Category Archives: United Kingdom

Gatwick Airport Selayang Pandang

Gatwick International Airport London
Panjang Runway Cuma 2565 Meter
Bandara Soetta Panjang Runwaynya 3660 Meter !!!
Mari saya ajak anda melihat Gatwick International Airport di London, sebuah bandara internasional tersibuk peringkat 32 dunia tahun 2017. Bandara ini peringkatnya naik terus dari peringkat 37 pada tahun 2015, lalu naik menjadi peringkat 35 tahun 2016 dan sekarang sudah nangkring di urutan 32 pada survey tahun 2017. Baca sumbernya : List Of Bussiest Airport in 2017

Peringkat 32 Bandara Tersibuk Dunia
Aircraft Movement Gatwick Cuma:285,964 Kali
Aircraft Movement Bandara Soetta : 447,390 Kali

Salah satu kelebihan Gatwick International Airport ini (dan juga airport lain di UK seperti Heathrow) adalah telah terintegrasinya stasiun KA, Bus Antar Kota dan Bandara sejak dulu kala. Penumpang tidak merasa sedang berada di lokasi Stasiun KA, Terminal Bus atau sedang berada di Bandara. Semuanya terhubung satu sama lain seolah olah berada dalam satu atap.

Gatwick Airport Ini Adalah Bandara Kedua
Kota London Setelah Heathrow Airport

Di Indonesia, sarana transportasi publik yang terintegrasi dengan bandara baru diwacanakan / sedang dibangun. Tapi bisa saya pastikan sangat ruwet dan mahal karena Stasiun kereta api dan bus antar kota di Indonesia lokasinya terlalu jauh dari bandara dan berada ditengah kota.  Indonesia jaman dulu cara membangun Stasiun, Terminal Bus dan Bandaranya sendiri sendiri dan tidak memikirkan untuk diintegrasikan. Baru akhir akhir ini saja wacana tersebut bermunculan setelah jalanan macet.

Lorong Lorong Sangat Panjang
Karena  Memang Stasiun KA Cukup Jauh Dari Bandara

Mungkin agak susah membayangkan seperti apa Gatwick International Airport kok bisa bisanya tercatat sebagai Bandara Tersibuk Peringkat ke 32 di dunia tahun 2017 ini. Secara kasat mata sebenarnya nggak sibuk sibuk amat kok. Bandara International Soekarno Hatta itu dua kali lebih sibuk dibanding Gatwick Airport. Saya terbiasa menyaksikan bandara bandara di Indonesia dan memang terlihat lebih ramai dan sibuk sekali, terutama kalau musim haji. Yang berangkat Haji hanya dua orang, yang ngantar bisa satu Kelurahan.

Seperti Berada Di Bandara
Tapi Sebenarnya Ini Di Lorong Penghubung Bandara
Dengan Stasiun KA

 

Bandingkan peringkat Bandara Tersibuk 2017 dibawah ini. Mengingat bahwa bandara International  adalah Pintu Gerbang Negara, tentu anda akan mengerti bahwa sirkulasi ekonomi suatu negara bisa tercermin dari kesibukan Bandaranya. Bandara Cengkareng yang tidak secanggih Gatwick saja bisa seramai itu, apalagi ditambah dengan bandara International lainnya seperti Kuala Namu, Ngurah Rai dan Juanda. Lewat sudah Singapore, Malaysia dan Thailand.
Tidak Seramai Seperti Bandara Di Indonesia
  • Peringkat 17 : Soekarno Hatta International Airport, Indonesia
  • Peringkat 18 : Singapore Changi Airport, Singapore
  • Peringkat 19 : Seoul Incheon International Airport, South Korea
  • Peringkat 20 : Denver International Airport, USA
  • Peringkat 21 : Suvarnabhumi Airport, Thailand
  • Peringkat 22 : John F Kennedy International Airport, USA
  • Peringkat 23 : Kuala Lumpur International Airport, Malaysia
  • Peringkat 32 : Gatwick International Airport, United Kingdom
Didalam Kereta Listrik Saja
Terasa Banyak Orang
Keluar Dari Kereta Masih Jalan Lagi
Ada Banyak Sekali Solar Power Panel Dekat Runaway
Menuju Ke Terminal Keberangkatan
Dari Arah Stasiun Kereta Api
Terang Tanpa Lampu Penerangan
Karena Semua Atap Dari Kaca Tembus Pandang
Gatwick Airport Hemat Listrik
Solar Power Panel Banyak Berjajar Didekat Runaway
Cahaya Matahari Menghangatkan Bagian
Dalam Bandara
Terminal Keberangkatan
Sepi Sekali Jam 10:00 Pagi
Corridor Menuju Ke Pesawat
Serba Kaca, Terang Benderang Tanpa Listrik
Masih Harus Turun Lagi Ke Lantai Dasar Untuk
Menuju  Ke Pesawat

