Category Archives: Kenya

Nonton Kampanye Di Kenya

Semua Papan Iklan Komersial Ditutupi
Wajah Kontestan Pemilu
Masih ingat kan beberapa tahun lalu alm. Gus Dur pernah mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia itu masih sekelas Taman Kanak Kanak ?. Ternyata apa yang dikatakan Alm. Gus Dur tersebut sangat benar sekali. Baru baru ini saya menyaksikan sendiri kampanye, pesta demokrasi di Kenya. Ya benar Kenya, negara di Afrika Timur yang menurut sebagian besar orang termasuk negara unyu unyu, baru berkembang, negara kere atau negara sangat terbelakang. Sebuah pendapat yang jelas salah. Kenya itu demokrasinya bukan Taman Kanak Kanak lagi, tapi sudah SMA.
Calon Gubernur
Iklan Besar Seperti Ini Banyak Dipasang
Di Sepanjangg Jalan Mombasa – Nairobi
Minggu depan, Tanggal 8 Agustus 2017 Kenya akan mengadakan Pemilihan Umum Serentak untuk memilih Presiden, Anggota legislatif/Parlemen dan kepala daerah (Gubernur dan Bupati). Indonesia, Pemilihan Umum Serentak secara nasional untuk pertama kalinya baru akan diadakan tanggal 17 April 2019 nanti. Jadi, jelas kan, dibanding negara unyu unyu Kenya saja Indonesia masih tertinggal. Baru mikir beberapa tahun terakhir ini untuk mengadakan Pemilihan Umum Serentak. Kenya sudah melakukan Pemilihan Umum Serentak tahun 2007 (Pilpres dan Pilkada Serentak), 2013 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak) dan 8 Agustus 2017 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak).
Penduduk Kenya Banyak Yang Cuek Saja
Nggak Percaya Janji Janji Politisi

 

Aturan mainnya relatif sama dengan di Indonesia. Contohnya adalah Pilpres, aturan main Pilpres di Kenya menggunakan Modified Two Round System. Maksudnya, seorang capres bisa terpilih jadi presiden apabila berhasil memperoleh suara 50% plus satu. Pemilihan akan lanjut ke ronde kedua bagi dua pasangan capres dengan perolehan suara tertinggi kalau tidak ada satupun kandidat yang bisa mencapai 50% plus satu di ronde pertama. Yang dimaksud ‘modified‘ adalah ketentuan tambahan bahwa capres juga harus memenangkan 25 % suara di 24 dari 47 counties.
Kontestan 2017
Sama Saja, Politisi Dimanapun Suka Ngumbar
Janji Janji Kampanye
Tahun 2017 ini ada 8 calon presiden yang diajukan partai atau koalisi partai. Kandidat terkuat untuk bisa terpilih jadi presiden adalah Uhuru Kenyatta (Pertahana – Partai Jubilee) dan Raila Odinga Partai ODM dan NASA. Suasana desa, kota dan penduduk dimasa masa kampanye seperti saat ini biasa biasa saja. Cuek bebek, sepertinya masyarakat sudah bosan dengan janji janji kampanye.
Politisi Kampanye Selalu Cari Tempat Yang Terkumuh
Secara umum, kelakuan politisi Kenya sama saja dibanding dengan politisi Indonesia saat kampanye. Gayanya seolah olah merakyat dan berusaha dekat dengan rakyat. Tempat kampanye dipilih di lokasi lokasi yang paling miskin dan mengenaskan. Kampanye umumnya dilakukan di tanah kosong tempat masyarakat terpinggirkan berkumpul dan si politisi koar koar ngumbar janji akan meningkatkan pendapatan rakyat miskin, buruh dll.
Suasana Kampanye Di Tanah Kosong
Dekat Perkampungan Buruh Pabrik Semen Di Mombasa
Ada juga politisi yang blusukan ke pasar pasar tradisional, pabrik semen dan kalau menuju ke lokasi kampanye selalu berombongan naik Boda Boda (kalau di Indonesia namanya Ojek), Matatu (Angkot) atau Tuktuk (Bajaj). Bagi bagi kaos juga ada dan paling ditunggu tunggu masyarakat. Yang sedikit berbeda, orang Kenya sepertinya tidak begitu suka ribut atau nyebar hoax lewat medsos. Level demokrasinya sudah lebih tinggi dibanding masyarakat di Indonesia saat ini. Orang Kenya cuek dan santai aja ada politisi koar koar di lapangan.
Janji Kampanye Politisi
Sama Saja Dimanapun
Rombongan Politisi Memasuki Lapangan
Naik Angkot, Boda Boda (Ojek), Matatu (Angkot)
Dan Tuktuk (Bajaj) Biar Kelihatan Merakyat
Golput
Baca :

