Category Archives: Switzerland

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Susahnya Pengemis Dan Pengamen Eropa

Siapapun Kalau Ditanya Jawabannya Selalu Ngeles
Katanya Mahasiswa Seni Musik
Emangnya Tiap Hari Mbolos Kuliah ?

.

Yang Duduk Duduk Dibelakang
Bukan Sedang Nonton
Tapi Memang Tempat Santai
Coba anda tunjukkan photo photo pada gambar ini ke Bule Eropa, Pasti jawabannya kan ngeles semua. Ada yang mengatakan ‘Oh, itu mahasiswa seni musik yang sedang praktek‘. Ada yang lebih lunak lagi ‘Oh, itu seniman jalanan yang sedang unjuk kebolehan‘. Ada juga yang njawab sambil melempar tanggung jawab ke negara tetangganya ‘Oh, mereka dari Eropa Timur, negara negara ex komunis yang miskin‘. Percaya ?, Mbelgedes semua. Di Eropa juga sama saja dengan negara lain, ada pengangguran, ada juga penduduk yang kehidupan sehari harinya susah, miskin, ngemis dan sejenisnya. Emangnya mereka mbolos kuliah setiap hari, dari pagi hingga malam ditempat yang sama ngamen ?.
.
Drummer Ngamen
Modal Drum Listrik
Yang saya heran, kalau ada orang Indonesia baru pulang dari wisata Eropa, jawabannya juga sama saja. ‘Oh, mereka seniman jalanan.. bagus bagus lho atraksinya‘. Sambil menunjukkan photo sedang dirangkul gembel jalanan Eropa. Saya yang sehari hari mondar mandir ke Eropa sering menyaksikan tingkah polah turis Indonesia. Pura pura bloon terkadang saya tanggap juga ceritanya dan astaga, banyak gadis remaja seumuran SMA yang benar benar mendambakan punya jodoh bule
.
Mau kalau dapat jodoh si Steven yang pinter pantomim tadi ?‘.
Mau dong……‘.
Dengan mas Ardi ini mau nggak ..?‘ sambil saya tunjuk suami saya yang sedang nonton salah satu gembel Eropa sedang ngamen.
Ih ngapain……emangnya nggak ada cowok lain‘. Saya akui, memang suami saya ini tampangnya kere sekali. Lebih memelas dan memprihatinkan dibanding Tukul Arwana.
.
Gerobak Musik
Lihat, Menoleh Saja Tidak Meskipun
Suaranya Keras Sekali
Sebenarnya, hidup di Indonesia sangat enak sekali di banding Eropa. Entah kenapa obsesi sebagian besar orang Indonesia pingin bekerja di Eropa. Bayangkan, tanpa modal apa apa seorang Pak Ogah di pertigaan jalan saja bisa mendapatkan uang receh sangat banyak dari mobil mobil yang akan diseberangkan. Di Eropa, nggak mungkin ada yang mau memberi uang receh kalau anda melakukan hal yang sama berdiri ditengah jalan. Untuk ngamen saja harus punya modal sangat besar. Paling tidak harus punya peralatan ngamen yang sangat mahal sekali, yang paling sederhana adalah baju badut. Baju badut ini banyak dipakai para ‘Pemula’ karena disamping hangat bisa menutup wajah. Jaket tebal juga syarat mutlak modal awal ngamen kalau nggak mau mati beku kedinginan.
.
Lihat Ukirannya
Berapa Modal Yang Diperlukan
Untuk Ngamen ?
Di Indonesia dengan bermodal kain lap saja juga bisa dapat uang banyak hanya dengan ngelap kaca mobil di perempatan jalan. Nggak mungkin cara seperti ini bisa dilakukan di Eropa. Jadi, bagaimanapun juga negara kita jauh lebih baik dan masyarakatnya sangat sosial sekali. Orang Indonesia memang terkenal sosial dimanapun juga dan saya sudah buktikan sendiri dimanapun juga kita terbiasa selalu memberi tip meskipun sebenarnya menurut kacamata orang Eropa tidak perlu. Berkali kali saya ditegur bule agar jangan memberi duit sembarangan ke orang orang tersebut. Tetapi, rasa sosial kita rasanya memberontak kalau dilarang memberi sedekah ke orang orang yang kurang beruntung seperti diatas.
.
Modal Gitar Dan Jaket Tebal
Nggak Ada Satupun Yang Sosial
Memberi Sedekah
Dan masih banyak contoh lagi, betapa indahnya Indonesia, betapa mudahnya mengais rejeki di negeri sendiri. Dan jangan percaya kalau kawan, tetangga atau sadara kita yang baru pulang dari wisata Eropa mengatakan sebaliknya. Mereka hanya beberapa hari saja di Eropa. Saya mengatakan lain karena hampir tiap hari disana dan saya tahu si Steve, Mathew dan John sudah mulai berdiri dan ngamen ditempat yang sama sejak berapa tahun yang lalu. Kalau anda ingin membantu mengentaskan kemiskinan di Eropa, bawa saja mereka ke Indonesia. Insya Allah Yuni Shara, Sophia Latjuba dan artis film, sinetron dan penyanyi lainnya ada yang tertarik untuk menjadikan suami dan bisa membantu meningkatkan popularitas di tanah air.

