Category Archives: Jerman

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf – Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

 

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan ‘beol’ di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah ‘kebelet’ memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.
Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa
Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman ‘kebelet’ diluar negeri.
Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

 

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang ‘kebelet’ bisa langsung numpang toilet ke toko toko terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil ‘numpang‘ toilet ke toko toko kecil terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.
Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

 

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis ‘membilas’ sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin ‘membilas’ lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia ya, asumsi seperti ini ‘Salah Besar‘. Tidak ada satupun manusia yang ‘Superior’ termasuk masalah bau kotorannya. Percayalah…. Baunya Relatif Sama Saja !!!
Victoria Station – London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies
Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.
Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir
Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia‘.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul dilihat banyak orang.
Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC
Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.
Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

 

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

 

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn
Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat

Baca Juga :

Taman Sinti And Roma Berlin, Jerman

Turis Banyak Yang Masuk Ke Taman Ini
Umumnya Masuk Ke Taman Dulu Baru Bertanya
Tanya Taman Apa Ini Kok Cuma Kolam Doang
Di tengah kota Berlin, tepatnya di Simsonweg – Tiergarten, tidak jauh dari Branderburg Gate atau di sebelah selatan Reichstag ada sebuah taman yang cukup baru dan diresmikan tahun 2012 oleh Angela Merkel. Namanya kalau dalam bahasa Inggris kira kira Sinti And Roma Memorial Park. Taman ini nggak ada isinya apa apa, cuma kolam bulat nggak ada ikannya dan segitiga ditengah taman. Saya tertarik untuk masuk kedalam taman karena kebetulan ada rombongan turis lewat dan saya ngikuti rombongan turis tersebut. Biasa lah, ikutan nguping Tour Guide kalau lagi cerita. Gratis dan hemat meskipun harus pura pura Jaim seolah olah nggak ndengerin apa yang diceritakan.

 

Turis Akan Membaca Tulisan Tulisan Di Pagar
Setelah Kecewa Melihat Isi Taman Kosong
‘”Taman Apa Sih Ini ???
Didalam taman nggak ada isinya apa apa kecuali kolam dangkal bulat dengan segitiga di tengahnya. Semua turis yang masuk ke taman ini bengong nggak tahu untuk apa kolam ditengah taman yang tidak begitu luas ini dibangun. Umumnya semua turis nyelonong saja masuk ke dalam taman tanpa membaca penjelasan sejarah yang tertulis besar di pagar kaca disepanjang pintu masuk. Untung saya nguping Tour Guide saat pertama masuk, sehingga saat ada turis lain bengong dan bertanya tanya, saya masih bisa gaya menjelaskan.
“This is Memorial Park for Sinti And Roma Minority” 
“The triangle in the center is a simbolize of  badge they wear in camp concentration”
“You can read the complete history on the glass wall outside the park”
 
Gimana ?, Keren kan bisa njelasin turis bengong lain.
Pagar Penuh Dengan Penjelasan Tentang
Sinti Dan Roma Dan Juga Cerita Historis
Tentang Genocide
Sinti dan Roma adalah minoritas yang ikut dibantai bersama sama Yahudi di camp camp konsentrasi saat jamannya Hitler. Dua kelompok minoritas ini bukan ras Jerman sehingga ikut dimasukkan ke kamar gas. Konon Sinti berasal dari kata Sindh, sebuah daerah di Pakistan. Kelompok minoritas ini datang ke Jerman hampir bersamaan dengan orang orang Romani dari India Utara. Hidup mereka nomaden berpindah pindah dengan caravan dan sering dinamakan juga dengan istilah Gipsies.

