Category Archives: India

Sekilas Maharana Pratap Airport, Udaipur India

Gerbang Masuk Maharana Pratap Airport
Maharana Pratap Airport adalah domestic airport kota Udaipur, India. Sering juga disebut Udaipur Airport. Jaraknya dari kota Udaipur sekitar 22 Km saja. Nama Maharana Pratap diambil dari nama penguasa setempat saat jaman baheula. Bandaranya lumayan besar sekitar 504 Acres dan diresmikan tahun 2008. Tapi sepinya minta ampun, hanya ada 5 airline yang mendarat dan terbang melalui bandara ini. Contohnya Air India, Spice Jet, IndiGo, Jet Airways dan Supreme Airlines.
Gedungnya Besar
Tapi Jumlah Penerbangannya Setara Bandara Dumai
Kalau di Indonesia, kira kira sama dengan bandara Dumai. Kalau ada penerbangan, kelihatan banyak petugas dan terasa kesibukan normal bandara. Tapi begitu pesawat mulai terbang, bandara langsung sepi. Satu satunya Snack Bar yang ada langsung tutup dan buka lagi saat penerbangan pesawat berikutnya. Saya perhatikan, kelima pesawat yang terbang dan landing di bandara ini berasal/tujuannya sbb :
  • New Delhi, Mumbai : Air India dan Jet Airways
  • New Delhi, Jaipur, Mumbai : Spice Jet
  • New Delhi, Mumbai, Hyderabad, Kolkatta : Jet Airways
  • Jaipur : Supreme Airlines

 

Jangan Datang Terlalu Awal
Pintu Keberangkatan Masih Tutup
Sebenarnya kota Udaipur adalah kota wisata yang cukup ramai di Rajasthan, tapi entah kenapa kok jadwal penerbangannya sangat sedikit.  Padahal, banyak sekali warga New Delhi yang berlibur saat weekend di kota ini. Hotel hotel besar juga penuh dipakai meeting, training atau conference perusahaan perusahaan dari New Delhi. Kira kira seperti kota Bandung, tempat orang orang Jakarta mengadakan meeting dan training  atau menghabiskan akhir pekan.
Pemeriksaan Security
Hanya Beberapa Gelintir Orang Saja

 

Jumlah runway hanya satu dengan lebar sekitar 40-50 meter dan panjang sekitar 2.7 Km. Untungnya semua area dikelilingi pagar sehingga tidak ada sapi yang nyelonong masuk ke runway. Di India, sapi ada dimana mana mulai dikampung kampung, jalan protokol, di tengah pasar, tempat parkir umum, terminal bus, stasiun kereta api sampai halaman gedung perkantoran. Hanya di bandara saja saya tidak bisa menemukan sapi.
Check In Ticket
Petugasnya Hanya Satu
Kosong Melompong
Kasihan Porternya Nggak Banyak Aktifitas
Pesawat Yang Terbang/Mendarat Hanya Lima
Kosong Nggak Ada Pesawat Parkir Sama Sekali
Ruang Tunggu
Kosong Melompong
Kendaraan Pengantar Mulai Masuk
Bandara Sekitar Satu Jam Sebelum Pesawat Berangkat
Suasana Seperti Bandara Dumai
Sepi Dan Hanya Ramai Kalau Ada Pesawat Mau Terbang
Datang Ke Bandara 2 Jam Sebelum Pesawat Terbang
Ternyata Kepagian
Pintu Utama Keberangkatan
Belum Dibuka Nunggu Petugas Datang
Sepi, Nggak Ada Wifi, pesawat Belum Datang Pula
Snack Bar Satu Satunya
Segera Tutup Kalau Penumpang Mulai Boarding
Advertisements

Mobil Salah Design, Pelajaran Dari India

Mobil Pejabat Didepan Parliament House New Delhi
Jok Belakangnya Sangat Luas
Di Indonesia, kita mengenal yang namanya mobil rakyat, misalnya saja Toyota Kijang. Jenisnya macam macam, mulai yang low spec sampai yang versi komplit dengan power steering sampai jok kulit, Misalnya saja Toyota Kijang Kapsul tahun lama. Versi murahnya type SX dan LX  tanpa AC, Audio, Power Steering, Power Window dan velg masih standard. Type diatasnya adalah SSX dan LSX sudah menggunakan AC, dilengkapi audio dan Power Window hanya untuk pintu depan saja. Pintu belakangnya harus ngengkol karena tanpa Power Window.
Mobil Asli India Hindustan Ambassador
Sopirnya Senang Sekali Kalau Ditanya

