Category Archives: Russia

Gereja Keren St Petersburg

Church Of The Saviour Of Spilled Blood
Ikuti Saja Gribedov Canal

 

Beruntung hotel yang saya pilih dan booking online ternyata ditengah kota St Petersburg, Russia.  Kemana mana tidak jauh dan banyak gedung dan pertokoan yang menarik disekitar hotel. Tapi tetap saja harus bengong saat keluar dari hotel, nggak tahu arah harus kemana dulu. Untung sebelum berangkat sudah googling obyek wisata apa saja yang ada  di kota St Petersburg. Tinggal nekat saja pokoknya keluar dari hotel jalan kaki kemana saja tanpa tujuan jelas sambil orientasi keadaan sekitar. Sengaja jalan kaki karena masih bengong nggak tahu bagaimana cara naik bus atau kereta api.

 

Ketemu Orang Russia
Diantar Sampai Gereja Juru Selamat Banjir Darah
Perjalanan keluar dari hotel awalnya aman aman saja. Lewat jalan Malioboronya kota St Petersburg yang bernama Nevsky Prospekt. Lumayan bisa cuci mata lihat toko toko bagus dan bangunan bangunan indah disepanjang jalan. Kurang menantang akhirnya saya mulai berani masuk jalan kampung. Entah berapa jam jalan, akhirnya kesasar juga nggak tahu lagi jalan pulang kembali ke hotel. Seperti biasa, kalau kesasar si bapak mulai kena marah. Maklum laki laki sendiri, Trio Kwek Kwek kok diajak nyasar lewat jalan kampung. 

Jalan Ngurut Kali
Keren, Yang Satu Ngoceh Bahasa Rusia
Satunya Lagi Bahasa Jawa, Bisa Nyambung

Untungnya ada orang Russia yang baik sekali, cewek cantik pula. Meskipun ngomongnya hanya bahasa Russia tapi bahasa Tarzannya mudah dimengerti. Saya tanya jalan pulang ke hotel malah ditunjukkan Gereja kuno bagus bernama Church Of The Saviour Of Spilled Blood (Церковь Спаса на Крови, Tserkovʹ Spasa na Krovi). Artinya Gereja Juru Selamat, tapi ada embel embel Spilled Blood dibelakang nama membuat saya jadi penasaran. Cewek Russia yang saya tanya tersebut menyebut gereja ini dengan nama Cathedral of the Resurrection of Christ (Собор Воскресения Христова, Sobor Voskreseniya Khristova), mungkin kalau dalam bahasa Indonesia maksudnya Gereja Kebangkitan Kristus.

 

Ornamen Dinding Luar Gereja Rumit Sekali
Kalau Di Indonesia Setara Dengan Ukiran Jepara

 

Cewek Russia yang baik tersebut menjelaskan detail sekali jalan pulang ke Hotel, mungkin maksudnya sbb :
Ikuti kanal ini, nanti akan ketemu gereja. Belok kiri, kanan, lampu merah, kiri, kanan, dst”
Bengong, nggak pernah denger bahasa Russia sama sekali membuat saya ‘ndomblong’ cukup lama.
“OK, saya juga menuju gereja, ikuti saya saja”
Sambil jalan kaki ngikuti sungai, si cewek terus nyerocos dan semangat sekali menjelaskan tentang gereja unik yang sudah tampak didepan mata. Untung saya nggak ngerti artinya, kalau ngerti bisa jadi akan ngobrol terus dan lupa pulang ke hotel.

