Category Archives: Lebanon

Duit Funky, Jadi Jutawan Di Lebanon

Tempat Belanja Di Beirut
Bisa Bayar US Dollar Dan Lebanon Pound
.
Milliarder
Asli Bukan Duit Monopoli
Pernah anda melihat mata uang Lebanon ?. Namanya Lebanon Pound (LBP) atau ada juga yang menyebut Lebanese Lyra (LL). Sudah puluhan negara saya kunjungi, tetapi hanya Lebanon saja yang memiliki mata uang cukup “Funky”. Warna mata uang Lebanon benar benar ngejreng seperti mata uang permainan Monopoli. Di negara manapun, setahu saya mata uangnya berwarna kalem atau lembut seperti hijau tua, merah hati, hijau daun dan kombinasi warna yang dipilih juga cukup sederhana. Kalau mata uang Lebanon, benar benar Funky dan rasanya sayang sekali untuk digunakan berbelanja. Dikantongi terlalu lama juga tidak baik, diberikan ke pembaca blog ini juga “No…. No…. No……”. Jadi mau diapakan ya duit ini ?
.
Angka Nol Banyak
Jadi Jutawan Di Lebanon
Siapapun yang baru pertama kali melihat dan memegang duit Lebanon ini, rasanya tidak ingin melepaskan begitu saja, karena warna dan gambarnya begitu menarik, kombinasi warna sangat norak dan funky. Bagi orang Indonesia, rasanya ada sesuatu yang ‘susah untuk diceritakan’.. Serasa ada ikatan batin seperti saat memegang mata uang rupiah. Kenapa ? Karena jumlah angka nol sangat banyak sekali. Misal  LBP 100.000, LBP 50.000, LBP 10.000. Mata uang Funky ini kalau dikonversikan ke rupiah juga relative sama. Kira kira 1 LBP setara dengan Rp 1 – Rp 6 tergantung dimana kita menukar mata uang rupiah kita.
.
Toko Souvenir, Bayar
USD Kembalian LBP
Beberapa bulan lalu, hampir seluruh media di tanah air hiruk pikuk  dengan rencana pemerintah untuk men’denominasi’ mata uang rupiah sehingga nantinya mata uang rupiah akan sedikit jumlah angka nolnya dan akan lebih enak dipandang. Terus terang, karena banyaknya angka nol tersebut saya sering ‘pusing tujuh keliling’ kalau bincang bincang dengan bangsa lain masalah ekonomi Indonesia yang sedang membaik. Dalam pikiran awam, mata uang yang banyak nolnya berarti ekonominya amburadul. Contohnya mata uang Zimbabwe.
Di Lebanon, sampai saat ini tidak ada issue mau men’denominasi’ mata uangnya. Tetapi, penduduknya mencari jalan keluar sendiri yaitu lebih senang dibayar dengan mata uang US Dollar daripada mata uangnya sendiri.
.
Toko Sepatu Bisa Gesek
Credit Card USD Atau LBP
Baik di Mall besar, toko agak besar, kios kecil sampai urusan bayar taxi dan njajan di kaki lima selalu pertanyaanya sama. Mau bayar pakai Lebanon Pound atau bayar pakai USD. Tidak peduli seberapa besar transaksi yang kita lakukan, yang jelas kalau kita bayar dengan USD, maka kembaliannya dengan mata uang local Lebanon Pound. Nilai kursnya entah dari mana, tetapi rasanya tidak merugikan konsumen. Bayar pakai kartu kreditpun juga sama saja, kita selalu ditanya mau digesek USD atau digesek LBP. Kalau saya jawab LBP, rasanya berat sekali nggeseknya dan selalu menyarankan USD dengan memberi alasan panjang lebar yang tidak saya ketahui benar atau tidaknya karena saya tidak tahu sama sekali mengenai fluktuasi pasar mata uang dunia.
.
Beli Apel Sekilo
Bayar Dollar Atau Pound ?
Pernah saya coba membayar barang yang saya beli di Mall ABC, sebuah mall besar di kota Beirut dengan mata uang Kuwait Dinar. Waktu itu iseng iseng saya katakana hanya punya LBP dan Dinar Kuwait saja. Eh ternyata si penjual langsung sibuk nelpon kawannya di bank dan menanyakan kurs terakhir. Tampaknya si penjual lebih percaya mata uang asing daripada mata uang negaranya sendiri. Gawat juga ya…., kalau penduduk Indonesia di pelosok pelosok desa dan kabupaten seperti di Lebanon dan tidak mau menggunakan mata uang negara sendiri, jadi apa negeri tercinta kita Indonesia.
Baca Juga :
Advertisements

Salju Di Timur Tengah Yang Bikin Saya Ngakak

Ski Resort Tua Berdiri Tahun 1950an Kok Dikatakan
Salah Satu Tanda Tanda Kiamat Dan Gejala Pemanasan Global
Musim Dingin Tertutup Salju
Musim Panas Jadi Gurun Kembali