 

Advertisements

Gunwharf Quays Portsmouth

Gunwharf Quays Portsmouth
Dulunya Pelabuhan Tempat Penyimpanan Senjata
Bahasa Jawa itu katanya paling lengkap sedunia. Misalnya saja ‘Padi’, ‘Gabah’, ‘Beras’, ‘Nasi’, ‘Upo’, ‘Menir’ kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris semuanya dianggap sama saja yaitu ‘Rice’. Nah, kosakata bahasa Inggrispun ada juga yang susah dicari padanan katanya dalam bahasa Jawa atau bahasa Indonesia. Coba saja buka Kamus apapun dan terjemahkan apa arti ‘Wharf’, ‘Quay’, ‘Pier’ dan ‘Jetty’. Semuanya dianggap sama yaitu ‘Dermaga’. Kalau ditambahkan lagi dengan kata ‘Port’ , ‘Harbour’ dan ‘Marine Deck’, bisa tambah bingung lagi kita. Bedanya apa ?
Kira Kira Seperti Inilah Perbedaannya
Susah Menjelaskan Karena Nggak Ada Dalam Kosakata
Bahasa Indonesia/Jawa

 

Di kota Portsmouth, United Kingdom, pusat keramaiannya bernama Gunwharf Quays. Semacam Pusat Perbelanjaan besar dengan berbagai macam toko, restaurant, gedung bioskop, casino dan ada juga apartment tempat tinggal warga. Spinaker Tower (‘Tugu Monas’nya kota Portsmouth) juga ada di tempat ini. Istilah istilah yang saya sebutkan diatas semuanya ada disini dan saya pernah bingung nggak tahu apa bedanya antara Wharf, Quays, Pier dan Jetty.  Semua tak anggap sama yaitu Port atau Harbour.
Spinnaker Tower Dan Kapal Kapal Yang
Sedang Berlabuh Di Gunwharf Quays
Dahulu, tempat ini adalah tempat penyimpanan senjata, ranjau, bom dan berbagai macam bahan peledak. Pernah juga digunakan sebagai pangkalan angkatan laut Inggris dengan specialisasi ranjau dan bahan peledak. Masih ada jejak sejarah tersisa ditempat ini misalnya tulisan ‘HMS Vernon’. Yah, benar tempat ini memang ditepi laut dan pernah digunakan sebagai pangkalan angkatan laut kerajaan Inggris. Baca sendiri sejarahnya melalui link ini Gunwharf Quays.
Atapnya Terbuat Dari Solar Panel Untuk
Penerangan Tempat Parkir Di Lantai Bawah

 

