Category Archives: Saudi Arabia

Ada Penampakan Di Sekitar Masjidil Haram Mekah

Kalau Kita Melintas Dibawahnya
Bagusnya Menunduk Atau Menegadah Keatas
Photo By Unknown

 

Terlalu Lama Meninggalkan Istri
Untuk Ngantri Teh Akibatnya
Istri Nemu Kura Kura Afrika

Sejak saya tinggal di Kuwait, bisa dikatakan hampir setiap tahun saya bisa melakukan ibadah Umroh. Kadang kadang ke Madinah juga tetapi lebih sering hanya di Mekkah khusus untuk Umroh saja. Banyak kejadian aneh yang saya alami  di tanah suci dan belum pernah ada satupun wanita yang mau secara tulus dan jujur menceritakan kejadian yang sama seperti yang saya alami. Apalagi sampai ditulis di blog dan dibaca banyak orang di internet.  Bener kata suami saya, memang wanita itu banyak yang tidak jujur kecuali saya istrinya. Ehm ehm. Nggak percaya, cari saja di google cerita aneh seperti dibawah ini,
pasti ketemunya cuma cerita dakwah.

Cara Duduk Arab Seperti Inilah
Yang Menyebabkan Kura Kuranya
Nyembul Saat Memakai Ihram

Cerita aneh yang saya maksud adalah tentang adanya Penampakan di Mekah, terutama disekitar Masjidil Haram. Entah ini namanya dapat berkah kota Mekah, dapat rejeki atau ketiban sial saya kurang tahu, yang jelas sebagai wanita saya jadi ‘galau’ setiap melihat Penampakan yang benar benar tidak saya kehendaki ini. Antara berkah, rejeki dan sial rasanya tidak ada beda sama sekali. Sungguh, ini pengalaman luar biasa disekitar Masjidil Haram yang tidak mungkin ada ibu ibu yang mau menceritakannya termasuk ke suami sendiri.

Kalau Tiba Tiba Didepan Anda
Ada Yang Duduk Pakai Ihram
Baiknya Menghadap Kemana ?

Pengalaman pertama saya terjadi saat melakukan ibadah Haji tahun 2002. Saat itu saya sedang duduk duduk di trotoar sambil menikmati  teh susu yang saya beli seharga 1 Reyal. Suami saya tidak ada disamping saya karena sedang ngantri beli makanan. Tiba tiba ada sebuah angkot yang berhenti didepan saya dan astaghfirullah wal a’dziem seorang penumpang Afrika didalam angkot Ihramnya tersibak dan langsung terlihat Penampakan yang luar biasa besar dan hitam seperti kepala kura kura yang sedang nongol. Cleguk, teh susu panas yang saya pegang langsung habis saya minum semua seketika. Saya takut menceritakan kejadian aneh ini ke suami. Dan suami cuma tanya :

Kenapa bibirmu mlonyot ?’.
Panas sekali mas teh susunya !!!!”, sambil sedikit mesra.
Nggak Doyan Makan
Gara Gara Kura Kura Hitam Afrika
Ukuran Jumbo lagi

Pengalaman tahun berikutnya juga tidak kalah seru. Saat saya duduk duduk di lantai dekat tangga dihalaman masjid menunggu suami, tiba tiba ada seorang Arab yang juga sedang memakai kain Ihram tiba tiba duduk di tangga tepat didepan saya.  Hwaduh, ‘ngowoh‘ didepan saya dan  penampakan kali ini si kura kura gondrong. Jangan salahkan saya dan jangan memberi saya  wejangan tentang doa doa untuk menghadapi jenis penampakan seperti ini. Kalau anda sebagai wanita dan tiba tiba didepan anda ada penampakan gondrong dan hanya berjarak 1 meter dan sejajar dengan wajah anda, kira kira wajah anda akan menoleh ke kiri, ke kanan atau menatap lurus ke depan ?.  Lalu ekspresi wajah anda kira kira marah, sedih, bangga, gembira, ceria, kaget, tersenyum genit, tersipu malu atau tersipu mau ?

