Category Archives: United Kingdom

Bikini Nenek Nenek Di Isle Of Wight UK

Penumpang Dek Atas Ferry Penyeberangan
Ke Isle Of Wight

 

Saya baru saja turun dari kereta api di Stasiun Portsmouth Harbour, UK. Stasiun ini masih satu area dengan Terminal Bus The Hard, jalan kaki kira kira tidak lebih dari 100 langkah saja. Saat itu saya sedang berpikir keras, pasti disekitar stasiun dan terminal bus ini ada juga pelabuhan penyeberangan kapal. Benar saja dugaan saya, masih didalam stasiun kereta api yang sama, ada pintu dan lorong ke lantai dasar dengan tulisan besar Wight Link. Luar biasa, berarti satu tempat punya tiga nama yang berbeda.
Jalan Kaki Dari Shanklin Station
Menuju Pantai

 

Orang Inggris memang hebat dalam hal Marketing Pariwisata. Semua titik diberi nama. Masih dalam area yang sama, semua pintu diberi nama. Setiap nama dibuatkan brosur pariwisata yang bagus dan menarik. Akhirnya saya tertipu juga dan tertarik membaca brosur dengan judul Wight Link, Isle Of Wight dan brosur lain yang banyak dipajang diberbagai tempat di Stasiun dan Terminal Bus ini. Lebih kepincut lagi setelah baca brosur brosur tentang pantai pantai indah di Isle Of Wight seperti brosur dengan judul Appley Beach, Steve’s Beach, Steephill Cove Beach dll. Langsung beli tiket Ferry penyeberangan ke Isle Of Wight saat itu juga.
 
Tiga Sahabat Satu Perjalanan Ferry
Menuju Ke Isle Of Wight
Baca brosur pantai pantai indah di Isle Of Wight yg penuh gambar gadis muda berbikini dan pemuda atletis langsung membuat saya ngiler. Segera terbayang bayang tokoh tokoh film Baywatch yang ganteng dan cantik cantik. Bayangan dikepala saya, begitu mendarat di pelabuhan nanti saya akan bisa menyaksikan pria pria ganteng dengan dada bidang, atletis, otot kencang dan perut six pack. Cewek cewek cantik dan sexy berbikini juga akan saya saksikan mondar mandir di pantai dan tiduran dipantai. Ohoyyyy luar biasa.
Penghuni Isle Of Wight Semua Peninggalan Jaman Victoria
Tua Tua Dan Dulu Pernah Sexy Dan Bahenol

 

Ternyata apa yang saya lihat, baca dan bayangkan dari brosur berbeda sama sekali.  Isle Of Wight memang benar adalah pulau wisata terkenal sejak jaman Victoria dan hanya ramai saat musim panas May – September saja. Tapi penduduknya juga ‘peninggalan’ jaman Victoria alias Manula atau Jompo. Perkiraan saya rata rata usia sekitar 70-80 tahunan. Wisatawan yang datangpun juga lebih dominan Manula. Yang mondar mandir pakai bikini di pantai dan berjemur dipantai semuanya juga Manula. Bubar semua rencana mau jeprat jepret photo dipantai. Bubar juga rencana mau selfie dengan bule six pack dan gadis sexy berbikini. Ticket Ferry yang saya beli cukup mahal serasa sia sia.
Jangan Tanya Umur
Penduduk Isle Of Wight Tidak Pernah Tua Dan Percaya Diri

 

Jadi kesimpulannya, UK itu memang beda sama sekali dengan Indonesia. Di Indonesia, kalau usia sudah masuk usia Senja sampai Manula, maka secara otomatis akan sibuk menutupi tubuh serapat mungkin dan memperbanyak dzikir. Di Isle Of Wight, para Manula masih percaya diri untuk melepas baju dan ganti bikini semua. Perut gendut dan kulit keriput bukan menjadi halangan. Tidak ada rasa takut sedikitpun diganggu ‘si mata keranjang’ saat tidur telantang menunjukkan auratnya di pantai.

Belanja Dulu Beli Sun Screen
Sebelum Berjemur Di Pantai

Lesson Learn : Anda pingin melihat cewek cantik sexy berbikini dan cowok ganteng atletis, six pack dan berotot kekar tanpa baju seperti di film Baywatch ? Nggak perlu jauh jauh anda ke Isle Of Wight UK. Adanya cuma di brosur brosur pariwisata, iklan pakaian dalam di Mall, photo photo di majalah pariwisata dan film di gedung bioskop saja.