 

Nyampai Juga Di Church Of The Saviour
Of Spilled Blood

 

Gerejanya terletak dipinggir Gribedov Canal, sangat bagus sekali dengan warna warni yang sangat kontras dan berani. Dinding luarnya penuh dengan ornamen dinding dan jauh lebih rumit dibanding St Basil Church di Moscow. Dibangun diatas tanah dimana Tsar Alexander II terluka parah dan akhirnya terbunuh pada tanggal 13 Maret 1881. Pembangunan gereja dimulai tahun 1883 sampai 1907 (hampir 24 tahun). Chief Arsiteknya bernama Alfred Alexandrovich Parland dibantu oleh Viktor Vasnetsov, Mikhail Nesterov dan Mikhail Vrubel.
Ukirannya Njlimet
Peristiwa pembunuhan tersebut cukup keren, fenomenal dan banyak ditiru para kriminal dan teroris modern sampai saat ini. Saat Tsar Alexander II naik kereta kuda, sebuah bom meledak dekat kereta kuda anti peluru yang dinaiki dan berhasil membunuh sang kuda, orang dipinggir jalan dan beberapa pengawal. Saat Tsar Alexander II diselamatkan oleh pengawal dan keluar dari kereta anti pelurunya, bom kedua meledak, Sang Tsar Russia terpental jatuh dengan luka parah dibagian kaki. Belum mati juga, bom ketiga diledakkan. Pembawa bom pertama bernama Nikolai Ryzakov, yang kedua Ignacy Hryeniwiecky dan yang bomber ketiga adalah Ivan Emelyanov. Ketiganya anggota Narodnaya Volya (People Freedom), sebuah organisasi ekstrim kiri anti pemerintah.
Kubahnya Mirip St Basil Church Di Moscow
Semua Tempat Ibadah Di Russia
Selalu Ada Kubah Emas

 

Keren kan cerita latar belakang dibangunnya gereja megah dan unik ini. Emangnya saya ngerti bahasa Russia yang diomongkan si mbak cantik tadi ?. Wong saya penasaran pingin ngerti ceritanya dan cuma baca sejarahnya di Wikipedia : Alexander II Of Russia Assasination. Yang menarik lagi, gereja ini pernah diberi nama Gereja Juru Selamat Kentang (The Saviour Of Potatoes Church) pada saat Perang Dunia II. Pada saat perang, gereja ini dijadikan gudang penimbunan bahan makanan, buah dan sayuran termasuk Kentang. Sehingga muncullah nama populer lain yaang sampai saat ini masih dimengerti oleh penduduk setempat.

 

Photo Dulu Ah
Nggak Sengaja Ketemu Gereja Bagus
Bahasa Russia Lagi Mungkin Artinya
Ditempat Ini Tsar Alexander II Dibunuh
Dengan 3 Buah Bom Bunuh Diri
Dibelakang Saya Berdiri Ini Pada
Tahun 1881 Puluhan Orang Mati
Terkena Bom Bunuh Diri
Termasuk Tsar Alexander II (1881)
Tanya Penjual Rokok Karena Si Mbak Udah Pergi
Buk, Aku Arep mBalik Nang Hotel Piye Carane ?
Ternyata Orang Russia Ngerti Bahasa Jawa Juga

Baca Juga :

Aturan Naik Escalator Terpanjang Di Dunia

Menunggu Kereta Berhenti
Nggak Terasa Puluhan  Meter Dibawah
Permukaan Tanah

 

Tanda M – Tempat Masuk
Menuju Metro Station

Saya asli orang Indonesia, wong ndeso, udik dan rada rada kampungan. Seumur hidup kalau naik escalator ya jelas didalam Mall saja. Escalator di Mall Mall Jakarta dan juga Kuwait atau negara lain yang pernah saya kunjungi paling banter ketinggiannya cuma 4 – 5 meter saja dengan panjang sekitar 15 – 25 meter. Baik untuk Naik atau turun ke lantai atas  atau bawah paling nggak nyampai semenit. Pokoknya nggak ngerti etiket atau tata krama sama sekali bagaimana aturan naik escalator. Sesukanya, kadang nyandar di kiri, kadang di kanan dan kadang di tengah juga. Pernah juga jalan turun berlawanan arah pada escalator yang sedang berjalan naik.

