Category Archives: Turkey

Lembah Cinta Cappadocia, Turkye

Namanya Cock Rock Di Cappadocia
Bahasa Jawanya Watu Kontol
Bisa ngebayangin nggak, kalau  seandainya anda salah satu dari sedikit wanita dalam bus pariwisata yang isinya sebagian besar laki laki. Saya pernah mengalaminya saat jalan jalan di Cappadocia. Sepanjang jalan turis laki laki dari berbagai macam negara guyon dan ngakak mulu. Yang semula saat berangkat dari Goreme masih belum ada yang kenal, sontak langsung akrab dan saling tertawa ngakak saat memasuki Love Valley, Cappadocia. Namanya keren, Lembah Cinta, tapi isinya ratusan prototype ‘barang’  yang paling dibanggakan kaum lelaki. Lokasi Love Valley ini sekitar 30an Km dari Goreme, kota kecil tempat saya menginap.
Yang Tengah Ujungnya Berlubang
Berdasarkan Mithos, Katanya Penyakitan
Udah Kena Penyakit Kelamin Siphilis

 

Didalam bus, tiba tiba ada turis yang teriak “Oh my God, mirip sekali punyaku !!!“, sambil menuding ke salah satu bebatuan yang konon namanya ‘Cock Rock‘ (bahasa Jawanya ‘Watu Kontol’, maaf). Semua turis didalam bus melihat semua dari jendela lalu turis laki laki pada ngakak semua. Menurut anda, sebaiknya saya ikut ngakak atau cemberut ?. Tersenyum atau pasang wajah judes ?. Semula saya pura pura Jaga Image (Jaim), tapi ketika saya lirik pemandangan diluar dari jendela, ternyata banyak sekali bebatuan disepanjang jalan yang benar benar bentuknya mirip sekali dengan ‘onderdil’nya mas Ardi. Ada yang kecil imut, besar, mereng kekiri dan mereng kekanan. Lama lama  #mesem, #kelingan, #ngebayangin.

 

Jiah, Keciiilll, Nggak Ada Apa Apanya Ternyata
Dibanding Yang Dibelakang

 

Melihat pemandangan batu yang mengacung tegak keatas di Love Valley ini saya jadi teringat Tugu Monas di Jakarta. Saya tidak pernah melupakan sama sekali Tugu Monas. Waktu masih jaman pacaran puluhan tahun yang lalu, saat itu saya sedang jalan berdua menuju kantor BKKA Pertamina, tidak jauh dari Monas untuk urusan kerja praktek mas Ardi.
Mas, jalannya pelan dong, kok ninggal terus. Cinta nggak sih ?
Tenang dik, selama Tugu Monas masih berdiri tegak, aku akan tetap mencintaimu
Cie cie….., Alhamdullilah Monas masih berdiri tegak sampai sekarang.

 

Nggak Kebayang Deh
Lebih Dari 10 Tegak Mengacung Keatas Didepan Saya
Ada Yang Ukurannya Cute Dan Ada Juga
Yang Jumbo, Tinggal Pilih

 

Ya Ampun, Besar Sekali
Batu Cipokan
Mithosnya Dikutuk Jadi Batu Karena Berbuat
Tidak Senonoh
Batu Ciuman Ini Juga Hasil Kutukan
Karena Berbuat Mesum Di Tempat Ini
Yang Ini Bisa Digenggam
Yang Ini Pasien Mak Erot

 

Cie Cie
Mas, Punyamu Kayak Yang Didepan Itu

 

Baca Juga :

