Category Archives: India

Brengos, Cambang Dan Jenggot Rajasthan

Aku Turis Jalan Jalan Ke Rajasthan
Itu Kumis Atau Hutan
Rajasthan, India terkenal dengan bangunan bangunan indah seperti candi candi, benteng pertahanan kuno, binatang langka harimau dan juga budayanya. Tapi yang secara kasat mata terlihat dimana mana adalah Kumis, Cambang dan Jenggot penduduknya. Hampir semua penduduk lokal laki laki asli Rajasthan memeliharai Kumis, Cambang dan Jenggot yang sangat tebal dan lebat.

 

Ulat Bulu Diatas Trailer
Itu Bulu Bikin Ngiler
Di kota Jaisalmer, setiap tahun sekali diadakan lomba panjang panjangan kumis dan keindahan kumis, cambang dan jenggot. Namamya Jaisalmer Desert Festival. Acara Festival meriah ini selalu diadakan pada bulan Hindu Magh (February), tiga hari berturut turut dimulai tiga hari sebelum bulan purnama. Lomba dan kemeriahan perayaan sebagian besar diadakan di tengah gurun dengan pemandangan bukit bukit pasir yang eksotis dan indah bernama Gurun Thar, kira kira sekitar 42 Km dari kota Jaisalmer.
Dari Surabaya Menuju Jombang
Boleh bang, kumis aku pegang
Tidak semua orang paham mengenai sejarah kenapa setiap tahun diadakan Jaisalmer Desert Festival, termasuk orang India sendiri. Kebetulan saja saya turis, jadi ada tour guide  yang menceritakan sejarahnya. Konon dari jaman dulu sampai sekarang ada legenda yang beredar dan dipercaya oleh masyarakat. Pada jaman dulu Krisna penguasa komunitas Yadav pernah mengatakan kepada Arjuna (keluarga Pandawa) bahwa suatu saat nanti akan ada penguasa penggantinya yang akan muncul dari komunitas Yadav dan dia akan mendirikan kerajaan di Bukit Trikuta.
Aku Dan Staff Toko Cendera Mata
Pada tahun 1196, prediksi dari Krisna menjadi kenyataan ketika Rawal Jaiswal keturunan Klan Yadav mendirikan kerajaan di Jaisalmer. Mulai saat itulah Festival Gurun di Jaisalmer diadakan setiap tahun sampai saat ini untuk merayakan ramalan Krisna yang menjadi kenyataan dan berdirinya kerajaan tersebut.
Aku Dan Cheff Hotel
Prosesi festival dimulai pagi hari dari Jaisalmer Fort menuju Shahid Poonam Singh Stadium. Pakaian daerah dengan warna warni cerah membuat semarak gurun menjadi penuh dengan semangat dan kegembiraan. Penduduk merayakan kegembiraan dengan menyanyi, ada juga Fire Dance yang menjadi warna festival ini. Kalabaz / Nats adalah sekelompok penduduk nomaden gurun  juga tampil dengan aksi populernya akrobat dan gymnastic. Bhopa’s Langas dan Manganiars juga tidak pernah ketinggalan untuk tampil dengan musik musik khasnya

 

Aku Dan Bell Boy Yang Jaga
Pintu MAsuk Hotel
Tidak cuma itu saja, Balapan Onta dan olahraga Polo dengan menunggang Onta juga ada. Akrobat diatas punggung Onta, Lomba Joget Onta, Tarik Tambang, Lomba memakai Thurban, Maru Shri (Abang Dan None Gurun) dan lapak lapak Kuliner juga ada. Kira kira seperti kemeriahan acara lomba dan karnaval 17 Agustusan di desa desa di Indonesia. Puncak acaranya adalah lomba Kumis dan acara ditutup saat Poornima (Bulan Purnama Penuh).
Aku Dan Security Yang Jaga Di
Parkiran Hotel
Karena jaman sudah semakin modern maka saat ini penutupan dibuat sangat modern untuk ukuran kota Jaisalmer, yaitu lampu sorot Soklee yang diarahkan keseluruh penjuru kota dengan latar belakang Jaisalmar Fort. Yah kira kira seperti Lampu Sorot Soklee dengan latar belakang Borobudur atau Prambanan gitu lho kalau di tanah air. Tapi, sayang sekali saya datang saat Festival sudah selesai, cuma dengar ceritanya dari tour guide dan staff hotel saja.  Jadi photo photo yang bisa saya tampilkan disini hanya photo dengan Security, Bell Boy, Cheff dan Staff Hotel saja.
Aku Dan Penjaga Boat Hotel

