Category Archives: Jordan

Amman, Jadul Tapi Banyak Peninggalan Sejarah

Jordan Alamnya Berbukit Bukit Tinggi
Kalau Musim Dingin Seringkali Tertutup Salju

 

Ke Jordan memang mudah sekali bagi pemegang passport Indonesia. Nggak perlu sibuk ngurus Visa di Embassy Jordan karena bisa Visa On Arrival. Tinggal beli tiket pesawat dan langsung terbang saja. Biaya hotel, makan, sewa mobil atau ikut paket tour wisata juga relatif murah. Hati hati ketangkap pak Polisi kalau anda nyopir mobil sendiri. Jalan raya antar kotanya cukup lempeng meskipun banyak naik turunnya. Batas kecepatan 80 Km/jam bisa tiba tiba berubah jadi 40 Km/jam  atau bahkan 25 Km/jam menjelang masuk desa. Seringkali polisi ngumpet dan langsung nyemprit kalau ada mobil masih kecepatan tinggi saat masuk desa. 

Ada Bukit Yang Hijau Disebelah Kiri Tetapi Kering
Disebelah Kanan. Wadi Juga Banyak

Obyek wisata Jordan lumayan banyak, umumnya peninggalan peninggalan sejarah peradaban kuno, jaman para Nabi sampai peninggalan Romawi. Nggak usah pergi jauh jauh, ibukota Amman saja juga banyak tempat tempat bersejarah yang layak dikunjungi..Contohnya Jordan Musseum Of Popular Tradition, Puing puing Byzantine Church, Ummayad House (Bayt), The Roman Theater, Qasr Al Abd Castle, Temple Of Hercules dll. Sebagian besar sudah tidak berbentuk lagi dan tinggal puing puing batu yang berserakan kecuali Roman Theater saja yang terlihat masih utuh..

Kota Amman Tidak Semegah Jakarta
Gedung Pencakar Langit Bisa Dihitung Dengan Jari
Nggak Ada Apa Apanya Dibanding Jakarta

 

Jangan membayangkan kota Amman seperti Jakarta yang gemerlap. Kota ini bisa saya katakan cukup Jadul  dan nyaris belum ada gedung pencakar langgit dengan ketinggian mencapai 30 lantai keatas. Gedung yang bisa dikatakan cukup tinggi paling banter bisa dihitung dengan jari. Rata rata hanya sekitar 1 – 6 lantai saja dan semuanya berwarna coklat, bikin mata sepet karena semua sama.
Amman Kira Kira Sama Dengan Jakarta Tahun 1970an

Down Town atau pusat keramaian kota Amman namanya King Faisal Street atau King Faisal Square. Kira kira seperti pasar di Indonesia jaman tahun 1970an. Penuh sesak dengan deretan toko toko kecil dan PKL yang terkadang tumpah ke jalan. Jordan memang tidak ada apa apanya dibanding Klaten, tetapi penduduknya cukup bangga terhadap kekayaan sejarah peradaban yang dimiliki dan sangat ramah terhadap wisatawan. Silahkan menikmati pemandangan kota Amman dibawah ini.

 

Pompa Bensin Umumnya Kumel, Ada Tambal Ban Juga
Rumah Dan Gedung Di Kota Amman
Semua Warnanya Coklat Dan Seperti Tidak Tertata
Daerah Downtown Juga Tidak Mengenal Tata Kota
Jalan Naik, Parabola Centang Perentang
Dan Jemuran
Al Saadah Street – King Faisal Square
Down Town Kota Amman Kebanggan Warga

 

Ummayad Palace (Masjid Pacman) Ini Ditengah Kota Amman
Ditengah Puing Puing Gereja Byzantine

 

Hercules Dulu Katanya
Menghancurkan Pilar Disekitar Sini
Mobilnya Kuno Kuno Dan Butut

 

Warung Kue Dan Roti – Ternyata Enak Juga

Baca Juga :