 

Di India, saya sempat menyewa mobil juga. Selain itu, berhari hari saya mengamati berbagai macam mobil  terutama mobil mobil para pejabat yang terparkir didepan Parliament House New Delhi. Ada sesuatu yang berbeda saya rasakan antara mobil Indonesia dengan mobil mobil di India ini. Perasaan pertama yang saya rasakan adalah ketika mencoba duduk didepan baik sebagai penumpang disebelah kanan atau sebagai sopir yang memegang kemudi. Terasa sekali tidak nyaman duduk didepan, terlalu sempit meskipun jok sudah dimundurkan maksimum. Kaki rasanya harus ditekuk dan menyentuh dashboard.
Bintang Tiga Rek
Hindustan Ambassador
Duduk dibelakang rasanya lebih nyaman dan luas sekali. Mobil sekelas Kijang, jok belakangnya lebih empuk dibanding jok depan dan ada sandaran tangan. Bukan satu buah jok lebar seperti jok belakang mobil Kijang di Indonesia. Audio bisa diatur dari belakang dan ACpun bisa dibesarkan dan dikecilkan dari tempat duduk belakang. Jelas jauh lebih enak duduk di belakang dibanding duduk didepan.
Mobil Mobil Para Pejabat Didepan Parliament House
Semua Pejabat Punya Sopir Dan Ajudan

 

Yang membuat saya heran, Power Window mobil mobil India kebanyakan hanya ada di pintu belakang saja. Pintu depan kiri dan kanan banyak yang tanpa power window alias harus ngengkol kalau mau membuka kaca jendela. Jelas berlawanan atau beda sama sekali dengan mobil mobil di Indonesia. Kalau di Indonesia kebalikannya, mobil Kijang SSX atau LSX, power window letaknya di pintu depan. Pintu belakang tanpa Power Window dan harus ngengkol kalau mau membuka atau menutup kaca jendela.

 

Parliament House, Gokul Nagar
Central Secretariat – New Delhi
Karena penasaran, langsung saya tanyakan kebeberapa orang sopir atau ajudan yang sedang nungguin mobil mobil didepan Parliament House. Ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Di India, seseorang bisa dikatakan orang kaya itu kalau naik mobil duduknya di belakang. Jok depan hanya untuk sopir dan ajudan saja. Itulah sebabnya, jok atau interior depan nggak perlu dibikin mewah dan nyaman. Hanya jok dan interior belakang saja yang harus didesign semewah dan senyaman mungkin.

 

Meskipun Mobilnya Mewah
Jok Depannya Katanya Nggak Bisa Dimundurin
Lamaaaa sekali tak pikir pikir sampai kentir. Ternyata betul juga ya orang India. Kalau jadi pejabat atau orang kaya, ngapain harus nyopir mobil sendiri. Kan lebih enak duduk dibelakang, kaki selonjor sambil leyeh leyeh ngopi dan menikmati sound system. Mau membuuka jendela cukup pencet tombol power window. Sopir dan ajudan didepan mau buka kaca jendela ngengkol sampai berkeringat, ah bodo amat.
Jok Belakang Mobil Pejabat Di Parliament House
Jok Depannya Nggak Bisa Dimundurin

 

Pelajaran :
  • Mobil murah di Indonesia itu salah design semua. Power Window letaknya dipintu depan sedangkan pintu belakang malah nggak ada power windownya. Artinya, di Indonesia itu lebih enak jadi sopir dibanding jadi majikan.

