Category Archives: Indonesia

Cengkir Heritage Resto And Coffee

Cengkir Heritage Resto And Coffee
Jln Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta
Saya sedang menginap di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta saat itu. Tetapi suasana dihotel tidak nyaman sama sekali karena kedatangan tamu Kapolri Tito Karnavian beserta rombongan dan pengawal pengawalnya. Dimana mana disegala sudut hotel penuh polisi, ada yang joget Poco Poco di kolam renang, ada juga yang pakai batik tapi bawa HT ngawasi orang yang keluar masuk. Kapolrinya cuma satu tapi yang ‘sowan’ ke Hotel lebih dari satu batalyon, 4 hari nonstop siang pakai seragam polisi lengkap dan malam pakai batik joget Poco Poco.

 

Nasi Ngambil Sendiri Di Dapur
Ada Dua Kukusan Berisi Nasi Putih Dan Nasi Merah
Karena suasana di hotel tidak seperti normalnya hotel, maka saya cari suasana yang lain daripada yang lain. Nah akhirnya ketemu juga tempat nyantai sambil leyeh leyeh ngopi, makan dan ngemil. Namanya Cengkir Heritage Restaurant And Coffee. Lokasinya sekitar 2.5 Km dari hotel Hyatt Regency, tepatnya di Jl Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta. Ini restaurant ndeso yang terletak di ndeso dengan menu makanan rumahan ala ndeso juga.
Nasi Merah Dan Nasi Putih
Hangat Kepul Keput Ngambil Sendiri Di Dapur

 

Karena restaurant ini di Yogya, maka ‘style’nya seperti warung mahasiswa. Nasi ngambil sendiri didapur, lauk milih dan ngambil sendiri di meja lalu lapor ke kasir untuk dihitung dan bayar. Setelah itu baru cari meja untuk menyantap makanan. Kalau anda pernah jadi mahasiswa di Yogya, pasti tidak akan asing lagi dengan cara bayar menunjukkan lauk dan piring seperti ini.
Ada Sop Kampung, Jangan Bening, Sayur Lodeh
Lauknya Tahu, Tempe, Telor Dadar
Malam hari, restaurant ini semakin ramai untuk ngopi dan leyeh leyeh. Suasana ndeso dengan lampu kerlap kerlip ala kadarnya membuat tamu semakin banyak yang datang. Soal rasa masakannya menurut saya tidak terlalu istimewa, benar benar masakan rumahan seperti yang sering kita nikmati sehari hari. Harganyapun juga normal dan cenderung ke ‘harga mahasiswa’. Silahkan datang dan mencoba sendiri kalau anda sedang di Yogya.
Dapur Ndeso Aroma Ikan Gorengnya
Harum Dan Bikin Lapar
Lokasinya Masih Ndoso
Belum Banyak Rumah Disekitarnya
Tempat Parkirnya Sangat Luas
Batas Desa Ngaglik Didepan Restaurant
Banyak Sepeda Motor
Berarti Pengunjungnya Kebanyakan Mahasiswa
Dekorasi Ndeso Didepan Restaurant
Makan Dulu Ya
Meja Dan Kursinya Jadul Semua
Pendopo Restaurant Baru
Sepertinya Restaurant Masih Berkembang Terus
Kalau Malam Ramai Mahasiswa Mahhasiswi
Ngopi Sambil Nyantai
Menjelang Malam Suasan Ndeso
Semakin Menarik

 

Baca Juga :

Mangut Lele Anaknya Mbah Marto

Mangut Lele Dimasak Dengan Kayu Bakar
Jaman Sekarang Cukup Potongan Triplek, Dan Kusen
Sudah lama sekali saya tidak ke Bantul mencicipi Mangut Lele di dusun Geneng, Sewon – Panggungharjo. Mungkin terakhir saya berkunjung sekitar 20-30 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di Yogya.  Saat itu, warung terkenal di kalangan mahasiswa Yogya, khususnya mahasiswa ISI tersebut belum punya nama, Paling para mahasiswa kalau ngajak makan ketempat tersebut hanya menyebut Mangut Lele Nggeneng saja karena lokasinya di dusun Geneng,  Saat itu, lokasi tempat makan Mangut Lele ini masih benar benar pedesaan, di dapur sebuah rumah desa dengan halaman yang luas. Mangut Lelenya masih dijajakan keliling desa sampai Bantul oleh para pedagang keliling. 

