Category Archives: United Kingdom

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Advertisements

Tunawisma Dan Kolong Jembatan Di Eropa

Umumnya Jembatan Di Eropa Tidak Ada

Pondasi Yang Bisa Digunakan Untuk Duduk Atau Tiduran

Barangkali anda pernah mendengar dari teman, tetangga atau saudara yang memuja muji kota di Eropa bersih bersih, tidak ada gelandangan/tunawisma, tidak ada gubuk kumuh/reot yang berdiri di bantaran sungai atau dikolong jembatan. Ya, memang benar, di Eropa tidak memungkinkan gelandangan/tunawisma bisa bertahan hidup dirumah gubuk kardus apa adanya seperti di Indonesia.

Jembatan Besi Seperti Ini Lebih Susah Lagi

Untuk Membuat Gubuk Di Kolong Jembatan

Iklim yang membuat tunawisma Eropa berbeda dengan di Indonesia. Tunawisma di Indonesia paling cuma batuk pilek kalau kehujanan, tetapi tunawisma Eropa bisa mati beku kalau kelamaan di kolong jembatan atau rumah kardus saat musim dingin.

 

Semua Jembatan Dan Sungai Didinding Beton
Kolong jembatan di Eropa juga memiliki design yang berbeda dengan jembatan di Indonesia. Tidak ada sama sekali tempat yang bisa digunakan untuk berpijak apalagi digunakan untuk meletakkan tubuh barang sejenak. Perhatikan gambar gambar kolong jembatan pada photo diatas. Jembatan di Indonesia biasanya jauh lebih lebar dibanding dengan sungai yang mengalir dibawahnya. Sehingga ada ruang dibawah jembatan yang bisa dipakai untuk membuat rumah gubuk kardus.
Tidak Mungkin Ada Tunawisma Bikin Gubuk Di Kolong

Bisa Mati Kedinginan Saat Musim Dingin

Nah, karena tidak mungkin bikin gubuk kardus, maka kota kota di Eropa kelihatan bersih, Tidak terlihat ada gelandangan, tunawisma dan gubuk gubuk kardus kumuh. Apalagi, cara berpakaian tunawisma umumnya tidak berbeda dengan siapapun, yaitu berjaket tebal, memakai topi penghangat kepala dan sering pula memakai jas tebal. Dan ingat, kelembaban udara di Eropa itu tidak setinggi di Indonesia sehingga semua orang tidak berkeringat. Pakaianpun tidak terlihat kumel meskipun tidak pernah dicuci berhari hari,

 

Ini Kolong Jembatan Di Indonesia

Sungainya Lebih Kecil Dibanding Lebar Jembatan

Sebenarnya ada tidak gelandangan dan tunawisma ?. Jawabnya banyak, saya perhatikan ada yang keluar masuk gorong gorong drainage kota melalui tutup manhole di trotoar atau jalanan. Ada juga yang sekitar jam 10 pagi terlihat keluar dari stasiun, mungkin tidur di gorong gorong dekat stasiun atau di gerbong gerbong kereta api.

 

Kolong Jembatan Seperti Ini Lebih Tidak Mungkin

Dijadikan Rumah Tinggal Tunawisma

Enak enak Tidur Jembatan Dibuka Bisa Mati Kejepit

Yang paling sering saya saksikan adalah disekitaran stasiun kereta api. Di kota Edinburgh, UK, tidak jauh dari stasiun Waverlay ada Queen Street yang selalu ramai pejalan kaki. Semacam Malioboronya kota Edinburgh. Di sepanjang jalan ini isinya berjajar jajar tunawisma semua. Stasiun Amsterdam Central juga sama saja.
Perhatikan Kolong Jembatan Butut Ini

Mana Bisa Bikin Gubuk Dibawah Jembatan

 

Nggak Ada Tunawisma

Ternyata Tidurnya Masuk Gorong Gorong

 

Lihat Struktur Jembatan Di Belanda Ini

Seandainya Bisa Dibuat Gubuk Tunawisma, Kemungkinan

Si Tunawisma Bisa Mati Kedinginan

 

Saya Perhatikan Memang Konstruksi Kolong

Jembatan Di Eropa Berbeda Dengan Di Indonesia

Kayaknya Tunawisma Dari Indonesia Perlu

Didatangkan Untuk Study Banding

 

