Category Archives: Russia

Hermitage Museum St Petersburg

Gedung Sebelah Kiri Adalah Hermitage Museum
Ngantri  Masuk Museum
Dingin Sekali
Yuk kita jalan jalan ke Musseum. Kali ini saya ajak anda jalan jalan ke Hermitage Museum di St Petersburg, bekas ibukota Russia yang pernah gonta ganti nama menjadi Petrograd (1914), Leningrad.(1924) dan tahun 1991 kembali lagi menjadi St Petersburg. Hermitage Museum ini berada ditengak kota dan hanya beberapa meter saja dari Neva River yang membeku saat saya kunjungi. Jangan datang ke Museum ini saat hari Senin karena tutup. Hari Selasa sampai Minggu buka seperti biasa mulai jam 10:30 sampai jam 18:00. Tapi ingat, waktu di Russia sangat berbeda dengan di Indonesia, kadang setengah tahun siang lebih panjang dari malam dan kadang malam lebih panjang dari siang tergantung bulan apa anda datang. Jadi, saya kesulitan mengatakan jam buka museum pagi, siang atau sore dan jam tutupnya siang, sore atau tengah malam.
Orang Russia Tahan Dingin Sedangkan Saya
Ngoplok Kedinginan Hanya Beberapa Menit Saja
Semua Karya Pelukis Terkenal
Ada Di Museum Ini.
Loket untuk beli tiket lumayan hangat karena didalam ruang tertutup tapi saat masuk kedalam museum harus ngantri lumayan panjang. Bagi orang Russia nggak ada masalah kalau harus ngantri diluar karena mereka lebih tahan dingin, tetapi bagi orang kampung seperti saya, mau nggak mau harus selalu bergerak, jogging maju mundur, loncat loncat dan lari ditempat. Akibatnya jadi tontonan orang dan selalu ditanya pakai bahasa Russia yang kira kira kalau saya nggak salah mengerti maksudnya “Anda dari mana kok loncat loncat kayak orang sinting ?
Ini Patung Dari Pemahat Italia
Kenapa Bisa Jadi Koleksi Museum Russia Ya ?
Emas Murni Dimasukkan
Etalase Kaca Khusus Anti Pecah
Begitu sudah masuk kedalam museum, semua jaket, tas, topi hangat harus dititipkan. Modar, bisa tambah beku dan serba mengkeret nih kalau satu satunya jaket penghangat dilepas. Tetapi ternyata yang dingin hanya di ruang locker tempat penyimpanan barang saja. Didalam museum cukup hangat karena pemanas ruangan bekerja dengan baik. Yang cukup mendebarkan adalah saat saat berada di ruang locker ini. Wong ndeso nggak ngerti cara membuka locker dan cara menyimpannya. Setelah diberi kunci elektronik, dengan gaya executive langsung percaya diri mencari locker sesuai nomor. Tapi, setengah jam putar puter nggak bisa ketemu. Bagaimana bisa ketemu, semua tulisan dan petunjuk dalam bahasa Russia dengan huruf terbalik.
Lukisan dari Maestro Pelukis Manapun
Ada Di Museum Ini
Begitu masuk kedalam Museum, langsung saya terkejut luar biasa. Lantai bawah sendiri isinya semua patung dan artefak peninggalan sejarah dari Mesir. Ini barang dengan jumlah ribuan kok bisa berada di Russia gimana ceritanya ?, kapan menjarahnya ? Siapa yang menjarah dan membawa ke museum ini ?. Saya curiga semua barang dibagian ‘Egyptian Antiquities’ adalah barang jarahan karena di Museum Louvre juga ada ribuan artefak Mesir. Tapi biarlah, daripada saya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ke Mesir lebih baik menikmati saja peninggalan raja raja Mesir di museum ini
Saya Paling Senang Lihat Lukisan
Lukisannya Hidup
Serba Lapis Emas
Dimana Mana

Di Lantai Satu membuat saya terkagum kagum, banyak barang barang terbuat dari emas murni yang dikerangkeng dalam lemari kaca anti rampok, maling atau penjarahan. Camera CCTV dimana mana. Pantas sekali semua jaket harus dilepas kalau masuk ke museum ini. Dinding, kusen pintu, lampu semuanya berornamen emas. Kalau CCTVnya banyak berarti emas betulan, kalau nggak ada CCTV berarti emas sepuhan KW 3. Sambil malu malu kucing saya pegang gelang emas yang saya pakai, ternyata beratnya nggak seberapa dibanding berat patung burung emas yang dikerangkeng didalam lemari kaca. Padahal kalau saya pulang kampung saat Lebaran, rasanya bangga bukan main kalau bisa pamer ke handai taulan  bahwa ‘mbokde Susy’ punya gelang emas buesar sekali sejak tinggal di luar negeri.