Ini Anaknya Pak Marto Yang Juga Buka Usaha
Mangut Lele Disamping Warungnya Pak Marto

Saat ini, warung ‘legendaris’ tersebut sudah sangat terkenal sampai keluar negeri berkat publikasi Internet dan medsos facebook, tweeter, instagram dll dari para ‘alumni’ pelanggannya yang telah tersebar disegala penjuru dunia dan pelanggan baru yang saat ini masih kuliah di Yogya. Pemilik sekaligus peracik Mangut Lelenya sekarang sudah tidak muda lagi. Pak Marto sudah beralih nama menjadi Mbah Marto. Dan rumahnya sekarang sangat terkenal di jagad maya dengan nama Warung Mangut Lele Mbah Marto.

Balpirik, Decolgen, Energen, Tolak Angin
Juga Ada

 

Sebenarnya, nggak ada papan nama yang secara tegas menyebut nama Mangut Lele Mbah Marto, tetapi seluruh penduduk Panggungharjo, Bantul akan langsung tahu kalau anda bertanya dimana letaknya. Jaman sekarang, cukup cari saja lokasinya pakai Google Map, Waze atau aplikasi lainnya. Untuk mencari lokasinya tidak semudah seperti jaman dulu karena saat ini disekitar rumah mbah Marto sudah berdiri banyak sekali bangunan perumahan. Harus keluar masuk gang sempit untuk bisa menemukannya. Jangan khawatir tidak ketemu, meskipun ndeso yang dulu ijo royo royo tersebut sekarang ini sudah berubah jadi perumahan kota, penduduknya masih tetap ‘khas‘ pedesaan, sangat ramah dan dengan tulus mengantar tamu sampai depan warung.
Sekarang Sudah Modern – Bisa Delivery Pakai Gojek
Lele Asap Dan Bumbu Dikemas Plastik

 

Nggak begitu banyak perubahan sebenarnya, cuma sekarang ini anaknya pak Marto juga buka warung yang sama di bekas pekarangan rumahnya yang sudah berubah jadi rumah tinggal sekaligus warung. Tata cara pemesanan dan makan di rumah mbah Marto atau anaknya sama saja, yaitu langsung masuk ke dapur, ngambil nasi sendiri dan ngambil Mangut Lele langsung dari atas tungku. Setelah itu silahkan cari tempat duduk sendiri dimanapun, bisa di dapur, di ruang tamu, di gang, dibawah tempat jemuran pakaian dan lain lain.
Delivery Yang Sudah Siap Makan Juga Ada
Pak Gojek Siap Njemput

 

Soal rasa juga mak nyus, nggak berubah sejak jaman dulu. Namanya saja warung keluarga mbah Marto, maka seluruh keluarga besarnya terlibat dalam pengasapan Lele, ngulek bumbu, melayani delivery dan lain lain. Jadi silahkan saja anda mau duduk dan menyantap Mangut Lele di rumahnya mbah Marto atau dirumah anaknya mbah Marto dijamin rasanya sama saja.
Kayu Bakar Semakin Susah Dicari
Jadi Sekarang Cukup Potongan Triplek Dan Kusen Pintu

 

