Category Archives: Ukraina

Estafet Di Bus Bersungut Ukraina

Trolleybus – Naiknya Dari Pintu Belakang
Saya Mengamati Hampir Satu Jam Untuk Melihat Cara Naik
Anda tentu sudah mengenal Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Jakarta dengan kota kota penyangga seperti Depok, Bekasi dll. Kalau anda perhatikan, dibagian atap kereta tersebut terdapat alat yang selalu menempel ke kawat listrik. Kawat listrik KRL tersebut terlihat sangat rapi mengikuti jalur rel. Lha kalau Bus Listrik yang bisa belok kekiri dan kekanan mendadak gimana kawat listriknya , apakah rapi juga seperti KRL ?. Jawabnya TIDAK.

 

Sungut Selalu Menempel Di Kabel Kawat Listrik
Kalau Terlepas Cukup Disogrok Sogrok Tongkat Oleh Sopir
Di Italia, Perancis, Switzerland, dan kota kota manapun di Eropa banyak sekali Bus Listrik (Trolleybus) dengan sungut yang menempel terus ke kawat listrik. Sebagian ada yang sudah tidak jalan lagi tapi yang masih beroperasi juga banyak. Umumnya di kota kota yang transportasi publiknya menggunakan Trolleybus kalau dilihat secara langsung terkesan amburadul. Banyak sekali kawat listrik yang centang perentang di tengah kota.

 

Saya Berdiri Paling Belakang
Bayar Cukup Estafet Ke Penumpang Didepan

Di Russia, saya pernah kaget saat pertama kali melihat betapa kusutnya kabel listrik di kota St Petersburg dan Moscow. Baca : Kesasar Di Russia. Di Belanda juga sama saja dan pernah saya tulis juga dengan judul : Bus Kawat Di Arnhem Belanda.

Tutup Mesin Dibuka Dan Ada Tangga Untuk Naik Ke Atap
Kaca Dilubangi Semua Bus Tanpa AC

 

Di Ukraina saya juga menemukan kawat kusut di kota Kiev dan Lviv. Kalau Trolleybus diphoto memang tidak begitu terlihat simpang siurnya kawat listrik trolleybus karena pandangan akan tertuju ke latar belakang gedung gedung yang eksotis. Kenyataannya kalau kita datang dan melihat sendiri, kesan pertama ternyata ‘Nggak Enak Dipandang’.

 

Kalau Diphoto Memang Kelihatan Bagus
Tapi Kalau Didatangi Kabel Listriknya Centang Perentang

Kota terlihat amburadul saking banyaknya kawat yang melintang di jalan jalan utama sampai kampung yang dilalui bus kota. Kalau diphoto memang benar kawat listrik yang centang perentang tersebut tidak begitu terlihat.

 

Tidak Terlihat Sama Sekali Centang Perentang
Kabel Listrik Kalau Diphoto. Coba Anda Datangi
Naik Trolleybus listrik memang terasa ada sensasi yang lain daripada yang lain. Meskipun mesinnya tidak bersuara terlalu kencang dan tidak berasap tapi sepanjang perjalanan terdengar suara gesekan antara kabel listrik dan ‘sungut‘ diatas bus yang tidak enak di telinga, apalagi saat bus berbelok terdengar suara berdecit dari sungut diatas bus. Ada sambungan kabel listrik juga berbunyi.

 

Kawat Listrik Terlihat Rapi Karena Yang
Lewat Kereta Trem Listrik Yang Berjalan Diatas Rel

Busnya juga pelan karena pak sopir harus tetap menjaga agar ‘Sungut‘ diatas bus tetap menempel di kawat listrik. Bus tidak bisa jalan sesukanya salip kanan salip kiri karena apabila ‘sungut‘ terlepas dari kabel listrik maka bus langsung mogok.