Hari Kamis Minggu Pertama
Gratis Untuk Semua Pengunjung
Dinding Dan Lampu
Semua Serba Emas
Tapi bagaimanapun juga, saya bisa menilai Hermitage Museum ini adalah yang terbaik dari sekian banyak museum yang pernah saya kunjungi. Jauh lebih baik penataannya dibanding Louvre Museum Paris. Koleksinya buanyak sekali dan bagian ‘Jewellery And Decorative Art‘ membuat saya ngiler berkepanjangan karena koleksinya serba emas dari berbagai macam negara. Bagian ‘Italian Rennaissance‘, ‘Italian And Spanish Fine Art‘ membuat saya bertanya tanya juga ‘barang barang ini dibeli, dijarah atau bagaimana caranya bisa didatangkan dari Italia dan Spanyol dan memenuhi seluruh tempat di museum raksasa ini. Tapi biarlah, yang jelas saya puas mengunjungi Hermitage Museum ini. Tapi jangan bilang ya, saya nggak bayar sama sekali masuk museum ini. Setiap hari Kamis minggu pertama setiap bulannya selalu gratis buat semua pengunjung. Anak anak dan pelajar malah gratis setiap hari.
Bangunan Museum
Menyatu Dengan Winter Palace

Baca Juga :

Patung Patung Jaman Rennaissance
Ada Lukisan Rembrandt
Dan Pelukis Terkenal Lainnya

Pasar Ismailovo, Pasar Souvenir Di Moscow

Gedung Ini Katanya Tempat Acara Pernikahan
Dilihat Dari Jembatan Menuju Pasar Izmailovo

.

Lapak Pedagang Di Luar Pasar
Bisa Digropyok “Tibum”

Dengar namanya saja, saya langsung tersentak. Namanya kok sangat Islam sekali. Ismail seperti nama Nabi dalam agama Islam atau nama nama orang di negara negara Islam. Dimana letaknya ? Ternyata tidak jauh dari Izmailovsky Park, Izmailovo District di kota Moscow bagian Timur. Lokasinya mudah dicapai dengan menggunakan Metro, kereta api bawah tanah. Naik saja metro dengan jurusan Arbatskaya – Pokrovskaya (Jalur Biru Tua atau Ungu dalam Metro Map). Soal nama, rasanya memang benar, Russia punya sejarah dengan Islam jaman dulu, saat Ottoman (Usmaniyah) berkuasa di Turki.

.

Ih Imut Banget, Tapi Kok Berat Ya

.

Lapak Pedagang Souvenir
Source : Google Image

Saat saya keliling ke banyak tempat di kota kota di Russia, saya sering menyaksikan gedung gedung, cathedral atau gereja kuno dengan arsitektur khas Islam. Sering saya jumpai cathedral tetapi saya perhatikan semuanya berkubah emas dan beberapa gereja ada bekas mirqab yang mengarah ke kiblat. Bangunan cathedral / gereja tua di Russia hampir semuanya memiliki kubah seperti layaknya masjid dengan pilar pilar melengkung khas Timur Tengah. Dari Wikipedia yang pernah saya baca, saat ini penduduk Russia yang beragama Islam sekitar 16.379.000 jiwa, atau 11.7 % dari total penduduk, tidak termasuk negara negara pecahan Uni Sovyet seperti Kazakhstan dll.

.