Yang berbeda dengan jaman dulu, saat ini semakin susah cari kayu bakar. Jadi jangan kaget kalau yang anda saksikan di tungku hanya potongan triplek, kayu kayu bekas kusen pintu dari bongkaran rumah dan lain lain. Meskipun bahan kayunya lebih ‘modern’ dibanding jaman dulu, dijamin rasanya tetap sama saja.
Gang Masuk Ke Dapur Anaknya
Mbah Marto
Masuk Gang Ini Menuju Ke Dapur Anaknya Mbah Marto
Lurus Dikit Ke Dapurnya Mbah Marto
Sekarang Ada Tukang Parkir Meskipun
Sama Tuanya Dengan Mbah Marto
Makan Boleh Dimana Saja


Baca Juga :

3 Langkah Cepat Dan Mudah e-Visa Istanbul, Turkey

Halaman Utama eVisa Turkey
Minimalis Dan Hanya 3 Langkah Saja
Tidak Lebih Dari 3 Menit Sudah Dapat Visa

 

Ingin jalan jalan ke Turkey ? caranya sangat mudah sekali. Anda bisa ngantri langsung di bandara bandara di Turkey dan mengajukan Visa On Arrival (VOA) disana atau mengajukan eVisa secara online darimana saja dengan computer, laptop atau smartphone anda. Untuk VOA syarat dan prosesnya bisa klik dan baca Ke Turkey Dengan Visa On Arrival. Sedangkan untuk eVisa, linknya bisa diklik dan baca melalui tulisan saya sebelumnya Ke Turkey Dengan e-Visa. Langkah langkahnya sangat sederhana sekali dan tidak banyak syarat syarat yang harus diisikan atau diupload. Nggak perlu bukti tiket pesawat pulang pergi, nggak perlu bukti booking hotel, nggak perlu upload photo, nggak perlu bukti punya travel insurance dan nggak perlu juga mengisikan kemampuan financial kita. Ikuti langkahnya mengikuti urutan sebagai berikut :

 

Setelah Klik APPLY Dari Menu Utama
Pilih Dan Isikan Negara Anda Indonesia
Sangat Mudah Dan Sederhana Kan ?


Isikan Tanggal Kedatangan
e-Visa Anda Berlaku 30 Hari Sejak Tanggal Kedatangan
Biaya  USD 25
Isikan Data Data Pribadi Anda Sesuai Passport
Tidak Rumit Dan Sekitar 10 Data Saja
Yang Harus Diisikan
Selesai
Periksa E-Mail Anda, Kalau Belum Terima
Klik Resend E-Mail
E-mail Anda Isinya Kayak Gini
Klik Saja Tombol Hijau Untuk Approve. Ikuti Saja
Menu Yang Muncul Untuk Bayar Biaya e-Visa
Dengan Credit/Debet Card Anda
Ini Dia e-Visa Turkey
Waktu Yang Diperlukan Tidak Lebih Dari 3 Menit Saja

 

Saya sarankan anda membuat e-Visa saja daripada pegel linu harus berdiri ngantri VOA di bandara bandara Turki. Ngantrinya luar biasa panjang dan lama. Baca saja keadaan bandara bandara di Turki sejak negara tersebut memberlakukan VOA dan e-Visa melalui link Turkey Setelah VOA Dan E-Visa

 

Gegap Gempita Berita Visa On Arrival Bagi
30 Negara Termasuk Kuwait
Horeee Bisa Ke Jabal Jannah
Bagaimana dengan e-Visa di Indonesia ? Beberapa bulan lalu Presiden Jokowi memberi ijin bagi 30 negara untuk masuk ke Indonesia hanya dengan Visa On Arrival. Beritanya cukup gegap gempita di koran koran di Timur Tengah. Saya nggak bisa ngitung berapa banyak Arab yang ingin wisata ke Indonesia. Yang saya dengar kebanyakan mereka ingin pergi ke Jabal Jannah alias Bukit Sorga, nama lain dari Puncak. Tapi sayang sekali, website e-Visa pemerintah Indonesia sangat memble hasil design Lapak Rental Computer. Rumit, lama dan kawan kawan saya Arab merekomendasikan untuk Go Show saja, Langsung terbang dan ngantri VOA di Indonesia saja.