Yang menarik, setiap lorong di pertokoan ini mempunyai nama. Contohnya Philip Avenue, Sirius Avenue, Togo Avenue, Marlborough Avenue, Vernon Avenue dan lain lain. Ternyata nama jalan didalam pertokoan tersebut asli sudah ada sejak dulu kala sebelum dijadikan pusat pertokoan. Konon dulunya jalan tersebut berada diantara gudang gudang penyimpanan bahan peledak. Kira kira semacam gudang atau rumah rumah kecil perkampungan di Indonesia yang disatukan dengan cara ditutupi atap kaca megah diatasnya. Saat ini bekas gudang atau rumah rumah kecil tersebut telah disulap menjadi toko toko mewah. Dan jalan becek didepannya telah diubah menyadi berlapis keramik yang cantik dan menarik.
Sangat Bijak Sekali, Pemilik Tanah Sebelumnya
Dikenang Dan Ditulis Riwayat Singkatnya
Karena Gunwharf Quays ini punya sejarah yang panjang, maka banyak sekali cerita yang dituliskan dengan indah di tembok tembok, mulai dari ‘Charles’ pemilik tanah sebelumnya, sampai cerita sejarah kenapa lorong jalan tersebut bernama ‘Jalan Philip’. Keren kan, seandainya saja orang Indonesia bisa menghargai masa lalu, bisa jadi gedung gedung Mall dan perkantoran di Jakarta akan mencantumkan juga siapa nama nama pemilik tanah sebelumnya. Mungkin bunyinya ‘Gedung ini berdiri di bekas tanah H Zaenudin yang dengan tulus asih ingin menjadikan kota Jakarta maju dan modern’.
Setiap Lorongnya Terang Benderang
Parkir Bawah Tanahnya Juga Terang Berkat Listrik
Dari Solar Panel
Meskipun kelihatannya atap yang menyatukan toko seperti kaca biasa, tetapi sebenarnya atap tersebut adalah Solar Panel yang digunakan untuk listrik penerangan ditempat parkir lantai bawah tanah. Konon dengan adanya solar panel terbesar di Eropa untuk kategori pertokoan tersebut kebutuhan listrik Gunwharf Quays bisa bekurang 40 %..
Jadi Terlihat Modern Dan Megah
Padahal Aslinya Gudang Bahan Peledak
The Avenues
Jalan Utama Didalam Mall Gunwharf Quays
Jalan Philip
Ada Sejarahnya Siapa Arthur Philip Sebenarnya
Masih Riwayat Singkat Pak Arthur Philip
Kalau Di Indonesia Kira Kira Setara Dengan Mbah Priok
Nama Jalan Dibuat Bagus
Kenapa Namanya Togo Avenue
Di Jakarta Kira Kira Setara Dengan Nama Si Pitung
Jalan Marlborough
Di Jalan Ini Nggak Ada Rumah, Adanya Cuma Toko
Sudah Jadi Toko Modern
Siapa Ngira Dulunya Tempat Menyimpan Bom
Jalan Sirius
Ternyata Nama Kapalnya Pak Arthur Philip
Semua Ada Nama Jalan Tapi Nggak
Ada Rumahnya Sama Sekali

 

Gerbang Utama Gunwharf Quays
Dulu namanya HMS Vernon Gate

 