.

Baca Juga :

Yang Ini Kalau Di Indonesia Bisa Jadi
Rebutan Artis Film Dan Sinetron
PKL Di St Petersburg
Sama Dengan Di Indonesia, Juga Takut Ada Tibum
Modal Baju Beruang – Cocok Bagi Pemula
Hangat Dan Wajah Tak Terlihat
Siapa Mau Nyumbang ?
Contoh Orang Tua Yang Tidak Diperhatikan
Pemerintah Dan Keluarganya
Orang Tua Terlantar
Kelihatannya Bagus Ya ?
Sebenarnya Pakaian Pengamen Diatas Nggak Pernah
Dicuci Dan Berbau Prengus

SIM Internasional, Jalan Berliku Menuju Milan

Banyak Terowongan Menembus Gunung
Zurich – Milan
Masuk Terowongan Lagi
Klakson Dulu Harus Gantian

Mari anda saya ajak untuk perjalanan darat dengan mobil sewaan dari Zurich – Switzerland menuju Milan – Italia. Sebenarnya perjalanan bisa ditempuh hanya dalam waktu 3.5 jam saja dengan mobil karena hanya berjarak 280 Km. Tetapi karena banyak berhenti dan berphoto ria maka perjalanan lebih dari 5 jam. Sepanjang jalan disuguhi pemandangan alam yang benar benar menakjubkan. Ijo royo royo dengan pegunungan Alpine disebelah kiri kanan. Anda juga bisa menyaksikan puncak gunung Eiger, Jungfrau dan entah gunung apa lagi yang selalu tertutup salju dan berderet deret sepanjang jalan.  Beberapa kali perjalanan melalui terowongan dan menembus gunung dan ada beberapa terowongan yang kecil dan harus klakson berkali kali sebelum lewat.

Air Mengalir Di Tepi Jalan
Seperti Payakumbuh Bukittinggi

Meskipun jalan sempit dan sedikit berbelak belok dan naik turun, tetapi secara umum aman karena relatif sepi dan tidak saya jumpai truk tronton yang lewat jalan ini. Rasanya, kalau kita sudah terbiasa jalan di Payakumbuh-Bukittinggi, Bengkulu atau daerah bergunung di pulau Jawa, rasanya jalan mulus di Switzerland ini nggak ada apa apanya. Karena saya sudah terbiasa nekat kemana mana sewa mobil dan mengemudi sendiri, maka persiapan perjalanan darat dengan mobil tidak ada yang istimewa. Cukup GPS dan SIM Internasional saja, tentu dengan sedikit modal nekat dan percaya diri bahwa mobil sewaan tidak akan mogok ditengah jalan. Akhir kata, ada baiknya anda mengetahui sedikit tentang proses SIM Internasional, silahkan baca tulisan dibawah dan menikmati photo photo pemandangan disamping ini.

Tentang SIM Internasional

Masuk Kota
Ingat Kerupuk Sanjai Bukittinggi

Untuk mengurus SIM International dbisa  dilakukan di

  • Korlantas Polri.
    Di Jakarta beralamat di  Jln Letjen Haryono MT Kav 37 – 38 Jakarta. Bukan dilakukan di kantor otomotif club IMI (Ikatan Motor Indonesia) lagi. Perubahan ini sejak 2010 yang lalu.

