Category Archives: Kenya

Sekolah Gajah David Sheldrick Kenya

Gajah Afrika Di David Sheldrick Wildlife Trust
Warna Kulitnya Sawo Matang
Indonesia punya Sekolah Gajah di Way Kambas (Lampung), Sebokor (Padang Sugihan, Musi Banyuasin – Sumatera Selatan) dan ada juga yang didekat rumah saya dulu di Sebanga – Duri dan Tahura, Minas Riau. Hampir 15 tahun saya tinggal disekitar sekolah gajah di Minas dan Duri, jadi saya tahu betul Gajah Sumatera itu seperti apa. Hampir setiap saat saya menyaksikan gajah gajah liar tersebut melintas didepan rumah atau menyeberang melalui lintasannya di lapangan minyak Minas dan  Duri, Riau.
Ini Gajah Minas Sekolah Gajah Tahura Minas
Dekat Sekali Dengan Rumah Saya Dulu
Gajah Sumatera Kulitnya Hitam
Baru baru ini saya sempatkan untuk ‘Study Banding‘ ke sekolah gajah di Nairobi, Kenya. Namanya David Sheldrick Wildlife Trust – Elephant Orphanage. Lokasinya di pinggiran kota Nairobi kira kira 20 Km dari pusat kota dan masih satu wilayah dengan Nairobi National Park. Saya sangat terkejut menyaksikan gajah gajah disini, ternyata gajah Africa ‘Warna Kulitnya Sawo Matang !!!‘, beda sekali dengan gajah Sumatera yang warna kulitnya hitam legam. Pawang Gajah yang bertugas merawat gajah warna kulitnya malah sebaliknya. Lihat sendiri photo dibawah ini.
Pengunjung Penuh Menunggu Gajah
Diberi Minum Susu

 

David Sheldrick Wildlife Trust – Elephant Orphanage ini sebenarnya adalah organisasi sosial yang didirikan tahun 1977 oleh Daphne Sheldrick, istri dari Major David Leslie William Sheldrick sebagai penghormatan atas jasa suaminya yang berjasa menjaga kelangsungan hidup ribuan margasatwa di kawasan Tsavo (sekarang sudah menjadi Tsavo National Park) antara tahun 1948 sampai akhir hayatnya 13 Jun 1977. Tujuan utamanya adalah menyelamatkan gajah gajah, terutama bayi gajah yang terlantar karena induknya dibunuh para pemburu liar untuk diambil gadingnya. Semacam Panti Asuhan khusus anak gajah.
Pengunjung Bisa Menyentuh Anak
Gajah Yatim Piatu

 

Panti Asuhan Gajah David Sheldrick ini setiap harinya hanya dibuka untuk umum selama satu jam saja yaitu antara jam 11:00Am – 12:00AM. Bayar tiket masuknya 500 Shilling Kenya atau sekitar USD 7 per orang. Bisa bayar pakai credit card tapi saya sarankan untuk bayar tunai saja karena antrian pengunjung bakalan macet kalau ada yang bayar tiket masuk nggesek credit card. Kecuali kalau mau jadi donatur tetap atau mau nyumbang sejumlah tertentu, silahkan saja gesek pakai credit card tapi tempatnya beda dengan loket pembelian tiket masuk.
Mimik Cucu – Sekali Minum
Bisa Menghabiskan 5 Botol

 

Disamping masuknya harus berdesak desakan, pengunjung juga harus berlarian menuju lapangan terbuka untuk mencari tempat tempat yang paling strategis. Tidak ada tribune atau tempat duduk, semua pengunjung hanya berdiri melingkar. Nggak perlu menunggu terlalu lama, puluhan anak gajah langsung berlarian keluar dari semak semak saat aba aba diberikan oleh petugas. Puluhan petugas berseragam hijau langsung sibuk memberi minum susu. Pembawa acara juga memperkenalkan nama nama semua anak gajah lengkap dengan cerita menyedihkan kenapa saat ini anak gajah tersebut menjadi Yatim Piatu.
Kasihan Anak Gajah Yatim Piatu Ini
Orang Tuanya Dibunuh Pemburu Liar

 