Membelakangi Jalan Biar
Tidak Melihat Angkot Yang
Tiba Tiba Berhenti Didepan Mata

Tahun tahun berikutnya saya sudah biasa dengan kejadian penampakan di Mekah. Kalau ada orang berkain Ihram sedang naik keatap mobil atau duduk tepat didepan saya dan sejajar dengan wajah saya maka saya selalu siap dengan segala tindakan pencegahan termasuk doa doa makbul. Mulai yang gundul sampai gondrong saya pernah menyaksikannya. Yang cute sampai jumbo juga pernah saya lihat. Percaya deh, baik dari Yemen, Turki, Afrika, Arab, bule dan Indonesia pada dasarnya semua sama saja. Nggak ada yang berwarna hijau atau kuning, warna kesukaan saya. Paling saya cuma mengucap,  “eh ada setan gundul lagi” atau “eh ada kepala kura kura nongol lagi” sambil istighfar.

Ayo ibu ibu, mari kita ke Mekah dan perbanyak ibadah Umroh.

Ini Photo Penampakan Di Buckingham Palace, UK
Penampakan Di Mekah Lebih Menyeramkan
Hitam Dan Besar Sekali

 

Baca Juga Cerita Aneh Umroh Dibawah Ini:
Advertisements

Cerita Aneh Di Masjidil Haram

Tempat Sa’i Lantai 2 Masjidil Haram Mekkah
Sepi Pada Bulan Apr 2012

 

Komunitas Indonesia Kuwait
Secretary, Pramugari, Perawat,
Mechanic, Pilot, Engineer Ada

Kalau anda googling di google untuk mencari kejadian kejadian aneh saat Perjalanan Umroh atau Haji, tentu ceritanya begitu dramatis, religius dan terkadang ditulis sedemikian rupa membuat pembaca komat kamit terbawa arus cerita yang mencekam dan mendebarkan. Nggak percaya ? Coba saja cari sendiri di google dengan keyword seperti judul tulisan ini. Anda bisa temukan berbagai macam tulisan dan analisa mulai dari yang ‘gathuk mathuk’, takhayul sampai yang dakwah detail dengan berbagai macam cuplikan berbagai macam ayat ayat Qur’an. Bagi saya ya terserah saja apa yang mereka katakan.

Taman Bermain Khusus Balita
Kakek Dan Nenek Bagian
Nungguin Cucu

Misalnya saja ada yang menceritakan pengalaman Ketemu Malaikat, Ditolong Malaikat saat berdesak desakan mencium Hajar Aswad atau saat lempar Jumroh, Ketemu Setan Besar di Jamarat, Ketemu Jin dan pengalaman lain yang susah dibuktikan kebenarannya. Cerita kecopetan saat thawaf dan dihubung hubungkan dengan kebiasaan tidak pernah sedekah juga ada. Cerita kehilangan sandal yang dihubungkan dengan dosa dosa di dunia juga ada. Semuanya serem dan tidak ada satupun cerita yang bisa membuat tenang pembaca yang rata rata ingin berangkat ketanah suci untuk melakukan ibadah. Apalagi cerita yang menghibur dan bisa membuat ngakak pembacanya, jelas tabu untuk diceritakan.

Bandel, Cari Tumpangan
Ingat Madam, Tidak Boleh
Marah Ya…..