Jual Barang Antik Dan Bekas
Source : Unknown (Google Image)
.
Ada Tibum
Lapak Ditinggal

Pasar Izmailovo ini adalah tempat dimana anda bisa menemukan berbagai macam Russian Souvenir seperti boneka Matryoshka sampai topi bulu khas Russia dengan berbagai macam kualitas dan harga. Jual pakaian, gadget dan barang bekas juga ada. Tinggal bawa tas besar dan duit yang banyak saja kalau mau belanja ditempat ini. Lantai pertama lebih banyak pedagang kerajinan tangan dan lantai atas banyak pedagang sendok, garpu, pecah belah baru dan antik. Namanya saja pasar, pedagangnya juga susah diatur dan banyak yang buka lapak diluar area pasar. Pokoknya gelar dagangan dimanapun sesuka hati yang banyak dilalui orang. Kalau anda pedagang kaki lima di Indonesia, nggak usah kecil hati. Kelakuan ‘tidak tertib’ dan ngamuk kena gropyokan Tibum bukan monopoli Indonesia saja.

.

Penjual Topi Russia Bulu Kelinci
.
Seperti Pasar Blok M

Kapan bukanya pasar ini ? Buka setiap hari mulai jam 10:00 Pagi sampai jam 18:00 sore. Beberapa kios banyak yang buka akhir pekan saja. Waktu terbaik untuk belanja souvenir di Izmailovo Market ini adalah Sabtu jam 10 pagi sampai jam 6 sore dan Minggu jam 10 pagi sampai jam 3 sore. Musim dingin, jangan coba coba kesini, bisa beku. Jangan tergesa gesa beli barang sebelum anda keliling ke seluruh pasar dan menanyakan harga. Namanya saja pasar, barang sama dengan kualitas sama harganya bisa beda beda meskipun hanya berjarak beberapa langkah saja. 
.

Topi Russia Kulit Kelinci
Bukan Kulit Beruang Kutub
.
Barang Antik Murah

Yang membuat harga mahal di pasar ini, pedagangnya criwis sekali. Untuk sebuah souvenir barang antik kecil berupa hiasan meja logam, si pedagang ceritanya panjang sekali dan rasanya hampir seluruh sejarah jaman Tsar Russia diceritakan semua. Nggak peduli yang mau beli nggak bisa sama sekali bahasa Russia, pokoknya nyerocos terus. Akibatnya, pembeli jadi segan nawar, atau barangkali cepet cepet bayar biar tidak kelihatan terlalu bengong karena tidak tahu apa yang diceritakan.
.

Tinggal Pilih Barang Antik Perunggu Atau
Boneka Matryoshka, Tentu Pilih Yang
Ringan Dong Biar Nggak Over Baggage

.

Baca Juga :

NOTE : Photo photo dibawah adalah gereja kuno Russian Ortodox  di Kremlin, bukan di Izmailovo Market. Semua berkubah emas.

.

Ini Gereja Atau Masjid
Ada Bekas Mirqab Menghadap Kiblat
Gereja Ini Kubahnya Banyak
Pintu Masuknya Seperti Mirqab
Kubah Gereja Dengan Lengkungan
Khas Timur Tengah


Susahnya Pengemis Dan Pengamen Eropa

Siapapun Kalau Ditanya Jawabannya Selalu Ngeles
Katanya Mahasiswa Seni Musik
Emangnya Tiap Hari Mbolos Kuliah ?

.