 

Sehari Dibatasi 500 Pengajuan Online
Keterangannya Puanjang Sekalil
Yang Diisi Buanyak Dan Harus Dicheck Terus
Apakah Disetujui Atau Tidak
Prosesnya Sangat Mirip Dengan eVisa Turkey
Tapi Petugas Imigrasi Perlu Waktu Lama
Untuk Verifikasi Manual
Halaman Untuk Ngecheck Status
Mana Ada Turis Arab
Yang Ngerti Bahasa Indonesia
Website Hasil Design Rental Computer
Meskipun Yang Dipilih Bahasa Inggris Tapi
Yang Keluarn Tetap Bahasa Indonesia

Sumber : Directorate Of Immigration

Baca Juga :

Europe, Benarkah Gadget Bisa Terjual Jutaan Dalam Sehari ?

Presikhaf – Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
.
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?.
 .
Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
.
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua.
 .
Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
.
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.
 .
Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
.
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.
 .
Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

.

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
.
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?.
 .
Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
.
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.
 .
Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal
Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

.

Baca Juga :

Sate Jamur Di Je Jamuran Yogyakarta

Je Jamuran Restaurant
Lokasinya Ngumpet Tetapi Selalu Rame

 

Kalau GPS Anda Berhenti
Di Gambar Diatas Artinya
Wis Tekan

Seperti biasa kemanapun saya bepergian selalu saya sempatkan untuk googling mbah Google untuk mencari kuliner yang unik, enak dan menarik. Referensi saya selalu TripAdvisor, kalau commentnya banyak dan positif maka langsung saya masukkan dalam list yang patut dicoba, Lokasinya terpencil dan susah dicari akan menjadi nilai plus dari acara jalan jalan saya. Kali Ini anda akan saya ajak jalan jalan ke Restaurant Je Jamuran di Yogyakarta. Lokasi tepatnya adalah didesa Niron, Pendowoharjo – Sleman, Yogyakarta. Dari jalan raya Yogya Magelang kira kira Km 11, beberapa ratus meter dari alun alun Sleman langsung belok kanan di perempatan Beran lor melalui jalan kecil sejauh kira kira 800 meter. Untuk mudahnya, set GPS anda dengan arah S 07* 42′ 19.8″ – E 110* 21′ 48.4″.

Pakai Google Translate
Untuk Menerjemahkan Kata ‘Telah Tiba Di’
Artinya GPS Anda Akurat

 

Restaurant Je Jamuran
Banyak Turis Yang Datang

Saya tidak akan menceritakan tentang rasa makanan di restaurant ini soalnya masalah selera bisa berbeda beda. Kalau saya mengatakan enak bisa jadi anda tidak suka. Yang saya sukai dari restaurant ini adalah lokasinya yang ngumpet dan cukup jauh dari lokasi wisata kota Yogya. Saya mengikuti petunjuk GPS waktu mencari restaurant ini, dan harus keluar masuk desa lewat jalan sempit karena GPS mengarahkan saya untuk melalui jalan didepan hotel Hyatt (Jln Monjali). Pemandangan desa yang hijau dan asri antara Monjali dan Restaurant sangat menarik dibanding kalau lewat jalan raya Yogya Magelang.

Nggak Nyangka Semua Makanan
Terbuat Dari Jamur

 

Begitu sampai didepan restaurant, mau nggak mau harus tersenyum lebar membaca tulisan ‘Wis Tekan’, ‘Sudah Nyampai’, ‘Sampun Dugi’ dan berbagai macam bahasa lain dari segala penjuru dunia dengan arti sama karena diterjemahkan dengan menggunakan Google Translate.

