Category Archives: Denmark

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Susahnya Cari Tempat Pipis Di Eropa

WC Umum Dusseldorf – Jerman
Keren Dan Modern Kalau Dilihat Dari Luar

 

Tips seperti dibawah ini sering kali terlupakan dan bahkan diabaikan bila seseorang akan bepergian ke negara lain, khususnya Eropa. Siapa sih yang mau bertanya atau memberi saran soal buang hajat besar maupun buang hajat kecil ?. Saya bisa katakan, tidak ada satupun majalah pariwisata yang memberi tips bagaimana caranya pipis dan ‘beol’ di sarana umum kota kota di negara Eropa. Masalah ‘kebelet’ memang tabu untuk dibicarakan, tetapi anda harus tahu sebelum melakukan perjalanan wisata ke Eropa.
Bahasa Jawa Nggak Ada
Artinya Pengguna Yang Jorok Semuanya Bule Eropa
Photo photo dalam tulisan ini saya ambil di Dusseldorf, Jerman dan London, UK. Tapi percayalah, di negara negara Eropa yang lain bakalan mirip dan relatif sama saja. Silahkan juga membaca dan melihat photo photo dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengalaman ‘kebelet’ diluar negeri.
Harus Bayar Dengan Uang Logam
Harus Uang Pas

 

Tidak seperti di Indonesia, kalau kita sedang ‘kebelet’ bisa langsung numpang toilet ke toko toko terdekat. Di kota kota dimanapun di Eropa, belum pernah saya berhasil ‘numpang‘ toilet ke toko toko kecil terdekat. Selalu saja dicurigai dan disuruh jalan beberapa ratus meter menuju Toilet Umum atau WC yang ada di Mall Besar.
Dari Jauh Kelihatan Bersih
Jarak Satu Meter Baunya Sama Saja

 

Kalau yang terdekat Toilet Umum, itupun belum tentu saya berani masuk. Tidak semua toilet umum bersih dan terawat meskipun umumnya semua toilet umum tersebut akan otomatis ‘membilas’ sendiri setelah kita keluar dari toilet. Sering juga, mesin ‘membilas’ lantai toilet tersebut macet. Jangan sekali kali berasumsi bau WC bule Eropa lebih harum dari WC Indonesia ya, asumsi seperti ini ‘Salah Besar‘. Tidak ada satupun manusia yang ‘Superior’ termasuk masalah bau kotorannya. Percayalah…. Baunya Relatif Sama Saja !!!
Victoria Station – London, United Kingdom
Bayarnya 30 Pennies
Selalu siapkan uang receh coin. Hampir tidak ada satupun WC Umum yang gratisan kecuali di Mall Besar. Beruntung sekali kalau disekitar WC Umum tersebut ada mesin penukar uang receh, kalau tidak ada ya jelas bakalan tidak bisa membuka pintu WC Umum tersebut. Beruntung kalau ada orang lewat yang iba lalu ngasih uang receh ke anda.
Jelas Ya, 30 Pennies Per Visit
Jadi Kalau Sakit Perut Nggak Bisa Mondar Mandir
Tips lain yang tidak kalah pentingnya adalah ‘Selalu Menjaga Nama Baik Bangsa Dan Negara Indonesia‘.  Yang saya lakukan selalu mondar mandir didepan WC Umum tersebut berkali kali sambil mengawasi orang yang keluar masuk. Pelajari bagaimana cara menukar uang, cara masuk dan membuka pintu. Cukup dari jauh saja. Istilah keren bahasa Jawanya nJames Bond, alias aksi intelijen memata matai orang yang keluar masuk WC Umum daripada nanti bingung grotal gratul dilihat banyak orang.
Mesin Tukar Uang Di Victoria Station London
Beruntung Kalau Ada Mesin Tukar Uang Didekat WC
Jangan sekali kali meniru kelakuan orang orang Jerman. Perhatikan dua buah photo paling bawah sendiri.  Saking ngiritnya nggak mau bayar, kencing sembarangan dibawah pohon. Jangan juga ngambil sikat WC untuk gosok gigi, menyisir rambut atau garuk garuk badan. Ikuti aturan yang berlaku di kota tersebut daripada dilaporkan polisi dan kena denda. Orang Jerman memang ngganteng ngganteng, tapi ada saja yang kelakuannya diluar kebiasaan umum.
Ini Gate Masuk WC Umum Di Victoria Station London
Monitor Dulu Daripada Grotal Gratul

