Category Archives: Jerman

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Tunawisma Dan Kolong Jembatan Di Eropa

Umumnya Jembatan Di Eropa Tidak Ada

Pondasi Yang Bisa Digunakan Untuk Duduk Atau Tiduran

Barangkali anda pernah mendengar dari teman, tetangga atau saudara yang memuja muji kota di Eropa bersih bersih, tidak ada gelandangan/tunawisma, tidak ada gubuk kumuh/reot yang berdiri di bantaran sungai atau dikolong jembatan. Ya, memang benar, di Eropa tidak memungkinkan gelandangan/tunawisma bisa bertahan hidup dirumah gubuk kardus apa adanya seperti di Indonesia.

Jembatan Besi Seperti Ini Lebih Susah Lagi

Untuk Membuat Gubuk Di Kolong Jembatan

Iklim yang membuat tunawisma Eropa berbeda dengan di Indonesia. Tunawisma di Indonesia paling cuma batuk pilek kalau kehujanan, tetapi tunawisma Eropa bisa mati beku kalau kelamaan di kolong jembatan atau rumah kardus saat musim dingin.

 

Semua Jembatan Dan Sungai Didinding Beton
Kolong jembatan di Eropa juga memiliki design yang berbeda dengan jembatan di Indonesia. Tidak ada sama sekali tempat yang bisa digunakan untuk berpijak apalagi digunakan untuk meletakkan tubuh barang sejenak. Perhatikan gambar gambar kolong jembatan pada photo diatas. Jembatan di Indonesia biasanya jauh lebih lebar dibanding dengan sungai yang mengalir dibawahnya. Sehingga ada ruang dibawah jembatan yang bisa dipakai untuk membuat rumah gubuk kardus.
Tidak Mungkin Ada Tunawisma Bikin Gubuk Di Kolong

Bisa Mati Kedinginan Saat Musim Dingin

Nah, karena tidak mungkin bikin gubuk kardus, maka kota kota di Eropa kelihatan bersih, Tidak terlihat ada gelandangan, tunawisma dan gubuk gubuk kardus kumuh. Apalagi, cara berpakaian tunawisma umumnya tidak berbeda dengan siapapun, yaitu berjaket tebal, memakai topi penghangat kepala dan sering pula memakai jas tebal. Dan ingat, kelembaban udara di Eropa itu tidak setinggi di Indonesia sehingga semua orang tidak berkeringat. Pakaianpun tidak terlihat kumel meskipun tidak pernah dicuci berhari hari,

 

Ini Kolong Jembatan Di Indonesia

Sungainya Lebih Kecil Dibanding Lebar Jembatan

Sebenarnya ada tidak gelandangan dan tunawisma ?. Jawabnya banyak, saya perhatikan ada yang keluar masuk gorong gorong drainage kota melalui tutup manhole di trotoar atau jalanan. Ada juga yang sekitar jam 10 pagi terlihat keluar dari stasiun, mungkin tidur di gorong gorong dekat stasiun atau di gerbong gerbong kereta api.

 

Kolong Jembatan Seperti Ini Lebih Tidak Mungkin

Dijadikan Rumah Tinggal Tunawisma

Enak enak Tidur Jembatan Dibuka Bisa Mati Kejepit

Yang paling sering saya saksikan adalah disekitaran stasiun kereta api. Di kota Edinburgh, UK, tidak jauh dari stasiun Waverlay ada Queen Street yang selalu ramai pejalan kaki. Semacam Malioboronya kota Edinburgh. Di sepanjang jalan ini isinya berjajar jajar tunawisma semua. Stasiun Amsterdam Central juga sama saja.
Perhatikan Kolong Jembatan Butut Ini

Mana Bisa Bikin Gubuk Dibawah Jembatan

 

Nggak Ada Tunawisma

Ternyata Tidurnya Masuk Gorong Gorong

 

Lihat Struktur Jembatan Di Belanda Ini

Seandainya Bisa Dibuat Gubuk Tunawisma, Kemungkinan

Si Tunawisma Bisa Mati Kedinginan

 

Saya Perhatikan Memang Konstruksi Kolong

Jembatan Di Eropa Berbeda Dengan Di Indonesia

Kayaknya Tunawisma Dari Indonesia Perlu

Didatangkan Untuk Study Banding

 

Jembatan Paling Kumuh Di Eropa Seperti Ini

Juga Tidak Ada Tunawisma Yang Bikin Gubuk

Baca Apa Yang Ditulis

Si Tuna Wisma Pingin Tidur Di Hotel Yang Hangat

 