Ada anak gajah yang ditemukan terkapar luka parah karena diterkam singa dan ditinggal induknya, ada yang ditinggal mati induknya karena ditembak pemburu gading liar dan berbagai macam cerita mengenaskan. Karena masih kanak kanak, tingkah laku gajah ternyata seperti manusia juga. Ada yang nakal, usil, pendiam, selalu menyendiri tidak bisa bergaul dengan temannya dll. Karena cerita yang disampaikan sangat menyedihkan, banyak pengunjung yang iba dan di pintu keluar dengan sukarela membeli buku, cendera mata, dan mengisi kotak donasi untuk kelangsungan organisasi penyayang gajah ini.
Tempat Parkir Masuk Ke Panti Asuhan Gajah
Setiap Hari Hanya Buka 1 Jam Saja Untuk Umum
Pengunjung Berjubel Untuk Melihat
Anak Gajah Panti Asuhan Diberi Makan Dan Minum
Tiket Masuk 500 Kenya Shilling Atau Sekitar
USD 7 per Orang
Ada Juga Yang Ngantri Ndaftar Jadi Donatur Tetap
Setahun USD 50 Dipotong Langsung Dari Credit Card
Bisa Juga Ngantri Untuk Ngasih Sumbangan Sukarela
Dengan Memasukkan Kotak Donasi
Ketemu Rombongan Anak Sekolah Dan Gurunya
Dari Nairobi
Photo Photoan Dulu Dengan Murid
Dan Pak Guru Yang Baik
Bu Guru, Photo Dulu Dong
Bubar,Semua Pengunjung Pulang Menuju
Parkiran Bus Dan Mobil
Baca :

 

Advertisements

Gelang Kalung Kazuri Nairobi Kenya

Aneka Macam Gelang Kalung Khas Africa
Kazuri Beads Factory, Karen-Nairobi Kenya
Sudah lama saya ngincer gelang dan kalung warna warni khas Africa yang sering saya saksikan di TV dan majalah majalah mode. Ternyata namanya Kazuri Beads. Kazuri itu bahasa Swahili yang artinya ‘Small and Beautiful‘. Pabriknya ternyata di Kenya, yaitu Mbaghati Ridge, Karen-Nairobi, kira kira 25 Km atau 30 menit dari pusat kota. Itu lho, di lokasi perkebunan yang jadi latar belakang cerita buku karya Karen Blixen dan telah difilmkan dengan judul ‘Out Of Africa‘.  Bintang filmnya Maryl Streep dan film tersebut berhasil menggondol 7 Oscar sekaligus tahun 1985.
Kazuri Beads Factory
Bebas Belajar Bikin Kalung

 

Kazuri Beads Factory ini berdiri tahun 1975, berawal dari sebuah workshop experiment kecil dengan 2 orang wanita kenya sebagai tenaga utamanya. Setelah itu baru diketahui ternyata banyak sekali wanita didesa desa sekitar Nairobi yang punya keahlian membuat kalung dan gelang keramik. Dikumpulkan semua disini, diberi pengarahan, dididik cara pembuatan yang lebih modern dan standard dan jadilah sekarang ini menjadi perusahaan besar keramik dengan produksi utama kalung, gelang, pottery dan berbagai macam barang keramik dengan cita rasa budaya Africa.
Bingung Milih, Semua Bagus
Corak Africa Begitu Kuat
Produksinya katanya mencapai 5 Juta kalung dan gelang pertahun dan dieksport ke 20 negara didunia dengan outlet dimana mana. Jumlah karyawannya sekitar 300 orang, umumnya ‘single mothers’. Dan sekarang Kazuri merupakan trade mark Kenya yang identik dengan budaya dan alam liar Africa. Di negara manapun anda berada di Africa dan menyaksikan wanita mengenakan perhiasan kalung dan gelang keramik warna warni seperti gambar diatas, bisa dipastikan pabriknya disini.
Showroomnya Sangat Besar Ada Yang Khusus
Gelang, Kalung, Pecah Belah Dll
Seperti wisata ke pabrik cendera mata di negara manapun, di Kazuri Beads Factory ini kita juga dibebaskan berinteraksi dengan karyawan, melukis di  gelang, kalung atau pecah belah. Bahkan diajari cara menata dan memasukkan sendiri kedalam oven sampai  melapisi glazuur biar mengkilat. Hasilnya silahkan dibawa pulang saja, jangan ditinggal karena akan menyusahkan karyawan bagian showroom kalau ada konsumen yang jeli melihat gelang atau kalung paling jelek sendiri diantara yang lain.
Pengunjung Bebas Membuat Sendiri
Dengan Corak Dan Warna Sesukanya
Asyik Juga Bikin Gelang Dan Kalung Sendiri
Dari Keramik Yang Dilukis Tangan
Ruang Khusus Untuk Melukis
Sebelum Dimasukkan Oven
Memasukkan Gelang Dan Kalung Setelah
Dilukis Kedalam Oven
Batu Ini Adalah ‘Resep Rahasia’ Untuk
Memanggang Keramik Didalam Oven