 

Sate Jamur Meskipun KW1
Rasanya Sangat Mirip Dengan Sate Kambing

 

Lumpia Jamur
Rasanya Nggak Ada Beda
Dengan Lumpia Ayam

Begitu masuk kesan pertama yang saya rasakan adalah Restaurant Khusus Wisatawan karena pengunjungnya kebanyakan turis asing yang makan sambil menikmati Music Live. Tapi sebenarnya masuk akal juga kenapa restaurant ini banyak dikunjungi turis asing. Ulasannya banyak dijumpai di Trip Advisor dan berbagai macam web travelling. Bayangan saya, makan di restaurant ini pasti akan merogoh kantong yang sangat dalam. Ternyata tidak juga, bahkan bisa saya katakan harganya termasuk ‘Harga Yogya’, relatif murah dibanding dengan kota kota lain di tanah air. Apalagi fasilitas restaurant yang sangat bagus sekali mulai dari tempat sholat yang bersih, toilet yang selalu wangi, music live dan lain lain.

 

Daftar Menu Serba Jamur
Harganya Khas Yogya
Menu makanan andalan Restaurant Je Jamuran ini adalah Sate Jamur dan Tongseng Jamur.Tekstur Jamur yang kenyil kenyil membuat susah dibedakan dengan daging kambing/ayam. Silahkan coba, meskipun semua makanan KW1, anda akan susah membedakan apakah sedang makan jamur atau daging kambing. Menu lain serba jamur masih banyak, seperti Jamur Penyet, Jamur Bakar Pedas, Sop Jamur, Tom Yum Jamur, Tumis Jamur Lombok Ijo, Pepes Jamur dan lain lain.
Bisa Mengenal Berbagai Macam
Jenis Jamur
Selain makan, nonton Music Live, sholat di Musholla yang bersih kita masih bisa mondar mandir belajar mengenal berbagai macam jamur yang enak dimakan maupun jamur beracun. Ada karyawan yang dengan senang hati menjelaskan dengan berbagai macam bahasa. Mulai jamur Merang, Shiitake, Jamur Kancing, Monkey Head Mushroom, King Oyster Mushroom, Jamur Kuping, Jamur Lingzhi dll semua ada contohnya dan hidup bukan cuma gambar doang.

 

Hall Of Fame
Semua Publikasi Nasional Dan Internasional
Terdokumentasi Di Dinding

 

Ada Gambar Jamur
Di Penutup Gorong Gorong
Tukang parkir dan securitynya juga cukup unik dan khas orang Yogya yang suka guyon dan punya rasa humor tinggi. Kaosnya tertulis berbagai macam tulisan unik yang bisa bikin tersenyum :
Dari Pada Keserempet, Masuk Lobby Saja
Monggo Pinarak Mas Bro dan Mbak Sist
 .
 .
 .
 .
 .
Petugas Parkir Dan Pramusaji

 

Petugas Parkir
Tulisan Di Kaos Unik Dan Ngundang Senyum
Khas Yogya

Baca Juga :

Monggo Pak De, Numpang Lewat Mbah

Puncak Gunung Penanggungan Dilihat Dari Puncak Bayangan
Kira Kira 1 Jam Lagi Untuk Menuju Puncak Gunung Penanggungan

Di Kuwait tidak ada gunung sama sekali dan karena sejak kecil anak anakku tumbuh dan besar di Kuwait, maka hal ini membuat mereka lupa akan kekayaan alam Indonesia yang begitu indah, yaitu Gunung. Liburan tahun ini kebetulan saya bertemu dengan beberapa ‘rekan’ Mountaineer atau pendaki gunung yang bisa dikatakan tidak muda lagi. Orang bilang, “Seorang Veteran Tak Kan Pernah Merasa Tua” dan hal ini benar adanya. Tantangan untuk mendaki gunung secara marathon langsung saya sanggupi dengan rencana pendakian pertama Gunung Penanggungan, Gunung Arjuna, Gunung Welirang dan Gunung Semeru. Anak bungsuku Dinda juga sanggup untuk belajar Mendaki Gunung sekaligus mendampingi sang Ayah yang secara fisik meragukan karena sudah tidak muda lagi. Semua pengalaman akan saya tuliskan secara berseri dalam blog ini (kalau nggak males nulis) :