Beli Karcis
Loketnya Banyak Penumpangnya Juga Banyak
Ngantri Beli Karcis
Dibawah Tanah – Hangat

Di Russia, saya banyak mendapat pelajaran bagaimana aturan naik escalator yang benar. Sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa naik escalator saja ternyata ada etikanya. Kenapa ? Karena pengguna escalator di St Petersburg dan Moscow banyaknya bukan main, ada yang sabar dan ada juga yang pemarah. Escalatornya sangat panjang dan tinggi sekali. Perlu waktu yang sangat lama baru nyampai ke lantai tujuan. Saya baru tahu ternyata escalator yang sering saya pakai sewaktu di St Petersburg dan Moscow termasuk escalator terpanjang di dunia.

 

Pedagang Kaki Lima Di Lorong Bawah Tanah
Menuju ke Kereta Api

 

Nawar Oleh Oleh Dulu
Harus Pinter Nawar Pakai
Bahasa Russia

Ada beberapa tempat di Russia yang memiliki escalator sangat panjang dan tinggi. Contohnya stasiun kereta api bawah tanah Saint Petersburg Metro. Tiga stasiun punya escalator dengan panjang 138 m (453 Ft) dan ketinggiannya 69 m (226 Ft). Stasiun tersebut adalah Ploschad Lenina, Chernyshevskaya dan Admiralteyskaya. Di stasiun Park Pobedy, Moscow Metro juga tak kalah panjang dan tinggi escalatornya. Panjangnya 126.8 m (416 Ft) atau 740 steps dan ketinggiannya 63.4 m (208 Ft). Perlu waktu lebih dari 3 menit untuk naik atau turun menggunakan escalator escalator tersebut.

 

 

Semua Harus Berdiri Mepet Ke Kanan
Sebelah Kiri Untuk Jalur Cepat Atau Berjalan
Atau Berlari

 

Turun Nggak Nyampai Nyampai
Panjang Dan Tinggi Sekali

Ada aturan tidak tertulis yang benar benar sangat dimengerti oleh orang orang Russia tetapi tidak saya ketahui sama sekali dan membuat saya beberapa kali ditegur atau diomongin pengguna escalator lain. Untungnya saya tidak tahu sama sekali bahasa Russia, mau ngomel seperti apapun ya tetap cuek saja.

Emangnya gue ngerti yang elo omongin ?“. 

 

Saya Sempat Diteriaki Disuruh Minggir Kekanan
Saat Berdiri Di Sebelah Kiri

 

Bingung Salah Turun Stasiun
Dan Tersesat 3 Jam

Lama lama pinter juga saya dan tahu maksudnya. Saya harus berdiri disebelah kanan setiap naik escalator. Sebelah kiri digunakan untuk jalur cepat. Pantas saja banyak sekali orang yang berlari atau berjalan cepat di sebelah kiri sambil neriakin saya dan terkadang seenaknya ndorong saya ke kanan. Sempat saya tanyakan ke suami saya :

Ini orang Russia pada gelo semua apa ya, naik escalator kok pada berlarian  ???“.
“Enggak dik, paling Kebelet Ngising….”.
Naik Ke Lantai Atas Ganti Kereta
Mulai Kesasar Di Bawah Tanah
Salah Stasiun

 

Istirahat, Pegel 3 Jam Kesasar
Mondar Mandir Antar Stasiun
Nggak Bisa Keluar Ke Permukaan

 

Europe, Benarkah Gadget Bisa Terjual Jutaan Dalam Sehari ?

Presikhaf – Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
.
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?.
 .
Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
.
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua.
 .
Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
.
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.
 .
Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
.
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.
 .
Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

.

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
.
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?.
 .
Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
.
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.
 .
Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal
Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

.

Baca Juga :

Main Toboggan Di Igora Park St Petersburg

Tempat Persewaan Toboggan Di
Igora – St Petersburg, Russia

 

Yang Dewasa Main Ski
Kanak Kanak Meluncur Pakai
Toboggan
Saya sering ngajak orang Arab  ke Indonesia, mereka senangnya bukan main kalau ketemu hujan deras dan banjir. Bisa dimengerti karena di Arab jarang sekali hujan deras. Kembali ke negara asalnya Kuwait, hebohnya bukan main, katanya hujan di Indonesia seperti air yang ditumpahkan dari langit dari sebuah ember seng raksasa. Bunyi petir, katanya seperti ember kaleng yang dipukul keras keras. Semua orang diceritain, ‘Saya senang bukan main, Indonesia banyak air ……
Kamar Pas Kalau Mau Sewa Sepatu Ski