Turis Yang Menuju Ke Isle Of Weight
Juga Tua Tua. Buyar Mimpi Indah
Pingin Ketemu Artis Baywatch

 

Di Seluruh Pulau Isinya Orang Tua
50 Tahun Lalu Mereka Cantik, Sexy Dengan Bikini

 

Perut Gendut Dan Kulit Menggelambir
Bukan Halangan Untuk Tetap Berwisata Pantai

 

Nenek Nenek Ini Umurnya
Sekitar 80 Tahun Keatas

 

Perut Gendut Begini Namanya Six Bag
Bukan Six Pack Lagi

 

Naik Bus Isinya Kakek Nenek
Tanpa Baju Dan Berbikini

 

Pemandangan Kakek Dan Nenek
Berjemur Di Pantai

 

Cukup Photo Dari Jauh Saja
Daripada Menyaksikan Kakek Dan Nenek Pakai Bikini

 

Makan Jadi Nggak Enak Setelah Menyaksikan
Pemandangan Di Pantai Isinya Kakek Dan Nenek

 

Kakek Dan Nenek Yang Sudah Ditinggal Mati Pasangannya
Banyak Juga Yang Ketemu Jodoh Di Pulau Ini

 

Baca Juga :

 

Advertisements

Pening Becak London

Tukang Becak Mangkal Didepan Big Ben
Parkir Di Trotoar Seenaknya

Dalam setahun saya bisa dua kali ke London mengamati tingkah polah turis dan warga London. Sebenarnya semua orang baik di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Indonesia dan dimanapun juga adalah ‘Sama Saja’. Ada yang baik, lucu, sabar, suka marah, stress, kaya, miskin, dan ada juga yang banyak omong, suka orasi dan  demo.

Acara TV BBC
Semua Pemakai Jalan Diwawancara Tanggapannya
Tentang Becak London

Dibandingkan lima tahun lalu saat saya pertama kali ke UK, jumlah tukang becak dan gelandangan di UK terasa sekali bertambah banyak. Artinya, bule ngganteng idola cewek Indonesia yang mbecak, pengangguran dan hidupnya menggelandang jumlahnya naik berlipat lipat. Saya tidak punya data pasti tapi bisa merasakan hal ini dari pemandangan yang saya lihat sehari hari diseluruh penjuru kota London.

 

Berita Di TV Hampir Setiap Hari
Banyak Pro Kontra Tentang Tukang Becak London
Pemerintah Tidak Bisa Mengatasi Pengangguran Yang Naik Terus

 

Sementara lupakan tentang gelandangan. Kita bahas becaknya saja. TV dan media cetak hampir tiap hari isinya membahas Becak London ini. Mereka menyebut dengan istilah Pedicabs tetapi karena banyak turis asing dari India, Pakistan, Singapore dll di London, maka tahu juga orang London nama asli becak tersebut adalah Ricksaw. Banyak Pro Kontra di masyarakat baik dari politisi, turis maupun sopir taxi cab) dan Uber yang merasa terganggu pendapatannya karena kehadiran becak ini. Pengguna kendaraan pribadi juga was was dengan tingkah semau gue berlalu lintas si tukang becak.
Seenaknya Sendiri Naik Ke Trotoar
Berebut Cari Penumpang Pakai Maksa Pula
Pemerintah kayaknya pening ngurusi karena High Court (Pengadilan Tinggi) pada tahun 2003 telah memutuskan bahwa Ricksaw atau becak London itu tidak bisa dimasukkan kategori Taxi berdasarkan Legal Act 1869. Nah lo, UUnya harus diubah dulu agar bisa memasukkan becak kedalam kategori Angkutan Umum yang bisa diatur cara beroperasinya agar tertib, aman dan bisa dikenai pajak.

 

Entah Kenapa Umumnya Orang Indonesia Suka
Melirik Bule Meskipun Tukang Becak
Buktikan Sendiri Di TV Entertainment Di Tanah Air

 

Dari siaran TV yang sering saya lihat, sopir taxi kayaknya yang paling banyak dirugikan dengan keberadaan bule mbecak ini. Didaerah daerah tujuan wisatawan sekitar Buckingham Palace, China Town, Covent Garden, Parlement House, Big Ben, Camden dll, taxi nggak boleh berhenti, parkir ngetem dan menaik turunkan penumpang sembarangan. Sedangkan becak dengan seenaknya naik ke trotoar, narik narik calon penumpang dan seenaknya tawar menawar tarip tanpa argometer seperti taxi (cab). Hal inilah yang dirasa tidak adil oleh sopir taxi Cab dan Uber.
Tukang Becak Yang Sudah Cukup Umur
Sedang Istirahat Di Covent Garden
Mirip dengan kejadian di Jakarta beberapa tahun lalu dimana sopir taxi resmi di Jakarta kalang kabut demo karena penghasilannya turun saat pertama kali ada Gojek, Grab dan Uber. Tampaknya lain negara lain cerita, di Jakarta Becak mau diaktifkan kembali oleh Gubernur tapi di London becak sedang dimusuhi oleh pengguna jalan lain.