 

Kolamnya Dangkal Nggak Ada Ikan
Banyak Turis Yang Bengong Kecele Nggak Ada
Apa Apa Didalam Taman
Karena miskin dan nggembel di Jerman, maka dua kelompok minoritas ini ikut ditangkapin dan dijebloskan ke kamar kamar gas dan mati bersama sama Yahudi yang lain. Untuk mengenang gembel gembel Jerman inilah maka Taman Sinti And Roma ini dibangun dengan designer dari bangsa Yahudi bernama Dani Karavan, Jangan tanya saya, orang Jerman mengatakan si Dani ini dengan istilah keren ‘Artist Designer‘, kalau di Indonesia barangkali cukup disebut Tukang Batu Dan Bangunan saja, lha wong mbangun kolam kecil segitu aja kok dinamakan ‘Artist Designer
Keluar Dari Taman Baru Ngeh
Oh Ini Taman Memorial Toh Untuk Mengenang
Minoritas Sinti Dan Roma
Bener Bener Banyak Yang Sama Sama Bengong Nggak
Ngerti Maksud Taman Ini. Tapi Begitu Keluar Taman
Baru Teriak “Ooh Begini Toh Ceritanya !!!”

 

Baca Juga :

Sepedaku Dicolong Maling Bule

Bersepeda Di Belanda
Iklim Belanda Sangat Berbeda Dengan Indonesia
Ngonthel Seharian Nggak Bakalan Berkeringat
Ada rasa nggak percaya, kaget, heran, marah, sedih dan juga  geli yang bercampur aduk jadi satu saat mendengar kabar sepeda kesayanganku hilang digondol maling. Ini di Belanda bukan di Indonesia dan saksi mata yang menyaksikan mengatakan malingnya Bule sejenis Leonardo D’Caprio. Kalau kejadiannya di tanah air barangkali saya bisa memaklumi, tetapi ini jelas jelas malingnya sebangsa dan setanah air dengan pacar artis artis Indonesia yang sering dimunculkan di acara gossip celebrities SCTV, RCTI, METROTV dan TVONE  .

 

Sepeda Batavus Baruku Saat Baru Keluar Dari Toko
Nggak Nyangka Dicolong Maling Bule Londo
Sepeda saya memang bermerk terkenal yaitu Batavus. Saya beli setahun lalu di sekitar Presikhaf, Arnhem dengan harga cukup murah karena bukan sepeda baru tetapi barang bekas atau second hand. Merk sepeda Batavus memang sering jadi incaran maling karena kwalitasnya setara dengan sepeda mahal lainnya seperti Gazelle dan Puch. Pada saat saya membeli sepeda setahun lalu memang saya telah diperingatkan oleh penjualnya supaya membeli rantai sepeda yang paling besar dan kuat dengan kunci yang tidak bisa dicongkel. Saya juga diberitahu tata cara mengamankan sepeda cukup dengan merantai body sepeda ke tiang apapun yang kuat.

 

Dimana Ada Pagar Selalu Dipakai Untuk
Merantai Sepeda
Tapi, karena nggak begitu percaya di Belanda banyak maling sepeda maka saya belikan rantai yang biasa biasa saja, pokoknya murah. Itupun jarang saya gunakan terutama kalau masuk toko toko kecil hanya beberapa menit saja. Apalagi kalau tidak bisa menemukan tiang yang kosong. Di Belanda, tiang atau pagar jembatan saja bisa jadi rebutan. Saya sering menyaksikan sepeda dilemparkan kedalam kanal hanya karena jengkel tempatnya ditempati sepeda lain atau kesulitan mengambil sepeda karena terhalang sepeda sepeda lain.