Nyama Choma Daging Panggang Sisa Singa

Nyama Choma
Ngeri, Mirip Daging Kambing Dicabik Cabik Singa

 

Tentunya anda pernah melihat acara TV Animal Planet yang sangat dramatis dimana seekor Singa mengejar, menerkam, dan mencabik cabik anak zebra  disalah satu Taman Nasional di Kenya. Begitu si Singa berhasil melumpuhkan buruannya, langsung singa singa lain datang ikut mencabik cabik dan melahapnya. Tak begitu lama datanglah beberapa orang suku Maasai mengusir Singa kelaparan tersebut hanya dengan tongkat kayu kecil. Dengan santai dipanggulnya sisa santapan singa tersebut untuk dipanggang ditempat lain. Nah, daging panggang khas suku pedalaman Kenya ini sekarang sudah menjadi kuliner andalan Kenya. Namanya Nyama Choma.
Usus Dan Jerohan Tidak Dipotong Rapi
Seperti Sisa Makanan Singa
Saat ini Nyama Choma disajikan dengan apik diberbagai tempat di kota Nairobi dan kota kota lainnya. Mulai warung kecil dipinggir jalan, ditengah pasar Kenyatta sampai restaurant roof top hotel bintang 5 banyak yang menyajikan Nyama Choma. Daging yang dipanggang sudah disesuaikan dengan selera orang kota, bukan lagi daging Zebra, Gazelle atau Wildbeese tapi sudah diganti dengan daging Kambing dan ada juga Ayam.
Konon Nyama Choma Itu Aslinya
Daging Panggang Sisa Santapan Singa
Cara memanggangnya sangat tidak sedap dipandang mata. Kaki kambing utuh, Kepala kambing utuh, iga kambing utuh dan bahkan jerohan kambing mulai dari usus, paru dan hati semua dionggokkan diatas alat pemanggang berukuran 1 x 3 meter. Brutal, Kambing tidak dipotong kecil kecil dulu baru dipanggang tapi dimutilasi jadi 4  atau 5 potongan besar plus jerohan yang dikeluarkan semua utuh. Benar benar seperti menyaksikan atraksi bakar kambing sisa santapan singa.
Kachumbari
Rasanya Segar Agak Kecut Dan Pedas

 

Cara menyajikannya juga cukup mengerikan.  Jerohan atau isi perut kambing mulai dari usus, hati, paru dll langsung dicomot dari tempat memanggang dan diletakkan diatas piring tanpa diiris kecil kecil. Daging paha kambing cara memotongnya juga dicabik cabik dengan pisau. Pedagangnya sambil cengengesan menyebut cara memotong daging serampangan seperti itu dengan istilah ‘Lion Cut‘ atau ‘Lion Bites‘. Sangat berbeda dengan Sate Kambing di tanah air dimana daging kambing diiris kotak kotak sama besar dan ditusuk bambu dan terlihat rapi.

 

Namanya Sukuma Wiki
Enak Sekali, Di Indonesia Nggak Ada Daun Sukuma Wiki Ini

 

Pasangan Nyama Choma yang dihidangkan adalah Kachumbari (campuran tomat, bawang merah, cabe hijau dengan rasa nano nano), Sukuma Wiki (bener nih, enak sekali daun hijau yang bernama Sukuma Wiki ini) dan sebagai nasinya adalah Irio atau Ugali. Baik Irio atau Ugali ini bahannya umbi umbian Afrika, Irio agak manis, kira kira seperti Umbi Cilembu sedangkan Ugali rasanya tawar.
Yang Warna Putih Diatas Namanya Ugali
Umbi Umbian Khas Afrika Makanan Pokok Orang Swahili

 

