Category Archives: United Kingdom

Dimana Beli Baju Bekas Di London

Namanya Pasar Portabello Atau Nama Kerennya
Portobello Market, Notting Hill London
Pasar Kaki Lima Pakaian Bekas
Pembaca blog ini terdiri dari berbagai macam lapisan masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang berbeda beda. Sudah sering sekali TV di tanah air mengulas tempat tempat shopping exclusive di kota London yang sangat wah dan mewah. Kali ini saya ajak anda untuk shopping juga tapi bukan di tempat yang ‘wah’, cukup di tempat yang ‘cuih’ saja. Mari saya ajak untuk shopping baju bekas, tas bekas, ember plastik dan juga ember seng dikota London. Namanya Pasar Portobello, nama kerennya Portobello Market terletak di Notting Hill, Royal Borough Of Kensington And Chelsea. London.
PKL Bule Jualannya Juga Di Trotoar
Meja Lapaknya Sama Bututnya Dengan Lapak Di Tanah Abang
Saya nggak tahu kenapa orang Inggris menyebut dengan nama ‘Market’. Menurut saya, tempat ini tidak layak disebut Market karena isinya cuma Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berderet deret disepanjang trotoar Portobello Road. Nggak ada pasarnya sama sekali di jalan ini kecuali PKL di jalanan tadi. Hari sibuknya adalah Sabtu. Pada hari Sabtu tersebut jalanan dan trotoar penuh oleh PKL dan pembeli, akibatnya banyak sekali lapak yang maju mundur sesuka hati ditengah jalan atau menghalangi pejalan kaki ditrotoar.
Tinggal Pilih, Mau Baju Bekas Bule ?
Lapaknya Maju Ditengah Jalan
Hari biasa tidak begitu ramai, mobil masih bisa lewat di jalan Portobello ini. Tapi pada bulan Agustus, selalu ramai dan penuh sesak setiap hari karena ada Portobello Film Festival. Kalau anda tidak tertarik untuk shopping baju bekas, dijalan ini juga ada pedagang korden bekas, tas dan koper bekas bahkan ember plastik dan ember seng juga ada. Heran kan ?, bule Inggrispun ternyata cari air juga pakai ember plastik atau ember seng.
Gimana ? Tertarik Beli Baju Bekas ?

 

Lebih heran lagi, pasar barang bekas ini di brosur brosur dan majalah pariwisata dipromosikan dengan bahasa yang sangat indah sekali yaitu Antiques Market. Keren kan, baju bekas, tas bekas dan ember bekas dikatakan sebagai Barang Antik. Memang ada sih penjual barang antik beneran di Portabello Road tersebut, tapi jumlah lapaknya terlalu sedikit jika dibanding dengan jumlah lapak pedagang baju bekas.
Ini Yang Luar Biasa
Ada BH Dan Celana Dalam Bekas Dan Layak Pakai Juga
Korden Bekas Juga Ada
Jalan Diberi Garis Putih Sebagai Batas Lapak
Tapi Saat Hari Sabtu Pasar PKL Portobello Ini Ramai Sekali
Lapak Bisa Maju Ketengah Jalan
Pasar Beginian Di Indonesia Buanyak
Jual Tas Bekas Juga Ada
Semuanya Tas Sekelas PKL Tanah Abang
Tapi Ada Juga Tas KW
Tas Sekolah Sampai Koper Bekas
Dijual Di Portobello
Ember Seng, Ember Plastik Dan Tali Rafia Juga Ada
Tapi Barang Baru
Ini Barang Bekas Yang Dicat Ulang
Terlihat Seperti Baru Kembali
Sama Saja Dengan Pasar PKL Di Indonesia
Sampah Juga Banyak
Bulepun Juga Ndorong Gerobaknya Dari
Rumahnya Ke Pasar Portobello

 

Baca Juga :

