajib Dibawa Bersama Kurma

Tahu nggak, orang orang disini kalau mau piknik hebohnya bukan main. Semua barang diangkut dari rumah ke pantai yang jaraknya sebenarnya tidak seberapa jauh. Mulai meja lipat, kursi lipat, tenda, sepeda, makanan, minuman, panggangan BBQ dan masih banyak lagi semuanya diangkut dengan mobil dari rumah. Kalau satu keluarga jumlahnya 6 orang saja, maka bisa 2 – 3 mobil convoy bawa semua barang dari rumah ke pantai/gurun. Yang punya Caravan tidak terlihat begitu heboh karena semua barang bisa masuk semua.

Duduk Duduk Doang
Heran, Orang Arab Betah Sampai Subuh

 

Berkali kali saya mencoba merasakan Piknik Ala Arab seperti ini untuk menjajaki ‘dimana sih nikmatnya piknik hanya beberapa Km dari rumah ?‘. Ternyata lebih banyak ribetnya daripada nikmatnya. Saya coba bawa semua barang seperti apa yang sering dibawa oleh penduduk lokal. Ternyata perlu dua mobil untuk keluarga kecil saya yang cuma 4 orang. Barang yang saya bawa tidak lain adalah :
  • Termos Air Panas dan Air Mineral
  • Kahwa (Kopi Arab) dan juga Kopi Nescafe
  • Kurma dan Arabian Sweet (jajanan manis khas Arab seperti Kunafa, Mushaltat dll).
  • Satu Meja Lipat dan 4 buah Kursi Lipat.
  • Sepeda 2 buah
  • Dan masih banyak lagi prethil prethil kecil seperti pecah belah, tikar dll.
Yang Di Omongin Apa Kok Bisa Betah
Sampai Subuh

 

Ternyata, waktu terlama ‘Piknik Ala Arab’ yang bisa saya lakukan cuma 3 jam saja. Bosan, Jenuh dan cepat ngantuk karena cuma duduk duduk memandang laut. Nggak ada aktifitas yang energik dan bisa menghilangkan kebosanan. Paling cuma melihat anak anak main sepeda kesana kemari, melihat orang sedang jalan jalan atau melihat orang duduk duduk melamun sambil makan. Nggak ada hingar bingar ndangdutan seperti ditanah air.
Cuma Jalan Jalan Setelah Itu Balik Lagi
Ngambil Makanan Dan Ngopi Kahwa

 

Pernah saya mengajak seorang teman dari Saudi untuk jalan jalan ke Indonesia biar tahu bagaimana tempat wisata dan bagaimana piknik yang seharusnya. Saya turunkan dia di Puncak. Ketika ketemu saya kembali di Kuwait, ceritanya panjang lebar dan menggebu gebu. ‘I surprise…Indonesia is the real heaven‘. Heran dia dengan gunung, sungai, hujan, air terjun, binatang binatang di Taman Safari dan alam hijau daerah Puncak. Nggak salah dia menganggap Indonesia adalah ‘The Real Heaven‘, selain alamnya indah, ternyata setiap hari kerjaannya juga ndangdutan dikelilingi 72 bidadari cantik di Puncak.
Baru Saja Buka Lapak
Sudah Langsung Kekenyanyan
Barang Yang Dibawa Banyak
Tapi Cuma Betah 2 – 3 Jam Saja

 

Susah Membedakan, Ini Kekenyangan
Atau Cuma Melamun

 

Jalan Jalan Lalu Balik Lagi Ke Lapaknya
Makan Dan Ngopi Lalu Jalan Jalan Lagi

 

Yang Punya Caravan Bisa Sekali Angkut
Orang Kuwait Banyak Yang Punya Caravan
Tapi Nggak Pernah Jalan Jauh, Paling Cuma Ke Pantai
Piknik Begini Ini Hanya Saat Musim Dingin Saja

 

Bawa Caravan Setahun Paling Cuma Sekali
Saat Musim Dingin – Itupun Jarak Dari Rumah Sangat Dekat