Nggak suka Irio atau Ugali bisa minta ganti Mahamri. Rasa Mahamri ini lebih bisa diterima oleh turis bule maupun Asia dibanding Irio dan Ugali karena bahannya dari tepung beras. Rasanya kira kira seperti roti bolang baling kalau di Indonesia. Tapi anda akan dianggap aneh kalau minta Mahamri saat makan siang karena umumnya Mahamri ini dimakan untuk sarapan pagi.
Namanya Irio
Entah Dari Umbi Apa Tapi Cocok Dimakan Dengan Nyama Choma

 

Saran saya kalau anda ingin mencoba Nyama Choma, jangan sekali kali melihat dapur tempat pengolahan Nyama Choma, terutama saat dipanggang. Meskipun baunya sedap, tapi kalau yang kita saksikan kambing dimutilasi jadi empat atau lima bagian dan usus terburai keluar dari perut, siapa mau makan  ?
Mahamri
Saya Paling Suka, Rasanya Mirip Bolang Baling
Mutilasi, Seluruh Jerohan Isi Perut Kambing Langsung
Dipanggang Tanpa Dipotong Potong Terlebih Dahulu
Dapur Warung Nyama Choma
Ngeri, Isi Perut Kambing Di Panggang Utuh
Dipanggang Utuh Dulu Baru Dipotong Potong
Saat Disajikan
Melihat Dapur Dan Cara Memasaknya
Cukup Mendebarkan
Warung Makan Nyama Choma
Laris Dan Nunggunya Cukup Lama
Sayuran Bisa Milih Sendiri Dan Tinggal Nunjuk
Sarapan Pagi Ala Kenya
Nduma (Umbi Putih Seperti Potongan Tempe)
Mahamri (Bolang Baling Goreng Segitiga)
Sukuma Wiki (Sayuran Hijau)
Matoke (Pisang Panggang)
Mutura (Sosis Kenya)
Mbazi (Kacang Kacangan)

Likoni Ferry Mombasa Kenya

Padat Karena Berdesak 
Desakan Dengan Pejalan Kaki, Kambing Dan Sapi

 

Mombasa adalah kota pelabuhan. Sebagai kota terbesar kedua di Kenya, sudah tentu aktifitas ekonominya sangat tinggi sekali. Mayoritas penduduknya beragama Islam, padahal kalau dilihat seluruh Kenya, yang dominan adalah Kristen 83 %. Penduduk Islam yang cuma 11.2 % penyebarannya memang hanya di Coastal Region saja.

Menuju Pasar Di Seberang
Mahal Dan Repot Kalau Belanja Naik Motor
Pulang Pergi Bisa Habis 80 Shilling Kalau Naik Motor.

Tradisi dan budaya penduduk Mombasa benar benar berbeda dengan muslim dari negara lain, khususnya Arab. Orang Mombasa senang nyanyi dan joget joget. Baca : Bling Bling Karaoke Di Matatu Kenya. Lihat juga hingar bingar Night Live Mombasa melalui Youtube. Musik dan tarian tradisional asli Mombasa adalah Taarab (musiknya agak ke Arab Araban pakai alat musik Bouzuq (Guitar Arab) dan Bendir (Rebana Arab), Bango, Benga atau Bongo, Ohangla dan Chakacha (musik cepat dengan goyang bokong yang cukup syur) dll. Klik linknya atau lihat saja sendiri di Youtube keempat jenis musik dan tariannya diatas. Nilai sendiri, Erotis nggak cara berpakaian, goyangan dan tari perutnya ?

Penuh Sesak Bus, Truk, Jeep, Sedan,
Pejalan Kaki Dan Ternak Sapi, Kambing, dll

 

Nama pelabuhan besarnya Kilindini Harbour. Satu satunya pelabuhan laut dalam (Indian Ocean) di Afrika Timur yang sangat sibuk karena melayani juga export/import ke negara tetangga yang tidak punya laut dan pelabuhan seperti Rwanda, Uganda, Burundi, South Sudan  dan negara lain. Kehidupan di sekitar pelabuhan mirip Tanjung Priok atau pelabuhan pelabuhan di tanah air. Banyak cafe, diskotik, casino panti pijat dan rumah rumah illegal, butut dan reot para buruh kasar.