Pendaki Gunung Menikmati Matahari Terbit Dari Ketinggian  5423 Feet

Gunung Penanggungan (1653 Meter / 5423 Feet)

Ada 4 jalan untuk menuju puncak, yaitu lewat jalur Trawas, Jolotundo, Ngoro atau Pandaan. Saya memilih lewat Jalur Trawas karena paling dekat dari Surabaya, hanya sekitar 50 Km saja. Dari Trawas langsung menuju desa Rondokuning (6 Km) dan lapor ke pos pendakian yang berupa warung setelah itu langsung naik lewat jalan setapak yang dikelilingi oleh lebatnya hutan lindung yang dipenuhi pepohonan jempurit, kluwak, ingas, kemiri, dawung, bendo,wlingo dan jabon. Ada juga pohon pohon kecil seperti laos, kunir dan jahe dengan tanah yang cukup lembab. Pendakian masih terasa ringan karena kemiringan cuma 15 – 25 derajat dan sekitar 2 – 3 Km saja.

 

Pendakian Mulai Jam 21:00
Mobil Cukup Di Parkir Di desa Rondokuning – Trawas
Selanjutnya kemiringan naik menjadi 30 – 40 derajat dengan hutan pohon kaliandra dikiri dan kanan. Semakin keatas kemiringan lebih ekstrim lagi yaitu 40 – 50 derajat sepanjang 1 Km lebih. Sampai di dada gunung kemiringan sudah mencapai 50 – 60 derajat dengan jurang dan tebing disebelah kiri dan kanan. Setelah itu sampailah ke suatu tempat yang disebut Puncak Bayangan, tempat yang relatif datar untuk membuka tenda dan beristirahat sejenak. Dari Puncak Bayangan menuju Puncak kemiringan sangat ekstrim sekali yaitu antara 60 – 80 derajat dan sudah tidak ada tumbuhan lagi. Puncak gunung Penanggungan ini gundul penuh batu padas yang licin dan seringkali bebatuan terlepas dan menggelundung kebawah.

 

Suasana Malam Desa Rondokuning
Penuh Pendaki Yang Ingin Merayakan 17 Agustusan
Di Puncak
Total waktu diperlukan untuk mencapai puncak melalui jalur Trawas sekitar 5 – 6 Jam. Tidak ada sumber air disepanjang jalur ini sehingga bekal air harus benar benar cukup. Jalan setapak juga tidak banyak bercabang sehingga kemungkinan kesasar kecil kecuali kalau anda disesatkan oleh makhluk gaib penghuni gunung yang tidak menghendaki kedatangan anda. Oleh karena itu selalu berdoa sebelum naik keatas, jangan bertindak yang aneh aneh saat diatas, berdoa minta ijin kalau mau buang hajat dan lain lain.

 

Start Awal, Jalanan Masih Landai
Jalur Jolotundo. Jalur ini lebih wingit karena disepanjang jalan melewati candi candi peninggalan Mojopahit. Disamping itu disepanjang jalan juga melalui berbagai macam gua pertapaan yang konon banyak dihuni makhluk halus. Tetapi logika saya mengatakan kenapa jalur ini wingit dan banyak sekali pendaki hilang atau kesasar karena sangat banyak sekali jalan setapak yang menyesatkan. Pos pendakian berada di desa Jolotundo, sekitar 9 Km dari Trawas. Sekitar 1 jam pendakian anda akan melewati Watu Talang, sebuah batu padas dengan panjang sekitar 7 Km tanpa terputus yang memanjang seperti talang air dari leher gunung sampai mendekati desa Jolotundo. Dari bawah sampai ke atas candi candi yang dilewati diantaranya adalah Candi Putri, Candi Pure, Candi Gentong, Candi Shinto, Candi Carik, Candi Lurah dan sampailah ke Puncak. Sebagian besar candi dalam keadaan rusak. Hati hati, konon jalur ini sarangnya demit, jangan sembarangan buang air kecil disini. Persimpangan jalan setapak juga sangat banyak dan bisa menyesatkan.