 

Untung Nggak Ada Anak Yang Main Layang Layang
Di Jalanan, Bisa Nyangkut Ke Kawat Layang Layangnya
Kalau mogok lebih lucu lagi, ternyata pak sopir punya tongkat panjang untuk menyangkutkan kembali ‘sungut‘ yang terlepas dari kabel listrik. Setiap bus ada tangga dibelakang untuk membantu pak sopir naik ke atap dan nyogrok nyogrok ‘sungut‘ agar kembali tersambung dengan kawat listrik.
Sungutnya Sangat Panjang Karena Kabel Kawat Listrik
Terlalu Tinggi
Di Ukraine ini naik bus masuknya lewat pintu belakang, Bayarnya langsung ke sopir didepan. Saya sempat kaget dengan cara bayarnya saat pertama kali coba coba naik trolleybus di Kiev. Karena penumpang penuh sesak pada berdiri semua, saya berempat kebagian berdiri di belakang. Saya perhatikan penumpang mulai estafet menyerahkan duit ke penumpang yang lain. Sayapun ikut ikutan, tapi karena nggak tahu berapa tarifnya maka saya beri duit dengan nilai cukup besar untuk berempat.

 

Kawat Listrik Tidak Begitu Terlihat Kalau Diphoto
Coba Datang Sendiri Dan Lihat, Bisa Pusing Anda
Sebenarnya sudah ikhlas duit bakalan hilang ditengah jalan saat estafet dari penumpang satu ke penumpang lain yang penuh sesak. Eh ternyata kekhawatiran saya tidak terjadi. Uang kembalian juga diantar ke belakang dengan cara estafet. Hari berikutnya saya sudah lancar menerima uang dari penumpang belakang untuk diestafetkan ke penumpang lain yang lebih depan.
Bagus Ya Kalau Diphoto
Kalau Dilihat Langsung Kelihatan Kusut Dan Amburadul
Ada Relnya Kawat Listrik Terlihat Rapi
Odong Odong Lviv Sedang Lewat

 

Dimana Mana Kawat Listrik Centang Perentang
Kusut Dan Amburadul

 

Terminal Bus

 

Kawat Listriknya Tidak Terlihat Kalau Diphoto
Kenyataan Kalau Dilihat Langsung Semrawut
Baca Juga :

 

Advertisements

Pedagang Kaki Lima Ukraina

Pedagang Kaki Lima Di Lviv Ukraina
Piring Bekas Dengan Motif Tradisional Ukraina
Pedagang Kaki Lima di negara manapun sama saja. Di Netherland, United Kingdom, Kuwait dan negara negara lain pernah saya tuliskan di blog ini karena memang saya paling suka mengunjungi pasar, pasar loak dan lapak lapak pedagang kaki lima di pinggir jalan. Semakin mblusuk pasar loak / pedagang kaki lima maka akan semakin tertarik saya untuk mencarinya. Kali ini saya ajak anda untuk melihat PKL di kota Lviv dan Kiev Ukraina.

 

Perhatikan Cara Meletakkan Meja Lapaknya
Hampir Separuh Trotoar Dipakai Buat Lapak
Jangan membayangkan bahwa PKL itu hanya ada di Indonesia. Jangan membayangkan juga kalau ‘Bule’ itu kerjanya selalu kantoran atau berdasi seperti di film film Hollywood. Salah besar kalau anda berpikiran seperti itu.  Buka lapak sembarangan di trotoar dan mengganggu pejalan kaki juga bukan kelakuan buruk PKL Indonesia, di negara manapun kelakuannya juga sama saja. Baca link PKL di negara lain dibagian bawah tulisan ini.

 

Yang Nggelar Dagangan Beralas Plastik Juga Ada
Tidak Ada Bedanya Dengan Di Indonesia

Lapak PKL butut, kusam dan reot bukan hanya milik PKL Indonesia. Gerobak dorong untuk membawa barang dagangan ke lokasi lapak tempat berjualan juga sama bentuknya. Kalau selesai berdagang semua barang diangkut dengan gerobak, ditutupi terpal plastik lalu gerobak tersebut dititipkan disuatu tempat yang tersembunyi. Contohnya gerobak PKL di London pada link ini : Kemana Lapak PKL Covent Garden ?

 

Tempat Favorit Buka Lapak Juga Sama Dengan Di Indonesia
Dibawah Pohon Yang Teduh
Di kota Lviv maupun Kiev Ukraina terlihat jelas bahwa PKL itu cara berdagang dan kelakuannya sama persis dengan di Indonesia. Pagi hari dagangannya diangkut dengan gerobak lalu digelar begitu saja di trotoar. Nggak peduli apakah pejalan kaki pengguna trotoar akan terganggu atau tidak, yang penting dagangan digelar dan bisa berdagang.