 

Ada Bagian Glazing, Painting, Raw Material Storage
Pottery Showroom, Necklace Showroom Dll
Ada Juga Clinic Kesehatan Untuk Karyawan Dan Keluarga
Didepan Bagian Glazing And Finishing
Halamannya Luas Dan Hijau
Karyawannya Ramah

 

Nairobi Selayang Pandang

Kota Nairobi Sore Hari
Nggak Ada Bedanya Dengan Jakarta
Dalam bayangan saya, negara negara di Afrika itu miskin, kere dan menakutkan. Tiap hari yang saya baca dan lihat di koran maupun TV di Indonesia selalu saja hal hal yang buruk tentang kelaparan dan kejadian kejadian kriminal. Perkosaan, penyakit menular Ebola, AID, Flu Burung, ledakan bom oleh teroris jaringan Al Qaeda – Al Shabab dan semacamnya. Tapi, bayangan saya tersebut lenyap seketika saat saya menjejakkan kaki pertama kali di Nairobi, Kenya.  Kota ini ternyata kota Metropolitan yang sangat besar seperti Jakarta dengan permasalahan yang hampir sama.
Mobil Mobil Yang Lewat Bagus Bagus
Jadi Yang Bilang Negara Miskin Itu Siapa
Hiburan malam casino, night club, discotheque juga banyak. Tata kotanya mirip London, Edinburg, Portsmouth dan kota kota lain di Inggris. Nama nama wilayah / district juga sangat Inggris sekali. Sangat wajar karena memang sebenarnya Kenya adalah bekas jajahan Inggris. Contohnya adalah Westland, Parkland, Lavington, High Ridge dll. Nama penduduknya juga perpaduan nama Inggris dan lokal. Contohnya Raymond Kibera, Johny Langata, Daniel Arap Moi dll.

Macetnya Jauh Lebih Parah Dari Jakarta
Tapi Sopirnya Nggak Ada Yang Berani Lewat Jalur Pedestrian

Soal kemacetan di jalan raya bisa saya katakan Nairobi jauh lebih parah dibanding Jakarta. Sangat macet sekali karena saat ini Nairobi belum memiliki jalan layang, bus way dan jalur KRL. Jam jam sibuk dan macet juga sama dengan Jakarta, yaitu pagi dan sore. Mobil pribadi dan bus angkutan umum semua berjubel di jalanan kota. Naik mobil pribadi dengan jarak beberapa km saja bisa ditempuh dalam waktu 3 jam atau lebih saat jam sibuk. Tapi jangan dilihat macetnya saja, perhatikan juga mobil mobil yang terjebak kemacetan. Semua mobil bagus bagus keluaran tahun terakhir.  Jadi siapa yang bilang Kenya negeri Kere ???

Pemandangan Kota Nairobi

Namanya saja kota besar Metropolitan dan ibukota negara, penduduk dari daerah juga banyak yang datang mengadu nasib ke ibukota negara Nairobi. Akibatnya, benar benar mirip dengan Jakarta. Ada pendatang yang kurang beruntung dan tinggal di bedeng bedeng kumuh dipinggiran kota dan ada juga yang bikin bedeng di bantaran sungai (Athi River). Tetapi ada juga yang sukses tinggalnya di perumahan mewah, Apartment mewah dll. Hotel hotel bintang 5 juga banyak di Nairobi termasuk Hotel Kempinski, Bank international semacam Citibank juga ada dan ini menandakan aktifitas ekonomi dan bisnis di Nairobi sangat positif.

Ojek Motor Di Kenya Namanya Boda Boda

 

Pedagang asongan yang menjual air mineral di perempatan jalan juga ada. Apalagi kalau jalanan sedang macet. banyak pedagang asongan terlihat berjajar jajar ditengah kemacetan menjajakan berbagai macam dagangan, mulai jual mainan anak, sampai makanan. Tidak ada bedanya dengan pedagang asongan di jalan jalan kota Jakarta. Bedanya, pedagang asongan di Kenya kulitnya berwarna hitam sejak lahir sedangkan di Jakarta karena tiap hari kepanasan.
Kota Nairobi Cukup Hijau Dan Bersih
Kalau anda membuka wikipedia, secara umum nggak ada bedanya antara Nairobi dan Jakarta. Baik dari luas areanya, kepadatan penduduknya maupun tingkat kriminalitasnya. Cuma, entah kenapa kalau kita membaca berita dan melihat TV di Indonesia sepertinya Kenya dan negara Afrika lain itu lebih menyeramkan. Padahal tidak sama sekali, semua sama saja dengan kota Jakarta.
Pusat Kotanya Macet Parah
Pagi Hari Dan Sore Hari Macetnya Jauh Lebih Parah Dari Jakarta
Sore Hari Pulang Kerja Macet Semua Jalan Menuju
Perumahan Di Pinggiran Kota
Sepeda Motor Tidak Sebanyak Jakarta
Jalan Menuju Pusat Perbelanjaan