Baca Juga :

 

Advertisements

Ada Cinta Di Nahargarh Fort

Pemandangan Kota Jaipur Dari
Nahargarh Fort Terrace

 

Saya sering nonton film Bollywood saat masih tinggal di Indonesia puluhan tahun lalu. Sampai sekarang saya masih terkesan dengan adegan adegan dalam film tersebut terutama saat menyaksikan aktor dan aktris utama film tersebut sedang pacaran. Asyik, kalau pacaran kedua aktor dan aktris tersebut selalu nyanyi dulu, kejar kejaran ‘slow motion’ dan berputar putar mengitari pilar bangunan.

 

Qi Qi Qi, Pacaran Dimana Mana
Pantas Penduduk India Banyak Sekali

 

Saya penasaran, apa benar orang India kalau pacaran selalu menyanyi dan loncat sana loncat sini sambil mengelilingi pilar bangunan ?. Saya ingin buktikan sendiri. Sengaja saya kunjungi tempat yang katanya sangat romantis kalau malam hari. Jaraknya kira kira 15 Km saja dari kota Jaipur dan namanya Nahargarh. Kalau di Indonesia kira kira semacam Kaliurang di Yogyakarta atau Puncak di Bogor. Suatu area yang letaknya diatas ketinggian bukit dimana anda bisa melihat pemandangan kota Jaipur dari atas bukit ini.

 

Siap Siap Jalan Kaki 1 – 2 Km Menuju Nahargarh Fort
Sepanjang Jalan Cuma Semak Semak
Diatas ketinggian bukit Nahargarh ini ada benteng kuno bernama Nahargarh Fort yang dibangun tahun 1734 oleh Maharaja Sawai Jai Singh II, penemu dan penguasa kota Jaipur. Benteng ini dulunya digunakan untuk pertahanan kota terhadap musuh. Benteng ini lumayan panjang, lokasinya berdekatan dengan Jaigarh Fort dan Amer Fort. Karena lokasinya sangat romantis dengan pemandangan indah kerlap kerlip lampu kota Jaipur, maka banyak  anak muda yang datang ketempat ini untuk memadu kasih bahkan esek esek.
Jalan kaki 1 – 2 Km  Dari Loket Masuk Menuju Puncak Tertinggi
Nahargarh Fort – Semak Semak Dan Orang Pacaran

 

Ternyata, cara pacaran orang India berbeda dengan apa yang sering kita lihat di film Bollywood. Tidak ada sama sekali nyanyi nyanyi, loncat sana loncat sini sambil geleng geleng kepala dibelakang pilar. Yang saya saksikan, orang India kalau pacaran sunyi senyap, bisik bisik dan paling banter cuma kresak kresek doang. Dari Jaipur, kebanyakan pasangan muda naik motor sambil berdekapan mesra. Sepanjang jalan, anda akan menyaksikan banyak sekali sepeda motor yang berhenti dan ada juga yang diparkir dipinggir jalan tapi pemiliknya entah dimana.