Pada bulan April 2012 yang lalu, saya sekeluarga diberi kesempatan untuk menunaikan Ibadah Umroh kembali. Saya sekeluarga berangkat bersama Komunitas Indonesia Di Kuwait. Satu bus berangkat lewat darat dan sekitar satu bus lagi lewat udara dan ketemu di Madinah. Perjalanan dengan bus dari King Abdul Azis Airport Jeddah memakan waktu lebih dari 4 jam dan cukup melelahkan. Di Madinah menginap sekitar 2 hari dan tidak ada hal hal aneh yang bisa saya ceritakan. Perjalanan saat prosesi Umroh dengan bus dari Madinah, Bir Ali, Mekkah juga baik dan lancar. Seperti tahun tahun sebelumnya, selalu saja ada cerita aneh yang bisa saya tuliskan untuk blog ini. Kali ini cerita pengalaman Umroh saya benar benar aneh dan mengejutkan saya. Rasanya tidak mungkin ada orang lain yang mau menceritakan pengalaman pribadi di Masjidil Haram seperti yang saya alami tahun ini.

Sayang Anak Sayang Anak
Putaran Pertama Si Bapak
Masih Berlari

Bukan pengalaman Ketemu Malaikat atau Ketemu Jin yang saya alami, tetapi Ketemu Skate Board didalam Masjidil Haram. Benar, jangan tertawa, ini cerita serius dan religius tentang Umroh dan sangat tidak patut untuk jadi bahan tertawaan. Saya Ketemu Skate Board dan anak anak yang sedang bermain di lantai 2, tepatnya ditempat Sa’i antara Safaa dan Marwah. Sayang saat itu saya tidak membawa camera sehingga tidak bisa mengabadikan moment bagus tersebut. Keterkejutan saya kira kira setara atau sama dengan anda saat Ketemu Malaikat, Jin atau bahkan Setan. Rupanya, tempat Sa’i sekaligus Taman Bermain Anak Anak di lantai 2 ini sengaja dipilih para orang tua karena lebih sepi dibanding lantai bawah. Pada saat orang tua menyelesaikan ibadah Umroh, anak anak cukup diparkir disuatu tempat lengkap dengan segala permainannya.

Ancang Ancang Balapan
Si Anak Bosan Akhirnya Si Bapak
Yang Harus Mengembalikan

Umumnya, yang menjadikan Masjidil Haram menjadi seperti taman bermain seperti ini adalah penduduk lokal atau pendatang dari kota atau negara terdekat. Mereka sering satu keluarga lewat dan menyempatkan diri untuk mampir dan melaksanakan ibadah Umroh. Cucu cucu dan anak kecil bermain ditunggu oleh kakek dan neneknya sedangkan anak dan menantu melaksanakan Sa’i. Tidak cuma anak anak bermain Skate Board yang saya temui ditempat Sa’i ini, balapan dan kebut kebutan juga ada. Dan yang membuat saya terkejut seperti ketemu setan adalah pelaku kebut kebutan ternyata bukan anak anak lagi tetapi sudah dewasa dan sehat wal afiat. Semula, orang tua yang sehat wal afiat tersebut menyewa kendaraan listrik roda tiga hanya untuk menghibur anaknya. Orang tua mana yang tahan kalau anak anaknya merengek rengek ingin naik kendaraan listrik yang sebenarnya hanya untuk orang tua atau cacat saja.

Go !!!
Mengembalikan Kendaraan Listrik
Ke Tempat Persewaan

Putaran pertama Sa’i, sopir kendaraan listrik masih dipegang anak anak dan bapaknya lari lari kecil sa’i, putaran kedua si anak sudah mulai bosan, bapaknya langsung ambil alih mengemudi Dan si anak duduk di samping. Putaran ketiga, anak sudah tidak ada lagi, mungkin ngantuk, turun dan dijaga ibu, kakek atau neneknya. Putaran keempat, ketemu lawan dan langsung balapan dan kebut kiri kebut kanan. Si Bapak rupanya sangat bertanggung jawab, diripada kendaraan ditinggal sembarangan lebih baik dinaiki untuk dikembalikan ke tempat persewaan.