Jembatan Paling Kumuh Di Eropa Seperti Ini

Juga Tidak Ada Tunawisma Yang Bikin Gubuk

Baca Apa Yang Ditulis

Si Tuna Wisma Pingin Tidur Di Hotel Yang Hangat

 

Bawaan Tunawisma Selalu Sleeping Bag

Jaket Tebal Dan Selimut

Baca Juga :

Naik Kereta Korengan Di Isle Of Wight Inggris

Saya Hanya Bisa Tertawa Terkekeh Kekeh
Naik Kereta Karatan Jaman Sherlock Holmes Di UK

 

Baru beberapa bulan lalu saya pulang ke Indonesia dan mencoba transportasi umum, khususnya kereta api di Indonesia. Luar biasa,  Stasiun kereta api Tugu Yogyakarta, Gubeng Surabaya dan Tawang Semarang sudah jauh berbeda dibanding saat saya masih tinggal di Indonesia sepuluh tahunan yang lalu. Bersih, pelayanan profesional, keselamatan penumpang sangat bagus dan tidak ada lagi penjual pecel dan gorengan yang berada di area stasiun. Semua kereta api di Indonesia telah berubah jadi dingin dan berAC dalam waktu kurang dari 10 tahun.
Penumpang Kereta Api Duduknya Membelakangi Jendela
Kusen Jendela Dari Kayu
Calo jelas tidak ada lagi, ngantri berdiri beli tiket sudah tentu tidak ada lagi, beli tiket bisa online. Di Stasiun Tugu Yogya malah saya bisa masuk ke Executive Lounge yang tidak pernah saya jumpai di Stasiun Kereta Api di negara manapun yang pernah saya kunjungi. Mungkin anda tidak percaya apa yang saya katakan, mari kita bandingkan saja dengan kereta luar negeri. Saya ajak anda jalan jalan naik kereta api di Inggris.
Kereta Api Jaman Sherlock Holmes
Penumpangnya Ceria Ingat Agatha Christie
Kereta Api Inggris ini sepertinya peninggalan Sherlock Holmes atau Agatha Christie. Kalau anda pernah menyaksikan film detektif kuno ‘Murder On The Orient Express‘, nah seperti itulah bentuk kereta api di Inggris ini, tepatnya di Isle Of Wight. Tidak ada AC sama sekali di kereta, tapi udara sangat sejuk didalam karena pintu nggak bisa ditutup. Kereta api ini menghubungkan beberapa stasiun  Ryde Pier Head, Ryde Esplanade, Ryde St John, Small Brook, Brading, Sandown, Lake dan terakhir Shanklin.

 

Kondektur Marah Saat Dikritik
Keretanya Butut
Goyangnya sungguh luar biasa aduhai, kalau lokomotifnya goyang kekanan, ekornya goyang kekiri. Assooy……., Kusen jendela terbuat dari kayu mirip kusen di rumah rumah Perumnas di tanah air. Lantainya dilapisi triplek tebal. Atap kereta bagian luar terlihat korengan penuh karat tapi bagian dalam masih terlihat sangat bagus. Mungkin dempulnya sangat tebal sekali sebelum dicat putih.
Atap Kereta Korengan Penuh Karat
Hati Hati Tergores Bisa Tetanus
Kondektur kereta butut di Isle Of Wight ini sangat pemarah sekali, mungkin karena tiap hari kereta bututnya dikritik penumpang terus menerus. Semua penumpang kayaknya sudah paham dengan karakter pak kondektur yang pemarah tersebut. Kebanyakan penumpang hanya senyam senyum dan tertawa saja saat ada penumpang complain lalu dimarahi pak kondektur galak tersebut. Sepertinya semua penumpang takut diturunkan ditengah jalan.

 

Ini Bukan Bangkai Kereta
Masih Beroperasi Di Isle Of Wight

 

Anak saya sempat kena marah juga dan ditertawain penumpang lain :
‘Ada asuransi nggak kalau penumpang tergores dan terkena tetanus ?’.
Ini sebenarnya pertanyaan umum penumpang yang khawatir akan terluka, tergores besi karatan didalam gerbong kereta. Tapi pak kondektur dengan lihai menjawab segala macam keluhan penumpang,
‘Saya naik kereta ini sejak kanak kanak’, 
‘Keretanya seperti sekarang ini karena tertular tetanus dari saya’
Banyak Penumpang Yang Ragu Dan Bertanya
Apa Benar Kereta Ini Safe Dan Bisa Jalan