 

Penuh Penumpang Jalan Kaki
Mobil, Sepeda Motor, Sepeda Semua Ditinggal Di Mombasa

Tidak jauh dari Kilindini Harbour yang megah dengan kapal kapal kontainer raksasa ada pelabuhan lain yang tidak kalah ramai dan heboh. Namanya Likoni Port, merupakan dermaga penyeberangan Ferry yang menghubungkan Mombasa daratan dengan wilayah lain di pantai selatan (Likoni, Kwale, Mtongwe dll). Tidak ada jembatan sama sekali karena terlalu mahal untuk membangun jembatan dengan bentangan sekitar 500 meter, apalagi lautnya sangat dalam pula. Ada sekitar 6 – 8 Ferry yang beroperasi setiap harinya dan semua dioperasikan oleh KFS (Kenya Ferry Services).

Menunggu Ferry Berlabuh
Pemandu Sapi Dan Kambing Siap Menerima Order
Menyeberangkan Ternak Anda

Yang unik adalah tingkah laku penumpangnya. Pejalan kaki dari Kilindini/Mombasa gratis mondar mandir naik Ferry menuju pasar tradisional Likoni di seberang yang sangat ramai sekali. Hampir semua buruh Kilindini Harbour dan penduduk Mombasa sering mondar mandir belanja di pasar Likoni ini. Pedagang/peternak juga menjual ternaknya di Pasar Likoni. Mereka berbondong bondong jalan kaki , kendaraan ditinggal karena naik Ferry jalan kaki gratis. Ngirit habis.

 

Dilarang Mengambil Photo Di pelabuhan Dan Ferry

Taripnya jelas terpampang dan aturannya nggak boleh ditawar. Tapi di pelabuhan Ferry ini tidak boleh jeprat jepret photo atau selfie. Artinya, duit kemungkinan masuk kantong pribadi petugas pelabuhan dan tidak disetor ke negara. Kalau ketahuan mengambil photo akibatnya bisa gawat petugasnya serem serem dan galak.

 

  • Jalan Kaki : Gratis
  • Roda Dua : 40 Shillings
  • Roda Empat : 90 Shillings
  • Mini Bus : 450 Shillings
  • Bus : 880 shillings
  • Truk / Angkutan Barang : Tidak terbaca – katanya dinilai dulu muatannya apa dan berapa nilai muatannya.
Sapi Dan Kambing Diturunkan Dari Truk Dan Disuruh
Nyeberang Sendiri Ke Likoni – Gratis
Tapi penduduk, peternak sapi atau pedagang kambing sepertinya nggak kalah akal. Daripada bawa truk ngangkut kambing harus bayar mahal dan duitnya masuk kantong pribadi petugas, maka si kambing diturunkan dari truknya dan jalan kaki sendiri naik Ferry nyeberang ke Likoni. Banyak sekali penyedia jasa penyeberangan Kambing dan Sapi di pelabuhan ini. Entah bayar berapa shilling, yang jelas si kambing langsung digiring sampaii ke seberang. Kalau si kambing ngambek nggak mau jalan, langsung di gendong. Inilah yang namanya layanan Ferry VVIP atau Executive Class buat kambing.
Mobil Bayar 90 Shillings
Semua Gerobak Roda Dua Karena Bayar Cuma 40 Shillings
Rodanya Empat Bayar 90 Shilling Plus Muatannya
Orang Dan Kambing Gratis, Kalau Kambing Dinaikkan 
Truk Harus Bayar Sesuai Jumlah Kambing
Penyedia Jasa Menyeberangkan Kambing
Dijamin Kambing Selamat Sampai Tujuan
Pinter, Kambing Kambing Diturunkan Dari Truk
Lalu Digiring Naik Ferry Pakai Jasa Orang
Kambing Executive, Naik Ferry Gratis
Tapi Minta Digendong
Executive Class Likoni Ferry
Kambing Digendong Sampai Ke Seberang

 

Ngrasain Jadi Bule Di Kenya

Anak Anak Sekolah Di Nairobi, Kenya
Cukup Saya Sapa ‘Sudah Makan ?’, Langsung Ngajak Photo

Seringkali kita menyaksikan dan ikut tertawa kalau ada turis asing grotal gratul mengucapkan salam atau kalimat dalam bahasa Indonesia. Semakin tersengal sengal mengucapkan kosakata Indonesia semakin banyak yang mengerubutinya. Kesannya aneh dan lucu. Apalagi, kalau turisnya bule, pasti ada yang ngajak selfie photo bersama. Sebenarnya para turis itu heran juga kalau sedang enak enak wisata tiba tiba diajak photo bersama. Dan sebenarnya sangat wajar juga para turis itu mempelajari beberapa kosakata bahasa Indonesia karena tahu sebagian besar penduduk Indonesia tidak menguasai bahasa asing sama sekali.