Yang Duduk Duduk Dibelakang
Bukan Sedang Nonton
Tapi Memang Tempat Santai
Coba anda tunjukkan photo photo pada gambar ini ke Bule Eropa, Pasti jawabannya kan ngeles semua. Ada yang mengatakan ‘Oh, itu mahasiswa seni musik yang sedang praktek‘. Ada yang lebih lunak lagi ‘Oh, itu seniman jalanan yang sedang unjuk kebolehan‘. Ada juga yang njawab sambil melempar tanggung jawab ke negara tetangganya ‘Oh, mereka dari Eropa Timur, negara negara ex komunis yang miskin‘. Percaya ?, Mbelgedes semua. Di Eropa juga sama saja dengan negara lain, ada pengangguran, ada juga penduduk yang kehidupan sehari harinya susah, miskin, ngemis dan sejenisnya. Emangnya mereka mbolos kuliah setiap hari, dari pagi hingga malam ditempat yang sama ngamen ?.
.
Drummer Ngamen
Modal Drum Listrik
Yang saya heran, kalau ada orang Indonesia baru pulang dari wisata Eropa, jawabannya juga sama saja. ‘Oh, mereka seniman jalanan.. bagus bagus lho atraksinya‘. Sambil menunjukkan photo sedang dirangkul gembel jalanan Eropa. Saya yang sehari hari mondar mandir ke Eropa sering menyaksikan tingkah polah turis Indonesia. Pura pura bloon terkadang saya tanggap juga ceritanya dan astaga, banyak gadis remaja seumuran SMA yang benar benar mendambakan punya jodoh bule
.
Mau kalau dapat jodoh si Steven yang pinter pantomim tadi ?‘.
Mau dong……‘.
Dengan mas Ardi ini mau nggak ..?‘ sambil saya tunjuk suami saya yang sedang nonton salah satu gembel Eropa sedang ngamen.
Ih ngapain……emangnya nggak ada cowok lain‘. Saya akui, memang suami saya ini tampangnya kere sekali. Lebih memelas dan memprihatinkan dibanding Tukul Arwana.
.
Gerobak Musik
Lihat, Menoleh Saja Tidak Meskipun
Suaranya Keras Sekali
Sebenarnya, hidup di Indonesia sangat enak sekali di banding Eropa. Entah kenapa obsesi sebagian besar orang Indonesia pingin bekerja di Eropa. Bayangkan, tanpa modal apa apa seorang Pak Ogah di pertigaan jalan saja bisa mendapatkan uang receh sangat banyak dari mobil mobil yang akan diseberangkan. Di Eropa, nggak mungkin ada yang mau memberi uang receh kalau anda melakukan hal yang sama berdiri ditengah jalan. Untuk ngamen saja harus punya modal sangat besar. Paling tidak harus punya peralatan ngamen yang sangat mahal sekali, yang paling sederhana adalah baju badut. Baju badut ini banyak dipakai para ‘Pemula’ karena disamping hangat bisa menutup wajah. Jaket tebal juga syarat mutlak modal awal ngamen kalau nggak mau mati beku kedinginan.
.
Lihat Ukirannya
Berapa Modal Yang Diperlukan
Untuk Ngamen ?
Di Indonesia dengan bermodal kain lap saja juga bisa dapat uang banyak hanya dengan ngelap kaca mobil di perempatan jalan. Nggak mungkin cara seperti ini bisa dilakukan di Eropa. Jadi, bagaimanapun juga negara kita jauh lebih baik dan masyarakatnya sangat sosial sekali. Orang Indonesia memang terkenal sosial dimanapun juga dan saya sudah buktikan sendiri dimanapun juga kita terbiasa selalu memberi tip meskipun sebenarnya menurut kacamata orang Eropa tidak perlu. Berkali kali saya ditegur bule agar jangan memberi duit sembarangan ke orang orang tersebut. Tetapi, rasa sosial kita rasanya memberontak kalau dilarang memberi sedekah ke orang orang yang kurang beruntung seperti diatas.
.
Modal Gitar Dan Jaket Tebal
Nggak Ada Satupun Yang Sosial
Memberi Sedekah
Dan masih banyak contoh lagi, betapa indahnya Indonesia, betapa mudahnya mengais rejeki di negeri sendiri. Dan jangan percaya kalau kawan, tetangga atau sadara kita yang baru pulang dari wisata Eropa mengatakan sebaliknya. Mereka hanya beberapa hari saja di Eropa. Saya mengatakan lain karena hampir tiap hari disana dan saya tahu si Steve, Mathew dan John sudah mulai berdiri dan ngamen ditempat yang sama sejak berapa tahun yang lalu. Kalau anda ingin membantu mengentaskan kemiskinan di Eropa, bawa saja mereka ke Indonesia. Insya Allah Yuni Shara, Sophia Latjuba dan artis film, sinetron dan penyanyi lainnya ada yang tertarik untuk menjadikan suami dan bisa membantu meningkatkan popularitas di tanah air.

.

Baca Juga :

Yang Ini Kalau Di Indonesia Bisa Jadi
Rebutan Artis Film Dan Sinetron
PKL Di St Petersburg
Sama Dengan Di Indonesia, Juga Takut Ada Tibum
Modal Baju Beruang – Cocok Bagi Pemula
Hangat Dan Wajah Tak Terlihat
Siapa Mau Nyumbang ?
Contoh Orang Tua Yang Tidak Diperhatikan
Pemerintah Dan Keluarganya
Orang Tua Terlantar
Kelihatannya Bagus Ya ?
Sebenarnya Pakaian Pengamen Diatas Nggak Pernah
Dicuci Dan Berbau Prengus

