Category Archives: India

Politisi, Hoax Dan Demo Di Humayun’s Tomb

Demo Usai Jumatan Jalan Kaki Menuju Kuburan Humayun
(Humayun’s Tomb) – Disiarkan Live Di Medsos
Saya beberapa bulan lalu ke New Delhi dan diajak keliling kota New Delhi oleh seorang teman India dari Kuwait. Sepanjang jalan, seisi mobil sangat ceria, saling tertawa terbahak bahak membandingkan Demo Jaman Now di India Versus Indonesia. Ternyata pola, scenario dan tingkah laku demonstran di India hampir sama saja dengan di Indonesia. Demonya selalu hari Jumat dimulai setelah Jumatan, rame rame jalan kaki dari Masjid menuju lokasi dekat Humayun Tomb sambil teriak teriak Allahu Akbar, Turunkan Modi (Prime Minister India) dan broadcast ‘Live’ di Facebook, Tweeter dengan judul Spektakuler, kira kira artinya ‘7 Juta Turun Ke Jalan Siap Gulingkan Modi‘.
Sama Saja Dengan Di Indonesia,
Teriak Teriak Allahu Akbar,Turunkan Modi Dan
Nyebut Nyebut Anjing, Kampret Dan Monyet
Di TV, malam itu juga tidak kalah serunya. Acara semacam ILC juga ribut debat antar politisi. Seru membicarakan Demo dan berita HOAX yang berseliweran di Medsos. Ada yang percaya, tidak percaya, khawatir pengaruh medsos Jaman Now, nyengir, tertawa, marah dan tersinggung. Ulama India yang bikin kisruh negara juga banyak. Yang terkenal adalah Zakir Naik dan saat ini statusnya masih Buron, kabur meninggalkan India dan saat ini ngumpet di Uni Arab Emirates. Sialnya, Kewarga Negaraan ustad kontroversial ini sudah dicabut pemerintah India dan tidak bisa lagi pulang untuk orasi bersama kelompoknya di India.
Sama Saja Dengan Di Indonesia, Ngakunya 7 Juta
Boleh Teriak, Tapi Nggak Boleh Bawa Bendera Palestina
Pemerintah India juga dibikin sibuk sekali. Berkali kali mengadakan recruitment besar besaran mengajak warganya untuk bergabung dengan Indian Army dan department apapun dipemerintahan. Tujuannya cuma satu saja, yaitu mengajak masyarakat untuk Ikut ‘Menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik India)‘ tanpa senjata. Cukup dengan jari dan keyboard komputer saja dengan tujuan untuk menangkal serangan berita berita HOAX yang gencar sekali mengadu domba masyarakat dengan issue SARA.
Iklan Lowongan Pekerjaan ‘Jaga NKRI’
(Negara Kesatuan Republik India)

 

Ngumpulnya kenapa di sekitar Humayun’s Tomb ?.  Karena orang orang yang demo tersebut mengatakan bahwa India itu milik orang orang Islam dan harus dipimpin oleh Muslim dan harus berdasarkan Syariah. Humayun yang dimakamkan disini nama lengkapnya Nasir Ud-Din Muhammad Humayun. Memang benar bahwa dia Muslim, ‘The Second Emperor Of Mughal Dynasty’. Termasuk orang orang pertama yang menyebarkan dan membesarkan kekuasaan Islam dengan wilayah kekuasaan di Afghanistan, Pakistan dan India Utara. Humayun ini berkuasa tahun 1530-1540 menggantikan orang tuanya Babur dan berkuasa kembali tahun 1555-1556. Peninggalan kekuasaan Islam (Mughal Dynasty) di India memang sangat banyak. Yang terkenal lainnya adalah Taj Mahal di Agra.
India Memang Beda Dengan Saudi Arabia
Meskipun Sama Sama Muslim, Kuburan
Di India Dibangun Besar Dan Megah

 