 

Punya Duit Nginap Dulu Di Losmen

 

Lama lama tahu juga setelah menyaksikan pemandangan kiri kanan sepanjang perjalanan 15 Km Jaipur – Nahargarh. Pepohonan yang tumbuh disini beda dengan di Indonesia. Semua terang benderang, sepanjang jalan hanya ditumbuhi semak semak, bukan pohon kayu lebat seperti di Puncak atau Kaliurang. Ternyata pemilik dan penumpang motor sengaja ‘menghilang’ nyuruk nyuruk disemak semak agak jauh dari jalan raya.
Orang India Pacaran Di Nahargarh Fort
Saat jalan kaki menuju puncak tertinggi Nahargarh Fort sejauh sekitar 1 – 2 Km, saya bisa mengetahui lebih rinci lagi. Serasa ada sesuatu yang berbeda antara orang India dengan orang Indonesia. Kira kira seperti ada ritual khusus yang dilakukan oleh orang India saat memadu kasih. Kayaknya, selesai pacaran, kaos singlet, bra dan celana dalam baik si pria maupun wanita terlihat ditinggal dan dibuang begitu saja ditempat kejadian perkara. Pertanyaan saya, lha kalau pacaran semua pakaian dalamnya ditinggal di tempat, lalu waktu  pulang kembali ke Jaipur naik motor sejauh 15 Km, apa nggak masuk angin mereka ?
Pemandangan Orang Pacaran
Sepanjang Jaipur – Nahargarh

 

Sepanjang Jalan Isinya Berpasang Pasang
Anak Muda Maupun Orang Tua

 

Dari Jaipur Hanya 15 Km Saja
Tapi Sepanjang Jalan Isinya Orang Pacaran

 

Dimana Mana Nemu Pakaian Dalam
Yang Dibuang Sembarangan

 

Celana Dalam Wanita India Bentuknya
Unik Dan Khas

Baca Juga :

 

Cerita Seram Pemandian Suci Galta Ji

Galta Ji Temple Jaipur

Namanya Galta Ji Temple. Tempat ini merupakan sekumpulan bangunan tempat ibadah orang India yang terletak diantara tebing batu cadas Aravali Hill. Lokasi tepatnya di Khania Balaji, sekitar 10 Km dari kota Jaipur, Rajasthan, India. Sering juga orang menyebut dengan nama Monkey Temple (Khole Ke Hanuman Ji) karena komplek bangunan ini dihuni banyak sekali monyet yang dikeramatkan. Salah satu kuil monyet ditempat ini namanya Galwar Bagh. Sebenarnya nggak cuma monyet saja yang dikeramatkan di tempat ini, tapi sapipun juga dibuat hidupnya enak, nyaman dan mulia disini.