Bayram Di Istanbul Turkye

Anak Anak Istanbul Keliling Dari Rumah Ke Rumah
Saat Harii Raya Idul Fitri (Seker Bayrami)
Cuma Dapat Permen Dan Coklat
Sudah berkali kali saya berada di Turkye saat liburan Hari Raya. Semua hari raya di Turkye namanya Bayram (Bayrami). baik untuk hari raya keagamaan maupun non keagamaan selalu pakai nama embel embel Bayram atau Bayrami. Saya kurang begitu jelas arti sebenarnya dari Bayram ini, mungkin artinya Hari Raya atau Hari Libur. Yang jelas semua penduduk kalau ditanya libur apa hari ini ?, ada apa kok ramai disana ?, jawabnya hanya satu kata saja “Bayram”.
Pagi Hari Selesai Mbangunin Sahur
Pulang Kerumahpun Masih Riuh Nabuh Drumnya
Bukan hari raya Islam saja yang disebut Bayram, hari raya keagamaan umat Kristen juga disebut Bayram, misal Paskaiya Bayrami (Hari Raya Paskah), Noel Bayrami (Hari Raya Natal). Bahkan Haloween juga disebut Cadilar Bayrami.
Nunggu Permen Dan Coklat Bayram
Yang sering saya amat amati adalah hari raya Idul Adha (Kurban Bayrami), Idul Fitri (Seker Bayrami) dan tentu saja bulan puasa Ramadhan (Ramazan Bayrami). Benar benar berbeda dibanding dengan di Indonesia. Hari raya besar umat Islam ini terasa biasa biasa saja, nggak ada bedanya dengan hari hari biasa kecuali toko toko yang banyak menjual manisan, permen dan coklat saja. Di Istanbul, Restaurant juga buka seperti biasa saat bulan Ramadhan dan tanpa ditutupi dengan kain sama sekali. Hmmm, orang Turki beli kain penutup restaurant aja nggak ada yang sanggup beli. Sore hari setelah buka puasa, semua cafe, restaurant dan discotheque mulai hingar bingar seperti hari biasa sampai tengah malam.
Hari Terakhir Puasa
Anak Anak Sudah Mulai Ramai Di Kampung Kampung
Malam Lebaran atau sehari sebelum Idul Fitri (Arafezi Bayrami – Hari Arafat), nggak ada arak arakan Takbiran seperti di kampung kampung di Indonesia. Bangga sekali rasanya, ternyata Indonesia lebih kaya dari Turki bisa menghambur hamburkan duit buat arak arakan Takbiran. Anak anak Turkye juga keliling kampung dari rumah ke rumah untuk salaman, nggak ada sedikitpun suara takbir dari anak anak tersebut. Pemilik rumah yang kedatangan tamu tamu kecil tersebut cuma membagikan permen, manisan atau coklat dan cay (teh) dalam gelas kecil. Lebih bangga lagi saya jadi orang Indonesia, di tanah air yang disediakan tuan rumah untuk anak anak selalu duit ribuan rupiah, Rengginang, Opor Ayam dan Teh Botol.
Suasana Di Kampung Istanbul Saat Lebaran
Mobil Parkir Lebih Banyak Dari Biasanya
Nggak Ada Minal Aidin Wal Faidzin Di Turki
Cukup ucapkan ‘Bayraminiz Mubarek Olsun
Saat Sholat Ied, yang datang ke Masjid hanya laki laki saja, tidak seheboh orang Indonesia dimana kakek, nenek sampai cucu cicit semua berbondong bondong mudik dari Jakarta ke desa sampai masjid aja nggak cukup dan harus sholat Ied di lapangan. Pokoknya suasana hari raya di Indonesia jauh lebih hebat, gaduh dan gemerlap dibanding Turkye. Apalagi, saat lebaran semua perhiasan dipakai semua dan mobil baru dipertontonkan di kampung. Mana ada yang kayak gini di Turkye.
Ini Photo Bulan Puasa Di Taksim, Istanbul
Bukan Hoax Lho
Bulan puasa juga ada yang mbangunin tidur. Anak anak dan remaja jalan kaki keliling kampung membawa drum dan ditabuh keras keras berganti gantian dengan teriakan mereka yang tidak saya ketahui artinya. Saya dengarkan berkali kali, tidak pernah saya mendengar kata ‘Sahur….Sahur…”. Kalimat yang diucapkan sangat panjang dan berirama. Dung dung dung, lalu teriak teriak, dung dung dung, teriak lagi dalam bahasa Turkye. Sebenarnya sedih juga kenapa di Indonesia cuma kentongan bukan drum ?. Tapi nggak apalah, saat ini di tanah air sudah ada yang lebih keren dari sekedar Drum Turkye. Di Indonesia sudah jarang yang keliling bawa kentongan jalan kaki. Malah saat ini lebih banyak yang sahur bawa sound system, nyetel ndangdut keras keras dari atas becaknya.
Baca Juga :