Nggak usah khawatir untuk wisata dan masuk ke Humayun’s Tomb ini. Aman sekali karena demonstran nggak boleh masuk ke area kuburan. Area taman Humayun’s Tomb ini termasuk UNESCO World Heritage, sehingga keamanannya benar benar dijaga oleh polisi. Disamping itu ada juga warga setempat (sepertinya Ormas) yang ikut menjaga keamanan disekitar pintu masuk saat lagi banyak demo. Yah, kira kira samalah seperti Banser NU yang bertugas menjaga gereja saat hari Natal, cuma mereka semuanya adalah non muslim (Hindu) yang menjaga gedung dan bangunan peninggalan Islam untuk menjaga ketentraman para turis dari berbagai negara.
Ada Banyak Kuburan Keluarga Mughal
Yang Ini Kuburan Isa Khan Niyasi
Silahkan datang ke India dan menyaksikan sendiri peninggalan peninggalan Islam. Anda akan terkejut melihat sejarah Islam disana. Selain kuburan yang indah dan megah, anda juga bisa menyaksikan photo dan lukisan para istri. Ternyata istri Humayun lebih dari 4, yaitu 7 dan semuanya tidak ada yang ber’abaya’ dan bercadar hitam seperti wanita Indonesia Jaman Now. Tapi semuanya  tampil sexy pakai kain Sari tipis. Rrrrruar biasahhhh.  Lihat saja salah satu istrinya melalui link ini Hamida Banu Begum
Muslim Diharamkan Bikin Kuburan Megah
Hahh, Ngaku Aja Nggak Punya Duit

 

Kuburan Muslim Di Humayun’s Tomb
Beda Dengan Kuburan Muslim Di Saudi Arabia
Pintu Kuburan
Penuh Kaligrafi

 

Humayun Ternyata Istrinya 9 Nggak Ada Satupun Yang
Pakai Cadar Hitam, Malah Pakai Kain Sari
Baca Petunjuk Dulu
Biar Nggak Tersesat
Taman Kuburan Islam Humayun’s Tomb
Sangat Luas Sekali
Photo Photoan Dulu
Pagar Yang Memisahkan Kuburan Satu
Dengan Kuburan Lainnya
Bagus, Bersih Dan Luas
Woooo, Ini Gerbang Masuk
Ke Kuburan Islam

 

Advertisements

Pameran Jemuran Di New Delhi India

Asyik, Hanya Di Ibukota Negara New Delhi India
Anda Bisa Menyaksikan Jemuran Dan Pakaian Dalam
Di Jalan Protokol Di Tengah Kota

Saya baru saja melakukan perjalanan ke New Delhi, India. Sekitar jam 11 siang pesawat yang membawa saya dari Kuwait mendarat di Indira Gandhi International Airport. Begitu keluar dari pintu bandara, ternyata sudah ada yang menjemput, seorang pria setengah baya dengan membawa kertas dengan tulisan nama saya. Yang menjemput tersebut namanya Anthony, staff hotel The Lalit, New Delhi yang bertugas menjemput tamu tamu hotel. Saya tebak asalnya pasti dari Goa dan ternyata benar. Orang India yang berasal dari Goa memang umumnya punya nama ‘Western’, bukan nama nama khas India seperti Rakesh, Suresh, Gandhi atau Kumar.

Amazing !!!, Mulai Dari Seprei Sampai Celana Dalam
Dijemur Di Jalan Protokol New Delhi
Sepanjang perjalanan dari airport menuju hotel pemandangan lumayan menarik, tetapi menjelang memasuki pusat kota, pemandangan berubah seketika dan menjadi lebih menarik lagi. Sudah puluhan ibukota negara saya kunjungi, tetapi hanya di New Delhi ini saja saya bisa menyaksikan Jemuran terbentang di jalan protokol di pusat kota. Inilah jemuran terpanjang di dunia yang pernah saya saksikan. Dan baru pertama kali ini pula saya bisa menyaksikan jemuran terlengkap di dunia mulai dari pakaian bayi, seprei, rok, baju pria sampai celana dalam dan BH wanita berbagai macam ukuran.
Huebatt, Hanya Di New Delhi Ada Pameran Textile
Di Jalan Raya Di Tengah Kota
India memang terkenal dengan kain Saree dan industri garment dan textilenya. Bahkan pabrik pabrik textile dan toko textile di Indonesia saja pemiliknya banyak yang berasal dari India. Untungnya,  pengusaha India di tanah air tersebut tidak ada satupun yang mengajari kita cara menjemur pakaian di jalan protokol. Nggak kebayang, seandainya ada orang Indonesia yang diajari cara menjemur pakaian ‘ala India’, seperti apa kira kira pemandangan jalan jalan protokol di Kota kota besar Surabaya, Semarang, Bandung, Medan dan Jakarta.