 

Korban Orang Belanda Pemarah
Sepeda Diinjak Injak Sampai Rodanya Peot


Saya kira kebiasaan merantai sepeda ke tiang lampu penerangan jalan dan pagar jembatan hanya di Belanda saja. Ternyata di negara negara Eropa lainnya juga sama saja. Di Berlin Jerman juga luar biasa banyaknya maling sepeda atau sepeda motor. Mudah untuk memperkirakan suatu kota banyak maling atau tidak. Kalau anda melihat sepeda atau sepeda motor diikatkan ke tiang atau pagar dan rantainya banyak atau gede gede mirip rantai kapal, berarti kota tersebut banyak malingnya dan canggih canggih. Jadi, jangan berkecil hati. Di negara negara yang menurut anda majupun juga banyak maling. Saya mengalami sendiri kemalingan sepeda.
Sepeda Kayu
Maling Takut Mencuri Karena Seluruh Belanda
Hanya Ada Beberapa Saja

 

Amsterdam, Ada Tiang Pasti Digunakan Untuk
Merantai Sepeda
Rantainya Besar Sekali
Jangan Memasang Rantai Pada Roda Depan
Tapi Ikatkan Pada Body Sepeda

 

Maling Bule Memang Pinter
Makanya Jangan Merantai Roda Depan
Malingnya Keburu Lari
Belum Sempat Membawa Sepeda
Berlin, Tiang Terlalu Pendek
Biasanya Sepeda Diangkat Keatas
Untuk Melepas Ikatan Rantai
Berlin, Ini Cara Yang Benar
Mengikatkan Sepeda Pada Tiang Tinggi

 

Sepeda Motorpun Juga Dirantai
Menandakan Bulepun Banyak Yang Berprofesi Maling
Nah, Ini Mengherankan Kenapa Dibungkus
Jangan Jangan Supaya Nggak Ketahuan Pemiliknya

Baca Juga :

Sertifikat Asli Tembok Berlin, Opo Iyooo ?

Remukan Tembok Berlin Asli
Bener Asli Atau Made In China ?

.

Di Indonesia banyak sekali Sertifikat. Ada Sertifikat Insinyur Indonesia, Sertifikat Guru, Sertifikat Industri, Sertifikat Halal dan lain lain. Terserah anda, kalau seseorang yang punya sertifikat anda anggap berkwalitas boleh boleh saja. Produk makanan olahan dapat sertifikat Halal dan anda yakini betul benar benar Halal ya terserah saja. Kan kita nggak boleh Su’udzon mengatakan ‘Halaah, Sertifikasi apaan, paling cuma buat cari duit aja’.

.

Tembok Berlin Dihancurkan Tahun 1989
25 Tahun Lebih Pecahannya Masih Dijual Sampai
Sekarang – Opo Tumon ?

.

Di Jerman juga sama saja, Sertifikat banyak bertebaran dimana mana terutama kalau anda berada di tempat tempat wisata. Coba saja masuk di salah satu toko toko souvenir yang bertebaran dimana mana. Dengan mudah anda akan melihat Remukan batu beton yang dikemas dalam kemasan plastik kecil.  ‘Katanya‘ batu beton dengan cat warna warni tersebut merupakan remukan Tembok Berlin. Tidak hanya toko souvenir di kota Berlin saja, tetapi toko toko souvenir dikota lainpun juga banyak menjual souvenir semacam itu.  Semuanya mengatakan ‘ASLI’ dan untuk meyakinkan keasliannya dilampirkan juga ZERTIFIKAT dalam kemasan plastik. Ada juga ZERTIFIKAT yang dipajang dengan pigura dan mengatakan ‘Authorized Dealer – toko yang berhak menjual remukan beton bekas Tembok Berlin’. Artinya toko yang lain nggak punya hak untuk menjual, diragukan keasliannya dan lain lain.

.

Cat Warna Warni Masih Tampak Cerah
Pakai Sertifikat Mungkin Artinya Asli Buatan China

.

Tembok yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur ini dibangun tahun 1961 tetapi kemudian dibongkar tahun 1989. Artinya sudah lebih dari 25 tahun souvenir pecahan batu beton tersebut diperjual belikan. Meskipun panjang keseluruhan Tembok Berlin tersebut sekitar 150an Km, tapi saat ini tidak semuanya dirobohkan. Masih banyak tembok Berlin yang masih utuh dan tidak ikut dirobohkan karena dilindungi dan dianggap sebagai cagar budaya.

