Category Archives: Netherland

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Tunawisma Dan Kolong Jembatan Di Eropa

Umumnya Jembatan Di Eropa Tidak Ada

Pondasi Yang Bisa Digunakan Untuk Duduk Atau Tiduran

Barangkali anda pernah mendengar dari teman, tetangga atau saudara yang memuja muji kota di Eropa bersih bersih, tidak ada gelandangan/tunawisma, tidak ada gubuk kumuh/reot yang berdiri di bantaran sungai atau dikolong jembatan. Ya, memang benar, di Eropa tidak memungkinkan gelandangan/tunawisma bisa bertahan hidup dirumah gubuk kardus apa adanya seperti di Indonesia.

Jembatan Besi Seperti Ini Lebih Susah Lagi

Untuk Membuat Gubuk Di Kolong Jembatan

Iklim yang membuat tunawisma Eropa berbeda dengan di Indonesia. Tunawisma di Indonesia paling cuma batuk pilek kalau kehujanan, tetapi tunawisma Eropa bisa mati beku kalau kelamaan di kolong jembatan atau rumah kardus saat musim dingin.

 

Semua Jembatan Dan Sungai Didinding Beton
Kolong jembatan di Eropa juga memiliki design yang berbeda dengan jembatan di Indonesia. Tidak ada sama sekali tempat yang bisa digunakan untuk berpijak apalagi digunakan untuk meletakkan tubuh barang sejenak. Perhatikan gambar gambar kolong jembatan pada photo diatas. Jembatan di Indonesia biasanya jauh lebih lebar dibanding dengan sungai yang mengalir dibawahnya. Sehingga ada ruang dibawah jembatan yang bisa dipakai untuk membuat rumah gubuk kardus.
Tidak Mungkin Ada Tunawisma Bikin Gubuk Di Kolong

Bisa Mati Kedinginan Saat Musim Dingin

Nah, karena tidak mungkin bikin gubuk kardus, maka kota kota di Eropa kelihatan bersih, Tidak terlihat ada gelandangan, tunawisma dan gubuk gubuk kardus kumuh. Apalagi, cara berpakaian tunawisma umumnya tidak berbeda dengan siapapun, yaitu berjaket tebal, memakai topi penghangat kepala dan sering pula memakai jas tebal. Dan ingat, kelembaban udara di Eropa itu tidak setinggi di Indonesia sehingga semua orang tidak berkeringat. Pakaianpun tidak terlihat kumel meskipun tidak pernah dicuci berhari hari,

 

Ini Kolong Jembatan Di Indonesia

Sungainya Lebih Kecil Dibanding Lebar Jembatan

Sebenarnya ada tidak gelandangan dan tunawisma ?. Jawabnya banyak, saya perhatikan ada yang keluar masuk gorong gorong drainage kota melalui tutup manhole di trotoar atau jalanan. Ada juga yang sekitar jam 10 pagi terlihat keluar dari stasiun, mungkin tidur di gorong gorong dekat stasiun atau di gerbong gerbong kereta api.

 

Kolong Jembatan Seperti Ini Lebih Tidak Mungkin

Dijadikan Rumah Tinggal Tunawisma

Enak enak Tidur Jembatan Dibuka Bisa Mati Kejepit

Yang paling sering saya saksikan adalah disekitaran stasiun kereta api. Di kota Edinburgh, UK, tidak jauh dari stasiun Waverlay ada Queen Street yang selalu ramai pejalan kaki. Semacam Malioboronya kota Edinburgh. Di sepanjang jalan ini isinya berjajar jajar tunawisma semua. Stasiun Amsterdam Central juga sama saja.
Perhatikan Kolong Jembatan Butut Ini

Mana Bisa Bikin Gubuk Dibawah Jembatan

 

Nggak Ada Tunawisma

Ternyata Tidurnya Masuk Gorong Gorong

 

Lihat Struktur Jembatan Di Belanda Ini

Seandainya Bisa Dibuat Gubuk Tunawisma, Kemungkinan

Si Tunawisma Bisa Mati Kedinginan

 

Saya Perhatikan Memang Konstruksi Kolong

Jembatan Di Eropa Berbeda Dengan Di Indonesia

Kayaknya Tunawisma Dari Indonesia Perlu

Didatangkan Untuk Study Banding

 

Jembatan Paling Kumuh Di Eropa Seperti Ini

Juga Tidak Ada Tunawisma Yang Bikin Gubuk

Baca Apa Yang Ditulis

Si Tuna Wisma Pingin Tidur Di Hotel Yang Hangat

 

