Category Archives: Ukraina

Kuburan Bawah Tanah Perchersk Lavra Kiev

Perchersk Lavra Monastary
Kiev Ukraina

Di Kota Kiev Ukraina ada sebuah komplek bangunan berwarna hijau yang nampak begitu indah terlihat dari atas pesawat saat pesawat yang saya tumpangi mau mendarat. Warnanya begitu kontras perpaduan antara warna hijau, putih, warna emas dan lingkungan alam yang begitu hijau disekitarnya. Lebih indah lagi saat terlihat juga warna biru sungai yang mengalir didekatnya.

 

Indah Terlihat Dari Udara
Sungai Dniper Mengalir Didekatnya

 

Komplek bangunan tersebut ternyata sebuah Monastary (Biara) Kristen Orthodox bernama Perchersk Lavra Monastary dengan sungai Dnieper yang mengalir didekatnyya. Saya ikut ikutan ngantri beli tiket masuk bersama turis turis lain karena Perschersk Lavra ini termasuk 7 Keajaiban Ukraina versi Netizen saat dilakukan voting tanggal 21 Agustus 2007 dan wajib dikunjungi kata resepsionis di hotel tempat saya menginap.

 

Ngantri Beli Tiket
Saat saya tanyakan apa artinya Perchersk Lavra ternyata Perchersk artinya Gua dan Lavra artinya biarawan suci yang paling tinggi derajatnya dibanding yang lainnya. Kira kira kalau memakai istilahnya Pak Ndul semacam ‘Ahlinya Ahli‘, Intinya Inti dan Core Of The Core. Pokoknya tiada bandingnya gitu.

 

Gerbang Masuk Komplek
Monastary Dan Kuburan

 

Ternyata benar, dibawah tanah komplek bangunan ini ternyata banyak lorong lorong sempit dengan lebar hanya 1 meter dan ketinggian sekitar 2 meter.  Di beberapa tempat pengunjung harus berjalan miring kalau berpapasan dan menunduk kalau atap gua terlalu rendah. Lorong lorong gua bawah tanah ini ternyata sebuah pemakaman yang juga sering disebut dengan istilah Catacomb.

 

Gereja Dormition Di Latar Belakang
Museum Dibelakang Saya

 

Isi didalam gua ratusan jasad biarawan yang meninggal ratusan tahun lalu dan beberapa chapels untuk berdoa. Tercatat biarawan yang paling awal dimakamkan adalah Anthony pada tahun 1051.  Menurut keterangan dari para peziarah dan juru kunci makam, semua biarawan yang berada dalam gua tersebut tidak membusuk dan mengeluarkan bau karena kesuciannya.

 

Kalau Di Indonesia Namanya Pesantren
Banyak Anak Anak Dan Remaja Yang Belajar
Agama Dan Tinggal Disini

 

Saya yang ikut berdesak desakan dengan para peziarah memang tidak mencium bau apapun didalam gua. Dan saya lihat sendiri jasad biarawan tersebut masih utuh dalam peti jenasah kaca yang bisa dilihat oleh pengunjung. Cukup gelap tetapi banyak peziarah yang menyalakan lilin saat berdoa didepan jasad para biarawan.

 

Ada Museum Sejarah
Termasuk Reconstruksi Bangunan
Setelah Beberapa Kali Hancur

 

Pada jaman Soviet, jasad para biarawan didalam gua ini tidak ada yang berpakaian layak karena kurang perhatiannya pemerintah Komunis Soviet terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan agama. Tetapi setelah jatuhnya Soviet Union, semua jasad diberi pakaian dan jubah keagamaan yang anggun seperti layaknya pakaian biarawan seperti saat mereka hidup di jamannya.

 

Areanya Sangat Luas Dan
Naik Turun Berbukit Bukit
Sangat Melelahkan
Yang paling menarik berada di komplek Perchersk Lavra ini adalah semua pengunjung wanita harus mengenakan kerudung kepala ‘Hijab/Jilbab’ dan kaki harus tertutup terutama saat memasuki gereja dan ‘madrasah’ tempat anak anak dan remaja digembleng ilmu agama. Semua murid wanita terlihat ceria mengenakan hijab/jilbab berwarna hitam dan pakaian putih saat belajar ditempat ini. Sedangkan pengunjung dipinjami selembar kain ‘jarik’ berwarna hijau untuk menutup kaki agar terlihat sopan.