 

Jamo Kenyata Airport Selayang Pandang

Gerbang Masuk Jamo Kenyatta Airport
Percayalah, Semua Kota Ada Bedanya‘. Nah, kali ini tentang kota Nairobi Kenya, khususnya Bandara International Jamo Kenyatta. Jangan sekali kali punya pikiran bahwa Kenya adalah negara miskin. Pemikiran seperti itu salah besar kalau anda menyaksikan bandara kota Nairobi.  Bandaranya besar sekali, setara dengan Bandara Soetta Cengkareng. Nama bandara juga diambil dari nama presiden pertama Kenya. Penamaan terminalnya juga sama misal Terminal 1A, 1B, 1C, 1D dan seterusnya. Suasana memasuki area terminal, bentuk terminal, pemandangannya juga mirip dengan Bandara Soetta Cengkareng.
Semua Penumpang Harus Turun Dulu Pemeriksaan
Yang menarik, pemeriksaan keamanannya sangat ketat sekali. Bukan pemeriksaan didalam bandara saat check in, tetapi pemeriksaan di pintu gerbang memasuki area bandara. Bayangkan, pintu gerbang pemeriksaanya kira kira jaraknya masih 5 – 10 Km dari gedung terminal. Kalau di bandara Soekarno Hatta Cengkareng, kira kira lokasi pintu gerbang tempat pemeriksaan di sekitar Hotel Sheraton Bandara atau malah lebih jauh lagi. Teroris pasti akan berpikir 1000 Kali kalau ingin meledakkan bandara International Jamo Kenyatta ini. Harus bawa bom nuklir, karena hanya bom nuklir segeda ‘Gaban’ saja yang radius ledakannya bisa lebih dari 5 Km.
Contoh Radius Bom Nuklir Cuma 5.6 Km
Teroris Pasti Kesulitan Bawa Bom Ke Terminal

 

Awalnya saya sangat terkejut ketika disuruh turun oleh sopir Taxi dari Hotel yang mengantar saya ke airport. Ngapain harus turun, terminal bandara saja belum kelihatan ?. Untungnya si sopir ngerti bahwa kita orang asing yang baru pertama kali masuk ke bandara internasional Jamo Kenyatta ini. Di jelasin cukup detail, nanti jangan photo photoan di gate, banyak tentara bersenjata yang akan memeriksa penumpang satu persatu. Masuk saja ke dalam gedung untuk diperiksa.
Tertawa Ngakak, Baru Kali Ini Pemeriksaan Bandara
Dilakukan Di Luar Kota

 

Susah sekali saya merubah ekspresi wajah seketika saat itu. Ngakak tiada henti saat baru turun dari Taxi tetapi seketika harus pura pura serius didepan tentara bersenjata yang mengawasi pemeriksaan dengan wajah sangar. Lumayan pegel tapi cukup menggembirakan dan menghibur. Saya harus berjalan kaki kira kira 100 meter dari tempat diturunkan menuju gedung pemeriksaan. Dan masih harus jalan kaki lagi sekitar 100 meter menuju tempat parkir dimana Taxi menunggu. Baru kali ini saya menyaksikan bandara internasional dengan pemeriksaan ketat jauh di luar kota.
Tentara Masih Belum Kelihatan
Jadi Masih Bisa Tertawa
Masuk Gedung Pemeriksaan Satu Per Satu
Wajah Harus Serius Didepan Tentara

 

Masih 5 Km Menuju Terminal Keberangkatan

 

Pemandangan Selepas Gerbang Pemeriksaan
Gedung Tempat Parkir Dan Perkantoran
Perkantoran Cargo Menjelang Terminal
Keberangkatan Dan Kedatangan
Pemandangan Perkantoran Menjelang Terminal
Nah, Akhirnya Masuk Ke Terminal Keberangkatan
Suasananya Mirip Dengan Bandara Soetta Cengkareng
Terminalnya Melingkar Seperti Bandara Soetta