 

Becak Keliling Dari Kampung Ke Kampung Juga Ada
Shampoo Sachet, Kopi, Obat Pusing Semua Digantung
Lapak dagangannyapun juga apa adanya. Ada yang kardus ditumpuk tumpuk dijadikan meja, ada yang bikin meja sendiri dari kayu kayu bekas, ada juga yang bawa meja lipat dan ada juga yang hanya menggelar tikar plastik di trotoar atau meletakkan barang dagangannya di tembok pagar gedung perkantoran / sekolah. 

Taruhan Lottere, Ramal Nasib Juga Ada
Di Ukraina
Barang yang dijual bermacam macam. Mulai pakaian baru dan bekas, buku, mainan anak, perlengkapan rumah tangga dan ada juga kartu tukang ramal sampai lapak uji keberuntungan seperti lottere. Hanya lapak lottere saja yang susah ditemukan di Indonesia saat ini. Lapak yang lain semuanya mirip dengan lapak di Indonesia.

 

CD Bajakan, Video Mesum XXX Dan Majalah Porno
Bekas Juga Ada
Jadi, jangan berkecil hati melihat keaneka ragaman Indonesia. Indonesia itu sangat besar dan jauh lebih lengkap dan hebat segalanya dibanding negara lain. Apa yang ada di negara lain, akan ada juga di Indonesia. Jangan menjadi bangsa yang inferior, pesimis dan selalu menganggap bangsa lain lebih hebat, lebih maju dan lebih segalanya. Semua itu omong kosong belaka yang ditanamkan sejak jaman kolonial sampai ke generasi sekarang.  Ditahun politik 2019 ini, para politisi juga menyebar berita bohong agar bangsa Indonesia tetap inferior, pesimis dan ketakutan. Jangan percaya begitu saja.

 

Selesai Berdagang Meja Lapak
Akan Disembunyikan Dimana Saja

 

Lapak Dagangan Terbuat Dari Kayu Bekas Ala Kadarnya
Apabila Kena Tibum Nggak Rugi Besar

 

Kardus Dijadikan Lapak Dagangan Juga Ada

 

Tanda Larangan Berdagang Di Trotoar Juga Banyak
Tapi PKL Tetap Saja Berdagang Di Tempat Terlarang

 

Nggak Punya Lapak Ada Juga Yang
Meletakkan Dagangan Di Tembok

 

Lapaknya Ringkas Dan Portabel
Lokasinya Di Pusat Kota Yang Sering Ada Tibum
Habis Sudah Trotoar Ketutup Pedagang Kaki Lima
Kwalitas Barang Dagangan Sama Saja Dengan
Baeang PKL Indonesia – Murah Meriah

Baca Juga :

 

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Arsenalna Stasiun Terdalam Di Dunia

Arsenalna Train Station Ini Terlihat Kecil
Di Permukaan Tetapi Besar Dibawah Tanah
Nama stasiun yang akan saya ceritakan ini kalau diucapkan Arsenalna, tapi tertulis dimana mana Арсенаьна.  Bingung saya saat mencari cari letak stasiun ini di kota Kiev. Lebih bingung lagi saat sudah berada diatas kereta api dan mau turun.
‘Excuse me, I want to stop to Apcehanbha train station……’
 
Penumpang sebelah yang saya tanya bingung, sayapun juga lebih bingung. Akibatnya 2 kali saya kebablasan dan harus naik taxi untuk kembali menuju hotel.
Арсена́льна
Siapa Yang Tahu Kalau Bacanya Arsenalna
Susah sekali bertanya dengan penumpang lain saat saya mau turun, semuanya diam dengan urusannya sendiri. Rasanya sakittttt hati ini ketika ada satu orang yang mau njawab tapi penumpang kereta yang lain pada ikutan mengelilingi saya dan tertawa terbahak bahak mendengar cara saya mengucapkan Apcehanbha, Tapi, semuanya baik dan berusaha menjelaskan dan mengajari cara membaca dan mengucapkan nama stasiun yang benar. Nggak tanggung tanggung, saya diajari mengucapkan nama stasiun di seluruh Ukraina….luar biasa !!!. Tapi yang saya ingat sampai sekarang cuma Arsenalna (Арсена́льна).
 
