Category Archives: Masalah Dan Tantangan

Chevron Vs KOC

Setelah saya tinggal di Kuwait dan bergabung dengan KOC, banyak sekali yang menanyakan tentang pekerjaan dan membanding bandingkan kedua perusahaan tersebut. Terutama dari kawan kawan lama di Chevron dan beberapa orang yang ingin bergabung ke KOC. Saya akan tegaskan, bahwa di Duri suasana kekeluargaan antar karyawan sangat kuat sekali dan belum saya rasakan sama sekali hal tersebut disini, mungkin karena perbedaan budaya yang mencolok antar negara yang menyebabkannya. Kalau mau tahu perbedaan yang lain, Kira kira rangkumannya adalah sebagai berikut, silahkan menginterpretasikan sendiri, mana yang lebih cocok dengan anda.
.nobrtable br { display: none }

Chevron

KOC

  • Tinggal di kota kecil di Sumatra, setiap saat ingin pergi ke Jakarta atau kota besar lain sekedar cari hiburan dan keramaian

  • Tinggal Di Kuwait, setiap saat ingin pulang ke Jakarta juga, bukan untuk mencari hiburan atau keramaian tetapi pingin ke kampung dan menikmati suasana pedesaan. Di Kuwait malas keluar rumah karena tinggal ditengah kota yang ramai dan penuh hiburan, musim panas terlalu panas, musim dingin terlalu dingin.

  • Kalau nyampai di Jakarta, yang dituju pertama kali adalah keramaian Mall, makan makan di junk food restaurant seperti Mc Donald, KFC, Pizza Hut dll atau ke rumah makan mewah yang tidak ada di Sumatra

  • Kalau nyampai di Jakarta, yang dituju pertama warung tahu campur, pecel, rawon yang tempatnya mblusuk di kampung dan gang sempit. Rasanya nikmaaat sekali kalau ketemu masakan warung langganan di Indonesia.

  • Karena tinggal dikota kecil, nikmat rasanya setiap hari berkhayal nonton film digedung bioskop, melihat kesibukan kota, membayangkan ketemu artis sinetron, atau bisa ikutan Who Want To Be Millionaire kalau tinggal di Jakarta

  • Nggak bisa berkhayal apa apa karena Kuwait sangat kecil dan ramai, setiap saat bisa nonton film di gedung bioskop dan malah bisa ketemu dengan artis, sedihnya istri bisa cemberut kalau terlalu lama memandang ‘Ayu Ashari’ di Kuwait, he he he …

  • Kalau musim liburan ngantri pesawat perusahaan agar bisa terangkut dan gratis ke Jakarta

  • Kalau musim liburan, pura pura saja ngantri pesawat ke Jakarta dan berharap tidak kebagian tempat duduk karena tiketnya mahal.

  • Serumah jarang bisa ketemu karena istri punya relasi dan kerjaan sendiri dan anak anak main kerumah teman masing masing.

  • Kemana mana anak dan istri selalu bersama karena belum berani nglayap sendirian. Senang juga jadi sopir pribadi keluarga, rem mobil lebih dari satu sekarang, semuanya ikutan ngerem pakai mulut kalau jalan terlalu cepat, he he

  • Pulang pergi kantor dijemput mobil perusahaan (IOT), sedap rasanya ke kantor pakai sopir dan bisa berkhayal nikmatnya naik mobil sendiri dengan sopir kemana mana. Seringkali saya membayangkan seandainya mobil jemputan ini mobil mewah dan bisa tamasya kemana mana dengan sopir, wah nikmatnya

  • Sedih, nggak bisa berkhayal lagi karena harus konsentrasi nyetir Caprice V8. Apalagi jalanan disini halus dan lurus, meleng sedikit saja bisa ditumbur kendaraan lain. Di Kuwait nggak perlu berkhayal seandainya pingin naik mobil mewah, cukup rental saja beberapa hari hanya dengan beberapa KD saja.

  • Bisa berkebun karena rumah perusahaan sangat besar dan halaman cukup luas. Bersih bersih kaca jendela bisa dilakukan setiap saat.

  • Tinggal di apartment tidak ada kebun, rasanya rindu sekali bisa nyiram tanaman. Celakanya, bisa dianggap sinting kalau berani bersih bersih kaca jendela sambil bergelantungan di lantai atas.