 

Tempat Pengambilan Toboggan
Orang Indonesia lain lagi kalau jalan jalan keluar negeri. Begitu melihat salju turun lebat, bukannya cepat cepat berteduh didalam rumah/hotel tetapi malah keluar rumah/hotel dan langsung photo photoan. Saat penduduk lokal ngumpet didalam rumah cari hangat, orang Indonesia malah sibuk membawa keluar segala macam mainan, selimut hangat, camera, jalan kesana kemari dan bikin Snowman. Dan dalam hitungan detik, semua moment dan aktifitas sudah terupload ke facebook dan tweeter.
Igora Park St Petersburg

 

Ngantri Beli Tiket Dan Nyewa
Toboggan
Saya  masih orang Indonesia juga, masih ‘ndeso’ dan ‘kampungan’ juga kalau melihat salju. Tapi cara saya agak sedikit beda. Biar nggak kelihatan aneh dimata penduduk lokal dan tidak kelihatan ‘ndeso’  maka kalau salju sedang lebat lebatnya turun maka saya pura pura jaim seolah olah nggak terjadi apa apa, padahal sebenarnya saya mengintip dari balik jendela rumah atau hotel..
Toboggan Ditarik Tali Naik Keatas Kembali
Tarip Sewa Toboggan
Begitu salju agak sedikit reda, langsung saya keluarkan alat ski meskipun sebenarnya nggak bisa main ski sama sekali. Dengan mobil sewaan, langsung saya menuju tempat bermain ski di Igora Park, tidak begitu jauh dari hotel tempat saya tinggal di St Petersburg dan bergabung dengan turis lain. Jadi, mau jungkir balik, jatuh bangun atau guling guling di saljupun paling yang melihat sesama turis yang sama sama ‘ndeso’ nggak pernah lihat salju.
Meluncur Dengan Toboggan Di
Igora Snow Park St Petersburg

 

Siap Meluncur Dengan
Toboggan
Boro boro main ski, bisa berdiri dgn peralatan ski yang berat dan panjang saja sudah mending. Tapi nggak apa apa, ditempat bermain ski juga tersedia Toboggan. Toboggan beda dengan sledge. Keduanya memang sama untuk meluncur diatas salju bagi yang nggak bisa main ski. Toboggan sebenarnya hanya ban mobil yang dilapisi plastik biar nggak mudah bocor saja. Dari atas tebing tinggal naik dan meluncur kebawah, setelah itu untuk naik kembali tinggal cantolkan tali pengikatnya pada kabel yang akan membawa kembali keatas.
Naik Keatas Cukup Dicantolkan Saja
Hah, apa nggak salah ada orang dewasa meluncur naik ban mobil yang bernama Toboggan, bukannya Toboggan hanya untuk  kanak kanak dan remaja saja ?. Nah itu masalahnya …., tapi nggak apa apa, banyak temannya disana, banyak turis yang nggak bisa main ski dan snowboard juga.
Toboggan
Cuma Ban Mobil Doang
Dorong Yuk…
Yihaaa, Ditarik Kabel Berjalan
Pulang, Tarik Yuk Toboggannya

 

Baca Juga :

Melongok Bagian Dalam St Basils

Bagian Dalam Gereja St Basil Moscow
Penuh Ukiran Kuno Keemasan
St Basil Dari Luar
Seperti Kumpulan Ice Cream

St Basil Cathedral adalah sebuah gereja kecil yang terletak di ujung tenggara kawasan Red Square. Aslinya bernama Trinity Church dan kemudian salah kaprah disebut Cathedral. Hanya terdiri dari dua lantai dan 9 ruangan kecil atau kapel dilantai dua dan satu kapel dilantai dasar. Masing masing ruangan/kapel paling hanya bisa diisi 5 orang saja. Oleh karena itu untuk masuk kedalam harus ngantri dan nggak boleh berlama lama didalam. Pagi hari saat baru dibuka adalah saat yang tepat untuk masuk ke dalam gereja mini ini karena belum ada yang datang.