Hallooo Hallooo
Coba Tebak, Siapa Yang Sakit
Dan Siapa Yang Numpang

Sedang asyik mengamati taman bermain ini tiba tiba terdengar bunyi polyphonic telephone genggam yang suaranya mirip HP saya. Ternyata seorang ibu yang yang saat itu juga sedang naik kendaraan listrik roda tiga mendapat telpon, kemungkinan telpon dari kampung halaman di Riyadh, Oman, Qatar, UAE atau Kuwait. Kira kira kalau saya terjemahkan ke bahasa Indonesia do’a Sa’i ibu ibu tersebut sbb : “Hallo… Hallo… Yaa….Saya Sudah Sampai Mekkah…. Baru Saja Tiba Kira Kira Sejam Lalu…..Sekarang Sedang Sa’i Putaran Ketiga……Belum… Belum Kemana Mana…. Nanti Saya Tilpun Lagi Ya…….”.

Baca Juga Cerita Aneh Umroh Dibawah Ini:

Oleh Oleh Dari Mekkah

Selalu Ramai Saat Bubaran

Maghrib

Beberapa hari lalu saya masih jalan jalan di sekitar Masjidil Haram, Mekah. Seperti biasa, bosan menunggu waktu sholat maghrib didalam masjid maka prosesi Umroh berikutnya saya lakukan diluar masjid, yaitu Thawaf Mall. Saya sempat melihat lihat berbagai macam toko, mulai toko parfum, pakaian sampai sajadah. Telinga saya juga sempat terusik untuk mampir kesebuah  toko buku, kaset dan CD tentang Islam. Toko yang selalu gegap gempita memperdengarkan bacaan bacaan Qur’an ini ternyata sedang nyetel video  tentang seorang Qari asal Pakistan bernama Saad Nomani. Pengunjungpun juga ramai dan  asyik mendiskusikan orang hebat Pakistan tersebut meskipun bahasa yang dipakai diskusi tidak nyambung sama sekali. Ada yang ngomong pakai bahasa Turki, Arab, Jawa dll. Berbeda beda bahasa, tetapi apa yang dibicarakan bisa saling dimengerti.

Salah Satu Tempat ‘Lempar Riyal’

Dalam Prosesi ‘Thawaf Mall’

Bagaimana saya tidak kagum dengan orang Pakistan ini, beliau bisa menirukan sekitar 85 suara Imam / Qari  pembaca Quran terbaik didunia, lengkap dengan cengkok dan tarikan nafas yang menurut saya sangat sulit dibedakan dengan aslinya. Coba dengarkan suara mirip Imam Masjidil Haram Mekah, Sheikh Abdur Rahman As Sudais pada cuplikan video diatas yang diambil pada sebuah acara di Canada. Kira kira berapa persen kemiripannya ? Pantas kalau seluruh pendengarnya di Canada tersebut seperti tersihir. Dengarkan bagian akhir dari video tersebut betapa miripnya dengan Masjidil Haram saat ini. Nah, silahkan baca sendiri nama nama Imam dan Qari ternama yang bisa ditirukannya melalui http://en.wikipedia.org/wiki/Saad_nomani. Atau bisa juga anda baca riwayat hidupnya melalui http://www.saadnomani.com/.

Prosesi ‘Lempar Riyal’

Di Mekkah
Ringkasannya sbb :
  • Makkah Mukaramah (15 Imam / Qari) termasuk Sheikh Abdur Rahman As Sudais yang sering kita dengar saat ini di Mekah.
  • Madinah Al Munawarah (16 Imam / Qari)
  • Masjid Quba – Madinah Al Munawarah (3 Imam / Qari)
  • Masjid Qiblatain – Madinah Al Munawarah (1 Imam / Qari)
  • Masjid Lain Lain (53 Imam / Qari) termasuk suara asli dirinya sendiri.
Masjidil Haram Mekkah
Suara Imam Sheikh Abdur Rahman As Sudais

Tak Kan Pernah Terlupakan
Baca Juga :