 

Ini Orang Ngantri WC
Di Coach Station Victoria London

 

Ini Orang Jerman Kencing Dibawah Pohon
Di Autobahn
Awas, Jangan Tiru Kelakuan Orang Jerman
Sikat WC Buat Gosok Gigi, Sisir Rambut Dan Garuk
Garuk Pantat

Baca Juga :

Nasi Bungkus Restaurant Termahal London

Nasi Bungkus Kalau Di Inggris Nggak
Ada Nasinya Tapi Bungkusnya Sama Dengan
Nasi Bungkus Rumah Makan Padang

 

Nggak bisa dipungkiri lagi, orang Indonesia kebanyakan terkagum kagum kalau ketemu Bule. Kalau perlu, apapun akan dilakukan hanya untuk ‘melayani’ seorang Bule. Di kantor kantor dan siaran Televisipun Bule juga diperlakukan berbeda. Pokoknya pelayanan buat Bule selalu lebih baik, nyaman dan enak kalau di Indonesia. Mentalitas seperti ini jarang saya temukan di negara lain dan mudah kita saksikan di Indonesia.
Bule Inggrispun Kalau Ketemu Orang
Indonesia Juga Nglesot Bahkan Nyembah Nyembah
Ngucapin Terima Kasih Kalau Diberi Tips

 

Tetapi di London saya merasakan ‘Jadi Bule. Ada sedikit kemiripan antara orang London dengan orang Indonesia. Di kota ini saya bisa merasakan enaknya dilayani Bule dengan pelayanan ‘Super’ seperti yang sering kita saksikan di tanah air. Saya menyadari, nggak mungkin saya bisa mendapat pelayanan istimewa kalau sedang berada di tanah air karena hidung saya jelas jelas terlihat Pesek dan wajah kurang memenuhi syarat dan cenderung meragukan kalau harus masuk ke tempat tempat tertentu yang exclusive. Pokoknya wajah dan penampilan kita ini Kere Pol…..
Standard Pelayanan Memang Harus
Nglesot Di Lantai
Kebetulan saya diberi kesempatan  ke London oleh pemerintah Kuwait, pakai duit rakyat Kuwait dan menginap di Hotel yg termasuk ‘Diamond’ disekitaran Knightsbridge – Kensington dan makan malam di salah satu restaurant restaurant yang masuk dalam The 10 Most Expensive Restaurants In London versi The Richest. Yang penting punya pengalaman berharga. Puluhan tahun kita jungkir balik bekerja di Indonesia, paling cuma dibayari makan di Rumah Makan Padang ‘Kapau’.

  • Sketch, Mayfair London – sekitar Rp 2.2 Juta per kepala
  • Apsleys, The Lanesborough Hotel – sekitar Rp 2.25 Juta per kepala
  • Le Gavroche, Mayfair London – sekitar Rp 2.5 Juta per kepala
  • The Greenhouse, Mayfair London – sekitar Rp 2.5 Juta per kepala
  • Marcus Wareing,  Knightsbridge – sekitar Rp 2.5 Juta per Kepala
  • Helene Darroze, Connaugh Hotel Mayfair – sekitar Rp 2.5 Juta per kepala
  • L’Atelier De Joel Rubuchon, Covent Garden – sekitar Ro 2.7 Juta per kepala
  • Gordon Ramsey, Chelsea – sekitar Rp 2.75 Juta per kepala
  • Hibiscus, Mayfair – sekitar Rp 2.75 Juta per kepala
  • Alain Ducasse, The Durchester Hotel Piccadilly – sekitar Rp 4 Juta per kepala

 