 

Red Square Dilihat Dari
Bagian Dalam St Basil

 

Bagus Arsitekturnya
Diujung Red Square

Secara umum bangunan gereja kuno ini sangat bagus dan terjaga dengan baik. Sejak dibangun tahun 1555 boleh dikatakan tetap warna warni seperti contong ice cream. Oleh karena itu sering disebut Lollypop Cathedral.  Karena bangunannya kecil sekali maka untuk naik ke lantai atas harus naik tangga yang nyaris vertikal. Saya nggak tahu sama sekali lukisan lukisan di dinding dan fungsi masing masing ruang kenapa didalam sebuah gedung ada 9 + 1 kapel karena saya Muslim, jadi silahkan baca sendiri link dibawah untuk lebih detilnya.

 

Ornamen Dindingnya Njlimet

 

Menara Lonceng Dilihar
Dari Bagian Dalam St Basil

Yang jelas, kunjungan saya ke Russia kali ini telah membuka mata dan telinga saya lebar lebar. Sejak kecil jaman Orde Baru, saya dididik dan dicekoki pendidikan politik yang salah. Saat itu, yang masuk ke telinga anak anak termasuk saya  mengatakan bahwa Russia adalah negara yang menganut faham atheism, agama dilarang, ibadah dilarang,. Kenyataannya, jumlah tempat ibadah buanyaknya bukan main dan terawat dengan baik, artinya tidak pernah dilarang sama sekali. Berbagai macam aliran agama punya tempat ibadah masing masing. Gereja ada puluhan bentuk menandakan alirannya berbeda beda, Masjid juga banyak, Kelenteng juga ada. Jadi, semua yang saya terima saat saya masih sekolah dasar jaman orde baru dulu semua adalah propaganda politik pro kapitalis anti Russia yang dipaksakan masuk ke telinga kanak kanak.

Yang Ini Ornamen Dinding
Lebih Njlimet Sekali

 

Lantai 1 :
Di Pintu Keluar, Didalam Kecil Sekali
Dan Males Desak Desakan

Lantai 2 :

 

Saya Nggak Tahu Tempat Apa Ini

Baca Juga :

Lukisan Lukisan Di Dinding Bagus

Old Arbat Malioboronya Moscow

Arbat Street Moscow
Jam 10:00 Masih Sepi – Terlalu Pagi
Didepan Milk Shake Cafe
Susu Sapi Rasanya Sama Saja
Yogya terkenal dengan Malioboro sebagai tempat jalan jalan dan shopping bagi wisatawan dan penduduk lokal. Istanbul juga ada tempat jalan jalan seperti itu, namanya Taksim. Di St Petersburg namanya Nevsky Prospect dan di Moscow namanya Arbatskaya atau Jalan Arbat. Ada dua jalan yang sebenarnya saling berhubungan yaitu Old Arbat dan New Arbat. Masing masing panjangnya sekitar 1 Km saja. Di Old Arbat sangat mirip dengan Malioboro Yogya, ada seniman yang terima order melukis wajah, ada pedagang kaki lima, toko kecil jual kaos dengan tulisan tulisan humor seperti Dagadu dan masih banyak lagi.
.
Souvenir Yang Dijual Disini
Sangat Mahal Karena Buatan Seniman
Terkenal Russia
.
Alexander Pushkin
Seniman Ngetop Russia
Rumahnya Di Arbat
Toko toko souvenir cukup banyak dan yang terkenal adalah Russian Doll atau boneka Matryoshka. Yang dijual sepanjang jalan Arbat ini rata rata buatan seniman terkenal dan dijual lengkap dengan tanda tangan asli sang seniman. Tentu harganya lumayan mahal karena bukan barang kodian seperti yang dijual di pasar Ismailovo.. Cukup melihat sepintas saja kita bisa tahu bahwa boneka Matryoshka di toko toko souvenir Arbat memang pantas mahal karena sangat halus, detail dan warna warnanya cerah dengan cat kwalitas mewah. Orang Russia sendiri nggak ada yang mampir ko toko toko cendera mata di jalan Arbat ini. Rata rata pengunjungnya turis berkantong tebal dari hotel hotel bintang 5 disekitar jalan Arbat.
.
Kayaknya Warung Kebab Arab
Juga Ada Di Arbat
Anak Muda Moscow Juga Suka
Corat Coret Tembok
Di Ujung Jalan Arbat
New Arbat Street nggak beda jauh dengan Old Arbat Street. Paling bedanya lebih modern saja dan banyak toko barang barang branded. Saya kurang suka jalan di New Arbat Street, kalau cuma lihat toko barang mewah dan branded dimanapun ada dan sama saja. Mending di Old Arbat Street saja bisa lebih merakyat, mulai dari toko murah sampai mahal semua ada. Sebenarnya agak ‘ngeles’ sedikitlah, nggak sanggup untuk beli barang barang mahal di New Arbat, jadi ngapain harus jalan kesana.
.
Silahkan menikmati gambar gambar jalan Old Arbat dibawah ini
Ciri Khas Jalan Arbat Adalah Banyaknya
Pelukis Yang Menjual Lukisannya
Dan Melukis Langsung Di Tengah Jalan