Dondurma, Ice Cream Sontoloyo Turkey

Dondurma – Ice Cream Khas Turkey
Dan Azerbaijan, Tidak Cepat Meleleh Dan Lengket
Ice Cream Italia namanya Gelato, tapi kalau Turkey namanya Dondurma. Ice Cream Turkey ini beda sama sekali dengan ice cream dari negara manapun juga meskipun rasanya agak agak mirip. Perbedaan yang mencolok adalah penjualnya ‘Sontoloyo’ semua. Iseng dan suka ngerjain pembeli, apalagi kalau pembelinya turis. Ada saja akrobat yang dilakukan penjual, mulai dari melempar ice cream ke udara, menjungkir balikkan ice cream sampai memukul mukulkan sendok ice cream ke lonceng lonceng kecil diatas kepala penjualnya. Lihat video dibawah  untuk menyaksikan kelakuan penjual Dondurma saat melayani pembeli.
Dondurma Dilempar Keatas, Ditangkap Lagi Di
Jungkir Balikkan, Pembelinya Bengong. Melayani Sambil
Ngoceh Untuk Menarik Perhatian Pembeli Lain
Dondurma ini adalah ice cream khas Turkey dan Azerbaijan yang memang memungkinkan untuk dibuat akrobat. Ice Creamnya lebih padat dan susah mencair meskipun terkena terik matahari. Bisa tetap lengket meskipun posisinya dibalik kebawah. Bahan utamanya Susu, Gula, Sahlep dan Mastic. Terus terang saya nggak tahu apa yang dimaksud Sahlep dan Mastic ini. Katanya Sahlep itu tepung yang terbuat dari tanaman semacam Orchid yang hanya ada di Turkey dan sekitarnya saja. Sedangkan Mastic saya lebih nggak tahu lagi. Katanya warnanya kuning transparan semacam ‘Gum’ atau getah tanaman yang banyak tumbuh di Turkey dan sekitarnya juga.
Terkadang Sesama Orang Turkey Cara Menyajikannya
Cukup Dilempar.  Yuuppp…. Tangkap !!!
Kalau anda tertarik untuk membeli Dondurma, siapkan saja uang sekitar 5 Lira, kira kira 25.000 Rupiah. Terlalu mahal atau tidak nggak usah dipikirin wong namanya pingin nyoba dan lihat akrobat ice cream. Saat penjual mengambilkan Ice Cream buat anda, pasti anda akan sedikit merasa terkejut. Sendoknya panjangnya bukan main, kira kira hampir 1 meter. Bukan panjang sendok yang membuat terkejut, tetapi sendok tersebut dipukulkan dulu ke lonceng lonceng kecil diatas kepala si penjual. Gaduh, seperti tiba tiba ada puluhan sapi lari serentak bersama sama. Tujuannya untuk menarik perhatian orang lewat agar ikut beli juga.
Seragam Penjual Dan Salesman Cukup Hebring
Ada Yang Merah, Hijau, Biru  dan Kuning Menyala
Ngambil ice cream satu sendok, lalu dilempar keatas. Ditambahin satu sendok lagi lalu sendoknya diputar putar dengan ice cream yang masih lengket disendok. Dipukulkan ke lonceng pula supaya lebih gaduh dan teriak teriak pakai bahasa Turkey agar orang pada menyaksikan.  Terakhir baru disodorkan ke pembeli pakai sendok panjangnya. Tapi jangan senang dulu,  si Dondurma idaman bakalan terlepas dari tangan anda. Si penjual iseng ngerjain pembeli, dan tahu benar ice creamnya bakalan nyangkut di sendoknya. Hebatnya, ice cream Turkey ini bisa dilemparkan kesana kemari tanpa harus khawatir jatuh dari ‘Cone’nya.
Yuuup…. Tangkap !
Salesmannya Kayak Keeper, Pinter Nangkap Dondurma
Kalau Pembelinya Turis Tidak Dilemparkan
Catatan : video mp4 dibawah tidak bisa dilihat pada computer yang system operasinya tidak mendukung flashplayer seperti Apple Iphone atau Ipad.
Turis Dari Manapun Pasti Akan Berhenti Dan Mengabadikan
Akrobat Penjual Dondurma – Suara Lonceng Dan
Teriakan Penjualnya Memang Ribut Dan Gaduh Sekali
Salesman Dondurma Menawarkan Sampai Jauh
Kalau Ada Pembeli Langsung Bergaya Seperti Keeper
Dan Siap Menangkap Ice Cream
Lengket dan Tidak Mencair Atau Jatuh
Meskipun Dijungkirkan 5 Menit
Uji Coba Dipanaskan Di Terik Matahari
Tidak Mencair Dan Tidak Jatuh Juga
Ini Tangan Tangan Turis
Yang Tidak Yakin Dondurma Tidak
Mencair Dan Jatuh Meskipun Dibalik
Nyemm Nyemmm, Uenak Juga Ternyata

