Category Archives: Otomotif Dan Lalu Lintas

Orang Indonesia Memang Kaya Kaya

Bayangkan, Hanya Bikin Bank Account Dan
Mindahin Gaji Ke Bank Lain Saja DItawarin Hadiah Mobil
Tahun ini adalah tahun politik di Indonesia. Hampir tiap hari bertebaran kicauan para politisi yang mengatakan bahwa masyarakat Indonesia banyak yang miskin, kere, melarat dsb. Nah, semua ucapan politisi tersebut omong kosong belaka. Yang benar, Indonesia itu sangat kaya raya demikian juga dengan masyarakatnya. Luar biasa kaya dibanding negara manapun.

 

KD 2000 = Rp 92 Juta (Kurs Jan 2019)
Contohnya, warga Indonesia itu umumnya bisa membeli mobil dengan harga yang jauh lebih mahal dibanding dengan harga mobil di Kuwait. Secara umum, harga mobil di Indonesia itu sekitar 2 kali lipat harga mobil di Kuwait. Dan yang sangat luar biasa, satu keluarga di Indonesia ada yang punya 2 atau 3 mobil padahal harga mobil di Indonesia bikin geleng geleng kepala orang Kuwait saking mahalnya.
KD 2999 = Rp 139 Juta (Kurs Jan 2019)
Disamping itu, rata rata semua orang di Indonesia punya sepeda motor. Satu rumah bisa ada 2 sampai 3 sepeda motor. Ke sekolah, belanja ke pasar, ke sawah semua orang naik sepeda motor.
Di Kuwait,  hadeuhhh…… tidak terlihat sama sekali ada orang yang punya sepeda motor. Kalaupun ada sepeda motor yang lewat, itupun hanya Motor Besar yang hanya keluar saat akhir pekan saja dan hanya dimiliki oleh orang orang tertentu yang punya hobby Moge. Sepeda motor bebek, scoopy matic nggak ada sama sekali yang punya. Bisa kebayang kan betapa kayanya orang Indonesia.
KD 3,999 = Rp 185 Juta (Kurs Jan 2019)
Hebatnya lagi orang Indonesia, satu keluarga bisa punya 4 buah sepeda onthel dan hanya dipakai sekitar 2 jam saja per minggu saat Car Free Day. Setelah itu cuma dijadikan pajangan saja di rumah.
Di Kuwait, hampir nggak ada orang berkeliaran naik sepeda onthel sehari hari di jalan raya. Ngeri sekali naik sepeda onthel di jalan raya. Sudah berkali kali ada yang kecelakaan disambar mobil saat olahraga bersepeda dijalanan. Sepeda di Kuwait hanya dimiliki oleh orang yang benar benar suka olah raga sepeda. Musim panas sangat tidak cocok untuk olah raga bersepeda. Jadi sepeda banyak dipakai berolah raga saat musim dingin saja.
KD 4,895 = Rp 227 Juta (Kurs Jan 2019)
Untuk Delivery Makanan semacam Go Food gimana caranya kalau sepeda motor nyaris nggak ada di Kuwait ?. Oooo di Kuwait juga ada jasa pesan antar makanan semacam Go Food. Namanya Talabat dan ada juga Cariage. Semua makanan apapun bisa dipesan online dan akan diantar ke rumah menggunakan mobil. Mobil buat mengantar makanan umumnya mobil kecil semacam Honda Jazz, Suzuki Swift, Kia Picanto, Toyota Agya dll.
KD 4,999 = Rp 232 Juta (Kurs Jan 2019)
Jadi kalau di Indonesia para mahasiswa petenthang pethenteng bergaya naik Honda Jazz, Toyota Agya atau Suzuki Swift, kalau di Kuwait mereka bisa dikira sopir Food Delivery. Karena mobil kecil semacam inilah yang termurah dan cocok buat Food Delivery. Harganya kira kira hampir sama dengan harga sepeda motor laki laki di Indonesia, yah lebih mahal sedikit lah.

KD 6777 = Rp 314 Juta (Kurs Jan 2019)

Angsuran Hanya KD 79 = Rp 3.6 Juta Per Bulan
Kredit Di Kuwait Hanya Nunjukin KTP Doang
Tanpa Jaminan Apapun
Kalau Iklan Harga Tidak Dicantumkan Biasanya
Masih Ada Stock Tahun Sebelumnya Yang
Ditawarkan Dengan Discount Sampai 20 %
Baca Juga :

 

Lempar Receh Di Jembatan Itchen Southampton

Masuk Ke Kios Europcar Di Depan
Terminal Bus The Hard Portsmouth

 