Kali ini saya ajak anda jalan jalan ke Laqlouq. Salah satu dari puluhan Ski Resort di Timur Tengah dimana sebagian besar Ustad, Wartawan, Blogger, Facebooker tidak mengetahui kalau di Timur Tengah bagian utara juga rutin turun salju saat musim dingin. Laglouq adalah salah satu ski resort di Lebanon yang sudah ada sejak 1958. Sangat tua sekali dan hanya Dinosaurus saja yang lebih tua dari Laqlouq. Ini bukan satu satunya ski resort di Middle East, ski resort lain di Lebanon cukup banyak dan pernah saya tulis dalam blog ini juga, misalnya  Faraya Mzaar Kfardebian The Cedars, Fakra, Qanat Bakich dan Zarour. Di Israel / Palestina ada juga ski resort besar bernama Mt Hermon. Di Syria juga ada seperti di Jebel Makdous dan Bludan. Ras Dashen di Ethiopia dan St Catherine di Sinai – Mesir. Paling Banyak adalah di Turki, ada 20 ski resort atau bahkan lebih.

 
Salju Yang Bikin Saya Ngakak
Dilihat Dari Kamar Hotel

Dari Beirut, jaraknya hanya sekitar 1jam 15 menit perjalanan dengan menggunakan mobil. Hampir sama jaraknya dengan ski resort Faraya Mzaar. Kalau anda dari Beirut kearah Byblos (Jbail) melalui Coastal Highway, maka anda akan menemui persimpangan kearah Faraya. Terus saja beberapa kilometer kearah Byblos (Jbail) maka akan terlihat persimpangan kearah Laqlouq. Lokasi tepatnya adalah antara Faraya Mzaar Ski Resort dan The Cedar Ski Resort. Ikuti saja  Anaya Street (Charbel Monestary), kalau terlihat Army checkpoint langsung belok kanan kearah Ihmij Village. Saya menggunakan GPS untuk menuju ketempat ski resort ini, sehingga kurang memperhatikan petunjuk arah di jalan, rasanya ada petunjuk jalan dengan tulisan besar menuju Laqlouq.

 
Nampang Dulu Di Gurun
Yang Tertutup Salju

Ketinggian Ski Resort Laqlouk antara 1750 – 2000 Meter dari permukaan air laut. Puncak tertinggi bernama Saidat Al Qarn peak dengan ketinggian 2300 meter. Silahkan naik keatas kalau anda penggemar Extreme Sport. Dibandingkan dengan Faraya Mzaar, ski resort ini lebih tenang dibanding Faraya Mzaar. Hotel juga cukup bagus dan yang dekat sekali dengan slope adalah Hotel Shangri-La dan Hotel Nirvana. Hotel Lavalade sekitar 3 menit menuju Slope dan Hotel Hafroun sekitar 10 menit. Tidak jauh sebenarnya, tetapi kalau jalan kaki rasanya bisa kepleset 7 kali menuju slope dan kalau ditengah jalan tiba tiba terjadi badai salju, kemungkinan besar anda akan mengkerut jadi patung salju ‘Snowman’. Hotel hotel kecil disebut chalets dan juga ada cukup banyak, sangat cocok untuk backpacker.

 
Salju Tebal
Kiamat Sudh Dekat

Saya hitung, ada 9 Ski Lift menuju puncak gunung. Ski lift untuk pemula sebanyak 4 lift dinamakan Baby Ski Lift padahal yang naik tidak ada sama sekali bayi malah lebih banyak jompo. Ski Lift untuk yang sudah mahir ada 5 termasuk lift menuju ke puncak dengan ketinggian 1950 meter dan terus terang saya lebih suka nonton extreme ski dari bawah daripada ikutan naik keatas. Obyek wisata disekitar ski resort ini cukup banyak juga, jauh lebih banyak dibanding restaurant. Saya sempat kelaparan berjam jam ditempat ini karena kebingungan cari restaurant nggak ketemu ketemu. Obyek wisata terdekat yang banyak dikunjungi turis diantaranya adalah Cave Of Afqa, The Abyss At Balou dan Annaya Village.

Keindahan Salju
Di Timur Tengah

Lain kali melalui blog ini juga akan saya ceritakan tempat tempat ski atau tempat bersalju lain di Timur Tengah dimana anda bisa bermain salju dengan sepuasnya. Akan saya ajak anda untuk menyaksikan salju di Jabal Katherina / St Catherine Sinai – Mesir, Ras Dashen – Ethiopia, Amman – Jordan,   Algeria, Libya dan negara lain di kawasan Mediterania. Silahkan baca tulisan dibawah ini sebagai hiburan dan menambah wawasan anda. Ternyata pak Ustad dan wartawan di tanah airpun bisa lucu menyikapi turunnya salju di Timur Tengah. Interpretasi dan keterbatasan pengtahuan ternyata bisa membuat kita tersenyum lebar.