Tempat Yang Disucikan Orang India Ini Sangat
Ramai Saat Hari Keagamaan Tertentu
Sebagai tempat suci warga India, sudah tentu banyak sekali benda yang dikeramatkan selain monyet dan sapi. Yang sangat terkenal dan menjadi tujuan para pengunjung adalah kolam besar berisi ‘Air Suci‘ yang katanya berasal dari mata air yang mengalir dari bukit bukit disekitarnya. Pada hari hari besar keagamaan tertentu, semua orang India tumplek blek datang dan mensucikan diri di kolam ini. Kalau nggak salah ada tujuh kolam pemandian besar berundak dari yang paling Maha’suci’ sendiri terletak diatas dan paling bawah sendiri dengan kwalitas ke’suci’annya masuk kategori ‘pas pasan’.
Pemandangannya Sangat Bagus
Apalagi Saat Rintik Rintik Hujan Seperti Ini
Yang jelas warna airnya hijau – hijau tua seperti berlumut, dan katanya nggak pernah kering dari jaman dulu. Gimana bisa kering, dikuras dan dibersihkan saja sepertinya nggak pernah dan itu terlihat dari warna airnya yang hijau dekil. Monyet monyet yang menghuni bangunan  kuil disekitar kolam inipun terlihat juga ikut ikutan gembira ria nyemplung dan mandi di kolam ini. Sapi katanya juga dimandikan di kolam ini, tapi saya tidak melihat sendiri saat itu.
Ini Tempat Ibadah Orang India
Penuh Ukiran/Lukisan Bergambar Monyet
Saat saya datang, kolam pemandian yang paling atas sedang dibuka untuk umum sedangkan kolam lainnya ditutup. Nama kolamnya Galta Kund. Kolam ini katanya kolam yang paling suci dan nggak pernah kering. Baik laki laki maupun perempuan mandi bareng ditempat yang sama, nggak ada pemisah sama sekali tetapi yang perempuan mengelompok sendiri di kolam sebelah kiri. Mungkin risih kalau membaur dengan yang laki laki.
Monyetnya Banyak Dan Jinak
Tapi Jangan Jahil Dan Mengganggu Ya
Cukup lama saya mengamati orang India sedang mandi dan saya langsung bisa menyimpulkan. Ternyata, sebagian besar lelaki India itu celana dalamnya cuma cawet atau kolor. Bahannya semacam kain karung tepung terigu seperti yang sering dipakai kakek saya waktu jaman perjuangan 1945. Jarang yang terlihat ada laki laki yang memakai celana dalam modern merk Rider, Hings atau GTMan. Mungkin ini pengaruh dari Mahatma Gandhi yang selalu menganjurkan memakai produk tenun buatan sendiri.
Bangunan Kuno Tempat Ibadah
Ada Monyet Dan Juga Sapi Yang Dikeramatkan
Yang wanita ternyata juga sama saja. Dibalik kain Saree yang menutupi tubuhnya, tidak ada satupun yang terlihat memakai BH Modern merk Triump, Sorella atau semacamnya. Begitu kain Saree dibuka ternyata yang terlihat BH model kuno yang sering dipakai nenek nenek jaman baheula. BHnya seperti baju biasa tanpa busa padding atau bahan elastis yang kencang. Sepertinya yang cewek juga patuh mengikuti anjuran Mahatma Gandhi untuk menjahit dan menenun sendiri pakaian dalamnya.
Menuju Kolam Teratas Bisa Ketemu Monyet
Kalau anda sering nonton film Bollywood, tentu anda kenal dengan artis cantik Priyanka Chopra dan aktor ngganteng Shahrukh Khan. Nah, meskipun mereka cantik dan ngganteng, percayalah bahwa pakaian dalamnya pasti hasil tenun lokal dari bahan kain seperti karung gandum. Bikini sexy yang dipakai Priyanka Chopra di film itu hanyalah iklan promosi dari perusahaan bikini western yang ingin menembus pasar India. Percayalah …., atau buktikan sendiri di Galta Ji Temple Jaipur.
Naik Tinggi Sekali Menuju
Kolam Paling Suci Galwar Bagh
Warna Airnya Hijau Tua Dan Cenderung Hitam
Sepertinya Kok Kotor Dan Dekil

 

Warna Airnya Hijau Seperti Berlumut
Monyet Juga Ikutan Nyemplung Dan Mandi Di Air Suci

 

Wanita India Nggak Ada Yang Pakai BH Modern
Modelnya Lain Dan Langsung Ditutup Kain Saree

 

Jarang Yang Memakai Celana Renang Modern
Speedo Atau Merk Lainnya, Umumnya Made  In India

 

MasyaAllah, Yang Mandi Emak Emak Dan Nenek Nenek
Kenapa Bisa Begini ?

 

Celana Kolor Kain Tenun
Yang Juga Dipakai Oleh Mahatma Gandhi

Baca Juga :

 

 

 