 

Toyota Innove – Bisa Selonjor Di Belakang
Jok Belakang Lebih Bagus Dari Jok Depan
Bisa Direbahkan Dan Diputar Ke Belakang

Delhi Haat, Pusat Home Industry Murah

Delhi Haat Craft Cottage Industries
New Delhi – Murah Meriah

 

Jalan jalan ke India, khususnya di New Delhi dan seluruh wilayah Rajasthan (Jaipur, Udaipur, Jodpur dan lain lain) ada baiknya menggunakan Tour Guide lokal. Kenapa ?, Entahlah, sebagai keluarga yang lebih banyak ceweknya daripada cowoknya, saya merasa nggak aman kalau jalan jalan sekeluarga apalagi sendirian. Jalan baru beberapa langkah langsung diikuti pedagang asongan, sopir ricksaw atau pengemis. Lagipula, dimana mana penuh manusia. Penduduk India banyaknya bukan main, 5 kali lipat penduduk Indonesia. Rasanya semua mata memandang ke kita kemanapun kita berjalan. Wajah, postur tubuh dan penampilan kita memang berbeda dengan mereka.
Cara Menjualnya Yang Sangat Unik
Dibentangkan Didepan Pembeli

 

Tetapi, Tour Guide di India kelakuannya sama saja dengan Tour Guide di Indonesia atau dimanapun juga. Dia punya referensi toko cendera mata sendiri. Kalau kita ajak ke tujuan lain, selalu saja mengelak dan mengajak ke toko cendera mata tertentu yang tidak kita kehendaki. Biasa, dia akan dapat komisi kalau saya turuti mampir ke toko yang direkomendasikannya. Percayalah, semua toko cenderamata yang direkomendasikannya ‘Sangat Mahal‘.
Saree Berbagai Macam Kwalitas Dan Design
Cara Jualnya Sangat Mengesankan

 

Di India, khususnya New Delhi ada banyak Sentra Home Industry milik pemerintah. Salah satunya bernama Delhi Haat Craft Cottage Industries. Lokasinya di Okhla New Delhi. Karena merupakan sentra home industry, maka semua hasil kerajinan rakyat dari segala penjuru India dipasarkan ditempat ini. Kwalitasnya juga bermacam macam, mulai kwalitas paling rendah hasil prakarya anak anak sampai kwalitas sangat tinggi dari pengrajin paling jempolan di India. Harganya, semua Fixed Price, nggak bisa ditawar sama sekali dan Free Tax. Sangat murah sekali dibanding toko toko souvenir swasta untuk barang dengan kwalitas yang sama.
Sedang Milih Saree. Semua Barang Nggak Bisa Ditawar
Semua Fixed Price
Gedungnya sangat besar dan luas sekali. Satu lantai sendiri khusus kerajinan tangan dari berbagai daerah India, satu lantai khusus kerajinan kain dan satu lantai khusus karpet dan hiasan gantung rumah. Karyawannya sangat banyak, setiap pengunjung dilayani secara privat dan dijelaskan secara detail semua barang yang ada. Ada staff yang khusus ngajari membuat karpet, Sari, Pashmina atau barang kerajinan apapun. Mirip dengan Sentra Industri Rumah di Indonesia.
Mau saree Yang Kwalitas Paling Rendah Sampai
Yang Luxury Tersedia

 

Yang menarik, saya diajari bagaimana trick ngibul pedagang swasta dalam hal membohongi konsumen agar bisa menaikkan harga barang menjadi lima kali lipat dari harga resmi dari pemerintah. Contohnya Pashmina, pedagang diluar sana selalu demo memasukkan pashmina kedalam lobang cincin untuk membuktikan bahwa pashminanya asli dari bulu domba Kashmir. Ada juga yang demo dengan cara membakar dengan korek api sampai tercium bau seperti rambut terbakar.
Pasmina Dari Kashmir
Warnanya Bagus Bagus
Ternyata trick seperti ini gombal besar. Untuk membuktikan keaslian Pashmina Kashmir ternyata harus melalui proses rumit dan dikirim ke laboratory pemerintah. Semua Pashmina dan Saree yang sangat lebarpun bisa lolos kalau dimasukkan ke lobang cincin yang kecil. Jadi, jangan percaya kalau ada pedagang ngibulin anda dengan cara seperti itu dan menjual dengan harga sangat mahal.
Karena Luwes Ikut Jualan Pasmina Kashmir
Seperti Inilah Maka Ditawari Kulakan

 