Sajian Penuh Selera Noma Restaurant
copenhagen Denmark
Tapi, restaurant termahal di London diatas sebenarnya nggak ada apa apanya dibanding Noma Restaurant di Copenhagen, Denmark. Di Noma Restaurant, untuk Dinner ‘Pahe’ (Paket Hemat) saja perlu Rp 6 Jutaan per kepala. Itupun harus reservasi 3 bulan sebelumnya. Baca Saja Pengalaman Reservasi Noma Restaurant ini
Bule Nyembah Kere

 

Pertama datang ke restaurant di London ini harus reservasi dulu, semua sudah direservasikan dari Kuwait. Nggak bisa langsung nylonong Go Show begitu saja. Ada 3 orang staff cantik tampak berdiri didepan menunggu tamu. Perlakuan relatif sama seperti umumnya staff restaurant di Indonesia. Pandangan mata staff restaurant tersebut langsung tertuju ke Hidung Pesek saya. ‘Hmmm, ada Bule Hitam Pesek nih‘, mungkin begitu dalam hatinya. Setelah basa basi sebentar sambil nyocokin nama dengan ‘ catatan reservasi’ di computernya, langsung kita diantar ke meja yang telah ditunggui oleh seorang pelayan laki laki. Keren, ngganteng ngganteng seperti Leonardo D’Caprio, berdiri tegap seperti Hansip sedang upacara bendera, tapi bawa menu makanan dan serbet.
Nasi Bungkus Isinya Lobster Dan Kentang

 

Meskipun saat berdiri seperti Hansip, tetapi pelayan tersebut luwesnya bukan main. Selesai menarik kursi dan mempersilahkan duduk, si pelayan tadi langsung jongkok ‘ndeprok’ dilantai lama sekali tidak bergerak nunggu kita semua selesai milih makanan dari menu yang disodorkan. Lumayan lama nunggu pesanan keluar, begitu muncul ternyata ‘Nasi Bungkus’. Nggak ada piring, semua makanan disajikan diatas kertas seperti bungkus Nasi Padang. Selama makan, si Hansip tetap berdiri tegap sambil menunggu aba aba ‘tambo ciek‘.
Hikmah :
  • Tetap bersyukur walau cuma makan Nasi Bungkus. Di UK perlu Jutaan Rupiah untuk bisa menikmati makan diatas kertas
  • Tetap bangga punya Hidung Pesek, di UK anda dilayani istimewa karena hidung anda beda dengan yang lain.
Apapun Makanannya Bungkusnya Kertas

Baca Juga :

Europe, Benarkah Gadget Bisa Terjual Jutaan Dalam Sehari ?

Presikhaf – Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
.
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?.
 .
Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
.
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua.
 .
Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
.
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.
 .
Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
.
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.
 .
Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

.

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
.
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?.
 .
Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
.
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.
 .
Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal
Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

.

Baca Juga :