 

Semakin Korengan Tampaknya
Membuat Turis Semakin Tertarik Untuk Mencoba

 

Selamat Jalan Jaga Kulit Anda
Agar Terhindar Dari Tetanus

 

Suasana Bagian Dalam Gerbong
Keretanya Sherlock Holmes

 

Meskipun Butut Dan Korengan
Tapi Naik Juga Karena Nggak Ada Transportasi Lain

 

Ryde Esplanade Train Station
Ada Kios Kelontong Jual Kebutuhan Sehari Hari Di Stasiun

 

Shanklin Station
Stasiunnya Kecil Dan Sepi
Ini Executive Lounge Stasiun Tugu
Di Yogyakarta

 

Executive Lounge Di Stasiun Kereta Api Itu Hanya
Ada Di Indonesia

 

Executive Lounge Anggrek Di Stasiun Tugu Yogya
Stasiun KA Dimanapun Di Dunia Lewaaaat

 

Kereta Api Di Indonesia Kinclong Kinclong

Baca Juga :

Bikini Nenek Nenek Di Isle Of Wight UK

Penumpang Dek Atas Ferry Penyeberangan
Ke Isle Of Wight

 

Saya baru saja turun dari kereta api di Stasiun Portsmouth Harbour, UK. Stasiun ini masih satu area dengan Terminal Bus The Hard, jalan kaki kira kira tidak lebih dari 100 langkah saja. Saat itu saya sedang berpikir keras, pasti disekitar stasiun dan terminal bus ini ada juga pelabuhan penyeberangan kapal. Benar saja dugaan saya, masih didalam stasiun kereta api yang sama, ada pintu dan lorong ke lantai dasar dengan tulisan besar Wight Link. Luar biasa, berarti satu tempat punya tiga nama yang berbeda.
Jalan Kaki Dari Shanklin Station
Menuju Pantai

 

Orang Inggris memang hebat dalam hal Marketing Pariwisata. Semua titik diberi nama. Masih dalam area yang sama, semua pintu diberi nama. Setiap nama dibuatkan brosur pariwisata yang bagus dan menarik. Akhirnya saya tertipu juga dan tertarik membaca brosur dengan judul Wight Link, Isle Of Wight dan brosur lain yang banyak dipajang diberbagai tempat di Stasiun dan Terminal Bus ini. Lebih kepincut lagi setelah baca brosur brosur tentang pantai pantai indah di Isle Of Wight seperti brosur dengan judul Appley Beach, Steve’s Beach, Steephill Cove Beach dll. Langsung beli tiket Ferry penyeberangan ke Isle Of Wight saat itu juga.
 
Tiga Sahabat Satu Perjalanan Ferry
Menuju Ke Isle Of Wight
Baca brosur pantai pantai indah di Isle Of Wight yg penuh gambar gadis muda berbikini dan pemuda atletis langsung membuat saya ngiler. Segera terbayang bayang tokoh tokoh film Baywatch yang ganteng dan cantik cantik. Bayangan dikepala saya, begitu mendarat di pelabuhan nanti saya akan bisa menyaksikan pria pria ganteng dengan dada bidang, atletis, otot kencang dan perut six pack. Cewek cewek cantik dan sexy berbikini juga akan saya saksikan mondar mandir di pantai dan tiduran dipantai. Ohoyyyy luar biasa.
Penghuni Isle Of Wight Semua Peninggalan Jaman Victoria
Tua Tua Dan Dulu Pernah Sexy Dan Bahenol

 

Ternyata apa yang saya lihat, baca dan bayangkan dari brosur berbeda sama sekali.  Isle Of Wight memang benar adalah pulau wisata terkenal sejak jaman Victoria dan hanya ramai saat musim panas May – September saja. Tapi penduduknya juga ‘peninggalan’ jaman Victoria alias Manula atau Jompo. Perkiraan saya rata rata usia sekitar 70-80 tahunan. Wisatawan yang datangpun juga lebih dominan Manula. Yang mondar mandir pakai bikini di pantai dan berjemur dipantai semuanya juga Manula. Bubar semua rencana mau jeprat jepret photo dipantai. Bubar juga rencana mau selfie dengan bule six pack dan gadis sexy berbikini. Ticket Ferry yang saya beli cukup mahal serasa sia sia.
Jangan Tanya Umur
Penduduk Isle Of Wight Tidak Pernah Tua Dan Percaya Diri

 

Jadi kesimpulannya, UK itu memang beda sama sekali dengan Indonesia. Di Indonesia, kalau usia sudah masuk usia Senja sampai Manula, maka secara otomatis akan sibuk menutupi tubuh serapat mungkin dan memperbanyak dzikir. Di Isle Of Wight, para Manula masih percaya diri untuk melepas baju dan ganti bikini semua. Perut gendut dan kulit keriput bukan menjadi halangan. Tidak ada rasa takut sedikitpun diganggu ‘si mata keranjang’ saat tidur telantang menunjukkan auratnya di pantai.