Masalah Kartu Kredit Dan Bank Kuwait

Kita mau sharing info lagi kali ini mengenai bank di Kuwait, khususnya proses memindahkan ‘salary’ kita dari satu bank ke bank lainnya. Percakapan itu kita kutip seperti dibawah ini

Ferral: Saya ingin memindahkan salary transfer saya ke bank lainnya. Tolong buatkan saya clearance letternya. Tapi saya ingin account saya di sini tetap open dan tidak diclose.

Bank : Kalau bapak ingin memindahkan salary transfer bapak, bapak harus menutup rekening bapak di sini. Btw, Kenapa bapak ingin menutup account bapak di sini?

Ferral :

  • Pertama, sampai sekarang saya tidak bisa menggunakan online banking untuk transfer IDR ke Indonesia di mana saya bisa melakukannya di bank lainnya sesuai dengan janji mereka.
  • Kedua kurs KD ke IDR di bank tersebut lebih baik dibanding di Bank ini.
  • Ketiga biaya transfernya juga lebih murah dibandingkan di Bank ini. Transfer lewat online banking free of charge dan unlimited frekwensinya. Sedangkan biaya transfer lewat teller kd 8 dibandingkan bank ini yang mengenakan biaya transfer KD 9.
  • Keempat saya “kaget dan sedih” bank ini mencharge saya KD 15 untuk setiap kartu kredit saya ketika saya memblock accout saya kemarin. Makanya saya ingin memindahkan salary transfer saya ke bank lain.

Bank : Ok, kalau bapak ingin menutup account bapak di sini begini prosedurnya.
ACCOUNT BAPAK AKAN DIBLOCK DULU SELAMA 45 HARI DAN BAPAK HARUS MENYIMPAN DI DALAMNYA SEJUMLAH KD 2,300.00. SETELAH 45 HARI SEJAK KD 2,300.00 ITU DIBLOK, JIKA TIDAK ADA TAGIHAN YANG MAMPIR ATAS ACCOUNT BAPAK MAKA BAPAK BISA MENERIMA CLEARANCE LETTERNYA DAN BAPAK BISA MENGAMBIL UANG TERSEBUT KEMBALI.

Ferral : W H A T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T, Salary saya saja tidak sampai segitu jumlahnya. Bagaimana saya harus memblok uang sejumlah kd 2,300.00 selama 45 hari?
Bank : Iya, pak. Prosedurnya memang seperti itu di Kuwait. Tidak hanya di Bank ini saja, tapi di bank lainnya juga begitu.

Ada dua point penting yang ingin aku sharing.

  1. Jangan mengambil kartu kredit dari bank manapun di Kuwait jika memang tidak membutuhkannya. Biarkan saja mereka menelepon setiap hari memaksa kita untuk mengambil kartu tersebut tapi tidak usah diambil. Hal ini khususnya buat teman-teman Indonesia baru yang akan datang atau teman-teman saat ini yang belum mengambil kartu tersebut. Biaya pemblokiran/penutupan kartu cukup besar.
  2. Jangan berpikir untuk memindahkan salary transfer anda ke bank lainnya karena hanya akan menambah masalah saja. Seandainya dulu kita bisa memiliki informasi yang cukup mengenai bank di sini mungkin akan lebih baik. Mudah-mudahan teman-teman Indonesia baru yang akan datang bisa mendapatkan bank yang lebih baik untuk mereka.

Setelah dari Bank diatas, aku sempatkan mampir ke HR untuk sekedar ngobrol masalah ini. Berikut ini point-point dari HR

  • Sebaiknya tidak usah berpikir untuk memindahkan rekening ke bank lainnya karena malah akan menghabiskan biaya saja.
  • KOC sudah memilihkan bank yang terbaik/termurah untuk kita orang-orang Indonesia.
  • Sebisa mungkin jangan menambah urusan dengan pihak bank. Silahkan atur keuangan anda sendiri. Untuk transfer anda bisa memanfaatkan jasa keuangan lainnya selain bank. Cari yang paling murah biayanya dan tinggi konversinya untuk mata uang anda.
  • IDR currency sama seperti mata uang Thailand menurut dia “UNIDENTIFIED” untuk transaksi online banking di Kuwait. Dia mengalami hal yang sama dengan mata uang Thailand. Dia melakukan “automatic transfer” lewat salah satu “EXCHANGE” company di Fahaheel dengan biaya kd 1 setiap bulannya. (Ardi/Susy)