.

Tembok Berlin Didirikan Tahun 1961
Dirobohkan Tahun 1989 – Pecahannya Masih Dijual
Tahun 2014 Setelah 25 Tahun !!!

.

Saya benar benar nggak percaya pecahan batu beton tersebut asli dari Tembok Berlin karena cat warna warni bekas graffiti yang menempel di pecahan tembok terlihat sangat cerah sekali seperti baru disemprot beberapa jam lalu. Alasan lain, anggaplah lebar souvenir tersebut 4 cm dan panjang 4 Cm. Kalau setiap hari bisa terjual 10 buah saja per toko maka kalau terjual sejak 25 tahun yang lalu berarti panjangnya bisa melebihi panjang Tembok Berlin yang sebenarnya. Tapi bagaimanapun juga saya tetap membeli remukan batu beton khas Jerman tersebut. Sebenarnya saya tahu ZERTIFIKAT tersebut cuma akal akalan orang Jerman agar barang dagangannya bisa laku. Itung itung, saya jadi punya pengalaman dikibulin orang Jerman. Nggak apa apa deh sekali kali dikibulin orang Jerman :).

.

Ini Dia souvenir Jerman Berupa
Piring Hias Yang Jadi Koleksiku

.

Pecahan Tembok Ada Yang
Dibuat Gantungan Kunci

.

Bingung – Semua pakai ZERTIFIKAT

.

Pecahan Tembok Berlin Ada Juga Yang
Dibuat Hiasan Kulkas

.

Kalau Tas Jelas Buatan China
Jangan Jangan ZERTIFIKAT Tembok Berlin Artinya
ASLI BUATAN CHINA

.

Baca Juga :

Europe, Benarkah Gadget Bisa Terjual Jutaan Dalam Sehari ?

Presikhaf – Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
.
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?.
 .
Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
.
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua.
 .
Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
.
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.
 .
Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
.
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.
 .
Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

.

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
.
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?.
 .
Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
.
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.
 .
Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal
Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

.

Baca Juga :

Serba Butut Di Pasar Loak Potsdam

Tertarik ? Harga Bisa Ditawar
Pasar loak dimana saja selalu menarik untuk dikunjungi. Nggak perlu malu atau segan untuk keluar masuk ke  pasar pasar semacam ini, di semua negara selalu ada. Nah, penjual barang loak ini ada di Potsdam, tidak begitu jauh dari Sanssoucci Palace. Jadi tempat ini merupakan tempat singgah turis juga setelah keliling di taman taman Sanssouci yang cukup besar dan melelahkan. Sebenarnya tempat penjualan barang loak ini hanya berupa toko yang tidak terlalu besar. Ada beberapa toko semacam dan barang loak yang dipajang relatif sama saja, butut.

 

Segala Macam Barang Digelar
Didepan Toko Loak

 

Dibagian depan dipajang berbagai macam sepatu bekas. Sekilas melihat sepatu yang dipajang, langsung rusak bayangan saya tentang Bule Eropa. Sebelumnya, dalam bayangan saya semua bule kaya raya, selalu wah dengan pakaian mewah dan sepatu mahal bak bintang film Hollywood. Ternyata, banyak juga bule yang kere, beli pakaian dan sepatu cukup yang bekas saja di pasar loak semacam ini. Boro boro sepatu bermerk yang dijual, ternyata sepatu biasa kwalitas pasar Mangga Dua.
Sepatu Bekas Pakai Juga Ada

 

Di bagian depan toko juga dipajang berbagai macam barang keramik. Lumayan bagus karena memang barang keramik kuno. Tetapi masuk di bagian dalam, ternyata banyak juga pecah belah biasa. Secara sepintas saya teringat kantor Pegadaian, dimana banyak sekali tertumpuk piring, gelas dan barang pecah belah yang sering kita temui sehari hari di rumah. Ini membuktikan bahwa bule Eropapun banyak yang Kere. Bokek nggak punya duit, piring dan gelasnya dijual di toko barang loak ini.