Flea Market Truro Cornwall, UK

Flea Market Truro
Lokasi Di Lantai Dasar Hall Of Cornwall Truro
Saya seringkali merasa tertipu kalau mengunjungi berbagai macam obyek wisata di Eropa hanya berdasarkan informasi dari website, ulasan wartawan pariwisata atau photo photo yang bertebaran di internet. Definisi orang Indonesia dengan bule Eropa tentang obyek wisata itu berbeda jauh sekali. Indonesia itu negara yang sangat besar dengan penduduk yang sangat banyak. Semua obyek wisata di tanah air seperti Candi, Pantai dan Pasar semuanya berukuran raksasa. Yang berukuran kecil tidak pernah dipromosikan sebagai obyek wisata karena dianggap bukan obyek wisata yang layak dijual..
6-10 PKL Dimasukkan Kedalam Gedung
Lalu Diberi Nama Flea Market
Saya ambil contoh kota Truro, Cornwall – United Kingdom. Saya mengunjungi sebuah Flea Market. Sebuah nama yang seringkali diucapkan oleh orang orang Indonesia ketika baru pulang dari luar negeri. Biasanya kalimat ‘mbelgedes‘ yang sering diucapkan buat ngibul di tanah air adalah ‘Wow keren, sempat ngunjungi Flea Market di kawasan Downtown kan mbak !!!‘.  Bingung kan, kalau kawan sekantor yang biasanya selalu berbahasa Jawa tiba tiba kosa katanya bertambah dengan bahasa Inggris Flea Market dan Downtown.
Website, Ulasan Dan Comment Di FB, Tweeter Dan Internet
Gombal Semua
Flea Market itu sebenarnya cuma pasar loak yang menjual berbagai macam barang bekas. Di Truro, Cornwall, lokasinya ditengah pusat keramaian kota Lemon Quay (biar keren sebut saja Downtown). Tepatnya di lantai dasar gedung Hall For Cornwall (HfC). Jumlah pedagangnya hanya sekitar 6 – 10 lapak saja dan menempati lantai seluas lapangan badminton. Bayangkan, 6 – 10 orang pedagang kaki lima tapi website dan brosurnya gegap gempita di internet. Coba cari sendiri promosi Flea Market ini di mbah google, facebook, instagram atau Tweeter.
Lapak PKL Cuma 6 Pedagang Kira Kira
Layak Nggak Disebut Market ?
Sempat saya tanya salah satu pedagang didalam ‘pasar pasaran‘ ini, berapa ongkos sewa lapak per mejanya ? Ternyata per hari harus bayar GBP 13 untuk dagang mulai jam 09:00 sampai jam 17:00. Cara sewanya susah nggak ?.  Bisa lewat telpon atau click ‘Buy Now’ di websitenya Hall For Cornwall. Kalau sudah Sold Out berarti nggak kebagian lapak dan harus pilih hari yang lain. Wow….. jual lapak online, harus buruan nge’click’ supaya bisa dapat tempat jualan. Pantesan tiap hari pedagangnya gonta ganti terus.
Barang Bekas Mulai Dari Perhiasan Plastik Sampai
Barang Made In China
CD Bajakan, Video Format VHS, Floppy Disk
Sekrup, Baut dan Sticker
Koleksi Perangko, Uang Kuno Dan
Buku Bekas Juga Ada

 

Baca Juga :

Shopping Murah Primark UK

Primark Edinburgh
Emak emak Indonesia itu aneh dan lucunya luar biasa. Sama lucunya dengan emak emak dari India, Bangladesh, Pakistan, China dan Turki. Datang jauh jauh dari negaranya ke Inggris dengan modal beli tiket pesawat dan menginap di hotel yang tidak sedikit, eh belanjanya di PRIMARK. Saya menyaksikan sendiri cara belanjanya seperti orang kalap di Primark Oxford Street London, Primark Prince Street Edinburgh maupun Primark Lemon Quay Truro.
Pemandangan Emak Emak Di Primark
Oxford Street London – Barang Buatan Negaranya Sendiri
Diborong Di Inggris Dan Dibawa Pulang
Primark ini kalau di Indonesia semacam MATAHARI Department Store. Yang dijual segala macam busana pria dan wanita, sandal, sepatu dan segala macam pernak pernik perhiasan. Murah meriah dan karena murah tersebut, maka semua pembelinya terlihat kalap nenteng barang kiri dan kanan. Begitu mendekati kasir baru sadar bahwa barang yang dibawanya melebihi kemampuan dompetnya sehingga barang diletakkan begitu saja di lantai. Yang dibawa 10 keranjang, begitu dekat kasir langsung 5 keranjang ditinggal berserakan dimana saja.
Lihat Tuh Bapak Bapak Nunggu Istrinya Kalap Belanja
Barang Dari Negaranya Sendiri Di Primark Oxford Street London