Banyak Keluhan Tentang Tukang Becak
Ugal Ugalan, Malak Penumpang, Nggak Ada Ijin dll

1001 alasan sedang dicari cari untuk menyingkirkan becak. Apalagi saat ini Becak Motor sudah banyak terlihat berlalu lalang di kota London. London benar benar sangat ketinggalan jaman, Indonesia sudah puluhan tahun lalu sukses menyingkirkan becak dari jalanan dan London baru saat ini sibuk membicarakan cara mengatasi kegaduhan lalu lintas karena ulah tukang becak.

 

Ngganteng, Seandainya Dibawa Ke Indonesia
Pasti Langsung Masuk TV Entertainment

 

Ada Juga Becak Yang Full Accesories
Musiknya Saja Yang Bukan Ndangdut

 

Gagah Dan Ngganteng
Di UK, Semua Warga Dapat Tunjangan Sosial

 

Ada Penumpang Manggil
Tukang Becak Ini Dengan Santai Berhenti
Ditengah Jalan Dan Bikin Macet Jalan

 

Ini Tukang Becak Yang Saya Pilih
Ngganteng Dan Sarjana Tapi Belum Punya Kerjaan

 

Meskipun Tukang Becak Tapi Minumnya Coca Cola
Pengangguran Di UK Dapat Tunjangan Sosial
Jadi Wajar Tukang Becak Makan Minum Sandwich & Coca Cola

 

Nggak Terhitung Berapa Jumlah Cewek
Indonesia Yang Baru Tahu Suaminya Mbecak
Setelah Dibawa ke UK

 

Kereenn, Selebrities Mana Yang Nggak Kepincut Bule
Gagah Dan Ngganteng Seperti Ini

 

Turis Arab Selalu Jadi Target Dipalak Oleh
Tukang Becak London. Ada Yang Dipalak GBP 200 Untuk
Jarak Yang Tidak Terlalu Jauh

Baca Juga :

 

Warung Makan James Street London

Warungnya Kecil Tapi Punya Sekitar 13 Outlet
Di Seluruh London
Saya sedang jalan jalan di London, tepatnya di kawasan James Street, Marylebone – West End.  Enak jalan jalan disini karena sepanjang jalan isinya restaurant atau tempat njajan. Sambil jalan jalan bisa mencium aroma masakan dan mengintip masakan yang disajikan. Kebanyakan restaurant disini memiliki tempat duduk di trotoar, jadi sambil pura pura jalan jalan sebenarnya mengawasi makanan apa yang enak dilihat dan ‘mungkin’ enak juga rasanya.
Punya Websites Yang Bagus Untuk Menunjang
Pemasaran Yang Profesional http://www.pattyandbun.co.uk
Harap maklum, kita ini makannya nasi, kalau perut belum keisi nasi rasanya masih lapar terus. Kalau sedang di negara orang sering asal pilih makanan kalau disodori menu makanan dengan nama yang aneh aneh.  Udah biasa salah pilih makanan dengan rasa asem, kecut atau aneh dimulut. Biasanya, kalau sudah tahu satu jenis makanan yang enak maka untuk selanjutnya pilihan ‘ituuu saja’, nggak berani pilih jenis makanan yang lain.
Jumlah Meja Hanya Sekitar 6 Saja
Warung Kecil Kayak Gini Di Indonesia Banyak

 

