Category Archives: Liburan

VOA Mabuk Kiev Zhuliany Airport

Zhulainy International Airport, Kiev Ukraina
Merupakan Bandara Kedua Ibukota Kiev
Namanya Kyiv International Airport, sering juga disebut Zhuliany International Airport. Sebelum saya datang dan melihat sendiri airport ini, bayangan saya adalah sebuah airport yang megah dan modern. Yah, Eropa gitu lho, berita berita di Indonesia kalau tentang Eropa kayaknya kok hebat hebat semua.
Terminal Keberangkatan Sangat Ramai Dan Harus
Duduk Dan Berdiri Berdesak Desakan
Tanggal 22 Mar 2018 yang lalu nama bandara ini diubah menjadi Igor Sikorsky International Airport agar lebih ‘ngrejekeni‘ atau bisa lebih membawa keberuntungan. Kemudahan eVisa dan Visa On Arrival juga diberikan kepada banyak negara termasuk Indonesia dengan tujuan untuk mendongkrak pariwisata. Kemungkinan kedatangan saya ke Ukraina melalui bandara ini termasuk ‘Orang Indonesia Pertama’ yang memakai VOA.
Terminal Keberangkatan Sangat Kecil
Kira Kira Ruwetnya Setara Bandara Adi Sucipto Yogyakarta
Sepintas, Bandara Zhuliany ini rame dan cenderung ‘kemruyuk’. Ruwetnya sangat mirip dengan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Panjang runwaynya hanya 2300 meter (Adi Sucipto 2200 meter). Jumlah penumpangnya per tahun hanya 1,851,700 (Adi Sucipto jauh lebih banyak 8,634,369 penumpang per tahun). Saya bisa memaklumi kalau Bandara Adi Sucipto sangat  tidak nyaman buat penumpang karena jumlah penumpang sangat banyak. Lha kalau Zhuliany ini penumpangnya sedikit tapi kenapa terlihat begitu ‘kemruyuk’, ruwet dan tidak tertib ?
Ada Sekitar 3 Restaurant Didalam
Terminal Keberangkatan
Jawabnya : “Embuh”, tapi saya bisa menceritakan sedikit pengalaman saya di Terminal Kedatangan. Saat saya datang beberapa minggu lalu, ada sekitar 20 penumpang yang mau mengurus Visa On Arrival di bandara. Loket VOA kosong, ternyata petugasnya sedang duduk dipojokan sendirian sambil main HP. Kalau nggak didatangi rame rame penumpang barangkali sampai kapanpun tetap diam saja duduk ditempatnya. Saat berjalan menuju loket VOA, si kakek berjalan sedikit tertatih tatih agak sempoyongan. Semua penumpang sepertinya maklum karena sudah tua.
Gate Boarding Terbuat Dari Besi
Mirip Lemari Besi Atau Lemari Dokumen Anti Maling
Si Pak Tua ini tidak menyuruh kita ngantri tetapi cuma mengumpulkan semua form yang telah kita download dan isi sebelum berangkat. Persyaratan VOA seperti bukti booking hotel, tiket pesawat pp, travel insurance semua debendel dan ditumpuk dimeja VOA tanpa diperiksa terlebih dulu. Setelah itu Si Pak Tua ini masuk ke ruangan kecil dan ngetik ke computernya hampir 30 menit. Sempat heran saya, yang diketik apa kalau semua dokumen masih berada di meja luar. Hampir satu jam berlalu, penumpang mulai resah dan antrian mulai bubar. Masing masing mencari tempat duduk sendiri sendiri.
Duty Free Juga Ada Sekitar 3 Toko Saja
Dua jam berlalu belum ada satupun yang terlayani. Kalau ditanya kenapa kok nggak segera di ‘stamp’ dan issued VOAnya padahal semua syarat lengkap ?. Jawabnya ‘Zero’ sambil lewat begitu saja. Setelah kecuat kecuit dengan penumpang lain, saya baru tahu maksudnya. Semua proses harus dimulai dari nol kembali. Form yang telah didownload dan diisi oleh penumpang di negara masing masing harus diketik ulang ke komputer satu persatu.