Rruarr Biasa, Design Textile India Yang Dipajang
Di Jalan Jalan Utama New Delhi

Full Colour, The Wonderful Of India
Bagus Nggak Jemurannya ?

Jantar Mantar Primbonnya Orang India

Pintu Masuk Ke Jantar Mantar Jaipur
Ternyata Salah Satu Dari UNESCO World Heritage
Hebattttt !!!, saya baru tahu ternyata orang India sudah mengenal dan mempelajari ilmu perbintangan (Astronomy) sejak jaman baheula. Bangunan atau monumen kuno peninggalan jaman baheula tersebut tersebar di 5 tempat yang terpisah cukup jauh dan diberi nama Jantar Mantar. Yang terbesar adalah Jantar Mantar Jaipur, kemudian ada juga di New Delhi, Ujjain, Mathura dan Varanashi. Semuanya masuk dalam cagar budaya yang dilindungi dari UNESCO World Heritage Site.
Ada Tour Guide Yang Menjelaskan Astronomy
Keren Juga Bisa Belajar Astronomy Singkat

Bangunan Observatory antik ini dibangun oleh Maharaja Jai Singh II dari Jaipur dan selesai dibangun dan beroperasi tahun 1724 sampai 1735. Ada 19 monumen didalam masing masing taman Jantar Mantar. Nama masing masing monumen tersebut diantaranya Samrat Yantra, Jai Prakash, Ram Yantra, Niyati Cakra dan lain lain. Setiap monumen punya bentuk yang berbeda dan digunakan untuk berbagai macam perhitungan astronomy.

Tempatnya Cukup Luas Cocok Buat
Photo Photoan

Jelas sekali tujuan dibangunnya monumen monumen unik ini untuk tujuan ilmiah jaman itu. Diantaranya untuk menentukan pergerakan bulan, matahari dan planet planet karena terlihat dari banyaknya tabel tabel astronomy yang tertempel di dinding. Ada juga garis melintang, membujur menggambarkan coordinate system, horizon-zenith local system, equatorial system, ecliptic system dan entah apa lagi. Saya sudah lupa istilah istilah geografi  yang pernah saya pelajari saat  SMP/SMA dulu.