Syaratnya adalah sbb :

1. KTP asli & Foto copy
2. Paspor asli & Foto copy
3. SIM yg masih berlaku
4. KITAP asli & Foto copy (Utk WNA)
5. Materai Rp. 6.000 6. Pas Foto 4×6 3 lembar terbaru (untuk Pria berdasi & Wanita menggunakan Blezer. Latar belakang photo biru)

Berdasarkan PP 50 Tahun 2010 tentang PNBP yang berlaku di Kepolisian Negara Republik Indonesia SIM Internasional Baru: Rp. 250.000< SIM Internasional Perpanjang: Rp. 225.000

  • KT (Kuwait International Automobile Club) yang berkantor di Shuwaikh (depan showroom mobil Safat Al-Ghanim, 4th Ring Road),  Jahra dan Fahaheel (di lantai 3, sebelah kiri Chinese Gulf Restaurant). Biaya hanya KD 10 per tahun dan persyaratan yang diperlukan cuma menunjukkan SIM lokal dan satu buah pas photo. Formulir permohonan bisa diisi langsung ditempat. Baca Juga : Mengurus SIM Internasional Di Kuwait
Simpang Bingung
Untung Pakai GPS

Dibawah ini adalah daftar negara negara yang memerlukan SIM International atau International Driving License atau sering disebut juga International Driving Permit (IDP). Ada beberapa negara yang memberi tambahan persyaratan untuk bisa mengemudi kendaraan di negaranya.. Tetapi tenang saja, yang namanya peraturan ya tetap peraturan. Selama anda tidak melanggar lalu lintas atau tidak mengalami kecelakaan maka SIM Internasional anda tidak pernah ditengok polisi. Jadi seolah olah seperti buang duit saja membuat SIM International. Tetapi kalau anda mengalami kecelakaan lalu lintas, kena tilang atau tertangkap pak polisi lalu lintas karena melanggar rambu lalu lintas, baru SIM International terlihat fungsinya. Selama ini saya tidak pernah lapor ke kantor polisi lalu lintas saat kedatangan seperti yang diminta beberapa negara.

Jalan Sempit Berliku Liku
Seperti Di Bukittinggi
Kantor KT Fahaheel

International Driving Permit (IDP) 1926

  • Brazil
  • Burundi
  • Iraq
  • Somalia
International Driving Permit (IDP) 1949
  • Afghanistan, Albania, Algeria, Angola, Argentina, Armenia, Australia
  • Bahamas, Bahrain(A, G), Bangladesh, Belarus, Benin, Bhutan, Bolivia, Bosnia, Botswana (A), Brunei(A), Bulgaria, Burkina Faso
  • Cambodia (Kampuchea) (F), Cameroon, Canada, Cape Verde, Cayman Islands, Central African Republic, Chad, Chile, Colombia, Comoros, Congo (Democratic
    Republic of), Congo (Republic of), Cook Islands
    Cote d’Ivoire (Ivory Coast), Croatia, Curaçao (Netherlands Antilles), Czech Republic,Djibouti, Dominica
  • Equador, Egypt, Equatorial Guinea, Ethiopia
  • French Guiana
  • Georgia (A), Ghana, Grenada, Guadeloupe, Guatemala, Guam, Guinea Bissau, Guinea Republic, Guyana,
  • Haiti, Hong Kong, Hungary
  • Iceland, India, Indonesia, Iran, Israel, Italy
  • Japan, Jordan
  • Kazakhstan, Kenya, Kiribati, Korea (South), Kuwait, Kyrgyzstan
  • Laos, Lebanon (A,G), Lesotho, Liberia
  • Macao (Macau), Macedonia, Madagascar, Malaysia, Mali, Mauritania, Mauritius, Mexico, Montenegro, Morocco, Mozambique, Myanmar (Burma)
  • Namibia, Nepal (D), Nicaragua, Niger, Nigeria
  • Oman (C)
  • Pakistan, Peru, Portugal
  • Qatar (A)
  • Reunion, Romania, Russian Federation, Rwanda,
  • Sabah(Malaysia), San Marino, Sao Tome and Principe, Saudi Arabia (A,B), Senegal, Serbia, Seychelles, Sierra Leone, Singapore (A), Slovenia, South Africa (E), Spain (including Balearic and Canary Isles), Sri Lanka, St. Kitts &, Nevis (C), St. Lucia (C), St. Vincent (C), Sudan, Suriname, Swaziland, Syria
  • Taiwan (G), Tanzania (A), Thailand, Togo, Trinidad & Tobago, Tunisia, Turkey
  • Uganda, Ukraine, United Arab Emirates, USA (E)
  • Vietnam (C)
  • Yemen
  • Zambia, Zimbabwe


CATATAN :

A – IDP Merupakan Persyaratan Untuk Sewa Mobil
B – Wanita Tidak Diperbolehkan Mengemudi
C – IDP Dan SIM negara asal harus ditunjukkan ke kantor polisi lalu lintas dan akan dikeluarkan visitors licence.
D – IDP valid hanya 15 hari saja – Setelah itu harus punya SIM lokal.
E – IDP diperlukan hanya kalau mengalami kecelakaan,
F – IDP harus ditukarkan dengan local driving licence. Ada biaya yang tidak terlalu besar.
G – IDP harus disyahkan oleh kantor polisi lalu lintas setempat pada saat kedatangan

Baca Juga :

Naik Kereta Api Tut Tut Tuuut….