Saya telusuri dari ujung ke ujung jalan James Street ini sambil melirik isi piring orang yang sedang makan di trotoar. Isinya cuma kentang, roti, spagheti doang dan nggak terlihat yang makan nasi. Gawat, bisa kelaparan kalau nggak makan nasi. Akhirnya nyampai ke ujung jalan dan lelah nggak ketemu makanan yang cocok. Untungnya diujung ada Patty & Bun Restaurant, kayaknya jualan burger. Lumayan bisa buat ngganjal perut selama belum ketemu nasi.
Menunya Nggak Banyak, Cuma Burger
Tapi Website Pemasarannya Sangat Profesional
Eh, ternyata burgernya enak juga. Bisa kenyang juga setelah makan 2 buah burger plus ‘Sapu Jagad’ menghabiskan sisa makanan yang dipesan oleh suami dan anak anak. Penyajiannya sangat berbeda dengan burger Mc Donald, Hardees atau yang lainnya. Roti (Bun) nya mirip dengan Bath Bun, agak agak manis gitu. Patty & Bun ini warungnya kecil, warung tetangga tetangganya juga kecil dan ada juga warung kaki lima dengan makanan yang bisa dipesan dan dimakan sambil jalan (take away). Anehnya, di Indonesia warung ini sangat bergengsi dan saya temukan di Kota Kasablanka Mall.
 
Penyajiannya Beda Dengan Mc Donald
Pakai Sauce Terpisah
Lesson Learn :
Di sepanjang James Street ini semua warung punya websites yang bagus dan bisa dibaca diseluruh dunia. Disamping itu warung warung ini juga bersinergi dengan Deliveroo (Kalau di Indonesia namanya Go Food) untuk pesan antar. Jangan heran kalau pelayan restauran juga mempromosikan Deliveroo di website dan warungnya. Dan jangan heran juga, rumah makan Franchise di Mall Mall besar di Indonesia itu dinegara asalnya cuma warung Emperan Kaki Lima. Banyak warung kecil naik derajatnya begitu dibawa ke Indonesia, jualannya di Mall dan jadi mahal dan bergengsi. 
 
Warung Kecil Tapi Kalau Ditunjang Oleh Website Bagus
Pasti Akan Jadi Franchise Dan Dibawa Ke Indonesia
James Street London
Tempat Makan Sepanjang Jalan
Beda Iklim Antara UK Dan Indonesia
Di Indonesia Makan Di Trotoar Seperti Ini Akan Berkeringat
Warung Makan Terbuka Di Trotoar Seperti Ini
Kelihatan Bagus Tapi Nggak Bisa Diimplementasikan
Di Indonesia Karena Iklimnya Berbeda
Orang Indonesia Milih Jalan Ditempat Yang Teduh
Bule Inggris Malah Mencari Restaurant Yang Tertimpa
Sinar Matahari Langsung
Indonesia Restaurant Pinggir Jalan Jauh Lebih Banyak
Tapi Baru Duduk Sudah Berkeringat Kepanasan
James Street
Dari Ujung Ke Ujung Tempat Makan

 

Kalau Diphoto Dari Dekat Kelihatan Bagus
Kalau Photonya Dari Jauh Tampak Semrawut Juga
Baca Juga :

 

Gatwick Airport Selayang Pandang

Gatwick International Airport London
Panjang Runway Cuma 2565 Meter
Bandara Soetta Panjang Runwaynya 3660 Meter !!!
Mari saya ajak anda melihat Gatwick International Airport di London, sebuah bandara internasional tersibuk peringkat 32 dunia tahun 2017. Bandara ini peringkatnya naik terus dari peringkat 37 pada tahun 2015, lalu naik menjadi peringkat 35 tahun 2016 dan sekarang sudah nangkring di urutan 32 pada survey tahun 2017. Baca sumbernya : List Of Bussiest Airport in 2017

Peringkat 32 Bandara Tersibuk Dunia
Aircraft Movement Gatwick Cuma:285,964 Kali
Aircraft Movement Bandara Soetta : 447,390 Kali

Salah satu kelebihan Gatwick International Airport ini (dan juga airport lain di UK seperti Heathrow) adalah telah terintegrasinya stasiun KA, Bus Antar Kota dan Bandara sejak dulu kala. Penumpang tidak merasa sedang berada di lokasi Stasiun KA, Terminal Bus atau sedang berada di Bandara. Semuanya terhubung satu sama lain seolah olah berada dalam satu atap.

Gatwick Airport Ini Adalah Bandara Kedua
Kota London Setelah Heathrow Airport

Di Indonesia, sarana transportasi publik yang terintegrasi dengan bandara baru diwacanakan / sedang dibangun. Tapi bisa saya pastikan sangat ruwet dan mahal karena Stasiun kereta api dan bus antar kota di Indonesia lokasinya terlalu jauh dari bandara dan berada ditengah kota.  Indonesia jaman dulu cara membangun Stasiun, Terminal Bus dan Bandaranya sendiri sendiri dan tidak memikirkan untuk diintegrasikan. Baru akhir akhir ini saja wacana tersebut bermunculan setelah jalanan macet.

