Category Archives: Kenya

Nairobi Selayang Pandang

Kota Nairobi Sore Hari
Nggak Ada Bedanya Dengan Jakarta
Dalam bayangan saya, negara negara di Afrika itu miskin, kere dan menakutkan. Tiap hari yang saya baca dan lihat di koran maupun TV di Indonesia selalu saja hal hal yang buruk tentang kelaparan dan kejadian kejadian kriminal. Perkosaan, penyakit menular Ebola, AID, Flu Burung, ledakan bom oleh teroris jaringan Al Qaeda – Al Shabab dan semacamnya. Tapi, bayangan saya tersebut lenyap seketika saat saya menjejakkan kaki pertama kali di Nairobi, Kenya.  Kota ini ternyata kota Metropolitan yang sangat besar seperti Jakarta dengan permasalahan yang hampir sama.
Mobil Mobil Yang Lewat Bagus Bagus
Jadi Yang Bilang Negara Miskin Itu Siapa
Hiburan malam casino, night club, discotheque juga banyak. Tata kotanya mirip London, Edinburg, Portsmouth dan kota kota lain di Inggris. Nama nama wilayah / district juga sangat Inggris sekali. Sangat wajar karena memang sebenarnya Kenya adalah bekas jajahan Inggris. Contohnya adalah Westland, Parkland, Lavington, High Ridge dll. Nama penduduknya juga perpaduan nama Inggris dan lokal. Contohnya Raymond Kibera, Johny Langata, Daniel Arap Moi dll.

Macetnya Jauh Lebih Parah Dari Jakarta
Tapi Sopirnya Nggak Ada Yang Berani Lewat Jalur Pedestrian

Soal kemacetan di jalan raya bisa saya katakan Nairobi jauh lebih parah dibanding Jakarta. Sangat macet sekali karena saat ini Nairobi belum memiliki jalan layang, bus way dan jalur KRL. Jam jam sibuk dan macet juga sama dengan Jakarta, yaitu pagi dan sore. Mobil pribadi dan bus angkutan umum semua berjubel di jalanan kota. Naik mobil pribadi dengan jarak beberapa km saja bisa ditempuh dalam waktu 3 jam atau lebih saat jam sibuk. Tapi jangan dilihat macetnya saja, perhatikan juga mobil mobil yang terjebak kemacetan. Semua mobil bagus bagus keluaran tahun terakhir.  Jadi siapa yang bilang Kenya negeri Kere ???

Pemandangan Kota Nairobi

Namanya saja kota besar Metropolitan dan ibukota negara, penduduk dari daerah juga banyak yang datang mengadu nasib ke ibukota negara Nairobi. Akibatnya, benar benar mirip dengan Jakarta. Ada pendatang yang kurang beruntung dan tinggal di bedeng bedeng kumuh dipinggiran kota dan ada juga yang bikin bedeng di bantaran sungai (Athi River). Tetapi ada juga yang sukses tinggalnya di perumahan mewah, Apartment mewah dll. Hotel hotel bintang 5 juga banyak di Nairobi termasuk Hotel Kempinski, Bank international semacam Citibank juga ada dan ini menandakan aktifitas ekonomi dan bisnis di Nairobi sangat positif.

Ojek Motor Di Kenya Namanya Boda Boda

 

Pedagang asongan yang menjual air mineral di perempatan jalan juga ada. Apalagi kalau jalanan sedang macet. banyak pedagang asongan terlihat berjajar jajar ditengah kemacetan menjajakan berbagai macam dagangan, mulai jual mainan anak, sampai makanan. Tidak ada bedanya dengan pedagang asongan di jalan jalan kota Jakarta. Bedanya, pedagang asongan di Kenya kulitnya berwarna hitam sejak lahir sedangkan di Jakarta karena tiap hari kepanasan.
Kota Nairobi Cukup Hijau Dan Bersih
Kalau anda membuka wikipedia, secara umum nggak ada bedanya antara Nairobi dan Jakarta. Baik dari luas areanya, kepadatan penduduknya maupun tingkat kriminalitasnya. Cuma, entah kenapa kalau kita membaca berita dan melihat TV di Indonesia sepertinya Kenya dan negara Afrika lain itu lebih menyeramkan. Padahal tidak sama sekali, semua sama saja dengan kota Jakarta.
Pusat Kotanya Macet Parah
Pagi Hari Dan Sore Hari Macetnya Jauh Lebih Parah Dari Jakarta
Sore Hari Pulang Kerja Macet Semua Jalan Menuju
Perumahan Di Pinggiran Kota
Sepeda Motor Tidak Sebanyak Jakarta
Jalan Menuju Pusat Perbelanjaan

 