.

Baca Juga :

.
Madame Susy Gaya Dulu Di Jalan Arbat

.

Atau Baca Yang Ini :

Enak Sekali Pakai Baju Badut Di Arbat
Anti Dingin
Jam 10 Pagi Baru Buka Dagangan
Saya Datang Kepagian Jadi MAsih Sepi
Arbat 47
Toko Boneka Matryoshka Banyak
Tapi MAhal Semua
Petunjuk Arah Ke Penjual
Martabak
Cafe, Restaurant, Toko Souvenir
Dan Pedagang Kaki Lima Semuanya Ada
Toko Tokonya Mirip Malioboro
Ada Kaos Bertuliskan
‘Vodka – Connecting People’

Hermitage Museum St Petersburg

Gedung Sebelah Kiri Adalah Hermitage Museum
Ngantri  Masuk Museum
Dingin Sekali
Yuk kita jalan jalan ke Musseum. Kali ini saya ajak anda jalan jalan ke Hermitage Museum di St Petersburg, bekas ibukota Russia yang pernah gonta ganti nama menjadi Petrograd (1914), Leningrad.(1924) dan tahun 1991 kembali lagi menjadi St Petersburg. Hermitage Museum ini berada ditengak kota dan hanya beberapa meter saja dari Neva River yang membeku saat saya kunjungi. Jangan datang ke Museum ini saat hari Senin karena tutup. Hari Selasa sampai Minggu buka seperti biasa mulai jam 10:30 sampai jam 18:00. Tapi ingat, waktu di Russia sangat berbeda dengan di Indonesia, kadang setengah tahun siang lebih panjang dari malam dan kadang malam lebih panjang dari siang tergantung bulan apa anda datang. Jadi, saya kesulitan mengatakan jam buka museum pagi, siang atau sore dan jam tutupnya siang, sore atau tengah malam.
Orang Russia Tahan Dingin Sedangkan Saya
Ngoplok Kedinginan Hanya Beberapa Menit Saja
Semua Karya Pelukis Terkenal
Ada Di Museum Ini.
Loket untuk beli tiket lumayan hangat karena didalam ruang tertutup tapi saat masuk kedalam museum harus ngantri lumayan panjang. Bagi orang Russia nggak ada masalah kalau harus ngantri diluar karena mereka lebih tahan dingin, tetapi bagi orang kampung seperti saya, mau nggak mau harus selalu bergerak, jogging maju mundur, loncat loncat dan lari ditempat. Akibatnya jadi tontonan orang dan selalu ditanya pakai bahasa Russia yang kira kira kalau saya nggak salah mengerti maksudnya “Anda dari mana kok loncat loncat kayak orang sinting ?
Ini Patung Dari Pemahat Italia
Kenapa Bisa Jadi Koleksi Museum Russia Ya ?
Emas Murni Dimasukkan
Etalase Kaca Khusus Anti Pecah
Begitu sudah masuk kedalam museum, semua jaket, tas, topi hangat harus dititipkan. Modar, bisa tambah beku dan serba mengkeret nih kalau satu satunya jaket penghangat dilepas. Tetapi ternyata yang dingin hanya di ruang locker tempat penyimpanan barang saja. Didalam museum cukup hangat karena pemanas ruangan bekerja dengan baik. Yang cukup mendebarkan adalah saat saat berada di ruang locker ini. Wong ndeso nggak ngerti cara membuka locker dan cara menyimpannya. Setelah diberi kunci elektronik, dengan gaya executive langsung percaya diri mencari locker sesuai nomor. Tapi, setengah jam putar puter nggak bisa ketemu. Bagaimana bisa ketemu, semua tulisan dan petunjuk dalam bahasa Russia dengan huruf terbalik.
Lukisan dari Maestro Pelukis Manapun
Ada Di Museum Ini
Begitu masuk kedalam Museum, langsung saya terkejut luar biasa. Lantai bawah sendiri isinya semua patung dan artefak peninggalan sejarah dari Mesir. Ini barang dengan jumlah ribuan kok bisa berada di Russia gimana ceritanya ?, kapan menjarahnya ? Siapa yang menjarah dan membawa ke museum ini ?. Saya curiga semua barang dibagian ‘Egyptian Antiquities’ adalah barang jarahan karena di Museum Louvre juga ada ribuan artefak Mesir. Tapi biarlah, daripada saya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ke Mesir lebih baik menikmati saja peninggalan raja raja Mesir di museum ini
Saya Paling Senang Lihat Lukisan
Lukisannya Hidup
Serba Lapis Emas
Dimana Mana