 

Dormition Church
Bagus Buat Ohoto Photoan

 

Bagian Dalam Dormition Church
Berlapis Emas

 

Banyak Remaja Yang Keluar Masuk Gedung Ini
Kayaknya Asrama Buat Para ‘Santri’
Pinjam Jilbab Dan Jarik Untuk Masuk Ke
‘Madrasah’ dan Gereja
Di Halaman Luar Tidak Wajib Memakai Jilbab

 

Berada Di Area Gereja Harus Menggunakan
Kerudung ‘Hijab’ Dan Pakaian Sopan

 

Hijab Wajib Untuk Masuk Gereja Dan ‘Madrasah’
Baca Juga :

 

Estafet Di Bus Bersungut Ukraina

Trolleybus – Naiknya Dari Pintu Belakang
Saya Mengamati Hampir Satu Jam Untuk Melihat Cara Naik
Anda tentu sudah mengenal Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Jakarta dengan kota kota penyangga seperti Depok, Bekasi dll. Kalau anda perhatikan, dibagian atap kereta tersebut terdapat alat yang selalu menempel ke kawat listrik. Kawat listrik KRL tersebut terlihat sangat rapi mengikuti jalur rel. Lha kalau Bus Listrik yang bisa belok kekiri dan kekanan mendadak gimana kawat listriknya , apakah rapi juga seperti KRL ?. Jawabnya TIDAK.

 

Sungut Selalu Menempel Di Kabel Kawat Listrik
Kalau Terlepas Cukup Disogrok Sogrok Tongkat Oleh Sopir
Di Italia, Perancis, Switzerland, dan kota kota manapun di Eropa banyak sekali Bus Listrik (Trolleybus) dengan sungut yang menempel terus ke kawat listrik. Sebagian ada yang sudah tidak jalan lagi tapi yang masih beroperasi juga banyak. Umumnya di kota kota yang transportasi publiknya menggunakan Trolleybus kalau dilihat secara langsung terkesan amburadul. Banyak sekali kawat listrik yang centang perentang di tengah kota.

 

Saya Berdiri Paling Belakang
Bayar Cukup Estafet Ke Penumpang Didepan

Di Russia, saya pernah kaget saat pertama kali melihat betapa kusutnya kabel listrik di kota St Petersburg dan Moscow. Baca : Kesasar Di Russia. Di Belanda juga sama saja dan pernah saya tulis juga dengan judul : Bus Kawat Di Arnhem Belanda.

Tutup Mesin Dibuka Dan Ada Tangga Untuk Naik Ke Atap
Kaca Dilubangi Semua Bus Tanpa AC

 

Di Ukraina saya juga menemukan kawat kusut di kota Kiev dan Lviv. Kalau Trolleybus diphoto memang tidak begitu terlihat simpang siurnya kawat listrik trolleybus karena pandangan akan tertuju ke latar belakang gedung gedung yang eksotis. Kenyataannya kalau kita datang dan melihat sendiri, kesan pertama ternyata ‘Nggak Enak Dipandang’.

 

Kalau Diphoto Memang Kelihatan Bagus
Tapi Kalau Didatangi Kabel Listriknya Centang Perentang

Kota terlihat amburadul saking banyaknya kawat yang melintang di jalan jalan utama sampai kampung yang dilalui bus kota. Kalau diphoto memang benar kawat listrik yang centang perentang tersebut tidak begitu terlihat.

 

Tidak Terlihat Sama Sekali Centang Perentang
Kabel Listrik Kalau Diphoto. Coba Anda Datangi
Naik Trolleybus listrik memang terasa ada sensasi yang lain daripada yang lain. Meskipun mesinnya tidak bersuara terlalu kencang dan tidak berasap tapi sepanjang perjalanan terdengar suara gesekan antara kabel listrik dan ‘sungut‘ diatas bus yang tidak enak di telinga, apalagi saat bus berbelok terdengar suara berdecit dari sungut diatas bus. Ada sambungan kabel listrik juga berbunyi.