Safari Nairobi – Amboseli National Park PP

Jalan Raya Mulus Nairobi – Amboseli National Park
Pemandangan Bukit Dan Gunung Kilimanjaro Di Kejauhan
Namanya Amboseli National Park (dulu namanya Maasai Amboseli Game Reserve), jaraknya sekitar 450 Km atau 3.5 jam dari Nairobi naik Land Rover tua. Sudah tentu untuk menuju kesana harus ikut tour dan bawa Tour Guide kalau nggak pingin kesasar didalam Taman Nasional yang luasnya sekitar 392 SqKm tersebut. Dengan ikut paket Tour dari hotel, anda akan didampingi seorang sopir Land Rover yang benar benar tahu medan off road di Amboseli dan seorang tour guide yang ‘ngoceh‘ sepanjang jalan. Karena ‘ngoceh‘ terus ini perjalanan 3.5 jam jadi tidak terasa.

Tempat Peristirahatan Pertengahan Nairobi – Amboseli
Isinya Mobil Land Rover Semua

Sebenarnya ada banyak pilihan lokasi wisata Safari di Kenya. Kalau nggak salah ada 25an National Park dan 20an National Reserve di Kenya. Yang paling bagus dan terkenal adalah Maasai Mara National Park. Taman nasional ini sama saja dengan Serengeti National Park, cuma beda nama saja karena Serengeti masuk wilayah Tanzania dan Maasai Mara di Kenya. Binatang binatangnya sama, hanya mondar mandir migrasi dari Serengeti ke Maasai Mara atau sebaliknya pada bulan bulan tertentu.

Pintu Gerbang Masuk Ke Amboseli National Park

Taman National yang paling besar di Kenya namanya Tsavo National Park, terdiri dari Tsavo East National Park luasnya 13,747 SqKm  dan Tsavo West National Park luasnya 9,065 SqKm. Tapi Amboseli adalah Taman Nasional yang terbanyak dikunjungi turis nomor 2 setelah Maasai Mara dengan jumlah pengunjung 120.000 berdasarkan catatan tahun 2006. Jumlah species binatangnya juga banyak, ada sekitar 400an.

Pedagang Asongan Didepan Pintu Gerbang Amboseli
National Park – Welcome To Kenya. Welcome To Amboseli

Saya memilih Amboseli National Park karena lokasinya bagus untuk photo photoan. Latar belakang pemandangannya cukup spektakuler yaitu gunung tertinggi di Afrika Kilimanjaro. Sayang saat saya datang puncaknya tertutup awan, jadi keindahan salju abadi di puncak gunung tidak bisa terlihat sama sekali.

Eh, Meskipun Lokasinya Terpencil, Bayar Tiket Masuk
Bisa Pakai Credit Card – Internet Juga Kencang

Sempat saya bingung saat membaca brosur brosur pariwisata di hotel. Safari Tour yang sedang saya cari ternyata tertulis di brosur dengan nama Game Drive Tour atau Reserve Game Tour. Bingung, apa pula ini, mana Safari Tour Kenya yang terkenal di segala penjuru dunia ?. Dalam bayangan saya, Game Drive Tour itu cuma main game atau paling banter wisata virtual nonton gambar binatang lewat TV atau layar lebar semacam main game Play Station atau XBox.

Peraturan Dan Tata Tertib  Di Area Taman Nasional Amboseli
Nggak Boleh Turun Dari Mobil Dan Main Main Drone

Eh ternyata salah, Game Drive Tour itu maksudnya wisata petualangan menyaksikan binatang liar di habitat aslinya dengan menggunakan Land Rover 4×4 dengan atap yang bisa dibuka dengan medan off road. Kadang lewat jalan tanah yang kering berdebu, tapi sering juga lewat jalanan becek, licin, berbatu, mendaki atau menuruni bukit. Sering kali juga sopirnya unjuk gigi, sengaja dilewatkan ke kubangan kerbau atau nyeberang ke parit parit berlumpur. Tapi semua tergantung dari sopirnya karena sebenarnya sudah disediakan jalan khusus buat mobil dan tidak boleh mengambil jalan pintas karena bisa mengganggu binatang. 

Horeee, Petualangan Off Road Di Mulai

Karena jenis tournya petualangan semacam ini, maka didalam mobil Land Rover disediakan plastik buat membungkus kamera dan handphone agar tidak basah. Disediakan juga lotion anti nyamuk, air bersih satu galon buat cuci kaki atau tangan kalau terpercik lumpur saat jalanan basah setelah hujan. Teropong Binocular untuk melihat binatang dari jarak jauh juga disediakan didalam mobil. Radio komunikasi juga wajib ada di mobil Land Rover ini. Sepertinya, radio komunikasinya menggunakan frekwensi khusus yang baru diaktifkan dan bunyi setelah membayar tiket masuk. 