Salam,
Maaz, Ferral Hisman

Masalah Parkir Di Kuwait

Tempat parkir di Kuwait sebenarnya cukup luas dan banyak, batas antar kendaraan umumnya juga jelas dan rambu rambu juga lengkap dan mudah dimengerti. Tetapi karena jumlah yang membutuhkan tempat parkir sangat banyak dan tidak ada tukang parkir sama sekali seperti di Indonesia maka jadinya semrawut dan amburadul. Kalau cuma 2 – 3 jam tidak bisa keluar karena jalan keluar ditutupi mobil lain masih biasa, yang sangat menjengkelkan kalau mobil tidak bisa keluar karena ada onta yang tiba tiba parkir disekeliling mobil. Udah baunya ‘prengus’ kalau buang air banyaknya bukan main dan menutupi jalan menuju pintu mobil. Pemiliknya entah sedang shopping atau kemana. Sehingga si Onta disuruh parkir tuannya disitu kok ya nurut juga. Wuah …memang memuakkan. (Ard/Susy)

Baca Juga :

Prosedur Driving Liscense

Aturannya sebenarnya bisa untuk mengendarai mobil di Kuwait menggunakan International Driving License kalau visa kita adalah Visit Visa atau Business Visa, sedangkan pemegang Visa Kerja harus memiliki Local Driving Liscense untuk mengemudikan mobil di Kuwait. Celakanya, tempat tempat rental mobil di Kuwait tidak tahu International Driving Liscence dan tidak akan merentalkan mobilnya apabila tidak bisa menunjukkan Civil ID dan Local Driving Liscense. Jadi buat apa susah susah ngurus International Driving Liscense kalau nggak bisa dipakai untuk rental kendaraan ?

Tetapi kalau anda pemegang Visa Kerja sebenarnya bisa mendaftar ke polisi untuk mendapat Temporary Driving Liscense sampai prosedur residency selesai dan anda memiliki Civil ID resmi. Tetapi saya yakin prosesnya memusingkan kalau kita harus ngurus sendiri.

Untuk memperoleh driving liscense cara KOC sederhana saja :

  • Proses Istimara dulu di KOC Passport Office.
    Biaya KD 42 dan dokumen yang diperlukan adalah :
    – Terjemahan Arabic ijasah sarjana dari KBRI dan disahkan Foreign Affair Kuwait
    – Pas photo 4x 6 latar belakang biru 2 lembar
    – Photo copy pasport halaman depan dan halaman yang ada sticker visa
    – Photo copy Civil ID
    – Blood certificate dari KOC Hospital Hanya dalam waktu satu
    dua hari saja anda sudah dipanggil KOC Passport Office untuk test mata di kantor polisi. Apabila hasil test mata sudah diberikan kembali ke Passport Office maka hanya dalam waktu kurang dari seminggu istimara sudah selesai. 
  • Gunakan Wasta untuk proses Driving Liscense.
    Tanpa wasta jangan harap anda bisa lulus test mengemudi, sudah banyak yang jadi korban tidak lulus test sampai delapan kali tanpa tahu apa penyebabnya. Dengan memakai Wasta, anda akan diajari cara mengemudi di Kuwait, aturan jalan raya, dan parkir kendaraan. Dan sudah tentu dapat bocoran soal ujian tulis dan cara agar lulus ujian praktek. Wasta yang sudah terbukti mumpuni dan banyak dipakai rekan rekan Indonesia dan Malaysia adalah Ratna (+965 9479647), jangan membayangkan si Ratna ini cantik, lembut dan sedikit genit seperti Ratna yang di Indonesia, yang di Kuwait ini asli laki laki orang Srilanka, nama aslinya Rajaratnam. Wasta sebenarnya adalah bossnya si Ratna ini, Kuwaiti tetapi untuk mudahnya sebut saja wastanya Ratna gitu loh. Dia bertanggung jawab untuk njemput anda dirumah, latihan mengemudi jalan raya, latihan parkir dan memberi petunjuk saat proses test sampai pengambilan driving liscense. Selalu tanyakan ke Ratna tempat tempat untuk penyerahan dokumen, test tulis dan praktek, pengambilan dokumen hasil test dan pengambilan driving liscense. Di kantor polisi Ahmadi tidak ada loket dan ruang tunggu yang benar benar ruang tunggu. Semua ngantri didepan jendela diluar gedung. Petugas akan membuka jendela dan teriak memanggil nama anda setelah itu menutup jendela kembali. Bawa air kalau pas musim panas agar tidak dehidrasi, bawa masker kalau pas banyak debu dan jaket kalau musim dingin.