Belanja Dulu Beli Sun Screen
Sebelum Berjemur Di Pantai

Lesson Learn : Anda pingin melihat cewek cantik sexy berbikini dan cowok ganteng atletis, six pack dan berotot kekar tanpa baju seperti di film Baywatch ? Nggak perlu jauh jauh anda ke Isle Of Wight UK. Adanya cuma di brosur brosur pariwisata, iklan pakaian dalam di Mall, photo photo di majalah pariwisata dan film di gedung bioskop saja.

Turis Yang Menuju Ke Isle Of Weight
Juga Tua Tua. Buyar Mimpi Indah
Pingin Ketemu Artis Baywatch

 

Di Seluruh Pulau Isinya Orang Tua
50 Tahun Lalu Mereka Cantik, Sexy Dengan Bikini

 

Perut Gendut Dan Kulit Menggelambir
Bukan Halangan Untuk Tetap Berwisata Pantai

 

Nenek Nenek Ini Umurnya
Sekitar 80 Tahun Keatas

 

Perut Gendut Begini Namanya Six Bag
Bukan Six Pack Lagi

 

Naik Bus Isinya Kakek Nenek
Tanpa Baju Dan Berbikini

 

Pemandangan Kakek Dan Nenek
Berjemur Di Pantai

 

Cukup Photo Dari Jauh Saja
Daripada Menyaksikan Kakek Dan Nenek Pakai Bikini

 

Makan Jadi Nggak Enak Setelah Menyaksikan
Pemandangan Di Pantai Isinya Kakek Dan Nenek

 

Kakek Dan Nenek Yang Sudah Ditinggal Mati Pasangannya
Banyak Juga Yang Ketemu Jodoh Di Pulau Ini

 

Baca Juga :

 

Pening Becak London

Tukang Becak Mangkal Didepan Big Ben
Parkir Di Trotoar Seenaknya

Dalam setahun saya bisa dua kali ke London mengamati tingkah polah turis dan warga London. Sebenarnya semua orang baik di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Indonesia dan dimanapun juga adalah ‘Sama Saja’. Ada yang baik, lucu, sabar, suka marah, stress, kaya, miskin, dan ada juga yang banyak omong, suka orasi dan  demo.

Acara TV BBC
Semua Pemakai Jalan Diwawancara Tanggapannya
Tentang Becak London

Dibandingkan lima tahun lalu saat saya pertama kali ke UK, jumlah tukang becak dan gelandangan di UK terasa sekali bertambah banyak. Artinya, bule ngganteng idola cewek Indonesia yang mbecak, pengangguran dan hidupnya menggelandang jumlahnya naik berlipat lipat. Saya tidak punya data pasti tapi bisa merasakan hal ini dari pemandangan yang saya lihat sehari hari diseluruh penjuru kota London.

 

Berita Di TV Hampir Setiap Hari
Banyak Pro Kontra Tentang Tukang Becak London
Pemerintah Tidak Bisa Mengatasi Pengangguran Yang Naik Terus

 

Sementara lupakan tentang gelandangan. Kita bahas becaknya saja. TV dan media cetak hampir tiap hari isinya membahas Becak London ini. Mereka menyebut dengan istilah Pedicabs tetapi karena banyak turis asing dari India, Pakistan, Singapore dll di London, maka tahu juga orang London nama asli becak tersebut adalah Ricksaw. Banyak Pro Kontra di masyarakat baik dari politisi, turis maupun sopir taxi cab) dan Uber yang merasa terganggu pendapatannya karena kehadiran becak ini. Pengguna kendaraan pribadi juga was was dengan tingkah semau gue berlalu lintas si tukang becak.
Seenaknya Sendiri Naik Ke Trotoar
Berebut Cari Penumpang Pakai Maksa Pula
Pemerintah kayaknya pening ngurusi karena High Court (Pengadilan Tinggi) pada tahun 2003 telah memutuskan bahwa Ricksaw atau becak London itu tidak bisa dimasukkan kategori Taxi berdasarkan Legal Act 1869. Nah lo, UUnya harus diubah dulu agar bisa memasukkan becak kedalam kategori Angkutan Umum yang bisa diatur cara beroperasinya agar tertib, aman dan bisa dikenai pajak.