Politisi, Hoax Dan Demo Di Humayun’s Tomb

Demo Usai Jumatan Jalan Kaki Menuju Kuburan Humayun
(Humayun’s Tomb) – Disiarkan Live Di Medsos
Saya beberapa bulan lalu ke New Delhi dan diajak keliling kota New Delhi oleh seorang teman India dari Kuwait. Sepanjang jalan, seisi mobil sangat ceria, saling tertawa terbahak bahak membandingkan Demo Jaman Now di India Versus Indonesia. Ternyata pola, scenario dan tingkah laku demonstran di India hampir sama saja dengan di Indonesia. Demonya selalu hari Jumat dimulai setelah Jumatan, rame rame jalan kaki dari Masjid menuju lokasi dekat Humayun Tomb sambil teriak teriak Allahu Akbar, Turunkan Modi (Prime Minister India) dan broadcast ‘Live’ di Facebook, Tweeter dengan judul Spektakuler, kira kira artinya ‘7 Juta Turun Ke Jalan Siap Gulingkan Modi‘.
Sama Saja Dengan Di Indonesia,
Teriak Teriak Allahu Akbar,Turunkan Modi Dan
Nyebut Nyebut Anjing, Kampret Dan Monyet
Di TV, malam itu juga tidak kalah serunya. Acara semacam ILC juga ribut debat antar politisi. Seru membicarakan Demo dan berita HOAX yang berseliweran di Medsos. Ada yang percaya, tidak percaya, khawatir pengaruh medsos Jaman Now, nyengir, tertawa, marah dan tersinggung. Ulama India yang bikin kisruh negara juga banyak. Yang terkenal adalah Zakir Naik dan saat ini statusnya masih Buron, kabur meninggalkan India dan saat ini ngumpet di Uni Arab Emirates. Sialnya, Kewarga Negaraan ustad kontroversial ini sudah dicabut pemerintah India dan tidak bisa lagi pulang untuk orasi bersama kelompoknya di India.
Sama Saja Dengan Di Indonesia, Ngakunya 7 Juta
Boleh Teriak, Tapi Nggak Boleh Bawa Bendera Palestina
Pemerintah India juga dibikin sibuk sekali. Berkali kali mengadakan recruitment besar besaran mengajak warganya untuk bergabung dengan Indian Army dan department apapun dipemerintahan. Tujuannya cuma satu saja, yaitu mengajak masyarakat untuk Ikut ‘Menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik India)‘ tanpa senjata. Cukup dengan jari dan keyboard komputer saja dengan tujuan untuk menangkal serangan berita berita HOAX yang gencar sekali mengadu domba masyarakat dengan issue SARA.
Iklan Lowongan Pekerjaan ‘Jaga NKRI’
(Negara Kesatuan Republik India)

 

Ngumpulnya kenapa di sekitar Humayun’s Tomb ?.  Karena orang orang yang demo tersebut mengatakan bahwa India itu milik orang orang Islam dan harus dipimpin oleh Muslim dan harus berdasarkan Syariah. Humayun yang dimakamkan disini nama lengkapnya Nasir Ud-Din Muhammad Humayun. Memang benar bahwa dia Muslim, ‘The Second Emperor Of Mughal Dynasty’. Termasuk orang orang pertama yang menyebarkan dan membesarkan kekuasaan Islam dengan wilayah kekuasaan di Afghanistan, Pakistan dan India Utara. Humayun ini berkuasa tahun 1530-1540 menggantikan orang tuanya Babur dan berkuasa kembali tahun 1555-1556. Peninggalan kekuasaan Islam (Mughal Dynasty) di India memang sangat banyak. Yang terkenal lainnya adalah Taj Mahal di Agra.
India Memang Beda Dengan Saudi Arabia
Meskipun Sama Sama Muslim, Kuburan
Di India Dibangun Besar Dan Megah

 

Nggak usah khawatir untuk wisata dan masuk ke Humayun’s Tomb ini. Aman sekali karena demonstran nggak boleh masuk ke area kuburan. Area taman Humayun’s Tomb ini termasuk UNESCO World Heritage, sehingga keamanannya benar benar dijaga oleh polisi. Disamping itu ada juga warga setempat (sepertinya Ormas) yang ikut menjaga keamanan disekitar pintu masuk saat lagi banyak demo. Yah, kira kira samalah seperti Banser NU yang bertugas menjaga gereja saat hari Natal, cuma mereka semuanya adalah non muslim (Hindu) yang menjaga gedung dan bangunan peninggalan Islam untuk menjaga ketentraman para turis dari berbagai negara.
Ada Banyak Kuburan Keluarga Mughal
Yang Ini Kuburan Isa Khan Niyasi
Silahkan datang ke India dan menyaksikan sendiri peninggalan peninggalan Islam. Anda akan terkejut melihat sejarah Islam disana. Selain kuburan yang indah dan megah, anda juga bisa menyaksikan photo dan lukisan para istri. Ternyata istri Humayun lebih dari 4, yaitu 7 dan semuanya tidak ada yang ber’abaya’ dan bercadar hitam seperti wanita Indonesia Jaman Now. Tapi semuanya  tampil sexy pakai kain Sari tipis. Rrrrruar biasahhhh.  Lihat saja salah satu istrinya melalui link ini Hamida Banu Begum
Muslim Diharamkan Bikin Kuburan Megah
Hahh, Ngaku Aja Nggak Punya Duit

