Category Archives: Russia

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Gereja Keren St Petersburg

Church Of The Saviour Of Spilled Blood
Ikuti Saja Gribedov Canal

 

Beruntung hotel yang saya pilih dan booking online ternyata ditengah kota St Petersburg, Russia.  Kemana mana tidak jauh dan banyak gedung dan pertokoan yang menarik disekitar hotel. Tapi tetap saja harus bengong saat keluar dari hotel, nggak tahu arah harus kemana dulu. Untung sebelum berangkat sudah googling obyek wisata apa saja yang ada  di kota St Petersburg. Tinggal nekat saja pokoknya keluar dari hotel jalan kaki kemana saja tanpa tujuan jelas sambil orientasi keadaan sekitar. Sengaja jalan kaki karena masih bengong nggak tahu bagaimana cara naik bus atau kereta api.

 

Ketemu Orang Russia
Diantar Sampai Gereja Juru Selamat Banjir Darah
Perjalanan keluar dari hotel awalnya aman aman saja. Lewat jalan Malioboronya kota St Petersburg yang bernama Nevsky Prospekt. Lumayan bisa cuci mata lihat toko toko bagus dan bangunan bangunan indah disepanjang jalan. Kurang menantang akhirnya saya mulai berani masuk jalan kampung. Entah berapa jam jalan, akhirnya kesasar juga nggak tahu lagi jalan pulang kembali ke hotel. Seperti biasa, kalau kesasar si bapak mulai kena marah. Maklum laki laki sendiri, Trio Kwek Kwek kok diajak nyasar lewat jalan kampung. 

Jalan Ngurut Kali
Keren, Yang Satu Ngoceh Bahasa Rusia
Satunya Lagi Bahasa Jawa, Bisa Nyambung

Untungnya ada orang Russia yang baik sekali, cewek cantik pula. Meskipun ngomongnya hanya bahasa Russia tapi bahasa Tarzannya mudah dimengerti. Saya tanya jalan pulang ke hotel malah ditunjukkan Gereja kuno bagus bernama Church Of The Saviour Of Spilled Blood (Церковь Спаса на Крови, Tserkovʹ Spasa na Krovi). Artinya Gereja Juru Selamat, tapi ada embel embel Spilled Blood dibelakang nama membuat saya jadi penasaran. Cewek Russia yang saya tanya tersebut menyebut gereja ini dengan nama Cathedral of the Resurrection of Christ (Собор Воскресения Христова, Sobor Voskreseniya Khristova), mungkin kalau dalam bahasa Indonesia maksudnya Gereja Kebangkitan Kristus.

 

Ornamen Dinding Luar Gereja Rumit Sekali
Kalau Di Indonesia Setara Dengan Ukiran Jepara

 

Cewek Russia yang baik tersebut menjelaskan detail sekali jalan pulang ke Hotel, mungkin maksudnya sbb :
Ikuti kanal ini, nanti akan ketemu gereja. Belok kiri, kanan, lampu merah, kiri, kanan, dst”
Bengong, nggak pernah denger bahasa Russia sama sekali membuat saya ‘ndomblong’ cukup lama.
“OK, saya juga menuju gereja, ikuti saya saja”
Sambil jalan kaki ngikuti sungai, si cewek terus nyerocos dan semangat sekali menjelaskan tentang gereja unik yang sudah tampak didepan mata. Untung saya nggak ngerti artinya, kalau ngerti bisa jadi akan ngobrol terus dan lupa pulang ke hotel.

 

Nyampai Juga Di Church Of The Saviour
Of Spilled Blood

 

Gerejanya terletak dipinggir Gribedov Canal, sangat bagus sekali dengan warna warni yang sangat kontras dan berani. Dinding luarnya penuh dengan ornamen dinding dan jauh lebih rumit dibanding St Basil Church di Moscow. Dibangun diatas tanah dimana Tsar Alexander II terluka parah dan akhirnya terbunuh pada tanggal 13 Maret 1881. Pembangunan gereja dimulai tahun 1883 sampai 1907 (hampir 24 tahun). Chief Arsiteknya bernama Alfred Alexandrovich Parland dibantu oleh Viktor Vasnetsov, Mikhail Nesterov dan Mikhail Vrubel.
Ukirannya Njlimet
Peristiwa pembunuhan tersebut cukup keren, fenomenal dan banyak ditiru para kriminal dan teroris modern sampai saat ini. Saat Tsar Alexander II naik kereta kuda, sebuah bom meledak dekat kereta kuda anti peluru yang dinaiki dan berhasil membunuh sang kuda, orang dipinggir jalan dan beberapa pengawal. Saat Tsar Alexander II diselamatkan oleh pengawal dan keluar dari kereta anti pelurunya, bom kedua meledak, Sang Tsar Russia terpental jatuh dengan luka parah dibagian kaki. Belum mati juga, bom ketiga diledakkan. Pembawa bom pertama bernama Nikolai Ryzakov, yang kedua Ignacy Hryeniwiecky dan yang bomber ketiga adalah Ivan Emelyanov. Ketiganya anggota Narodnaya Volya (People Freedom), sebuah organisasi ekstrim kiri anti pemerintah.
Kubahnya Mirip St Basil Church Di Moscow
Semua Tempat Ibadah Di Russia
Selalu Ada Kubah Emas

 

Keren kan cerita latar belakang dibangunnya gereja megah dan unik ini. Emangnya saya ngerti bahasa Russia yang diomongkan si mbak cantik tadi ?. Wong saya penasaran pingin ngerti ceritanya dan cuma baca sejarahnya di Wikipedia : Alexander II Of Russia Assasination. Yang menarik lagi, gereja ini pernah diberi nama Gereja Juru Selamat Kentang (The Saviour Of Potatoes Church) pada saat Perang Dunia II. Pada saat perang, gereja ini dijadikan gudang penimbunan bahan makanan, buah dan sayuran termasuk Kentang. Sehingga muncullah nama populer lain yaang sampai saat ini masih dimengerti oleh penduduk setempat.