Saya senang sekali keliling ke negara manapun nyetir mobil sendiri. Kenapa ?, karena bisa ‘blusukan’ kemanapun sesuka hati untuk menyaksikan apapun yang tidak pernah ditulis di Majalah Pariwisata. Background saya sebagai wartawati memang suka ‘blusukan’ dan bertanya mencari informasi ke penduduk lokal. Bosan saya saat membaca tulisan tulisan di website dan majalah pariwisata yang ‘Itu Itu Saja‘ dan umumnya hanya terkagum kagum keindahan. Percayalah, majalah Pariwisata atau website itu ditulis dari ‘Sudut pandang penulis yang terkagum kagum karena baru pertama kali menyaksikan‘ atau ‘Sudut pandang penulis yang dibayar khusus untuk mempromosikan obyek wisata tertentu keseluruh dunia‘.
Ruang Tunggu Sempit Hanya Tiga Tempat Duduk

 

Kali ini saya buka wawasan anda tentang UK dan saya mulai dengan cara menyewa mobil di Portsmouth. Saya pilih Europcar karena lokasinya sangat dekat sekali dengan rumah saya. Tata cara sewa mobil sama saja dan sudah pernah saya tulis dengan judul : Sewa Mobil Di UK. Cuma, kios Europcar di Portsmouth ini sangat kecil sekali dan hanya ada satu petugas receptionis dan sekitar 2 orang mechanic di belakang. Karena mobil sudah saya pilih dan book online sebelumnya, maka petugas hanya  ngecek ulang nomor Driving License dan no passport saja sebelum menyerahkan kunci mobil.
Eh Ketemu Lagi
Hi Susy, Welcome Back

 

Sebagai pemanasan, saya coba perjalanan ke Southampton. Itung itung buat  melemaskan kaki dan tangan karena mobil yang saya sewa kali ini versnellingnya Manual. Sewa mobilnya per hari relatif murah, tapi saya harus bayar tambahan Asuransi Full Risk karena nggak mau ambil resiko berurusan dengan polisi, bengkel, hospital maupun Europcar seandainya terjadi kecelakaan. Biaya lain yang harus saya bayar adalah ‘Sopir Kedua‘. Aturannya kalau sewa mobil itu hanya si penyewa yang boleh mengemudikan mobil, Untuk sopir pengganti, harus didaftarkan dan bayar.

 

Jembatan Itchen Masih Jauh
Tapi Semua Sopir Sudah Memperlambat Mobilnya
Nyiapin Duit Logam

 

Menjelang masuk kota Southampton, saya melewati Jembatan Itchen.  Mirip sekali dengan jembatan jembatan di sepanjang Pantura, khususnya jembatan di sekitar Brebes dan Tegal. Di kota Southampton ini semua sopir mobil harus memperlambat mobil untuk melempar duit logam recehan. Alat penangkap uang logamnya sangat kecil berbentuk seperti corong minyak tanah dan berwarna kuning. Hanya uang logam saja, berapapun uang logam yang anda lempar akan ditelan semua.
Memasuki Jembatan Itchen
Harus Siap Siap Melempar Uang Logam

 

Beda sekali dengan lempar receh di jembatan Brebes – Tegal. Di Brebes – Tegal, sopir nggak perlu repot melempar uang tepat sasaran. Nyantai saja, uang cukup dijatuhkan ke jalan saja sambil melaju. Ada juga alat penangkap uang di Brebes – Tegal yang pakai jaring untuk menangkap receh. Untuk jembatan dengan jenis alat penangkap receh seperti ini, sopir juga nggak perlu repot. Corong/Jaring akan otomatis mendekat ke jendela dan tinggal lempar duitnya. Bebas, nggak perlu harus uang logam, uang kertas juga bisa. Jelas kan, betapa luar biasa fleksibilitas alat menangkap receh di tanah air dibanding Southampton ?
Mirip Gate Jalan Tol Tapi Hanya Terima Uang Logam
Canggih Jembatan Brebes – Tegal
Uang Logam Dan Kertas Tinggal Dijatuhkan Ke Jalan

 

Alat penangkap receh di Itchen, Southampton ini kalah canggih dibanding alat yang sama di tanah air. Saya tidak tahu sensornya berdasarkan diameter uang logam, berdasarkan berat uang logam atau kombinasi keduanya. Yang jelas, tertulis harus bayar 60 pennies. Saya masukkan 1 Pound ditelan, 2 pound ditelan juga. Bodohnya, saya masukkan logam Rp 50 atau Rp 100 juga ditelan dan gerbang membuka  juga tanpa ada protes sama sekali. Gerbang paling kanan sendiri saya perhatikan terbuka lebar dan mobil mobil berlalu lalang tanpa ada yang bayar. Barangkali, sebelumnya ada sopir yang iseng memasukkan tissue atau tutup botol bir kedalam corong kuning penangkap recehnya.