Tetap Cantik Tanpa Abaya Dan Jilbab

Kesenian Asli Arab Itu Ya Seperti Ini
Nggak Pakai Abaya Dan Hijab

 

Orang Indonesia kalau bepergian ke Arab umumnya cuma ke Mekkah dan Madinah, atau paling banter jadi TKI di Saudi Arabia saja. Tapi uniknya, kalau pulang ke tanah air, ceritanya berbusa busa seperti orang yang paling ngerti dunia Arab saja. Seringkali mengatakan bahwa orang Arab itu Semuanya Sangat Soleh dan Solechah. Ada juga yang mengatakan patut ditiru karena tingkah lakunya kayak ‘Malaikat‘. Huebat benar ceritanya, biasanya para tetangga dan ninik mamak yang mendengar pada mlongo semua.

 

Asyik Goyang Terus Mang
Udah nggak kehitung berapa banyak orang Indonesia yang meninggalkan jati dirinya sebagai warga Indonesia yaitu Batik dan mengganti dengan pakaian tradisional Dishdasa dan Abaya Arab saat pulang kembali ke tanah air. Pokoknya keren banget, begitu menjejakkan kaki di Bandara Cengkareng si pria dengan bangga pakai pakaian tradisional Arab Dishdasa putih dan yang cewek pakai Abaya hitam terkadang pakai cadar pula. Padahal waktu berangkat dulu masih sama saja dengan umumnya orang Indonesia, cukup jilbab atau hijab saja. Si cowok jelas sudah berubah total, sekarang sudah memelihara jenggot panjang. Si ceweknyapun sudah susah dibedakan dengan orang Arab.
Senam Malam Sampai Lecek Dan Pakaian Terlepas
Mana Abaya Dan Hijabnya Mbak ?
Tapi kalau anda punya kesempatan jalan jalan ke seluruh negara Arab, wow sangat beda sama sekali dengan apa yang mereka ceritakan. Di Mekkah dan Madinah saja seluruh orang kelihatan Soleh dan Solehah dan tiap hari datang ke Masjid. Tetapi di negara lain, nyaris sama saja dengan Indonesia. Yang rajin ke Masjid banyak, rajin ke gereja juga ada, ke Night Club juga penuh, ke Casino main Ding Dong juga riuh dan hingar bingar. Penduduk Arab juga sangat majemuk, ada berbagai macam ras dan berbagai macam agama dan alirannya juga. Mau lihat Arab yang mirip bule, tinggi besar, pendek, kulit hitam atau putih, rambut keriting atau lurus, syiah, sunni, allawite, yahudi, druze semua ada. Komposisi masing masing negara saja yang beda. Kelakuannya juga beda beda, ada yang baik, sembrono tapi ada juga yang njengkelin.

 

Nah, Kalau Lampu Sudah Mulai Dimatikan
Kira Kira Adegan Apa Yang Akan Ditampilkan
Tahu Kan Kira Kira Apa ?

 

Terkadang kita salah mengerti dan menganggap semua wanita di Arab memakai Abaya dan Hijab. Itu hanya benar di Saudi Arabia saja. Di negara lain sama saja dengan di Indonesia, ada yang pakai Hijab, ada yang pakai Hot Pant, ada juga yang pakai You Can See dan ada juga yang berbikini di tempat umum. Kalau anda melihat channel channel TV di Arab, anda akan tahu sendiri seperti apa negara Arab yang sebenarnya. Baca :  Kebebasan Pers Dan TV Esek Esek Di Arab

 

