Category Archives: Spain

Rambu Lalu Lintas ‘Cebol’ Di Spanyol


Entah Berapa Kali Aspal Ditinggikan
Sehingga Rambu Tinggal Semeter

Hilang rasa letih dan lelah kalau kita melakukan perjalanan nyetir sendiri mobil sewaan keluar kota, kemanapun diseluruh penjuru Spanyol. Sepanjang jalan sering kali kita semua tertawa terbahak bahak dan rasanya ingin sekali saya guling guling dan salto di jalanan. Bagaimana tidak tertawa, pemandangan sepanjang jalan mempertontonkan betapa lucunya Dinas Pekerjaan Umum Spanyol dan Kontraktor kontraktor  yang dapat proyek memperbaiki jalan umum.

Tahun Depan Kalau Aspal Ditinggikan Lagi
Rambu Ini Tinggal Gambar Kuda

Kalau ada kontraktor menang tender perbaikan jalan, caranya sama persis dengan para kontraktor Indonesia tahun 1970an. Aspal lama langsung saja ditimbun atau diurug dengan aspal baru, tidak dikerok dulu. Cara perbaikan jalan model timbun dan urug ini entah sudah terjadi sejak kapan, yang jelas saat ini hampir semua rambu lalu lintas  di jalan umum luar kota banyak sekali yang ‘cebol‘. Separuh tiangnya tertimbun aspal yang bertambah tebal dari tahun ketahun. Rata rata tinggi rambu lalu lintas tinggal satu meter saja.

Rambu Cebol Banyak Di Spanyol

Lebih lucu lagi kelakuan kontraktor Spanyol kalau dapat proyek untuk membuat tembok penahan longsor. Rambu lalu lintas yang menghalangi proyek pembangunan tembok tidak dibongkar atau disingkirkan dulu tapi dibiarkan apa adanya dan ikut disemen. Jadi, sudah menjadi hal yang umum kalau anda menyaksikan tiang besi rambu lalu lintas tertanam didalam tembok batu penahan longsor.

Tingginya Tinggal Satu Meter

Yang penting proyeknya bisa selesai dengan cepat, ada rambu lalu lintas atau apapun yang menghalangi proyek, semen saja beres. Gambar proyek yang disetujui Dinas Pekerjaan Umum Spanyol bisa jadi bukti bahwa tidak ada benda apapun yang menghalangi pembangunan tembok. Jadi kalau ada rambu lalu lintas yang hilang tersemen didalam tembok penahan longsor  atau hanya nampak ujung atasnya doang maka jangan salahkan kontraktornya.

Terlihat Jelas Aspal Tingginya Bukan Main
Dibanding Tanah Dibawahnya

Dinas Pekerjaan Umum Spanyol Dan
Kontraktor Perbaikan Jalan Kerjanya Amburadul

Tingginya Tinggal Satu Meter


Tiang Rambu Ini Disemen Saat Pembangunan
Tembok

Rambu Ini Ditimbun Tanah  Dan Disemen Saat
Pembangunan Tembok Batu



Rambu Ini Jadi Cebol Karena Jalan Aspal
Ditinggikan Terus

Rambu Km Ini Disemen Saat Pembangunan
Tembok Penahan Longsor Sekarang
Harus Berhenti Didepannya Untuk Baca


Tahun Depan Rambu Ini Tinggal Separuh

Jalan Baru Saja Ditambahi Aspal
Masih Hitam Mulus

Lumayan Masih Agak Tinggi
3 Tahun Lagi Tinggal 1/2 Meter


Rambu Kuning Ini Dulu Terlihat Jelas
Sekarang Hampir Tidak Terlihat
Setelah Dibangun Tembok

Baca Juga :

Rumah Spanyol, Beda Banget Dengan Di Indonesia

Ciri Rumah Spanyol Yang Asli Itu
Pagarnya Pakai Roster Lubang Angin Beton

Saya masih blusukan ke kampung kampung di Spanyol, baik di Madrid, Barcelona sampai Teneriffe Islands untuk melihat sendiri seperti apa bentuk rumah penduduk. Penasaran saya dengan istilah property yang sangat terkenal di Indonesia, yaitu ‘Rumah Gaya Spanyol’. Saya coba browsing Google dengan keyword yang sama, luar biasa dari Sabang sampai Merauke dan dari kota sampai desa saya temukan berbagai macam photo rumah dengan istilah ‘Gaya Spanyol‘. 

Iklan Properti Rumah Gaya Spanyol
Di Indonesia – Terlalu Besar Dan Megah
Nggak Ada Yang Mirip Di Spanyol

Spanyol sebelah mana yang bentuk rumahnya megah dan modern seperti iklan iklan property di Indonesia. Perhatikan gambar gambar rumah yang saya temui di kampung kampung di segala penjuru kota di Spanyol dibawah ini. Nggak ada satupun yang megah, modern dan keren seperti di Indonesia. Saya langsung bisa menyimpulkan, Arsitek dan Developer Perumahan di Indonesia ngibulnya luar biasa. Daya khayalnya luar biasa tinggi buat ngibulin konsumen property / perumahan.