Bawaan Tunawisma Selalu Sleeping Bag

Jaket Tebal Dan Selimut

Baca Juga :

Schipphol Airport Selayang Pandang

Schipphol International Airport Amsterdam
Lokasi Haarlemmermeer
Entah sudah yang ke berapa kali saya menginjakkan kaki di Schipphol International Airport, Amsterdam ini. Kali ini saya hanya transit beberapa jam saja menunggu pesawat lanjutan ke Kuwait. Pemandangan di terminal keberangkatan masih sama saja seperti saat terakhir kali saya mampir ke bandara ini. Cukup ramai tapi tidak seramai Dubai karena memang Schipphol ini peringkatnya no 11, jauh dibawah Dubai yang menduduki peringkat 3 dunia sebagai The Busiest Airport In The World 2017. Baca link ini : List Of The Busiest Airport In The World.
Ada Tempat Selonjor Buat Duduk Duduk
Sambil Internetan Gratis
Untuk Print Ticket, Check in maupun drop baggage di bandara ini bikin bingung kalau baru pertama kali karena semuanya harus dilakukan sendiri seperti yang pernah saya alami sebelumnya. Mulai cetak tiket pakai mesin, ngangkat koper sendiri, memasukkan koper ke mesin juga harus dilakukan sendiri. Bahkan check in juga harus ribet sendiri. Baca : Wong Ndeso Di Schipphol Airport.
Duty Free Jualan Utamanya Cuma Keju
Keju Belanda Beratnya Minta Ampun

Tempat favorit saya kalau lagi transit di Schipphol adalah duduk duduk ‘klesetan‘ internetan gratis sambil nonton orang lalu lalang seperti terlihat pada photo diatas. Macam macam orang dari berbagai macam negara melintas didepan saya dengan berbagai macam warna kulit dan cara berpakaian. Ada yang wajahnya masih segar dan ceria tapi lebih banyak lagi yang terlihat ngantuk dan kumel. Yang tanpa ekspresi seperti zombie juga ada. Pakaiannya kusut tanpa senyum dan kelihatan seperti belum mandi seminggu. Entah orang tersebut baru turun dari pesawat negara mana dan mau melanjutkan lagi ke negara mana.

Keju Belanda Memang Bagus Untuk Dipandang
Kalau Dibeli Untuk Oleh Oleh, Berat Brooo

Dibandingkan dengan bandara bandara di Indonesia, saya bisa merasakan bahwa bandara Schipphol ini kurang bervariasi dalam hal ‘Oleh Oleh‘ yang dijual di Duty Freenya. Coba bandingkan dengan Adi Sucipto Airport Yogya. Di bandara kecil ini oleh olehnya bisa bermacam macam mulai dari Bakpia, Geplak, Rengginang sampai Gudeg. Pindah ke Ahmad Yani Airport Semarang beda lagi oleh olehnya menjadi Wingko, Lumpia, Bandeng Presto. Di Schipphol Airport oleh olehnya cuma satu saja yaitu Keju. Benar benar mboseni, miskin kuliner dan warganya kurang kreatifitas dalam hal berwirausaha.

Keju Belanda Jenis Dan Namanya Macam Macam
Edam Cheese, Brie dll

Lalu apa saja yang bisa disaksikan di bandara ini ?. Jawabnya ‘Nggak Ada‘. Apa yang sering anda saksikan didalam Mall di tanah air semuanya juga ada di Schiphol.

  • Shop : Bottega Veneta, , Bvlgari, Gucci, Hermes, Hugo Boss, Montblanc, Rolex, Omega, Swarovski, Swatch, Victoria Secret, Gassan Watch & Jewellery dll
  • Eat & Drink : Starbuck, Mediteranean Sandwitch, Amsterdam Bread & Co, dll.
  • Relax & Enjoy : XPress Spa, Airport Library, Airport Park, NEMO, Meditation Centre, Mercure Hotel dll
Keju Rasa Kelapa – Inilah Inovasi Terbaru Belanda
Cuma Bagus Bentuk Dan Kemasannya Saja

Jadi, Nggak perlu anda harus ke Schipphol kalau tujuannya hanya untuk cari ‘Oleh Oleh’. Oleh oleh khas ‘Keju Belanda’ jenis apapun semuanya banyak dijual di Indonesia. Percayalah, Duty Free di Schipphol dan bahkan di bandara apapun diseluruh dunia, nggak ada satupun yang menjual Oleh Oleh selengkap bandara di Indonesia.