    Note : Hati hati pada saat pertama kali mengemudi di Kuwait, kita sudah terbiasa dengan setir kanan dan pada saat mengemudi dengan setir kiri, seringkali terkejut kalau ada mobil menyalip dari sebelah kiri. Pengalaman saya perlu satu bulan untuk membiasakan setir kiri. Disamping itu highway di Kuwait sering terjadi kecelakaan karena ngebut atau pindah jalur dengan cara memotong didepan mobil kita.

Biaya Wasta perinciannya adalah sbb :
Untuk wasta : KD 120 + KD 15 untuk rental mobil dan driving training selama 3 jam + KD 20 untuk meterai.
Dihitung dengan biaya istimara yang KD 42 maka total sekitar KD 200 atau Rp 7 Juta hanya untuk mendapatkan driving liscense di Kuwait. Biaya bisa bervariasi atau berbeda sedikit antara orang per orang, kira kira segitulah totalnya. (by:Ardi)

Baca Juga :

Prosedure Residency Permit

Catatan : Informasi ini hanya sebagai petunjuk saja sebab prosedur bisa berubah tergantung siapa yang menangani. Secara umum perubahan yang mungkin terjadi kecil saja, jadi tenang dan sabar saja, ini sering terjadi dan sering membuat frustasi. Bagi Karyawan KOC, frustasi karena pengurusan administrasi seperti ini sudah dipotong 50 %, yang 50 % lagi dihadapi sendiri oleh staff passport office, tetapi tetap saja staff passport office akan memanggil anda kembali kalau ada masalah.

Photo diatas adalah kantor immigration Ahmadi. Butut. Anda nggak perlu mondar mandir kekantor tesebut karena sudah diurus KOC Passport Office. Biaya sengaja tidak saya laporkan tergantung dengan siapa anda memproses, pokoknya suka suka yang meminta, tetapi tidak jauh dengan biaya resmi, itung itung ongkos jerih payahnya lah.

  • Siapkan photo dengan latar belakang biru ukuran 4×6 dan 3×4. Jumlah tidak ingat lagi, lebih baik bawa saja sebanyak mungkin. Bagi yang berkacamata, siapkan juga photo yang tanpa kacamata. Aturannya photo tidak boleh berkaca mata, tetapi prakteknya tergantung selera petugas, biarkan saja mereka memilih sendiri.
  • Siapkan photocopy entry visa, passport, ijasah sarjana (akan ditranslate ke arabic kalau belum), akta nikah. Ingat, semua dokumen asli juga diminta, administratifnya sangat sembrono sekali sehingga kemungkinan hilang besar sekali. Perhatikan benar siapa yang membawa dokumen anda dan dibawa kemana. Selalu minta receipt atas dokumen asli yang telah anda serahkan. Kalau ijasah anda di’laminating’, seringkali laminatingnya dicopot paksa sehingga ijasah rusak. Entah kenapa ‘default’ orang Kuwait kalau melihat ijasah di’laminating’ kok selalu mencopotnya. Perhatikan benar jangan sampai ijasah anda distempel atau dicorat coret. Beberapa tahun lalu kita orang Indonesia memaksa agar ijasah tidak distempel atau diparaf apapun juga alasannya.
  • Siapkan photocopy contract kerja dengan KOC. Selanjutnya untuk pengurusan apapun kontrak kerja dan passport akan selalu ditanyakan.
  • Kontrak sewa apartment juga sering ditanyakan untuk memastikan alamat tinggal anda selama di Kuwait siapkan beberapa copy, tetapi staff passport office akan mencari jalan keluar kalau seandainya anda belum memiliki surat sewa apartment, biasanya alamat tinggal anda akan ditulis komplek perumahan KOC Ahmadi.