Lorong Lorong Sangat Panjang
Karena  Memang Stasiun KA Cukup Jauh Dari Bandara

Mungkin agak susah membayangkan seperti apa Gatwick International Airport kok bisa bisanya tercatat sebagai Bandara Tersibuk Peringkat ke 32 di dunia tahun 2017 ini. Secara kasat mata sebenarnya nggak sibuk sibuk amat kok. Bandara International Soekarno Hatta itu dua kali lebih sibuk dibanding Gatwick Airport. Saya terbiasa menyaksikan bandara bandara di Indonesia dan memang terlihat lebih ramai dan sibuk sekali, terutama kalau musim haji. Yang berangkat Haji hanya dua orang, yang ngantar bisa satu Kelurahan.

Seperti Berada Di Bandara
Tapi Sebenarnya Ini Di Lorong Penghubung Bandara
Dengan Stasiun KA

 

Bandingkan peringkat Bandara Tersibuk 2017 dibawah ini. Mengingat bahwa bandara International  adalah Pintu Gerbang Negara, tentu anda akan mengerti bahwa sirkulasi ekonomi suatu negara bisa tercermin dari kesibukan Bandaranya. Bandara Cengkareng yang tidak secanggih Gatwick saja bisa seramai itu, apalagi ditambah dengan bandara International lainnya seperti Kuala Namu, Ngurah Rai dan Juanda. Lewat sudah Singapore, Malaysia dan Thailand.
Tidak Seramai Seperti Bandara Di Indonesia
  • Peringkat 17 : Soekarno Hatta International Airport, Indonesia
  • Peringkat 18 : Singapore Changi Airport, Singapore
  • Peringkat 19 : Seoul Incheon International Airport, South Korea
  • Peringkat 20 : Denver International Airport, USA
  • Peringkat 21 : Suvarnabhumi Airport, Thailand
  • Peringkat 22 : John F Kennedy International Airport, USA
  • Peringkat 23 : Kuala Lumpur International Airport, Malaysia
  • Peringkat 32 : Gatwick International Airport, United Kingdom
Didalam Kereta Listrik Saja
Terasa Banyak Orang
Keluar Dari Kereta Masih Jalan Lagi
Ada Banyak Sekali Solar Power Panel Dekat Runaway
Menuju Ke Terminal Keberangkatan
Dari Arah Stasiun Kereta Api
Terang Tanpa Lampu Penerangan
Karena Semua Atap Dari Kaca Tembus Pandang
Gatwick Airport Hemat Listrik
Solar Power Panel Banyak Berjajar Didekat Runaway
Cahaya Matahari Menghangatkan Bagian
Dalam Bandara
Terminal Keberangkatan
Sepi Sekali Jam 10:00 Pagi
Corridor Menuju Ke Pesawat
Serba Kaca, Terang Benderang Tanpa Listrik
Masih Harus Turun Lagi Ke Lantai Dasar Untuk
Menuju  Ke Pesawat

 

Gunwharf Quays Portsmouth

Gunwharf Quays Portsmouth
Dulunya Pelabuhan Tempat Penyimpanan Senjata
Bahasa Jawa itu katanya paling lengkap sedunia. Misalnya saja ‘Padi’, ‘Gabah’, ‘Beras’, ‘Nasi’, ‘Upo’, ‘Menir’ kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris semuanya dianggap sama saja yaitu ‘Rice’. Nah, kosakata bahasa Inggrispun ada juga yang susah dicari padanan katanya dalam bahasa Jawa atau bahasa Indonesia. Coba saja buka Kamus apapun dan terjemahkan apa arti ‘Wharf’, ‘Quay’, ‘Pier’ dan ‘Jetty’. Semuanya dianggap sama yaitu ‘Dermaga’. Kalau ditambahkan lagi dengan kata ‘Port’ , ‘Harbour’ dan ‘Marine Deck’, bisa tambah bingung lagi kita. Bedanya apa ?
Kira Kira Seperti Inilah Perbedaannya
Susah Menjelaskan Karena Nggak Ada Dalam Kosakata
Bahasa Indonesia/Jawa

 