 

Selesai bayar, langsung duduk duduk didepan toko sambil memeriksa barang belanjaannya. Dan umumnya baru sadar, ternyata barang barang dengan merek merek Inggris keren tersebut ternyata buatan negaranya sendiri. Ada yang buatan China, Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh dan Turkye. Lalu pertanyaannya, barang apa dan dimana bisa beli barang yang asli buatan Inggris ?. Jawabnya nggak ada, hanya restaurant saja yang terlihat chefnya orang Inggris. Itupun tidak semua restaurant karena banyak juga restaurant yang karyawannya dari Pakistan, India, Bangladesh. 

Primark Truro Ada Tempat Duduk Buat Bapak Bapak
Yang Bosen Nungguin Istrinya Kalap Belanja

Alamaakk, Jauh jauh ke Inggris, mborong barang buatan negaranya sendiri. Mending kalau ke UK mampir saja ke restaurant. Makan Fish And Chips, ditanggung asli buatan bule Inggris.

Bapak Bapak Duduk Di Emperan Depan Toko
Nungguin Istri Kalap Belanja

 

Primark Truro – Lebih Sepi
Primark Oxford Street London
Berantakan Karena Emak Emak

 

Kelakuan Emak Emak
Dicoba, Nggak Jadi Beli Dan Diletakkan Sembarangan Di Lantai

 

Barang Kelas Kambing Dari China, Indonesia,
India, Bangladesh, Pakistan Dan Turki
Nggak Percaya Bule Inggris Nggak Bisa Bikin Barang Apapun ?
Nih Lihat – Made In India
Merknya Keren Tapi Tetap Aja
Made In India

 

Ini Sandal Dan Sepatu Made In China
Merknya Sepertinya Merk Inggris
Tapi Ternyata Buatan Turkey
Celana Jean Buatan Pakistan
Buatan Bangladesh
Lalu Orang Inggris Bisanya Buat Apa ?
Jualan Doang ???

 

Baca Juga :

Gang Pydar Mews Dan Peoples Palace Truro

Just Book – Kios Buku Bekas Di Pydar Mews
Barangkali Pemiliknya Pak RT
Apa bayangan di kepala anda kalau membaca brosur pariwisata tertulis besar nama Peoples Palace ??. Tentu anda membayangkan sebuah istana yang indah dan besar kan ?. Nah mari saya ajak anda jalan jalan ke Peoples Palace sekaligus mampir ke Pydar Mews di kota Truro, Cornwall, UK. Dua obyek wisata andalan Truro ini letaknya masih disekitar alun alun  Lemon Quay, kira kira 200 meter saja dan bisa dicapai dengan jalan kaki 3 – 5 menit dari alun alun Lemon Quay.
Tidak Semua Rumah Warga Di Gang
Dijadikan Toko/Kios
Alamaaaakkk !!!,  ternyata Peoples Palace dan Pydar Mews itu cuma lorong atau gang sempit dengan panjang sekitar 50 – 100 Meter saja. Lebar lorong tidak lebih dari 1 – 2 meter dengan got kecil terbuka dan ada juga got yang tertutup disamping kiri dan kanan jalan. Sama dengan gang gang sempit di Jakarta atau kota kota lain di Indonesia. Bedanya, di kota Truro ini, pak RT dan warga pinter memberi nama dan mempromosikan kampungnya keseluruh penjuru dunia. Warga kampung yang sebenarnya termasuk ‘ekonomi lemah‘ bisa terangkat naik pendapatannya karena turis. Orang Indonesia nggak ada yang tega atau punya keberanian untuk tipu tipu dikit buat mendatangkan turis seperti orang Truro ini. 

Gang Sempit Tapi Iklan Dan Brosurnya
Luar Biasa

 

Gang Pydar Mews contohnya. Di gang ini ada 8 kios kecil dengan nama nama keren.
  • Just Book : Toko Buku Bekas. Di internet, majalah dan brosur pariwisata ditulis dengan istilah keren ‘Rare Book Shop
  • Avant Garde : Tukang Jam dan jual cincin/kalung batu akik dan emas tiruan sekelas PKL Stasiun Manggarai, dipromosikan sebagai ‘Antique Jewellery Shop’
  • Swagger : Toko Pakaian Pria kelas PKL Pasar Tanah Abang. Diberi nama keren ‘Mens Clothing Shop Specialist’
  • The Bambu : Warung Kopi sempit hanya ada 2 bangku sekelas pangkalan ojek. Truro Leather : Pengrajin jaket kulit dan pernak pernik hiasan dari kulit, The Court Shoemaker : Tukang memperbaiki dan membuat sepatu/sandal,  Chocolate Confectioner : Jual pakaian murah kelas PKL juga dan Wenthworth : kurang jelas jualan apa, mungkin cuma lapak PKL karena tidak saya temukan kiosnya.