Macam Macam Bangsa Ada Di Schipphol
Oleh Oleh Yang Dibeli Cuma Keju
Seandainya Ke Indonesia, Pasti Beli Rengginang

 

Mboseni, Semua Orang Cuma Mondar Mandir
Karena Nggak Ada Penjual Bakpia, Rengginang Atau Gethuk
Banyak Yang Mondar Mandir Doang
Coba Seandainya Ada Toko Oleh Oleh
Yang Selengkap Indonesia
Di Schipphol Adanya Toko Roti Doang
Bandara Di Indonesia Lebih Lengkap, Ada Toko Roti
Soto, Rawon, Bakso Dan Teh Botol – Mana Ada Di Schipphol
Barang Barang Yang Dijual Cuma Mainan
Dari China, Coba Seandainya Jual Juga
Peuyeum, Tahu Isi Dll
Ada Juga Yang Jual Tulip Plastik
Tulip Beneran Hanya Ada Bulan April-May
Penumpang Transit Banyak Yang Ngantuk
Gimana Nggak Ngantuk, Oleh Oleh Kuliner  Aja Nggak Ada
Mau Beli Cosmetic, Mobile Phone Sampai
Barang Barang Branded Mahal Ada Tapi Kan Perlu Makan Juga

 

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf – Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

 

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan ‘beol’ di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah ‘kebelet’ memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.
Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa
Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman ‘kebelet’ diluar negeri.
Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

 

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang ‘kebelet’ bisa langsung numpang toilet ke toko toko terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil ‘numpang‘ toilet ke toko toko kecil terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.
Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

 

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis ‘membilas’ sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin ‘membilas’ lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia ya, asumsi seperti ini ‘Salah Besar‘. Tidak ada satupun manusia yang ‘Superior’ termasuk masalah bau kotorannya. Percayalah…. Baunya Relatif Sama Saja !!!
Victoria Station – London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies
Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.
Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir
Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia‘.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul dilihat banyak orang.
Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC
Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.
Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

 

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

 

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn
Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat

Baca Juga :

Jalan Jalan Bawa Anjing Di Inggris

Anjing Gila Jadi Tontonan
Di Clarence Pier Portsmouth
Kalau anda googling cari informasi wisata di Eropa, biasanya yang ketemu cuma blog atau tulisan orang orang Indonesia yang sedang terkagum kagum tentang pengalaman pertamanya melihat gedung atau pemandangan alam yang tidak pernah mereka lihat di tanah air sebelumnya. Bisa dikatakan tidak ada satupun turis Indonesia yang mau menulis tentang Anjing yang banyak ditemuinya dijalanan.
Anjingnya Buesar
Kelihatan Bagus Kalau Di Photo, Tapi Tai Anjing
Dan Bau Kencing Anjing Dimana Mana
Di Belanda, kesan pertama kalau anda baru pertama datang ke negara ini adalah ‘Sepeda, Anjing dan Jompo (Baca : Ke Belanda, Apa Sih Yang Bisa Dilihat ?). Tapi di Inggris, agak sedikit berbeda. Pemandangan yang langsung bisa anda saksikan dan menjadi Kesan Pertama adalah ‘Bungkusan Sampah, Arab dan Anjing‘. (Baca : Inggris Kemproh dan Ngetest Arab Di Inggris). Anjing selalu ada dimana mana dan menjadi bagian dari kehidupan sehari hari warga Belanda, Inggris dan negara manapun di Eropa.

 

South Sea Portsmouth
Anjing Asli Inggris Ternyata Banyak
Jenis jenis anjing asli Inggris ternyata buanyaknya bukan main. Wikipedia mencatat sekitar 100an lebih jenis anjing asli Inggris, contohnya : English Water Spaniel, English Foxhound, North Country Beagle, Talbot dll. Baca daftar lengkapnya dari link ini Dog Breed Originating EnglandDog Breed Originating Scotland dan Dog Breed Originating Wales. Jadi bisa kebayang nggak bagaimana ribetnya pemerintah setiap hari ngurusi peraturan buat pemilik anjing dan bagaimana kesibukan penduduk tiap hari harus membuang tai anjing. Di UK, pemilik anjing bertanggung jawab untuk membersihkan tai anjingnya di tempat umum kalau tidak mau didenda.