 

Menelusuri Asal Kata Bible, Bibliotheque Dan Bibliography

 
Pelabuhan Nelayan Byblos
Nama Sekarang Jbail, Pantas Banyak Yang
Tidak Tahu Kalau Kita Tanya Arah Ke Byblos
 
Hati Hati Kesasar Tidak Ada
Satupun Petunjuk Arah Ke
Byblos, Yang Ada Jbail
Setiap hari kita sering mendengar atau membaca kata “Bible” ,”Bibliotheque” atau “Bibliography”, tetapi sebagian besar diantara kita banyak yang tidak tahu darimana sebenarnya asal usul kedua kata yang sangat terkenal tersebut. Malah ada yang menjawab sekenanya berasal dari Jerusalem dengan alasan agama Kristen berasal dari kota di Palestina / Israel tersebut dan Bible adalah kitab sucinya. Jawaban yang tepat sebenarnya diambil dari nama sebuah kota yang bernama Byblos. Kota tua ini sudah ada sejak 6000 tahun SM (Sebelum Masehi) dan  sekarang bernama Jbail dan terletak di Negara Lebanon. Hanya 37 Km saja dari ibukota Lebanon, Beirut dan terletak dipinggir pantai Laut Mediterania. Konon pada jaman dulu kala kota Byblos ini sangat maju dan menjadi kota dagang yang ramai. Berdasarkan peninggalan archeology yang ditemukan ditempat ini, dulunya dikota ini terdapat percetakan tua dimana Bible untuk pertama kali dicetak dan juga dipercetakan inilah pertama kali diperkenalkan ilmu penyusunan kata kata dalam buku yang saat ini dikenal sebagai Bibliography atau Bibliotheque..
 
 
 
Jalan Kampung Kota
Tua Byblos
Saat ini kota ini adalah satu dari lima UNESCO World Heritage Site di Lebanon (Byblos, Anjar, Baalbek, Tyre dan Holy Valley Ouadi Qadisha & The Forest Of Cedars Of God (Horsh Arz El-Rab) . Kalau anda jalan jalan ditempat ini suasana yang bisa anda rasakan adalah perasaan campur aduk antara religious, romantic, dan hura hura. Kenapa ?, karena ditempat ini semuanya ada mulai café café yang romantis, gereja kuno, kota tua dengan dinding batu kuno, dermaga batu dengan perahu perahu nelayan kuno, kebiasaan penduduk yang suka mancing dan juga museum berisi peninggalan archeology sampai tokoh politik modern. Untuk datang ketempat ini juga tidak terlalu sulit, cukup naik taxi, bus atau sewa mobil sendiri dari Beirut dan penduduknya sangat ‘welcome’ sekali terhadap turis atau orang asing.
 
 
Anakku Sudah Besar, Malu Kalau Dipeluk
Bapaknya Yang Masih Muda
Pusat Kota Jbail
Ruwet, Banyak Wisatawan
Parkir Sembarangan
Kalau anda tanya, ada tidak hotel disini, maka saya jawab ada. Yang tampak bagus dan tidak lebih dari 5 menit jalan kaki menuju dinding batu kota kuno ini adalah Hotel Canary De Byblos.
 
 
 
Lalu apa yang bisa dilihat dan menarik :
  • St John The Baptist Church
  • Byblos Wax Musseum
  • Byblos Fossil Musseum
  • Kuburan Kuno (King Tomb) kalau anda mau nyekar.
  • Byblos Castle
  • Phoenecian Temple
  • City Wall
  • Old Souk, tempat belanja souvenir dan barang barang antic
 
Tempat Mancing
Byblos
Kalau lapar bagaimana ? Cari saja restaurant atau warung makanan yang banyak tersebar disekitar pasar (Old Souk). Mulai Chinese Restaurant, Arabic Restaurant, Lebanese Restaurant, Pizza Hut atau Mc Donald semuanya ada. Kalau anda ingin menikmati suasana romantic dengan lampu remang remang malam hari, café café atau pub & bars beratap langit dengan ditemani pria dan wanita Lebanon yang cantik dan tampan juga ada. Saya perhatikan, semua café, pubs & bars menawarkan Lebanese Wines. Sebuah Wines khas Lebanon yang dibuat di Lembah Bekaa dan katanya baik Lebanese Wines, Lebanese Girl maupun Lebanese Gentlemen semuanya memabukkan dan sekali anda mencoba maka langsung sempoyongan  kepincut dan nggak mau pulang. Restaurant yang saya perhatikan sangat baik adalah Flobby Dinner dan Locanda A La Grande.
 