Restaurant Ikan Berlogo Ayam Di Moscow

Ini Rumah Makan Terkenal di Moscow
Bukan Tempat Adu Ayam
Ada Meja Kosong
Tapi Disuruh Dempet Dempetan
Hiasan Ayam Dimana Mana
Ke negara manapun bepergian, normalnya seorang muslim akan kebingungan mencari Rumah Makan Halal. Tidak mudah memang mencari makanan halal apalagi kalau di negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Saya termasuk salah satu dari beberapa orang yang selalu berpredikat “Orang Bingung International” karena masalah sepele seperti makanan halal dan haram ini. Untung saya sudah cukup pengalaman keluar masuk berbagai negara dan  tahu menyiasati dengan berbagai macam cara agar tidak kelaparan di negeri orang.
.
.
Teman Baru Rusia Yang
Pinter Bahasa Jawa
Tips pertama sebelum berangkat yang selalu saya lakukan adalah memenuhi koper dengan bekal Makanan Nasional Indonesia Indomie. Ini sangat penting terutama untuk ngganjal perut sarapan pagi kalau belum menemukan rumah makan yang cocok. Sangat praktis karena cukup menuangkan air panas kedalam gelas plastik dan tunggu matang sebentar saja langsung bisa disantap. Bisa hemat tidak perlu ke restaurant untuk sarapan pagi apalagi kalau hotel yang kita pilih untuk tempat kita menginap tergolong kelas Ekonomi dan tidak menyediakan sarapan pagi.
.
.
Makanan Pembuka Isi
Ikan Mentah, Untung Sausnya
Enak
Tips kedua, selama jalan jalan keliling kota maka mata kita harus awas, clingak clinguk mencari restaurant halal. Biasanya yang kita cari adalah KFC (Kentucky Fried Chicken). Disamping harganya murah dan relatif sama dimanapun, hati ini terasa sekali mantap kalau makan ayam goreng KFC. Ada perasaan halal meskipun sebenarnya saya tidak tahu, ayam goreng yang kita santap disembelih dengan cara islam atau tidak. Tetapi ini yang terbaik yang bisa dilakukan dibanding restaurant restaurant lain yang umumnya menyediakan makanan jenis Pork. Celakanya, tidak mungkin tiap hari makan ayam goreng terus menerus, jadi tetap juga cari makanan halal yang lain.
.
.
Caviar – Telor Ikan Mentah

Dicampur Bit Merah

Di Moscow Rusia, saya menemukan restaurant yang cukup baik. Saya tertarik untuk mampir karena logo di papan namanya bergambar Ayam. Bayangan saya, “ini dia restaurant dengan masakan serba ayam yang lezat”. Begitu masuk kedalam restaurant, dimana mana ada hiasan patung Ayam berbagai ukuran.  Rupanya mascot restaurant ini Ayam. Saya langsung disuruh duduk di meja  dan bergabung dengan orang Rusia yang telah lebih dulu duduk di meja yang tersedia. Agak janggal karena biasanya direstaurant manapun selalu dicarikan meja kosong, tapi di restaurant ini kita disuruh dempet dempetan. Untung orang orang Rusia ini ramah dan “pandai berbahasa Jawa“, saya ajak ngomong bahasa Inggris nggak ngerti sama sekali maka cukup saya ajak ngomong bahasa Jawa saja. Komunikasi ternyata cukup lancar dan saya tahu restaurant ini adalah restaurant khas masakan Rusia.

.

Luar Bersalju
Makan Ikan Dingin Pula
“Mangan Opo Iki, Menu Bahasa Rusia Kabeh”

“What’s the specialities of this restaurant ?” nggak ada jawaban.

“Iki opo mbak ?” sambil jari saya menunjuk salah satu makanan dari daftar menu.

Rupanya orang Rusia disebelah saya ini cerdas sekali langsung menirukan suara babi “Nguik…nguik…” dan tangannya bergerak seolah olah gerakan babi sedang lari. Bener bener mirip dan baru kali ini saya berada di restaurant tetapi serasa di kandang ayam, kandang babi atau bahkan kebun binatang.
.
.
Ini Dia Menu Utama
Oblok Oblok Ikan Mentah – Dingin
I’m Moslem, Not eat pork…”, rupanya si mbak nggak ngerti maksudnya.
My religion Islam, Not eat pork…“, masih cengar cengir nggak tahu maksudnya.
“Ngerti  Al Qaeda nggak mbak ?, Al Qaeda ora mangan daging babi”.
.
Cerdas luar biasa, si mbak langsung sigap dan tahu apa yang saya ucapkan. Saya langsung dipilihkan makanan special Rusia.
.
“Keluarkan Makanan serba ikan untuk Mr/Mrs Al Qaeda”
“Mr/Mrs Al Qaeda suka ikan….”.
.
Celakanya, makanan Rusia yang datang semuanya ikan mentah. Peduli amat daripada nggak makan. Sampai sekarang bau dan rasanya nggak ilang ilang dari ingatan.
.
Baca Juga :