 

Kawat Listrik Terlihat Rapi Karena Yang
Lewat Kereta Trem Listrik Yang Berjalan Diatas Rel

Busnya juga pelan karena pak sopir harus tetap menjaga agar ‘Sungut‘ diatas bus tetap menempel di kawat listrik. Bus tidak bisa jalan sesukanya salip kanan salip kiri karena apabila ‘sungut‘ terlepas dari kabel listrik maka bus langsung mogok.

 

Untung Nggak Ada Anak Yang Main Layang Layang
Di Jalanan, Bisa Nyangkut Ke Kawat Layang Layangnya
Kalau mogok lebih lucu lagi, ternyata pak sopir punya tongkat panjang untuk menyangkutkan kembali ‘sungut‘ yang terlepas dari kabel listrik. Setiap bus ada tangga dibelakang untuk membantu pak sopir naik ke atap dan nyogrok nyogrok ‘sungut‘ agar kembali tersambung dengan kawat listrik.
Sungutnya Sangat Panjang Karena Kabel Kawat Listrik
Terlalu Tinggi
Di Ukraine ini naik bus masuknya lewat pintu belakang, Bayarnya langsung ke sopir didepan. Saya sempat kaget dengan cara bayarnya saat pertama kali coba coba naik trolleybus di Kiev. Karena penumpang penuh sesak pada berdiri semua, saya berempat kebagian berdiri di belakang. Saya perhatikan penumpang mulai estafet menyerahkan duit ke penumpang yang lain. Sayapun ikut ikutan, tapi karena nggak tahu berapa tarifnya maka saya beri duit dengan nilai cukup besar untuk berempat.

 

Kawat Listrik Tidak Begitu Terlihat Kalau Diphoto
Coba Datang Sendiri Dan Lihat, Bisa Pusing Anda
Sebenarnya sudah ikhlas duit bakalan hilang ditengah jalan saat estafet dari penumpang satu ke penumpang lain yang penuh sesak. Eh ternyata kekhawatiran saya tidak terjadi. Uang kembalian juga diantar ke belakang dengan cara estafet. Hari berikutnya saya sudah lancar menerima uang dari penumpang belakang untuk diestafetkan ke penumpang lain yang lebih depan.
Bagus Ya Kalau Diphoto
Kalau Dilihat Langsung Kelihatan Kusut Dan Amburadul
Ada Relnya Kawat Listrik Terlihat Rapi
Odong Odong Lviv Sedang Lewat

 

Dimana Mana Kawat Listrik Centang Perentang
Kusut Dan Amburadul

 

Terminal Bus

 

Kawat Listriknya Tidak Terlihat Kalau Diphoto
Kenyataan Kalau Dilihat Langsung Semrawut
Baca Juga :

 

Pedagang Kaki Lima Ukraina

Pedagang Kaki Lima Di Lviv Ukraina
Piring Bekas Dengan Motif Tradisional Ukraina
Pedagang Kaki Lima di negara manapun sama saja. Di Netherland, United Kingdom, Kuwait dan negara negara lain pernah saya tuliskan di blog ini karena memang saya paling suka mengunjungi pasar, pasar loak dan lapak lapak pedagang kaki lima di pinggir jalan. Semakin mblusuk pasar loak / pedagang kaki lima maka akan semakin tertarik saya untuk mencarinya. Kali ini saya ajak anda untuk melihat PKL di kota Lviv dan Kiev Ukraina.

 

Perhatikan Cara Meletakkan Meja Lapaknya
Hampir Separuh Trotoar Dipakai Buat Lapak
Jangan membayangkan bahwa PKL itu hanya ada di Indonesia. Jangan membayangkan juga kalau ‘Bule’ itu kerjanya selalu kantoran atau berdasi seperti di film film Hollywood. Salah besar kalau anda berpikiran seperti itu.  Buka lapak sembarangan di trotoar dan mengganggu pejalan kaki juga bukan kelakuan buruk PKL Indonesia, di negara manapun kelakuannya juga sama saja. Baca link PKL di negara lain dibagian bawah tulisan ini.