 

Photo Dulu Ah
Nggak Sengaja Ketemu Gereja Bagus
Bahasa Russia Lagi Mungkin Artinya
Ditempat Ini Tsar Alexander II Dibunuh
Dengan 3 Buah Bom Bunuh Diri
Dibelakang Saya Berdiri Ini Pada
Tahun 1881 Puluhan Orang Mati
Terkena Bom Bunuh Diri
Termasuk Tsar Alexander II (1881)
Tanya Penjual Rokok Karena Si Mbak Udah Pergi
Buk, Aku Arep mBalik Nang Hotel Piye Carane ?
Ternyata Orang Russia Ngerti Bahasa Jawa Juga

Baca Juga :

Aturan Naik Escalator Terpanjang Di Dunia

Menunggu Kereta Berhenti
Nggak Terasa Puluhan  Meter Dibawah
Permukaan Tanah

 

Tanda M – Tempat Masuk
Menuju Metro Station

Saya asli orang Indonesia, wong ndeso, udik dan rada rada kampungan. Seumur hidup kalau naik escalator ya jelas didalam Mall saja. Escalator di Mall Mall Jakarta dan juga Kuwait atau negara lain yang pernah saya kunjungi paling banter ketinggiannya cuma 4 – 5 meter saja dengan panjang sekitar 15 – 25 meter. Baik untuk Naik atau turun ke lantai atas  atau bawah paling nggak nyampai semenit. Pokoknya nggak ngerti etiket atau tata krama sama sekali bagaimana aturan naik escalator. Sesukanya, kadang nyandar di kiri, kadang di kanan dan kadang di tengah juga. Pernah juga jalan turun berlawanan arah pada escalator yang sedang berjalan naik.

Beli Karcis
Loketnya Banyak Penumpangnya Juga Banyak
Ngantri Beli Karcis
Dibawah Tanah – Hangat

Di Russia, saya banyak mendapat pelajaran bagaimana aturan naik escalator yang benar. Sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa naik escalator saja ternyata ada etikanya. Kenapa ? Karena pengguna escalator di St Petersburg dan Moscow banyaknya bukan main, ada yang sabar dan ada juga yang pemarah. Escalatornya sangat panjang dan tinggi sekali. Perlu waktu yang sangat lama baru nyampai ke lantai tujuan. Saya baru tahu ternyata escalator yang sering saya pakai sewaktu di St Petersburg dan Moscow termasuk escalator terpanjang di dunia.

 

Pedagang Kaki Lima Di Lorong Bawah Tanah
Menuju ke Kereta Api

 

Nawar Oleh Oleh Dulu
Harus Pinter Nawar Pakai
Bahasa Russia

Ada beberapa tempat di Russia yang memiliki escalator sangat panjang dan tinggi. Contohnya stasiun kereta api bawah tanah Saint Petersburg Metro. Tiga stasiun punya escalator dengan panjang 138 m (453 Ft) dan ketinggiannya 69 m (226 Ft). Stasiun tersebut adalah Ploschad Lenina, Chernyshevskaya dan Admiralteyskaya. Di stasiun Park Pobedy, Moscow Metro juga tak kalah panjang dan tinggi escalatornya. Panjangnya 126.8 m (416 Ft) atau 740 steps dan ketinggiannya 63.4 m (208 Ft). Perlu waktu lebih dari 3 menit untuk naik atau turun menggunakan escalator escalator tersebut.

 

 

Semua Harus Berdiri Mepet Ke Kanan
Sebelah Kiri Untuk Jalur Cepat Atau Berjalan
Atau Berlari

 

Turun Nggak Nyampai Nyampai
Panjang Dan Tinggi Sekali

Ada aturan tidak tertulis yang benar benar sangat dimengerti oleh orang orang Russia tetapi tidak saya ketahui sama sekali dan membuat saya beberapa kali ditegur atau diomongin pengguna escalator lain. Untungnya saya tidak tahu sama sekali bahasa Russia, mau ngomel seperti apapun ya tetap cuek saja.

Emangnya gue ngerti yang elo omongin ?“. 

 

Saya Sempat Diteriaki Disuruh Minggir Kekanan
Saat Berdiri Di Sebelah Kiri

 

Bingung Salah Turun Stasiun
Dan Tersesat 3 Jam

Lama lama pinter juga saya dan tahu maksudnya. Saya harus berdiri disebelah kanan setiap naik escalator. Sebelah kiri digunakan untuk jalur cepat. Pantas saja banyak sekali orang yang berlari atau berjalan cepat di sebelah kiri sambil neriakin saya dan terkadang seenaknya ndorong saya ke kanan. Sempat saya tanyakan ke suami saya :

Ini orang Russia pada gelo semua apa ya, naik escalator kok pada berlarian  ???“.
“Enggak dik, paling Kebelet Ngising….”.
Naik Ke Lantai Atas Ganti Kereta
Mulai Kesasar Di Bawah Tanah
Salah Stasiun

 

Istirahat, Pegel 3 Jam Kesasar
Mondar Mandir Antar Stasiun
Nggak Bisa Keluar Ke Permukaan