 

Suasana Kedatangan Masih Tertib Saat Baru Turun Pesawat
Antrian Yang Mengurus VOA Tidak Banyak
Tiga Jam baru ada penumpang dari UAE yang berhasil mendapatkan VOAnya. Itupun dia harus masuk ke ruang kerja kecilnya dan ‘diwawancara’ didalam. Saya tidak tahu sama sekali, wawancara apa yang terjadi didalam. Yang saya ketahui, begitu keluar dari dalam ruang kerjanya, penumpang UAE tersebut langsung membuka computer di meja luar sendiri dan saling photo berganti gantian. Rupanya, orang UAE tersebut diberi password untuk bisa mengambil photo sendiri. Rrruar Biasaaa…
Pak Tua Ini Satu Satunya Petugas Yang Melayani
Visa On Arrival
Kebetulan saya berempat yang paling terakhir. Total 7 Jam baru berhasil mendapatkan stempel VOA. Pesawat landing jam 1 siang, baru keluar bandara jam 08 malam. Untungnya jam 8 malam suasana masih terang benderang. Matahari benar benar tenggelam sekitar jam 10 malam. Karena saya yang paling terakhir maka saya jadi tahu apa yang terjadi saat ‘wawancara’ di ruang kerja. Beberapa penumpang Arab yang selesai paling awal ternyata ‘nyogok’ duit biar diproses lebih dulu. Itulah sebabnya mereka diberi password dan bisa saling photo menggunakan fasilitas bandara.
Harus Berdiri Ngantri Sambil
Menggerutu Karena Kerjanya Lamban
Saat VOA saya diproses, saya juga bisa mencium bau alkohol keluar dari mulut Pak Tua. Itulah sebabnya kenapa kalau jalan agak tertatih tatih dan selalu pegangan tembok atau meja. Rupanya, satu jam pertama berada di ruang kerjanya hanya umtuk recovery supaya tidak terlihat sedang mabuk. Sempat saya menduga pak tua tersebut menderita Parkinson karena ngetiknya sangat lamban, gemetar dan sebentar sebentar istirahat, berdiri, menguap ternyata sedang berjuang  keras agar tetap sadar dan bisa melayani sebaik mungkin. Perjuanganmu 7 jam melayani akan selalu aku kenang.
Pak Tua Ini Bisa Kerja Meskipun Mabuk
Rrruarrr Biasah
Nggak Ada Antrian Lagi
Siapa Yang Paling Dekat Yang Dilayani
Penumpang Arab Saling Memberi Tahu Agar
Nyogok Duit Saja Biar Cepat Di Ruang Kecil Ini
Pantas Pada Masuk Ke Dalam Dan Ngetik Sendiri
Bisa Photo Dan Ngetik Isian Form Sendiri Untuk
Melengkapi Dokumen VOA
Password Diberi Setelah Nyogok

 

Setelah 7 Jam Baru Beres Semua VOA Issued

 

Nyampai Hotel Di Downtown Kiev SudahJam 09:00 Malam.
Matahari Benar Benar Tenggelam Jam 10:00

 

Baca Juga :

 

 

 

Advertisements

Kampret Di Car Free Day Kiev Ukraina

Maidan Nezalezhnosti (Independence Square)
Kiev Saat Car Free Day

Saya terkejut berkali kali saat mengunjungi Ukraina. Negara ini banyak miripnya dengan Indonesia meskipun semua penduduknya kebanyakan ‘Bule’. Keterkejutan yang pertama sudah pernah saya tulis sebelumnya dalam cerita  Mobil Indonesia Mudik Lebaran Di Ukraina.  Terkejut yang kedua saat mengetahui penduduk Ukraina suka memakai ‘Baju Koko‘. Nanti akan saya ceritakan lebih detil tentang ‘Baju Koko’ Ukraina ini pada tulisan berikutnya. 