Turis Bule Kalau ke Indonesia Sering Bengong
Karena Selalu Diajak Photo Bersama

 

Sayapun juga demikian. Saat saya berkunjung ke Kenya, saya hapalkan terlebih dulu beberapa kosakata bahasa Swahili. Tetapi saya keliru, ternyata penduduk Kenya sehari hari berbahasa Inggris. Kenya punya dua Bahasa Nasional yaitu bahasa Inggris dan Swahili. Saat saya menyapa mereka dengan bahasa Swahili, terlihat semua orang tiba tiba begitu ‘sumringah‘ mendekat dan sedikit kaget melihat ada ‘Turis Pesek’ mengajak berbicara dalam bahasanya.  Ada yang langsung tertawa lalu ngajak selfi. Sayapun nggak mau ketinggalan, langsung saya keluarkan iphone dan saya ajak selfie juga mereka.
Anak Anakpun Suka Turis Pesek Dari Indonesia
Jambo, Habari ? Natoka Indonesia

Yang saya hapal sebenarnya nggak banyak tapi cukup membuat ‘hidup’ suasana.

  • Jambo – artinya Hi/Halo
  • Habari ? – artinya Apa Kabar
  • Natoka Indonesia – arinya Saya Dari Indonesia
  • Asante – artinya Terima Kasih
  • Karibu – artinya Selamat Datang
  • Kwaheri – artinya Selamat Tinggal
  • Ndiyo – artinya Ya
  • Hapana – artinya Tidak
  • Jina Lako Nani ? – artinya Siapa Namamu ?
  • Ushakula ? – artinya Sudah Makan ?
  • Nina Njaa – artinya Saya Lapar
  • Nina Kiu – artinya Saya Haus
Anak Anak Sekolah Kenya

 

Lebih heboh lagi saat saya bertemu dengan anak anak sekolah. Salah satu saya tanya namanya, ‘Jina Lako Nani ?‘, dan salah satu anak menyebut namanya Njagua Ndese tapi minta dipanggil Jaguar. Sangar sekali panggilannya Jaguar.
‘Hah…. Jaguar ? ‘, pura pura kaget saya.
‘No..no… you are mbuzi’, langsung ngakak semua teman temannya. 

Eh, Disuruh Bergaya Mau
Keren Gayanya

Baru kemarin sore saya makan Nyama Choma, semacam Sate Kambing ala Afrika di pusat kota Nairobi. Ada tulisan Mbuzi di warung tersebut. Jadi cuma kata Mbuzi itu saja yang saya ingat dan terucap. Sampai saya berpisah dengan anak anak tersebut, masih terdengar suara ngakak senda gurau mereka. Si Jaguar mulai hari ini dipanggil Mbuzi oleh kawan kawannya. Mbuzi itu artinya Kambing.

Anak Sekolah Di Nairobi Wajahnya Diclontang Clonteng

 

Jambo Jaguar, eh Mbuzi
Ushakula ? Artinya Sudah Makan ?

 

Bu Guru Baru
Ngajari Lagu Anak Anak Indonesia, Ternyata Bisa

 

Gede gede, Ternyata Masih SMP
Ceweknya Gundul Semua

 

Akrab Bersama Guru Dan Anak Anak
Angkat Tangannya Semua
Selfie Dulu Ya

 

Jambo, Salam Buat Anak Anak Indonesia

 

Horeee  Jadi Bule Di Kenya

 

Orang Kenya Ternyata Mudah
Diajak Akrab Dan Bersahabat
Horeeee Pulang
Baca :

Bling Bling Matatu Kenya

Namanya Matatu Di Kenya
Serbaguna Bisa Buat Nonton Sepak Bola Bersama

 