Di Lantai Satu membuat saya terkagum kagum, banyak barang barang terbuat dari emas murni yang dikerangkeng dalam lemari kaca anti rampok, maling atau penjarahan. Camera CCTV dimana mana. Pantas sekali semua jaket harus dilepas kalau masuk ke museum ini. Dinding, kusen pintu, lampu semuanya berornamen emas. Kalau CCTVnya banyak berarti emas betulan, kalau nggak ada CCTV berarti emas sepuhan KW 3. Sambil malu malu kucing saya pegang gelang emas yang saya pakai, ternyata beratnya nggak seberapa dibanding berat patung burung emas yang dikerangkeng didalam lemari kaca. Padahal kalau saya pulang kampung saat Lebaran, rasanya bangga bukan main kalau bisa pamer ke handai taulan  bahwa ‘mbokde Susy’ punya gelang emas buesar sekali sejak tinggal di luar negeri.

Hari Kamis Minggu Pertama
Gratis Untuk Semua Pengunjung
Dinding Dan Lampu
Semua Serba Emas
Tapi bagaimanapun juga, saya bisa menilai Hermitage Museum ini adalah yang terbaik dari sekian banyak museum yang pernah saya kunjungi. Jauh lebih baik penataannya dibanding Louvre Museum Paris. Koleksinya buanyak sekali dan bagian ‘Jewellery And Decorative Art‘ membuat saya ngiler berkepanjangan karena koleksinya serba emas dari berbagai macam negara. Bagian ‘Italian Rennaissance‘, ‘Italian And Spanish Fine Art‘ membuat saya bertanya tanya juga ‘barang barang ini dibeli, dijarah atau bagaimana caranya bisa didatangkan dari Italia dan Spanyol dan memenuhi seluruh tempat di museum raksasa ini. Tapi biarlah, yang jelas saya puas mengunjungi Hermitage Museum ini. Tapi jangan bilang ya, saya nggak bayar sama sekali masuk museum ini. Setiap hari Kamis minggu pertama setiap bulannya selalu gratis buat semua pengunjung. Anak anak dan pelajar malah gratis setiap hari.
Bangunan Museum
Menyatu Dengan Winter Palace

Baca Juga :

Patung Patung Jaman Rennaissance
Ada Lukisan Rembrandt
Dan Pelukis Terkenal Lainnya