 

Mari Mencoba Dondurma
Uenak Pol

 

Baca Juga :

Derinkuyu Underground City

Antrian Di Pintu Masuk
Derinkuyu Undeground City

 

Di Bukit Tinggi, Sumatera Barat ada Gua Jepang di kawasan wisata Panorama. Di Turkey juga ada dan ukurannya jauh lebih besar dan tua lagi. Lokasi tepatnya di Provinsi Nevsehir dan terkenal dengan nama Derinkuyu Undeground City. Masih termasuk wilayah Cappadocia, kira kira 1 jam perjalanan dari Goreme atau 2 jam dari Nevsehir Airport dengan mobil. Kedalaman kota bawah tanah ini yang telah diketahui sekitar 60 meter dan terdiri dari 6 lantai dibawah tanah yang saling berhubungan. Total bisa menampung 20.000 orang sekaligus.

 

Rumah Rumah Kampung Diatas
Derinkuyu Undeground City

 

Ada banyak pintu batu besar yang bisa ditutup dari dalam dengan cara menggelindingkan kalau terjadi bahaya atau serangan dari luar. Setiap ruang mempunyai fungsi fungsi tersendiri untuk menunjang kehidupan dibawah tanah sehari hari. Ada gereja, sekolah, pabrik penggilingan anggur, minyak dan gandum, dapur, ruang tidur, kandang kuda dan lain sebagainya. Setiap dinding ada semacam lubang kecil untuk tempat penerangan minyak. Antar lantai juga ada lubang kecil untuk saling berkomunikasi dengan tetangga di lantai atasnya. Saya coba ternyata sarana lobang telepon ini cukup jernih dan jelas meskipun tehnologinya sangat kuno dan lebih nyaring dibanding TELKOMSEL.
‘Bu, aku kirimono mangan yo ?’
‘Sik yo mas, durung ono sing mateng, entenono sedelok’

 

Nggak Nyangka Dibawah Tanah
Ada Kota Bawah Tanah Yang Sangat Besar

 

Antara lantai 3 dan 4 ada tangga nyaris vertikal menuju ruang gereja yang sangat besar di lantai 5 bawah tanah. Ada semacam sumur yang berfungsi sebagai cadangan air sekaligus ventilasi yang membuat udara didalam setiap lantai selalu segar. Berjam jam saya didalam tanah tidak merasa kepanasan meskipun saat itu sedang musim panas. Rasanya lebih enak didalam tanah dibanding di permukaan tanah yang panas sekali. Kalau nggak banyak pengunjung bisa jadi saya telah tertidur didalam gua bawah tanah ini saking enaknya udara dari ventilasi sumur yang mirip hembusan AC modern.
Suasana Di Derinkuyu Atas
Derinkuyu Bawah Sudah Dijadikan Obyek Wisata
Dari sejarah yang saya baca di pintu masuk, kota bawah tanah ini diperkirakan dibangun pada 8th – 7th BC. Dan digunakan secara penuh sebagai tempat perlindungan saat jaman Byzantine. Saat itu penghuninya dihajar habis habisan oleh pendatang Muslim Arab dalam Perang Arab – Byzantine tahun 780-1180. Derinkuyu Undeground City ini juga terhubung dengan undeground city lainnya melalui terowongan terowongan yang sangat panjang.