Kalau anda tidak punya guide berbahasa Arab akan terasa sekali mbuletnya urusan seperti ini di kantor pemerintah, untungnya KOC passport office sudah menangani semuanya.

  1. Staff Passport Office akan membimbing anda untuk pengambilan sidik jari termasuk menjemput anda di KOC Guest House. Lokasi di Sharq (dekat dengan BMW Showroom). Semua dokumen asli maupun photocopy dibawa oleh staff KOC, antrian sangat panjang tetapi ‘wasta’ KOC tersebut cukup ampuh untuk mem’bypass’ antrian. Dengarkan saja orang ngedumel pakai bahasa masing masing. Anggap saja anda sedang mendengar bahasa ‘allien’. Setelah selesai finger print, korbankan sapu tangan anda untuk membersihkan jari kalau anda tidak bawa tissue. Sabun dan air untuk cuci tangan sering tidak ada, kalau petugas tidak melihat usapkan saja jari anda ke tembok.
  2. Staff Passport office juga membimbing anda ke state medical. Semua dokumen dia yang bawa, antrian cukup panjang tetapi nggak usah ikut antrian tersebut, tahu tahu anda sudah disuruh ngantri paling depan. Dengarkan lagi suara gaduh dibelakang anda, ada ‘Allien’ sedang ngedumel dibelakang. Anda nggak akan tahu disuntik apa saat itu, begitu masuk langsung saja disuntik. Petugas state medical ini ada yang ‘bencong’, cantik dan cukup semlohe.
  3. Pengambilan Rontgen di state medical juga panjang antriannya. Anda langsung disisipkan di tengah atau depan oleh ‘wasta’ passport office. Baju dan kaos sudah harus dibuka meskipun kita masih ditengah tengah antrian. Semua campur, baik kuli bangunan, engineer dan manager. Kalau pas musim dinginya jelas terasa sekali dinginnya.
  4. Test telinga, golongan darah, Urine juga dilakukan di KOC Hospital sehari sebelum kita dibawa ke state medical ini. Jadi hanya dalam waktu dua hari tangan kita dicoblas coblos untuk pengambilan darah.
  5. Proses selesai, anda tidak perlu nunggu semua paperwork hasil test diatas. Tunggu saja panggilan dari passport office beberapa hari kemudian. Kalau nggak salah sekitar seminggu saja selesai dan pihak passport office langsung menguruskan Civil ID.
  6. Begitu juga untuk keluarga, semua proses diurus oleh passport office.

Semua dokumen sidik jari, state medical, aids test dipegang oleh passport office dan anda tidak akan punya copynya karena semuanya akan digunakan untuk mengurus civil id. Tanyakan kemungkinan anda mendapat copynya, syukur kalau bisa.
Yang bukan karyawan KOC bisa lihat prosesnya keluarga Pinot dibawah, pusing deh. ..Serba mbulet. (By: Ardi/susy)

Baca juga :

Payah, Lagi Lagi Expats

Nah Lo, expats dijadikan ‘kambing hitam’ lagi atas kebobrokan pelayanan medis di Kuwait. Usulan solusinya sangat rasialis sekali yaitu pelayanan medis expats dan Kuwaitis akan dipisahkan. Untung ada Kuwaiti yang vocal dan bisa menilai dengan kacamata lain tentang permasalahan internal Kuwait. Hati hati saja sampeyan dicekal Ibu Badria Darwish, kalau di Indonesia sampeyan bisa hilang dari permukaan bumi.
Perhatikan gambar State Hospital yang kumuh disamping, mulai gerbang masuk, gedung rumah sakit sampai pelayanannya semua serba kumel dan ala kadarnya. Masak Expats sebagai konsumen rumah sakit pemerintah yang disalahkan sebagai penyebab kebobrokan gedung rumah sakit dan pelayanannya ?. Coba simak tulisan Badria Darwish yang tajam di Kuwait Times dibawah : (by:Ardi)

A low wall
Published Date: June 09, 2008
By Badrya Darwish

I’m so embarrassed to write about it. It’s so embarrassing for you readers. But I’m sorry, these are the realities of life we are facing and you cannot hide it. Yesterday, one of our honorable MPs Dr Hussain Quwaian suggested a solution to enhance the health services in Kuwait. Guess what it is? To separate the treatment of expats from Kuwaitis at all public health facilities in Kuwait.