Patung Nelongso Copenhagen

Ternyata Patung Little Mermaid Sangat Kecil
Sekali, Hanya Sekitar 1.25 Meter Tingginya
.
Paling Aman Melihat Tingkah
Polah Turis Dari Seberang Sungai
Sebelumnya saya sempat terkagum kagum saat baca majalah pariwisata tentang Denmark, khususnya saat melihat patung lambang kota Copenhagen bernama Little Mermaid. Apalagi sejak kecil saya sudah mengenalnya melalui cerita dan ilustrasi dalam buku buku komik anak anak karangan HC Andersen. Semua photo yang ditampilkan diambil dari jarak dekat sehingga bayangan saya patung lambang kota Copenhagen tersebut adalah patung raksasa yang bisa saya pakai sebagai background photo Ardi’s Family Blog. Ternyata, setelah saya saksikan sendiri, ukurannya sangat kecil sekali. Kira kira hanya setinggi 1.25 meter saja. Boro boro untuk latar belakang photo yang apik, cari posisi berdiri untuk diphoto saja susahnya bukan main. Terlalu banyak turis yang bengong mau apa ditempat ini. Mau photo, yang kejepret punggung orang, mau ndekat takut kecemplung sungai.
.
Mending Nonton Kapal Yang Lewat
Daripada Desak Desakan
Dipinggir Sungai
Untuk bisa melihat patung kecil dan jelek ini perlu nasib baik. Anda tentu heran kenapa saya mengatakan ‘Jelek’ dan harus punya Nasib Baik kan ?.  Saya katakan jelek karena patung ini merupakan sasaran Vandalism penduduk Copenhagen. Setiap saat dipakai untuk tempat demo urusan politik, lingkungan atau semacamnya. Sama halnya dengan para demonstran di tanah air, kalau demo selalu memilih tempat di Bundaran HI biar diekspose internasional. Nah di Copenhagen, sudah berkali kali patung ini dirusak, dicat, diledakkan bom dan segala macam tingkah laku anarkis demonstran. Jadi kalau disentuh terasa ‘brocel brocel’ tidak mulus sebagai bukti pernah atau sering ditambal sulam.
.
Mana Lebih Menarik, Lihat Patung
Tambal Sulam Atau Pemandangan
Saking seringnya patung ini dirusak orang, maka pemerintah telah memindahkan patung tersebut agak ketengah sungai. Berdasarkan catatan, kerusakan terberat terjadi tanggal 24 April 1964 saat kepalanya dipenggal dengan gergaji. Tanggal 22 July 1984 kembali digergaji, kali ini tangan kanannya hilang dan dikembalikan dua hari setelahnya dalam keadaan rusak. Tahun 1990 dipenggal lagi lehernya tetapi belum sempat selesai sudah ketahuan. Yang benar benar diekspose dunia terjadi tanggal 6 January 1998 karena potongan kepalanya dikirim ke stasiun TV terdekat dan juga pernah diledakkan sampai berkeping keping dan reruntuhannya masuk ke sungai tanggal 10 September 2003.
.
Cantik Dan Anggun Saat Memakai Jilbab
Photo By : Daily Times
.
Bagaimana Pendapat Anda ?
Cantik Kan ?
Photo : Daily Times
Tetapi, yang paling menarik dari semua kejadian yang dialami patung terkenal Little Mermaid ini adalah kejadian tahun 2004. Saat itu Mbak ‘Little Mermaid’ benar benar menutup auratnya dan tidak lagi memperlihatkan payudara, pinggul dan pahanya. Apakah Mbak Little Mermaid telah sadar, insyaf dan beralih menjadi seorang muslimah yang tahu cara menutupi auratnya ?. Ternyata tidak, patung tersebut tidak bisa mengucap Syahadat sehingga batal jadi seorang muslimah. Terbukti beberapa hari kemudian sudah telanjang kembali seperti semula. Mbak Little Mermaid tersebut saat itu memilih memakai Burqa (Hijab/Jilbab) karena sedang ngambek atas masuknya Turki dalam Uni Europe. Bulan May 2007, Mbak Little Mermaid memakai Jilbab kembali. Katanya sedang mendukung anggota parlement Asmaa Abdul Hamid (Denmark,  Kelahiran UAE dari keluarga Palestine) yang sedang gigih gigihnya memperjuangkan hak hak kebebasan berjilbab bagi muslimah  tanpa harus dipandang negatif dan dicurigai. Tetapi mentah karena memang tidak ada larangan berjilbab di Denmark. Masalah penduduk lain memandang aneh, negatif atau mencurigai bukan urusan negara tetapi urusan masing masing dan tidak perlu dibuatkan undang undang khusus untuk hal ini.
.
Baca Juga :
Daripada Nonton Patung Kecil Dan Jelek
Mending Jalan Jalan Di Pasar
.
Tidak Ada Larangan Berbusana Di Denmark
Untuk Etnis Apapun, Pokoknya Terserah Asal Sopan
Main Main Pasir Di Tepi Sungai
Juga Terserah Asal Jangan Merusak Sarana Umum

Susahnya Pengemis Dan Pengamen Eropa

Siapapun Kalau Ditanya Jawabannya Selalu Ngeles
Katanya Mahasiswa Seni Musik
Emangnya Tiap Hari Mbolos Kuliah ?

.