 

Masuk Ke Dalam Kota Bawah Tanah
Kecil Tapi Anehnya Tidak Panas Dan Juga
Tidak Dingin Didalam Tanah

 

Setelah jatuh ke tangan muslim Usmaniyah (Ottoman), kota bawah tanah ini digunakan untuk penampungan pengungsi. Setelah itu nggak ada yang tahu lagi tentang kota bawah tanah ini. Baru pada tahun 1963 kota bawah tanah ini ditemukan kembali setelah seorang penduduk menemukan ruang dibalik dinding rumahnya. Penggalian berikutnya membawa penduduk tersebut ke lorong lorong dan ruang bawah tanah yang sangat besar seperti yang saya saksikan saat ini.
Lumayan Bisa Berdiri Tegak
Takut Kesasar Karena Kota Bawah
Tanah Ini Sangat Luas
Entah Sudah Turun Sampai Lantai Berapa Ini
Kalau Kesasar Nggak Bisa Naik Keatas Gimana ?
Lantai Atas Dan Bawah Bisa Saling Komunikasi
Ada Lubang Yang Berfungsi Sebagai Telepon
Ini Sekolah Gereja Tempat Para
Murid Duduk Rapi Belajar Agama
Berada Di Lantai 2

 

Di Bawah Tanah Ada Dapur, Tempat Tidur
Gereja Dan Segala Macam Peralatan Rumah Tangga

 

Ini Di Lantai 6 Bawah Tanah
Udara Masih Segar Dan Tidak Panas Sama Sekali
Ada Tembikar Di Dapur
Harus Jongkok Untuk Turun Ke Lantai Bawah
Ilustrasi Derinkuyu Undeground City
Source : Internet

Mbalon Di Cappadocia Turkey

Pegang Balon Cappadocia
Di Surabaya Bahaya Kalau Suka Pegang Pegang Balon
Mbalon‘ itu bahasa ‘Suroboyoan‘ yang sering diucapkan arek arek Suroboyo dan mempunyai arti yang sangat negatif. ‘Duwik gak patheken kok atene mbalon seh cak‘ artinya ‘nggak punya duit kok mau ke tempat pelacuran sih mas‘. Yah benar, Balon itu memang artinya pelacur kalau di Surabaya. Tapi di Cappadocia, Turkey, balon itu artinya lain meskipun sama sama bisa dinaiki. Naik Balon di Cappadocia itu lebih menyenangkan dan meriah karena satu Balon bisa dinaiki 16 orang sekaligus baik pria dan wanita.
Tiket Balon Cappadocia
Baca Teliti Nama Pilotnya Dan Naik Ke Mobil
Sesuai Dengan Nama Pilot Di Kaca Depan
Untuk bisa menaiki Balon Cappadocia Turkey harus merogoh kocek yang cukup dalam (bahasa modernnya nggesek kartu kredit). Nggak tanggung tanggung EUR 160 per orang atau sekitar Rp 2.5 Juta sekali naik. Kalau yang naik 16 orang saja berarti sekali terbang pendapatan kotor si ‘mucikari’ pemilik balon sekitar Rp 40 Juta. Balon balon ini hanya bisa dinaiki pagi hari saja saat temperatur udara masih cukup dingin sambil menikmati matahari terbit.
Keranjang Dan Balon Siap Ditarik
Dan Dibawa Ke Lapangan
Untuk bisa naik balon, booking cukup melalui resepsionis hotel saja. Mereka akan mengatur operator dan jenis balon sesuai yang anda inginkan karena ada juga balon yang sangat besar sekali dengan keranjang yang bisa dinaiki 48 penumpang. Saya sih nggak mau naik balon raksasa ini karena terlalu lama nunggu seluruh penumpang lain naik atau turun keranjang balon.
Kantor Pemasaran Balon
Sangat Ramai Dan Gaduh Sekitar Jam 4 Pagi
Pagi Hari sekitar jam 4 pagi semua penumpang dijemput dari hotel hotel dan langsung dibawa ke kantor pemasaran. Suasana di kantor cukup gaduh dan macam macam, ada yang masih ngantuk begitu duduk langsung tidur kembali. Ada juga yang nggak sempat dandan dan masih pakai piyama atau pakaian tidur. Ada juga yang langsung cari air putih dan saya kira untuk diminum, tetapi ternyata buat kumur kumur karena nggak sempat gosok gigi. Heboh tetapi ditempat inilah seluruh calon penumpang mendapat briefing keselamatan dan tata cara naik dan turun keranjang.
Gaduh Saat Menunggu Di Berangkatkan
Ke Tempat Peluncuran Balon
Begitu briefing keselamatan selesai, seluruh penumpang menuju mobil mobil yang telah menunggu. Nggak usah bingung, baca saja nama pilot yang tertulis di kaca depan mobil. Nama pilot ini didistribusikan bersama sama tiket saat daftar ulang sebelumnya. Begitu mobil penuh, langsung kita dibawa ke lapangan tempat balon balon siap diterbangkan. Masih gelap gulita, tetapi pemandangan sangat menarik saat api api mulai menyembur dan memanasi balon.
Sopit Dan Pilot Menunggu Mobil Yang Akan
Membawa Ke Lapangan. Perhatikan
Nama Pilot Yang Tertulis Di Kaca Depan Mobil