Namanya Jai Prakash Yantra – Ada Dua Buah
Perlu Tour Guide Untuk Bisa
Membaca Kode Kode Astronomy Rumit Seperti Ini
Nggak perlu saya jelaskan bagaimana cara membaca bayangan sinar matahari di masing masing Yantra yang ada di Jantar Mantar Jaipur melalui blog ini. Saya hanya ingat 5 menit saja saat Tour Guide Jantar Mantar mendampingi dan menjelaskan secara detail saat itu saja. Hari berikutnya sudah lupa, langsung ‘blank’ semua tanpa sisa sedikitpun di kepala. Selamat menikmati photo photo dibawah ini saja.
Ramalan Pergerakan Bumi, Matahari Dan Planet
Kuno Seperti Ini Katanya Masih Dipakai Sampai Sekarang
Catatan : Sebagai orang Jawa sebenarnya saya juga mengagumi warisan leluhur yang bernama Primbon.  Nggak perlu repot repot membangun monumen seperti orang India, tapi cukup baca buku ‘Primbon Betaljemur Adammakna‘, maka siapapun saat ini bisa meramal ‘hari baik’, ‘bulan penuh rejeki’, ‘menentukan kapan tanggal pernikahan’, ‘bulan apa harus panen’, ‘hari naas’ dll. Harusnya Primbon juga termasuk warisan leluhur yang dilindungi oleh UNESCO.
Tour Guide Jantar Mantar Jalannya
Cepat Sekali Huhhhh
Wajan Martabak Besar Ini Juga Untuk Astronomi
Ada Kode Kode Rumus Yang Rumit
Parabola Kuno Ini Juga Banyak Kode Kode
Rumus Yang Sulit Saya Mengerti
Keren, Ada Pahatan Tentang Sudut, Azimuth,
Longitude, Latitude dll.
Nama Nama Bintang Aries, Taurus, Capricorn dll
Ternyata Sudah Terpahat Sejak Jaman Baheula
Saya Kira Astronomi Termasuk Ilmu Baru
Dinding Yang Melingkari Jantar Mantar Jaipur
Sangat Tebal Dan Megah
Nah Gimana Cara Menginterpretasikan
Bingung Kan ?
Ini Namanya Vrihat Samrat Yantra
Bayangan Yang Jatuh Di Dinding Melengkung
Mempunya Arti Yang Saya Nggak Tahu Sama Sekali
Photo Sesuai Nama Bintang Gemini, Leo, Cancer Dll
Lalu Pertanyaan Saya Siapa Yang Pertama Kali
Memberi Nama Bintang Bintang Di Langit

 

Sekilas Maharana Pratap Airport, Udaipur India

Gerbang Masuk Maharana Pratap Airport
Maharana Pratap Airport adalah domestic airport kota Udaipur, India. Sering juga disebut Udaipur Airport. Jaraknya dari kota Udaipur sekitar 22 Km saja. Nama Maharana Pratap diambil dari nama penguasa setempat saat jaman baheula. Bandaranya lumayan besar sekitar 504 Acres dan diresmikan tahun 2008. Tapi sepinya minta ampun, hanya ada 5 airline yang mendarat dan terbang melalui bandara ini. Contohnya Air India, Spice Jet, IndiGo, Jet Airways dan Supreme Airlines.
Gedungnya Besar
Tapi Jumlah Penerbangannya Setara Bandara Dumai
Kalau di Indonesia, kira kira sama dengan bandara Dumai. Kalau ada penerbangan, kelihatan banyak petugas dan terasa kesibukan normal bandara. Tapi begitu pesawat mulai terbang, bandara langsung sepi. Satu satunya Snack Bar yang ada langsung tutup dan buka lagi saat penerbangan pesawat berikutnya. Saya perhatikan, kelima pesawat yang terbang dan landing di bandara ini berasal/tujuannya sbb :
  • New Delhi, Mumbai : Air India dan Jet Airways
  • New Delhi, Jaipur, Mumbai : Spice Jet
  • New Delhi, Mumbai, Hyderabad, Kolkatta : Jet Airways
  • Jaipur : Supreme Airlines

 

Jangan Datang Terlalu Awal
Pintu Keberangkatan Masih Tutup
Sebenarnya kota Udaipur adalah kota wisata yang cukup ramai di Rajasthan, tapi entah kenapa kok jadwal penerbangannya sangat sedikit.  Padahal, banyak sekali warga New Delhi yang berlibur saat weekend di kota ini. Hotel hotel besar juga penuh dipakai meeting, training atau conference perusahaan perusahaan dari New Delhi. Kira kira seperti kota Bandung, tempat orang orang Jakarta mengadakan meeting dan training  atau menghabiskan akhir pekan.
Pemeriksaan Security
Hanya Beberapa Gelintir Orang Saja

 