 

Lempar Uang Logam Yang Tepat Ke Corong Kuning
Corongnya Kecil Kalau Meleset Ulangi Lagi

 

Di Brebes Jaring/Corong Penangkap Receh Semacam Ini
Lebih Besa Dan Otomatis Bisa Mendekati Sopir Tanpa Diminta
Mana Bisa Corong/Jaring Jembatan Itchen Ini Mendekati Sopir

 

Ini Nangkap Uang Receh Cara Brebes – Tegal
Sangat Fleksibel Bisa Maju Mundur Mendekati Sopir

 

Di Jembatan Tegal – Brebes
Sopir Tinggal Jatuhkan Uang Ke Jalan Raya
Di Itchen Uang Logam Harus Dilempar Tepat Sasaran

 

Baca Juga :

Apa Merk Taxi London

Lain Negara Lain Nama
Di Indonesia Namanya Taxi, Tapi Di UK Namanya Cabs

 

Di Indonesia, kita sering menyebut angkutan umum ini dengan nama Taxi. Tapi di UK, khususnya kota London namanya Cab. Orang Inggris agak bingung dan gelagapan kalau kita mengucapkannya dengan istilah Taxi. Kadang kadang mereka menyebut dengan nama Black Cab meskipun warnanya hijau, biru, kuning atau merah. Nama lain yang sering diucapkan penduduk lokal adalah Hackney atau Hackney Carriage. Orang asing atau turis lain lagi istilahnya, paling sering menyebut dengan nama London Taxi.
.
Meskipun Warnanya Merah
Orang Inggris Menyebut Dengan Nama Black Cab

 

Bingung kan jadi orang Inggris. Barangnya sama, tapi namanya banyak sekali. Mending jadi orang Indonesia saja, cukup menyebut dengan nama Taxi saja. Lalu apa merek mobil yang digunakan untuk taxi London tersebut ?. Nah ini yang bikin bingung. Saya perlu berkali kali naik Cab dan mengamati interior dan exterior untuk mencari logo atau symbol merk mobil. Nggak ada logo merk mobil sama sekali.
.
Plontos Nggak Ada Emblem Merk Apapun

 

Akhirnya tahu juga, ternyata, merknya LTI, tetapi sopir taxi kalau ditanya njawabnya TX1, TX2, TX3 atau TX4. Apa pula ini, belum pernah saya mendengar merk mobil seaneh ini. Untuk memastikan, terpaksa saya harus naik London Taxi beberapa kali sekedar bisa bertanya dengan si sopir langsung. Jawabannya semua sama saja, merk mobil asal nyebut TX1, TX2, TX3 atau TX4, diproduksi oleh LTI Vehicles. TX4 dibuat antara tahun 2007 – 2010, setelah itu proses pembuatan dikerjakan sendiri oleh The London Taxi Company bekerja sama dengan Geely Automobile China sampai sekarang.

 

 

Ternyata Mobil China
Geely Automobile China
Kenapa modelnya dari jaman baheula hampir nggak berubah ?. Nah ini yang saya kurang begitu jelas alasannya. Konon, model jadul seperti sekarang ini merupakan hasil metamorfose dari merk Austin FX3 yang pernah berjaya sebagai taxi antara tahun 1948 – 1958. Sebelum menjadi bentuk TX4 seperti sekarang ini, metamorfosa dimulai dari LTI TX1, setelah itu berubah menjadi TX2, TX3, TX4 dan yang terbaru TX5. Merk LTI langsung mengecil bahkan cenderung menghilang begitu kepemilikan LTI Vehicles diambil alih oleh The London Taxi Company dan Geely Automobile China.

 

Dulu LTI Vehicles Yang Bikin
Tapi Sekarang Pakai Tehnologi Geely China

 

Yang menarik dari Cab ini selain modelnya yang jadul adalah interiornya. Tempat duduk sopir disekat dengan kaca, jadi penumpang jahat akan kesulitan untuk merampok sopir. Saking rapat dan kedapnya penyekat, terkadang sopir harus menggunakan microphone kalau berbicara dengan penumpang dibelakang. .
.
Meskipun Investornya Geely China
Tapi Interiornya Eropa

 

Tempat duduk penumpang hanya satu jok saja bisa untuk bertiga. Kursi lipat kecil tersedia dua buah menghadap kebelakang. Tidak ada bagasi, kalau bawa koper banyak berarti semuanya diletakkan di kabin penumpang. Bayarnya pakai argometer kalau naik dari stasiun atau airport tapi kalau nyegat di jalan bisa juga tawar menawar tanpa menyalakan argometer. Kelakuan sopir taxi dimana saja ternyata sama saja.

 

Tulisan TXII Sangat Kecil Di Kiri Belakang
Koper Semua Di Cabin Penumpang
Cabin Sopir Disekat Dengan Kaca Anti Perampokan

 

Duduk Di Kursi Lipat Menghadap Belakang
Tidak Nyaman Sama Sekali
Hanya Ada Satu Jok Untuk Bertiga
Menghadap Depan

 

Baca Juga :