Untung Nggak Hujan Jadi Jalanan Banyak Yang Kering

Dari jalan raya mulus Nairobi – Mombasa Road, untuk menuju ke pintu gerbang Amboseli National Park harus belok kanan melalui jalan tidak beraspal sekitar 20 menit. Off road seru dimulai di jalan ini. Sopirnya unjuk kebolehan nyopir di medan offroad. Begitu ada mobil lain sesama Land Rover bawa turis, aksinya nggak ketulungan dan bikin penumpang berdebar debar sepanjang jalan. Takut mobil terguling lalu satu persatu penumpangnya dijadikan santapan makan siang Singa, Cheetah, Hyena dan Macan Kumbang.

Zebra, Dan Wildebeest
Santapan Singa Dan Macan Tutul

Begitu tiba didepan gerbang Amboseli National Park, semua turis harus turun beli tiket dan disambut oleh pedagang asongan berpakaian tradisional suku Maasai. Meskipun lokasinya terpencil jauh dari mana mana, ternyata proses pembayarannya bisa pakai credit card. Artinya jaringan komunikasi di Kenya sudah maju dan terhubung sampai ke pelosok daerah. 

Rombongan Zebra

Radio komunikasi di mobil langsung aktif begitu tiket masuk dibayar. Sepanjang perjalanan di Taman Nasional semua mobil di pantau dengan cara memanggil call sign mobil setiap saat. Informasi dari mobil lain juga terdengar dengan jelas. ‘Roger…roger…..Ada Singa sedang ngantuk kekenyangan di patok no B49, silahkan mendekat gantiiiii‘. Dan semua mobil Land Rover rame rame mendekat dari berbagai arah. Singanya langsung kabur nggak tahan suara berisik.

Selesai sudah, tepat waktu maghrib kita sudah tiba kembali di Concorde Hotel & Suites, Nairobi.

Gajah Afrika Gemuk Gemuk

Menuju Dan Mendekati Gajah Liar

Nonton Singa Sedang Istirahat Kekenyangan
Setelah Menyantap Wildebeest

Nyampai Di Jalan Utama Setelah Menerobos
Jalan Pintas Naik Turun Tidak Rata

Belanja Pernak Pernik Kalung Khas Suku Maasai
Dari Pedagang Asongan Buat Oleh Oleh