Advertisements

Jamo Kenyata Airport Selayang Pandang

Gerbang Masuk Jamo Kenyatta Airport
Percayalah, Semua Kota Ada Bedanya‘. Nah, kali ini tentang kota Nairobi Kenya, khususnya Bandara International Jamo Kenyatta. Jangan sekali kali punya pikiran bahwa Kenya adalah negara miskin. Pemikiran seperti itu salah besar kalau anda menyaksikan bandara kota Nairobi.  Bandaranya besar sekali, setara dengan Bandara Soetta Cengkareng. Nama bandara juga diambil dari nama presiden pertama Kenya. Penamaan terminalnya juga sama misal Terminal 1A, 1B, 1C, 1D dan seterusnya. Suasana memasuki area terminal, bentuk terminal, pemandangannya juga mirip dengan Bandara Soetta Cengkareng.
Semua Penumpang Harus Turun Dulu Pemeriksaan
Yang menarik, pemeriksaan keamanannya sangat ketat sekali. Bukan pemeriksaan didalam bandara saat check in, tetapi pemeriksaan di pintu gerbang memasuki area bandara. Bayangkan, pintu gerbang pemeriksaanya kira kira jaraknya masih 5 – 10 Km dari gedung terminal. Kalau di bandara Soekarno Hatta Cengkareng, kira kira lokasi pintu gerbang tempat pemeriksaan di sekitar Hotel Sheraton Bandara atau malah lebih jauh lagi. Teroris pasti akan berpikir 1000 Kali kalau ingin meledakkan bandara International Jamo Kenyatta ini. Harus bawa bom nuklir, karena hanya bom nuklir segeda ‘Gaban’ saja yang radius ledakannya bisa lebih dari 5 Km.
Contoh Radius Bom Nuklir Cuma 5.6 Km
Teroris Pasti Kesulitan Bawa Bom Ke Terminal

 

Awalnya saya sangat terkejut ketika disuruh turun oleh sopir Taxi dari Hotel yang mengantar saya ke airport. Ngapain harus turun, terminal bandara saja belum kelihatan ?. Untungnya si sopir ngerti bahwa kita orang asing yang baru pertama kali masuk ke bandara internasional Jamo Kenyatta ini. Di jelasin cukup detail, nanti jangan photo photoan di gate, banyak tentara bersenjata yang akan memeriksa penumpang satu persatu. Masuk saja ke dalam gedung untuk diperiksa.
Tertawa Ngakak, Baru Kali Ini Pemeriksaan Bandara
Dilakukan Di Luar Kota

 

Susah sekali saya merubah ekspresi wajah seketika saat itu. Ngakak tiada henti saat baru turun dari Taxi tetapi seketika harus pura pura serius didepan tentara bersenjata yang mengawasi pemeriksaan dengan wajah sangar. Lumayan pegel tapi cukup menggembirakan dan menghibur. Saya harus berjalan kaki kira kira 100 meter dari tempat diturunkan menuju gedung pemeriksaan. Dan masih harus jalan kaki lagi sekitar 100 meter menuju tempat parkir dimana Taxi menunggu. Baru kali ini saya menyaksikan bandara internasional dengan pemeriksaan ketat jauh di luar kota.
Tentara Masih Belum Kelihatan
Jadi Masih Bisa Tertawa
Masuk Gedung Pemeriksaan Satu Per Satu
Wajah Harus Serius Didepan Tentara

 

Masih 5 Km Menuju Terminal Keberangkatan

 

Pemandangan Selepas Gerbang Pemeriksaan
Gedung Tempat Parkir Dan Perkantoran
Perkantoran Cargo Menjelang Terminal
Keberangkatan Dan Kedatangan
Pemandangan Perkantoran Menjelang Terminal
Nah, Akhirnya Masuk Ke Terminal Keberangkatan
Suasananya Mirip Dengan Bandara Soetta Cengkareng
Terminalnya Melingkar Seperti Bandara Soetta

Safari Nairobi – Amboseli National Park PP

Jalan Raya Mulus Nairobi – Amboseli National Park
Pemandangan Bukit Dan Gunung Kilimanjaro Di Kejauhan
Namanya Amboseli National Park (dulu namanya Maasai Amboseli Game Reserve), jaraknya sekitar 450 Km atau 3.5 jam dari Nairobi naik Land Rover tua. Sudah tentu untuk menuju kesana harus ikut tour dan bawa Tour Guide kalau nggak pingin kesasar didalam Taman Nasional yang luasnya sekitar 392 SqKm tersebut. Dengan ikut paket Tour dari hotel, anda akan didampingi seorang sopir Land Rover yang benar benar tahu medan off road di Amboseli dan seorang tour guide yang ‘ngoceh‘ sepanjang jalan. Karena ‘ngoceh‘ terus ini perjalanan 3.5 jam jadi tidak terasa.