 

Panjang Lorong Hanya 50-75 Meter
8 Kios Dan Sekitar 20 Rumah Tangga
Peoples Palace yang saya kira istana sebesar Candi Borobudur, ternyata yang saya jumpai diujung cuma toko barang bekas seperti yang bisa anda saksikan pada photo dibawah ini. Toko toko yang lain Cotton Mills : ternyata cuma penjahit,  Enjoyclothing : nama kerennya boutique pakaian tapi kelas kampung, Rarebits : toko barang bekas pernak pernik stationary dan yang berhubungan dengan alat sekolah. Yang lain tidak saya lihat sama sekali. Paling sama dengan gang sebelahnya Pydar Mews. Sudah terlalu sering saya saksikan di lapak lapak Pasar Tanah Abang, Manggarai atau Pasar Rumput di Jakarta.
Ujung Gang Pydar Mews
Di Indonesia Ujung Gang Selalu Pos Kamling
Gang Ini Namanya People Palace
Hanya Toko Barang Bekas – Dionggokkan Diluar Toko
Ini Dagangan Barang Bekas Di People Palace
Sepertinya Gang Pydar Mews Beda RT Dengan Gang People Palace

 

Ndeso Kluthuk Truro

Pusat Kota Dan Keramaian Truro Namanya Lemon Quay
Mungkin anda belum pernah dengar nama kota TRURO. Kota kecil ini letaknya di Cornwall, England, United Kingdom. Penduduknya hanya 18.871 berdasarkan data tahun 2011. Meskipun termasuk ‘ndeso kluthuk‘, tetapi ndeso ini masuk dalam buku travel ‘501 Must Visit City‘. Seperti apa kota Truro ini akan saya tuliskan secara berseri melalui blog ini.
Namanya Saja Ndeso Kluthuk
Pusat Keramaian Ya Cuma Di Alun Alun Lemon Quay Ini
Pusat keramaian ndeso Truro ini bernama Lemon Quay, semacam alun alun kota Yogya tetapi dengan ukuran sangat kecil sekali, kira kira seluas lapangan sepak bola saja. Disekitar Lemon Quay ini ada Mark & Spencer, Primark, Cafe tempat minum minum whisky, Warung Makan dan toko toko kecil lainnya.
Bingung Juga Saya
Semua Turis Semuanya Ngumpul Di Alun Alun Ini

 

Kalau anda baca website pariwisata atau majalah pariwisata, sepertinya banyak sekali obyek wisata yang bisa anda kunjungi di Truro ini. Banyak juga website travel yang menawarkan paket paket tour ke berbagai macam nama obyek wisata yang dikemas sangat menarik. Mbelgedes !!!!!, di UK ini toko kecil saja bisa jadi obyek wisata hanya karena pernah dikunjungi John Lennon.
Lemon Quay Mulai Sepi Sekitar Jam 4 Sore
Yang bisa anda saksikan disekitar alun alun Lemon Quay, Truro ini diantaranya adalah Truro Cathedral, Cornwall Museum, Panier Market, Lemon Market dan masih banyak lagi nama nama lain yang akan saya jelaskan satu persatu dalam blog ini juga. Tapi yang paling terkenal dari kota Truro ini adalah acara tahunan Lelang Kambing, Sapi dan hasil bumi para petani. Namanya Primestock, lihat saja di youtube acara lelang kambing ini. Lelangnya dimana ?, ya jelas di alun alun Lemon Quay juga.
Truro Itu Konon Berarti Tiga Sungai
Kota Ini Dilalui Truro River, Kenwyn River Dan Allen River

 