Loket Beli Tiket – Harus Ngantri Panjang,
Ada Mesin Tiket Otomatis Juga Tapi Nggak Ada Yang Beli
Stasiun ini katanya merupakan stasiun bawah tanah yang terdalam di dunia. Kedalamannya 105.5 meter (346 Ft) dibawah permukaan tanah. Mulai beroperasi tanggal 6 November 1960 dan design arsitekturnya dibuat oleh H. Hranatkin, S. Krushynsky dan N. Shchukina. Dibuat sangat dalam sekali karena dikota Kiev mengalir juga sungai Dnipro yang cukup dalam jadi stasiun harus jauh dibawah sungai Dnipro, harus digali sampai ke tanah yang bebatuannya keras dan padat dibanding tanah  sungai yang lembek mudah runtuh.
\
Gate Masuk Cukup Sepi
Tapi Dibawah Tanah Penuh Sesak
Yang saya rasakan ‘berbeda’ antara stasiun ini dibanding dengan stasiun yang lain adalah escalatornya. Kecepatan escalatornya sangat luar biasa ngebut, kira kira 2 – 3 kali kecepatan normal escalator di mall mall di Indonesia. Disamping itu escalatornya panjang sekali, curam dan agak meliuk kekiri atau kekanan, tidak lurus seperti umumnya escalator di tanah air.
Escalatornya Ngebut Dan
Sangat Curam
System sirkulasi udaranya luar biasa canggih, tidak terlihat sama sekali adanya blower raksasa yang menyedot udara atau menghembuskan udara segar dari luar tapi terasa sekali udara masih normal dan cukup sejuk berhembus sepoi sepoi entah dari mana. Sayang MRT Undeground di Jakarta belum beroperasi saat ini sehingga saya tidak bisa membandingkannya mana yang lebih sejuk di Арсена́льна atau di Jakarta.
Nyampai Juga Lantai Paling Bawah
105 Meter Dibawah Tanah
Seoi Di Permukaan Tapi Ramai
Dibawah Tanah
Berjubel Penumpang Naik Dan Turun Kereta
Semua Sibuk Sendiri Sendiri Nggak Ada Yang Bisa Ditanya
Pokoknya Naik
Kebablasan Tinggal Ganti Naik Taxii
Didalam Kereta Api Penuh Sesak
Serasa Seperti Naik KRL Jabotabek
Semua Orang Nggak Ada Yang Bisa Ditanya
Kalau Di Stasiun
Baca Juga :