Moi International Airport Mombasa Selayang Pandang

Gelap Gulita – 15 Menit  Baru Ada Satu
Petugas Bandara Yang Datang Menyalakan Lampu
Jam 11 siang pesawat Ethiopian Airlines yang membawa saya sekeluarga terbang dari Addis Ababa bersiap siap untuk mendarat di Moi International Airport, sebuah bandara Internasional kota Mombasa, Kenya. Dari atas saya perhatikan bandara ini cukup besar, jauh lebih besar dibanding bandara Adi Sucipto Yogyakarta atau Ahmad Yani Semarang. Cocok sekali, Mombasa sebagai kota terbesar nomor dua di Kenya memeliki bandara internasional yang begitu besar.
Penumpang Mulai Gelisah
Nunggu 15 Menit Dalam Kegelapan
Ada dua buah runway, runway utama panjangnya sekitar 3 – 3.5 kilometer, sedangkan runway kedua lebih pendek. Perkiraan saya hanya 1 – 1.5 kilometer saja. Runway 1 dilengkapi dengan ILS (Instrument Landing System). Artinya bandara ini memang bandara internasional yang mampu didaratin pesawat besar dan kecil, bukan bandara icak icak sekedar buat gaya gayaan bisa bikin proyek bandara.
Mombasa Kota Pantai Dan Pelabuhan
Patung Di Bandara Cukup Lumba Lumba
Turun dari pesawat, semua penumpang jalan kaki menuju counter pemeriksaan passport didalam gedung yang cukup besar dan megah. Tapi saya agak terkejut dan was was. Di counter imigrasi ternyata tidak ada petugas imigrasi sama sekali, kosong melompong dan bahkan gelap gulita. Wah, gawat nih, 15 menit menunggu di kegelapan membuat pikiran saya mulai ngacau. Membayangkan ada sesuatu kejadian luar biasa di Kenya. Mungkin diluar sana ada bom meledak, teroris Al Shabab, Boko Haram, Kudeta menggulingkan pemerintah, wabah penyakit atau cerita cerita seram lain tentang Afrika yang sering berseliweran di TV, medsos, film dan koran.
Horeee, Lampu Menyala
15 Menit Nunggu, 30 Menit Berdiri Ngantri
Ternyata saya salah, nggak ada apa apa  di Kenya. Petugas imigrasinya telat datang, klewas klewes minta maaf kepada semua penumpang alasannya rumahnya jauh dan jalanan macet ada pekerjaan pembangunan jalan menuju bandara. Hanya seorang diri, petugas ini tugasnya multi fungsi mulai membuka pintu, menyalakan lampu, menyalakan komputer, mengatur antrian, menyingkirkan tanda tanda larangan masuk dan stempel pasport. Lumayan, 15 menit nunggu, 30 menit ngantri. Begitu semua penumpang sudah distempel passportnya, langsung komputer dan lampu dimatikan kembali. Si Petugas langsung ngloyor entah pergi kemana
Hanya Satu Petugas Imigrasi
melayani 100an Penumpang Ethiopian Airlines
Hanya Turkish Airlines, Ethiopian Airlines, RwandAir dan Meridiana yang terbang dari luar negeri menuju bandara ini langsung. Tidak semuanya punya jadwal terbang tetap setiap hari. Pesawat lain kebanyakan pesawat charter, tidak setiap hari mendarat di bandara ini contohnya Bravo Airways, Condor, Enter Air dan Neos. Pesawat lokal juga ada, umumnya pesawatnya kecil kecil dengan mesin baling baling. Contohnya Kenya Airways (pesawatnya Embraer),  Mombasa Air Safari, Jambo Jet, Fly540 dan Fly SAX.
Gerbang Masuk Moi International Airport
Mombasa, Kenya
Di halaman luar bandara, terdapat tempat parkir yang sangat luas dengan taxi bandara berwarna kuning terparkir rapi menunggu penumpang. Ada dua terminal saja di Moi International Airport ini yaitu terminal Kedatangan dan terminal Keberangkatan. Di Terminal Keberangkatan hanya ada satu buah cafe (Rafiki Cafe) dan satu buah Duty Free Shop, namanya Candy Shop. Tempat duduk buat nunggu keberangkatan sangat banyak tapi saya tungguin hampir dua jam tetap saja kosong melompong.
Taxi Kuning Moi International Airport
Rapi Parkir Sabar Nunggu Penumpang
Iseng iseng saya ajak ngobrol pelayan Rafiki Cafe. Saya tanyakan kenapa bandara internasional sebagus dan sebesar ini bisa kosong melompong. Jawabnya, cukup mengejutkan. ‘No Mc Donald in Kenya, never….‘. Bingung saya mengartikan jawabannya. Ternyata pelayan yang satu ini benci sampai ke ubun ubun apapun yang berbau Amerika. Terutama pemberitaan TV ala Amerika dan juga medsos yang dianggapnya semua produk Amerika. Satu jam saya ajak ngomong, keluar semua unek uneknya.
Mirip Bandara Adi Sucipto Yogya
Tapi Moi Airport Jauh Lebih Besar
Katanya penderita AID yang terbanyak di Amerika, yang dituduh Afrika. Monyet dan binatang Afrikapun tidak luput dari tuduhan sebagai sumber penyakit yang mewabah didunia.  ‘Coba lihat seluruh Kenya, siapa yang AID, Bird Flu, Ebola, Yelow fever ?, Africa is continent friend, hundred countries are in Africa‘. Rupanya, orang ini jengkel dengan masifnya pemberitaan negatif tentang Afrika di TV dan medsos. Medsos buatan Amerika inilah sumber utama yang bikin turis ogah datang ke Kenya.

Mirip Halim Perdana Kusuma Airport Jakarta

Akhir kata, kalau anda ke Mombasa, jangan lupa mampir ke Rafiki Cafe dan temui Elewa. Sambil ngopi dengarkan cerita ceritanya. Pasti seru.

Counter Check In Sepi
Check In Penumpangnya Sedikit
Karena Pesawat Lokal Kecil Dan Masih Baling Baling
Rafiki Cafe
Lumayan Ada Yang Jual Minuman
Ruang Tunggu Keberangkatan
2 – 3 Jam Saya Tungguin Tetap Saja Kosong
Candy Shop Jual Permen, Buku Travel
Cendera Mata Dan Minuman Kaleng
Banyak Burung Beterbangan Didalam Airport
Ada Wabah Flu Burung Di Amerika Yang Dituduh
Burung Di Afrika.