Perlu diketahui juga, banyak sekali pasar disekitar Lemon Quay ini, tapi jangan sekali kali membayangkan Pasar Bule itu seperti di Indonesia. Dikota Truro ini, yang namanya pasar, paling cuma ada 10an lapak/kios saja. Beda sekali dengan di Indonesia dimana pasar luasnya bisa berhektar hektar. Pasar Pagi Mangga Dua, Pasar Tanah Abang, Pasar Turi Surabaya, Pasar Bering Harjo Yogya, Pasar Klewer Solo dll luasnya sebesar ndeso Truro.
Panier Market Yang Berwarna Biru
Ini Rumah Kenapa Diberi Nama Market
Ada Mark Spencer Di Lemon Quay
Banyak Tahi Burung Di Lemon Quay
Hati Hati Kalau Duduk Di Bangku
Dekat Laut Jadi Banyak Burung Camar
Bule Memang Pandai Dalam Pemasaran
Rumah Kecil Dinamakan Market
Bangku Duduk Di Lemon Quay
Hati Hati Banyak Tahi Burung
Toko Biasa
Jadi Obyek Wisata Karena John Lenon Pernah Kesini
Patung Di Lemon Quay Dan Cornwall Hall
Hotel Mannings Tempat Aku Menginap
Di Ujung Lemon Quay
Rumah Dibelakang Kotak Telpon Ini Adalah
WC Umum – Hotel Mannings
Baca Juga :

 

Lempar Receh Di Jembatan Itchen Southampton

Masuk Ke Kios Europcar Di Depan
Terminal Bus The Hard Portsmouth

 

Saya senang sekali keliling ke negara manapun nyetir mobil sendiri. Kenapa ?, karena bisa ‘blusukan’ kemanapun sesuka hati untuk menyaksikan apapun yang tidak pernah ditulis di Majalah Pariwisata. Background saya sebagai wartawati memang suka ‘blusukan’ dan bertanya mencari informasi ke penduduk lokal. Bosan saya saat membaca tulisan tulisan di website dan majalah pariwisata yang ‘Itu Itu Saja‘ dan umumnya hanya terkagum kagum keindahan. Percayalah, majalah Pariwisata atau website itu ditulis dari ‘Sudut pandang penulis yang terkagum kagum karena baru pertama kali menyaksikan‘ atau ‘Sudut pandang penulis yang dibayar khusus untuk mempromosikan obyek wisata tertentu keseluruh dunia‘.
Ruang Tunggu Sempit Hanya Tiga Tempat Duduk

 

Kali ini saya buka wawasan anda tentang UK dan saya mulai dengan cara menyewa mobil di Portsmouth. Saya pilih Europcar karena lokasinya sangat dekat sekali dengan rumah saya. Tata cara sewa mobil sama saja dan sudah pernah saya tulis dengan judul : Sewa Mobil Di UK. Cuma, kios Europcar di Portsmouth ini sangat kecil sekali dan hanya ada satu petugas receptionis dan sekitar 2 orang mechanic di belakang. Karena mobil sudah saya pilih dan book online sebelumnya, maka petugas hanya  ngecek ulang nomor Driving License dan no passport saja sebelum menyerahkan kunci mobil.
Eh Ketemu Lagi
Hi Susy, Welcome Back

 

Sebagai pemanasan, saya coba perjalanan ke Southampton. Itung itung buat  melemaskan kaki dan tangan karena mobil yang saya sewa kali ini versnellingnya Manual. Sewa mobilnya per hari relatif murah, tapi saya harus bayar tambahan Asuransi Full Risk karena nggak mau ambil resiko berurusan dengan polisi, bengkel, hospital maupun Europcar seandainya terjadi kecelakaan. Biaya lain yang harus saya bayar adalah ‘Sopir Kedua‘. Aturannya kalau sewa mobil itu hanya si penyewa yang boleh mengemudikan mobil, Untuk sopir pengganti, harus didaftarkan dan bayar.