Dari Eropa Ke Indonesia Dengan Gembel

Pengangguran Baru Di Paris
Nunggu Jaminan Sosial

Penulis cerita wisata umumnya hanya menceritakan yang bagus bagus saja dan jarang yang mau menceritakan keadaan yang sebenarnya. Hal ini sangat menyesatkan bagi pembacanya. Menurut saya, penulis cerita wisata itu seperti ‘wong ndeso’ yang terkagum kagum saat melihat Monas di Jakarta, padahal hanya beberapa langkah saja dari Monas yang berdiri megah akan terlihat gembel, gelandangan, banci atau WTS. Di Eropa juga sama saja, seluruh penjuru negara di Eropa pernah saya kunjungi dan selalu saja yang jadi perhatian utama turis adalah bangunan, gedung, monumen dan pemandangan alam saja. Gembel, Gelandangan, Orang Mabuk, Copet dan WTS seolah olah tidak terlihat meskipun hanya beberapa langkah dari tempat saya dan turis turis  berdiri.

Terlambat, Seandainya
Mau Ke Jakarta
Tentu Sudah Dapat
Artis Sinetron – Paris

Krisis ekonomi yang melanda Eropa saat ini lebih memperparah keadaan, jumlah pengangguran meningkat tajam dan banyak bule yang beralih profesi jadi pemabuk dan sempoyongan dijalan sambil minta duit ke orang lewat. Salah satu pengangguran ini satu pesawat dengan saya dari Dubai menuju ke Jakarta. Temannya telah terlebih dahulu hengkang ke Jakarta setahun lalu dan katanya telah sukses di Jakarta. Menurut dia sangat mudah cari kerja di Jakarta apalagi temannya tadi bisa membantu. Jabatan di Indonesia nanti katanya minimal ‘Native Speaker’ tanpa bisa menjelaskan maksudnya karena dinegaranya sana tidak ada jabatan semacam ini. Tampaknya, dia sangat optimis sekali dan saya tidak tahu bagaimana cara memulai kerja di Jakarta nanti. Sambil basa basi, saya doakan agar bisa kenal dengan artis di Jakarta dan secepatnya dapat jodoh. Siapapun tahu, wanita Indonesia banyak yang tergila gila pria berwajah Leonardo D’Caprio, apalagi artis film dan sinetron.

Ada Yang Mabuk Di Sini
Ismailovo Market – Moscow

Di Barcelona dan Madrid, Spanyol terkenal akan copetnya. Teman saya kehilangan tas berisi passport di kota ini. Di Perancis, terutama disekitar menara Eiffel banyak sekali pedagang asongan dan kelakuannya sama saja dengan pedagang asongan di tanah air yaitu memaksa pejalan kaki untuk membeli barangnya dengan harga tinggi meskipun tidak butuh. Ingin aman, beli saja satu souvenir yang ditawarkan daripada dipalak semua isi dompet. Di Moscow, setali tiga uang. Copet juga ada di metro subway, bus kota dan orang sempoyongan nenggak Vodka banyaknya bukan main dijalan jalan.

Kaki Lima Baru
Daripada Nganggur
Ngganteng Kan ? – Paris

Dengan adanya tulisan ini, semoga para artis Film, TV dan Sinetron di Indonesia bisa lebih hati hati dalam hal memilih bule. Ekonomi Indonesia yang tumbuh terus diatas 6 % menjadi tujuan utama para gembel Eropa. Apalagi, orang Indonesia paling demen membayar mahal bule daripada warga negara Indonesia sendiri seperti yang ditulis di berita Batasi Gaji Karyawan Asing.