Ya Ampun, Urban Garden

Urban Garden Itu Taman Di Belakang Mobil Parkir
Luasnya Kira Kira 7.5 x 15 Meter
Saya akui, bule Europe canggihnya bukan main dalam hal marketing, terutama mempromosikan pariwisata di daerahnya. Kayaknya, setiap warga sudah muncul jiwa marketingnya sejak lahir. Nggak perlu RT, RW, Lurah, Camat, atau Walikota untuk promosi, tapi siapapun punya kesadaran untuk mempromosikan daerahnya. Kesadarannya terhadap pariwisata daerahnya luar biasa tinggi. Beda sekali dengan saudara saudara saya di tanah air, kebanyakan tidak ada yang tahu bahwa wilayahnya itu sangat unik dan bisa mengundang kekaguman orang asing.
Isinya Ternyata Cuma Pot Bunga Doang
Dan Beberapa Tanaman Gantung Yang Ditempel Di Tembok
Di Kota Truro, Cornwall United Kingdom ada sebuah taman di dekat Lemon Street atau ditengah pusat kota Truro. Namanya Urban Garden. keren kan namanya ???. Rambu rambu petunjuk arah menuju ke taman ini sudah nampak beberapa ratus meter sebelum memasuki pusat kota. Saya penasaran…, langsung saya cari lokasi Urban Garden di Google Maps, hah … bisa langsung ketemu. Saya cari juga di GPS, juga ketemu. Waktu saya mencari lokasi sebuah toko terkenal, ketemunya ‘25 yards from Urban Garden. Artinya, Urban Garden ini dijadikan acuan untuk lokasi lokasi toko disekitarnya. Apapun aktifitas di sekitar Urban Garden ditulis di blog dan website apapun milik warga sehingga mudah dicari di Google.
Susah Sekali Saya Mau Cerita Tentang Urban Garden Ini
Nggak Ada Yang Layak Diceritakan
Sambil jalan jalan sore, saya coba untuk mencari lokasi sebenarnya Urban Garden ini. Akhirnya bisa ketemu juga, kira kira 10 menit untuk bisa menemukannya. Meskipun namanya keren dan gagah, ternyata lokasinya ngumpet dibelakang tempat parkir mobil. Luasnya tidak lebih dari 7.5 x 15 meter saja. Isinya cuma beberapa pot bunga dan beberapa tanaman yang digantung di tembok. Tidak ada tanaman yang khusus dan langka, semuanya tanaman umum yang banyak dijumpai dimana saja. Ini mah lebih tepat kalau disebut taman tamanan milik warga yang dibikin terkenal lewat brosur, internet dan medsos.
Ada Pohon Palem
Ada Juga Bunga Warna Warni
Di Kota Portsmouth juga sama saja. Semua titik lokasi atau tempat diberi nama yang canggih canggih dan keren padahal jaraknya hanya beda beberapa langkah saja tapi punya nama yang berbeda.  Baca : Old Portsmouth Walking Tour 1 dan Old Portsmouth Walking Tour 2. Ada banyak sekali taman di kota Portsmouth ini, salah satunya adalah Wimbledon Park. Keren kan namanya, sama persis dengan nama lapangan tenis tempat Boris Becker, Martina Navratilova, Roger Federer dan atlit atlit tennis lain biasa berkiprah. Tapi ternyata taman ini juga taman tamanan yang sebenarnya nggak ada apa apanya bila dibanding dengan taman taman di Indonesia. Contohnya Taman Safari, Taman Mini Indonesia atau yang lain.
Petunjuk Menuju Urban Garden
Petunjuknya Keren Bro, Dari Allumunium
Nama Wimbledon Park ini terasa cukup heboh karena terpampang disetiap bus kota. Contohnya ‘The Hard Via Wimbledon Park’. Bayangan saya Wimbledon Park itu sebuah taman yang luar biasa besar dan indah, eh ternyata cuma taman tamanan ‘kampung’ dengan luas tidak lebih dari dua lapangan basket dengan bangku taman sekitar 5 – 6 buah saja.
Namanya Wimbledon Park
Portsmouth, UK
Jadi, jangan malu malu untuk meniru cara marketing model Eropa. Indonesia punya banyak sekali taman, jembatan, kolam, selokan dengan ukuran yang jauh lebih besar dari Eropa. Di kampung kampung di kota besar dan pelosok desa juga banyak sekali tempat tempat bagus dan menarik, tapi tidak pernah diberi nama. Beri saja nama semuanya dengan nama yang canggih canggih.Lalu tuliskan di blog atau website. InsyaAllah akan banyak sekali turis yang datang dan terkecoh seperti yang saya alami saat saya jalan jalan di kota kota manapun di Eropa..
Wimbledon Park Portsmouth, Isinya Cuma Bangku
Luasnya Cuma Separuh Lapangan Bola


Baca Juga :

 

Self Catering Apartment Edinburgh

Castle Suite 3 Old Town
Interior Tidak Kalah Dengan Hotel Bintang 5
Pernah dengar istilah ‘Self Catering Accomodation ?‘. Saya sempat terkejut saat pertama kali tinggal di penginapan jenis ini di Edinburgh, UK. NamanyaCastle Suite 3 Old Town’. Alamatnya 17/3 Grassmarket, Old Town, Edinburgh.  Saya pilih penginapan ini karena tarif per malamnya jauh lebih murah dibanding hotel atau apartment. Lokasinya sangat bagus sekali dan dekat dengan pusat keramaian turis. Dari dalam kamar bisa memandang keindahan Edinburgh Castle. Angkutan umum seperti Taxi, Bus Kota dan Hop On Hop Off semuanya lewat didepan penginapan ini.