 

Yang paling mendebarkan adalah saat pendaratan balon. Mendaratnya bukan diatas tanah langsung tetapi keranjang didaratkan diatas truk trailer. Sebelum keranjang menyentuh trailer, semua penumpang diminta jongkok didalam keranjang dan berpegangan kuat. Kalau angin sangat kuat, keranjang bisa terguling dan terseret angin. Perhatikan posisi penumpang didalam keranjang saat pendaratan seperti photo dibagian bawah tulisan ini.

 

Empat Buah Alat Semacam Kompor Gas Raksasa
Menyemburkan Api Dan Membawa Balon
Ke Angkasa Sampai Ketinggian 900 Meter
Kalau pakai rok akan lebih mendebarkan lagi, semua crewnya  cowok dan brewokan semua. Kayaknya mereka sudah terbiasa menolong penumpang saat naik turun keranjang. Ada yang pegang tangan dengan lembut dan ada juga yang pegang bokong penumpang dengan sentuhan aduhai. Asyik, orang Turkey banyak yang ngganteng ngganteng. Yang paling ngganteng sendiri kayaknya tertegun melihat sekelebat celana dalam penumpang dari China yang pakai rok mini saat turun dari keranjang dan trailer.
Tabung Gas Ada 5 Buah
Untuk Penerbangan Sekitar 2 Jam

 

Kesibukan Pilot Mengendalikan Semburan Api
Lumayan Panas Saat Api Menyembur

 

 

Pemandangan Di Tempat Peluncuran Balon

 

Saat Melintasi Balon Yang Baru Saja
Dikembangkan
Diatas Keranjang Terbang Dari
Ketinggian 900 Meter
Turun Dari ketinggian 900 Meter dan
Siap Melakukan Pendaratan
Ngeri Lihat Prosedur Pendaratan
Untung Nggak Ada Angin Besar Sehingga
Pendaratan Seperti Ini Tidak Terjadi
Keranjangnya Tinggi Dan Tidak Ada Pintunya
Semua Harus Naik, Bahaya Bagi Yang Pakai Rok
Pakailah Celana Panjang Kalau Naik Balon
Baca Juga :