 

Keramik Kuno Juga Ada
Benar Benar Kuno Atau Aspal Ya ?

 

Melihat barang yang dijual di toko loak ini kadang terasa keterlaluan sekali. Banyak barang yang seharusnya dibuang tetapi dijual murah ditoko ini, contohnya pakaian dalam pria, wanita dan anak anak. Semua ditumpuk disudut bersama pakaian bekas lain yang menurut saya lebih cocok untuk dibakar daripada dijual. Saya tidak tahu bule mana yang beli pakaian dalam bekas tersebut, barangkali bule tersebut saat ini sudah berada di Indonesia bersama artis film dan sinetron. Harap maklum, banyak bule Eropa yang berbondong bondong ke tanah air dengan tujuan negatif sesaat dan celakanya banyak sekali wanita yang menyambutnya dengan tangan terbuka.

 

Pingin Jual Barang Juga Dilayani
Buku buku bekas banyaknya bukan main tapi kayaknya jarang pembeli yang menyentuh buku bekas tersebut. Yang paling laku keras adalah pernak pernik hiasan rumah dan gadget elektronik. CD lagu lagu lama sampai lagu paling baru juga ada. Bukan CD bajakan karena terlihat kwalitasnya baik dan covernya masih cukup bagus. Pembeli CD lagu lama tersebut seorang kakek dan nenek yang sengaja datang ke tempat ini untuk bernostalgia melihat barang barang kuno yang dulu pernah dimiliki.

 

Buku, Gelas Dan Hiasan Rumah Semua Ada

 

Rupanya, banyak sekali jompo atau kakek nenek yang keluar masuk ke toko loak ini hanya untuk mengingat jaman masih muda perkasa dulu. Saya perhatikan, seorang kakek dan nenek lama sekali memandang sebuah radio kuno dan dengan semangat menceritakan kenangannya ketika anak anaknya masih kecil saat mendengarkan radio tersebut dirumahnya. Si Nenek, terlihat beberapa kali menyentuh radio kuno tersebut dan saya tidak tahu dimana anak anaknya sekarang setelah tumbuh dewasa.
Kalau Beruntung Bisa Dapat Barang Bagus Juga

 

CD Lagu Dan Barang Butut Jaman
Kakek Nenek Masih Remaja Masih Ada

 

Banyak Kakek Nenek Yang Datang Cuma
Untuk Bernostalgia Melihat Barang Jaman Masih Pacaran

 

Buku Bisa Beli Sewa, Maksudnya Kalau Sudah Selesai
Baca Bisa Dikembalikan Dan Uang Kembali
Baca Juga :

 

Lorong Cinta Monumen Yahudi Berlin

Ruang Bawah Tanah
Suasana Didalam Terasa Mencekam
.
Bagian Atas
Hanya Berisi Tembok Beton
Serasa Berada Di Kuburan
Bentuknya cuma kota kotak seperti peti mati yang berserakan. Ada yang tinggi dan juga ada yang rendah. Luasnya kira kira sebesar lapangan bola dan terletak ditengah kota Berlin, Jerman. Tepatnya sekitar 100 – 200 meter dari Brandenburg Gate. Bangunan mirip peti mati ini adalah Monumen untuk memperingati orang orang Yahudi yang dibantai oleh Hitler dan Nazi pada saat Perang Dunia II yang lalu. Nama resmi dalam bahasa Inggrisnya adalah Memorial To The Murdered Jews Of Europe dan sering disebut juga Holocaust Memorial. Arsiteknya Peter Aisenman dan engineernya Buro Hapold.
.
Belajar Sejarah
Anak Anak Sekolah
.
Bisa Untuk Loncat Loncat
Kebelet Pipis Bisa Juga Kencing Disini
Cari Saja Yang Paling Pojok