 

Setiap Pagi Penduduk Jalan Jalan Selalu Nuntun
Dua Ekor Anjing Sekaligus
Berhari hari saya memperhatikan tingkah laku tetangga dan para pemilik anjing di beberapa kota di Inggris seperti Portsmouth, London, Birmingham dan lain lain. Rata rata sehari sekitar 2 – 3 kali mereka membuka pintu rumahnya supaya si anjing piaraannya bisa kencing atau buang hajat di halaman depan rumahnya. Minimal sehari sekali mereka mengajak si anjing jalan jalan kemanapun di kota. Saya paling takut kalau menginjakkan kaki  di halaman rumah orang Inggris, banyak ‘ranjau darat‘. Terkadang si anjing bosan buang hajat di halaman rumah dan memilih di trotoar didepan rumah.
Coba Bayangin, Kalau Tiba Tiba Anjing
Kencing Atau Beol Dijalan, Kira Kira Apa Mau
Si Pemilik membersihkan Dan Mengambil Kotorannya

Orang Inggris yang tidak memelihara anjing umumnya cukup galak dan pagar rumahnya dipasangi tulisan sangar, bunyinya kira kira ‘Yang Membiarkan Anjingnya Kencing Di Pagarku Monyet‘. Silahkan Baca dan lihat sendiri pengumuman pengumuman di pagar rumah orang Inggris : Melihat Cara Orang Inggris Marah Gara Gara Tai Anjing


Anjing Diberi Baju
Kalau Ngising Didalam Toko Gimana ?

Tapi, saya pernah melihat seorang bapak yang menurut saya sangat cerdas sekali. Dia tahu benar kalau anjingnya buang hajat dan tidak dibersihkan maka bakalan kena denda. Begitu anjingnya buang hajat di sebuah taman, cepat cepat tainya diinjak dan diratakan dengan tanah. Ketika saya lewat didepannya, si bapak tersebut sibuk menggosok gosokkan sepatunya kesana kemari, baik ketanah maupun ke rumput. Pura pura ‘sedang kena musbah ‘nginjak tai anjing’. Dengan tenang dan berwibawa si bapak memberi peringatan ‘Hati Hati Kalau Jalan Disini, Banyak Tai Anjing‘ sambil terus meratakan tai anjingnya dengan sepatu.

Udara Inggris Dingin
Jadi Bau Kencing Anjing Agak Semriwing
Kalau Anda Sedang Makan Di Restaurant
Tiba Tiba Ada Anjing Kencing Dipohon Didepan Anda
Apa Yang Anda Lakukan ?
Kalau Anda Sedang Jalan Jalan Melihat Toko
Tiba Tiba Kaki Anda Nginjak Tai Anjing
Gimana Reaksi Anda ?
Orang Inggris Banyak Yang Pinter
Kalau Anjingnya Ngising, Tainya Langsung Dinjak
Biar Melebar Dan Rata Dengan Tanah
Orang Inggris Kalau Jalan Jalan Bawa Anjing
Selalu Pakai Sepatu Buat Meratakan Tai
Nggak Ada Pemilik Anjing Yang Jalan
Pakai Sandal Jepit – Nggak Bisa Buat Meratakan
Tai Dengan Tanah
Baca Juga :