 

 

Old Souq

 

Jalan Di Kota Kuno Byblos
Ijo Royo Royo
 
 

 

Didepan Cafe Pubs & Bar

 

Baca Juga :
 
 
 
 

Dimana Paris Of Middle East

Raoche Rock Atau Pigeon Rock Beirut, Lebanon
Sayang Tidak Punya Cerita Legenda Seperti Di Indonesia
Salah Satu Sudut Kota Beirut
Jalan Sempit Mirip Paris
Banyak sekali kota yang mengaku mirip dengan Paris, tetapi beberapa kota yang saya kunjungi ternyata tidak ada kemiripan sama sekali. Tidak salah kalau saya selalu mengatakan ‘Semua Kota Ada Bedanya’. Sebut saja kota Bandung, kota ini pada jaman Belanda dulu sering disebut Paris Of Java. Tetapi sejak saya masih balita puluhan tahun lalu sampai saya dewasa sekarang dan sering membandingkan dengan Paris, rasanya tidak ada sama sekali kemiripannya. Bangunan gedung di Bandung hampir semuanya berarsitektur Belanda, sangat berbeda sekali dengan bangunan atau gedung di Paris yang umumnya bergaya gothic dengan jalan jalan kecil dan sempit. Udara kota Bandung yang dulu terkenal sejuk juga tidak bisa disamakan dengan kota Paris yang lebih sering panas dan pengap daripada sejuk. Kota Paris jauh dari gunung dan sama sekali berbeda dengan Bandung yang dikelilingi bukit dan gunung.
Kota Beirut
Tata Kota Peninggalan Perancis

Perhatikan kota kota yang sering dianggap mirip dengan Paris dibawah ini, menurut anda kota mana yang benar benar mirip Paris.

  • Paris Of The Orient – Shanghai & Saigon
  • Paris Of South America – Buenos Aires
  • Paris Of The Oceania – Melbourne
  • Paris Of Eastern Europe – Praque
  • Litle Paris – Bucharest
  • Paris Of The West – San Fransisco
  • Paris Of Java – Bandung
  • Paris Of Middle East – Beirut
  • Paris Of Kuwait – Fahaheel
Avenue Des Francais Beirut
Tempat Makan Sepanjang Jalan
Tetapi menurut saya, yang benar benar sangat mirip Paris adalah Beirut, ibukota Lebanon. Tingkat kemiripan kira kira hampir 80 %, sangat tinggi memang untuk sebuah kota yang jaraknya terpisah ribuan km. Di Kota Beirut ini jalan jalan sama sempitnya seperti jalan jalan dikota Paris. Papan nama toko, nama sekolah, nama jalan, nama bus, nama restaurant, Koran dan TV banyak yang berbahasa Perancis. Penduduknya sangat menguasai bahasa Perancis dengan baik sekali selain bahasa Arab. Gedung gedung pertokoan dan apartment juga memiliki design arsitektur yang relative sama dengan gedung di Paris. Kalau anda berphoto photoan di Beirut dengan latar belakang papan nama toko lalu anda upload ke facebook, saya jamin ‘Friend’ anda di facebook akan mengira anda di Paris. Apalagi, penduduk Lebanon umumnya sangat modis sekali dengan warna kulit dan rambut agak agak bule sedikit, sudah pasti photo yang anda upload di facebook akan kebanjiran ‘cap jempol’ JJJ

Corniche Beirut
Dari Kamar Raoche Arjaan Hotel

Kopi Hangat Baba Ali
Corniche Beirut
 Mari kita jalan jalan menyusuri Saint George Bay, Avenue Des Francais, Raoche Rock dan Avenue General De Gaule. Jalan jalan ini memanjang sepanjang pantai Laut Mediterania di kota Beirut. Trotoar disepanjang pantai ini merupakan tempat penduduk Beirut berkumpul setiap hari baik untuk sekedar olah raga, jogging, bersepeda atau sekedar jalan jalan melihat pemandangan laut yang indah. Sarana kota ini disebut juga Corniche Beirut dan panjangnya sekitar 5 Km. Disepanjang jalan ini banyak terdapat restaurant. Sama halnya dengan di Paris, hampir semua restaurant mempunyai meja dan kursi diluar gedung dangan payung atau tenda warna warni yang cantik. Yang menarik adalah pedagang kaki lima, penjual roti menggantungkan rotinya disepeda dan penjual kopi hangat menjajakan sambil membawa termos. Pagi hari yang cukup dingin terasa begitu hangat dengan secangkir capucino dari Baba Ali.
Paris Indian RestaurantDi Fahaheel Market
– Paris Of Kuwait –
Kalau Kuwait kira kira mirip tidak dengan Paris ? Tentu saja dengan bangga akan saya saya jawab “Ya”. Terutama Fahaheel, di daerah yang terkenal padat dan selalu ramai India karena adanya pasar Fahaheel ini anda anda akan dengan mudah menemui segala sesuatu yang berbau Paris, Contohnya Saloon Paris, Paris Cellular, Paris Computer Shop, Paris Aero Travel dan yang paling ngetop adalah Paris Indian Restaurant. Sayang, sebagian besar pengunjung dipasar ini tidak mirip sama sekali dengan penduduk Paris, memang kebanyakan tenaga kerja dan pedagang dari India. Inilah Paris Of Kuwait hee rasa India hee…..
Baca Juga :