 

Hanya Senter Atau Head Lamp Yang
Bisa Meyakinkan Di Belakang Ada Pendaki Lain
Jalur Ngoro. Anda harus menuju Pandaan dulu untuk mencapai desa Ngoro. Tetapi bisa juga dicapai dari Mojokerto, tepatnya di tikungan jalan antara Japanan – Mojosari. Dari desa Ngoro, kita masih harus menuju desa Jedong (6 Km) lalu menuju dusun Genting (3 Km). Yang menarik, di jalur ini terutama dusun Genting penduduknya berbahasa Madura. Jalur ini sangat ekstrim sekali karena sebagian besar kemiringan 70 – 80 derajat dan jauh lebih sulit dibanding jalur Jolotundo atau jalur Trawas.

 

Dinda, Untuk Pertama Kali Bisa Mencapai Puncak
Gunung Penanggungan
Ada rasa bangga saat mendaki Gunung Penanggungan kali ini, yaitu anakku Dinda, telah memiliki keberanian dan mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat pendakian, tahu tehnik pendakian yang benar dan tetap semangat untuk mengikuti pendakian gunung gunung berikutnya.

 

Mesin Tua – Masih Sanggup
Mencapai Puncak
“Pucuk…Pucuk…Pucuk“, inilah yel yel penyemangat yang selalu diingatnya untuk menuju puncak.
“Ayaaaah…….”, Inilah teriakan yang selalu saya dengar saat Dinda memastikan Ayahnya masih didepan atau tertinggal jauh di belakang. Selalu saling memanggil adalah tehnik dasar untuk memastikan bahwa kita masih berdekatan.

 

Di Atas Gunung Semua Saudara
Tua Muda Semua Sama

“Monggo Pak De”

“Numpang Lewat Mbah..” 

Inilah dua salam dari pendaki lain saat mendahului aku. Terasa pahit dan nggak enak di telinga tetapi tetap harus saya terima apa adanya karena kenyataannya memang saya sudah tidak muda lagi seperti dulu dan berkali kali didahului pendaki yang lebih muda dan kuat. Apalagi saat perjalanan turun, saya harus meraih sebatang kayu sebagai tongkat untuk menjaga agar tetap berdiri tegak sampai di garis finish.




Selesai Upacara 17 Agustusan
Siap Siap Turun Ke Trawas Kembali

Salam,

Sampai jumpa pada pendakian gunung Arjuno, Welirang, Semeru atau gunung lain dalam blog ini juga.

ARDI DAN DINDA

Kemiringan 80 Derajat
Kalau Naik Harus Merangkak
Turun Harus Antri
Penuh Sesak Karena 17 Agustusan

 

Sampai Kembali Di Desa Rondokuning Trawas
Disambut Anak Istri Dan Kawan

 

Mesin Tua Kelelahan Di Garis Finish
Harus Pakai Tongkat Dan Dipapah
Biar Tidak Terjatuh

 