Tempat Peristirahatan Pertengahan Nairobi – Amboseli
Isinya Mobil Land Rover Semua

Sebenarnya ada banyak pilihan lokasi wisata Safari di Kenya. Kalau nggak salah ada 25an National Park dan 20an National Reserve di Kenya. Yang paling bagus dan terkenal adalah Maasai Mara National Park. Taman nasional ini sama saja dengan Serengeti National Park, cuma beda nama saja karena Serengeti masuk wilayah Tanzania dan Maasai Mara di Kenya. Binatang binatangnya sama, hanya mondar mandir migrasi dari Serengeti ke Maasai Mara atau sebaliknya pada bulan bulan tertentu.

Pintu Gerbang Masuk Ke Amboseli National Park

Taman National yang paling besar di Kenya namanya Tsavo National Park, terdiri dari Tsavo East National Park luasnya 13,747 SqKm  dan Tsavo West National Park luasnya 9,065 SqKm. Tapi Amboseli adalah Taman Nasional yang terbanyak dikunjungi turis nomor 2 setelah Maasai Mara dengan jumlah pengunjung 120.000 berdasarkan catatan tahun 2006. Jumlah species binatangnya juga banyak, ada sekitar 400an.

Pedagang Asongan Didepan Pintu Gerbang Amboseli
National Park – Welcome To Kenya. Welcome To Amboseli

Saya memilih Amboseli National Park karena lokasinya bagus untuk photo photoan. Latar belakang pemandangannya cukup spektakuler yaitu gunung tertinggi di Afrika Kilimanjaro. Sayang saat saya datang puncaknya tertutup awan, jadi keindahan salju abadi di puncak gunung tidak bisa terlihat sama sekali.

Eh, Meskipun Lokasinya Terpencil, Bayar Tiket Masuk
Bisa Pakai Credit Card – Internet Juga Kencang

Sempat saya bingung saat membaca brosur brosur pariwisata di hotel. Safari Tour yang sedang saya cari ternyata tertulis di brosur dengan nama Game Drive Tour atau Reserve Game Tour. Bingung, apa pula ini, mana Safari Tour Kenya yang terkenal di segala penjuru dunia ?. Dalam bayangan saya, Game Drive Tour itu cuma main game atau paling banter wisata virtual nonton gambar binatang lewat TV atau layar lebar semacam main game Play Station atau XBox.

Peraturan Dan Tata Tertib  Di Area Taman Nasional Amboseli
Nggak Boleh Turun Dari Mobil Dan Main Main Drone

Eh ternyata salah, Game Drive Tour itu maksudnya wisata petualangan menyaksikan binatang liar di habitat aslinya dengan menggunakan Land Rover 4×4 dengan atap yang bisa dibuka dengan medan off road. Kadang lewat jalan tanah yang kering berdebu, tapi sering juga lewat jalanan becek, licin, berbatu, mendaki atau menuruni bukit. Sering kali juga sopirnya unjuk gigi, sengaja dilewatkan ke kubangan kerbau atau nyeberang ke parit parit berlumpur. Tapi semua tergantung dari sopirnya karena sebenarnya sudah disediakan jalan khusus buat mobil dan tidak boleh mengambil jalan pintas karena bisa mengganggu binatang. 

Horeee, Petualangan Off Road Di Mulai

Karena jenis tournya petualangan semacam ini, maka didalam mobil Land Rover disediakan plastik buat membungkus kamera dan handphone agar tidak basah. Disediakan juga lotion anti nyamuk, air bersih satu galon buat cuci kaki atau tangan kalau terpercik lumpur saat jalanan basah setelah hujan. Teropong Binocular untuk melihat binatang dari jarak jauh juga disediakan didalam mobil. Radio komunikasi juga wajib ada di mobil Land Rover ini. Sepertinya, radio komunikasinya menggunakan frekwensi khusus yang baru diaktifkan dan bunyi setelah membayar tiket masuk. 

Untung Nggak Hujan Jadi Jalanan Banyak Yang Kering

Dari jalan raya mulus Nairobi – Mombasa Road, untuk menuju ke pintu gerbang Amboseli National Park harus belok kanan melalui jalan tidak beraspal sekitar 20 menit. Off road seru dimulai di jalan ini. Sopirnya unjuk kebolehan nyopir di medan offroad. Begitu ada mobil lain sesama Land Rover bawa turis, aksinya nggak ketulungan dan bikin penumpang berdebar debar sepanjang jalan. Takut mobil terguling lalu satu persatu penumpangnya dijadikan santapan makan siang Singa, Cheetah, Hyena dan Macan Kumbang.

Zebra, Dan Wildebeest
Santapan Singa Dan Macan Tutul

Begitu tiba didepan gerbang Amboseli National Park, semua turis harus turun beli tiket dan disambut oleh pedagang asongan berpakaian tradisional suku Maasai. Meskipun lokasinya terpencil jauh dari mana mana, ternyata proses pembayarannya bisa pakai credit card. Artinya jaringan komunikasi di Kenya sudah maju dan terhubung sampai ke pelosok daerah. 