Ski, Snowboard Dan Salju Di Timur Tengah

 
Faraya Mzaar Ski Resort Lebanon
 
Macet Banyak Mobil Selip
Menjelang Pintu Masuk
Faraya Mzaar Ski Resort

Kali ini saya ajak anda jalan jalan ke Faraya Mzaar,Kfardebian di Lebanon. Suatu tempat yang pernah menggemparkan jagad jurnalistik di tanah air beberapa tahun lalu. Saat itu berbagai harian di tanah air memuat berita berjudul Timur Tengah Dilanda Badai Salju.  Setelah itu berbagai tulisan muncul di koran koran lain, blog, facebook dan media internet lain dimana semuanya latah mendramatisir cerita seperti ‘Pemanasan Global’, ‘Tanda Tanda Kiamat’ dan tentu tidak ketinggalan  ‘Jempol’ di facebook. Sebenarnya yang terjadi saat itu adalah kejadian biasa, yaitu hujan salju disertai angin kencang yang terjadi di Lebanon, Syria, Palestina/Israel, Jordania dan sebagian Saudi Arabia Bagian Utara. Tetapi karena ‘mindset’ wartawan, penulis dan pembaca di Indonesia adalah ‘tidak mungkin ada salju di Timur Tengah maka yang terjadi malah dakwah pemanasan global dan tanda tanda kiamat. Silahkan baca : Kiamat Sudah Dekat dan Dakwah Yang Bikin Saya Ngakak

 
Simbok Sedang Mencari Penjual
Bakso Biar Hangat

Faraya Mzaar adalah ski resort terbesar di Timur Tengah dan hanya sekitar satu jam saja perjalanan dengan mobil dari Beirut. Perjalanan menuju tempat ini dengan mobil cukup aman karena meskipun jalan naik tetapi secara umum tidak ada tikungan patah. Jalan tidak terlalu besar tetapi cukup sepi dan kendaraan berpapasan juga tidak terlalu ramai. Cara mengemudi mobil lain juga cukup sopan dan tidak ugal ugalan. Kalaupun ada bahaya tentu karena licin baik karena air hujan atau salju yang mencair terlindas roda mobil. Pompa bensin sepanjang jalan sangat banyak sekali dan jangan kaget, kebanyakan pompa bensin dikelola oleh Medco Energy. Saya kira perusahaan Indonesia milik Arifin Panigoro, ternyata perusahaan energy asli Lebanon yang telah berdiri sejak 1910 milik George N Chammas (Chammas Group).

 
Beli Karcis Masuk

Ski resort Faraya Mzaar ini pertama kali dibangun tahun 1950. Artinya, kalau ada hujan salju atau badai disekitar tempat ini bukan berarti pemanasan global atau tanda tanda kiamat. Memang dari dulunya selalu bersalju dan sering berangin kencang. Kalau ada korban kejatuhan papan reklame ya jelas wajar wong anginnya kencang sekali. Tempat tempat ski di Lebanon, sekitar Kfardebian diantaranya adalah :

  • Faraya Mzaar Kfardebian
  • The Cedars
  • Laqlouq
  • Fakra
  • Qanat Bakich
  • Zaarour
 
Hotelku Tertimbun Salju
Mana Pintunya Ya ?
Faraya Mzaar terdiri dari 42 slopes dan 80 Km track. Puncak tertingginya sekitar 8130 feet dan dinamakan Dome Du Mzaar. Dari puncak ketinggian ini akan terlihat Lembah Bekaa, puncak The Cedars, Laqlouq, Fakra, Qanat Bakich, Zaarour, Laut Mediterania dan kota Beirut. Mt Hermon, tempat ski di Palestina juga terlihat jelas dari puncak Mzaar ini. Tempat ski terdiri dari 3 slope untuk pemula dan beberapa untuk intermediate, baik untuk pemula maupun intermediate bisa kepuncak menggunakan kereta gantung. Yang sudah mahir bermain ski atau snowboard bisa naik ke puncak tertinggi di Jabal Dib atau Warde Peaks seperti yang sering anda lihat di TV Extreme Sport. Ada juga cross country trail, tempat dimana pemain ski sering menabrak pohon kalau meleng.
 
Pemeriksaan Tiket

Tempat penginapan mungil semacam losmen banyak sekali ditempat ini dan dinamakan Chalets. Ada yang benar benar mungil hanya terdiri dari beberapa kamar dan ada juga yang dikelola seperti hotel bintang 4. Yang paling dekat dengan pintu masuk Ski Resort adalah Aux Cimes Du Mzaar. Kalau hotel bintang 5 yang terdekat adalah Intercontinental Mzaar Hotel. Jalan menuju pintu masuk ini selalu padat dan macet karena banyak sekali mobil yang selip tidak bisa jalan, mundur sendiri nabrak mobil belakangnya atau jalan sendiri nabrak dinding saking licinnya jalan saat tertutup salju. Jangankan mobil, jalan kaki saja bisa kepleset dan meluncur kebawah.

 
Briefing Keselamatan

Kalau anda menginap di hotel atau chalets yang agak jauh dari pintu masuk, saya sarankan untuk menggunakan snow taxi saja daripada kedinginan jalan kaki dan kepleset dijalan. Taxi ini bisa dipesan dari hotel, biasanya anda akan diajak memutar ski resort yang jauh sekali supaya ongkosnya tidak terlalu murah. Rugi bagi sopir taxi kalau dari hotel langsung ke pintu masuk ski resort, tetapi nggak apa apa, anggap saja wisata siapa tahu anda bisa melihat mobil jalan mundur nggak ada sopirnya. Mintalah kepada sopir taxi kira kira jam berapa nanti harus dijemput, usahakan anda telah sampai ditempat tunggu yang anda sepakati tepat waktu, kalau sampai sopir taxinya datang dan anda belum ada maka anda akan ditinggal karena jadwal sopir taxi sangat padat dan jumlah taxi juga tidak terlalu banyak.