Di kota Portsmouth, United Kingdom, pusat keramaiannya bernama Gunwharf Quays. Semacam Pusat Perbelanjaan besar dengan berbagai macam toko, restaurant, gedung bioskop, casino dan ada juga apartment tempat tinggal warga. Spinaker Tower (‘Tugu Monas’nya kota Portsmouth) juga ada di tempat ini. Istilah istilah yang saya sebutkan diatas semuanya ada disini dan saya pernah bingung nggak tahu apa bedanya antara Wharf, Quays, Pier dan Jetty.  Semua tak anggap sama yaitu Port atau Harbour.
Spinnaker Tower Dan Kapal Kapal Yang
Sedang Berlabuh Di Gunwharf Quays
Dahulu, tempat ini adalah tempat penyimpanan senjata, ranjau, bom dan berbagai macam bahan peledak. Pernah juga digunakan sebagai pangkalan angkatan laut Inggris dengan specialisasi ranjau dan bahan peledak. Masih ada jejak sejarah tersisa ditempat ini misalnya tulisan ‘HMS Vernon’. Yah, benar tempat ini memang ditepi laut dan pernah digunakan sebagai pangkalan angkatan laut kerajaan Inggris. Baca sendiri sejarahnya melalui link ini Gunwharf Quays.
Atapnya Terbuat Dari Solar Panel Untuk
Penerangan Tempat Parkir Di Lantai Bawah

 

Yang menarik, setiap lorong di pertokoan ini mempunyai nama. Contohnya Philip Avenue, Sirius Avenue, Togo Avenue, Marlborough Avenue, Vernon Avenue dan lain lain. Ternyata nama jalan didalam pertokoan tersebut asli sudah ada sejak dulu kala sebelum dijadikan pusat pertokoan. Konon dulunya jalan tersebut berada diantara gudang gudang penyimpanan bahan peledak. Kira kira semacam gudang atau rumah rumah kecil perkampungan di Indonesia yang disatukan dengan cara ditutupi atap kaca megah diatasnya. Saat ini bekas gudang atau rumah rumah kecil tersebut telah disulap menjadi toko toko mewah. Dan jalan becek didepannya telah diubah menyadi berlapis keramik yang cantik dan menarik.
Sangat Bijak Sekali, Pemilik Tanah Sebelumnya
Dikenang Dan Ditulis Riwayat Singkatnya
Karena Gunwharf Quays ini punya sejarah yang panjang, maka banyak sekali cerita yang dituliskan dengan indah di tembok tembok, mulai dari ‘Charles’ pemilik tanah sebelumnya, sampai cerita sejarah kenapa lorong jalan tersebut bernama ‘Jalan Philip’. Keren kan, seandainya saja orang Indonesia bisa menghargai masa lalu, bisa jadi gedung gedung Mall dan perkantoran di Jakarta akan mencantumkan juga siapa nama nama pemilik tanah sebelumnya. Mungkin bunyinya ‘Gedung ini berdiri di bekas tanah H Zaenudin yang dengan tulus asih ingin menjadikan kota Jakarta maju dan modern’.
Setiap Lorongnya Terang Benderang
Parkir Bawah Tanahnya Juga Terang Berkat Listrik
Dari Solar Panel
Meskipun kelihatannya atap yang menyatukan toko seperti kaca biasa, tetapi sebenarnya atap tersebut adalah Solar Panel yang digunakan untuk listrik penerangan ditempat parkir lantai bawah tanah. Konon dengan adanya solar panel terbesar di Eropa untuk kategori pertokoan tersebut kebutuhan listrik Gunwharf Quays bisa bekurang 40 %..
Jadi Terlihat Modern Dan Megah
Padahal Aslinya Gudang Bahan Peledak
The Avenues
Jalan Utama Didalam Mall Gunwharf Quays
Jalan Philip
Ada Sejarahnya Siapa Arthur Philip Sebenarnya
Masih Riwayat Singkat Pak Arthur Philip
Kalau Di Indonesia Kira Kira Setara Dengan Mbah Priok
Nama Jalan Dibuat Bagus
Kenapa Namanya Togo Avenue
Di Jakarta Kira Kira Setara Dengan Nama Si Pitung
Jalan Marlborough
Di Jalan Ini Nggak Ada Rumah, Adanya Cuma Toko
Sudah Jadi Toko Modern
Siapa Ngira Dulunya Tempat Menyimpan Bom
Jalan Sirius
Ternyata Nama Kapalnya Pak Arthur Philip
Semua Ada Nama Jalan Tapi Nggak
Ada Rumahnya Sama Sekali

 

Gerbang Utama Gunwharf Quays
Dulu namanya HMS Vernon Gate

 