 

Entah Kenapa Umumnya Orang Indonesia Suka
Melirik Bule Meskipun Tukang Becak
Buktikan Sendiri Di TV Entertainment Di Tanah Air

 

Dari siaran TV yang sering saya lihat, sopir taxi kayaknya yang paling banyak dirugikan dengan keberadaan bule mbecak ini. Didaerah daerah tujuan wisatawan sekitar Buckingham Palace, China Town, Covent Garden, Parlement House, Big Ben, Camden dll, taxi nggak boleh berhenti, parkir ngetem dan menaik turunkan penumpang sembarangan. Sedangkan becak dengan seenaknya naik ke trotoar, narik narik calon penumpang dan seenaknya tawar menawar tarip tanpa argometer seperti taxi (cab). Hal inilah yang dirasa tidak adil oleh sopir taxi Cab dan Uber.
Tukang Becak Yang Sudah Cukup Umur
Sedang Istirahat Di Covent Garden
Mirip dengan kejadian di Jakarta beberapa tahun lalu dimana sopir taxi resmi di Jakarta kalang kabut demo karena penghasilannya turun saat pertama kali ada Gojek, Grab dan Uber. Tampaknya lain negara lain cerita, di Jakarta Becak mau diaktifkan kembali oleh Gubernur tapi di London becak sedang dimusuhi oleh pengguna jalan lain.

Banyak Keluhan Tentang Tukang Becak
Ugal Ugalan, Malak Penumpang, Nggak Ada Ijin dll

1001 alasan sedang dicari cari untuk menyingkirkan becak. Apalagi saat ini Becak Motor sudah banyak terlihat berlalu lalang di kota London. London benar benar sangat ketinggalan jaman, Indonesia sudah puluhan tahun lalu sukses menyingkirkan becak dari jalanan dan London baru saat ini sibuk membicarakan cara mengatasi kegaduhan lalu lintas karena ulah tukang becak.

 

Ngganteng, Seandainya Dibawa Ke Indonesia
Pasti Langsung Masuk TV Entertainment

 

Ada Juga Becak Yang Full Accesories
Musiknya Saja Yang Bukan Ndangdut

 

Gagah Dan Ngganteng
Di UK, Semua Warga Dapat Tunjangan Sosial

 

Ada Penumpang Manggil
Tukang Becak Ini Dengan Santai Berhenti
Ditengah Jalan Dan Bikin Macet Jalan

 

Ini Tukang Becak Yang Saya Pilih
Ngganteng Dan Sarjana Tapi Belum Punya Kerjaan

 

Meskipun Tukang Becak Tapi Minumnya Coca Cola
Pengangguran Di UK Dapat Tunjangan Sosial
Jadi Wajar Tukang Becak Makan Minum Sandwich & Coca Cola

 

Nggak Terhitung Berapa Jumlah Cewek
Indonesia Yang Baru Tahu Suaminya Mbecak
Setelah Dibawa ke UK

 

Kereenn, Selebrities Mana Yang Nggak Kepincut Bule
Gagah Dan Ngganteng Seperti Ini

 

Turis Arab Selalu Jadi Target Dipalak Oleh
Tukang Becak London. Ada Yang Dipalak GBP 200 Untuk
Jarak Yang Tidak Terlalu Jauh

Baca Juga :

 