 
 
Ayu Dan Dinda Meluncur

Untuk sewa snowboarding atau perlengkapan ski tidak terlalu sulit. Hampir disetiap chalets yang ada di Faraya dan Kfardebian menyediakan perlengkapan ski untuk anda beli atau anda sewa. Cukup tinggalkan tanda pengenal saja kalau anda mau sewa. Hitung hitungan sewanya adalah per hari, terdiri dari jaket dan celana salju, sepatu dan ski atau snowboard yang bisa anda pilih dan tongkat ski. Helm keselamatan dan kaca mata anti silau juga bisa disewa termasuk snowmobile. Ongkos sewanya cukup bervariasi dan tawar menawar, semakin jauh tempat sewa dari pintu masuk semakin murah.

 
 
Naik Ke Intermediate Peaks

Silahkan melihat http://www.skileb.com/. Sebagai catatan, lebih bagus booking hotel melalui http://www.booking.com/ karena sistemnya sudah online dan pasti, tetapi ada kekurangannya, chalets atau hotel kecil hanya bisa dibook melalui skileb meskipun agak ribet sedikit karena sistem bookingnya masih manual, skileb akan tilpun dulu dengan hotel kalau ada kamar kosong baru konfirmasi ke anda. Tidak semua hotel di ski resort ini mahal. Chalets untuk backpacker juga banyak. Sayangnya, rumah makan agak sulit dicari kecuali didalam hotel atau di Faraya yang cukup jauh.

 
Baca Juga :
 
Di Beginner Slope Bersama
Anak Anak Balita
 

Chalets
Ada Yang Khusus Backpacker
Satu Kamar Dipakai Satu Rombongan

Kisah Rambo Disarang Milisia Lebanon

Horee Bantuan Datang

Hotel Sudah Terlihat Tapi
Untuk Menuju Kesana Ternyata
Nyaris Pingsan

Sial, mobil sewa warna biru yang susah payah saya kemudikan menembus hujan salju akhirnya benar benar tertancap disalju dan tidak bisa melanjutkan perjalanan lagi. Praktis hujan lebat salju yang turun membuat mobil semakin terbenam dan tidak ada pilihan lain selain turun dan jalan kaki menuju hotel terdekat untuk minta bantuan. Udara tipis, angin kencang dan beratnya lari diatas salju yang naik turun membuat napas ngos ngosan serasa mau pingsan meskipun jarak hotel tidak sampai 500 meter.dari mobil saya yang tidak mau jalan lagi selain megal megol diatas jalan yang licin.

‘Elie Hobeika’
Cabin Mobil Jadi Penuh Sesak

Tetapi ada hikmahnya juga dari kejadian ini, saya dapat kenalan seorang Lebanon yang ramah dan berbadan luar biasa besar. Orang ini sudah jago menjalankan mobil diatas salju meskipun mobil tidak dilengkapi rantai roda. Disamping membantu mengeluarkan mobil, orang besar ini juga menawarkan jasa untuk mengemudikan mobil saya kemanapun yang saya inginkan. Langsung saya setujui dan sepakati untuk tujuan Baalbeck. Baalbeck ini terkenal dengan bangunan peninggalan romawi yang bernama Temple Of Bacchus, Temple Of Jupiter, Temple Of Venus dan peninggalan Ottoman berupa sisa sisa Omayyad Mosque.

Gambar Gambar Sebelum
Camera Dimasukkan Bagasi

Sambil jalan melihat lihat pemandangan, orang ini memperkenalkan diri dan minta dipanggil Ellie. Dan yang saya cukup surprise, orang ini ternyata seorang milisia dan biasa gerilya di perbatasan Israel maupun Syria. Nama lengkapnya Elie Hobeika, tetapi setelah saya kembali ke Kuwait baru tahu kalau dia bohong dengan namanya. Ternyata nama Ellie Hobeika adalah tokoh politik yang telah lama mati terkena bom mobil tahun 2002 di Beirut. Elie Hobeika adalah  tokoh politik hitam yang bersama sama dengan Israel bertanggung jawab atas pembantaian pengungsi Palestina di Sabra dan Shatilla Beirut tahun 1982.