Pasar Rombeng Di Enschede Holland

Pasar Loak Enschede
Untuk Masuk Pasar Loak Ini Harus Bayar EUR 5
Kali ini saya ajak anda jalan jalan ke Enschede, Netherland. Namanya kurang begitu dikenal oleh umumnya orang Indonesia di tanah air, karena memang kota ini termasuk ndeso dekat perbatasan Jerman. Sama halnya dengan ndeso perbatasan Nijmegen dan Arnhem, Kota Enschede ini, adem ayem dan cenderung sepi terutama malam hari. Jarak dari Arnhem hanya sekitar 90 – 100 Km saja dan bisa ditempuh dengan kereta api, bus atau mobil. Dengan mobil waktu tempuhnya sekitar 1 jam saja melalui jalan A1. Tapi kalau saya yang nyopir bisa dua jam karena nyopir sambil bengong lihat kiri kanan dan kadang berhenti dulu photo photoan. Kalau lewat jalan N18 bisa lebih lama lagi sekitar 1.5 jam..
Jaket Bekas Biar Kumel Tapi Layak Pakai
Kelihatan Kan Orang Belanda Itu Pelit Pelit
Kota kecil Enschede ini cukup dikenal orang karena ada University Of Twente. Kalau nggak ada university ini ya jelas ‘bablas angine’, nggak ada orang yang mengenal apalagi mau blusukan ke kota ini. Banyak juga orang Indonesia yang tinggal dan kuliah di universitas ini. Yang mau saya ceritakan sebenarnya adalah pasar loaknya saja. Terus terang saya nggak tahu apa hubungan antara mahasiswa dengan pasar loak. Yang jelas dikota ini setiap hari minggu pertama dan minggu terakhir setiap bulannya ada pasar loak yang buka mulai jam 12:00 – 17:00.
Ini Mahasiswa Indonesia
Jidatnya Berkilau Tandanya Pinter
Maksudnya Pinter Milih Barang Loak
Nama kerennya Shopping Sunday. Lokasi keramaiannya di Centrum (City Center). Nggak cuma pasar loak saja yang ada disini, restaurant, bar dll banyak juga. Mulai De Oude Markt (Pasar Tua) sampai Grote Kerk (Gereja Besar) penuh orang duduk duduk njajan di restaurant, cafe dan bar, belanja di toko toko dan pasar atau sekedar mondar mandir melihat keramaian saja.
Semua Pengunjung Warga Lokal
Mahasiswa Malah Jarang Yang Terlihat
Dari berbagai kota yang pernah saya kunjungi di Belanda, saya selalu dengan mudah menemukan pasar loak. Baca : Serba Butut Di Lapak Pemulung Belanda.. Artinya,  orang Belanda itu meskipun kelihatan ngganteng dan cantik, sebenarnya pelit dan ngiritnya luar biasa. Nggak percaya ?, Baca juga : 3 Hal Tentang Orang Belanda. Gimana nggak pelit, di pasar loak Enschede ini terlihat jelas hampir semua pengunjungnya penduduk asli setempat. Kalau tawar menawar gigihnya bukan main. Umumnya kalau datang ke Centrum ini mereka kalau nggak jalan kaki, naik bus, pasti naik sepeda. Beda kan dengan orang kita, kemana mana selalu naik mobil. Ke pasar loak juga naik mobil sendiri dan tentu saja bikin macet jalanan.
Semua Barang Rumah Tangga Dijual
Pelit Pol Tapi Kalau Ditanya Jawabnya Selalu Ngeles
Nggak Boleh Dibuang Untuk Menjaga Lingkungan Hidup

 

Sociale Dienst – Nganggur Aja Dibayar

Meskipun Cuma Genjrang Genjreng Ngamen
Perbulan Dapat Rp 20 Jutaan Dari Pemerintah
Nggak Perlu Dikasihani Kalau Anda Lihat Gembel Eropa
Tunjangan Kere di Inggris namanya National Insurance (Baca : Kenapa Artis Kawin Cerai), tetapi kalau di Belanda namanya Sociale Dienst. Di Indonesia belum ada tunjangan semacam ini sampai saat ini. Kira kira semacam tunjangan tunai untuk biaya hidup bagi pengangguran, gelandangan (Bahasa Belandanya Bedelaar) atau tunawisma (bahasa Belandanya Daklozen). Istilah Bedelaar dan Daklozen ini punya definisi yang berbeda dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia seseorang menjadi miskin umumnya karena terlahir sudah miskin, nggak punya pekerjaan tetap atau hal hal lain yang menyebabkan bangkrut.
 
 
Jangan Sedikitpun Merasa Kasihan Lihat Orang Seperti Ini
Mereka Memang Punya Dunianya Sendiri
 
 
Di Belanda, seseorang menjadi Kere disebabkan karena ulahnya sendiri, misal membuat kerusuhan ditempat umum, kriminal, pelanggaran hukum, junkie, pailit terlalu banyak hutang dll. Begitu seseorang terlibat salah satu dari yang saya sebutkan tadi, maka tiada ampun lagi langsung suram masa depannya. Semua tunjangan yang menjadi haknya langsung hilang dan mereka akan dengan cepat dijauhi oleh teman, keluarga bahkan susah masuk kembali ke dunia kerja. Catatan, di Belanda, bayi baru lahir mendapat tunjangan sesuai dengan umurnya.sampai umur 18 tahun. Begitu masuk usia kerja tapi nganggur juga dapat tunjangan.
 