 
Khreschatyk Street Ditutup
Bedanya Dengan Jakarta, Car Free Day Di Kiev
Mulai Ramai Jam 3 Sore Sampai Malam
Tapi yang paling mengejutkan adalah yang ketiga. Ternyata walikota dan warga ibukota Kiev suka mengadakan Car Free Day, Saya kira cuma mantan Gubernur DKI Ahok saja yang punya ide  atau gagasan membikin acara Car Free Day. Acara mirip dengan di Jakarta ini diadakan disepanjang Khreschatyk Street mulai dari alun alun Nezaleshnozty (Independence Square) sampai ujung yang katanya panjangnya sekitar 3 – 5 Km. Cuma, di kota Kiev ini jalan mulai ditutup sekitar jam 2 siang sampai tengah malam dan hanya akhir pekan Sabtu dan Minggu saja.
Aktifitas Warga Macam Macam Ada Yang
Cuma Nampang Doang Dan Buka Lapak Dagangan

Tapi entahlah, siapa yang duluan mengadakan acara Car Free Day tersebut, yang penting warganya bahagia. Yang mengijinkan untuk menutup jalan protokol Khreschatyk Street adalah mantan petinju Kelas Berat juara Olimpiade, WBO, WBA  dan WBC terkenal bernama Vitali Klitscho. Sekarang beliau sudah pensiun dari dunia Tinju dan terpilih menjadi Walikota Kiev sejak 2014 setelah sebelumnya memilih jalan hidupnya menjadi seorang politisi.

 

Politisi Ukraina Yang Ditahan
Kalau Di Indonesia Artinya
‘Bebaskan Setnov (Setya Novanto)’
 

Sama juga dengan acara Car Free Day di Jakarta, polisi selain sibuk menutup jalan, juga sibuk mengawasi dan melarang orasi politik atau membawa atribut politik yang mengganggu ketentraman. Ukraina memang warganya saat ini sedang semangat semangatnya berpolitik dan berdemokrasi seperti halnya yang terjadi di Indonesia. Bisa dimaklumi, karena negara ini termasuk ‘baru’ saja berdemokrasi setelah merdeka dari Russia.

Pasang Pesan Politik Di Car Free Day
Kiev
Secara umum kelakuan berorasi politik sama saja dengan di Indonesia. Isinya cuma teriak teriak sambil bersandiwara untuk menarik perhatian orang lewat. Sekali kali muncul ketidak sukaannya terhadap presiden Petro Poroschenko dengan alasan mengkhianati rakyat, menangkapi tokoh tokoh politik dan menyerahkan ke musuh bebuyutan Russia.
 
Nggak mungkin tokoh politik Ukraina bisa ditangkap dan dipenjara di Russia kalau nggak dibantu oleh rezim yang sekarang‘, kata Elena pedagang Souvenir didepan panggung orasi. Mungkin dia Kampreter pendukung #2019_Ganti_Poroschenko.

 

Setnov Ukraine Dan Kawan Kawan
Yang Ditahan Di Penjara Russia
Banyak Nama Nama Islam, Mungkin Dari
‘Partai Keadilan Sejahtera’nya Ukraina

 

Nggak Kurang Akal,
Ngadain Orasi Dan Bawa Atribut Politik Dijalan
Dilarang, Akhirnya Dipajang Di Toko

 

Kampreter Sedang Bersandiwara Mengkritik Pemerintah

 

Cebonger Ini Lebih Cuek Lagi
Sedang Asyik Melukis Wajah

 

Demam Piala Dunia Juga Terjadi
Di  Car Free Day Kiev

 

Cewek ABG Cantik Ini Sedang
Nampang Cari Perhatian
Barang Apapun Disewakan, Dijual Dan
Dipamerkan

 

Lionel Messi Kiev
Pokoknya Semua Demam World Cup
Ada Yang  Main Akrobat Dan Sulap
Ada Warga Kiev Yang Unjuk Keahlian Menari
Tari Tarian Dan Budaya India

Baca Juga :

 

Belanja Perlengkapan Teror Di Lviv

Tokonya Kecil Namanya Kovalnja
Lokasi di Downtown Kota Lviv
Perjalanan saya pulang dari Ukraina ke Kuwait cukup menjengkelkan. Di Kiev Airport, koper cabin saya digeledah dengan diteliti dan juga diinterogasi dengan berbagai macam pertanyaan. Waktu transit di Dubai juga sama saja, saya dipisahkan dari penumpang lain dan diperiksa komplit oleh beberapa petugas bandara. Hampir saja saya ketinggalan pesawat menuju Kuwait karena pemeriksaan sangat lama.