Rombongan Zebra

Radio komunikasi di mobil langsung aktif begitu tiket masuk dibayar. Sepanjang perjalanan di Taman Nasional semua mobil di pantau dengan cara memanggil call sign mobil setiap saat. Informasi dari mobil lain juga terdengar dengan jelas. ‘Roger…roger…..Ada Singa sedang ngantuk kekenyangan di patok no B49, silahkan mendekat gantiiiii‘. Dan semua mobil Land Rover rame rame mendekat dari berbagai arah. Singanya langsung kabur nggak tahan suara berisik.

Selesai sudah, tepat waktu maghrib kita sudah tiba kembali di Concorde Hotel & Suites, Nairobi.

Gajah Afrika Gemuk Gemuk

Menuju Dan Mendekati Gajah Liar

Nonton Singa Sedang Istirahat Kekenyangan
Setelah Menyantap Wildebeest

Nyampai Di Jalan Utama Setelah Menerobos
Jalan Pintas Naik Turun Tidak Rata

Belanja Pernak Pernik Kalung Khas Suku Maasai
Dari Pedagang Asongan Buat Oleh Oleh

Moi International Airport Mombasa Selayang Pandang

Gelap Gulita – 15 Menit  Baru Ada Satu
Petugas Bandara Yang Datang Menyalakan Lampu
Jam 11 siang pesawat Ethiopian Airlines yang membawa saya sekeluarga terbang dari Addis Ababa bersiap siap untuk mendarat di Moi International Airport, sebuah bandara Internasional kota Mombasa, Kenya. Dari atas saya perhatikan bandara ini cukup besar, jauh lebih besar dibanding bandara Adi Sucipto Yogyakarta atau Ahmad Yani Semarang. Cocok sekali, Mombasa sebagai kota terbesar nomor dua di Kenya memeliki bandara internasional yang begitu besar.
Penumpang Mulai Gelisah
Nunggu 15 Menit Dalam Kegelapan
Ada dua buah runway, runway utama panjangnya sekitar 3 – 3.5 kilometer, sedangkan runway kedua lebih pendek. Perkiraan saya hanya 1 – 1.5 kilometer saja. Runway 1 dilengkapi dengan ILS (Instrument Landing System). Artinya bandara ini memang bandara internasional yang mampu didaratin pesawat besar dan kecil, bukan bandara icak icak sekedar buat gaya gayaan bisa bikin proyek bandara.
Mombasa Kota Pantai Dan Pelabuhan
Patung Di Bandara Cukup Lumba Lumba
Turun dari pesawat, semua penumpang jalan kaki menuju counter pemeriksaan passport didalam gedung yang cukup besar dan megah. Tapi saya agak terkejut dan was was. Di counter imigrasi ternyata tidak ada petugas imigrasi sama sekali, kosong melompong dan bahkan gelap gulita. Wah, gawat nih, 15 menit menunggu di kegelapan membuat pikiran saya mulai ngacau. Membayangkan ada sesuatu kejadian luar biasa di Kenya. Mungkin diluar sana ada bom meledak, teroris Al Shabab, Boko Haram, Kudeta menggulingkan pemerintah, wabah penyakit atau cerita cerita seram lain tentang Afrika yang sering berseliweran di TV, medsos, film dan koran.
Horeee, Lampu Menyala
15 Menit Nunggu, 30 Menit Berdiri Ngantri
Ternyata saya salah, nggak ada apa apa  di Kenya. Petugas imigrasinya telat datang, klewas klewes minta maaf kepada semua penumpang alasannya rumahnya jauh dan jalanan macet ada pekerjaan pembangunan jalan menuju bandara. Hanya seorang diri, petugas ini tugasnya multi fungsi mulai membuka pintu, menyalakan lampu, menyalakan komputer, mengatur antrian, menyingkirkan tanda tanda larangan masuk dan stempel pasport. Lumayan, 15 menit nunggu, 30 menit ngantri. Begitu semua penumpang sudah distempel passportnya, langsung komputer dan lampu dimatikan kembali. Si Petugas langsung ngloyor entah pergi kemana
Hanya Satu Petugas Imigrasi
melayani 100an Penumpang Ethiopian Airlines
Hanya Turkish Airlines, Ethiopian Airlines, RwandAir dan Meridiana yang terbang dari luar negeri menuju bandara ini langsung. Tidak semuanya punya jadwal terbang tetap setiap hari. Pesawat lain kebanyakan pesawat charter, tidak setiap hari mendarat di bandara ini contohnya Bravo Airways, Condor, Enter Air dan Neos. Pesawat lokal juga ada, umumnya pesawatnya kecil kecil dengan mesin baling baling. Contohnya Kenya Airways (pesawatnya Embraer),  Mombasa Air Safari, Jambo Jet, Fly540 dan Fly SAX.
Gerbang Masuk Moi International Airport
Mombasa, Kenya
Di halaman luar bandara, terdapat tempat parkir yang sangat luas dengan taxi bandara berwarna kuning terparkir rapi menunggu penumpang. Ada dua terminal saja di Moi International Airport ini yaitu terminal Kedatangan dan terminal Keberangkatan. Di Terminal Keberangkatan hanya ada satu buah cafe (Rafiki Cafe) dan satu buah Duty Free Shop, namanya Candy Shop. Tempat duduk buat nunggu keberangkatan sangat banyak tapi saya tungguin hampir dua jam tetap saja kosong melompong.
Taxi Kuning Moi International Airport
Rapi Parkir Sabar Nunggu Penumpang
Iseng iseng saya ajak ngobrol pelayan Rafiki Cafe. Saya tanyakan kenapa bandara internasional sebagus dan sebesar ini bisa kosong melompong. Jawabnya, cukup mengejutkan. ‘No Mc Donald in Kenya, never….‘. Bingung saya mengartikan jawabannya. Ternyata pelayan yang satu ini benci sampai ke ubun ubun apapun yang berbau Amerika. Terutama pemberitaan TV ala Amerika dan juga medsos yang dianggapnya semua produk Amerika. Satu jam saya ajak ngomong, keluar semua unek uneknya.
Mirip Bandara Adi Sucipto Yogya
Tapi Moi Airport Jauh Lebih Besar
Katanya penderita AID yang terbanyak di Amerika, yang dituduh Afrika. Monyet dan binatang Afrikapun tidak luput dari tuduhan sebagai sumber penyakit yang mewabah didunia.  ‘Coba lihat seluruh Kenya, siapa yang AID, Bird Flu, Ebola, Yelow fever ?, Africa is continent friend, hundred countries are in Africa‘. Rupanya, orang ini jengkel dengan masifnya pemberitaan negatif tentang Afrika di TV dan medsos. Medsos buatan Amerika inilah sumber utama yang bikin turis ogah datang ke Kenya.