 

Kuburan Muslim Di Humayun’s Tomb
Beda Dengan Kuburan Muslim Di Saudi Arabia
Pintu Kuburan
Penuh Kaligrafi

 

Humayun Ternyata Istrinya 9 Nggak Ada Satupun Yang
Pakai Cadar Hitam, Malah Pakai Kain Sari
Baca Petunjuk Dulu
Biar Nggak Tersesat
Taman Kuburan Islam Humayun’s Tomb
Sangat Luas Sekali
Photo Photoan Dulu
Pagar Yang Memisahkan Kuburan Satu
Dengan Kuburan Lainnya
Bagus, Bersih Dan Luas
Woooo, Ini Gerbang Masuk
Ke Kuburan Islam

 

Pameran Jemuran Di New Delhi India

Asyik, Hanya Di Ibukota Negara New Delhi India
Anda Bisa Menyaksikan Jemuran Dan Pakaian Dalam
Di Jalan Protokol Di Tengah Kota

Saya baru saja melakukan perjalanan ke New Delhi, India. Sekitar jam 11 siang pesawat yang membawa saya dari Kuwait mendarat di Indira Gandhi International Airport. Begitu keluar dari pintu bandara, ternyata sudah ada yang menjemput, seorang pria setengah baya dengan membawa kertas dengan tulisan nama saya. Yang menjemput tersebut namanya Anthony, staff hotel The Lalit, New Delhi yang bertugas menjemput tamu tamu hotel. Saya tebak asalnya pasti dari Goa dan ternyata benar. Orang India yang berasal dari Goa memang umumnya punya nama ‘Western’, bukan nama nama khas India seperti Rakesh, Suresh, Gandhi atau Kumar.

Amazing !!!, Mulai Dari Seprei Sampai Celana Dalam
Dijemur Di Jalan Protokol New Delhi
Sepanjang perjalanan dari airport menuju hotel pemandangan lumayan menarik, tetapi menjelang memasuki pusat kota, pemandangan berubah seketika dan menjadi lebih menarik lagi. Sudah puluhan ibukota negara saya kunjungi, tetapi hanya di New Delhi ini saja saya bisa menyaksikan Jemuran terbentang di jalan protokol di pusat kota. Inilah jemuran terpanjang di dunia yang pernah saya saksikan. Dan baru pertama kali ini pula saya bisa menyaksikan jemuran terlengkap di dunia mulai dari pakaian bayi, seprei, rok, baju pria sampai celana dalam dan BH wanita berbagai macam ukuran.
Huebatt, Hanya Di New Delhi Ada Pameran Textile
Di Jalan Raya Di Tengah Kota
India memang terkenal dengan kain Saree dan industri garment dan textilenya. Bahkan pabrik pabrik textile dan toko textile di Indonesia saja pemiliknya banyak yang berasal dari India. Untungnya,  pengusaha India di tanah air tersebut tidak ada satupun yang mengajari kita cara menjemur pakaian di jalan protokol. Nggak kebayang, seandainya ada orang Indonesia yang diajari cara menjemur pakaian ‘ala India’, seperti apa kira kira pemandangan jalan jalan protokol di Kota kota besar Surabaya, Semarang, Bandung, Medan dan Jakarta.

Rruarr Biasa, Design Textile India Yang Dipajang
Di Jalan Jalan Utama New Delhi

Full Colour, The Wonderful Of India
Bagus Nggak Jemurannya ?