 

Nonton Kampanye Di Kenya

Semua Papan Iklan Komersial Ditutupi
Wajah Kontestan Pemilu
Masih ingat kan beberapa tahun lalu alm. Gus Dur pernah mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia itu masih sekelas Taman Kanak Kanak ?. Ternyata apa yang dikatakan Alm. Gus Dur tersebut sangat benar sekali. Baru baru ini saya menyaksikan sendiri kampanye, pesta demokrasi di Kenya. Ya benar Kenya, negara di Afrika Timur yang menurut sebagian besar orang termasuk negara unyu unyu, baru berkembang, negara kere atau negara sangat terbelakang. Sebuah pendapat yang jelas salah. Kenya itu demokrasinya bukan Taman Kanak Kanak lagi, tapi sudah SMA.
Calon Gubernur
Iklan Besar Seperti Ini Banyak Dipasang
Di Sepanjangg Jalan Mombasa – Nairobi
Minggu depan, Tanggal 8 Agustus 2017 Kenya akan mengadakan Pemilihan Umum Serentak untuk memilih Presiden, Anggota legislatif/Parlemen dan kepala daerah (Gubernur dan Bupati). Indonesia, Pemilihan Umum Serentak secara nasional untuk pertama kalinya baru akan diadakan tanggal 17 April 2019 nanti. Jadi, jelas kan, dibanding negara unyu unyu Kenya saja Indonesia masih tertinggal. Baru mikir beberapa tahun terakhir ini untuk mengadakan Pemilihan Umum Serentak. Kenya sudah melakukan Pemilihan Umum Serentak tahun 2007 (Pilpres dan Pilkada Serentak), 2013 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak) dan 8 Agustus 2017 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak).
Penduduk Kenya Banyak Yang Cuek Saja
Nggak Percaya Janji Janji Politisi

 

Aturan mainnya relatif sama dengan di Indonesia. Contohnya adalah Pilpres, aturan main Pilpres di Kenya menggunakan Modified Two Round System. Maksudnya, seorang capres bisa terpilih jadi presiden apabila berhasil memperoleh suara 50% plus satu. Pemilihan akan lanjut ke ronde kedua bagi dua pasangan capres dengan perolehan suara tertinggi kalau tidak ada satupun kandidat yang bisa mencapai 50% plus satu di ronde pertama. Yang dimaksud ‘modified‘ adalah ketentuan tambahan bahwa capres juga harus memenangkan 25 % suara di 24 dari 47 counties.
Kontestan 2017
Sama Saja, Politisi Dimanapun Suka Ngumbar
Janji Janji Kampanye
Tahun 2017 ini ada 8 calon presiden yang diajukan partai atau koalisi partai. Kandidat terkuat untuk bisa terpilih jadi presiden adalah Uhuru Kenyatta (Pertahana – Partai Jubilee) dan Raila Odinga Partai ODM dan NASA. Suasana desa, kota dan penduduk dimasa masa kampanye seperti saat ini biasa biasa saja. Cuek bebek, sepertinya masyarakat sudah bosan dengan janji janji kampanye.
Politisi Kampanye Selalu Cari Tempat Yang Terkumuh
Secara umum, kelakuan politisi Kenya sama saja dibanding dengan politisi Indonesia saat kampanye. Gayanya seolah olah merakyat dan berusaha dekat dengan rakyat. Tempat kampanye dipilih di lokasi lokasi yang paling miskin dan mengenaskan. Kampanye umumnya dilakukan di tanah kosong tempat masyarakat terpinggirkan berkumpul dan si politisi koar koar ngumbar janji akan meningkatkan pendapatan rakyat miskin, buruh dll.
Suasana Kampanye Di Tanah Kosong
Dekat Perkampungan Buruh Pabrik Semen Di Mombasa
Ada juga politisi yang blusukan ke pasar pasar tradisional, pabrik semen dan kalau menuju ke lokasi kampanye selalu berombongan naik Boda Boda (kalau di Indonesia namanya Ojek), Matatu (Angkot) atau Tuktuk (Bajaj). Bagi bagi kaos juga ada dan paling ditunggu tunggu masyarakat. Yang sedikit berbeda, orang Kenya sepertinya tidak begitu suka ribut atau nyebar hoax lewat medsos. Level demokrasinya sudah lebih tinggi dibanding masyarakat di Indonesia saat ini. Orang Kenya cuek dan santai aja ada politisi koar koar di lapangan.
Janji Kampanye Politisi
Sama Saja Dimanapun
Rombongan Politisi Memasuki Lapangan
Naik Angkot, Boda Boda (Ojek), Matatu (Angkot)
Dan Tuktuk (Bajaj) Biar Kelihatan Merakyat
Golput
Baca :