Selir Nabi Dan Jamban Sorga

Toko Parfum – Banyak Terdapat
Di Sekitar Masjid Di Mekah

Orang Arab Saudi umumnya tidak secanggih Kuwait dalam hal berbahasa Inggris, tetapi mereka lebih lancar berbahasa Indonesia dibanding Arab lain dinegara sekitarnya. Perhatikan saja kalau anda datang ke Medinah atau Mekkah, dengan mudah anda akan mendengar ‘Mari ibu silahkan masuk harga murah…‘, ‘Lima riyal dapat tiga murah murah…‘ atau ‘Tidak boleh ibu, jangan ditawar lagi harga sudah paling murah ….‘. Semua Arab ditoko toko apapun di Madinah dan Mekkah sangat lancar mengucapkan bahasa Indonesia, terutama angka angka dan beberapa kata seperti diatas. Mantapkan saja kalau anda ingin berangkat ke Saudi, semua lancar berbahasa Indonesia.

Jemaah Umroh Indonesia
Ngantri Belanja Parfum

Tetapi saking banyaknya orang Indonesia yang datang ke Saudi, baik yang bekerja, umroh maupun haji, maka selalu saja ada yang iseng ngajari arab dengan kosa kata yang tidak benar. Saya cukup kaget ketika melintas disebuah toko di Mekah dan disapa dengan bahasa Jawa ‘Monggo ndodok bu….,‘ sambil tangannya mempersilahkan masuk dengan gerak lembut ala kraton Solo. Setelah saya usut ternyata maksudnya ‘Silahkan masuk ….’ padahal arti sebenarnya ‘Silahkan jongkok’. Langsung saya mampir sambil memberi penjelasan sedikit bahwa ‘monggo ndodok’ hanya cocok diucapkan untuk remaja atau anak anak. Kalau berbicara dengan orang tua harus menggunakan bahasa Jawa kromo inggil’ yang lebih halus. ‘Monggo ndelosor bu/pak…..’. dan Arab tersebut mengingat sambil mengulang ulang kalimat baru tersebut berkali kali.

‘Malaikat Subuh’
Baunya Terlalu Keras

Di sebuah toko parfum didepan Masjidil Haram saya sempat mampir untuk membeli oleh oleh. Penjualnya ramah sekali meskipun brewokan seperti preman. Belum sempat berbasa basi, si penjual sudah mengeluarkan tester parfum dan mengoleskan ketangan saya. ‘Ini harum bu, namanya Malaikat Subuh…’.  Hah…., siapa pula orang Indonesia yang ngajari nama nama aneh seperti ini. Karena kita sekeluarga suka wewangian yang berbau kayu, maka langsung saya tanya ‘punya tidak yang berbau kayu ?. Jawabannya membuat saya tersenyum ‘Ada … langka dan mahal…., nama Air Kayu Kuldi. Buah kuldi dimakan nabi Adam…..  kayu kuldi jadi parfum… tinggal satu botol….‘. Kalimat yang diucapkan cukup panjang, tetapi terlihat sekali menghapal…..

Ini Dia ‘Jamban Sorga’ Yang
Sangat Mahal

Ketika saya tanyakan yang berbau segar, langsung dikeluarkan 3 botol sekaligus dan namanya cukup kontroversial yaitu Harem Sultan Mandi, Selir Nabi dan Jamban Sorga. Siapa yang ngajari kosa kata tersebut tampaknya tidak perlu diusut. Dari namanya saja kita sudah tahu betapa harumnya Harem Sultan kalau baru keluar dari kamar mandi, dan juga tidak perlu diusut nabi mana yang punya selir berbau segar dan harum. Tetapi, parfum yang bernama Jamban Sorga benar benar mengganggu pikiran saya. Air Jambannya saja baunya harum bukan main apalagi sudut sudut sorga yang lain. Pantas saja banyak yang ingin masuk sorga. Akhirnya saya putuskan untuk membeli masing masing satu, ‘Malaikat Subuh’, ‘Selir Nabi’ dan ‘Jamban Sorga’……, siapa tahu suatu saat nanti kesampaian masuk sorga  dan mengambil sendiri air jambannya meskipun saat ini baru bisa mencium baunya saja.