Baju Koko Dan Jilbab Ukraina

Baju Koko Ukraina
Bordir Ada Di Kerah Baju, Dada dan Ujung Lengan
Di Indonesia, Baju Koko itu identik dengan busana buat Lebaran, Jum’atan ke Masjid, menghadiri undangan Tahlilan dan juga untuk acara acara Pengajian. Bahkan banyak yang menganggap Baju Koko adalah busana asli Indonesia atau bahkan menganggap sebagai Busana Muslim. Jelas anggapan yang sangat ngawur sekali akibat Kurang Piknik. Mari saya ajak anda menyaksikan baju koko di Ukraina (Note : Di Russia juga ada dan namanya ‘Kosovorotka’, perhatikan bentuknya pada link tulisan ini Baju Koko Russia)
Baju Koko Ukraina Tidak Ada Kancing Baju
Tapi Memakai Tali Benang Dengan Rumbai Rumbai Di Ujung
Baju Koko Ukraina namanya Vyshyvanka, modelnya sama persis dengan baju koko dari Indonesia. Bordirnya juga sama di kerah baju sampai ke dada dan ujung lengan. Bedanya, Vyshyvanka tidak ada kancing baju untuk mengencangkan kerah leher, tetapi sebagai gantinya adalah tali benang dengan rumbai rumbai di ujungnya. Nama Vyshyvanka ini tidak hanya buat baju koko laki laki, tapi semua baju/rok wanita dan anak anak dengan hiasan bordir juga diberi nama yang sama. Secara umum katakan saja Vyshyvanka adalah baju bordir tradisional Ukraina. Di Belarusia namanya juga sama Vyshyvanka.
Baju Koko Ukraina Warna Seperti Ini
Disebut Sebagai Warna Klasik Tradisional
Pemakaiannya saat ini untuk menghadiri acara acara formil termasuk untuk ibadah ke gereja. Setiap hari Kamis, Minggu ke 3 bulan May adalah Hari Vyshyvanka, kalau di Indonesia semacam Hari Batik Nasional. Tujuannya untuk mempersatukan seluruh bangsa Ukraina disegala penjuru dunia, apapun agamanya, asal daerahnya, suku dan bangsanya. Yang penting bangga dengan Identitas Nasional Ukraina dimanapun berada. Semangat Diaspora Ukraina ini ternyata mirip dengan Diaspora Indonesia saat Hari Batik Nasional 2 October.
Milih Abaya Dan Jilbab Di Pechersk Lavra Monastary
Kiev Sebelum Masuk Ke Gereja
Selain Baju Koko Ukraina yang sangat mirip dengan Baju Koko Indonesia, ternyata ada busana lain yang juga sama persis dengan yang dipakai wanita Indonesia, yaitu Kerudung Kepala ala Jilbab / Hijab. Cuma, di Indonesia Kerudung Kepala semacam ini juga diidentikkan dengan Busana Muslim. Padahal di Ukraina, kerudung kepala dan busana long dress Vyshyvanka digunakan untuk ibadah di gereja dan memasuki area gereja / monestary.
Semua Abaya Dan Jilbab Diletakkan Didepan Gereja
Pengunjung Wajib Memakai Untuk Masuk Gereja
Di Pechersk Lavra, sebuah komplek gereja dan monestary besar di kota Kiev, pengunjung baik yang mau ibadah maupun turis diwajibkan memakai penutup kepala ala Jilbab dan busana sopan semacam abaya long dress yang menutupi semua aurat sampai ke mata kaki. Semua abaya Vyshyvanka dan jilbabnya disediakan gratis dan diletakkan diluar gedung. Pengunjung tinggal memilih warna kesukaan saja, mau warna Hijau Nahdlatul Ulama, Biru Partai Demokrat, Merah PDIP atau Hitam ala Abaya Arab juga ada. Saya suka sekali motif bordirnya yang warna warni.
Di Kiev Banyak Gereja
PKL Yang Jualan Abaya, Jilbab Banyak
Di Halaman Gereja
Tulisan ini sekedar untuk informasi saja dan jangan dibuat versi Hoax. Misal : ‘Subhanallah, Baju Koko Jilbab Dan Abaya Wajib Digunakan Untuk Ke Gereja Di Ukraina’. Photo photo juga jangan dipolitisir yang aneh aneh. Pakaian tradisional Ukraina memang seperti itu, tidak ada hubungannya dengan busana Indonesia ataupun agama Islam. Kebetulan saja orang Ukraina punya satu setel busana tradisional yang mirip baju koko, jilbab dan abaya.
PKL Disekitar Radius Gereja Banyak Yang Jualan
Abaya, Jilbab Dan Baju Koko Khas Ukraina
Untuk Masuk Ke Gereja Dan Monastary
Yang Saya Pakai Kerudung Jilbab Indonesia
Diterima Juga Untuk Masuk Gereja
Pechersk Lavra
Ini Warna Klasik Tradisional
Abaya Ukraina
Abaya Ukraina Di Kaki Lima Sekitar Gereja
Bordirnya Bagus. Yang Penting Menutupi Aurat

 

Penjual Vyshyvanka Di Penyeberangan Bawah Tanah
Warna Dan Bordirnya Sekarang Lebih Semarak

 

Pedagang Vyshyvanka Kelas Kaki Lima
Modelnya Macam Macam, Harganya
Juga Bervariasi

 

Bukovina Vyshyvanka Adalah Abaya Dengan Hiasan Bordir
Khas Daerah Bukovina

 

Baca Juga :

 

 

 

Patung Leopold Von Sacher Masoch Di Lviv

Patung Leopold Von Sacher Masoch
Didepan Masoch Cafe And Restaurant Lviv
Anda pernah dengar nama Leopold Von Sacher Masoch ?. Kebangeten kalau tidak tahu. Tokoh terkenal ini ternyata kelahiran Lviv, Ukraina. Lahir tahun 1836 di kota Lemberg, Kingdom Of Galicia yang di era modern sekarang ini telah berubah namanya menjadi Lviv, Ukraine. Dia seorang penulis novel dan juga jurnalis yang terkenal dengan cerita cerita romantis kehidupan orang orang Galicia. Istilah Masochism itu berasal dari namanya dan dicetuskan pertama kali oleh seorang Psychiater Jerman bernama Richard Freiherr Von Krafft Ebing pada tahun 1886 dalam bukunya Psychopathia Sexualis.