Wani Piro ?
Begini Saja Atau Dilepas Mas ?
Nyawer Cukup Diselipkan Ke BH
Sekarang anda maunya apa ?. Mau lihat kecantikan Arab saat pakai bikini ?, datang saja ke pantai pantai di Dead Sea Jordan, Dubai UAE, Beirut Lebanon atau Antalya Turkye.. Mau nonton kesenian Asli ArabBelly Dancing‘ atau ‘Tari Perut‘ ?. Datang saja ke club club malam di Sharm El Sheykh dan Cairo Mesir, Beirut Lebanon, Manama Bahrain, Dubai UAE, Istanbul, Ankara dan Antalya Turkey dan juga kota kota lain yang nggak bisa saya sebutkan satu persatu.. Mau Casino atau sekedar main Ding Dong, juga buanyak di Lebanon, Bahrain, Turkey dan UAE. Di Bahrain judi cukup ramai saat ada balapan mobil F1 dan di negara lain saat ada balapan Onta.
Sawerannya Kurang Besar
Ya Jelas Joget Lagi
Meskipun Yang Dilepas Lebih Banyak
Nggak ada bedanya sama sekali dengan negara Islam terbesar Indonesia. Setelah penari melenggak lenggok didepan anda maka anda harus nyawer juga. Caranya juga sama persis seperti acara acara ndangdut di Cirebon atau kota lain di tanah air. Selipkan uang kertas ke balik BH si penari. Kalau uang yang anda selipkan cukup banyak, si penari akan ‘menari‘ sekali lagi didepan anda dan khusus buat anda saja. Dan percayalah, gadis gadis Arab memang cantik dan tetap cantik sekali baik dengan dan tanpa Abaya atau Hijab.
Mau Dugem, Judi Atau Nonton Streaptease
Tinggal Pilih Sesuai Keinginan Anda
Beirut Lebanon

 

Joget Dulu Sebentar Sambil Nunggu
Acara Puncak Tengah Malam
Casino Juga Ada – Ini di Beirut Lebanon
Yang Terang Terangan Atau Yang Judi Buntut Gelap
Tinggal Pilih

 

Semua Joget Dengan Lagu Lagu Arab
Cowok Cewek Jadi Satu Senggol Senggolan
Tengah Malam Menjelang Pagi
Harap Duduk Di Tempat Masing Masing
Acara Puncak Akan Dimulai
Arab Memang Cantik Dan Semlohe Tanpa Abaya Dan Hijab

Baca Juga :

Arab Memang ‘Cute’

Toko Binatang Piaraan
Arabpun Juga Suka Memelihara Binatang
Binatang Piaraan Cute
Masak Yang Memelihara
Suka Kekerasan

Kalau anda berada di Indonesia dan belum pernah bepergian ke negara negara di Timur Tengah, biasanya takut, khawatir akan keselamatan dan mengira orang Arab sangat kasar, brutal dan tidak berperi kemanusiaan. Hal ini bisa dimaklumi karena koran, TV dan berita berita di Internet semuanya memberitakan tentang kekerasan di daerah konflik, pemberontakan bersenjata dan berbagai macam cerita kriminal yang terjadi di bumi Arab. Satu buah photo saja tentang orang Arab yang sedang pegang senjata berat didaerah konflik, bisa diinterpretasikan seluruh negara di Timur Tengah sedang rusuh. Padahal, negara negara Arab di Timur Tengah jumlahnya lebih dari 30 negara yang membentang dari Afrika Utara sampai Arabian Gulf. Ada satu kejadian di salah satu sudut pasar di kota Baghdad diinterpretasikan seluruh negara Irak kacau balau, kenyataannya tidak seperti itu. Sama dengan kejadian beberapa tahun lalu  saat Bom meledak berturut turut di Kuta, Bali dan JW Marriot Jakarta, maka interpretasi orang di seluruh dunia mengatakan seluruh negara Indonesia rusuh padahal  pasar Tanah Abang masih ramai seperti biasa.