Kelebihan lagi kalau kita belanja di toko milik pemerinttah adalah bisa kulakan dalam partai besar. Dijamin barang bisa nyampai ke negara manapun tanpa dibebani ongkos kirim untuk jumlah tertentu. Keren, gue ditawarin kulakan partai besar. Kayaknya wajah ‘ndeso‘ mas Ardi yang jadi penyebab kenapa ditawari Kulakan. barangkali dikira pedagang besar dari Indonesia yang datang khusus ke India untuk kulakan. Nggak salah memang, dari awal mas Ardi ikut ikutan melayani konsumen, mengambilkan pashmina, membentangkan Saree dan lain lain.
Mulai Taplak Meja, Perhiasan Rumah, Sandal Dan Sepatu
Semua Tersedia Di Delhi Haat
Hiasan Dinding
Cara Menjual Cukup Dibentangkan Di Lantai
Sangat Bagus Dan Harga Bervariasi
Sesuai Dengan Kwalitasnya
Karpet Kashmir Ternyata Tipis Dan Ringan
Di Toko Swasta Harganya Lima Kali Lipat
Diajari Cara Membuat Karpet

Negara PKL Terbesar Di Dunia

Penjual Es Kelapa Muda
Didepan Jantar Mantar – Jaipur

 

Saya pernah jadi wartawati puluhan tahun dan sudah mengunjungi puluhan negara di dunia ini. Ada yang berbeda antara media Indonesia dengan media lain di dunia ini. Terutama dalam hal penyampaian berita. Contohnya, kalau ada musibah apapun di tanah air, yang diekspose habis habisan oleh orang Indonesia adalah korbannya. Si korban semakin menderita, menangis dan berdarah darah semakin jadi berita. Di negara lain yang diekspose adalah aksi heroik polisi dan regu penyelamat, atau hakim dan pengacaranya. Nggak ada sama sekali korban perkosaan, atau korban gempa bumi yang diekspose terus menerus saat sedang menangis histeris. Apalagi di close-up wajahnya dan disebar luaskan di jejaring sosial.

 

Penjual Gorengan
Di Jalan Menuju Amer Fort – Jaipur

 

Contoh lain adalah India. Negara besar dengan penduduk 5 kali lipat penduduk Indonesia ini tiap hari mengexpose program dan hal hal positif perdana menterinya, Modi. Pokoknya si perdana menteri ini ngomong apa saja dengan heroik memuja muji negara selalu muncul di media India. Apalagi orang India terkenal jago dalam hal IT dan umumnya sudah bisa berbahasa Inggris sejak dalam kandungan. Langsung deh beritanya kemana mana. Baik TV, koran, website dan blog India dengan mudah disebarkan oleh warganya dan bisa dimengerti seluruh dunia. Kawan kawan saya India di Kuwait sini rajinnya bukan main ngirim link berita India dan lokasi pariwisata disegala penjuru kota di India. Cukup ampuh hasilnya dan  saya tertarik untuk berkunjung ke India.

 

 

PKL  Disamping Hotel Trident – Agra

 

Orang Indonesia lain lagi ceritanya. Bikin FB Status, blog atau website aja isinya cuma puja puji Erdogan atau Duterte – bukan presidennya sendiri. Paling sering mengeksoose berita tentang artis kawin cerai, korban perkosaan dan yang paling hebat mengekspose habis habisan wajah Jessica – yang sebenarnya masih berstatus ‘Terduga’ dalam kasus Kopi Beracun. Untungnya orang Indonesia kurang pinter dalam berbahasa Inggris. Semua posting dalam bahasa Indonesia, jadi diluar negeri nggak ada ‘bunyinya‘ sama sekali. Nggak dianggap dan nggak ada yang tahu artinya.
Warung Kelontong
Segala Macam Barang Ada

 

Karena beda cara penyampaian berita antara Indonesia dengan India (negara lain juga) dimanapun tersebut,  maka antara apa yang saya baca dan saksikan sendiri di India jelas berbeda sama sekali dengan apa yang ada dalam pikiran saya. Ternyata, Pedagang Kaki Lima (PKL) terbesar didunia itu adanya di India. Dimana mana isinya PKL baik dikampung maupun jalan utama. Kayaknya pemerintah sudah tidak sanggup lagi menata kotanya. Mereka berserikat dan membentuk organisasi bernama NASVI (National Association Of Street Vendor Of India) dan katanya, anggotanya puluhan juta. Bener atau tidak saya nggak tahu, yang penting websitenya bagus.