Jumlah runway hanya satu dengan lebar sekitar 40-50 meter dan panjang sekitar 2.7 Km. Untungnya semua area dikelilingi pagar sehingga tidak ada sapi yang nyelonong masuk ke runway. Di India, sapi ada dimana mana mulai dikampung kampung, jalan protokol, di tengah pasar, tempat parkir umum, terminal bus, stasiun kereta api sampai halaman gedung perkantoran. Hanya di bandara saja saya tidak bisa menemukan sapi.
Check In Ticket
Petugasnya Hanya Satu
Kosong Melompong
Kasihan Porternya Nggak Banyak Aktifitas
Pesawat Yang Terbang/Mendarat Hanya Lima
Kosong Nggak Ada Pesawat Parkir Sama Sekali
Ruang Tunggu
Kosong Melompong
Kendaraan Pengantar Mulai Masuk
Bandara Sekitar Satu Jam Sebelum Pesawat Berangkat
Suasana Seperti Bandara Dumai
Sepi Dan Hanya Ramai Kalau Ada Pesawat Mau Terbang
Datang Ke Bandara 2 Jam Sebelum Pesawat Terbang
Ternyata Kepagian
Pintu Utama Keberangkatan
Belum Dibuka Nunggu Petugas Datang
Sepi, Nggak Ada Wifi, pesawat Belum Datang Pula
Snack Bar Satu Satunya
Segera Tutup Kalau Penumpang Mulai Boarding

Mobil Salah Design, Pelajaran Dari India

Mobil Pejabat Didepan Parliament House New Delhi
Jok Belakangnya Sangat Luas
Di Indonesia, kita mengenal yang namanya mobil rakyat, misalnya saja Toyota Kijang. Jenisnya macam macam, mulai yang low spec sampai yang versi komplit dengan power steering sampai jok kulit, Misalnya saja Toyota Kijang Kapsul tahun lama. Versi murahnya type SX dan LX  tanpa AC, Audio, Power Steering, Power Window dan velg masih standard. Type diatasnya adalah SSX dan LSX sudah menggunakan AC, dilengkapi audio dan Power Window hanya untuk pintu depan saja. Pintu belakangnya harus ngengkol karena tanpa Power Window.
Mobil Asli India Hindustan Ambassador
Sopirnya Senang Sekali Kalau Ditanya

 

Di India, saya sempat menyewa mobil juga. Selain itu, berhari hari saya mengamati berbagai macam mobil  terutama mobil mobil para pejabat yang terparkir didepan Parliament House New Delhi. Ada sesuatu yang berbeda saya rasakan antara mobil Indonesia dengan mobil mobil di India ini. Perasaan pertama yang saya rasakan adalah ketika mencoba duduk didepan baik sebagai penumpang disebelah kanan atau sebagai sopir yang memegang kemudi. Terasa sekali tidak nyaman duduk didepan, terlalu sempit meskipun jok sudah dimundurkan maksimum. Kaki rasanya harus ditekuk dan menyentuh dashboard.
Bintang Tiga Rek
Hindustan Ambassador
Duduk dibelakang rasanya lebih nyaman dan luas sekali. Mobil sekelas Kijang, jok belakangnya lebih empuk dibanding jok depan dan ada sandaran tangan. Bukan satu buah jok lebar seperti jok belakang mobil Kijang di Indonesia. Audio bisa diatur dari belakang dan ACpun bisa dibesarkan dan dikecilkan dari tempat duduk belakang. Jelas jauh lebih enak duduk di belakang dibanding duduk didepan.
Mobil Mobil Para Pejabat Didepan Parliament House
Semua Pejabat Punya Sopir Dan Ajudan

 

Yang membuat saya heran, Power Window mobil mobil India kebanyakan hanya ada di pintu belakang saja. Pintu depan kiri dan kanan banyak yang tanpa power window alias harus ngengkol kalau mau membuka kaca jendela. Jelas berlawanan atau beda sama sekali dengan mobil mobil di Indonesia. Kalau di Indonesia kebalikannya, mobil Kijang SSX atau LSX, power window letaknya di pintu depan. Pintu belakang tanpa Power Window dan harus ngengkol kalau mau membuka atau menutup kaca jendela.