Ayam Peliharaannya Saja Warna Warni Kayak Gini
Mana Mungkin Pemiliknya Sangar
Beirut, Lebanon
Kursinya Centil Kayak Gini
Masak Orang Lebanon
Suka Perang

Saya pernah ke Bahrain pada saat negara tersebut dilanda demo besar besaran. Ternyata, demonya hanya di satu titik saja di Pearl Square. Mall dan tempat perbelanjaan lain  tetap buka seperti biasa baik dikota Manama sendiri maupun kota lain. Di Mesir juga sama saja, sampai presiden Moersi tumbangpun, suasana ditempat lain nggak ngaruh apa apa. Sama persis seperti Aceh beberapa tahun lalu, penembakan sering diberitakan di media, tetapi penduduk Medan tenang tenang saja. Lokasinya memang jauh sekali, dan umumnya ‘dimensi ruang’ seseorang akan tidak berfungsi kalau membaca berita kriminal dan kekerasan. Mungkin juga karena saya pernah jadi wartawati puluhan tahun sehingga saya tidak pernah percaya apapun yang ditulis media. Pingin pergi, cukup Bismillah dan langsung berangkat. Kuncinya satu saja, selama embassy masih buka melayani Visa, artinya negara tersebut aman.

Cute… Pegangannya Angklung
Nggak Ada Yang Pegang RPG, AK47,Mortir Dan Granat
Mobil Favorit Juga Berwarna
Centil, Nggak Ada Satupun
Yang Naik Tank/Panser

Lihat saja photo photo dihalaman ini yang saya ambil di berbagai negara di Timur Tengah. Ternyata orang Arab begitu cute dan tidak ada sedikitpun kesan sangar sama sekali. Mereka juga sama seperti kita, memelihara ayam dan memilih yang warna warni, perabot rumah tangga juga senang yang warna warni. Mereka juga lebih bangga memegang Angklung dibanding senjata berat seperti yang sering anda lihat di TV atau media cetak di tanah air. Jadi kesimpulannya, kalau di Solo ada seseorang ditangkap Densus 88, jangan diartikan seluruh Asia Tenggara tidak aman. Tetangga yang tinggal satu kampung di kota Solo saja masih tenang tenang saja saat tetangganya digropyok Densus 88. Ada FPI ngamuk bikin kerusuhan di salah satu pub di Jln Gajah Mada, bukan berarti seluruh kota Jakarta hancur, apalagi Indonesia atau bahkan Asia Tenggara. Bumi Arab itu besar dan luas dan terdiri lebih dari 30 negara. Silahkan datang ke negara manapun juga.

Museum Nasional Cairo Ini Pernah Dirusak
Demonstran, Tapi Sekarang  Sudah Sadar Semua,
Ada Demo Besarpun Tetap Aman Dan Buka Seperti Biasa
Pasar El Khalili Cairo
Buka Seperti Biasa Padahal Dekat Dengan
Tempat Demo Di Tahrir Square
Cleopatra Bosen Lihat Demo Di Tengah Kota Cairo