 

Penjual Buah Lapaknya Maju Ditengah Jalan
Bayangkan, seandainya website India juga kumuh seperti kenyataannya, apa kata dunia ?. Barangkali, sayapun nggak akan pernah datang ke India kalau tahu hal ini.. Benar benar berbeda antara India dan Indonesia. Orang Indonesia itu serba spontan. Kalau jelek langsung mengatakan  jelek dan kalau bagus diam saja tidak berkomentar. Kalau anda bertanya, kenapa hanya photo photo kumuh dan cerita yang jelek jelek saja yang dimuat di blog ini ?,  Jawabnya gampang, “Ya karena saya orang Indonesia, susah diajak komentar yang bagus bagus saja“. Gitu aja, kok repot.
Pedagang Keliling Pisang

 

Kayaknya Sih Kios Rokok

 

Pangkalan Ojek

 

Trotoar Dipakai Pedagang Kaki Lima
Pejalan Kaki Lewat Mana ??

 

Kios Penjual Panci, Ember Dan Kebutuhan Dapur
Semrawut Satu Negara
Perlu Didatangkan Ahok Untuk Menertibkan PKL

 

Sepanjang Jalan Protokol Isinya PKL
Sudah Nggak Bisa Ditata Lagi
Penjual Es Tebu

 

Pedagang Makanan Ini Bukan Di Pasar Lho
Tapi Di Jalan Protokol

Baca Juga :

 

Lassi – Yogurt India Untuk Anda

Pasar Jayanti Jaipur
Di Pasar Ini Banyak Warung Lassi

 

Di Kota Jaipur, saya sempat berhenti di sebuah pasar tradisional. Sengaja berhenti karena saat melintas saya tertarik dengan nama pasar yang mirip sekali dengan nama nama wanita di Indonesia. Nama pasarnya Jayanti Market. Keren kan, tapi nggak ada hubungannya dengan Kris Dayanti atau nama nama semacamnya. Pasar ini kumuh, segala macam barang, sayur dan buah, makanan dan minuman dijual disini. Pedagang kaki lima sampai lapak lapak di emperan toko juga ada. Sapi, onta, keledai, anjing dan berbagai macam binatang juga berkeliaran di pasar. Memang benar sekali kalau ada yang mengatakan Taman Safari Terbesar di dunia adalah India.
Semua Yang Membuat Dan Menjual Laki Laki

 

 

Disalah satu sudut pasar ada kios penjual Lassi. Semacam Yogurt khas India. Rasanya sangat mirip dengan Yogurt tapi penyajiannya dengan gelas dari bahan tembikar. Lassi yang asli dan enak itu katanya kalau didinginkan digelas tembikar permukaannya bisa mengeras seperti keju. Ada beberapa rasa yang dijual, yang natural namanya Sweet Lassi. Tetapi ada juga yang diberi rasa lain misalnya Mango Lassi, Strawbery Lassy dan lain lain.
Ragi Susu (Active Culture) Yang Terbaik
Katanya Lassi Yang Sudah Kadaluarsa

 

Karena kiosnya kecil, cara membuatnya cukup di tanah kosong dibelakang kios.  Ragi bubuk diaduk aduk dengan tangan lalu dicampur dengan active culture. Namanya keren Active Culture, tapi sebenarnya ragi juga yang berasal dari Lassi kadaluarsa. Bakteri terbaik untuk membuat Lassi atau Yogurt itu berasal dari Lassi (Yogurt) yang kadaluarsa. Setelah itu ragi tersebut dicemplungkan kedalam air susu sambil dimasak diatas kompor sebentar. Disaring dan didinginkan di baskom lalu diletakkan di tanah berjejer jejer selama beberapa hari. Setelah itu siap dijual.