Mungkin anda masih ingat percakapan atau lagu dalam film kartun Lion King. Ada lagu dan juga kalimat yang paling sering diucapkan dalam film tersebut yaitu Hakuna Matata. Ini bahasa Swahili Kenya yang berarti ‘Nggak Jadi Masalah‘ atau ‘No Problem‘. Sebuah kalimat yang juga sehari hari saya dengar diucapkan oleh penduduk Kenya. Kesannya orang Kenya itu suka ‘menggampangkan’ semua masalah. Dikit dikit mengucapkan ‘Hakuna Matata…… Hakuna Matata‘ dimanapun juga.
Kepalanya Truk Tapi Ekornya Full Karaoke
Kalau tiba tiba ada Angkot nyelonong, ugal ugalan atau berhenti mendadak, yang sering saya dengar ‘Huhh Matatu Matata !’. Nah ini artinya Matatu Bermasalah. Matatu itu adalah nama angkutan umum warna warni, full music dan gemerlap penuh lampu di Nairobi dan kota kota lain di Kenya. Matatu adalah angkot swasta. Angkot yang normal tanpa hiasan warna warni dan accesories heboh milik pemerintah namanya SACCO. Kalau di Indonesia SACCO itu kira kira sama dengan DAMRI.
Selebritis Top Kenya Namanya Maje
Matatu ada yang berukuran kecil, sedang dan besar. Kira kira seukuran Mitsubishi Colt, Toyota Hi Ace, Metromini atau bahkan truk yang dimodifikasi menjadi angkutan umum. Dibandingkan dengan Bus Kota/Antar Kota SACCO yang normal tanpa gambar, lampu, sound system dan accesories heboh, Matatu ini terlihat lebih agresif mencari penumpang. Kondektur / Keneknya terlihat selalu bergelantungan di pintu sambil teriak teriak mencari penumpang.
Semakin Hebring Semakin Tertarik Penumpang
Untuk Mencoba Naik
Tampilan Matatu terlihat sangat atraktif sekali. Dari luar seluruh body bus/truk digambari tokoh atau selebrities terkenal. Mulai Bob Marley, Ronaldo, sampai Spiderman. Ada juga gambar  artis artis lokal yang kira kira paling cantik dan semlohe di Kenya. Tulisan tulisan graffity warna warni dalam bahasa Swahili juga ada. Mungkin artinya,  ‘Kunanti Jandamu‘, ‘Piye Kabare, Enak Jamanku To‘ dll

 

Musiknya Kencang
Penumpang Boleh Joget Di Trotoar
Yang membuat saya tertarik untuk menuliskan dalam blog ini adalah suara musiknya yang hingar bingar sangat keras sekali. Bisa budeg kalau naik Matatu kira kira 2 jam saja keluar kota. Kalau malam hari, lampu warna warni dinyalakan semua menambah hebring angkutan umum khas Nairobi dan kota kota besar di Kenya ini.
Ada TV Lebar Bisa Buat Nonton Sepak Bola Bersama
Saya sempat heran juga, Matatu ini kalau malam hari banyak yang berubah fungsi menjadi tempat Karaoke, Nonton Sepak Bola Bersama, Cafe Tempat Ngopi dan berbagai macam hiburan malam. Keren kan, disaat penumpang sepi, langsung diubah fungsikan jadi tempat hiburan malam. Saya perhatikan isi interiornya, ternyata ada TV Layar Lebar dengan sound system canggih didalamnya. Dan terlihat ada beberapa gadis pakai rok mini sedang berKaraoke. Asyikkkkk ……, silahkan sruput dulu welcome drink khas Kenya Cap Keringet  seperti gambar dibawah ini, Suegerrrrr ….
Air Mineral Terkenal Di Nairobi Kenya
Suegerrrrr Pol
Penampakan Malam Hari
Cerdas, Daripada Nggak Ada Penumpang Lebih Baik Buat
Karaoke
Hati Hati Kalau Naik Matatu Malam Hari
Banyak Kasus Kriminal Bermula Dari Matatu
Setiap Tahun Ada Lomba Design Matatu
Berhadiah Besar
Siang Hari Cari Penumpang Ugal Ugalan
Saling Salip Menyalip Berebut Penumpang
Akhirnya Terperosok Masuk Ke Parit
Ada Matatu Yang Melayani Antar Kota
Bersaing Dengan SACCO
Putar Balik Di Jalanan Sempit
Hakuna Matata (No Problem)
Ngetem Cari Penumpang
Pokoknya berhenti Dimanapun Juga Hakuna Matata

