Category Archives: Kenya

Semalam Di Amboseli National Park Kenya

Embraer Emprit Di Nairobi Siap Terbang
Menuju Amboseli
Seumur umur, baru pertama kali ini saya naik pesawat kecil jenis emprit, bernama Embraer buatan Brazil dengan kapasitas penumpang sekitar 15an orang saja. Pesawat ini digunakan khusus untuk membawa tamu Hotel Amboseli Serena dari Nairobi. Lokasi Amboseli Serena Hotel ini ditengah taman margasatwa Amboseli National Park, Kenya, sekitar 450 Km atau 3.5 jam perjalanan darat dari Nairobi.
Ini Airport Ditengah Padang Sabana
Amboseli National Park
Pesawat Embraer yang membawa saya dari Nairobi terbangnya sangat rendah sekali. Sepanjang perjalanan bikin deg degan terus karena mesin pesawat bisa tiba tiba menderu kencang sendiri saat melawan angin. Kadang kadang terasa pesawat jalannya maju tapi agak menyerong seperti belok arah sendiri mengikuti arah angin. Kadang kadang terasa seperti lewat jalan bergelombang atau bahkan anjlok cukup kuat. Untung penerbangan hanya sekitar 45 menit saja.
Jalan Dari Bandara Amboseli Menuju Hotel
Kiri Kanan Banyak Binatang Liar

 

Yang lebih mendebarkan adalah saat mendarat di Amboseli National Park Airport. Pesawat harus terbang rendah dulu diatas landasan beberapa kali. Saya kira pesawat gagal mendarat dan terbang lagi, eh ternyata tujuannya supaya pilot bisa menangkap signal radio handy talky dari karyawan hotel yang sudah menunggu dibawah. Pesawat sengaja terbang rendah diatas landasan untuk bisa menangkap frekwensi Handy Talkie atau Handphone  dibawah.
Petunjuk Arah Menuju Amboseli Serena Hotel

‘OK, silahkan mendarat mas Pilot, Gajah, zebra dan binatang lain yang tidur di landasan sudah saya usir semua‘.  
 
Jadi, sambil memastikan sendiri landasan aman, si Pilot juga ingin mendengar karyawan hotel sudah mempersilahkan untuk mendarat melalui handy talkie atau handphone.  Maklum, di bandara mini ini tidak ada pagar, tidak ada Control Tower untuk memandu pilot  dan juga tidak ada gedung ruang tunggu penumpang.  Semua harus dilakukan sendiri oleh pilot dan karyawan hotel dibawah, termasuk menakut nakuti binatang dengan suara mesin pesawat apabila ada binatang yang terlalu dekat dengan landasan.
Cottage Kamar Saya  Di Amboseli Serena Hotel
Begitu pesawat sudah berhasil mendarat dengan selamat, terlihat ada sekitar 10 mobil  Range Rover dengan sopir berseragam hotel. Sambutan cukup baik, selain senyum ada juga ‘welcome drink‘ yang cukup aneh rasanya di mulut berupa rumput dicampur es. Pingin nambah lagi juga bisa, minuman dingin yang sama akan segera dituangkan langsung dari termos yang dibawa dari hotel. Susah membayangkan kalau nggak ada yang menjemput dari hotel. Bisa jadi ‘bancakan‘ binatang buas saya di bandara terbuka tanpa gedung seperti ini.
Pintu Masuk Amboseli Serena Hotel
Perjalanan dari bandara kecil Amboseli ini menuju hotel masih perlu waktu 15 menit melalui jalan tanah dengan kiri kanan  masih banyak binatang liar dan buas. Sesekali terlihat berbagai macam binatang liar disepanjang perjalanan menuju hotel. Saat check ini dan mulai masuk area hotel, perasaan saya masih begitu senang, gembira dan ceria menikmati fasilitas hotel dan suasana baru yang lain daripada yang lain. Putar putar di area hotel terasa begitu tenang dan nyaman.
Pintu Gerbang Masuk Amboseli Serena Hotel
Tapi, malam hari suasana terasa sangat mencekam dan susah sekali memejamkan mata. Berbagai macam suara binatang terdengar sangat dekat sekali dari kamar. Rasanya berbagai macam binatang berada dibawah jendela kamar hotel. Yang paling sering terdengar adalah suara gedebak gedebuk rombongan binatang sedang berlari. Suara auman singa, cheetah, leopard, hyeena, serigala sesekali terdengar sangat jelas di kejauhan. Suara binatang sedang menggeram berkelahi juga terasa sangat dekat sekali.