Mirip Halim Perdana Kusuma Airport Jakarta

Akhir kata, kalau anda ke Mombasa, jangan lupa mampir ke Rafiki Cafe dan temui Elewa. Sambil ngopi dengarkan cerita ceritanya. Pasti seru.

Counter Check In Sepi
Check In Penumpangnya Sedikit
Karena Pesawat Lokal Kecil Dan Masih Baling Baling
Rafiki Cafe
Lumayan Ada Yang Jual Minuman
Ruang Tunggu Keberangkatan
2 – 3 Jam Saya Tungguin Tetap Saja Kosong
Candy Shop Jual Permen, Buku Travel
Cendera Mata Dan Minuman Kaleng
Banyak Burung Beterbangan Didalam Airport
Ada Wabah Flu Burung Di Amerika Yang Dituduh
Burung Di Afrika.

 

Nonton Kampanye Di Kenya

Semua Papan Iklan Komersial Ditutupi
Wajah Kontestan Pemilu
Masih ingat kan beberapa tahun lalu alm. Gus Dur pernah mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia itu masih sekelas Taman Kanak Kanak ?. Ternyata apa yang dikatakan Alm. Gus Dur tersebut sangat benar sekali. Baru baru ini saya menyaksikan sendiri kampanye, pesta demokrasi di Kenya. Ya benar Kenya, negara di Afrika Timur yang menurut sebagian besar orang termasuk negara unyu unyu, baru berkembang, negara kere atau negara sangat terbelakang. Sebuah pendapat yang jelas salah. Kenya itu demokrasinya bukan Taman Kanak Kanak lagi, tapi sudah SMA.
Calon Gubernur
Iklan Besar Seperti Ini Banyak Dipasang
Di Sepanjangg Jalan Mombasa – Nairobi
Minggu depan, Tanggal 8 Agustus 2017 Kenya akan mengadakan Pemilihan Umum Serentak untuk memilih Presiden, Anggota legislatif/Parlemen dan kepala daerah (Gubernur dan Bupati). Indonesia, Pemilihan Umum Serentak secara nasional untuk pertama kalinya baru akan diadakan tanggal 17 April 2019 nanti. Jadi, jelas kan, dibanding negara unyu unyu Kenya saja Indonesia masih tertinggal. Baru mikir beberapa tahun terakhir ini untuk mengadakan Pemilihan Umum Serentak. Kenya sudah melakukan Pemilihan Umum Serentak tahun 2007 (Pilpres dan Pilkada Serentak), 2013 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak) dan 8 Agustus 2017 (Pilpres, Pilkada dan Pileg Serentak).
Penduduk Kenya Banyak Yang Cuek Saja
Nggak Percaya Janji Janji Politisi

 