Jogging Ditepi Danau yang mengapit kota Interlaken
Danau Thun Di Kanan Dan Danau Brien Di Kiri
Eyang Kakung
Serasa Muda Kembali
Tut Tut Tuuut

Naik Kereta Api Tut Tut Tuuut…..
Siapa Hendak Turut …
Ke Bandung – Surabaya…
Bolehlah Naik Dengan Percuma
Ayo Kawanku Lekas Naik …
Keretaku Tak B’renti Lamaaaaaa …

Judul Lagu : Naik Kereta Api

Ciptaan : Ibu Soed

Dinyanyikan Di RRI Pertama Kali : 1960an

Eyang Putri
Di Switzerland Tidak Bisa
Naik Dengan Percuma

Lagu diatas sering dinyanyikan anak anak mulai dari jaman dulu sampai saat ini. Syair yang benar adalah ‘Bolehkah Naik Dengan Percuma’, tetapi karena dinggap tidak relevan dengan keadaan perkereta apian di Indonesia, maka syair lagu diplesetkan menjadi ‘Bolehlah Naik Dengan Percuma’. Akibatnya, anak anak yang saat ini sudah dewasa semua,  sekarang banyak yang nebeng Kereta Api dan nggak mau bayar. Perusahaan Kereta Api selalu merugi, kalaupun bayar maka cukup bayar diatas KA ala kadarnya dengan kondektur langsung. Yang tetap ingin ‘bayar percuma’ harus susah payah naik diatas atap.

Rel Bergigi
Ambarawa Juga Punya

Di Switzerland, naik kereta api tentu tidak bisa gratis. Yang akan saya ceritakan adalah kereta api gunung, kereta api khusus yang dibuat untuk naik gunung dengan kemiringan terjal sampai 60 derajat. Sebuah perjalanan kereta api yang sangat mengesankan dari Interlaken sebuah kota kecil yang diapit dua danau Thunersee dan Brienzersee.. Kereta api ini bisa naik keatas gunung karena memiliki gigi gigi diantara roda rodanya. Ditengah rel kereta api ini terdapat gigi gigi mirip seperti rel kereta api di Ambarawa. Sayang sekali kereta api semacam ini di Ambarawa sudah tidak jalan lagi sekarang.

Ndeso Interlaken

Untuk menuju puncak Jungfrau, sering disebut juga Top Of Europe harus melalui beberapa terowongan dan berhenti beberapa kali distasiun tertentu yang tidak perlu saya sebutkan namanya karena saya tidak tahu. Kalau kemiringan sangat terjal sekali, maka harus pindah ke kereta khusus yang bentuknya cukup unik, yaitu mereng.sesuai kemiringan gunung. Dan terakhir untuk menuju puncak Jungfrau harus turun dulu dan ganti naik lift. Inilah lift tertinggi yang terletak diatas gunung yang pernah saya lihat. Di puncak tertinggi ini dengan mudah kita bisa menyaksikan orang pingsan. Benar sekali, oksigen sangat tipis sekali, siapapun yang badannya lemah bisa pingsan kekurangan oksigen. Apalagi saat memasuki terowongan terowongan gunung maupun terowongan es.

Kambing Dan Rumah Petani
Pemandangan Dari Atas KA

Selain gunung dan salju dipuncak gunung, maka pemandangan yang bisa saya lihat dari atas kereta api adalah sawah, kebun, rumah petani, kambing dan sapi. Bah, jauh jauh ke Switzerland hanya untuk melihat kambing dan sapi. Nggak ada bedanya sama sekali dengan kambing dan sapi di Indonesia. Di Leher sapi juga dipasangi kalung lonceng yang bisa berbunyi kluntung kluntung kalau si sapi bergerak. Kambing dan sapi di Switzerland juga sama saja, kalau buang hajat juga sembarangan. Peternak/Petani bule juga sama dengan petani di Indonesia. Bangun pagi mbersihkan kandang, memandikan sapi dan kambingnya. Kalau jalan juga menghindari kotoran sapi ditengah jalan. Kalau nasib jelek dan kebetulan satu bangku di kereta api dengan peternak tersebut, rasanya juga sama saja, badannya bau kambing dan sapi.

Baca Juga :