 

Tidak Ada Resepsionist
Harus Janjian Dulu Saat Serah Terima Kunci

 

Self Catering Accomodation ini benar benar beda dibanding dengan Hotel, Resort, Apartment, Hostel, Motel, Bed And Breakfast, Homestay, Losmen (Inn) atau Guest House. Fasilitas kamarnya mirip Apartment, ada yang satu dan ada yang dua kamar tidur. Ada dapur lengkap dengan meja makan, microwave, kompor listrik dan pecah belah. Ada juga mesin cuci dengan sabun dan jemuran. Ruang keluarga dilengkapi dengan sofa, TV  dan wifi. Kamar mandi dan  kamar tidurnya tidak kalah dengan Five Star Hotel.
Edinburgh Castle Dilihat Dari
Jendela Ruang Keluarga

 

Perbedaan utamanya adalah ‘Tidak Memiliki Receptionist dan Room Boy‘, semua harus dikerjakan sendiri. Kalau mau check in, traveller/penyewa harus janjian dulu sehari sebelum datang. Harus jelas jam berapa dan ketemunya dimana untuk serah terima kunci. Begitu sudah dekat dengan lokasi hotel, misal di Airport, Stasiun Kereta Api, Bus Kota atau didalam Taxi, traveller/penyewa harus nelpon secepatnya, tidak boleh ngabari pakai whatsaps atau SMS. Kalau ngabari pakai whatsapp atau SMS sering tidak dibaca.
Kamar Bersih Dengan Design Modern Minimalis

 

Keunikan yang lain, depositnya cukup besar, sekitar GBP 200 dan harus dibayar paling lambat sehari sebelum check in secara online.. Kenapa depositnya besar sekali ?. Ternyata buat bayar denda. Ada peraturan yang cukup unik dan menarik. Traveller/penyewa bertanggung jawab untuk :

Ada Dapur Dengan Fasilitas Pecah Belah
Seperti Apartment
  • Membuang sampah ketempat sampah didepan gedung.
  • Mencuci semua piring, sendok dan gelas yang digunakan. dan membersihkan dapur
  • Ngepel lantai dan menyedot dengan vacuum cleaner semua lantai dan karpet.
  • Menggaanti Sprei dan sarung bantal dengan yang baru didalam lemari.
  • Mencuci handuk, sprei dan sarung bantal sebelum meninggalkan kamar.
Ada Meja Makan Kecil
Kelihatannya ribet tetapi sebenarnya tidak sama sekali. Tinggal masukkan handuk, sprei dan sarung bantal kedalam mesin cuci dan tinggalkan mesin cuci dalam keadaan menyala sebelum meninggalkan gedung.  Kunci pintu letakkan ditempatnya diatas meja. Periksa semua ruangan dan pastikan keadaan perabotan sama persis dan sama bersihnya seperti ketika masuk. Dijamin deposit akan kembali utuh dalam waktu 2×24 jam ke card yang sama saat anda membayar deposit sebelumnya.

 

Tempat Kunci Harus Diletakkan Ditempatnya
Kalau Check Out
Piring Harus Dicuci Sendiri Dan Diletakkan Ditempatnya
Kalau Check Out
Handuk Harus Dicuci Sendiri Dan Tinggalkan
Didalam Mesin Cuci Saat Check Out
Karpet Dan Lantai Harus Dipel Dan Disedot
Vacuum Cleaner Sendiri Sebelum Check Out
Tetangganya Rumah Tangga Biasa
Bau Masakan Kalau Lewat Didepan Tetangga
Pintu Masuk Diantara Toko
Buang Sampah Sendiri Setiap Hari
Sebelum Check Out

 

Gereja Buntung Royal Garrison Portsmouth

Papan Keterangan Didepan Pintu Gerbang
Penjelasannya Lengkap
Namanya Royal Garrison Church, lokasinya dekat sekali dengan tempat saya tinggal di Gunwharf Quay. Setiap saat saya bisa mengamati ada atau tidaknya aktifitas di gereja ini karena lokasinya diseberang pantai tidak jauh dari jogging track tempat saya biasa jalan jalan berolah raga.
Pintunya Selalu Terkunci
Kalau Ada Rombongan Turis Boleh Numpang Masuk
Lokasi tepatnya di Penny Street, Grand Parade, Portsmouth, Hampshire. Hampir tidak ada aktifitas sama sekali di gereja ini setiap harinya. Sepertinya hanya difungsikan sebagai cagar  budaya saja dan tidak digunakan untuk ibadah lagi. Sesekali dibuka untuk umum, terutama hanya dibuka untuk rombongan turis yang sudah ada appointment saja.
Halaman Depannya Penuh Kuburan
Pernah Jadi Rumah Sakit, Dan Gudang Senjata