Selime Cathedral, Cappadocia Turkey

Selime Cathedral – Central Anatolia Turkey
Cappadocia Turkey adalah gudangnya gereja / cathedral, chappel dan monestary yang cukup unik karena berbentuk gua hasil karya manusia jaman baheula. Ada yang diatas gunung dan ada juga yang jauh dibawah tanah. Mulai dari chappel kecil, cathedral besar dan juga ruang ruang kelas berbagai macam ukuran dan juga tempat tinggal semacam barak asrama semua tersebar berdekatan di area yang luasnya sekitar 300 Km persegi. Tidak kurang dari 100an gereja batu yang dipahat tangan besar dan kecil dan 10.000an  gua dengan berbagai macam fungsi ada di lokasi ini.  Wilayah ini terkenal sebagai kawah candradimukanya umat kristen dalam hal pendidikan agama sejak lebih dari 1700 tahun lalu dan juga tempat persembunyian dari serangan bangsa Mongols.
Gerejanya Diatas Gunung
Salah satu konstruksi Gua kuno buatan manusia yang menyatu dengan alam, khususnya hasil karya umat Kristen Orthodox pertama saat jaman masih susah susahnya menyebarkan agama bisa ditemukan disini. Lokasinya tidak begitu jauh dari Ihlara Valley, atau sekitar satu jam perjalanan darat dengan mobil dari Goreme. Yang cukup terkenal dan per tahun dikunjungii 300.000an turis namanya Selime Cathedral. Jangan membayangkan cathedral besar ini seperti yang anda saksikan di kota kota anda. Gereja ini diatas gunung dan didalam gua seperti yang anda saksikan dalam film film cartoon Pak Flinstone.
Ini Sebenarnya Jalan Air
Gembira Setelah Tali Dilepas Dari Pinggang
Saya tidak akan menceritakan tentang isi Cathedral tersebut karena memang saat ini nggak ada isinya. Lukisan lukisan didindingpun sudah pudar dan nyaris nggak terlihat kembali. Artefact artefact yang ditemukan juga sudah dipindahkan ke museum. Yang akan saya ceritakan adalah jalan menuju ke cathedral yang jauh diatas gunung saja. Untuk menuju ke atas, tidak ada jalan sama sekali yang nyaman dilalui. Yang ada cuma bekas jalan air yang tidak rata. Kita tahu jalan air tersebut menuju keatas hanya karena ada tanda panah merah yang ditempel didinding tebing saja. Mau turun, tinggal mengikuti tanda panah biru.
Badan Saya Gemuk Dan Nyangkut
Di Jalan Ini. Ada Yang Ndorong,
Ada Yang Narik Dengan Tali
Ada Yang Melumasi Oli
Karena jalannya menanjak sangat tajam dan terkadang harus loncat kekiri dan kekanan, maka ditempat ini banyak ngumpul Tukang Dorong. Siapa lagi kalau bukan anak anak muda setempat berseragam merah. Mereka siap mendorong atau menarik pengunjung yang mogok ditengah jalan dengan upah sekedarnya. Perlengkapannya seutas tali yang akan dilemparkan ke kita apabila perlu bantuan. Karena badan saya cukup lebar dan sangat ngepas lebar selokan, maka diperlukan 3 orang untuk mendorong dan menarik dengan tali sampai keatas.
Selokan Air Ini Adalah Jalan
Utama Untuk Naik
Turunnya lebih rumit lagi karena umumnya pengunjung pada takut kepleset jatuh. Saat naik nyaman nyaman saja karena tidak melihat kebelakang. Tapi saat turun, wow ngeri karena  ternyata curam sekali.  Akhirnya, nggak ada pilihan lain kecuali harus bayar pak Ogah yang baju merah tadi. Tali segera dilemparkan dan diikatkan kepinggang. Dua orang mengulur tali dari atas dan satu orang menjaga didepan sampai kita berada ditempat yang aman. Cukup sekali saja saya berkunjung ketempat ini. Dibayar mahalpun nggak akan mau lagi saya naik keatas. Kapok, entah berapa kali bokong saya didorong dorong anak anak muda tersebut karena kejepit tebing.
Ditempat Ini Bisa Memandang Jauh Keluar
Udaranya Sejuk Bikin Ngantuk
Nah Lorong Ini Agak Luas
Nggak Bakalan Kejepit Disini
Byuh, Kalau Hujan Selokan Ini
Penuh Air Gimana Ya Naiknya
Istirahat Dulu Di Chappel Kecil
Banyak Sekali Ruangan Besar Kecil
Ini Bukan Sembarang Gua, Tetapi Gereja Kuno
Ini Salah Satu Bagian Gereja Yang Benar Benar
Mudah Dikenali Sebagai Gereja
Lukisan Dinding Sudah Tidak Terlihat Lagi
Siap Siap Pulang
Pegel Linu Naik Turun Gunung
Baca Juga :

Hak Cipta Warung Lesehan Turkey

IHLARA AMIGOS CAFE
Amigos Itu Singkatan Agak Minggir Got Sedikit
Lokasi Di Ihlara, Aksaray Turkey

 

Indonesia itu luar biasa kaya raya, baik alam maupun jenis makanannya. Setiap daerah memiliki berbagai macam makanan khas. Contohnya Soto, ada Soto Betawi, Soto Madura, Soto Medan, Sroto Banyumas, Soto Minang dan lain lain. Belum jenis makanan yang lain apalagi makanan kecil seperti jajanan pasar atau apapun jenis makanan berat dan ringan. Minuman juga banyak sekali variasinya, mulai es campur, es cendol, es dawet dan lain lain.. Sudah saya jelajahi lebih dari 30an negara, hanya Indonesialah yang terbanyak jenis makanannya dan minumannya. Negara lain yang juga cukup banyak jenisnya adalah India , China.dan Thailand tapi tidak sebanyak Indonesia.
Tata Cara Sama Saja Dengan Warung Lesehan
Di Indonesia, Makanannya Saja Yang
Nggak Banyak Pilihan