Aturan mainnya relatif sama dengan di Indonesia. Contohnya adalah Pilpres, aturan main Pilpres di Kenya menggunakan Modified Two Round System. Maksudnya, seorang capres bisa terpilih jadi presiden apabila berhasil memperoleh suara 50% plus satu. Pemilihan akan lanjut ke ronde kedua bagi dua pasangan capres dengan perolehan suara tertinggi kalau tidak ada satupun kandidat yang bisa mencapai 50% plus satu di ronde pertama. Yang dimaksud ‘modified‘ adalah ketentuan tambahan bahwa capres juga harus memenangkan 25 % suara di 24 dari 47 counties.
Kontestan 2017
Sama Saja, Politisi Dimanapun Suka Ngumbar
Janji Janji Kampanye
Tahun 2017 ini ada 8 calon presiden yang diajukan partai atau koalisi partai. Kandidat terkuat untuk bisa terpilih jadi presiden adalah Uhuru Kenyatta (Pertahana – Partai Jubilee) dan Raila Odinga Partai ODM dan NASA. Suasana desa, kota dan penduduk dimasa masa kampanye seperti saat ini biasa biasa saja. Cuek bebek, sepertinya masyarakat sudah bosan dengan janji janji kampanye.
Politisi Kampanye Selalu Cari Tempat Yang Terkumuh
Secara umum, kelakuan politisi Kenya sama saja dibanding dengan politisi Indonesia saat kampanye. Gayanya seolah olah merakyat dan berusaha dekat dengan rakyat. Tempat kampanye dipilih di lokasi lokasi yang paling miskin dan mengenaskan. Kampanye umumnya dilakukan di tanah kosong tempat masyarakat terpinggirkan berkumpul dan si politisi koar koar ngumbar janji akan meningkatkan pendapatan rakyat miskin, buruh dll.
Suasana Kampanye Di Tanah Kosong
Dekat Perkampungan Buruh Pabrik Semen Di Mombasa
Ada juga politisi yang blusukan ke pasar pasar tradisional, pabrik semen dan kalau menuju ke lokasi kampanye selalu berombongan naik Boda Boda (kalau di Indonesia namanya Ojek), Matatu (Angkot) atau Tuktuk (Bajaj). Bagi bagi kaos juga ada dan paling ditunggu tunggu masyarakat. Yang sedikit berbeda, orang Kenya sepertinya tidak begitu suka ribut atau nyebar hoax lewat medsos. Level demokrasinya sudah lebih tinggi dibanding masyarakat di Indonesia saat ini. Orang Kenya cuek dan santai aja ada politisi koar koar di lapangan.
Janji Kampanye Politisi
Sama Saja Dimanapun
Rombongan Politisi Memasuki Lapangan
Naik Angkot, Boda Boda (Ojek), Matatu (Angkot)
Dan Tuktuk (Bajaj) Biar Kelihatan Merakyat
Golput
Baca :

Nyama Choma Daging Panggang Sisa Singa

Nyama Choma
Ngeri, Mirip Daging Kambing Dicabik Cabik Singa

 

Tentunya anda pernah melihat acara TV Animal Planet yang sangat dramatis dimana seekor Singa mengejar, menerkam, dan mencabik cabik anak zebra  disalah satu Taman Nasional di Kenya. Begitu si Singa berhasil melumpuhkan buruannya, langsung singa singa lain datang ikut mencabik cabik dan melahapnya. Tak begitu lama datanglah beberapa orang suku Maasai mengusir Singa kelaparan tersebut hanya dengan tongkat kayu kecil. Dengan santai dipanggulnya sisa santapan singa tersebut untuk dipanggang ditempat lain. Nah, daging panggang khas suku pedalaman Kenya ini sekarang sudah menjadi kuliner andalan Kenya. Namanya Nyama Choma.
Usus Dan Jerohan Tidak Dipotong Rapi
Seperti Sisa Makanan Singa
Saat ini Nyama Choma disajikan dengan apik diberbagai tempat di kota Nairobi dan kota kota lainnya. Mulai warung kecil dipinggir jalan, ditengah pasar Kenyatta sampai restaurant roof top hotel bintang 5 banyak yang menyajikan Nyama Choma. Daging yang dipanggang sudah disesuaikan dengan selera orang kota, bukan lagi daging Zebra, Gazelle atau Wildbeese tapi sudah diganti dengan daging Kambing dan ada juga Ayam.
Konon Nyama Choma Itu Aslinya
Daging Panggang Sisa Santapan Singa
Cara memanggangnya sangat tidak sedap dipandang mata. Kaki kambing utuh, Kepala kambing utuh, iga kambing utuh dan bahkan jerohan kambing mulai dari usus, paru dan hati semua dionggokkan diatas alat pemanggang berukuran 1 x 3 meter. Brutal, Kambing tidak dipotong kecil kecil dulu baru dipanggang tapi dimutilasi jadi 4  atau 5 potongan besar plus jerohan yang dikeluarkan semua utuh. Benar benar seperti menyaksikan atraksi bakar kambing sisa santapan singa.
Kachumbari
Rasanya Segar Agak Kecut Dan Pedas