 

Alat Alat Pertukangan Sampai Onderdil
Mobil Semua Terbuat Dari Chocolate Dengan Tingkat Kemiripan 99 %
Sialnya lagi di Kuwait juga digeledah dan ditanya macam macam begitu koper cabin saya melewati alat scan barang bawaan cabin. Tetapi dari 3 kejadian di bandara Kiev, Dubai dan Kuwait ini saya bisa mendapatkan hikmah yang cukup bermanfaat buat anda semua. Semoga, kejadian yang saya alami ini cukup saya yang mengalami dan tidak terjadi pada anda.

 

Tinggal Pilih, Mau Beli Pisau Belati, Pistol
Senjata Serbu AK-47 Sampai Alat Pertukangan Semua Ada
Saran saya, jangan sekali kali membeli oleh oleh Chocolate khas dari kota Lviv, Ukraina untuk dibawa pulang ke Indonesia. Bentuknya sangat mirip dengan granat, pistol, pisau dan senjata tempur AK-47. Meskipun hanya terbuat dari ‘Chocolate‘ dan tidak ada unsur logam sama sekali, tetapi kalau discan tetap saja bentuknya terlihat jelas oleh petugas bandara.

 

Gun Of Lviv Yang Saya Beli Buat Oleh Oleh
Tapi Bikin Masalah Di Bandara

Saya sempat ditanya aneh aneh di ketiga bandara tersebut diatas. Mulai pertanyaan ringan seperti pekerjaannya apa di Kuwait sampai tuduhan mau membajak pesawat karena bawa ‘pistol’ ke cabin, mau ngelepas jok pesawat karena bawa kunci pas dan kunci Inggris, mau merakit Bom Panci karena bawa batery, busi, tutup botol, mur, baut dll. ‘This is chocolate, why did you interogate me like a terorist ?’.

 

Semua Oleh Oleh Dari Lviv Ini
Disuruh Mengeluarkan Semua Dari Koper Cabin
Tapi bagaimanapun juga terserah anda, kalau anda nekat mau beli oleh oleh khas kota Lviv, Ukraina silahkan saja datang ke tokonya langsung di kota Lviv atau bisa juga pesen online. Bisa dikirim ke seluruh penjuru dunia. Terserah anda, mau pesan Pistol berbagai macam model, Granat, AK-47 maupun mur dan baut untuk membuat Bom Panci semua ada di toko ini dan dalam ukuran sebenarnya dan detail yang sangat akurat.
Gara Gara Bawa Kunci Inggris Saya
Dituduh Mau Membongkar Jok Pesawat

Nama toko chocolate tersebut adalah Kovalnja.

Ковальня шоколаду

Alamat : Вірменська 25 Львів, Україна
Phone : +3068 922 3037
Email : shop@kovalnja.lviv.ua
Website : http://kovalnja.lviv.ua/en/

 

Ini Jenis Pistol Glock
Kalau Di Scan Nampak Jelas
Masak Nggantengnya Kayak Gini
Dikira Mau Membajak Pesawat
Gara Gara Photo Ini Semua Isi Photo
Di HP Diperiksa
Cara Makan Gun Of Lviv Choco
Tang, Gunting Rumput, Palu
Semua Dari Bahan Dark Chocolate
Batery Soak, Keran Air, Engsel Pintu
Dark Chocolate Memang Enak
Hook, Batery Bekas, Rantai Dan Gembok
Karatan Juga Ada. Enak Rasanya Dan Agak Pahit
Ini Bahan Bahan Untuk Membuat Bom Panci
Mur, Baut, Ring Dan Tutup Botol
Rasanya Manis Agak Pahit
Obeng, Gergaji, Lem Besi Pasta Dan Pasak Pintu
Semua Karatan
Baca Juga :