 

Yang Nggelar Dagangan Beralas Plastik Juga Ada
Tidak Ada Bedanya Dengan Di Indonesia

Lapak PKL butut, kusam dan reot bukan hanya milik PKL Indonesia. Gerobak dorong untuk membawa barang dagangan ke lokasi lapak tempat berjualan juga sama bentuknya. Kalau selesai berdagang semua barang diangkut dengan gerobak, ditutupi terpal plastik lalu gerobak tersebut dititipkan disuatu tempat yang tersembunyi. Contohnya gerobak PKL di London pada link ini : Kemana Lapak PKL Covent Garden ?

 

Tempat Favorit Buka Lapak Juga Sama Dengan Di Indonesia
Dibawah Pohon Yang Teduh
Di kota Lviv maupun Kiev Ukraina terlihat jelas bahwa PKL itu cara berdagang dan kelakuannya sama persis dengan di Indonesia. Pagi hari dagangannya diangkut dengan gerobak lalu digelar begitu saja di trotoar. Nggak peduli apakah pejalan kaki pengguna trotoar akan terganggu atau tidak, yang penting dagangan digelar dan bisa berdagang.

 

Becak Keliling Dari Kampung Ke Kampung Juga Ada
Shampoo Sachet, Kopi, Obat Pusing Semua Digantung
Lapak dagangannyapun juga apa adanya. Ada yang kardus ditumpuk tumpuk dijadikan meja, ada yang bikin meja sendiri dari kayu kayu bekas, ada juga yang bawa meja lipat dan ada juga yang hanya menggelar tikar plastik di trotoar atau meletakkan barang dagangannya di tembok pagar gedung perkantoran / sekolah. 

Taruhan Lottere, Ramal Nasib Juga Ada
Di Ukraina
Barang yang dijual bermacam macam. Mulai pakaian baru dan bekas, buku, mainan anak, perlengkapan rumah tangga dan ada juga kartu tukang ramal sampai lapak uji keberuntungan seperti lottere. Hanya lapak lottere saja yang susah ditemukan di Indonesia saat ini. Lapak yang lain semuanya mirip dengan lapak di Indonesia.

 

CD Bajakan, Video Mesum XXX Dan Majalah Porno
Bekas Juga Ada
Jadi, jangan berkecil hati melihat keaneka ragaman Indonesia. Indonesia itu sangat besar dan jauh lebih lengkap dan hebat segalanya dibanding negara lain. Apa yang ada di negara lain, akan ada juga di Indonesia. Jangan menjadi bangsa yang inferior, pesimis dan selalu menganggap bangsa lain lebih hebat, lebih maju dan lebih segalanya. Semua itu omong kosong belaka yang ditanamkan sejak jaman kolonial sampai ke generasi sekarang.  Ditahun politik 2019 ini, para politisi juga menyebar berita bohong agar bangsa Indonesia tetap inferior, pesimis dan ketakutan. Jangan percaya begitu saja.

 

Selesai Berdagang Meja Lapak
Akan Disembunyikan Dimana Saja

 

Lapak Dagangan Terbuat Dari Kayu Bekas Ala Kadarnya
Apabila Kena Tibum Nggak Rugi Besar

 

Kardus Dijadikan Lapak Dagangan Juga Ada

 

Tanda Larangan Berdagang Di Trotoar Juga Banyak
Tapi PKL Tetap Saja Berdagang Di Tempat Terlarang

 

Nggak Punya Lapak Ada Juga Yang
Meletakkan Dagangan Di Tembok

 

Lapaknya Ringkas Dan Portabel
Lokasinya Di Pusat Kota Yang Sering Ada Tibum
Habis Sudah Trotoar Ketutup Pedagang Kaki Lima
Kwalitas Barang Dagangan Sama Saja Dengan
Baeang PKL Indonesia – Murah Meriah

Baca Juga :