 

Di Turkey, yang namanya restaurant atau warung makan rasanya garing sekali. Pilihan makanan nggak terlalu banyak. Nggak ada warung makanan sekelas Rumah Makan Padang dimana sekali mengeluarkan makanan, puluhan piring berbagai jenis makanan tersaji serentak dimeja semuanya. Menu minuman cuma ada juice buah, minuman kaleng dan air putih  saja. Nggak pernah saya lihat menu makanan / minuman di restaurant restaurant Turkey yang menyajikan berbagai macam jenis makanan dan minuman selengkap rumah makan Indonesia, India atau Thailand. Apalagi restaurant restaurant di negara negara Eropa, nyaris nggak ada variasi sama sekali.
Yang Saya Suka, Juice Jeruknya Asli
Langsung Diperas Dan Disajikan Ke Pemesan
Hati Hati Dituntut Orang Indonesia
Meniru Cara Jualan Ala Indonesia

 

Mungkin melihat photo photo diatas anda heran. Di Turkey kok ada Warung Lesehan mirip di Indonesia ?. Jangan jangan orang Indonesia meniru Turkey ?. Atau sebaliknya orang Turkey yang meniru Indonesia ?. Nggak perlu anda ribut mempermasalahkan hak cipta seperti yang pernah anda hebohkan beberapa tahun lalu terhadap Malaysia. Saat itu hebohnya bukan main tentang hak cipta Tari Tarian, Batik, Makanan atau Lagu Daerah asli Indonesia yang juga bisa kita nikmati di  negara tetangga Malaysia. Di Indiapun sebenarnya juga banyak kesenian dan makanan yang 90 % mirip dengan Indonesia.

 

Kalau Di Indonesia Warung Warung Berderet
Seperti Ini Jualnya Macam Macam
Di Turkey Pilihan Menu Nggak Banyak
Di Turkey juga banyak yang mirip dengan di Indonesia, lihat saja Warung Lesehan pada photo photo dibawah. Jangankan di Turkey, di Inggrispun banyak kok Warung Warung Tenda, Warung Emperan, Warung Lesehan baik yang bagus maupun yang butut dan mirip dengan di Indonesia. Di negara manapun juga ada warung semacam itu, silahkan menuntut Hak Cipta kalau merasa Warung Lesehan atau Pedagang Asongan dan tata caranya adalah milik bangsa Indonesia. Sudah saatnya heboh tentang Hak Cipta kita lebarkan ke Turkey setelah bertahun tahun meributkannya dengan Malaysia tanpa hasil.
Gubuk Gubuk Lesehan Menjorok Ke Sungai
Ini Namanya AMIGOS (Agak Minggir Got Sedikit)
Di Indonesia Banyak
Di Inggris  malah banyak sekali warung warung tenda dan PKL yang nempel  toko kayak di Indonesia. Di Belanda juga sama saja, silahkan lihat pada link dibagian bawah tulisan ini. Cafe cafe  AMIGOS  (Agak Minggir GoSedikit) memang ada di negara manapun. Buang Sampah Ke Sungai juga bukan monopoli orang Indonesia, orang Turkey juga melakukan hal yang sama. Apalagi orang Inggris, joroknya bukan main soal buang sampah. (Baca : Inggris Kemproh Dan Jorok)

 

Pedagang Lesehan, Asongan Semua Ada
Cara Jualan Asongan Dan Lesehan Hak Cipta Siapa ?
Kalau Di Indonesia Gurami Bakar, Pecel Lele Dll
Di Turkey Cuma Sandwitch, Burger Dan Kebab
Warung Kayak Gini Hak Cipta Indonesiakah ?

 

Photo Ini Asli Di Turkey Bukan Di Alas Roban
Atau Hasil Olahan Photoshop
Lokasi Didasar Ngarai Ihlara
Hanya Di Turkey Saya Makan Burger Lesehan
Mana Ada Di Indonesia Warung Burger
Dan Sandwitch Lesehan

 

Ini Bukan Warung Lesehan Diatas Empang Ikan
Tapi Di Sungai Di Ihlara, Guzelyurt

 

Ini Rumah Makan Biasa Di Ihlara, Guzelyurt Aksaray
Menunya Nggak Banyak, paling Kebab
Ikan Dan Ayam Bakar Saja

Baca Juga :