Bawaan Tunawisma Selalu Sleeping Bag

Jaket Tebal Dan Selimut

Baca Juga :

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf – Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

 

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan ‘beol’ di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah ‘kebelet’ memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.
Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa
Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman ‘kebelet’ diluar negeri.
Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

 

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang ‘kebelet’ bisa langsung numpang toilet ke toko toko terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil ‘numpang‘ toilet ke toko toko kecil terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.
Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

 

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis ‘membilas’ sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin ‘membilas’ lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia ya, asumsi seperti ini ‘Salah Besar‘. Tidak ada satupun manusia yang ‘Superior’ termasuk masalah bau kotorannya. Percayalah…. Baunya Relatif Sama Saja !!!
Victoria Station – London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies
Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.
Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir
Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia‘.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul dilihat banyak orang.
Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC
Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.
Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

 

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

 

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn
Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat

Baca Juga :

Taman Sinti And Roma Berlin, Jerman

Turis Banyak Yang Masuk Ke Taman Ini
Umumnya Masuk Ke Taman Dulu Baru Bertanya
Tanya Taman Apa Ini Kok Cuma Kolam Doang
Di tengah kota Berlin, tepatnya di Simsonweg – Tiergarten, tidak jauh dari Branderburg Gate atau di sebelah selatan Reichstag ada sebuah taman yang cukup baru dan diresmikan tahun 2012 oleh Angela Merkel. Namanya kalau dalam bahasa Inggris kira kira Sinti And Roma Memorial Park. Taman ini nggak ada isinya apa apa, cuma kolam bulat nggak ada ikannya dan segitiga ditengah taman. Saya tertarik untuk masuk kedalam taman karena kebetulan ada rombongan turis lewat dan saya ngikuti rombongan turis tersebut. Biasa lah, ikutan nguping Tour Guide kalau lagi cerita. Gratis dan hemat meskipun harus pura pura Jaim seolah olah nggak ndengerin apa yang diceritakan.

 

Turis Akan Membaca Tulisan Tulisan Di Pagar
Setelah Kecewa Melihat Isi Taman Kosong
‘”Taman Apa Sih Ini ???
Didalam taman nggak ada isinya apa apa kecuali kolam dangkal bulat dengan segitiga di tengahnya. Semua turis yang masuk ke taman ini bengong nggak tahu untuk apa kolam ditengah taman yang tidak begitu luas ini dibangun. Umumnya semua turis nyelonong saja masuk ke dalam taman tanpa membaca penjelasan sejarah yang tertulis besar di pagar kaca disepanjang pintu masuk. Untung saya nguping Tour Guide saat pertama masuk, sehingga saat ada turis lain bengong dan bertanya tanya, saya masih bisa gaya menjelaskan.
“This is Memorial Park for Sinti And Roma Minority” 
“The triangle in the center is a simbolize of  badge they wear in camp concentration”
“You can read the complete history on the glass wall outside the park”
 
Gimana ?, Keren kan bisa njelasin turis bengong lain.
Pagar Penuh Dengan Penjelasan Tentang
Sinti Dan Roma Dan Juga Cerita Historis
Tentang Genocide
Sinti dan Roma adalah minoritas yang ikut dibantai bersama sama Yahudi di camp camp konsentrasi saat jamannya Hitler. Dua kelompok minoritas ini bukan ras Jerman sehingga ikut dimasukkan ke kamar gas. Konon Sinti berasal dari kata Sindh, sebuah daerah di Pakistan. Kelompok minoritas ini datang ke Jerman hampir bersamaan dengan orang orang Romani dari India Utara. Hidup mereka nomaden berpindah pindah dengan caravan dan sering dinamakan juga dengan istilah Gipsies.

 

Kolamnya Dangkal Nggak Ada Ikan
Banyak Turis Yang Bengong Kecele Nggak Ada
Apa Apa Didalam Taman
Karena miskin dan nggembel di Jerman, maka dua kelompok minoritas ini ikut ditangkapin dan dijebloskan ke kamar kamar gas dan mati bersama sama Yahudi yang lain. Untuk mengenang gembel gembel Jerman inilah maka Taman Sinti And Roma ini dibangun dengan designer dari bangsa Yahudi bernama Dani Karavan, Jangan tanya saya, orang Jerman mengatakan si Dani ini dengan istilah keren ‘Artist Designer‘, kalau di Indonesia barangkali cukup disebut Tukang Batu Dan Bangunan saja, lha wong mbangun kolam kecil segitu aja kok dinamakan ‘Artist Designer
Keluar Dari Taman Baru Ngeh
Oh Ini Taman Memorial Toh Untuk Mengenang
Minoritas Sinti Dan Roma
Bener Bener Banyak Yang Sama Sama Bengong Nggak
Ngerti Maksud Taman Ini. Tapi Begitu Keluar Taman
Baru Teriak “Ooh Begini Toh Ceritanya !!!”