 
Di Indonesia Tinggal Di Apartment Sangat Bergengsi
Di Belanda, Bisa Jadi Bertetangga Dengan
Penerima Sociale Dienst
 
 
Tunjangan anak atau sering disebut Tunjangan Pendidikan besarnya sekitar EUR 280 per bulan (4 – 5 Juta Rupiah kurs saat ini). Di Indonesia juga ada di DKI dan baru saja dimulai di era Gubernur Ahok, namanya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Tunjangan Hari Tua relatif sama dengan di Indonesia, dananya diambil dari gaji dan perusahaan saat masih aktif bekerja. Kalau pengangguran, sumber dananya ada dua yaitu kalau nggak dari UWV tentu dari Sociale Dienst.
 
 
Kalau kena PHK misalnya, maka tunjangannya berasal dari UWV. Kira kira sekitar 70 % dari gaji terakhir. Tapi tidak selamanya dapat duit dari UWV, ada masa berakhirnya. Tujuannya supaya semangat cari kerja dan nggak membebani negara. Kalau sudah benar benar menyerah nggak dapat kerja, baru bisa mengajukan Sociale Dienst. Tunjangan Kere ini besarnya bervariasi sekitar EUR 600 – EUR 800 (sekitar 11 Juta Rupiah) per bulannya untuk single dan bisa mencapai EUR 1200 (sekitar Rp 17 – 19 Juta kurs saat ini) kalau punya pasangan atau anak.
.
Itulah sebabnya di Belanda dan Eropa nggak ada yang berani demo anarkis ditempat umum. Kalau anda jalan jalan dan masuk ke perumahan perumahan di Belanda, semua orang yang anda temui dan juga perumahan akan ‘terlihat‘ relatif sama. Nggak ada sama sekali istilah “Saya Orang Kaya“, “Kamu Orang Miskin“, “Ini Perumahan Orang Kaya” atau “Ini Perumahan Kere“. Semua sama saja dibiayai pemerintah walau pengangguran sekalipun. Akibatnya, kalau para Kere ini datang ke Indonesia, langsung masuk TV Entertainment karena dengan cepat dapat jodoh artis film dan sinetron. Catatan : mereka juga dapat tunjangan liburan setahun sekali. Kalau masuk ke penampungan, tunjangan hidup diberikan seminggu sekali. Baca :Kenapa Artis Kawin Cerai.
.
Semua Tunjangan Kere yang ditermia sudah diperhitungkan cukup untuk bayar listrik, gas, sewa rumah dan makan setiap bulannya. Tetapi begitu membuat masalah ditempat umum, terlibat kriminal, drugs atau semacamnya, langsung deh habis semuanya. Rumahpun bisa diusir kalau nunggak berbulan bulan dan biasanya langsung di black list dan sangat susah untuk dapat rumah lagi. Akhirnya mau nggak mau harus ditampung di penampungan sosial semacam  “Bala Keselamatan”
.
Banyak orang Indonesia yang menilai hidup di Belanda atau Eropa enak sekali karena yang diketahui dan dibaca hanya cerita seperti diatas saja. Salah besar, yang enak itu hidup di Indonesia, hampir semuanya masih serba gratis. Negara negara Eropa bisa memberi tunjangan seperti itu karena semua penduduk bayar pajak tanpa kecuali. Pedagang kaki lima saja mau bayar pajak (Baca :KVK – Kamer Van Koophandel), Petani / nelayan bayar pajak, renovasi rumah bayar pajak (Baca : Uenak Tenan Bayar CGT), ada juga pajak limbah, pajak polisi dan keamanan, pajak kota dan pajak bla bla bla (Baca :Klenger Bayar Pajak Mulu).
.
Kalau saya jelaskan di Eropa semua bisa begitu karena serba bayar pajak, Jawaban orang Indonesia di tanah air umumnya : “Nggak mungkin bisa diterapkan di Indonesia, masih banyak rakyat miskin di Indonesia” katanya.  Dinegara manapun kalau rakyatnya miskin jelas tidak akan diminta bayar pajak tapi malah diberi tunjangan kere oleh negara. Di Indonesia, Petani nelayan nggak pernah dikenai pajak padahal mereka punya penghasilan, pedagang kaki lima sama saja punya penghasilan malah setor ke preman, Keamanan dan kebersihan komplek perumahan bayarnya ke RT, rumah di renovasi dan ditambah kios ponsel juga dibiarin saja. Apa nggak enak ?. Kapan Indonesia bisa maju dan mensejahterakan rakyat seperti Belanda dan Eropa kalau petani, nelayan, PKL dan yang kerja informal nggak pernah bayar pajak apapun. sampai saat ini.
.