Bangunan unik ini otomatis membuat semua orang yang datang merasa trenyuh, mbrebes mili dan menangis tanpa harus diperintah. Kenapa bisa begitu ? Ya karena bentuknya seperti peti mati yang berserakan tadi. Kalau kita jalan lewat di lorong lorongnya, terasa sekali suasana yang beda, miris dan sedikit mencekam apalagi kalau pengunjungnya pernah baca cerita cerita pembantaian orang orang Yahudi di camp camp konsentrasi seperti Auscwitz – Birkenau (Polandia), Bergen – Belsen (Jerman), Dachau (Jerman) dan lain lain yang jumlahnya cukup banyak diseluruh Eropa, yaitu sekitar 70an.

.

Lorong Lorongnya
Banyak Orang Ngumpet Ciuman

Sungguh aneh bin ajaib kalau anda berada di monumen batu ini. Turis turis yang baru turun dari bus rata rata kalau ngomong jadi pelan sekali dan nyaris berbisik bisik dan kalau nggak perlu sekali malah nggak mau njawab kalau diajak ngomong. Saya nggak tahu kenapa semua turis dari berbagai macam negara didunia dan rata rata tidak tahu sama sekali penderitaan Yahudi saat itu bisa begitu melankolis, berbisik dan sedikit bergetar suaranya menahan tangis saat bicara dengan sesama turis satu busnya.

.
Masuk Lorong Diantara Batu Peti Mati Ini
Bisa Pipis Juga Di Pojok

Bagian bawahnya lebih mencekam lagi karena gelap seperti masuk kedalam lubang kubur. Isinya remang remang dan hanya berupa nama nama korban yang mati dibantai dan jumlahnya nggak bisa dihitung. Siapa mau menghitung nama nama orang mati. Kalau saya disuruh menghitung dan dibayar berapapun nggak akan mau, Syereeem. Saya nggak betah lama masuk didalam, nggak ada musik, gelap, mencekam dan kalau ketemu turis didalam juga nggak bersuara. Bahkan lebih banyak melihat turis turis yang terisak isak nangis. Padahal mereka nggak ada sangkut pautnya dengan orang orang yang mati tersebut, mereka dari Ghana, Lesotho, Mozambiq atau entah dari negara mana, yang jelas negara Afrika karena warna kulitnya hitam.

.
Nyandar Saja Ya Mas
Jangan Niru Niru Bule Ciuman Di Lorong
Mending diatas saja, jalan jalan di lorong melihat anak anak main petak umpet. Kalau nasib baik bisa melihat juga  bule ciuman dilorong lorongnya. Agak mojok sedikit ditempat paling ujung juga bisa melihat orang cari tempat sepi karena kebelet pipis. Terserah anda mau ngapain ditempat ini. Nggak ada yang jaga dan tempat ini dekat tempat parkir atau tempat berhenti bus turis. Jadi begitu turun dari mobil atau bus turis, bisa singgah masuk lorong sebentar, pipis kemudian jalan kembali menuju obyek wisata utama Brandenburg Gate, Rheistag dan lain lain yang jaraknya tidak lebih dari 100 – 300 meter saja dari monumen Yahudi ini. Gimana, mau pipis di pojok lorong atau mau niru bule ngumpet ciuman ?
.
Trotoar Menuju Brandenburg Gate
Paling Cuma 300 Meter Saja
Bisa Baca Sejarah Di Lantai
Sambil Jongkok

.

Baca Juga :

Ogah Ah Kalau Niru Niru
Bule Ciuman Di Tempat Kayak Beginian
Bagian Bawah Tanah
Yang Sedikit Lebih Terang
Tempat Bus Berhenti Menaik Turunkan
Turis – Dekat Dengan Brandenburg Gate
Lorong Diantara Peti Mati
Bisa Main Petak Umpet