 

Gereja buntung Royal Garrison ini sangat tua sekali. Didirikan tahun 1212 oleh Bishop Of Winchester dan saat itu digunakan juga sebagai rumah sakit dan hostel. Pernah juga digunakan sebagai gudang amunisi dan senjata. Tanggal 10 january 1941, atapnya kena sambar bom saat Perang Dunia II dan dibiarkan terbuka sampai saat ini.
Kuburan
Di Bom Tahun 1941 Saat Perang Dunia II
Kaca kaca ‘stained glass‘ di semua jendela dan pintunyapun sangat unik. Gambarnya kebanyakan tentara yang sedang berperang lengkap dengan senjata, tank, kapal perang dan pesawat temput. Tidak hanya gambar tentara saja, tetapi gambar urutan sejarah mulai saat masih sebagai rumah sakit (dokter, perawat dan pasien) sampai Perang Dunia II. Arsiteknya sepertinya lupa kalau gereja itu setidaknya harus ada gambar Yesus, Bunda Maria atau yang lainnya.
Kuburannya Paling Keren Sendiri
Saya paling ngeri kalau jalan jalan di kota Portsmouth terutama sepanjang jogging track Clarence Pier tengah malam. Saat melintasi gereja buntung Royal Garrison ini, suasananya terasa ‘Singup’ (bahasa Jawa). Sepanjang pantai sekitar gereja ini banyak sekali monumen peringatan korban perang dunia II, terutama angkatan laut Inggris. Kota Portsmouth memang pangkalan angkatan laut dan kapal perang Inggris.
Bentuknya Sekarang Dibiarkan Buntung Tanpa Atap
Sejak Dibom Tahun 1941
Saat melintasi Gereja Buntung Royal Garrison ini, dari jauh terlihat banyak sekali kuburan dihalaman gereja. Ada satu kuburan paling besar tepat didepan pintu gereja yang cukup menyeramkan. Kuburan besar ini diatasnya ada patung jenasah dengan posisi tidur. Entah patung jenasah siapa itu, mungkin patung jenasah pak Garrison sendiri. Kalau Patung tersebut mendengar suara cewek, katanya langsung terbangun dan berdiri. Tapi untungnya patung tidak bisa mendengar, jadi nggak akan pernah bisa berdiri sendiri.

 

Jogging Track Sepanjang Pantai Tempat Saya
Jalan Jalan Setiap Hari
Portsmout Kota Angkatan Laut Inggris
Dimana Mana Banyak Tugu Peringatan/Kuburan
Korban Perang Dunia II
Halamannya Luas, Bersih Dan Indah
Tapi Banyak Orang Mati Disini Saat Perang Dunia II
Mozaik Kacanya Unik
Mungkin Satu Satunya Gereja Dengan Mozaik Tentara

 

Hanya Di gereja Buntung Royal Garison
Anda Bisa Melihat Jendela Dengan Mozaik Perang
Nggak Ada Gambar Yesus, Bunda Maria Atau
Gambar Gambar Lain Seperti Umumnya Gereja
Atapnya Dibiarkan terbuka Sejak Terkena Bom

 

Baca Juga :