Yang Duduk Duduk Dibelakang
Bukan Sedang Nonton
Tapi Memang Tempat Santai
Coba anda tunjukkan photo photo pada gambar ini ke Bule Eropa, Pasti jawabannya kan ngeles semua. Ada yang mengatakan ‘Oh, itu mahasiswa seni musik yang sedang praktek‘. Ada yang lebih lunak lagi ‘Oh, itu seniman jalanan yang sedang unjuk kebolehan‘. Ada juga yang njawab sambil melempar tanggung jawab ke negara tetangganya ‘Oh, mereka dari Eropa Timur, negara negara ex komunis yang miskin‘. Percaya ?, Mbelgedes semua. Di Eropa juga sama saja dengan negara lain, ada pengangguran, ada juga penduduk yang kehidupan sehari harinya susah, miskin, ngemis dan sejenisnya. Emangnya mereka mbolos kuliah setiap hari, dari pagi hingga malam ditempat yang sama ngamen ?.
.
Drummer Ngamen
Modal Drum Listrik
Yang saya heran, kalau ada orang Indonesia baru pulang dari wisata Eropa, jawabannya juga sama saja. ‘Oh, mereka seniman jalanan.. bagus bagus lho atraksinya‘. Sambil menunjukkan photo sedang dirangkul gembel jalanan Eropa. Saya yang sehari hari mondar mandir ke Eropa sering menyaksikan tingkah polah turis Indonesia. Pura pura bloon terkadang saya tanggap juga ceritanya dan astaga, banyak gadis remaja seumuran SMA yang benar benar mendambakan punya jodoh bule
.
Mau kalau dapat jodoh si Steven yang pinter pantomim tadi ?‘.
Mau dong……‘.
Dengan mas Ardi ini mau nggak ..?‘ sambil saya tunjuk suami saya yang sedang nonton salah satu gembel Eropa sedang ngamen.
Ih ngapain……emangnya nggak ada cowok lain‘. Saya akui, memang suami saya ini tampangnya kere sekali. Lebih memelas dan memprihatinkan dibanding Tukul Arwana.
.
Gerobak Musik
Lihat, Menoleh Saja Tidak Meskipun
Suaranya Keras Sekali
Sebenarnya, hidup di Indonesia sangat enak sekali di banding Eropa. Entah kenapa obsesi sebagian besar orang Indonesia pingin bekerja di Eropa. Bayangkan, tanpa modal apa apa seorang Pak Ogah di pertigaan jalan saja bisa mendapatkan uang receh sangat banyak dari mobil mobil yang akan diseberangkan. Di Eropa, nggak mungkin ada yang mau memberi uang receh kalau anda melakukan hal yang sama berdiri ditengah jalan. Untuk ngamen saja harus punya modal sangat besar. Paling tidak harus punya peralatan ngamen yang sangat mahal sekali, yang paling sederhana adalah baju badut. Baju badut ini banyak dipakai para ‘Pemula’ karena disamping hangat bisa menutup wajah. Jaket tebal juga syarat mutlak modal awal ngamen kalau nggak mau mati beku kedinginan.
.
Lihat Ukirannya
Berapa Modal Yang Diperlukan
Untuk Ngamen ?
Di Indonesia dengan bermodal kain lap saja juga bisa dapat uang banyak hanya dengan ngelap kaca mobil di perempatan jalan. Nggak mungkin cara seperti ini bisa dilakukan di Eropa. Jadi, bagaimanapun juga negara kita jauh lebih baik dan masyarakatnya sangat sosial sekali. Orang Indonesia memang terkenal sosial dimanapun juga dan saya sudah buktikan sendiri dimanapun juga kita terbiasa selalu memberi tip meskipun sebenarnya menurut kacamata orang Eropa tidak perlu. Berkali kali saya ditegur bule agar jangan memberi duit sembarangan ke orang orang tersebut. Tetapi, rasa sosial kita rasanya memberontak kalau dilarang memberi sedekah ke orang orang yang kurang beruntung seperti diatas.
.
Modal Gitar Dan Jaket Tebal
Nggak Ada Satupun Yang Sosial
Memberi Sedekah
Dan masih banyak contoh lagi, betapa indahnya Indonesia, betapa mudahnya mengais rejeki di negeri sendiri. Dan jangan percaya kalau kawan, tetangga atau sadara kita yang baru pulang dari wisata Eropa mengatakan sebaliknya. Mereka hanya beberapa hari saja di Eropa. Saya mengatakan lain karena hampir tiap hari disana dan saya tahu si Steve, Mathew dan John sudah mulai berdiri dan ngamen ditempat yang sama sejak berapa tahun yang lalu. Kalau anda ingin membantu mengentaskan kemiskinan di Eropa, bawa saja mereka ke Indonesia. Insya Allah Yuni Shara, Sophia Latjuba dan artis film, sinetron dan penyanyi lainnya ada yang tertarik untuk menjadikan suami dan bisa membantu meningkatkan popularitas di tanah air.