Jantar Mantar Primbonnya Orang India

Pintu Masuk Ke Jantar Mantar Jaipur
Ternyata Salah Satu Dari UNESCO World Heritage
Hebattttt !!!, saya baru tahu ternyata orang India sudah mengenal dan mempelajari ilmu perbintangan (Astronomy) sejak jaman baheula. Bangunan atau monumen kuno peninggalan jaman baheula tersebut tersebar di 5 tempat yang terpisah cukup jauh dan diberi nama Jantar Mantar. Yang terbesar adalah Jantar Mantar Jaipur, kemudian ada juga di New Delhi, Ujjain, Mathura dan Varanashi. Semuanya masuk dalam cagar budaya yang dilindungi dari UNESCO World Heritage Site.
Ada Tour Guide Yang Menjelaskan Astronomy
Keren Juga Bisa Belajar Astronomy Singkat

Bangunan Observatory antik ini dibangun oleh Maharaja Jai Singh II dari Jaipur dan selesai dibangun dan beroperasi tahun 1724 sampai 1735. Ada 19 monumen didalam masing masing taman Jantar Mantar. Nama masing masing monumen tersebut diantaranya Samrat Yantra, Jai Prakash, Ram Yantra, Niyati Cakra dan lain lain. Setiap monumen punya bentuk yang berbeda dan digunakan untuk berbagai macam perhitungan astronomy.

Tempatnya Cukup Luas Cocok Buat
Photo Photoan

Jelas sekali tujuan dibangunnya monumen monumen unik ini untuk tujuan ilmiah jaman itu. Diantaranya untuk menentukan pergerakan bulan, matahari dan planet planet karena terlihat dari banyaknya tabel tabel astronomy yang tertempel di dinding. Ada juga garis melintang, membujur menggambarkan coordinate system, horizon-zenith local system, equatorial system, ecliptic system dan entah apa lagi. Saya sudah lupa istilah istilah geografi  yang pernah saya pelajari saat  SMP/SMA dulu.

Namanya Jai Prakash Yantra – Ada Dua Buah
Perlu Tour Guide Untuk Bisa
Membaca Kode Kode Astronomy Rumit Seperti Ini
Nggak perlu saya jelaskan bagaimana cara membaca bayangan sinar matahari di masing masing Yantra yang ada di Jantar Mantar Jaipur melalui blog ini. Saya hanya ingat 5 menit saja saat Tour Guide Jantar Mantar mendampingi dan menjelaskan secara detail saat itu saja. Hari berikutnya sudah lupa, langsung ‘blank’ semua tanpa sisa sedikitpun di kepala. Selamat menikmati photo photo dibawah ini saja.
Ramalan Pergerakan Bumi, Matahari Dan Planet
Kuno Seperti Ini Katanya Masih Dipakai Sampai Sekarang
Catatan : Sebagai orang Jawa sebenarnya saya juga mengagumi warisan leluhur yang bernama Primbon.  Nggak perlu repot repot membangun monumen seperti orang India, tapi cukup baca buku ‘Primbon Betaljemur Adammakna‘, maka siapapun saat ini bisa meramal ‘hari baik’, ‘bulan penuh rejeki’, ‘menentukan kapan tanggal pernikahan’, ‘bulan apa harus panen’, ‘hari naas’ dll. Harusnya Primbon juga termasuk warisan leluhur yang dilindungi oleh UNESCO.
Tour Guide Jantar Mantar Jalannya
Cepat Sekali Huhhhh
Wajan Martabak Besar Ini Juga Untuk Astronomi
Ada Kode Kode Rumus Yang Rumit
Parabola Kuno Ini Juga Banyak Kode Kode
Rumus Yang Sulit Saya Mengerti
Keren, Ada Pahatan Tentang Sudut, Azimuth,
Longitude, Latitude dll.
Nama Nama Bintang Aries, Taurus, Capricorn dll
Ternyata Sudah Terpahat Sejak Jaman Baheula
Saya Kira Astronomi Termasuk Ilmu Baru
Dinding Yang Melingkari Jantar Mantar Jaipur
Sangat Tebal Dan Megah
Nah Gimana Cara Menginterpretasikan
Bingung Kan ?
Ini Namanya Vrihat Samrat Yantra
Bayangan Yang Jatuh Di Dinding Melengkung
Mempunya Arti Yang Saya Nggak Tahu Sama Sekali
Photo Sesuai Nama Bintang Gemini, Leo, Cancer Dll
Lalu Pertanyaan Saya Siapa Yang Pertama Kali
Memberi Nama Bintang Bintang Di Langit