Dzikir Arab Diatas Pesawat

Dari Kuwait Menuju Turki
Mau Take Off
Sepi Semua Dzikir Dan Berdoa
Dzikir saat diatas pesawat terbang, berdoa saat pesawat mau take off atau pesawat mau landing barangkali hal yang wajar bagi kita semua. Siapapun ingin diberi keselamatan selama dalam penerbangan.. Bagaimana dengan orang Arab, apakah cara berdoa dan bersyukur sama dengan kita ? Ternyata agak mirip tetapi lebih seru. Berkali kali saya melakukan penerbangan dari Kuwait ke Lebanon, Turki, Bahrain, Dubai, Mesir dan negara negara lain di Timur Tengah selalu menyaksikan kemeriahan doa syukur Arab di pesawat yang bagi saya sangat heboh dan meriah. Baik Arab Kuwait, Bahrain, Lebanon, Turki, Jordan, Mesir semua sama saja dalam cara berdoa dan bersyukur diatas pesawat.
Gedubrak Gedubrak
Langsung Ambil Tas Dari Bagasi
Saat pesawat mau take off, suasana didalam masih normal seperti biasa, yaitu sepi. Mungkin seluruh penumpang sedang berdoa semua atau bahkan komat kamit dzikir. Tetapi suasana akan berubah total saat pesawat mendarat dan roda pesawat mulai menyentuh landasan. Secara tiba tiba semua penumpang bertepuk tangan gembira. Tidak cuma itu saja, semuanya tersenyum dan tertawa gembira dan langsung gaduh melepas sabuk keselamatan. Kemudian langsung berdiri mengambil barang bawaan di bagasi atas meskipun pesawat masih melaju dengan kecepatan sangat tinggi dan lampu tanda larangan melepas sabuk masih belum padam.
Selamat Sampai Di Tujuan
Suit Suiiittt – Plok… Plok… Plok…..
Bagaimana dengan orang Indonesia yang tidak pernah melihat suasana gegap gempita mirip pasar malam diatas pesawat seperti ini ?. Gampang saja, langsung ikut ikutan tepuk tangan dan kita langsung terbawa suasana, yaitu ikut ikutan bersiul Suit Suiiiittttt sambil gebrok gebrok kursi, kaki dan tepuk tangan sekuat kuatnya seperti penumpang lain. Lain bangsa memang lain cara dalam cara bersyukur telah selamat kembali mendarat dan sampai ke tujuan. Ritual doa syukur dan dzikir orang Arab ternyata agak beda, yaitu dengan spontan bertepuk tangan, gebrak gebrok dan Suit Suiiiiit….. Setelah itu, turun pesawat dan salaman dengan Pilot dan Co-Pilot. “Syukron…. syukron…..“. Si Pilot cukup menyalami penumpang sambil berdiri didekat pintu keluar sambil cengar cengir, pringas pringis seperti ‘Superhero’ dan kelihatan sekali “Gede Ndase” alias “Besar Kepalanya“.
 
 
Baca Juga :

Mesin Bingung

Soal bingung, mungkin Ardi’s Family termasuk yang paling komplit pengalamannya. Kadang kadang cukup menggelikan kadang kadang sangat menjengkelkan dan yang lebih sering adalah jadi bahan tertawaan sampai berhari hari seluruh keluarga. Tergantung siapa yang sedang mengalami musibah ‘bingung’ ini. Biasanya ketua rombongan, mas Ardi yang paling jahil mencoba berbagai macam ‘mesin bingung’ yang kita jumpai dimanapun saja kita menjumpai.

Namanya saja ‘wong ndeso’, jadi kalau ketemu ‘mesin bingung’ selalu saja ingin mencoba. Dibawah ini adalah ringkasan pengalaman bingung international atau bolej juga disebut bingung global yang kadang terasa aneh, menggelikan dan sekaligus menjengkelkan :