Arab Nglencer Ke Bali Indonesia

Pemandangan Dari Hotel
Villa Bintang 5 Dengan Private Swimming Pool
Sauna Dan Jacussi – Kapan Lagi
Arab Sedang Ngantri
Flying Fish Di Tanjung Benoa
Dua minggu saya menemani anak anak remaja Arab, UK dan US ke Jakarta dan Bali. Tentu sebisa mungkin saya arahkan untuk berkunjung ke obyek obyek wisata yang menarik dan paling aman.  Apalagi, rombongan Arab yang saya bawa ini bukan termasuk golongan ‘Turis Kere’, Turis Pas Pasan’ atau ‘Backpackers’. Bayangan saya, pasti semua turis Arab ini punya selera tinggi, kalaupun masuk tempat shopping pasti mintanya Mall Mewah. Oleh karena itu selama di Bali saya pilihkan hotel dan obyek wisata yang paling exclusive dan high class. Kalau bisa semuanya sudah tersedia di Hotel karena sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka. Ternyata meleset semua, selama di Indonesia seleranya Kere.
Diving Di Tanjung Benoa
Kode Artinya  Nggak Mau Mentas
PHOTO MODEL
Mam… Acting Please..
Arabpun Senang Kuliner Kaki Lima
Baik di Jakarta maupun di Bali, rombongan Arab ini maunya selalu jalan kaki, naik angkot, bajaj atau transjakarta. Mereka saya ikuti terus karena saya tidak menginginkan mereka dapat musibah dipalak atau dijambret orang selama di Indonesia. Tetapi, jalan kaki dengan jarak 100 meter saja bisa ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam. Mulai dari Bajaj, Kios Ponsel, Warung Makan kakilima, gerobak sampah dan apapun yang disaksikan sepanjang jalan semuanya diphoto. Berhenti 3 menit, photo lagi. Apesnya, saya yang dijadikan model photonya. ‘Mam… acting please…’. Dan sekarang wajah saya bertebaran dan terpampang di Instagram, Tweeter dan Facebook anak anak remaja Kuwait. Lihat saja gambar selebritis atau photo model ‘Khusus Gerobak Sampah, Kios dan Warung PKL‘  hasil jepretan mereka disamping.
Saya Ajak Ke Pasar Dibelakang Rumah
See The Camera Mam !!!
Tukang Ojekpun Diphoto
Pingin Coba Naik Ojek Tapi Saya Larang
SARIMIN DANCE
Kursi Sofa Ini Disingkirkan
Untuk Sarimin Dance
Rombongan Arab ini saya ajak ke Uluwatu untuk menyaksikan Tari Kecak sambil melihat Sunset yang sangat terkenal diseluruh dunia. Bayangan saya, kalau nggak lihat Tari Kecak atau Barong Dance tentu bukan ke Bali namanya. Tetapi ternyata nggak ada yang suka dan semuanya rewel minta segera balik ke hotel. Ternyata, di hotel mereka bikin acara sendiri malam itu juga, yaitu Joget Arab. Karena sehari sebelumnya mereka melihat atraksi Topeng Monyet didepan Mall Ambassador Jakarta, maka gerakan tari mereka lebih banyak menirukan gerakan Sarimin. Kira kira perpaduan antara gerakan tari Sarimin dan Hanoman seperti yang mereka lihat di Kecak Dance sore harinya. Sebagai bangsa Indonesia yang punya banyak sekali budaya dan tari tarian, saya ajarkan juga cara Salto dan Koprol biar lebih ancur Joget Arabnya.
Sarimin Dance Kayak Gini
Yang Ditiru Arab
Menunggu Sunset Di Uluwatu
 
ISTIGHOSAH
Di Kolam Renang Ini
Arab Ngumpul Istighosah
Di Tanjung Benoa, dua hari nonstop rombongan Arab ini mengikuti semua paket Water Sport, mulai dari Banana Boat, Diving, Sea Walk dan Fly Fish semua tidak dilewatkan. Kembali ke hotel, masih nyemplung lagi ke kolam renang. Tentu anda bertanya seperti apa suasana kolam renang kalau isinya Arab semua, iya kan ? Ternyata cukup seru sekali dan diluar dugaan saya. Pada saat mulai nyemplung, keluarlah bahasa aslinya atau bahasa ibu, yaitu bahasa Arab. Suasana kolam renang yang semula sepi tiba tiba berubah seperti sedang ada acara Istighosah, Tahlilan atau Pembacaan Sholawat Tidak bisa dibedakan apakah mereka sedang bicara, bersenda gurau atau sedang baca doa. Inilah untuk pertama kali saya mendengar dan melihat dengan mata dan kepala sendiri suasana Istighosah / Sholawat atau Tahlilan di kolam renang.
Mau Istighosah Di Dalam Air ?
Baca Juga :