 

Sekilas Maharana Pratap Airport, Udaipur India

Gerbang Masuk Maharana Pratap Airport
Maharana Pratap Airport adalah domestic airport kota Udaipur, India. Sering juga disebut Udaipur Airport. Jaraknya dari kota Udaipur sekitar 22 Km saja. Nama Maharana Pratap diambil dari nama penguasa setempat saat jaman baheula. Bandaranya lumayan besar sekitar 504 Acres dan diresmikan tahun 2008. Tapi sepinya minta ampun, hanya ada 5 airline yang mendarat dan terbang melalui bandara ini. Contohnya Air India, Spice Jet, IndiGo, Jet Airways dan Supreme Airlines.
Gedungnya Besar
Tapi Jumlah Penerbangannya Setara Bandara Dumai
Kalau di Indonesia, kira kira sama dengan bandara Dumai. Kalau ada penerbangan, kelihatan banyak petugas dan terasa kesibukan normal bandara. Tapi begitu pesawat mulai terbang, bandara langsung sepi. Satu satunya Snack Bar yang ada langsung tutup dan buka lagi saat penerbangan pesawat berikutnya. Saya perhatikan, kelima pesawat yang terbang dan landing di bandara ini berasal/tujuannya sbb :
  • New Delhi, Mumbai : Air India dan Jet Airways
  • New Delhi, Jaipur, Mumbai : Spice Jet
  • New Delhi, Mumbai, Hyderabad, Kolkatta : Jet Airways
  • Jaipur : Supreme Airlines

 

Jangan Datang Terlalu Awal
Pintu Keberangkatan Masih Tutup
Sebenarnya kota Udaipur adalah kota wisata yang cukup ramai di Rajasthan, tapi entah kenapa kok jadwal penerbangannya sangat sedikit.  Padahal, banyak sekali warga New Delhi yang berlibur saat weekend di kota ini. Hotel hotel besar juga penuh dipakai meeting, training atau conference perusahaan perusahaan dari New Delhi. Kira kira seperti kota Bandung, tempat orang orang Jakarta mengadakan meeting dan training  atau menghabiskan akhir pekan.
Pemeriksaan Security
Hanya Beberapa Gelintir Orang Saja

 

Jumlah runway hanya satu dengan lebar sekitar 40-50 meter dan panjang sekitar 2.7 Km. Untungnya semua area dikelilingi pagar sehingga tidak ada sapi yang nyelonong masuk ke runway. Di India, sapi ada dimana mana mulai dikampung kampung, jalan protokol, di tengah pasar, tempat parkir umum, terminal bus, stasiun kereta api sampai halaman gedung perkantoran. Hanya di bandara saja saya tidak bisa menemukan sapi.
Check In Ticket
Petugasnya Hanya Satu
Kosong Melompong
Kasihan Porternya Nggak Banyak Aktifitas
Pesawat Yang Terbang/Mendarat Hanya Lima
Kosong Nggak Ada Pesawat Parkir Sama Sekali
Ruang Tunggu
Kosong Melompong
Kendaraan Pengantar Mulai Masuk
Bandara Sekitar Satu Jam Sebelum Pesawat Berangkat
Suasana Seperti Bandara Dumai
Sepi Dan Hanya Ramai Kalau Ada Pesawat Mau Terbang
Datang Ke Bandara 2 Jam Sebelum Pesawat Terbang
Ternyata Kepagian
Pintu Utama Keberangkatan
Belum Dibuka Nunggu Petugas Datang
Sepi, Nggak Ada Wifi, pesawat Belum Datang Pula
Snack Bar Satu Satunya
Segera Tutup Kalau Penumpang Mulai Boarding