Baca Juga Cerita Cerita Sekitar Umroh Dibawah Ini :

Cerita Jorok Dan Vulgar Dari Saudi Arabia

Siap Umroh Setelah Perjalanan Jauh
Dengan Bus Yang Melelahkan

 

Lega Istirahat Di Tempat
Yang Paling Bersih Di Saudi

Ini adalah cerita cerita jorok dan vulgar yang orang lain tidak mungkin mau menceritakan. Apalagi kalau kejadian terjadi pada saat perjalanan Umroh, sebuah perjalanan religius yang umumnya tabu untuk menceritakan hal hal yang tidak ada hubungannya dengan ibadah Umroh. Tetapi bagi saya, cerita jorok dan vulgar semacam ini harus saya ceritakan agar semua orang bisa mengambil hikmahnya dan siap apabila hal yang sama terjadi pada anda. Tidak ada yang saya tutup tutupi, cerita dibawah ini benar benar saya alami setiap kali saya melakukan perjalanan Umroh ke Saudi Arabia, baik perjalanan ldarat antara Kuwait – Madinah, Madinah – Mekkah atau Mekkah – Kuwait.

 
 
 
Toilet Terbersih Yang
Saya Temui Di Saudi

Cerita jorok yang paling heboh adalah tentang kakus atau WC umum yang ada disepanjang jalan Saudi. Kalau tidak sedang melakukan perjalanan Umroh, barangkali saya sudah ngomel menyaksikan  toilet Arab ditempat tempat istirahat sepanjang jalan. Tetapi karena sudah kehendak yang diatas bahwa kita harus berhenti di tempat istirahat semacam ini, maka apapun yang kita temui sepanjang jalan kita ambil hikmahnya dan kita anggap sebagai barokah. Semua pemandangan dan temuan didalam toilet harus kita ‘syukuri’ dan kita jadikan pelajaran, bahan pembicaraan dan juga guyonan yang tidak ada habisnya. Ada yang menemukan ‘harta karun’ yang berukuran Arab Size dan ada juga yang berukuran Cute. Untuk menghibur diri, banyak pula yang menyebut ‘temuannya’ sebagai ‘isyarat akan datangnya rejeki’.  Tetapi ada juga yang mengatakan temuannya didalam toilet sebagai ‘The Real Rejeki’ karena tidak semua orang bisa datang ke Saudi dan ketemu ‘harta karun’ yang bisa bikin mampet toilet. Pokoknya asal ngomong saja, yang penting gembira dalam perjalanan darat yang cukup jauh dan melelahkan ini.

 
Satu Teko Untuk ‘Harta Karun’
Segede Gajah – Pantas Mampet

Kenapa rata rata toilet umum di Saudi joroknya bukan main ?,  nah jangan tanyakan saya. Yang jelas kalau melihat teko untuk menyiram yang tersedia didalam toilet, ukurannya hanya sekitar 1 liter saja per teko maka jelas tidak akan bisa menggelontor ‘harta karun’ orang Arab yang ukurannya sudah jelas jauh lebih besar dari rata rata bangsa lain. Apalagi kalau benar perkataan seorang kawan yang begitu sumringah ekspresinya saat meneriakkan temuannya ke kita semua yang sedang duduk duduk santai ‘Wuah…. Buesar Sekali Mbak……!!!!!’.

 
 
 
 
Menuju ke Mekkah

Cerita jorok dan vulgar berikutnya terjadi saat perjalanan ditengah gurun dan kebelet pipis sudah tidak bisa ditahan lagi. Pompa bensin atau tempat peristirahatan masih sangat jauh sekali sehingga tidak ada alasan lagi untuk meminta pak sopir berhenti sebentar untuk buang air. Bagi laki laki tidak begitu masalah, tinggal membelakangi bus dan langsung buang air. Tetapi bagi wanita, masalah sepele seperti ini menjadi luar biasa ribet karena tidak mungkin meniru cara lelaki yang tinggal membelakangi bus saja. Celakanya, sepanjang perjalanan jarang ditemui pohon atau batu yang bisa digunakan untuk menutup sedikit saja bagian bokong yang pasti akan dengan mudah dilihat dari atas bus kalau harus ngikuti cara laki laki.