Ya Ampun, Urban Garden

Urban Garden Itu Taman Di Belakang Mobil Parkir
Luasnya Kira Kira 7.5 x 15 Meter
Saya akui, bule Europe canggihnya bukan main dalam hal marketing, terutama mempromosikan pariwisata di daerahnya. Kayaknya, setiap warga sudah muncul jiwa marketingnya sejak lahir. Nggak perlu RT, RW, Lurah, Camat, atau Walikota untuk promosi, tapi siapapun punya kesadaran untuk mempromosikan daerahnya. Kesadarannya terhadap pariwisata daerahnya luar biasa tinggi. Beda sekali dengan saudara saudara saya di tanah air, kebanyakan tidak ada yang tahu bahwa wilayahnya itu sangat unik dan bisa mengundang kekaguman orang asing.
Isinya Ternyata Cuma Pot Bunga Doang
Dan Beberapa Tanaman Gantung Yang Ditempel Di Tembok
Di Kota Truro, Cornwall United Kingdom ada sebuah taman di dekat Lemon Street atau ditengah pusat kota Truro. Namanya Urban Garden. keren kan namanya ???. Rambu rambu petunjuk arah menuju ke taman ini sudah nampak beberapa ratus meter sebelum memasuki pusat kota. Saya penasaran…, langsung saya cari lokasi Urban Garden di Google Maps, hah … bisa langsung ketemu. Saya cari juga di GPS, juga ketemu. Waktu saya mencari lokasi sebuah toko terkenal, ketemunya ‘25 yards from Urban Garden. Artinya, Urban Garden ini dijadikan acuan untuk lokasi lokasi toko disekitarnya. Apapun aktifitas di sekitar Urban Garden ditulis di blog dan website apapun milik warga sehingga mudah dicari di Google.
Susah Sekali Saya Mau Cerita Tentang Urban Garden Ini
Nggak Ada Yang Layak Diceritakan
Sambil jalan jalan sore, saya coba untuk mencari lokasi sebenarnya Urban Garden ini. Akhirnya bisa ketemu juga, kira kira 10 menit untuk bisa menemukannya. Meskipun namanya keren dan gagah, ternyata lokasinya ngumpet dibelakang tempat parkir mobil. Luasnya tidak lebih dari 7.5 x 15 meter saja. Isinya cuma beberapa pot bunga dan beberapa tanaman yang digantung di tembok. Tidak ada tanaman yang khusus dan langka, semuanya tanaman umum yang banyak dijumpai dimana saja. Ini mah lebih tepat kalau disebut taman tamanan milik warga yang dibikin terkenal lewat brosur, internet dan medsos.
Ada Pohon Palem
Ada Juga Bunga Warna Warni
Di Kota Portsmouth juga sama saja. Semua titik lokasi atau tempat diberi nama yang canggih canggih dan keren padahal jaraknya hanya beda beberapa langkah saja tapi punya nama yang berbeda.  Baca : Old Portsmouth Walking Tour 1 dan Old Portsmouth Walking Tour 2. Ada banyak sekali taman di kota Portsmouth ini, salah satunya adalah Wimbledon Park. Keren kan namanya, sama persis dengan nama lapangan tenis tempat Boris Becker, Martina Navratilova, Roger Federer dan atlit atlit tennis lain biasa berkiprah. Tapi ternyata taman ini juga taman tamanan yang sebenarnya nggak ada apa apanya bila dibanding dengan taman taman di Indonesia. Contohnya Taman Safari, Taman Mini Indonesia atau yang lain.
Petunjuk Menuju Urban Garden
Petunjuknya Keren Bro, Dari Allumunium
Nama Wimbledon Park ini terasa cukup heboh karena terpampang disetiap bus kota. Contohnya ‘The Hard Via Wimbledon Park’. Bayangan saya Wimbledon Park itu sebuah taman yang luar biasa besar dan indah, eh ternyata cuma taman tamanan ‘kampung’ dengan luas tidak lebih dari dua lapangan basket dengan bangku taman sekitar 5 – 6 buah saja.
Namanya Wimbledon Park
Portsmouth, UK
Jadi, jangan malu malu untuk meniru cara marketing model Eropa. Indonesia punya banyak sekali taman, jembatan, kolam, selokan dengan ukuran yang jauh lebih besar dari Eropa. Di kampung kampung di kota besar dan pelosok desa juga banyak sekali tempat tempat bagus dan menarik, tapi tidak pernah diberi nama. Beri saja nama semuanya dengan nama yang canggih canggih.Lalu tuliskan di blog atau website. InsyaAllah akan banyak sekali turis yang datang dan terkecoh seperti yang saya alami saat saya jalan jalan di kota kota manapun di Eropa..
Wimbledon Park Portsmouth, Isinya Cuma Bangku
Luasnya Cuma Separuh Lapangan Bola