Berkabut Dan Subur
Seperti Di Indonesia

Si ‘Elie’ palsu ini ditengah jalan menawarkan wisata khusus yang sangat menarik dengan syarat ringan yaitu camera dan HP saya harus dimasukkan tas dan disimpan dibagasi pada suatu tempat yang nanti akan dia instruksikan. Tentu saja saya mau, kapan lagi saya bisa punya tour guide ‘istimewa’ seperti ini. Route perjalanan menuju Baalbeck harus melewati Lembah Bekaa, sebuah lembah yang subur dan sering menjadi berita international karena seringnya terjadi peristiwa besar ditempat ini seperti pertempuran udara Syria Israel tanggal 9 Juni 1982 dan juga invasi Israel untuk mengganyang kekuatan PLO yang menggunakan Bekaa sebagai tempat latihan militer dan sebagai basis mengadakan serangan ke Israel.

Sebuah Desa Kecil
Yang Tenang

Di Lembah Bekaa ini saya baru ngerti kalau si Elie ini bukan orang sembarangan. Setiap beberapa ratus meter, mobil melambat dan si Elie membuka kaca jendela untuk menyapa beberapa orang yang ditemui. Dan akhirnya, pemandangan didepan saya begitu mengejutkan saya, yaitu ladang ganja atau opium diantara kebun anggur. Di lembah yang cantik ini ternyata terdapat tempat pembuatan wine baik tradisional maupun modern yang telah turun menurun dan juga tempat pengolahan hashish dan opium untuk diekspor secara ilegal ke berbagai negara. Tak usah diceritakanpun saya tahu uang beredar dari Bekaa bisa ‘multi billion dollar’, dan tak salah kenapa sering terjadi perang ditempat ini.

Jalan Yang Indah Menjelang
Camera Masuk Bagasi

Perjalanan wisata belum selesai, dikota kecil bernama Brital, kalau nggak salah antara Zahle dan Baalbeck saya diajak berhenti sebentar untuk istirahat. Tempat istirahat bukan di restaurant tetapi di warung kelontong dimana didepan warung diletakkan berbagai jenis buah buahan dan juga sayur dalam kardus yang tertata cukup rapi. Saya dikenalkan dengan pemiliknya yang ramah dan banyak tertawa. Namanya Abu Imad, jangan salah mengerti, nama depan Abu belum tentu muslim. Di Arab, suatu kehormatan kalau memanggil seseorang dengan nama anak lelaki pertamanya. Jadi, Abu Imad itu artinya Bapaknya Imad. Kalau anak lelaki anda namanya Hasan, maka terhormat sekali kalau anda saya panggil Abu Hasan.

Entah Dimana Ini

Ketika saya diajak masuk kedalam warung ternyata saya diajak ‘Rambo-Rambo’an. Dilantai, di rak dan didinding penuh dengan peti peti berbagai ukuran. Ketika peti dibuka tercium bau seperti kapur dan dikeluarkanlah sebuah AK-47, RPG (Rocket Propeller Grenate), Pistol berbagai macam bentuk. Bapaknya si Imad ini dengan bangga menunjukkan koleksinya dan harganya. Dan saya diminta bergaya seperti Rambo lengkap dengan ikat kepala, AK-47 didepan dan RPG dipunggung. Dia mengatakan, ada aturan tidak tertulis dimana penjual Kristen hanya boleh menjual ke Kristen, Syiah ke Syiah dan Sunni ke Sunni. Tetapi, kalau lagi kepepet butuh uang ‘bull shit’ dengan semua aturan itu.

Sempat saya tanya darimana asal senjata ini kok ada yang baru dan ada yang bekas ? Jawabnya mantap, “dari Irak dan ada juga sisa perang saudara di Lebanon. Yang baru kebanyakan dari Irak, terutama dari tentara Amerika yang sengaja menjual kepasar”. Pembelinya siapa ?, jawabnya juga mantap sambil menyodorkan teh hangat, “Salafies”, maksudnya penduduk sipil Syria yang saat ini sedang berperang dengan pemerintahannya sendiri. Bagaimana bisa membawa senjata sedemikian banyak keluar masuk perbatasan, apa tidak ditangkap tentara nasional Lebanon di perbatasan ?. Nah yang ini jawabnya singkat saja, “They are useless, because no matter what they do, it’s impossible to seal the border”. Sebelum saya pamit, Abu Imad menyelipkan secarik kertas ketangan saya sambil berbisik, “harganya masih akan naik terus lho, salafies di Syria belum akan berhenti sebelum berperang 3 tahun, saya sudah pengalaman ha ha ha”

Inilah harga Abu Imad per 30 January 2012. Ada kenaikan besar dibanding beberapa bulan sebelum pecah perang di Syria.