Terbersih Kebanggaan Saudi
Yang Pernah Saya Temui Di
Perjalanan Selama 5 Tahun Terakhir

Untungnya, saya selalu sedia kain sarung khusus untuk perjalanan darat di Saudi. Kain sarung dibentangkan dan dipegang oleh dua orang ibu ibu bergantian. Kalau terasa ‘semriwing’ angin dibagian bokong berarti pegangan sarung ketinggian, tinggal teriak saja ‘jangan tinggi tinggi pegang sarungnya !!!!’. Hanya cara inilah yang paling nyaman dan saya tidak bisa menghitung lagi, berapa kali penumpang bus melihat ‘knalpot’ bagian belakang saya waktu pegangan sarung terlalu tinggi. Dan saya juga tidak tahu, ada Arab melihat memakai teropong atau tidak didepan saya. Memang saya telah berusaha sebisa mungkin agar ‘head lamp’ tidak terlalu menyorot jauh kedepan, tetapi apapun usaha saya, rasanya sudah maksimal sekali. Terbukti, tidak ada satupun onta yang mendekat dan tertarik dengan kilauan ‘head lamp’ yang menyorot kedepan dan bersinar terang.

Ceria Setelah Masuk Hotel
Bisa Eek Dan Pipis Sepuasnya
 
 

Catatan Umroh 6 : Mereka Yang Dibutakan Dan Disesatkan

Gayanya Sudah Bagus, Sayang
Tukang Photonya Tidak Melihat
Ada Tiang Yang Menutupi Wajah

Kalau anda ditanah air Indonesia dan mendengar cerita cerita jamaah haji yang baru pulang dari tanah suci Mekah, tentu anda akan mendengar berbagai macam cerita yang menakutkan. Semua ingin mnceritakan pengalaman masing masing saat ditanah suci dengan bahasa mereka sendiri yang terkadang dibuat sedemikian dramatis, tragis dan bahkan traumatis. Ada yang bercerita pengalaman saat kehilangan arah mencari hotel tempat tinggalnya dengan istilah ‘disesatkan’ hingga tidak bisa menemukan kembali hotelnya. Ada juga yang mengatakan ‘dibutakan’ saat mereka tidak melihat sama sekali keluarganya yang sebenarnya saat itu sedang berdiri didekatnya. Umumnya, cerita dramatis seperti itu selalu berakhir dengan happy ending setelah sholat taubat atau membaca doa tertentu berkali kali.

Tidak Melihat Ada Yang Sedang
Bergaya

Photo photo disamping ini adalah salah satu bukti nyata bahwa di tanah suci Mekah dan Madinah banyak sekali orang yang melihat tetapi sebenarnya tidak melihat sama sekali. Ada yang khusuk baca doa dan tiba tiba berhenti didepan orang yang sedang bergaya hendak diphoto. Tetapi banyak juga yang jalan sambil kirim SMS lalu nubruk orang didepannya. Yang lebih banyak lagi adalah tidak melihat lagi dimana sandalnya ditempatkan. Baca :  Catatan Umroh 3 : Apa Yang Kau Cari untuk melihat sendiri bukti bukti lain bahwa istilah ‘disesatkan‘ atau ‘dibutakan‘ yang cukup terkenal dikalangan jemaah haji Indonesia memang ada. Jadi, wajar kalau ada yang tidak tahu lagi dimana letak hotelnya.