Tidak hanya yang dari Eropa, dari penjuru dunia manapun saat ini sedang berlomba lomba untuk datang ke Indonesia dengan tujuan mencari kerja dengan gaji besar sekaligus dapat artis sinetron yang mau ngopeni beberapa tahun sampai ekonomi pulih kembali. Nggak percaya ?

Meskipun Gembel, Kalau Di Eropa Setiap
Bulan Masih Terima Jaminan Sosial.
Madrid – Spanyol
Calon Calon Selebritis Ngetop
Pujaan Artis – Kalau Mau Ke Jakarta
Istanbul Turki
Baru Saja Dimintai Duit Preman
Di Pulkovo Airport St Petersburg
Mau Photo Didatangi Pengemis
Red Square – Moscow
Bisa Tidak Bule Ini Dapat Artis Film Dan Snetron
Di Jakarta Yang Mau Ngopeni ?
Yang Ini Asli Miskin
Bukan Korban Krisis Ekonomi Eropa

Baca Juga :

Jenifer Lopez Guatemala

Kaki Melangkah Kedepan
Pinggul Digoyang, Tirukan
Madame

Wajah saya sangat ‘ndeso’ sekali dan kalau di Indonesia tidak ada bedanya sama sekali dengan yang lain. Jangan bandingkan dengan artis artis film dan sinetron yang berwajah cantik dan indo. Jauuuuh dan jauh sekali kalau pembandingnya artis blasteran yang cantik cantik seperti Tamara Bleszinski. Postur tubuh saya juga tidak mendukung sama sekali kalau saya harus bersaing dengan peragawati yang terkenal tinggi semampai. Tetapi saya bisa bangga sekali dengan wajah asli Indonesia saya ini kalau saya bepergian keluar negeri. Perawakan kecil, imut dengan kulit sawo matang dan rambut hitam ini mudah dikenali sebagai ‘makhluk asing’ di negara negara yang umumnya bertubuh tinggi, berkulit putih dan berambut pirang.  Saya bisa merasakan bagaimana bangganya Tamara Bleszinski  menjadi pusat perhatian di tanah air karena wajah asingnya. Wajah saya yang ‘ndeso’ alami ini juga selalu jadi perhatian kalau saya ‘sengaja’ kesasar tak tentu arah di suatu negara. Wajah ‘ndeso’ saya tidak kalah dengan Tamara Bleszinski dan juga selalu mengundang tanda tanya, ‘Makhluk dari manakah orang ini ?’

Pokoknya Nurut Dan
Diam Saja Didandani
Memang, saya selalu berusaha sebisa mungkin berinteraksi dengan penduduk setempat dimanapun saya bepergian. Tidak perlu harus menguasai bahasa lokal, tapi cukup dengan bahasa Tarzan dan gerak anggota tubuh yang  mudah dipahami. Sering kalau saya bertanya ke satu orang maka yang berdatangan mengelilingi saya lebih dari 4 orang. Kadang kadang saya ditertawakan karena dianggap lucu ketika menirukan satu kata bahasa mereka. Kadang kadang kita tertawa terbahak bahak bersama karena kita berbicara dengan bahasa yang tidak saling dimengerti. Dan saya paling suka main tebak tebakan soal asal usul saya yang menurut mereka berwajah ‘lain daripada yang lain’. Ada yang mengatakan saya dari Guatemala, Nicaragua, Mozambique atau negara negara lain yang saya sendiri tidak tahu sama sekali. Ketika saya tanya, kenapa mengatakan saya dari Guatemala ? Jawabnya cukup unik, ‘wajahmu mirip Jenifer Lopez’. Kaget juga saya, Jenifer Lopez yang mana berasal dari Guatemala.
Komunikasi Nggak
Nyambung Tapi Bisa
Akrab
Saya tidak pernah memandang seseorang dari sisi agama, politik, ras atau latar belakang sosial ekonominya. Apapun agamanya, apapun aliran politiknya dan apapun rasnya semua bagi saya adalah sama. Semuanya baik baik dan kalau kita sapa, selalu berusaha menjawab sebaik mungkin meskipun seringkali harus memanggil teman teman disekitarnya. Siapapun pada dasarnya adalah baik dan selalu ingin membantu kalau kita minta. Saking baiknya ketemu ‘makhluk asing’ dengan wajah ndeso dan kesasar ini, saya diundang datang kerumahnya. Kesempatan emas yang saya tunggu tunggu. Ternyata dirumahnya saya dijamu dan diajari menari, memakai pakaian tradisional petani dan tentu saja mencicipi makanan bersama keluarga. Bangga rasanya diajari menari bersama dengan keluarga yang baru saya kenal beberapa jam sebelumnya saja. Saya tak akan pernah melupakannya.
Lokasi : Rumah Keluarga D Petrof – St Petersburg – Republik Federasi Russia