Warung Makan James Street London

Warungnya Kecil Tapi Punya Sekitar 13 Outlet
Di Seluruh London
Saya sedang jalan jalan di London, tepatnya di kawasan James Street, Marylebone – West End.  Enak jalan jalan disini karena sepanjang jalan isinya restaurant atau tempat njajan. Sambil jalan jalan bisa mencium aroma masakan dan mengintip masakan yang disajikan. Kebanyakan restaurant disini memiliki tempat duduk di trotoar, jadi sambil pura pura jalan jalan sebenarnya mengawasi makanan apa yang enak dilihat dan ‘mungkin’ enak juga rasanya.
Punya Websites Yang Bagus Untuk Menunjang
Pemasaran Yang Profesional http://www.pattyandbun.co.uk
Harap maklum, kita ini makannya nasi, kalau perut belum keisi nasi rasanya masih lapar terus. Kalau sedang di negara orang sering asal pilih makanan kalau disodori menu makanan dengan nama yang aneh aneh.  Udah biasa salah pilih makanan dengan rasa asem, kecut atau aneh dimulut. Biasanya, kalau sudah tahu satu jenis makanan yang enak maka untuk selanjutnya pilihan ‘ituuu saja’, nggak berani pilih jenis makanan yang lain.
Jumlah Meja Hanya Sekitar 6 Saja
Warung Kecil Kayak Gini Di Indonesia Banyak

 

Saya telusuri dari ujung ke ujung jalan James Street ini sambil melirik isi piring orang yang sedang makan di trotoar. Isinya cuma kentang, roti, spagheti doang dan nggak terlihat yang makan nasi. Gawat, bisa kelaparan kalau nggak makan nasi. Akhirnya nyampai ke ujung jalan dan lelah nggak ketemu makanan yang cocok. Untungnya diujung ada Patty & Bun Restaurant, kayaknya jualan burger. Lumayan bisa buat ngganjal perut selama belum ketemu nasi.
Menunya Nggak Banyak, Cuma Burger
Tapi Website Pemasarannya Sangat Profesional
Eh, ternyata burgernya enak juga. Bisa kenyang juga setelah makan 2 buah burger plus ‘Sapu Jagad’ menghabiskan sisa makanan yang dipesan oleh suami dan anak anak. Penyajiannya sangat berbeda dengan burger Mc Donald, Hardees atau yang lainnya. Roti (Bun) nya mirip dengan Bath Bun, agak agak manis gitu. Patty & Bun ini warungnya kecil, warung tetangga tetangganya juga kecil dan ada juga warung kaki lima dengan makanan yang bisa dipesan dan dimakan sambil jalan (take away). Anehnya, di Indonesia warung ini sangat bergengsi dan saya temukan di Kota Kasablanka Mall.
 
Penyajiannya Beda Dengan Mc Donald
Pakai Sauce Terpisah
Lesson Learn :
Di sepanjang James Street ini semua warung punya websites yang bagus dan bisa dibaca diseluruh dunia. Disamping itu warung warung ini juga bersinergi dengan Deliveroo (Kalau di Indonesia namanya Go Food) untuk pesan antar. Jangan heran kalau pelayan restauran juga mempromosikan Deliveroo di website dan warungnya. Dan jangan heran juga, rumah makan Franchise di Mall Mall besar di Indonesia itu dinegara asalnya cuma warung Emperan Kaki Lima. Banyak warung kecil naik derajatnya begitu dibawa ke Indonesia, jualannya di Mall dan jadi mahal dan bergengsi. 
 
Warung Kecil Tapi Kalau Ditunjang Oleh Website Bagus
Pasti Akan Jadi Franchise Dan Dibawa Ke Indonesia
James Street London
Tempat Makan Sepanjang Jalan
Beda Iklim Antara UK Dan Indonesia
Di Indonesia Makan Di Trotoar Seperti Ini Akan Berkeringat
Warung Makan Terbuka Di Trotoar Seperti Ini
Kelihatan Bagus Tapi Nggak Bisa Diimplementasikan
Di Indonesia Karena Iklimnya Berbeda
Orang Indonesia Milih Jalan Ditempat Yang Teduh
Bule Inggris Malah Mencari Restaurant Yang Tertimpa
Sinar Matahari Langsung
Indonesia Restaurant Pinggir Jalan Jauh Lebih Banyak
Tapi Baru Duduk Sudah Berkeringat Kepanasan
James Street
Dari Ujung Ke Ujung Tempat Makan

 

Kalau Diphoto Dari Dekat Kelihatan Bagus
Kalau Photonya Dari Jauh Tampak Semrawut Juga
Baca Juga :

 

Gatwick Airport Selayang Pandang

Gatwick International Airport London
Panjang Runway Cuma 2565 Meter
Bandara Soetta Panjang Runwaynya 3660 Meter !!!
Mari saya ajak anda melihat Gatwick International Airport di London, sebuah bandara internasional tersibuk peringkat 32 dunia tahun 2017. Bandara ini peringkatnya naik terus dari peringkat 37 pada tahun 2015, lalu naik menjadi peringkat 35 tahun 2016 dan sekarang sudah nangkring di urutan 32 pada survey tahun 2017. Baca sumbernya : List Of Bussiest Airport in 2017