 

Jembatan Itchen Masih Jauh
Tapi Semua Sopir Sudah Memperlambat Mobilnya
Nyiapin Duit Logam

 

Menjelang masuk kota Southampton, saya melewati Jembatan Itchen.  Mirip sekali dengan jembatan jembatan di sepanjang Pantura, khususnya jembatan di sekitar Brebes dan Tegal. Di kota Southampton ini semua sopir mobil harus memperlambat mobil untuk melempar duit logam recehan. Alat penangkap uang logamnya sangat kecil berbentuk seperti corong minyak tanah dan berwarna kuning. Hanya uang logam saja, berapapun uang logam yang anda lempar akan ditelan semua.
Memasuki Jembatan Itchen
Harus Siap Siap Melempar Uang Logam

 

Beda sekali dengan lempar receh di jembatan Brebes – Tegal. Di Brebes – Tegal, sopir nggak perlu repot melempar uang tepat sasaran. Nyantai saja, uang cukup dijatuhkan ke jalan saja sambil melaju. Ada juga alat penangkap uang di Brebes – Tegal yang pakai jaring untuk menangkap receh. Untuk jembatan dengan jenis alat penangkap receh seperti ini, sopir juga nggak perlu repot. Corong/Jaring akan otomatis mendekat ke jendela dan tinggal lempar duitnya. Bebas, nggak perlu harus uang logam, uang kertas juga bisa. Jelas kan, betapa luar biasa fleksibilitas alat menangkap receh di tanah air dibanding Southampton ?
Mirip Gate Jalan Tol Tapi Hanya Terima Uang Logam
Canggih Jembatan Brebes – Tegal
Uang Logam Dan Kertas Tinggal Dijatuhkan Ke Jalan

 

Alat penangkap receh di Itchen, Southampton ini kalah canggih dibanding alat yang sama di tanah air. Saya tidak tahu sensornya berdasarkan diameter uang logam, berdasarkan berat uang logam atau kombinasi keduanya. Yang jelas, tertulis harus bayar 60 pennies. Saya masukkan 1 Pound ditelan, 2 pound ditelan juga. Bodohnya, saya masukkan logam Rp 50 atau Rp 100 juga ditelan dan gerbang membuka  juga tanpa ada protes sama sekali. Gerbang paling kanan sendiri saya perhatikan terbuka lebar dan mobil mobil berlalu lalang tanpa ada yang bayar. Barangkali, sebelumnya ada sopir yang iseng memasukkan tissue atau tutup botol bir kedalam corong kuning penangkap recehnya.

 

Lempar Uang Logam Yang Tepat Ke Corong Kuning
Corongnya Kecil Kalau Meleset Ulangi Lagi

 

Di Brebes Jaring/Corong Penangkap Receh Semacam Ini
Lebih Besa Dan Otomatis Bisa Mendekati Sopir Tanpa Diminta
Mana Bisa Corong/Jaring Jembatan Itchen Ini Mendekati Sopir

 

Ini Nangkap Uang Receh Cara Brebes – Tegal
Sangat Fleksibel Bisa Maju Mundur Mendekati Sopir

 

Di Jembatan Tegal – Brebes
Sopir Tinggal Jatuhkan Uang Ke Jalan Raya
Di Itchen Uang Logam Harus Dilempar Tepat Sasaran

 

Baca Juga :

Terkunci Diluar Rumah Di Kota Bath

Jalan Kecil Menuju Kota Bath
Berkabut Tebal Saat Jam 16:00

 