  • Ataturk Airport – Turkey    Pertama kali masuk ke airport international ini, saya sempat terbingung bingung mencari petunjuk pintu keberangkatan. Di airport manapun petunjuk selalu digantung diatas tetapi di airport ini petunjuk pintu keberangkatan dilantai. Karena ada yang tulisannya terlalu kecil, beberapa calon penumpang termasuk mas Ardi membaca sambil duduk klesetan dilantai.
  • Pulkovo Airport (St Petersburg) – Russia    Pengamatan saya, orang Russia gemar sekali membersihkan sepatu. Hanya untuk membersihkan sepatu saja mereka mau ngantri dank arena ingin tahu saya sempatkan mencoba. Karena tombolnya banyak dan petunjuk bahasa Russia, maka semua tombol saya coba satu persatu, akibatnya antrian dibelakang pada nggrundel dan pindah ke mesin yang lain.
  • Bruckparck – Belgia    Entah ini salah tempat atau kebiasaan orang Belgia kalau buang hajat sambil makan cemilan kacang saya kurang tahu. Saya sempat heran, kenapa di toilet umum di Bruckparck terdapat mesin jualan makanan kecil seperti kacang dan minuman hangat. Enak sekali, sambil ngeden mulut makan kacang. Untung pintu nggak digedor gedor orang.
  • Frankfurt Airport – Germany    Check in pesawat harus dilakukan dengan mesin dan petugas cuma nunjuk ke mesin saja tidak membantu sama sekali. Mesinnya bahasa Jerman, pilihan bahasa Inggris tidak berfungsi sama sekali, mungkin rusak. Clingak clinguk kiri dan kanan, mau minta tolong penumpang lain jelas tidak mau. ‘Jaim’ atau Jaga Image sangat perlu sekali kalau berada diluar negeri. Akhirnya bisa juga meskipun setelah itu harus lari lari karena gate hampir ditutup karena pesawat segera akan berangkat.
  • Louvre Musseum – Perancis    Putar puter berkali kali tidak tahu juga dimana harus beli tiket. Saya perhatikan pengunjung sudah bawa tiket masing masing dan untuk masuk ke gedung cukup menggesek tiketnya, tetapi dimana beli tiketnya. Akhirnya tahu juga ternyata penjualnya sebuah mesin yang agak ngumpet letaknya. Sok ngerti, semua tombol dipencet setelah duit dimasukkan, ternyata mesinnya bisa berbunyi keras sekali ‘Tambahkan EURO 20 untuk tiket 4 orang atau tekan cancel !!!!!’. Wah, mana ya tombol cancel, nggak punya EURO 20 nih, harus tukar dulu…..
  • Moscow Subway – Russia    Baca Koran Russia jelas tidak bisa, tetapi mesin Koran distasiun bawah tanah Russia sangat menarik untuk dicoba. Paling tidak untuk kipas kipas atau untuk membungkus sepatu seandainya tiba tiba kelelahan dan ingin ganti sandal. Koin sudah dimasukkan, tetapi Koran yang kita pilih tidak mau keluar, coba lagi masukkan koin seperti harga yang tertulis juga tidak mau keluar. Akhirnya minta bantuan orang lewat dan cara mengeluarkannya ternyata mesin dipukul keras keras berkali kali, gedubrak…brak…brak… dan langsung keluar dua sekaligus.
  • Havaz Bus – Istanbul, Turki     Di Turki tidak ada kondektur, naik bus harus punya chip magnet, semacam kartu berlangganan. Chip magnet ini tinggal cucukkan saja ke mesin dibelakang sopir, maka pintu akan terbuka. Nah kita yang bukan penduduk Turki tentu bingung mencari chip magnet berlangganan ini kemana, ternyata cukup bayar ke sopir bus dan si sopir akan meminjamkan chip magnetnya. Untuk mengembalikan ke sopir kembali tinggal lemparkan saja. Pak Sopir, tangkap ya……
  • Pompa Bensin – Netherland, Belgia, Luxemburg, Perancis     Benar benar terasa nikmat tinggal di Indonesia dan Kuwait karena ngisi bensin saja ada yang melayani. Di Netherland, Belgia, Luxemburg dan Perancis tidak ada yang melayani, semua harus self service. Taktik ‘Jaim’ atau Jaga Image segera diterapkan, turun dari mobil pura pura stretching dulu, olah raga kecil kecilan ditempat tetapi sebenarnya mengamati bagaimana cara ngenolkan meteran dan bagaimana cara bayarnya. Masih kurang jelas, mendekat ke mobil lain dan pura pura tanya kamar kecil dimana. Sukses, bisa ngisi bensin sendiri dan tahu cara bayarnya.

Baca Juga Pengalaman Bingung yang lain :

Lanjutan Perjalanan ke Jordan (Hari ke 3)

Nah, saya akan melanjutkan  perjalanan  ke Jordan liburan yang lalu. Biarpun sudah terlewati beberapa tulisan. Hari ke 3 tujuan kita ke Al-Karak Castle dan Petra.  Cerita sekarang tentang Petra. Perjalanan dari Aman ke Petra cukup jauh sekitar 270 km, berangkat pagi jam 7 dari hotel di Amman dan pulang masuk hotel kembali juga jam 7. Tiket masuk ke Petra 21 JD. Dari gerbang utama menuju Bangunan tersebut jauhnya minta ampun. Sekitar 2 kilometer. Tapi kalau mau naik Kuda atau Delman juga ada. Tarif sewa Kuda sampai tujuan 7 JD. Kalau Delman berpenumpang 4 orang  20 JD. itupun satu kali jalan. Nah cerita sejarahnya daripada salah nulis, lebih bagus saya sadur saja dari http://id.wikipedia.org/wiki/Petra