 

Lassi Disajikan Dalam Gelas Tanah Liat

 

Melihat cara membuat dan tempat membuatnya yang tidak begitu hygienis sebenarnya saya ragu untuk mencoba mencicipi minuman khas India ini. Tapi rasa ingin tahu ternyata jauh lebih tinggi dari perasaan ‘Nggilani‘ saat melihat pemandangan di dapur pengolahannya. Saya perhatikan, semua pekerja yang mengolah Lassi di dapur belakang sampai yang menjual didepan tidak ada satupun wanita. Laki laki semua !!!!, keebayang deh, laki laki kalau Pipis selalu memegangi ‘barang‘nya sambil berdiri dibawah pohon. Lalu tanpa cuci tangan langsung mengaduk ragi bubuk dan active culture. Mungkin ini pula yang membuat rasa Lassi agak sedikit asem.
Cara Menuangkan Lassi Kedalam Gelas Tanah
Penjualnya Laki Laki Semua – Ada Yang 
Nangkring Diatas Meja Ada Juga Yang  Garuk Garuk
Ragi Susu Bubuk Dicampur Dengan
Active Culture (Lassi Kadaluarsa)
Siap Diminum – Lassi Terbaik Terlihat Dari
Adanya Langit Langit Yang Mengeras Seperti Keju
Di Permukaan
Sweet Lassi, Mango Lassi, Strawbery Lassi
Rasanya Asem Asem Gimana Gitu

 

Baca Juga :

 

Taj Mahal Dari Arah Sebaliknya

Kalau Photonya Seperti Ini Memang Bagus
Coba Berbalik 180 Derajat
Seperti Apa Perjuangan Masuk Ke Taman Taj Mahal Ini
Saya pernah jadi wartawati puluhan tahun dan berkali kali dapat Pelatihan Photography. Saya diajari cara mengambil ‘angle‘ terbaik supaya hasil photo dan berita menjadi bagus dan menarik. Semua wartawan, wartawati atau photographer media apapun punya kemampuan seperti ini. Itulah sebabnya kenapa photo dan berita di majalah travel selalu terkesan bagus dan menarik. Apalagi ulasannya dibuat sedemikian rupa sehingga mengaburkan keadaan sebenarnya disekitarnya.
Gaya Tukang Photo India Memang Tengil
Kenapa Nggak Ada Yang Photo Arah Sebaliknya Ya
Nggak percaya ?, Mari saya ajak anda jalan jalan ke Agra dari arah sebaliknya untuk menyaksikan Taj Mahal, bangunan indah yang masuk dalam 7 Keajaiban Dunia dan dilindungi oleh UNESCO. Tidak perlu saya jelaskan sejarah bangunan tersebut. Sudah banyak majalah/blog atau website yang mengulas secara detail sejarahnya. Baca saja sendiri melalui Wikipedia : Taj Mahal. Kalau anda masuk dan hanya menatap lurus kedepan, memang benar Taj Mahal sangat indah untuk latar belakang photography. Warna bangunan yang putih terlihat begitu kontras dengan sekitarnya,.
Jangan Asal Berdiri Disini
Harus Ijin, Anda Bisa Diusir  Preman Dan Tukang Photo
Cobalah berbalik 180 Derajat atau membelakangi Taj Mahal. Lihatlah segala macam ‘tontonan‘ di pintu masuk dan jalan menuju pintu masuk. Maksudnya, renungkan bagaimana perjuangan anda tadi sampai bisa masuk kedalam taman.. Untuk bisa masuk kedalam taman, anda akan melalui jalanan ‘kumuh‘ di kota Agra. Dari tempat parkir mobil, anda harus bisa meloloskan diri dari kepungan Pedagang Asongan yang menjajakan berbagai macam cendera mata. Pedagang Asongan yang mengikuti anda bukan cuma tiga orang saja, tapi lebih dari 10 orang. Sekali saja anda menanggapi, dengan cepat muncul teman si pedagang asongan yang lain dengan jumlah sekitar 20 orang. Penduduk India memang luar biasa banyak, 5 kali lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia.
Pusat Kota Agra – Kumuh Dan Dekil
Menuju Taj Mahal Harus Lewat Jalan Ini
Turis Lokal Dan Sopir Ricksaw
Menunggu Penumpang Disekitar Tempat Parkir Mobil
Pintu Masuk Taj Mahal Sangat Dekat Kampung

 

Lolos dari Pedagang Asongan, muncul lagi Tukang Photo Amatir. Jumlahnya juga buanyak sekali. Pegang salah satu, yang lain akan mundur dengan sendirinya. Tukang photo ini cukup penting, tanpa tukang photo ini anda akan kesulitan untuk mengambil photo dari sudut sudut terbaik. Semua bangku untuk photo dengan latar belakang Taj Mahal sudah dikuasai oleh Tukang Photo. Anda tidak bisa sesukanya duduk bergaya di bangku bangku yang banyak tersedia di taman atau berdiri tegak ditempat tempat yang paling strategis. 