Meskipun Terpencil Ternyata Hotelnya
Fully Booked

Baru pertama kali ini saya menginap di hotel, bayar sangat mahal  tapi nggak bisa kemana mana. Sepanjang malam saya, suami dan anak anak hanya dikamar saja.

Instruksi saya tegas, ‘Tidak boleh ada satupun yang keluar kamar !!!!‘. Emak berkuasa penuh.

Halaah, itu mah suara tape dari speaker di halaman hotel

‘Nggak boleh mbantah, hayo tidur semua, jangan keluar’

Bener, anak dan bapak semua bisa tidur nyenyak. Tinggal saya sendiri yang nggak bisa tidur semalaman.
Pemeriksaan Surat Surat Untuk Masuk
Amboseli Serena Hotel
Yang paling parah saat ada serombongan gajah melintas. Salah satu gajah perutnya gatal gatal dan digaruk garukkan ke pagar kawat dan pohon. Suara rombongan gajah ini berisik sekali tapi untungnya kegaduhan terjadi saat pagi hari. Banyak tamu hotel yang sudah bangun dan mau sarapan di restaurant ikut menyaksikan kegaduhan para gajah. Yang menarik, staff hotelnya bisa mengusir gajah liar tersebut dengan mudah. Mereka dari suku Maasai yang sehari hari hidup di alam, jadi ada binatang apapun bikin gaduh malah didekati dan jadi tontonan para tamu hotel.
Sudah Nyampai Didepan Lobby
Amboseli Serena Hotel

Akhirnya setelah selesai ber’safari’ seharian, saya putuskan pulang ke Nairobi lewat jalan darat. Cukup semalam saja nggak bisa tidur nyenyak di hotel ini. Dan juga, cukup sekali saja naik pesawat turun di bandara tanpa petugas control udara. Tapi sayangnya dalam perjalanan darat ke Nairobi saya lebih banyak tidur. Ngantuk sekali saya.

 

Jembatan Menuju Ke Kamar Hotel
Sarapan Pagi Di Restaurant Hotel
Kalau Malam Terdengar Suara Singa
Dan Binatang Lain
Hiasannya Gambar Binatang Semua
Lobby Amboseli Serena Hotel
Patung Singa, Gajah, Jerapah Semua Ada
Staff Hotel Dari Suku Masaai

 

 

Sekolah Gajah David Sheldrick Kenya

Gajah Afrika Di David Sheldrick Wildlife Trust
Warna Kulitnya Sawo Matang
Indonesia punya Sekolah Gajah di Way Kambas (Lampung), Sebokor (Padang Sugihan, Musi Banyuasin – Sumatera Selatan) dan ada juga yang didekat rumah saya dulu di Sebanga – Duri dan Tahura, Minas Riau. Hampir 15 tahun saya tinggal disekitar sekolah gajah di Minas dan Duri, jadi saya tahu betul Gajah Sumatera itu seperti apa. Hampir setiap saat saya menyaksikan gajah gajah liar tersebut melintas didepan rumah atau menyeberang melalui lintasannya di lapangan minyak Minas dan  Duri, Riau.
Ini Gajah Minas Sekolah Gajah Tahura Minas
Dekat Sekali Dengan Rumah Saya Dulu
Gajah Sumatera Kulitnya Hitam
Baru baru ini saya sempatkan untuk ‘Study Banding‘ ke sekolah gajah di Nairobi, Kenya. Namanya David Sheldrick Wildlife Trust – Elephant Orphanage. Lokasinya di pinggiran kota Nairobi kira kira 20 Km dari pusat kota dan masih satu wilayah dengan Nairobi National Park. Saya sangat terkejut menyaksikan gajah gajah disini, ternyata gajah Africa ‘Warna Kulitnya Sawo Matang !!!‘, beda sekali dengan gajah Sumatera yang warna kulitnya hitam legam. Pawang Gajah yang bertugas merawat gajah warna kulitnya malah sebaliknya. Lihat sendiri photo dibawah ini.
Pengunjung Penuh Menunggu Gajah
Diberi Minum Susu