Diani Beach Mombasa Kenya

Onta Di Diani Beach, Kwale
Buat Hiburan Turis Bisa Jalan Jalan Sepanjang Pantai

 

Seperti warga Kuwait yang lain, saat musim panas sebagian besar penduduknya ‘ngadem’ bepergian ke negara lain. Panas sekali, temperatur udara diluar sekitar 50 Deg Celcius. Sayapun ikutan ‘ngadem’ juga dan kebetulan ada libur panjang Idul Fitri. Tujuan saya kali ini ke Mombasa, Kenya.  Negara terdekat yang proses visanya tidak ribet sama sekali, cukup apply online eVisa Kenya. Klik klik klik langsung jadi dan berangkat.
Pagi Hari Air Surut
Terlihat Bendungan Alam Sandbars Yang Menahan Ombak
Indian Ocean
Saya cukup terkejut saat pertama kali menjejakkan kaki di Mombasa International Airport, ternyata alamnya hijau, musim hujan saat bulan Juni – September dan udaranya sangat sejuk dengan temperatur udara sekitar 21 – 25 Deg Celcius. Wow…… saya kira padang rumput bergurun dengan semak semak pohon kecil seperti yang sering saya lihat di acara TV Animal Planet, ternyata dikejauhan terlihat banyak bukit dan gunung juga. Baru ingat saya, gunung tinggi terkenal Kilimanjaro letaknya di perbatasan Tanzania-Kenya, hanya 279 Km dari Mombasa.
Kantor Pemasaran Wisata Deep Fishing
Banana Boat, Snorkeling, Glass Boat dan Ski Diving
Ada banyak sekali pantai yang menjadi andalan pariwisata Kenya, Diani Beach, Nyali Beach, Bamburi Beach dan lain lain. Saya pilih Diani Beach karena namanya rada rada Indonesia gitu. Kayaknya kenal banget saya dengan nama Diani ini, apalagi mas Ardi, bayangannya si Diani ini cewek, cantik, semlohe teman SMAnya dulu. Klop sudah, kita menginap di Diani Reef Hotel. Keren, teman SMA mas Ardi sukses punya beach, resort dan hotel di Mombasa, Kenya.
Hijau Dan Hujan Sepanjang Malam
Lokasi pantai Diani ini sekitar 30 Km  kearah selatan dari Mombasa, tepatnya masuk wilayah Kwale County. Dari Mombasa melewati Lunga Lunga Road, sebuah jalan sepanjang pantai kalau diikuti terus sekitar 250 Km akan nyampai perbatasan Tanzania.  Ada Sungai Kongo dan Sungai Mwachema yang mengalir menuju Diani Beach membentuk sandbars dan menghalangi ombak besar dari Indian Ocean.
Pantai Putih Diani Beach
Seluruh pantai sepanjang Diani Beach dikuasai hotel hotel besar. Yah, biarin saja yang penting pasirnya putih dan pemandangan bagus dengan pohon pohon kelapa, pohon baobab dan akasia disepanjang pantai dan jalan. Turis asing dan turis lokal cukup banyak, perkiraan saya tingkat hunian hotel sekitar 50 % saat low season bulan Juni ini.
Jalan Setapak Sepanjang Pantai

 

Hiburan yang ada cukup banyak seperti deep sea fishing, jet ski, ski diving, snorkeling, glass boat, banana boat, melihat ikan lumba lumba (dolphin) di laut lepas, discotheque dan lain lain. Binatang yang berkeliaran disekitar pantai dan hotel adalah Monyet dan ada juga Onta yang dituntun untuk hiburan turis. Slametttt, slamettt slamettttt!!!, nggak ada atau nggak ketemu Singa, Macan Tutul, Badak dan Gajah yang berkeliaran di Diani Beach meskipun pantai ini dekat sekali dengan Shimba Hills Conservation Area.
Pemandangan Pantai Dan Kolam Renang
Dari Kamar Diani Reef Hotel
Angin Yang Berhembus  Sejuk
Bikin Ngantuk
Shark Fin Cafe Diani Reef Hotel
Ombak Cukup Besar Sore Hari
Mencoba Snack Dan Minuman Hangat Gratis
Mulai Jam 16:00 – 17:00
Kalau Ombak Cukup Besar
Ganggang Dan Rumput Laut Mengotori Pantai