 

Cara menyajikannya juga cukup mengerikan.  Jerohan atau isi perut kambing mulai dari usus, hati, paru dll langsung dicomot dari tempat memanggang dan diletakkan diatas piring tanpa diiris kecil kecil. Daging paha kambing cara memotongnya juga dicabik cabik dengan pisau. Pedagangnya sambil cengengesan menyebut cara memotong daging serampangan seperti itu dengan istilah ‘Lion Cut‘ atau ‘Lion Bites‘. Sangat berbeda dengan Sate Kambing di tanah air dimana daging kambing diiris kotak kotak sama besar dan ditusuk bambu dan terlihat rapi.

 

Namanya Sukuma Wiki
Enak Sekali, Di Indonesia Nggak Ada Daun Sukuma Wiki Ini

 

Pasangan Nyama Choma yang dihidangkan adalah Kachumbari (campuran tomat, bawang merah, cabe hijau dengan rasa nano nano), Sukuma Wiki (bener nih, enak sekali daun hijau yang bernama Sukuma Wiki ini) dan sebagai nasinya adalah Irio atau Ugali. Baik Irio atau Ugali ini bahannya umbi umbian Afrika, Irio agak manis, kira kira seperti Umbi Cilembu sedangkan Ugali rasanya tawar.
Yang Warna Putih Diatas Namanya Ugali
Umbi Umbian Khas Afrika Makanan Pokok Orang Swahili

 

Nggak suka Irio atau Ugali bisa minta ganti Mahamri. Rasa Mahamri ini lebih bisa diterima oleh turis bule maupun Asia dibanding Irio dan Ugali karena bahannya dari tepung beras. Rasanya kira kira seperti roti bolang baling kalau di Indonesia. Tapi anda akan dianggap aneh kalau minta Mahamri saat makan siang karena umumnya Mahamri ini dimakan untuk sarapan pagi.
Namanya Irio
Entah Dari Umbi Apa Tapi Cocok Dimakan Dengan Nyama Choma

 

Saran saya kalau anda ingin mencoba Nyama Choma, jangan sekali kali melihat dapur tempat pengolahan Nyama Choma, terutama saat dipanggang. Meskipun baunya sedap, tapi kalau yang kita saksikan kambing dimutilasi jadi empat atau lima bagian dan usus terburai keluar dari perut, siapa mau makan  ?
Mahamri
Saya Paling Suka, Rasanya Mirip Bolang Baling
Mutilasi, Seluruh Jerohan Isi Perut Kambing Langsung
Dipanggang Tanpa Dipotong Potong Terlebih Dahulu
Dapur Warung Nyama Choma
Ngeri, Isi Perut Kambing Di Panggang Utuh
Dipanggang Utuh Dulu Baru Dipotong Potong
Saat Disajikan
Melihat Dapur Dan Cara Memasaknya
Cukup Mendebarkan
Warung Makan Nyama Choma
Laris Dan Nunggunya Cukup Lama
Sayuran Bisa Milih Sendiri Dan Tinggal Nunjuk
Sarapan Pagi Ala Kenya
Nduma (Umbi Putih Seperti Potongan Tempe)
Mahamri (Bolang Baling Goreng Segitiga)
Sukuma Wiki (Sayuran Hijau)
Matoke (Pisang Panggang)
Mutura (Sosis Kenya)
Mbazi (Kacang Kacangan)

Likoni Ferry Mombasa Kenya

Padat Karena Berdesak 
Desakan Dengan Pejalan Kaki, Kambing Dan Sapi

 

Mombasa adalah kota pelabuhan. Sebagai kota terbesar kedua di Kenya, sudah tentu aktifitas ekonominya sangat tinggi sekali. Mayoritas penduduknya beragama Islam, padahal kalau dilihat seluruh Kenya, yang dominan adalah Kristen 83 %. Penduduk Islam yang cuma 11.2 % penyebarannya memang hanya di Coastal Region saja.

Menuju Pasar Di Seberang
Mahal Dan Repot Kalau Belanja Naik Motor
Pulang Pergi Bisa Habis 80 Shilling Kalau Naik Motor.

Tradisi dan budaya penduduk Mombasa benar benar berbeda dengan muslim dari negara lain, khususnya Arab. Orang Mombasa senang nyanyi dan joget joget. Baca : Bling Bling Karaoke Di Matatu Kenya. Lihat juga hingar bingar Night Live Mombasa melalui Youtube. Musik dan tarian tradisional asli Mombasa adalah Taarab (musiknya agak ke Arab Araban pakai alat musik Bouzuq (Guitar Arab) dan Bendir (Rebana Arab), Bango, Benga atau Bongo, Ohangla dan Chakacha (musik cepat dengan goyang bokong yang cukup syur) dll. Klik linknya atau lihat saja sendiri di Youtube keempat jenis musik dan tariannya diatas. Nilai sendiri, Erotis nggak cara berpakaian, goyangan dan tari perutnya ?