Karpet Berhantu Hotel Mannings

Aneh Bin Ajaib
Carpet Diatas Carpet Tapi Bisa Bergeser Sendiri
Orang Inggris itu secara umum mirip sekali dengan orang Indonesia. Mereka seneng sekali kalau diajak cerita masalah hantu, demit, setan dan semacamnya. Acara TV banyak sekali yang menyiarkan acara semacam ‘Dunia Lain‘. Contohnya baca saja tulisan di blog ini sebelumnya : Dunia Lain Ala Inggris. Paket wisata dikota manapun di UK juga sama saja, selalu yang ditonjolkan ‘Ghost Tour’ atau ‘Mistery Tour’. Ada juga tour tentang arwah korban pembunuhan berantai Jack The Ripper di London dll.
Nggak Ada Getaran Dan Permukaan Tidak Licin
Tapi Keset Hitam Ini Bisa Bergeser Sendiri
Ditunjang juga gedung gedung dan rumah di hampir seluruh kota di UK hampir semuanya bangunan tua dan kuno, hampir semua gedung masuk dalam cagar budaya yang dilindungi. Lengkap sudah ketakutan dan penderitaan saya kalau sedang jalan jalan di UK. Apalagi, suami dan anak anak saya suka mancing mancing cerita horror. Tetangga dan dan kawan jdi UK ini uga sama saja, sukanya cuma nakut nakutin karena tahu saya penakut.

 

Nangis Gue Ditinggal Sendirian di Edinburgh
Bapak Dan Anak Ikutan Nonton Ghost Tour Gratis
Di Truro, Cornwall, UK, ketakutan saya menjadi jadi. Saya menginap di hotel Mannings. Dari sisi lokasi, hotel ini terletak persis diujung Lemon Square. Satu satunya hotel yang lokasinya benar benar di pusat kota, kawasan keramaian kota Truro. Tinggal melangkah beberapa langkah saja sudah bisa menyaksikan seluruh highlight kota Truro, seperti Lemon Market, Lemon Square, Truro Cathedral, Pannier Market dan berbagai macam pertokoan dan cafe besar dan kecil.

 

Dimana Mana Ghost Tour Atau Mistery Tour
Apa Menariknya Nonton Hantu Hiii
Tetapi, ada yang janggal dengan kamar yang saya tempati di hotel Mannings ini. Lantainya berkarpet dan jelas tidak licin sama sekali. Diatasnya ada keset hitam dengan tulisan ‘Mannings’ yang juga terbuat dari bahan karpet. Tidak ada getaran sama sekali dari mobil yang lewat tetapi keset karpet tersebut bisa bergerak sendiri menggulung tidak beraturan. Berkali kali diluruskan dan ditata ulang keset hitam tersebut, tetap saja bisa merayap pelan sampai nabrak tembok dan tergulung tidak teratur kalau sedang tidak kita perhatikan.
Aku Didepan Kamarku Di Hotel Mannings Truro
Hotelnya Kuno Dengan Pintu Masuk Berjeruji
Pokoknya merem sedikit tidak memperhatikan, si karpet bergerak sendiri sampai tergulung nabrak tembok. Celakanya, mas Ardi dan anak anak malah tertarik dengan fenomena aneh ini. Diajak pindah hotel nggak mau karena dapat tontonan langka.
Nggak apa apa, hantu bule itu ngganteng pakai jas, yang perempuan juga cantik pakai gaun pengantin‘.
Pintu Depan Menuju Restaurant
Gedungnya Tua Dan Antik
Ayah dan anak anak malah asyik jeprat jepret berphoto ria dan ngukur kecepatan bergerak karpet per menit. Yah, mereka semua berlatar belakang engineering, ilmu pasti jadi nggak mudah percaya yang ghoib dan tidak pasti. Sekali njepret photo, langsung dilihat hasilnya dan diskusi horror sambil tertawa :
Kak ada background Valak seperti di film The Conjuring nggak di latar belakang photo ?‘.
Belum ada yah, ulangi lagi photonya‘.
Kota Truro Dilihat Dari Depan Hotel Mannings
Kawasan Downtown – Kota Tua – Lemon Street
Kusut, ngakak ngikik nggak lucu sama sekali akhirnya jam 11 malam saya tilpun langsung resepsionis hotel. Saya minta disediakan kamar kosong, sekarang juga !!. Pokoknya harus pindah kamar atau pindah hotel. Untungnya masih ada kamar kosong buat pindahan. Tapi jawaban si resepsionis cukup membuat saya tambah kusut. Mas Ardi dan anak anak cuek aja langsung bisa tidur pulas.
Oh, you’re lucky. Not all our guest have the same opportunity to meet with David The Cleaner’.
Katanya kalau ketemu si David itu pertanda akan dapat rejeki banyak.
Empreettttt !!!!!
Pintu Depan Menuju Resepsionis
Serba Antik
Lokasi Hotel Persis Diujung Lemon Square
Downtown Ndeso Truro