Jalan Dari Tempat Parkir Isinya Orang Semua
Suka Maksa Nawarkan Jasa – Hati Hati Copet

 

Pedagang Asongan – Dua Didepan berusaha
Mmemperlambat Jalan Anda – Puluhan Ada Di Belakang
Setelah itu puluhan makelar akan menawarkan jasa Naik Kendaraan Golf Listrik menuju Loket masuk Taman.  Harus pinter tawar menawar, kalau anda terlalu ngirit atau merasa tarif naik kereta golf listrik terlalu mahal, silahkan jalan kaki sekitar 1 Km lebih. Pada bulan Jun – Sep ditanggung panas dan berkeringat kalau anda terlalu pelit dan milih jalan kaki diikuti puluhan pedagang asongan, calo, tukang photo amatir dan mungkin juga copet dan tukang palak..
Campur Aduk Turis Lokal, Pedagang Asongan,
Makelar Karcis, Makelar Kendaraan Golf Listrik

 

Ngantri Penggeledahan Permen Karet
Dan Pemotong Kuku
Nyampai didepan loket, jangan kaget kalau antrian sangat panjang. Turis lokal jauh lebih banyak dibanding turis asing. Siapkan uang untuk beli tiket masuk (resminya Rs 1000 untuk orang asing tapi bisa beli di calo – ngakunya guide dengan imbalan). Seandainya dompet di kantong atau didalam tas anda hilang saat ngantri disini, jangan langsung menyalahkan orang dibelakang/depan anda. Barangkali dompet anda sudah lama menghilang sejak didepan saat anda dikerubuti pedagang asongan.
Wanita Selesai Digeledah Masih Memeriksa Kembali
Isi Tasnya – Apa Saja Yang Disita

 

Gerbang Masuk Ini Dekat Dengan Rumah Penduduk
Jalannya Tidak Rata Dan Banyak Lubang Galian
Hanya Ditutupi Plastik Biru
Setelah pemeriksaan tiket, harap rela berpisah dengan anggota keluarga. Proses berikutnya adalah pemeriksaan keamanan. Laki laki dan perempuan dipisahkan dan melalui jalur tersendiri untuk digeledah. Puncak dari kekacauan adalah disini karena semua badan dan tas digeledah satu persatu dan semua barang dikeluarkan. Yang dicari adalah permen karet, pemotong kuku dan benda benda tajam apapun yang bisa digunakan untuk merusak bangunan.

 

Yang Duduk Duduk Ini Kebanyakan Penduduk Lokal
Yang Menawarkan Jasa Jadi Tour Guide
Dan Bisa Membelikan Karcis tanpa Antri
Tambah Kumuh Karena
Ada Perbaikan Jalan Hanya Ditutup Seng
Setelah itu, pegel deh. Masih harus jalan kaki sekitar 500 meter menuju gedung utama Taj Mahal. Ngilangi pegel linu, sudah tentu photo photoan dulu di bangku bangku taman dan tempat strategis yang telah dikuasai preman. Si Tukang photo yang saya pilih tadi berkali kali mengarahkan gaya sambil jeprat jepret dengan gaya tengil. Puluhan kali saya dijepret dengan cameranya. Begitu pulang menuju pintu keluar, baru saya kaget. jepretannya ternyata banyak dan tagihannya ternyata mahal sekali. Tapi nggak apa apa, si Tukang Photo ini yang melindungi saya sepanjang jalan dari jarahan pedagang asongan, calo dan barangkali juga copet.  Aman, dikawal penduduk lokal.
Akhirnya Bisa Masuk Kedalam
Taman Yang Bersih Dan Luas
Nggak Ngira, Diluar Kumuh Didalam Bagus
Untuk Naik Dan Masuk Ke Taj Mahal
Sepatu Harus Dibungkus
Nggak Gratis Beli Bungkus Sepatu