Mudik Lebaran Ke Ukraina

Mobil Plat Nomor Magelang Banyak Sekali
Yang Mudik Lebaran Di Kiev Ukraina
Lebaran tahun ini saya tidak bisa mudik ke tanah air Indonesia. Sebagai gantinya saya terpaksa harus mudik juga ke negara lain yang dekat dengan Kuwait, yaitu ke Ukraina. Cukup lima jam saja penerbangan dari Kuwait ke Kiev nonstop. Disamping itu, banyak pilihan ‘Budget Airline/ yang tidak terlalu menguras isi kantong, tapi pesawat murah seperti ini harus transit minimal dua jam di negara lain. Di Kuwait, saat hari raya Idul Fitri semua karyawan juga libur panjang.
Rasanya Seneng Banget Bisa Ketemu
Mobil Bengkulu Di Ukraina
Begitu saya keluar dari Kiev International Airport, ternyata saya bukan satu satunya orang yang mudik ke Ukraina. Banyak sekali mobil dengan plat nomor AA, Magelang. Lebih kaget lagi saat perjalanan menuju hotel, saya saksikan banyak mobil mobil dengan plat nomor AE, Madiun dan AB Yogyakarta

 

Ahaaa, Bisa Silaturahmi Dengan
Orang Padang Nih Di Kiev Ukraina

 

Saat jalan jalan di kota Lviv, ketemu juga berbagai macam mobil dengan plat nomor Medan (BK), Bengkulu (BE), Palembang (BG), Padang (BA) dan Pekanbaru (BM). Belum lagi mobil mobil dengan plat nomor Kalimantan (C*)dan Sulawesi (D*). Jadi kepikiran saya, hebat bener orang orang Indonesia dari Padang, Medan, Madiun, Yogya, Pekanbaru dan kota lain kalau mudik lebarannya saja nyampai ke Ukraina. Padat merayap jalanan di kota Kiev, Lviv, Odessa dipenuhi oleh mobil mobil pemudik dari daerah daerah di Indonesia. Pfffff…… @#$%&)!@.

 

Nekat Juga Pemudik Motor BK
Medan Ini. Berapa Hari Nyampai Ukraina ?

 

Mobilnya Plat Nomor Yogya
Tapi Pemiliknya Kok Nggak Bisa Bahasa Jawa Ya ?

 

Ke Chernobyl Bisa Naik Mobil AA Magelang
Sayang Sopirnya Udah Lupa Bahasa Jawa

 

Ini Orang Orang Magelang Kemana Semua Ya
Mobilnya Kok Diparkir Disini Semua ?

 

Ini Mobil Magelang Yang Saya Sewa
Untuk Keliling Kota Kiev Ukraina

 

Mobil Jompo Plat Nomor Jakarta
Juga Ada

 

Mobil Madiunn AE Di Kota Kiev
Orang Madiunnya Kemanaaaa Ini

 

Taxi Uber Madiun Plat Nomor AE

 

Ini Orang Medan Bawa Mobil Jauhnya Bukan Main
Sampai Ke Ukraina

 

Orang Pekanbaru Mudik Bawa Mobil
Sampai Ke Ukraina Juga

 

Mobil PlatNomor BH Juga Banyak Di Kiev

 

Mas, Dari Yogta Ya Kok Bawa Mobil
Plat Nomor AB

 

 