Penuh Sesak Bus, Truk, Jeep, Sedan,
Pejalan Kaki Dan Ternak Sapi, Kambing, dll

 

Nama pelabuhan besarnya Kilindini Harbour. Satu satunya pelabuhan laut dalam (Indian Ocean) di Afrika Timur yang sangat sibuk karena melayani juga export/import ke negara tetangga yang tidak punya laut dan pelabuhan seperti Rwanda, Uganda, Burundi, South Sudan  dan negara lain. Kehidupan di sekitar pelabuhan mirip Tanjung Priok atau pelabuhan pelabuhan di tanah air. Banyak cafe, diskotik, casino panti pijat dan rumah rumah illegal, butut dan reot para buruh kasar.

 

Penuh Penumpang Jalan Kaki
Mobil, Sepeda Motor, Sepeda Semua Ditinggal Di Mombasa

Tidak jauh dari Kilindini Harbour yang megah dengan kapal kapal kontainer raksasa ada pelabuhan lain yang tidak kalah ramai dan heboh. Namanya Likoni Port, merupakan dermaga penyeberangan Ferry yang menghubungkan Mombasa daratan dengan wilayah lain di pantai selatan (Likoni, Kwale, Mtongwe dll). Tidak ada jembatan sama sekali karena terlalu mahal untuk membangun jembatan dengan bentangan sekitar 500 meter, apalagi lautnya sangat dalam pula. Ada sekitar 6 – 8 Ferry yang beroperasi setiap harinya dan semua dioperasikan oleh KFS (Kenya Ferry Services).

Menunggu Ferry Berlabuh
Pemandu Sapi Dan Kambing Siap Menerima Order
Menyeberangkan Ternak Anda

Yang unik adalah tingkah laku penumpangnya. Pejalan kaki dari Kilindini/Mombasa gratis mondar mandir naik Ferry menuju pasar tradisional Likoni di seberang yang sangat ramai sekali. Hampir semua buruh Kilindini Harbour dan penduduk Mombasa sering mondar mandir belanja di pasar Likoni ini. Pedagang/peternak juga menjual ternaknya di Pasar Likoni. Mereka berbondong bondong jalan kaki , kendaraan ditinggal karena naik Ferry jalan kaki gratis. Ngirit habis.

 

Dilarang Mengambil Photo Di pelabuhan Dan Ferry

Taripnya jelas terpampang dan aturannya nggak boleh ditawar. Tapi di pelabuhan Ferry ini tidak boleh jeprat jepret photo atau selfie. Artinya, duit kemungkinan masuk kantong pribadi petugas pelabuhan dan tidak disetor ke negara. Kalau ketahuan mengambil photo akibatnya bisa gawat petugasnya serem serem dan galak.

 

  • Jalan Kaki : Gratis
  • Roda Dua : 40 Shillings
  • Roda Empat : 90 Shillings
  • Mini Bus : 450 Shillings
  • Bus : 880 shillings
  • Truk / Angkutan Barang : Tidak terbaca – katanya dinilai dulu muatannya apa dan berapa nilai muatannya.
Sapi Dan Kambing Diturunkan Dari Truk Dan Disuruh
Nyeberang Sendiri Ke Likoni – Gratis
Tapi penduduk, peternak sapi atau pedagang kambing sepertinya nggak kalah akal. Daripada bawa truk ngangkut kambing harus bayar mahal dan duitnya masuk kantong pribadi petugas, maka si kambing diturunkan dari truknya dan jalan kaki sendiri naik Ferry nyeberang ke Likoni. Banyak sekali penyedia jasa penyeberangan Kambing dan Sapi di pelabuhan ini. Entah bayar berapa shilling, yang jelas si kambing langsung digiring sampaii ke seberang. Kalau si kambing ngambek nggak mau jalan, langsung di gendong. Inilah yang namanya layanan Ferry VVIP atau Executive Class buat kambing.
Mobil Bayar 90 Shillings
Semua Gerobak Roda Dua Karena Bayar Cuma 40 Shillings
Rodanya Empat Bayar 90 Shilling Plus Muatannya
Orang Dan Kambing Gratis, Kalau Kambing Dinaikkan 
Truk Harus Bayar Sesuai Jumlah Kambing
Penyedia Jasa Menyeberangkan Kambing
Dijamin Kambing Selamat Sampai Tujuan
Pinter, Kambing Kambing Diturunkan Dari Truk
Lalu Digiring Naik Ferry Pakai Jasa Orang
Kambing Executive, Naik Ferry Gratis
Tapi Minta Digendong
Executive Class Likoni Ferry
Kambing Digendong Sampai Ke Seberang