Baca Juga :

 

Self Catering Apartment Edinburgh

Castle Suite 3 Old Town
Interior Tidak Kalah Dengan Hotel Bintang 5
Pernah dengar istilah ‘Self Catering Accomodation ?‘. Saya sempat terkejut saat pertama kali tinggal di penginapan jenis ini di Edinburgh, UK. NamanyaCastle Suite 3 Old Town’. Alamatnya 17/3 Grassmarket, Old Town, Edinburgh.  Saya pilih penginapan ini karena tarif per malamnya jauh lebih murah dibanding hotel atau apartment. Lokasinya sangat bagus sekali dan dekat dengan pusat keramaian turis. Dari dalam kamar bisa memandang keindahan Edinburgh Castle. Angkutan umum seperti Taxi, Bus Kota dan Hop On Hop Off semuanya lewat didepan penginapan ini.

 

Tidak Ada Resepsionist
Harus Janjian Dulu Saat Serah Terima Kunci

 

Self Catering Accomodation ini benar benar beda dibanding dengan Hotel, Resort, Apartment, Hostel, Motel, Bed And Breakfast, Homestay, Losmen (Inn) atau Guest House. Fasilitas kamarnya mirip Apartment, ada yang satu dan ada yang dua kamar tidur. Ada dapur lengkap dengan meja makan, microwave, kompor listrik dan pecah belah. Ada juga mesin cuci dengan sabun dan jemuran. Ruang keluarga dilengkapi dengan sofa, TV  dan wifi. Kamar mandi dan  kamar tidurnya tidak kalah dengan Five Star Hotel.
Edinburgh Castle Dilihat Dari
Jendela Ruang Keluarga

 

Perbedaan utamanya adalah ‘Tidak Memiliki Receptionist dan Room Boy‘, semua harus dikerjakan sendiri. Kalau mau check in, traveller/penyewa harus janjian dulu sehari sebelum datang. Harus jelas jam berapa dan ketemunya dimana untuk serah terima kunci. Begitu sudah dekat dengan lokasi hotel, misal di Airport, Stasiun Kereta Api, Bus Kota atau didalam Taxi, traveller/penyewa harus nelpon secepatnya, tidak boleh ngabari pakai whatsaps atau SMS. Kalau ngabari pakai whatsapp atau SMS sering tidak dibaca.
Kamar Bersih Dengan Design Modern Minimalis

 

Keunikan yang lain, depositnya cukup besar, sekitar GBP 200 dan harus dibayar paling lambat sehari sebelum check in secara online.. Kenapa depositnya besar sekali ?. Ternyata buat bayar denda. Ada peraturan yang cukup unik dan menarik. Traveller/penyewa bertanggung jawab untuk :

Ada Dapur Dengan Fasilitas Pecah Belah
Seperti Apartment
  • Membuang sampah ketempat sampah didepan gedung.
  • Mencuci semua piring, sendok dan gelas yang digunakan. dan membersihkan dapur
  • Ngepel lantai dan menyedot dengan vacuum cleaner semua lantai dan karpet.
  • Menggaanti Sprei dan sarung bantal dengan yang baru didalam lemari.
  • Mencuci handuk, sprei dan sarung bantal sebelum meninggalkan kamar.
Ada Meja Makan Kecil
Kelihatannya ribet tetapi sebenarnya tidak sama sekali. Tinggal masukkan handuk, sprei dan sarung bantal kedalam mesin cuci dan tinggalkan mesin cuci dalam keadaan menyala sebelum meninggalkan gedung.  Kunci pintu letakkan ditempatnya diatas meja. Periksa semua ruangan dan pastikan keadaan perabotan sama persis dan sama bersihnya seperti ketika masuk. Dijamin deposit akan kembali utuh dalam waktu 2×24 jam ke card yang sama saat anda membayar deposit sebelumnya.

 

Tempat Kunci Harus Diletakkan Ditempatnya
Kalau Check Out
Piring Harus Dicuci Sendiri Dan Diletakkan Ditempatnya
Kalau Check Out
Handuk Harus Dicuci Sendiri Dan Tinggalkan
Didalam Mesin Cuci Saat Check Out
Karpet Dan Lantai Harus Dipel Dan Disedot
Vacuum Cleaner Sendiri Sebelum Check Out
Tetangganya Rumah Tangga Biasa
Bau Masakan Kalau Lewat Didepan Tetangga
Pintu Masuk Diantara Toko
Buang Sampah Sendiri Setiap Hari
Sebelum Check Out