 

Parliament House, Gokul Nagar
Central Secretariat – New Delhi
Karena penasaran, langsung saya tanyakan kebeberapa orang sopir atau ajudan yang sedang nungguin mobil mobil didepan Parliament House. Ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Di India, seseorang bisa dikatakan orang kaya itu kalau naik mobil duduknya di belakang. Jok depan hanya untuk sopir dan ajudan saja. Itulah sebabnya, jok atau interior depan nggak perlu dibikin mewah dan nyaman. Hanya jok dan interior belakang saja yang harus didesign semewah dan senyaman mungkin.

 

Meskipun Mobilnya Mewah
Jok Depannya Katanya Nggak Bisa Dimundurin
Lamaaaa sekali tak pikir pikir sampai kentir. Ternyata betul juga ya orang India. Kalau jadi pejabat atau orang kaya, ngapain harus nyopir mobil sendiri. Kan lebih enak duduk dibelakang, kaki selonjor sambil leyeh leyeh ngopi dan menikmati sound system. Mau membuuka jendela cukup pencet tombol power window. Sopir dan ajudan didepan mau buka kaca jendela ngengkol sampai berkeringat, ah bodo amat.
Jok Belakang Mobil Pejabat Di Parliament House
Jok Depannya Nggak Bisa Dimundurin

 

Pelajaran :
  • Mobil murah di Indonesia itu salah design semua. Power Window letaknya dipintu depan sedangkan pintu belakang malah nggak ada power windownya. Artinya, di Indonesia itu lebih enak jadi sopir dibanding jadi majikan.

 

Toyota Innove – Bisa Selonjor Di Belakang
Jok Belakang Lebih Bagus Dari Jok Depan
Bisa Direbahkan Dan Diputar Ke Belakang

Delhi Haat, Pusat Home Industry Murah

Delhi Haat Craft Cottage Industries
New Delhi – Murah Meriah

 

Jalan jalan ke India, khususnya di New Delhi dan seluruh wilayah Rajasthan (Jaipur, Udaipur, Jodpur dan lain lain) ada baiknya menggunakan Tour Guide lokal. Kenapa ?, Entahlah, sebagai keluarga yang lebih banyak ceweknya daripada cowoknya, saya merasa nggak aman kalau jalan jalan sekeluarga apalagi sendirian. Jalan baru beberapa langkah langsung diikuti pedagang asongan, sopir ricksaw atau pengemis. Lagipula, dimana mana penuh manusia. Penduduk India banyaknya bukan main, 5 kali lipat penduduk Indonesia. Rasanya semua mata memandang ke kita kemanapun kita berjalan. Wajah, postur tubuh dan penampilan kita memang berbeda dengan mereka.
Cara Menjualnya Yang Sangat Unik
Dibentangkan Didepan Pembeli

 

Tetapi, Tour Guide di India kelakuannya sama saja dengan Tour Guide di Indonesia atau dimanapun juga. Dia punya referensi toko cendera mata sendiri. Kalau kita ajak ke tujuan lain, selalu saja mengelak dan mengajak ke toko cendera mata tertentu yang tidak kita kehendaki. Biasa, dia akan dapat komisi kalau saya turuti mampir ke toko yang direkomendasikannya. Percayalah, semua toko cenderamata yang direkomendasikannya ‘Sangat Mahal‘.
Saree Berbagai Macam Kwalitas Dan Design
Cara Jualnya Sangat Mengesankan

 