I wish he could convince me how this move would enhance the health services. Are the expats now the reason for every falling object in Kuwait? Or it has become a stereotyped slogan for everyone who wants to claim zealous nationalism and show Kuwaitis that he is loyal to the country!

Are the expats the reason for the failure and corruption in our country? And in which way if he separates Kuwaitis and expats will the health services improve? Are the expats the reason for having unqualified nurses and doctors? Why do we have these unqualified people? Because our government opts to bring the cheapest labor from outside. We don’t choose the best or highest qualified, we choose the cheapest. We look at the salaries.

Are the expats also the reason for having ruined corridors and rooms in the hospitals? Old buildings which desperate need renovating and updating? Are the expats the reason for not having up-to-date equipments and instruments, especially in the emergency room and casualty wards?

Are the expats the reason for the corruption everywhere in Kuwait? For instance, if an instrument in the hospital cost $10,000, the hospital has bought it for $100,000 and its obvious where the rest of the money has gone. Into the pockets of certain people.

And this doesn’t apply only to the Ministry of Health but to every corner in every ministry. But the expats are the low wall we can jump. We can blame everything on them. I guess the expats are the reason for the sandstorms we’re having!

Why can’t we have some decency and courage and face our problems? Then the MP goes as far as talking about the health insurance scheme. May I ask the honorable gentlemen where is the money of the health insurance which the expats paid a few years ago and the health insurance companies refused to pay the government. And what did the government do? Chapter closed. Are the expats the ones who stole this money also?

And when you build a hospital, for us Kuwaitis and one for the expats. Are you going to send the best doctors, medicines, nurses and etc to the Kuwaiti side and the rest of the chaff to the expats? And does this enhance your services to the Kuwaitis?

Are the expats also the reason for the failure in every department like Kuwait Airways, like not having enough electricity, like the turbines not working or those bought for one price and sold – as new – to the government for a much higher price only to find out they were 25 years old and rewired?

No need to hang our dirty laundry out for the neighbors to see. Because there are hundreds and hundreds of stories to write and tell. So please, if you want to be a hero, face problems at their root whether its expat or Kuwaiti who caused them. Solve it at the root. This is the way we build our country. Otherwise forget it, we’ll continue to deteriorate by this way of thinking.
Discrimination and arrogance never builds nations. And it’s also against Islam, our great religion.

Parkir Mobil Ala Kuwait

“Hukum Rimba” berlaku untuk urusan parkir mobil. Ada ruang sedikit saja dibelakang mobil anda, dalam waktu singkat sudah ada mobil lain yang seenaknya parkir dibelakang mobil anda. Akibatnya berjam jam anda akan menunggu si pemilik mobil datang dan menyingkirkan mobilnya. Cara parkirnya pun mirip burung onta, asal kepalanya masuk berarti aman, nggak peduli ekornya masih ditengah jalan dan bikin macet jalan raya. Kalau 100 % parkir di jalan raya, maka dengan gampang polisi me’nilang’ dan memasang ‘kunci roda’ pada roda depan, tetapi kalau bagian depan sudah dalam posisi aman, berarti polisi yang harus sabar menunggu sang pemilik mobil keluar. Bagi yang jengkel mobilnya nggak bisa keluar, cara ngatasinya juga sangat aneh, ‘gedubrak’ mobil yang menghalangi langsung ditutupi papan reklame. Herannya, nggak ada yang marah dan sampai berantem, semua menyadari kesalahannya, mobil rusak itu urusan asuransi. Dan, kalau parah sekali ya tinggal jual, semua tahu harga mobil bekas harga jualnya turun tajam, bagus atau rusak kalau yang namanya mobil bekas ya bisa jatuh hampir separuhnya. Nggak ada “harga”nya mobil di Kuwait. (by: Susy )