Salah Kiblat

Bahkan, salah kiblat juga ada. Saya tidak tahu pasti kenapa bisa terjadi seperti ini di Madinah. Rasanya tidak mungkin orang tersebut tidak tahu arah kiblat di masjid sebesar Al Nabawi, rasanya juga tidak mungkin orang tersebut menderita sakit ingatan tetapi yang selalu saya saksikan, banyak orang yang kerjaannya menyentuh atau memegang pagar besi, tembok, pintu atau apapun benda mati didalam dan sekitar masjid dan menciumnya. Gambar disamping adalah salah satu orang yang ‘disesatkan’ dan salah kiblat setelah sebelumnya sibuk memegang dan mencium pintu masjid yang sedang ditutup. Termasuk aliran apakah yang seperti ini ?

Catatan Umroh 5 : Masjid Qisas Jeddah

Mejeng Didepan Masjid
Qisas Jeddah

Sudah berkali kali saya mendengar tentang sistem hukum yang diterapkan di Saudi Arabia. Rasanya kalau mendengarkan cerita cerita tentang hukuman yang diterapkan di Saudi Arabia terhadap seorang ‘pesakitan’ membuat jantung berdetak lebih kencang. Hukum pancung, potong tangan, atau rajam memang tidak dipakai di Indonesia maupun Kuwait. Rasa tertarik untuk menyaksikan tempat tempat unik inilah yang membuat kita harus bersusah payah keliling kota Jeddah untuk mencari sebuah masjid yang terkena dengan nama Masjid Qisas.

Arsitektur Masjid Qisas Yang
Lain Daripada Yang Lain

Nama sebenarnya adalah Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali, katanya orang kaya Saudi yang membangun masjid ini. Letaknya benar benar ditengah kota Jeddah yang ramai di kawasan Ballad, sebuah wilayah di tengah kota Jeddah yang sangat terkenal dikalangan jemaah haji Indonesia karena terdapat pasar besar tempat jemaah haji Indonesia shopping sebelum pulang ke Indonesia. Letaknya ditengah bundaran besar antara jalan Bagdadiyah, jalan Syeikh Al Juffali dan Jalan Madinah. Sbelah barat terdapat kantor Sekretariat Departemen Luar Negeri Kerajaan Saudi Arabia dan disudut lain terdapat Markas Polisi Militer Jeddah. Asrama Jamaah Haji Indonesia rasanya tidak terlalu jauh dari tempat ini karena sempat kita lewati sebelumnya.

Tempat Hukuman Pancung
Disamping Masjid Qisas

Tempat hukuman pancung berada persis disamping masjid. Hanya berupa lantai keramik yang ditinggikan sekitar setengah meter dari sekitarnya dan berukuran tidak lebih dari 15m x 15 m. Bayangan saya tempat ini mengerikan dan selalu berbau anyir darah, ternyata tidak sama sekali. Sehari hari malahan dipakai untuk tempat duduk duduk atau tiduran para sopir taxi dan juga sopir sopir mobil pribadi yang sedang istirahat. Tempat ini memang lebih mirip tempat parkir dan tempat istirahat para sopirnya dibanding tempat hukuman mati yang menyeramkan. Tanda larangan memphoto banyak terdapat disekitar tempat ini dan karena ada tanda larangan photo ini sajalah saya bisa percaya bahwa tempat ini memang sering dipakai untuk melakukan hukuman pancung.

Saya Kira Mau Ada Qisas,
Ternyata Rombongan Turis Umroh
Hukuman pancung selalu dilakukan setiap hari Jum’at setelah selesai sholat Jum’at dan sangat cepat dan efektif sekali dengan disaksikan banyak orang yang kebetulan melihat, sengaja mau melihat atau mereka yang merasa ‘haus hiburan’. Begitu gluduk kepala terpenggal, langsung lantai disiram air, dibersihkan dan dalam waktu tidak lebih dari beberapa menit saja tempat tersebut sudah kembali seperti biasa. Pada saat yang sama jenasah disholatkan sebentar di Masjid dan selesai. Tahu tahu diluar sudah terlihat sopir sopir kembali ke aktifitas semula yaitu duduk duduk dan tiduran. Begitulah cerita sopir taxi yang mengantar saya ketempat ini.