 

Baca Juga :

Dimana Beli Baju Bekas Di London

Namanya Pasar Portabello Atau Nama Kerennya
Portobello Market, Notting Hill London
Pasar Kaki Lima Pakaian Bekas
Pembaca blog ini terdiri dari berbagai macam lapisan masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang berbeda beda. Sudah sering sekali TV di tanah air mengulas tempat tempat shopping exclusive di kota London yang sangat wah dan mewah. Kali ini saya ajak anda untuk shopping juga tapi bukan di tempat yang ‘wah’, cukup di tempat yang ‘cuih’ saja. Mari saya ajak untuk shopping baju bekas, tas bekas, ember plastik dan juga ember seng dikota London. Namanya Pasar Portobello, nama kerennya Portobello Market terletak di Notting Hill, Royal Borough Of Kensington And Chelsea. London.
PKL Bule Jualannya Juga Di Trotoar
Meja Lapaknya Sama Bututnya Dengan Lapak Di Tanah Abang
Saya nggak tahu kenapa orang Inggris menyebut dengan nama ‘Market’. Menurut saya, tempat ini tidak layak disebut Market karena isinya cuma Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berderet deret disepanjang trotoar Portobello Road. Nggak ada pasarnya sama sekali di jalan ini kecuali PKL di jalanan tadi. Hari sibuknya adalah Sabtu. Pada hari Sabtu tersebut jalanan dan trotoar penuh oleh PKL dan pembeli, akibatnya banyak sekali lapak yang maju mundur sesuka hati ditengah jalan atau menghalangi pejalan kaki ditrotoar.
Tinggal Pilih, Mau Baju Bekas Bule ?
Lapaknya Maju Ditengah Jalan
Hari biasa tidak begitu ramai, mobil masih bisa lewat di jalan Portobello ini. Tapi pada bulan Agustus, selalu ramai dan penuh sesak setiap hari karena ada Portobello Film Festival. Kalau anda tidak tertarik untuk shopping baju bekas, dijalan ini juga ada pedagang korden bekas, tas dan koper bekas bahkan ember plastik dan ember seng juga ada. Heran kan ?, bule Inggrispun ternyata cari air juga pakai ember plastik atau ember seng.
Gimana ? Tertarik Beli Baju Bekas ?

 

Lebih heran lagi, pasar barang bekas ini di brosur brosur dan majalah pariwisata dipromosikan dengan bahasa yang sangat indah sekali yaitu Antiques Market. Keren kan, baju bekas, tas bekas dan ember bekas dikatakan sebagai Barang Antik. Memang ada sih penjual barang antik beneran di Portabello Road tersebut, tapi jumlah lapaknya terlalu sedikit jika dibanding dengan jumlah lapak pedagang baju bekas.
Ini Yang Luar Biasa
Ada BH Dan Celana Dalam Bekas Dan Layak Pakai Juga
Korden Bekas Juga Ada
Jalan Diberi Garis Putih Sebagai Batas Lapak
Tapi Saat Hari Sabtu Pasar PKL Portobello Ini Ramai Sekali
Lapak Bisa Maju Ketengah Jalan
Pasar Beginian Di Indonesia Buanyak
Jual Tas Bekas Juga Ada
Semuanya Tas Sekelas PKL Tanah Abang
Tapi Ada Juga Tas KW
Tas Sekolah Sampai Koper Bekas
Dijual Di Portobello
Ember Seng, Ember Plastik Dan Tali Rafia Juga Ada
Tapi Barang Baru
Ini Barang Bekas Yang Dicat Ulang
Terlihat Seperti Baru Kembali
Sama Saja Dengan Pasar PKL Di Indonesia
Sampah Juga Banyak
Bulepun Juga Ndorong Gerobaknya Dari
Rumahnya Ke Pasar Portobello

 

Baca Juga :