Kota di Dinding Batu
Salah satu dari 7 keajaiban dunia yang baru adalah Petra. Penetapan tujuh keajaiban dunia itu merupakan pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation, serta diumumkan di Lisbon, Portugal, pada 07-07-07 alias 7 Juli 2007.

Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘batu’. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.

Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan pada 9 SM-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir. Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.

Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.

Kotanya Suku Nabatean
Petra yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi.
Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.

Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Arab kuno.
Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.

Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur. Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra.
Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.

Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.
Pada tahun 106 M, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda.

Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman moderen, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.

Dikelilingi Gunung
Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.

Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.

Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.

Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi. Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islam hadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani.
Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya. Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi ‘kota yang hilang’ selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (suku Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.

Perjalanan Hari Ke 3 (Jordan)

Al-Karak Castle dan Petra

Nah, perjalanan yang satu ini cukup melelahkan. Jarak tempuh kita untuk menuju Petra dari Amman kurang lebih 280 km. Desa desa yang kita lalui tidaklah ramai. Sepanjang jalan kanan kiri yang kita lihat hanya Ruko ruko, gurun, batu, bukit bukit kering dan beberapa pohon zaitun. Jalan cukup lancar. Hanya sering kita lihat polisi di pinggir jalan sedang menghentikan mobil mobil yang melebihi batas kecepatan.

Highway di Jordan menurut saya cukup aneh, kecepatan maksimum 120 Km per jam tetapi dengan tiba tiba saja berubah langsung ke 60 Km per jam menjelang masuk ke desa atau kota kecil. Dan polisi sudah siap menunggu dengan radar speed check dipinggir jalan dan tilang dilakukan di mobil polisi ditempat itu juga. Hampir setiap 2 atau 3 km ada mobil polisi dipinggir jalan dengan radar speed check, artinya kita harus siap ditangkap polisi beberapa kali kalau ketangkap radar speedchecknya. Sekali ketangkap kita harus bayar minimum JD 30 dan uang tersebut langsung masuk kantong polisi, pokoknya sama persis kelakuan polisi Jordan dan polisi Indonesia, bener atau salah harus mbayar ditempat sambil pura pura ‘jaim’.

Tips untuk yang mau nyetir sendiri di Jordan :
  1. Pandang jauh kedepan kalau sudah nampak rumah atau desa kecil atau perkampungan , segera kurangi kecepatan sampai dibawah 60 Km/jam meskipun desa tersbut tidak ada penghuninya, polisi biasanya ngumpet dengan radar speed check, hampir setiap 10 km ada polisi ngumpet.
  2. Highway di Jordan naik turun bukit dan kiri kanan tebing batu kering dan sangat menjemukan. Istirahat ditepi jalan kalau mengantuk, dan kalau sewa mobil pastikan mesin dan rem mobil dalam keadaan sehat.
Al-Karak
Kota Karak terletak sekitar 129 Km sebelah selatan Amman atau sekitar 88 Km sebelah selatan Madaba dengan ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan air dead sea. Ada hotel hotel kecil di kota ini dan untuk menuju kota ini bisa melalui Desert Highway lalu belok kanan di Qatrana. Tetapi saya anjurkan untuk melalui Kings Highway saja karena pemandangannya sangat menakjubkan, yaitu Wadi Mujib dengan kedalaman lembah sekitar 1000 meter.

Dikota ini ada bangunan batu tua peninggalan Sholahuddin Al Ayubi (beberapa literatur menyebut Salah Eddin atau Saladdin), orang pertama dari Dinasty Ayubi. (Bersambung)