 

Baca Juga :

Sepedaku Dicolong Maling Bule

Bersepeda Di Belanda
Iklim Belanda Sangat Berbeda Dengan Indonesia
Ngonthel Seharian Nggak Bakalan Berkeringat
Ada rasa nggak percaya, kaget, heran, marah, sedih dan juga  geli yang bercampur aduk jadi satu saat mendengar kabar sepeda kesayanganku hilang digondol maling. Ini di Belanda bukan di Indonesia dan saksi mata yang menyaksikan mengatakan malingnya Bule sejenis Leonardo D’Caprio. Kalau kejadiannya di tanah air barangkali saya bisa memaklumi, tetapi ini jelas jelas malingnya sebangsa dan setanah air dengan pacar artis artis Indonesia yang sering dimunculkan di acara gossip celebrities SCTV, RCTI, METROTV dan TVONE  .

 

Sepeda Batavus Baruku Saat Baru Keluar Dari Toko
Nggak Nyangka Dicolong Maling Bule Londo
Sepeda saya memang bermerk terkenal yaitu Batavus. Saya beli setahun lalu di sekitar Presikhaf, Arnhem dengan harga cukup murah karena bukan sepeda baru tetapi barang bekas atau second hand. Merk sepeda Batavus memang sering jadi incaran maling karena kwalitasnya setara dengan sepeda mahal lainnya seperti Gazelle dan Puch. Pada saat saya membeli sepeda setahun lalu memang saya telah diperingatkan oleh penjualnya supaya membeli rantai sepeda yang paling besar dan kuat dengan kunci yang tidak bisa dicongkel. Saya juga diberitahu tata cara mengamankan sepeda cukup dengan merantai body sepeda ke tiang apapun yang kuat.

 

Dimana Ada Pagar Selalu Dipakai Untuk
Merantai Sepeda
Tapi, karena nggak begitu percaya di Belanda banyak maling sepeda maka saya belikan rantai yang biasa biasa saja, pokoknya murah. Itupun jarang saya gunakan terutama kalau masuk toko toko kecil hanya beberapa menit saja. Apalagi kalau tidak bisa menemukan tiang yang kosong. Di Belanda, tiang atau pagar jembatan saja bisa jadi rebutan. Saya sering menyaksikan sepeda dilemparkan kedalam kanal hanya karena jengkel tempatnya ditempati sepeda lain atau kesulitan mengambil sepeda karena terhalang sepeda sepeda lain.

 

Korban Orang Belanda Pemarah
Sepeda Diinjak Injak Sampai Rodanya Peot


Saya kira kebiasaan merantai sepeda ke tiang lampu penerangan jalan dan pagar jembatan hanya di Belanda saja. Ternyata di negara negara Eropa lainnya juga sama saja. Di Berlin Jerman juga luar biasa banyaknya maling sepeda atau sepeda motor. Mudah untuk memperkirakan suatu kota banyak maling atau tidak. Kalau anda melihat sepeda atau sepeda motor diikatkan ke tiang atau pagar dan rantainya banyak atau gede gede mirip rantai kapal, berarti kota tersebut banyak malingnya dan canggih canggih. Jadi, jangan berkecil hati. Di negara negara yang menurut anda majupun juga banyak maling. Saya mengalami sendiri kemalingan sepeda.
Sepeda Kayu
Maling Takut Mencuri Karena Seluruh Belanda
Hanya Ada Beberapa Saja

 

Amsterdam, Ada Tiang Pasti Digunakan Untuk
Merantai Sepeda
Rantainya Besar Sekali
Jangan Memasang Rantai Pada Roda Depan
Tapi Ikatkan Pada Body Sepeda

 

Maling Bule Memang Pinter
Makanya Jangan Merantai Roda Depan
Malingnya Keburu Lari
Belum Sempat Membawa Sepeda
Berlin, Tiang Terlalu Pendek
Biasanya Sepeda Diangkat Keatas
Untuk Melepas Ikatan Rantai
Berlin, Ini Cara Yang Benar
Mengikatkan Sepeda Pada Tiang Tinggi

 

Sepeda Motorpun Juga Dirantai
Menandakan Bulepun Banyak Yang Berprofesi Maling
Nah, Ini Mengherankan Kenapa Dibungkus
Jangan Jangan Supaya Nggak Ketahuan Pemiliknya

Baca Juga :

Sertifikat Asli Tembok Berlin, Opo Iyooo ?