 

Masa Muda Penulis Novel Terkenal Ini
Ternyata Ngganteng Juga
Richard Freiherr Von Krafft Ebing ini juga orang pertama yang membuat istilah ‘Sadism’ dan tertulis dalam buku penelitiannya yang berjudul ‘Neue Forschungen auf dem Gebiet der Psychopathia sexualis (“New research in the area of Psychopathology of Sex”) pada tahun 1890. Dan diperkuat juga oleh Sigmund Freud pada tahun 1905 dalam bukunya ‘Drei Abhandlungen zur Sexualtheorie’ (“Three papers on Sexual Theory”) . Dan sekarang kita mengenal istilah Sado-Masochism. Kata Sado, Sadis, Sadism sendiri juga diambil dari nama seorang penulis Novel terkenal dari Perancis yang bernama Marquis De Sade.

 

Patung Masoch Ini Penuh Dengan Symbol Symbol
Seperti Gambar Wanita Dibawah Dasi Ini
Terlepas dari sejarah, baik Masoch maupun Sade keduanya ternyata hanya seorang Novelis atau penulis cerita fiksi. Sampai sekarang tidak ada catatan yang bisa membuktikan apakah kehidupan pribadi dan kelakuan sexual kedua orang ini sama persis seperti apa yang dituliskan dalam karya tulisnya. Novel novel Masoch yang terkenal diantaranya adalah : Legacy Of Cain Vol 1 : Love (termasuk bab paling terkenal Venus In Furs), Legacy Of Cain 2 : Property, Don Juan Of Kolomiya, Bloody Wedding In Kyiev dll.

 

Masoch Cafe Restaurant
Thema Ruangan Dan Menu Makanan
Bergaya Masochism
Nah, dikota Lviv ini patung Masoch diabadikan layaknya seorang pahlawan. Salah satu patung berdiri tegak didepan restauran kontroversial dengan thema masochism yang bernama Masoch Cafe And Restaurant. Patung ini sepintas seperti patung biasa tetapi saat didekati ada hal hal yang aneh. Contohnya ada lobang dipunggungnya, ada juga photo wanita dibawah dasi kupu kupunya, ada juga tangan yang memegang kaki keluar dari jubahnya. Yang paling unik adalah kantong celana sebelah kiri terbuka dan terlihat ‘burung’ si Masoch. Ketika saya tanyakan, kenapa semua orang merogoh ‘burung’ Masoch ?, jawabnya ‘for Good Luck’.

 

Yang Merogoh Dan Pegang ‘Burung’
Bisa Dapat Rejeki Berlimpah

 

Ada Tangan Keluar
Maksudnya Apa Ya ?

 

Dibawah ini photo photo perunggu lain yang bertebaran di kota Lviv. Saya lupa mencatat, patung siapa saja ini.  Mungkin Masoch saat umurnya sudah tua atau mungkin juga patung orang lain. Yang jelas di kota Lviv banyak sekali patung. Sama banyaknya dengan kota St Petersburg di Russia,

 

Lupa Tanya, Ini Patung Masoch Saat Umur
Sudah Tua Atau Bukan ?

 

Ini Juga Patung Siapa
Mungkin Masoch Ngajak Anda Masuk Kamarnya
Katanya Kalau Pegang Payudara
Patung Ini Bisa Dikabukkan Semua
Yang Diminta
Nggak Jelas Patung Siapa Ini
Di Kota Lviv

 

Entah Patung Siapa Tulisannya Bahasa Russia
Tahunnya 1878
Katanya Yang Bisa Memegang Pangkal
Lidah Ular Ini Rejekinya Tambah Banyak
Baca Juga :

 

Bahasa Universal Pasar Vernissage Lviv

Gedung Opera Solomiya Krushelnytska Lviv
Hanya Sekitar 50-100 Meter Dari Vernissage Market

 

Jalan jalan ke kota Lviv, Ukraina jangan lupa sempatkan waktu untuk berkunjung ke Vernissage Market. Lokasinya hanya beberapa langkah saja dari gedung opera ‘The Lviv National Academic Opera And Ballet Theater Of Solomiya Krushelnytskayang berada di kawasan downtown atau historic center kota Lviv. Ambil saja brosur pariwisata dari hotel dan coba telusuri gang dan jalan kecil disekitar gedung opera, tepatnya berada disebelah kiri gedung opera.