 

David Sheldrick Wildlife Trust – Elephant Orphanage ini sebenarnya adalah organisasi sosial yang didirikan tahun 1977 oleh Daphne Sheldrick, istri dari Major David Leslie William Sheldrick sebagai penghormatan atas jasa suaminya yang berjasa menjaga kelangsungan hidup ribuan margasatwa di kawasan Tsavo (sekarang sudah menjadi Tsavo National Park) antara tahun 1948 sampai akhir hayatnya 13 Jun 1977. Tujuan utamanya adalah menyelamatkan gajah gajah, terutama bayi gajah yang terlantar karena induknya dibunuh para pemburu liar untuk diambil gadingnya. Semacam Panti Asuhan khusus anak gajah.
Pengunjung Bisa Menyentuh Anak
Gajah Yatim Piatu

 

Panti Asuhan Gajah David Sheldrick ini setiap harinya hanya dibuka untuk umum selama satu jam saja yaitu antara jam 11:00Am – 12:00AM. Bayar tiket masuknya 500 Shilling Kenya atau sekitar USD 7 per orang. Bisa bayar pakai credit card tapi saya sarankan untuk bayar tunai saja karena antrian pengunjung bakalan macet kalau ada yang bayar tiket masuk nggesek credit card. Kecuali kalau mau jadi donatur tetap atau mau nyumbang sejumlah tertentu, silahkan saja gesek pakai credit card tapi tempatnya beda dengan loket pembelian tiket masuk.
Mimik Cucu – Sekali Minum
Bisa Menghabiskan 5 Botol

 

Disamping masuknya harus berdesak desakan, pengunjung juga harus berlarian menuju lapangan terbuka untuk mencari tempat tempat yang paling strategis. Tidak ada tribune atau tempat duduk, semua pengunjung hanya berdiri melingkar. Nggak perlu menunggu terlalu lama, puluhan anak gajah langsung berlarian keluar dari semak semak saat aba aba diberikan oleh petugas. Puluhan petugas berseragam hijau langsung sibuk memberi minum susu. Pembawa acara juga memperkenalkan nama nama semua anak gajah lengkap dengan cerita menyedihkan kenapa saat ini anak gajah tersebut menjadi Yatim Piatu.
Kasihan Anak Gajah Yatim Piatu Ini
Orang Tuanya Dibunuh Pemburu Liar

 

Ada anak gajah yang ditemukan terkapar luka parah karena diterkam singa dan ditinggal induknya, ada yang ditinggal mati induknya karena ditembak pemburu gading liar dan berbagai macam cerita mengenaskan. Karena masih kanak kanak, tingkah laku gajah ternyata seperti manusia juga. Ada yang nakal, usil, pendiam, selalu menyendiri tidak bisa bergaul dengan temannya dll. Karena cerita yang disampaikan sangat menyedihkan, banyak pengunjung yang iba dan di pintu keluar dengan sukarela membeli buku, cendera mata, dan mengisi kotak donasi untuk kelangsungan organisasi penyayang gajah ini.
Tempat Parkir Masuk Ke Panti Asuhan Gajah
Setiap Hari Hanya Buka 1 Jam Saja Untuk Umum
Pengunjung Berjubel Untuk Melihat
Anak Gajah Panti Asuhan Diberi Makan Dan Minum
Tiket Masuk 500 Kenya Shilling Atau Sekitar
USD 7 per Orang
Ada Juga Yang Ngantri Ndaftar Jadi Donatur Tetap
Setahun USD 50 Dipotong Langsung Dari Credit Card
Bisa Juga Ngantri Untuk Ngasih Sumbangan Sukarela
Dengan Memasukkan Kotak Donasi
Ketemu Rombongan Anak Sekolah Dan Gurunya
Dari Nairobi
Photo Photoan Dulu Dengan Murid
Dan Pak Guru Yang Baik
Bu Guru, Photo Dulu Dong
Bubar,Semua Pengunjung Pulang Menuju
Parkiran Bus Dan Mobil
Baca :