Mirip Ariel, Mirip Gayus Dan Kali Ini Mirip Koko

Di Indonesia beberapa waktu lalu heboh tentang photo dan Video Mirip Ariel, Mirip Gayus dan juga ada berita Ditemukan Sesuatu Mirip Bom Di …. dan lain lain berita dengan judul dengan kata ‘Mirip….’. Kali ini ada juga yang menarik untuk diceritakan yaitu Mirip Baju Koko. Kita di Indonesia sering kemana mana memakai baju Koko, terutama ke Masjid, sebenarnya dari mana asal muasal Baju Koko ini ? Ada yang mengatakan baju Koko yang sering kita pakai awal mulanya dari China., tetapi ada pula yang mengatakan asli Indonesia Nah, cerita tentang baju ‘Mirip’ Koko dibawah ini saya dapatkan dari Russia.  Secara tidak sengaja saya menemukan baju ‘Mirip Koko’ di sebuah salon sekaligus studio photo ketika sedang jalan jalan di St Petersburg. Lokasi tepatnya jelas tidak tahu lagi, lha wong namanya kebetulan nemu saat blusak blusuk kampung di St Petersburg.

Kosovorotka

Inilah baju ‘Mirip Koko’ yang saya maksud. Kosovorotka adalah baju tradisional Russia berlengan panjang yang biasa dipakai para petani laki laki. Tidak ada kancing baju dan kerah baju dan relatif sama dengan baju koko yang kita kenal di Indonesia. Bedanya belahan kerah untuk memudahkan kita memakai tidak terletak ditengah tetapi disamping kiri atau kanan. Warnanya juga tidak terlalu beraneka ragam dan sebagian besar berwarna dasar kalem, seperti putih, coklat muda, kuning muda atau yang lainnya. Renda ada di kerah baju dan ujung lengan panjang saja. Dipinggang selalu diikatkan tali, bukan untuk mencegah celana mlorot tetapi sebagai hiasan saja. Leo Tolstoy dulu paling senang memakai baju tradisional ini sehingga orang Russia sekarang juga menyebut baju ini dengan nama Toltovska.

Lepti

Pasangan baju Koko Russia diatas adalah Lepti. Lepti adalah Sepatu tradisional asli Rusia. Sepatu ini sangat unik dan menarik karena terbuat dari anyaman tanaman (Linden Tree atau Birch Tree, pohon apa pula ini, belum pernah saya jumpai di Indonesia), semacam bahan tikar kalau di Indonesia. Biar tidak lepas sepatu diikatkan di kaki dengan tali yang juga terbuat dari tanaman yang dipelintir pelintir. Ukuran sepatu sedikit lebih besar dari ukuran kaki agar tidak lecet.

Sarafan

Gaun wanita pendamping baju Mirip Koko Russia bernama Sarafan. Sarafan ini adalah gaun tradisional Russia yang sangat berwarna warni dan benar benar berwarna ngejreng. Melihat warnanya saja kita sudah terkagum kagum dan karena gaun tradisional ini pula maka saya berhenti ke salon dan studio photo yang kebetulan saya temui saat melintas didepannya. Meskipun pegawai salon dan photo semuanya hanya ngerti bahasa Russia saja, saya cukup mengerti apa yang dijelaskan saat saya tanya, memegang dan mengagumi pakaian tradisonalnya. Keramahan Russia yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya.

Ah masih banyak lagi nama nama asssories pendamping baju Koko Russia yang tidak saya pahami, seperti Ushanka (topi bulu beruang kutub), Valenki (Sepatu boot bulu beruang kutub) dan lain lain. Nggak kebayang deh, kalau baju Mirip Koko dari Russia dan pakaian pakaian ngejreng ini saya beli dan saya pakai sekeluarga di Indonesia, kira kira berapa ratus anak anak yang akan mengikuti saya. Dari atap Monaspun rasanya dengan mudah mengenali kita kalau kita memakai pakaian seperti ini.