 

Vernissage Market Adalah Pasar Kaki Lima
Yang Menjual Kerajinan Tangan

 

Pasarnya benar benar pasar kaki lima dengan lapak lapak beratap plastik sebagai peneduh dan tidak ada bedanya dengan PKL Tanah Abang. Meja lapaknya terlihat apa adanya seperti meja lipat atau meja kayu yang mudah diangkut kalau ada Tibum. Jangan membayangkan lapak kaki lima diluar negeri itu lebih canggih dibanding lapak kaki lima di Indonesia ya, ternyata sama saja. Jangan juga menganggap PKL diluar negeri itu lebih tertib dan taat aturan juga, itu salah besar. Di pasar Vernissage ini PKL juga nggelar lapak ditengah jalan, ada yang maju ada yang mundur dan sama persis dengan lapak lapak di negara lain seperti Belanda, United Kingdom, Perancis dan di Tanah Abang.

 

Pedagang Kaki Lima Itu Menarik Bagi Orang Asing
Tapi Bagi Warga Lokal Selalu Dianggap Negatif

 

Yang dijual di pasar Vernissage ini berbagai macam karya seni dan kerajinan tangan seperti lukisan, patung kayu. perhiasan kalung, gelang, hasil sulam dan jahit termasuk hiasan dinding dan baju baju tradisional Ukraina. Yang paling menarik selain baju dan hiasan sulam / bordir khas Ukraina adalah kotak kayu Carthapian yang namanya sulit diingat ingat yaitu Zdesprizutstvuyut. Bener atau nggak nama aneh ini yang jelas pedagangnya sendiri yang menerjemahkan dan menuliskan namanya dalam huruf latin.

 

Transaksi Tawar Menawar Gunakan Bahasa
Paling Universal Di Dunia Yaitu Bahasa Calculator

 

Jangan kuatir untuk bertransaksi di pasar ini dan juga pasar pasar tradisional dimanapun diseluruh dunia. Gunakan selalu bahasa universal yang dimengerti oleh semua orang yaitu Bahasa Calculator untuk tawar menawar harga. Basa basi nggak perlu pakai bahasa Inggris karena pedagangnya juga nggak bakalan ngerti bahasa Inggris. Saya selalu memakai bahasa Jawa untuk basa basi.

 

Meskipun Basa Basi Pakai Bahasa Masing Masing
Tapi Calculatorlah Yang Menjembatani Komunikasi
Antar Bangsa

 

Bu, iki apik tenan regane piro ?’
Si ibu penjual langsung panjang lebar menjelaskan pakai bahasa Russia.
Mbok ojo larang larang to bu’.
Si Ibu ngerti yang saya ucapkan dan tetap melanjutkan nyerocos pakai bahasa Russia.
Wis iki sing terakhir’ 
Sambil saya sodorkan HP saya dengan angka 100 di calculator. Si ibu penjual langsung menjawab dengan ‘gedek gedek’ sambil nunjukkan angka 200 di HPnya.

Mudah kan komunikasi dengan bangsa lain ?

Lapak PKL Di Vernissage Market Ini Sama Saja
Dengan Lapak Di Tanah Abang
Saat Milih Milih, Pedagang Menjelaskan
Dengan Bahasa Russia Dan Saya Cukup Menjawab
Dengan Bahasa Jawa

 

Baju Baju Tradisional Dengan Sulam Dan
Bordir Yang Cantik Ada Di Vernissage Market

 

Harga Di Pasar PKL Vernissage Ini Bisa Murah
Dan Bisa Kemahalan tergantung Tawar Menawar

 

Penjualnya Banyak Yang Sudah Tua
Tapi Masih Rajin Berkarya

 

Selain Menjual Juga Ada Demo Menyulam
Merajut Dan Bordir Dengan Tangan

 

Sabar Menunggu Pembeli Yang Datang
Semoga Laris Ya Bu

 

PKL Di Indonesia Itu Juga Menarik Bagi Orang Asing
Sama Seperti Saya Yang Tertarik Dengan PKL Ukraina

 

Pengunjungnya Cukup Ramai
Awas Copet, Di Ukraina Juga Ada Copet

 

Aneka Macam Souvenir Magnet Kulkas
Juga Ada

Baca Juga :