Roster Lubang Angin
Kenapa Rumah Gaya Spanyol Di Indonesia
Tidak Memakai Roster Lubang Angin Beton

Memang benar ada istilah ‘Hacienda‘, ‘Finca’, ‘Ranchos’, ‘Estancias‘ yang berarti rumah / peruahan di Spanyol. Tapi nama nama tersebut populer di negara jajahan, tepatnya di jaman kolonial saat Spanyol menjajah ke berbagai negara diseluruh dunia. Hacienda, Finca, Ranchos dan Estancias itu rumah tinggal penjajah Spanyol di perkebunan, pertambangan atau sekitar pabrik di negara jajahan yang isinya buat menampung puluhan sampai ratusan  orang Spanyol dan keluarganya agar aman di negara jajahan. Ukurannya saja yang berbeda, Hacienda yang terbesar dibanding nama yag lain. Bentuknya kebanyakan kotak seperti benteng dengan banyak sekali kamar didalamnya.

Pagar Rumah Asli Spanyol
Full Roster Lubang Angin Beton

Lha negara Spanyol tanpa negara jajahan seperti yang sekarang ini luasnya nggak seberapa. Disamping itu nyaris nggak ada perkebunan, pertambangan dan pabrik yang harus dijaga dengan pengamanan extra ketat seperti di negara jajahan jaman dulu. Tentu nggak ada lagi Hacienda, Finca, Ranchos atau Extancias seperti yang pernah dibangun di negara jajahannya dulu. Yang saya temui dimana mana cuma rumah rakyat di kampung kampung dengan bentuk dan luas yang kira kira sama ‘Kere‘nya dengan rumah rumah rakyat di Perumnas atau perkampungan di Indonesia.

Pipa Air Bocor Sedang Diperbaiki
Di Kampung Spanyol

Tentu anda bertanya tanya, di photo photo di internet, majalah pariwisata dll kok Spanyol kelihatan bagus rumah rumahnya ?.  Benar sekali, yang anda lihat itu itu bukan rumah tapi Gereja, Gedung Perkantoran, Mall Modern dan Gedung Bersejarah dan Monumen peninggalan jaman dulu. Semua gedung bersejarah memang dipertahankan bagus untuk konsumsi turis. Warga Spanyol sama saja dengan orang Indonesia, ada yang punya rumah sendiri, ngontrak rumah dan ada juga yang di rumah semacam bedeng bedeng panjang yang mereka namakan flat.

Roster Lubang Angin Dipakai Buat Pagar
Warna Pagar Norak Khas Kampung

Secara umum, rumah Spanyol asli  itu pagarnya seperti rumah rumah di Indonesia tahun 1970an terbuat dari tembok dengan hiasan Roster Lubang Angin beton. Perhatikan photo photo roster lubang angin beton dibawah yang dipakai buat pagar. Ada tidak Arsitek dan Developer di Indonesia yang membangun Rumah Gaya Spanyol dengan pagar menggunakan Roster Lubang Angin ?

Rumah Petak Isinya Beberapa Keluarga

Pagarnya Mengingatkan Saya Rumah
Di Indonesia Jaman Purba

Kelihatannya Tanahnya Besar Besar
Tapi Ternyata Isinya Beberapa Keluarga

Dimana Mana Pagar Roster Lubang Angin
Yang Saya Temui

Di Negara Jajahan Spanyol
Hacienda Juga Dipagari Tembok Seperti Benteng

Sekolahan
Nggak Ada Bedanya Dengan SD Inpres

Kelihatan Besar Tapi Isinya
Beberapa Keluarga

Roster Lubang Angin Beton Lagi

Seperti Perumnas


Pohon Mangga Pak RT

Baca Juga :

Kaktus Dan Rumah Teneriffe, Canary Islands – Spain


Teneriffe Island, Kepulauan Canary – Spain
Banyak Gunung Di Kepulauan Canary
Gunung Teide, Famara, Guajara, Pico Dll

Umumnya orang Indonesia itu gampang dibohongi. Ingin disanjung kaya dan menganggap negara lain lebih bagus dari negeri sendiri. Media juga ikut menunjang, hampir setiap hari memberitakan kehebatan ‘luar negeri’. TV Entertainment pun tiap hari memberitakan kawin cerai artis dengan bule. Itulah sebabnya kenapa saat ini warga Indonesia lebih suka wisata keluar negeri, menggunakan produk produk luar negeri dan nggak mikir panjang kalau ada bule ngajak kawin meskipun seminggu kemudian cerai.

Jalannya Naik Turun bergunung Gunung

Contoh lain betapa mudahnya membohongi warga Indonesia cukup banyak. Lihat saja kelakuan Developer Perumahan/Apartment. Semua cluster perumahan dan apartment diberi nama nama asing unruk menarik konsumen. Trick seperti ini memang sukses di Indonesia, sebabnya ya karena itu tadi, ‘mudah dibohongi‘. Baca :  Bellagio, Beda Banget Dengan Yang Di Jakarta.