Remukan Tembok Berlin Asli
Bener Asli Atau Made In China ?

.

Di Indonesia banyak sekali Sertifikat. Ada Sertifikat Insinyur Indonesia, Sertifikat Guru, Sertifikat Industri, Sertifikat Halal dan lain lain. Terserah anda, kalau seseorang yang punya sertifikat anda anggap berkwalitas boleh boleh saja. Produk makanan olahan dapat sertifikat Halal dan anda yakini betul benar benar Halal ya terserah saja. Kan kita nggak boleh Su’udzon mengatakan ‘Halaah, Sertifikasi apaan, paling cuma buat cari duit aja’.

.

Tembok Berlin Dihancurkan Tahun 1989
25 Tahun Lebih Pecahannya Masih Dijual Sampai
Sekarang – Opo Tumon ?

.

Di Jerman juga sama saja, Sertifikat banyak bertebaran dimana mana terutama kalau anda berada di tempat tempat wisata. Coba saja masuk di salah satu toko toko souvenir yang bertebaran dimana mana. Dengan mudah anda akan melihat Remukan batu beton yang dikemas dalam kemasan plastik kecil.  ‘Katanya‘ batu beton dengan cat warna warni tersebut merupakan remukan Tembok Berlin. Tidak hanya toko souvenir di kota Berlin saja, tetapi toko toko souvenir dikota lainpun juga banyak menjual souvenir semacam itu.  Semuanya mengatakan ‘ASLI’ dan untuk meyakinkan keasliannya dilampirkan juga ZERTIFIKAT dalam kemasan plastik. Ada juga ZERTIFIKAT yang dipajang dengan pigura dan mengatakan ‘Authorized Dealer – toko yang berhak menjual remukan beton bekas Tembok Berlin’. Artinya toko yang lain nggak punya hak untuk menjual, diragukan keasliannya dan lain lain.

.

Cat Warna Warni Masih Tampak Cerah
Pakai Sertifikat Mungkin Artinya Asli Buatan China

.

Tembok yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur ini dibangun tahun 1961 tetapi kemudian dibongkar tahun 1989. Artinya sudah lebih dari 25 tahun souvenir pecahan batu beton tersebut diperjual belikan. Meskipun panjang keseluruhan Tembok Berlin tersebut sekitar 150an Km, tapi saat ini tidak semuanya dirobohkan. Masih banyak tembok Berlin yang masih utuh dan tidak ikut dirobohkan karena dilindungi dan dianggap sebagai cagar budaya.

.

Tembok Berlin Didirikan Tahun 1961
Dirobohkan Tahun 1989 – Pecahannya Masih Dijual
Tahun 2014 Setelah 25 Tahun !!!

.

Saya benar benar nggak percaya pecahan batu beton tersebut asli dari Tembok Berlin karena cat warna warni bekas graffiti yang menempel di pecahan tembok terlihat sangat cerah sekali seperti baru disemprot beberapa jam lalu. Alasan lain, anggaplah lebar souvenir tersebut 4 cm dan panjang 4 Cm. Kalau setiap hari bisa terjual 10 buah saja per toko maka kalau terjual sejak 25 tahun yang lalu berarti panjangnya bisa melebihi panjang Tembok Berlin yang sebenarnya. Tapi bagaimanapun juga saya tetap membeli remukan batu beton khas Jerman tersebut. Sebenarnya saya tahu ZERTIFIKAT tersebut cuma akal akalan orang Jerman agar barang dagangannya bisa laku. Itung itung, saya jadi punya pengalaman dikibulin orang Jerman. Nggak apa apa deh sekali kali dikibulin orang Jerman :).

.

Ini Dia souvenir Jerman Berupa
Piring Hias Yang Jadi Koleksiku

.

Pecahan Tembok Ada Yang
Dibuat Gantungan Kunci

.

Bingung – Semua pakai ZERTIFIKAT

.

Pecahan Tembok Berlin Ada Juga Yang
Dibuat Hiasan Kulkas

.

Kalau Tas Jelas Buatan China
Jangan Jangan ZERTIFIKAT Tembok Berlin Artinya
ASLI BUATAN CHINA

.

Baca Juga :

Europe, Benarkah Gadget Bisa Terjual Jutaan Dalam Sehari ?

Presikhaf – Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
.
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?.
 .
Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
.
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua.
 .
Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
.
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.
 .
Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
.
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.
 .
Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

.

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
.
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?.
 .
Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
.
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.
 .
Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal
Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

.

Baca Juga :