Di India, khususnya New Delhi ada banyak Sentra Home Industry milik pemerintah. Salah satunya bernama Delhi Haat Craft Cottage Industries. Lokasinya di Okhla New Delhi. Karena merupakan sentra home industry, maka semua hasil kerajinan rakyat dari segala penjuru India dipasarkan ditempat ini. Kwalitasnya juga bermacam macam, mulai kwalitas paling rendah hasil prakarya anak anak sampai kwalitas sangat tinggi dari pengrajin paling jempolan di India. Harganya, semua Fixed Price, nggak bisa ditawar sama sekali dan Free Tax. Sangat murah sekali dibanding toko toko souvenir swasta untuk barang dengan kwalitas yang sama.
Sedang Milih Saree. Semua Barang Nggak Bisa Ditawar
Semua Fixed Price
Gedungnya sangat besar dan luas sekali. Satu lantai sendiri khusus kerajinan tangan dari berbagai daerah India, satu lantai khusus kerajinan kain dan satu lantai khusus karpet dan hiasan gantung rumah. Karyawannya sangat banyak, setiap pengunjung dilayani secara privat dan dijelaskan secara detail semua barang yang ada. Ada staff yang khusus ngajari membuat karpet, Sari, Pashmina atau barang kerajinan apapun. Mirip dengan Sentra Industri Rumah di Indonesia.
Mau saree Yang Kwalitas Paling Rendah Sampai
Yang Luxury Tersedia

 

Yang menarik, saya diajari bagaimana trick ngibul pedagang swasta dalam hal membohongi konsumen agar bisa menaikkan harga barang menjadi lima kali lipat dari harga resmi dari pemerintah. Contohnya Pashmina, pedagang diluar sana selalu demo memasukkan pashmina kedalam lobang cincin untuk membuktikan bahwa pashminanya asli dari bulu domba Kashmir. Ada juga yang demo dengan cara membakar dengan korek api sampai tercium bau seperti rambut terbakar.
Pasmina Dari Kashmir
Warnanya Bagus Bagus
Ternyata trick seperti ini gombal besar. Untuk membuktikan keaslian Pashmina Kashmir ternyata harus melalui proses rumit dan dikirim ke laboratory pemerintah. Semua Pashmina dan Saree yang sangat lebarpun bisa lolos kalau dimasukkan ke lobang cincin yang kecil. Jadi, jangan percaya kalau ada pedagang ngibulin anda dengan cara seperti itu dan menjual dengan harga sangat mahal.
Karena Luwes Ikut Jualan Pasmina Kashmir
Seperti Inilah Maka Ditawari Kulakan

 

Kelebihan lagi kalau kita belanja di toko milik pemerinttah adalah bisa kulakan dalam partai besar. Dijamin barang bisa nyampai ke negara manapun tanpa dibebani ongkos kirim untuk jumlah tertentu. Keren, gue ditawarin kulakan partai besar. Kayaknya wajah ‘ndeso‘ mas Ardi yang jadi penyebab kenapa ditawari Kulakan. barangkali dikira pedagang besar dari Indonesia yang datang khusus ke India untuk kulakan. Nggak salah memang, dari awal mas Ardi ikut ikutan melayani konsumen, mengambilkan pashmina, membentangkan Saree dan lain lain.
Mulai Taplak Meja, Perhiasan Rumah, Sandal Dan Sepatu
Semua Tersedia Di Delhi Haat
Hiasan Dinding
Cara Menjual Cukup Dibentangkan Di Lantai
Sangat Bagus Dan Harga Bervariasi
Sesuai Dengan Kwalitasnya
Karpet Kashmir Ternyata Tipis Dan Ringan
Di Toko Swasta Harganya Lima Kali Lipat
Diajari Cara Membuat Karpet

Negara PKL Terbesar Di Dunia

Penjual Es Kelapa Muda
Didepan Jantar Mantar – Jaipur

 

Saya pernah jadi wartawati puluhan tahun dan sudah mengunjungi puluhan negara di dunia ini. Ada yang berbeda antara media Indonesia dengan media lain di dunia ini. Terutama dalam hal penyampaian berita. Contohnya, kalau ada musibah apapun di tanah air, yang diekspose habis habisan oleh orang Indonesia adalah korbannya. Si korban semakin menderita, menangis dan berdarah darah semakin jadi berita. Di negara lain yang diekspose adalah aksi heroik polisi dan regu penyelamat, atau hakim dan pengacaranya. Nggak ada sama sekali korban perkosaan, atau korban gempa bumi yang diekspose terus menerus saat sedang menangis histeris. Apalagi di close-up wajahnya dan disebar luaskan di jejaring sosial.