Pohon Kaktus Liar Di Sebelah Kiri Jalan

Masih ingat kan, beberapa tahun yang lalu sempat ngetop di Indonesia mengenai Rumah Gaya Spanyol ?. Emang pernah anda melihat sendiri seperti apa bentuk rumah di Spanyol ?. Mari saya ajak anda jalan jalan ke Canary Island, Spanyol. Tepatnya di salah satu pulaunya yaitu Teneriffe.

Kaktus Besar Besar Dan Berduri Tajam

Biar anda tahu juga dan tidak dibohongi orang lain, Canary Islands ini lokasinya bukan di Eropa tapi secara geographic terletak di Africa, cuma secara politik dibawah pemerintahan Spanyol. Tepatnya sekitar 100 Km diseberang Marocco. Jadi iklimnya masih dipengaruhi oleh iklim gurun karena dekat sekali dengan Western Sahara di Afrika.

Kaktus Lagi Di Kanan Jalan
Cuma Kaktus, Semak Semak Dan Pasir Gurun

Ada 2 provinsi dan 8 pulau yang termasuk dalam Kepulauan Canary ini. Yaitu Las Palmas Province (terdiri dari pulau Gran Canaria, Fuerteventura, La Gracioza & Lanzarote) dan Santa Cruz De Teneriffe Province (terdiri dari pulau Tenerrife, La Gomera, El Hierro dan La Palma). Yang mau saya ceritakan adalah  pulau Teneriffe.  Pulau lainnya relatif sama saja, kering, penduduknya sedikit dan bergurun banyak kaktus.

Pohon Kaktus Raksasa

Pulau Teneriffe  adalah pulau yang terbesar. Pulau ini menjadi sangat terkenal sejak tahun 1977 saat terjadi tabrakan pesawat PAN AM Flight No 1736 VS KLM Flight No 4805 dengan total korban meninggal 583 orang. Karena hal inilah saya tertarik untuk datang ke Tenerrife Island, tempat terjadinya tabrakan dan ingin melihat museum tentang kejadian tersebut. Tapi, ternyata tidak menarik seperti promosi iklannya.

Phon Sukulen
Di Indonesia Namanya Pedang Pedangan

Pulau Teneriffe ini luasnya ternyata separuh luas pulau Bali. Habis saya jelajahi hanya beberapa jam saja dengan sewa mobil. Dari Teneriffe North Airport, saya jalan menuju kota kecil El Sauzal sekitar 1 jam perjalanan. Lalu lanjut lagi ke suatu tempat bernama La Matanza dan Playa De Rojas.  Apa pula ini, kedengarannya kok keren gitu. Ternyata bukan apa apa, cuma pantai curam dengan pemandangan seperti Uluwatu Bali.

Rumah Spanyol Rusak

Nah, sepanjang jalan yang saya lalui inilah saya baru tahu. Ternyata nggak ada sama sekali rumah Gaya Spanyol yang sangat terkenal di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Yang saya temukan cuma rumah rumah rusak ditinggal penghuninya. Rumah yang masih dihuni bentuknya juga sama saja seperti umumnya rumah di Indonesia.

Hancur Dan Rusak Parah
Inikah Rumah Gaya Spanyol Yang Ditiru
Arsitek Di Indonesia

Selain itu, sepanjang jalan yang saya temui cuma pasir gurun, semak semak kering dan pohon kaktus. Iklimnya kering khas gurun karena dekat sekali dengan Sahara. Disamping itu, sepanjang jalan sepi sekali jarang berpapasan dengan orang atau mobil lain. Populasinya hanya 900.000 jiwa (2019), kalah jauh dengan Bali yang mencapai 4 Juta jiwa lebih. 

Rumah Rusak Mepet Jalan

Warganya ngumpul di kota Teneriffe, tidak menyebar. Jauh lebih menarik pulau Bali dan pulau pulau lain di Indonesia karena alamnya lebih hijau, punya kesenian dan budaya yang sangat banyak dan lain sebagainya. Nggak betah saya berlama lama di pulau ini. Nggak ada apa apanya meskipun promosinya luar biasa. Barangkali karena saya lahir dan besar di Indonesia yang memiliki jauh lebih banyak pulau yang membuat saya tidak tertarik dengan kepulauan Canary ini. Sudah terbiasa saya melihat pantai, laut, gunung dan pulau di negeri sendiri. Indonesia lebih lengkap dan lebih luar biasa dengan seni dan budayanya.

Gerbang Portal Buka Tutup Kampung
Sama Saja Dengan Di Indonesia

Nggak Ada Yang Mirip Dengan
Rumah Gaya Spanyol Di Indonesia


Rumah Spanyol
Mana Ciri Spanyol Yang Digembar Gemborkan
Developer Indonesia

Semua Rumah Bentuknya Standard
Mending Rumah Bali, Padang Dll
Punya Bentuk Khas

Gedung Kantor Setengah Jadi Sudah
Ditempati

Perkampungan Penduduk
Rumahnya Nggak Ada Yang Khas

Baca Juga :