 

Gelang Kalung Kazuri Nairobi Kenya

Aneka Macam Gelang Kalung Khas Africa
Kazuri Beads Factory, Karen-Nairobi Kenya
Sudah lama saya ngincer gelang dan kalung warna warni khas Africa yang sering saya saksikan di TV dan majalah majalah mode. Ternyata namanya Kazuri Beads. Kazuri itu bahasa Swahili yang artinya ‘Small and Beautiful‘. Pabriknya ternyata di Kenya, yaitu Mbaghati Ridge, Karen-Nairobi, kira kira 25 Km atau 30 menit dari pusat kota. Itu lho, di lokasi perkebunan yang jadi latar belakang cerita buku karya Karen Blixen dan telah difilmkan dengan judul ‘Out Of Africa‘.  Bintang filmnya Maryl Streep dan film tersebut berhasil menggondol 7 Oscar sekaligus tahun 1985.
Kazuri Beads Factory
Bebas Belajar Bikin Kalung

 

Kazuri Beads Factory ini berdiri tahun 1975, berawal dari sebuah workshop experiment kecil dengan 2 orang wanita kenya sebagai tenaga utamanya. Setelah itu baru diketahui ternyata banyak sekali wanita didesa desa sekitar Nairobi yang punya keahlian membuat kalung dan gelang keramik. Dikumpulkan semua disini, diberi pengarahan, dididik cara pembuatan yang lebih modern dan standard dan jadilah sekarang ini menjadi perusahaan besar keramik dengan produksi utama kalung, gelang, pottery dan berbagai macam barang keramik dengan cita rasa budaya Africa.
Bingung Milih, Semua Bagus
Corak Africa Begitu Kuat
Produksinya katanya mencapai 5 Juta kalung dan gelang pertahun dan dieksport ke 20 negara didunia dengan outlet dimana mana. Jumlah karyawannya sekitar 300 orang, umumnya ‘single mothers’. Dan sekarang Kazuri merupakan trade mark Kenya yang identik dengan budaya dan alam liar Africa. Di negara manapun anda berada di Africa dan menyaksikan wanita mengenakan perhiasan kalung dan gelang keramik warna warni seperti gambar diatas, bisa dipastikan pabriknya disini.
Showroomnya Sangat Besar Ada Yang Khusus
Gelang, Kalung, Pecah Belah Dll
Seperti wisata ke pabrik cendera mata di negara manapun, di Kazuri Beads Factory ini kita juga dibebaskan berinteraksi dengan karyawan, melukis di  gelang, kalung atau pecah belah. Bahkan diajari cara menata dan memasukkan sendiri kedalam oven sampai  melapisi glazuur biar mengkilat. Hasilnya silahkan dibawa pulang saja, jangan ditinggal karena akan menyusahkan karyawan bagian showroom kalau ada konsumen yang jeli melihat gelang atau kalung paling jelek sendiri diantara yang lain.
Pengunjung Bebas Membuat Sendiri
Dengan Corak Dan Warna Sesukanya
Asyik Juga Bikin Gelang Dan Kalung Sendiri
Dari Keramik Yang Dilukis Tangan
Ruang Khusus Untuk Melukis
Sebelum Dimasukkan Oven
Memasukkan Gelang Dan Kalung Setelah
Dilukis Kedalam Oven
Batu Ini Adalah ‘Resep Rahasia’ Untuk
Memanggang Keramik Didalam Oven

 

Ada Bagian Glazing, Painting, Raw Material Storage
Pottery Showroom, Necklace Showroom Dll
Ada Juga Clinic Kesehatan Untuk Karyawan Dan Keluarga
Didepan Bagian Glazing And Finishing
Halamannya Luas Dan Hijau
Karyawannya Ramah