.

Baca Juga :

Yang Ini Kalau Di Indonesia Bisa Jadi
Rebutan Artis Film Dan Sinetron
PKL Di St Petersburg
Sama Dengan Di Indonesia, Juga Takut Ada Tibum
Modal Baju Beruang – Cocok Bagi Pemula
Hangat Dan Wajah Tak Terlihat
Siapa Mau Nyumbang ?
Contoh Orang Tua Yang Tidak Diperhatikan
Pemerintah Dan Keluarganya
Orang Tua Terlantar
Kelihatannya Bagus Ya ?
Sebenarnya Pakaian Pengamen Diatas Nggak Pernah
Dicuci Dan Berbau Prengus

Denmark, Negeri Dongeng HC Andersen

ABG Denmark
Tokoh Komik HC Andersen
Putri Putri Dalam
Cerita HC Andersen

Saya tidak akan pernah lupa cerita anak anak HC Andersen. Saat masih kecil dulu, komik dan cerita Hans Christian Andersen memang selalu memenuhi rak buku dan tas sekolahku. Setelah saya dewasa dan saya kunjungi negara tempat kelahiran penulis dongeng terkenal tersebut saya baru tersadar bahwa Denmark memang benar benar mirip dengan cerita yang pernah saya baca puluhan tahun lalu. Busana tradisional untuk menyambut tamu dan wisatawan serasa mengembalikan angan angan ke masa kanak kanak saya,

Menyambut Tamu Dengan
Kostum Negeri Dongeng

Hans Christian Andersen atau sering disebut juga HC Andersen dilahirkan di kawasan kumuh Odense, Denmark bagian Selatan pada tahun 1805. Kehidupan masa kecilnya bagaikan dongeng yang sering diceritakan, yaitu orang tua yang miskin (tukang sepatu) dan ibu seorang buruh cuci yang saat akhir hayatnya meninggal sebagai pemabuk. Tetapi, dari ibunya inilah si kecil HC Andersen diperkenalkan cerita cerita rakyat. Ditunjang oleh ayahnya yang pecinta sastra dan berhasil memberi warna dalam karya karya HC Andersen seperti ditulis dalam biografinya “The True Story Of My Life”. Saat ayahnya meninggal, HC Andersen memasuki masa masa sulitnya dengan berpindah ke ibukota Denmark, Kopenhagen dan berharap memulai karir sebagai aktor, penari atau penyanyi.

Cincin Untuk Sang
Pangeran

Pada saat saat sulitnya, HC Andersen mencoba sebagai penulis cerita sandiwara, tetapi ditolak dimana mana. Cerita berakhir dengan happy ending saat Hans muda bertemu dengan raja Denmark, Frederik VI dan sang raja bersedia menyekolahkan ke sekolah bahasa di Slagelse dan Elsinore. Sebelum sekolah, Hans muda menerbitkan karya pertamanya “The Ghost At Palnatoka’s Grave” (1822).  Dan kemudian, jalan hidup Hans muda berubah setelah itu. Itulah sebabnya cerita cerita karya HC Andersen selalu diakhiri dengan Happy Ending. Siapapun yang berkunjung ke Denmark, akan merasa seperti dituntun ke masa kanak kanak kembali. Cerita rakyatnya sudah kita kenal semua dan nostalgia masa kecil kita seperti mengalir begitu saja saat menyaksikan penduduk menyambut wisatawan dengan cerita cerita HC Andersen dengan kostum seperti dalam komik yang pernah kita baca saat masih kanak kanak dulu.

Tokoh Komik HC Andersen
Apa Ini Ya