  • M-16 – Harga US$ 2500, naik 400 %
  • AK-47 & Sakharov (Berbagai Model) – Harga US$ 2000-2500, naik 733-933 %
  • Draganov Sniper Riffle – Harga US$ 7000, naik 367 %
  • Glock-17 / Glock-19 – Harga US$ 1800, naik 20 $
  • Swiss SIG P210 – Harga US$ 2500,  naik 39 %
  • 9mm Hand Gun – Harga US$ 2500, naik 400 %
  • BKC Machine Gun – Harga US$ 5000, naik 100 %
  • Amunition
    • M18 Round – Harga US$ 150, naik 650 %
    • M16 Round – Harga US$ 2, naik 277 %
    • RPG B7 Round – Harga US$ 400, naik 1233 %
    • Hand Grenade – Harga US$ 50, naik 2400 %
    • Energo Anti Tank Riffle Grenade – Harga US$ 150, naik 650 %
    • AK-47 Round – Harga US$ 2, naik 277 %

Baca Juga :

Lebanon, Negeri Sejuta Agama

St George Maronite Cathedral Dan Masjid
Mohammad Al Amin
Diantara St George
Maronite Cathedral Dan
Mohammad Al Amin

Ini adalah cerita tentang Lebanon, negara yang pernah dilanda perang Arab-Israel (1948), perang saudara sampai 15 tahun (1975), konflik dengan tetangganya Israel (2006), pembunuhan tokoh politik yang silih berganti, tempat terjadinya pembantaian pengungsi Palestina oleh Israel di Sabra & Shatilla, Beirut, sampai tempat bermukimnya pejuang anti Israel Hezbollah yang sampai saat ini dianggap teroris oleh Amerika dan sekutunya.  

Note : Media apapun yang bersumber dari kantor berita barat selalu menggambarkan Hesbollah adalah teroris Islam Shiah yang didukung Iran. Tidak disebutkan sedikitpun bahwa Hesbollah sebenarnya adalah partai berkuasa di Lebanon yang berkoalisi dengan partai yang berbasis agama lain. Baca March 8 Alliance  untuk mengetahui komposisi partai anti Israel dan Barat yang sebenarnya. Lawan politiknya adalah March 14 Aliance yang pro Barat dan Israel.

 

Sisa Sisa Masa Lalu Yang
Belum Direkonstruksi
Kembali

Lebanon memang rumit, dilihat dari komposisi agama penduduknya saja bisa terasa betapa rumitnya mengatur negara ini. Bayangkan, ada lebih dari 20 agama/aliran/sekte di negara ini dengan jumlah penganut hampir seimbang. .Islam hampir 59.7 % (27 % Sunni, 27 % Shiah dan 5.7 % penganut Islam lain lain seperti Allawite, Ismaillite, Nusayri dan Druze. Penganut Kristen 39 %, itupun macam macam alirannya seperti Maronite, Greek Orthodox, Armenian Orthodox, Syriac Catholic, Armenian Catholic, Syriac Orthodox,Melkite Catholic,Roman Catholic, Coptic,Chaldean,Protestant dan Assyrian. 1.3 % dari agama lain lain. Dari buku panduan terakhir yang saya miliki, komposisi agama di Lebanon bisa diringkas lebih sederhana lagi, yaitu 27 % Sunni, 27 % Shiah, 21 % Maronite, 8 % Greek Orthodox, 5 % Druze, 5 % Greek Catholic dan 7 % Kristen yang lainnya.

Poster Ajakan Untuk
Membangun Kembal
St Vincent Church

Soal agama sebenarnya semua agama bisa hidup berdampingan dan saling menghormati. Dan itu terlihat jelas di kawasan Downtown (Central District) Beirut. Ditempat ini berbagai macam tempat ibadah berada disatu tempat dan saling bersebelahan. Ada yang sangat tua sekali, ada yang baru direnovasi dan ada juga yang masih berantakan sebagai sisa perang saudara beberapa tahun lalu. Total ada 10 gereja, 6 masjid, dan satu synagoge Yahudi yang berdempet dempetan dalam radius yang tidak terlalu jauh. Diantaranya yang sangat berdekatan sekali adalah

  • Mohammad Al Amin Mosque,
  • Saint Goerge Maronite Cathedral,
  • St Nishan Armenian Orthodox Church,
  • St Elie Armenian Catholic Cathedral.
Gereja Dibelakang St George
Cathedral Dan Mohammad
Al Amin Mosque

Celakanya, sejak demokrasi diperkenalkan di Lebanon, maka mulailah mereka berplitik dengan membentuk berbagai macam partai politik yang berbasis agama. Karena hanya dengan memilih partai politik maka penguasa pemerintah bisa ditentukan oleh rakyat. Ditambah pula campur tangan asing seperti Israel dan Amerika yang mendukung partai tertentu untuk tujuan politik tertentu. Maka terjadilah pembunuhan tokoh politik Rafic Hariri, pembantaian pengungsi Palestina Sabra & Satilla yang terkenal oleh Phalangist Party/Israel, dan perang saudara.berkepanjangan sampai 15 tahun.

Masjid Islam Sunni
(Diresmikan 2008)
Mohammad Al Amin

Saat ini Lebanon sudah aman dan tidak terjadi perang saudara lagi. Sistem pemerintahan dibagi rata dan disebut confesionalism,  sebagai contoh Presiden dipilih dari Kristen Maronite, Prime Minister dari Islam Sunni, Parlemen dari Islam Shiah, Deputy Prime Minister dan Deputy Parlemen dari Kristen Orthodox.

Penduduknya, baik yang Islam Sunni, Shiah, Kristen Maronite, Kristen Orthodox dan lain lain semua kembali seperti kehidupan semula yang akrab bersahabat satu dengan lainnya.
Baca Juga :