 

Penjual Gorengan
Di Jalan Menuju Amer Fort – Jaipur

 

Contoh lain adalah India. Negara besar dengan penduduk 5 kali lipat penduduk Indonesia ini tiap hari mengexpose program dan hal hal positif perdana menterinya, Modi. Pokoknya si perdana menteri ini ngomong apa saja dengan heroik memuja muji negara selalu muncul di media India. Apalagi orang India terkenal jago dalam hal IT dan umumnya sudah bisa berbahasa Inggris sejak dalam kandungan. Langsung deh beritanya kemana mana. Baik TV, koran, website dan blog India dengan mudah disebarkan oleh warganya dan bisa dimengerti seluruh dunia. Kawan kawan saya India di Kuwait sini rajinnya bukan main ngirim link berita India dan lokasi pariwisata disegala penjuru kota di India. Cukup ampuh hasilnya dan  saya tertarik untuk berkunjung ke India.

 

 

PKL  Disamping Hotel Trident – Agra

 

Orang Indonesia lain lagi ceritanya. Bikin FB Status, blog atau website aja isinya cuma puja puji Erdogan atau Duterte – bukan presidennya sendiri. Paling sering mengeksoose berita tentang artis kawin cerai, korban perkosaan dan yang paling hebat mengekspose habis habisan wajah Jessica – yang sebenarnya masih berstatus ‘Terduga’ dalam kasus Kopi Beracun. Untungnya orang Indonesia kurang pinter dalam berbahasa Inggris. Semua posting dalam bahasa Indonesia, jadi diluar negeri nggak ada ‘bunyinya‘ sama sekali. Nggak dianggap dan nggak ada yang tahu artinya.
Warung Kelontong
Segala Macam Barang Ada

 

Karena beda cara penyampaian berita antara Indonesia dengan India (negara lain juga) dimanapun tersebut,  maka antara apa yang saya baca dan saksikan sendiri di India jelas berbeda sama sekali dengan apa yang ada dalam pikiran saya. Ternyata, Pedagang Kaki Lima (PKL) terbesar didunia itu adanya di India. Dimana mana isinya PKL baik dikampung maupun jalan utama. Kayaknya pemerintah sudah tidak sanggup lagi menata kotanya. Mereka berserikat dan membentuk organisasi bernama NASVI (National Association Of Street Vendor Of India) dan katanya, anggotanya puluhan juta. Bener atau tidak saya nggak tahu, yang penting websitenya bagus.

 

Penjual Buah Lapaknya Maju Ditengah Jalan
Bayangkan, seandainya website India juga kumuh seperti kenyataannya, apa kata dunia ?. Barangkali, sayapun nggak akan pernah datang ke India kalau tahu hal ini.. Benar benar berbeda antara India dan Indonesia. Orang Indonesia itu serba spontan. Kalau jelek langsung mengatakan  jelek dan kalau bagus diam saja tidak berkomentar. Kalau anda bertanya, kenapa hanya photo photo kumuh dan cerita yang jelek jelek saja yang dimuat di blog ini ?,  Jawabnya gampang, “Ya karena saya orang Indonesia, susah diajak komentar yang bagus bagus saja“. Gitu aja, kok repot.
Pedagang Keliling Pisang

 

Kayaknya Sih Kios Rokok

 

Pangkalan Ojek

 

Trotoar Dipakai Pedagang Kaki Lima
Pejalan Kaki Lewat Mana ??

 

Kios Penjual Panci, Ember Dan Kebutuhan Dapur
Semrawut Satu Negara
Perlu Didatangkan Ahok Untuk Menertibkan PKL

 

Sepanjang Jalan Protokol Isinya PKL
Sudah Nggak Bisa Ditata Lagi
Penjual Es Tebu

 

Pedagang Makanan Ini Bukan Di Pasar Lho
Tapi Di Jalan Protokol

Baca Juga :