Bus ‘Menghargai Wanita’ Di India

Busnya Kecil, Imut, Pendek, Tua, Kumuh Dan Lucu
Semua Tanpa AC
Jakarta pernah punya bus butut Metro Mini dan Kopaja yang legendaris. Bus reyot ini sayangnya sudah berangsur angsur tinggal sejarah saja sejak disikat habis oleh Gubernur DKI Jaya, Ahok. Di Ibukota Negara India, New Delhi sampai kota terdekatnya Noida dan Agra semua bus kota dan bus antar kota sama bututnya dengan Metro Mini. Apalagi di Rajasthan seperti Jaipur, Jodpur, Udaipur, jelas butut, reyot dan tanpa AC. Penumpangnya nggak semuanya duduk, ada yang berdiri, ada juga yang bergelantungan di pintu. Bus AC jarang sekali melintas, kayaknya AC masih merupakan barang mewah bagi penduduk India.
Bus Jompo Antar Kota Tanpa AC Seperti Ini Di
Indonesia Sudah Nggak Beroperasi Lagi
Dibandingkan Indonesia, transportasi bus India jelas jauh ketinggalan jaman kira kira 30 tahun dibelakang. Bus bus antar kota di Indonesia sudah puluhan tahun yang lalu menggunakan AC. Di India, bus berAC sangat langka. Saat ini bus AC baru beberapa gelintir saja yang melintas, tetapi mulai menjamur di wilayah India Selatan seperti Bangalore dan Chenai. Dari teman teman India saya di Kuwait, mereka juga mengakui kalau India bagian selatan memang jauh lebih makmur penduduknya dibanding India Utara. New Delhi itu hanya pusat pemerintahan sedangkan industri, pengetahuan dan IT semua berada di selatan.

 

Ada Bau Khas Naik Bus Di New Delhi
Mirip Mirip Bau Bawang

 

Yang menarik dari transportasi umum di New Delhi, Agra, Jaipur, Udaipur dan kota kota lain disekitar Rajasthan adalah tanda peringatan buat wanita. Ada yang menulis ‘Taxi Ini Menghargai Wanita‘, ‘Hormati Wanita‘ dan lain lain. Semakin banyak tulisan peringatan semacam itu, saya langsung bisa menebak : ‘Betapa bahaya atau tidak amannya wanita kalau bepergian menggunakan angkutan umum di India‘.  Ingat, kalau anda membaca tulisan  ‘Bus Ini Menghargai Wanita‘, itu maksudnya yang menghargai wanita adalah busnya bukan sopir atau penumpang lainnya.
Ngetem Nunggu Penumpang Penuh
Puanas Dan Berkeringat – Penumpangnya Diluar Semua

 

Jadi, kalau anda wanita lebih baik jangan sekali kali bepergian sendiri menggunakan angkutan umum. Saya tidak pernah merasa takut jalan jalan seorang diri di negara manapun, baik jalan kaki, nyetir mobil sendiri maupun menggunakan angkutan umum. Tapi di India terasa lain, setiap langkah ada rasa khawatir yang berlebihan.  Rasanya semua mata mengawasi apalagi pedagang asongan banyaknya bukan main dan selalu mengikuti kemanapun kita pergi bahkan menghalangi langkah saya. Belum lagi sopir bajaj, ricksaw dan orang orang dipinggir jalan yang menawarkan jasa untuk shopping ke toko tertentu. Penduduk India memang luar biasa banyak dan untuk bisa kerja di India memang terlihat kasat mata sangat sangat berat.

 

Bus Reyot Berhenti Naik Turunkan Penumpang
Seenaknya Sendiri
Lupakan keinginan anda untuk backpackeran atau solo travelling di India. Sudah sering saya mendengar berita berita yang kurang bagus terjadi di India terhadap turis asing. Mulai Sexual Harrasment sampai pemerkosaan sering jadi berita utama. Kecuali kalau memang anda punya keinginan untuk jadi ‘bancakan’ orang India.




Ini Bus Kota – Butut Tanpa AC
Ini Baru Bus Kota AC
20 Bus Non AC Lewat Baru Ketemu Satu Bus AC

 

Cieee Warnanya
Masih Bagusan Metromini Dan Kopaja

 

Ini Bus Kayaknya Merakit / Buat Sendiri Di Bengkel

 

Semua Angkutan Umum Oplet Atau Bus
Ada Tulisan ‘Menghargai Wanita’
Semua Bus Ada Hotline Number
Women Hotline – Artinya India Memang Tidak
Aman Bagi Wanita

Baca Juga :