Category Archives: Russia

Europe, Benarkah Gadget Bisa Terjual Jutaan Dalam Sehari ?

Presikhaf – Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
.
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?.
 .
Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
.
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua.
 .
Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
.
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.
 .
Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
.
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.
 .
Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

.

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
.
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?.
 .
Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
.
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.
 .
Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal
Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

.

Baca Juga :

Main Toboggan Di Igora Park St Petersburg

Tempat Persewaan Toboggan Di
Igora – St Petersburg, Russia

 

Yang Dewasa Main Ski
Kanak Kanak Meluncur Pakai
Toboggan
Saya sering ngajak orang Arab  ke Indonesia, mereka senangnya bukan main kalau ketemu hujan deras dan banjir. Bisa dimengerti karena di Arab jarang sekali hujan deras. Kembali ke negara asalnya Kuwait, hebohnya bukan main, katanya hujan di Indonesia seperti air yang ditumpahkan dari langit dari sebuah ember seng raksasa. Bunyi petir, katanya seperti ember kaleng yang dipukul keras keras. Semua orang diceritain, ‘Saya senang bukan main, Indonesia banyak air ……
Kamar Pas Kalau Mau Sewa Sepatu Ski

 

Tempat Pengambilan Toboggan
Orang Indonesia lain lagi kalau jalan jalan keluar negeri. Begitu melihat salju turun lebat, bukannya cepat cepat berteduh didalam rumah/hotel tetapi malah keluar rumah/hotel dan langsung photo photoan. Saat penduduk lokal ngumpet didalam rumah cari hangat, orang Indonesia malah sibuk membawa keluar segala macam mainan, selimut hangat, camera, jalan kesana kemari dan bikin Snowman. Dan dalam hitungan detik, semua moment dan aktifitas sudah terupload ke facebook dan tweeter.
Igora Park St Petersburg

 

Ngantri Beli Tiket Dan Nyewa
Toboggan
Saya  masih orang Indonesia juga, masih ‘ndeso’ dan ‘kampungan’ juga kalau melihat salju. Tapi cara saya agak sedikit beda. Biar nggak kelihatan aneh dimata penduduk lokal dan tidak kelihatan ‘ndeso’  maka kalau salju sedang lebat lebatnya turun maka saya pura pura jaim seolah olah nggak terjadi apa apa, padahal sebenarnya saya mengintip dari balik jendela rumah atau hotel..
Toboggan Ditarik Tali Naik Keatas Kembali
Tarip Sewa Toboggan
Begitu salju agak sedikit reda, langsung saya keluarkan alat ski meskipun sebenarnya nggak bisa main ski sama sekali. Dengan mobil sewaan, langsung saya menuju tempat bermain ski di Igora Park, tidak begitu jauh dari hotel tempat saya tinggal di St Petersburg dan bergabung dengan turis lain. Jadi, mau jungkir balik, jatuh bangun atau guling guling di saljupun paling yang melihat sesama turis yang sama sama ‘ndeso’ nggak pernah lihat salju.
Meluncur Dengan Toboggan Di
Igora Snow Park St Petersburg

 

Siap Meluncur Dengan
Toboggan
Boro boro main ski, bisa berdiri dgn peralatan ski yang berat dan panjang saja sudah mending. Tapi nggak apa apa, ditempat bermain ski juga tersedia Toboggan. Toboggan beda dengan sledge. Keduanya memang sama untuk meluncur diatas salju bagi yang nggak bisa main ski. Toboggan sebenarnya hanya ban mobil yang dilapisi plastik biar nggak mudah bocor saja. Dari atas tebing tinggal naik dan meluncur kebawah, setelah itu untuk naik kembali tinggal cantolkan tali pengikatnya pada kabel yang akan membawa kembali keatas.
Naik Keatas Cukup Dicantolkan Saja
Hah, apa nggak salah ada orang dewasa meluncur naik ban mobil yang bernama Toboggan, bukannya Toboggan hanya untuk  kanak kanak dan remaja saja ?. Nah itu masalahnya …., tapi nggak apa apa, banyak temannya disana, banyak turis yang nggak bisa main ski dan snowboard juga.
Toboggan
Cuma Ban Mobil Doang
Dorong Yuk…
Yihaaa, Ditarik Kabel Berjalan
Pulang, Tarik Yuk Toboggannya

 

Baca Juga :

Melongok Bagian Dalam St Basils

Bagian Dalam Gereja St Basil Moscow
Penuh Ukiran Kuno Keemasan
St Basil Dari Luar
Seperti Kumpulan Ice Cream

St Basil Cathedral adalah sebuah gereja kecil yang terletak di ujung tenggara kawasan Red Square. Aslinya bernama Trinity Church dan kemudian salah kaprah disebut Cathedral. Hanya terdiri dari dua lantai dan 9 ruangan kecil atau kapel dilantai dua dan satu kapel dilantai dasar. Masing masing ruangan/kapel paling hanya bisa diisi 5 orang saja. Oleh karena itu untuk masuk kedalam harus ngantri dan nggak boleh berlama lama didalam. Pagi hari saat baru dibuka adalah saat yang tepat untuk masuk ke dalam gereja mini ini karena belum ada yang datang.

 

Red Square Dilihat Dari
Bagian Dalam St Basil

 

Bagus Arsitekturnya
Diujung Red Square

Secara umum bangunan gereja kuno ini sangat bagus dan terjaga dengan baik. Sejak dibangun tahun 1555 boleh dikatakan tetap warna warni seperti contong ice cream. Oleh karena itu sering disebut Lollypop Cathedral.  Karena bangunannya kecil sekali maka untuk naik ke lantai atas harus naik tangga yang nyaris vertikal. Saya nggak tahu sama sekali lukisan lukisan di dinding dan fungsi masing masing ruang kenapa didalam sebuah gedung ada 9 + 1 kapel karena saya Muslim, jadi silahkan baca sendiri link dibawah untuk lebih detilnya.

 

Ornamen Dindingnya Njlimet

 

Menara Lonceng Dilihar
Dari Bagian Dalam St Basil

Yang jelas, kunjungan saya ke Russia kali ini telah membuka mata dan telinga saya lebar lebar. Sejak kecil jaman Orde Baru, saya dididik dan dicekoki pendidikan politik yang salah. Saat itu, yang masuk ke telinga anak anak termasuk saya  mengatakan bahwa Russia adalah negara yang menganut faham atheism, agama dilarang, ibadah dilarang,. Kenyataannya, jumlah tempat ibadah buanyaknya bukan main dan terawat dengan baik, artinya tidak pernah dilarang sama sekali. Berbagai macam aliran agama punya tempat ibadah masing masing. Gereja ada puluhan bentuk menandakan alirannya berbeda beda, Masjid juga banyak, Kelenteng juga ada. Jadi, semua yang saya terima saat saya masih sekolah dasar jaman orde baru dulu semua adalah propaganda politik pro kapitalis anti Russia yang dipaksakan masuk ke telinga kanak kanak.

Yang Ini Ornamen Dinding
Lebih Njlimet Sekali

 

Lantai 1 :
Di Pintu Keluar, Didalam Kecil Sekali
Dan Males Desak Desakan

Lantai 2 :

 

Saya Nggak Tahu Tempat Apa Ini

Baca Juga :

Lukisan Lukisan Di Dinding Bagus