Peringkat 32 Bandara Tersibuk Dunia
Aircraft Movement Gatwick Cuma:285,964 Kali
Aircraft Movement Bandara Soetta : 447,390 Kali

Salah satu kelebihan Gatwick International Airport ini (dan juga airport lain di UK seperti Heathrow) adalah telah terintegrasinya stasiun KA, Bus Antar Kota dan Bandara sejak dulu kala. Penumpang tidak merasa sedang berada di lokasi Stasiun KA, Terminal Bus atau sedang berada di Bandara. Semuanya terhubung satu sama lain seolah olah berada dalam satu atap.

Gatwick Airport Ini Adalah Bandara Kedua
Kota London Setelah Heathrow Airport

Di Indonesia, sarana transportasi publik yang terintegrasi dengan bandara baru diwacanakan / sedang dibangun. Tapi bisa saya pastikan sangat ruwet dan mahal karena Stasiun kereta api dan bus antar kota di Indonesia lokasinya terlalu jauh dari bandara dan berada ditengah kota.  Indonesia jaman dulu cara membangun Stasiun, Terminal Bus dan Bandaranya sendiri sendiri dan tidak memikirkan untuk diintegrasikan. Baru akhir akhir ini saja wacana tersebut bermunculan setelah jalanan macet.

Lorong Lorong Sangat Panjang
Karena  Memang Stasiun KA Cukup Jauh Dari Bandara

Mungkin agak susah membayangkan seperti apa Gatwick International Airport kok bisa bisanya tercatat sebagai Bandara Tersibuk Peringkat ke 32 di dunia tahun 2017 ini. Secara kasat mata sebenarnya nggak sibuk sibuk amat kok. Bandara International Soekarno Hatta itu dua kali lebih sibuk dibanding Gatwick Airport. Saya terbiasa menyaksikan bandara bandara di Indonesia dan memang terlihat lebih ramai dan sibuk sekali, terutama kalau musim haji. Yang berangkat Haji hanya dua orang, yang ngantar bisa satu Kelurahan.

Seperti Berada Di Bandara
Tapi Sebenarnya Ini Di Lorong Penghubung Bandara
Dengan Stasiun KA

 

Bandingkan peringkat Bandara Tersibuk 2017 dibawah ini. Mengingat bahwa bandara International  adalah Pintu Gerbang Negara, tentu anda akan mengerti bahwa sirkulasi ekonomi suatu negara bisa tercermin dari kesibukan Bandaranya. Bandara Cengkareng yang tidak secanggih Gatwick saja bisa seramai itu, apalagi ditambah dengan bandara International lainnya seperti Kuala Namu, Ngurah Rai dan Juanda. Lewat sudah Singapore, Malaysia dan Thailand.
Tidak Seramai Seperti Bandara Di Indonesia
  • Peringkat 17 : Soekarno Hatta International Airport, Indonesia
  • Peringkat 18 : Singapore Changi Airport, Singapore
  • Peringkat 19 : Seoul Incheon International Airport, South Korea
  • Peringkat 20 : Denver International Airport, USA
  • Peringkat 21 : Suvarnabhumi Airport, Thailand
  • Peringkat 22 : John F Kennedy International Airport, USA
  • Peringkat 23 : Kuala Lumpur International Airport, Malaysia
  • Peringkat 32 : Gatwick International Airport, United Kingdom
Didalam Kereta Listrik Saja
Terasa Banyak Orang
Keluar Dari Kereta Masih Jalan Lagi
Ada Banyak Sekali Solar Power Panel Dekat Runaway
Menuju Ke Terminal Keberangkatan
Dari Arah Stasiun Kereta Api
Terang Tanpa Lampu Penerangan
Karena Semua Atap Dari Kaca Tembus Pandang
Gatwick Airport Hemat Listrik
Solar Power Panel Banyak Berjajar Didekat Runaway
Cahaya Matahari Menghangatkan Bagian
Dalam Bandara
Terminal Keberangkatan
Sepi Sekali Jam 10:00 Pagi
Corridor Menuju Ke Pesawat
Serba Kaca, Terang Benderang Tanpa Listrik
Masih Harus Turun Lagi Ke Lantai Dasar Untuk
Menuju  Ke Pesawat