Saya dalam perjalanan dengan mobil sewaan menuju ke rumah saya di Portsmouth, England. Jam masih menunjukkan sekitar jam 16:00 sore, tetapi langit yang semula terang benderang dan cerah tiba tiba berubah menjadi gelap dan berkabut dengan sedikit hujan rintik rintik. Kalau nekat melanjutkan perjalanan ke Portsmouth, paling 1.5 – 2 jam lagi sudah nyampai, itupun kalau langit kembali cerah setelah melalui kota Bath. Tapi, karena jarak pandang terlalu pendek, jalan licin dan sudah mendekati maghrib, maka diputuskan untuk ‘Menginap Di Kota Bath‘ saja.
Semakin Mendekati Kota Bath
Kabut Semakin Tebal Dan Jalan Mobil Semakin Merayap
Tindakan darurat yang saya lakukan adalah mencari hotel atau apartment yang murah hanya untuk transit semalam saja. Ada beberapa pilihan yang harus segera dipilih yaitu Hotel, Apartment atau Bed And Breakfast Accomodation. Nah, pilihan kita saat ini adalah BnB dan saya ublek ublek Airbnb.com dan Booking.com. Secara umum yang namanya BnB pasti lebih murah dibanding Hotel atau Apartment. Tetapi keunggulannya, umumnya lokasinya di perkampungan dan membaur dengan rumah rumah penduduk. Bisa jadi, lokasinya sangat dekat dengan obyek wisata karena BnB ini sebenarnya adalah rumah penduduk yang disewakan.
Kota Bath Pagi Hari
Ciri lain dari BnB ini biasanya Pemilik Rumah tinggal bersama dengan penyewa, misal menempati satu kamar saja atau tinggal di lantai paling bawah. Kamar lain di lantai atas semua disewakan buat tamu. Kira kira seperti Sinetron TVRI terkenal ‘Losmen‘, tamu dan pemilik bisa ketemu tiap saat. Ingat kan sinetron lama tersebut ?. Kalau  apartment, jumlah kamar yang disewakan jauh lebih banyak.
Nomer Kode Pintu Utama Dan Pintu Kamar
Dikirim Lewat E-mail
Sebenarnya Apartment dan BnB ini relatif sama, yaitu Tidak Ada Receptionist, Bell Boy dan Porter yang akan membantu membawakan barang barang anda masuk kedalam kamar. Mulai check in sampai check out semua harus dilakukan sendiri. Kalau anda booking salah satu dari dua jenis penginapan ini, maka anda akan diberi nomer kode atau password untuk membuka Pintu Utama dan pintu kamar. Kode atau passwordnya dikirim lewat email saat booking sudah confirm. Tidak semua BnB hanya menyediakan kamar kecil dan sarapan. Ada juga yang fasilitasnya lengkap seperti Apartment, yaitu dengan dapur didalam.
Tehnologi Semprul
Nggak Ada Tombol Membuka Untuk Orang Pikun
Masalah terjadi saat pagi hari. Seperti biasa, pagi hari, berada ditempat baru dan masih asing, maka kita langsung ‘Mendadak Olahragawan‘. Keluar dari rumah, clingak clinguk sebentar dan langsung jalan jalan keluar masuk kampung sambil senam pagi. Begitu pulang baru sadar, HP nggak bawa, bukti booking tertinggal didalam kamar dan Astaghfirullah Wal Ad’ziem…..Lupa Password !!! untuk membuka pintu.
Gue Tunggu Terus Siapa Kuat
Sampai Pintu Membuka Sendiri Saat Penghuni Keluar

 

Untungnya, saya menginap di Bath ini bertiga dengan anak saya yang masih tertidur pulas didalam kamar lantai atas. Jadi, cuma…..saya ulang lagi ‘Cuma !!!! nunggu satu jam saja sampai ada penghuni lain yang juga keluar berolah raga’. Begitu ada penghuni lain membuka Pintu Utama, cepat cepat saya tahan pintu agar tidak menutup kembali. Saya sapa penghuni tersebut dengan ucapan ‘Good Morning‘, ‘Thank You‘ dan ‘Senyum Manis‘ yang sengaja saya siapkan sejam lalu buat siapapun yang membukakan Pintu Utama.

 

Keren Kan, Nggak Kalah Dengan Hotel
Bintang 5
Alhamdullilah semua ‘lancar jaya’, bisa masuk sampai ke kamar. Nama baik Bangsa Dan Negara Indonesia tetap terjaga di United Kingdom. Nggak kebayang deh, kalau sampai saya melakukan kesalahan tindakan, pasti ada tetangga yang ngrasani ‘Ini Orang Dari Manaaaa ?, pagi pagi bikin gaduh, gedor gedor ngganggu tetangga. Apa nggak tahu cara bukanya pakai password‘.
Nah Ini Dinda Yang Tidur Mulu
Nggak Tahu Bapak Ibunya Terkunci Di Luar
Ada Meja Makan Kecil
Nggak Kalah B&B Dengan Hotel
Ada Dapur Juga
Jangan Dikira Hanya Apartment Yang Punya Dapur
Ini BnB Lho Bukan Hotel
Lokasi Ditengah Kota, Kwalitas Bintang 5
Tarif Losmen
Naik Turun Tangga Nggak Jadi
Masalah, Paling Cuma 3 Lantai Saja
Lokasinya Di Kampung
Ada Juga Yang Menyebut Apartment
Ternyata Banyak Juga Penginapan
Di Kampung Kampung Di Kota Bath
Sebelah Kiri Ini Adalah Pintu Utama
Yang Bisa Membuka Sendiri Tanpa Password
Setelah Saya Tungguin Satu Jam