Warung Makan James Street London

Warungnya Kecil Tapi Punya Sekitar 13 Outlet
Di Seluruh London
Saya sedang jalan jalan di London, tepatnya di kawasan James Street, Marylebone – West End.  Enak jalan jalan disini karena sepanjang jalan isinya restaurant atau tempat njajan. Sambil jalan jalan bisa mencium aroma masakan dan mengintip masakan yang disajikan. Kebanyakan restaurant disini memiliki tempat duduk di trotoar, jadi sambil pura pura jalan jalan sebenarnya mengawasi makanan apa yang enak dilihat dan ‘mungkin’ enak juga rasanya.
Punya Websites Yang Bagus Untuk Menunjang
Pemasaran Yang Profesional http://www.pattyandbun.co.uk
Harap maklum, kita ini makannya nasi, kalau perut belum keisi nasi rasanya masih lapar terus. Kalau sedang di negara orang sering asal pilih makanan kalau disodori menu makanan dengan nama yang aneh aneh.  Udah biasa salah pilih makanan dengan rasa asem, kecut atau aneh dimulut. Biasanya, kalau sudah tahu satu jenis makanan yang enak maka untuk selanjutnya pilihan ‘ituuu saja’, nggak berani pilih jenis makanan yang lain.
Jumlah Meja Hanya Sekitar 6 Saja
Warung Kecil Kayak Gini Di Indonesia Banyak

 

Saya telusuri dari ujung ke ujung jalan James Street ini sambil melirik isi piring orang yang sedang makan di trotoar. Isinya cuma kentang, roti, spagheti doang dan nggak terlihat yang makan nasi. Gawat, bisa kelaparan kalau nggak makan nasi. Akhirnya nyampai ke ujung jalan dan lelah nggak ketemu makanan yang cocok. Untungnya diujung ada Patty & Bun Restaurant, kayaknya jualan burger. Lumayan bisa buat ngganjal perut selama belum ketemu nasi.
Menunya Nggak Banyak, Cuma Burger
Tapi Website Pemasarannya Sangat Profesional
Eh, ternyata burgernya enak juga. Bisa kenyang juga setelah makan 2 buah burger plus ‘Sapu Jagad’ menghabiskan sisa makanan yang dipesan oleh suami dan anak anak. Penyajiannya sangat berbeda dengan burger Mc Donald, Hardees atau yang lainnya. Roti (Bun) nya mirip dengan Bath Bun, agak agak manis gitu. Patty & Bun ini warungnya kecil, warung tetangga tetangganya juga kecil dan ada juga warung kaki lima dengan makanan yang bisa dipesan dan dimakan sambil jalan (take away). Anehnya, di Indonesia warung ini sangat bergengsi dan saya temukan di Kota Kasablanka Mall.
 
Penyajiannya Beda Dengan Mc Donald
Pakai Sauce Terpisah
Lesson Learn :
Di sepanjang James Street ini semua warung punya websites yang bagus dan bisa dibaca diseluruh dunia. Disamping itu warung warung ini juga bersinergi dengan Deliveroo (Kalau di Indonesia namanya Go Food) untuk pesan antar. Jangan heran kalau pelayan restauran juga mempromosikan Deliveroo di website dan warungnya. Dan jangan heran juga, rumah makan Franchise di Mall Mall besar di Indonesia itu dinegara asalnya cuma warung Emperan Kaki Lima. Banyak warung kecil naik derajatnya begitu dibawa ke Indonesia, jualannya di Mall dan jadi mahal dan bergengsi. 
 
Warung Kecil Tapi Kalau Ditunjang Oleh Website Bagus
Pasti Akan Jadi Franchise Dan Dibawa Ke Indonesia
James Street London
Tempat Makan Sepanjang Jalan
Beda Iklim Antara UK Dan Indonesia
Di Indonesia Makan Di Trotoar Seperti Ini Akan Berkeringat
Warung Makan Terbuka Di Trotoar Seperti Ini
Kelihatan Bagus Tapi Nggak Bisa Diimplementasikan
Di Indonesia Karena Iklimnya Berbeda
Orang Indonesia Milih Jalan Ditempat Yang Teduh
Bule Inggris Malah Mencari Restaurant Yang Tertimpa
Sinar Matahari Langsung
Indonesia Restaurant Pinggir Jalan Jauh Lebih Banyak
Tapi Baru Duduk Sudah Berkeringat Kepanasan
James Street
Dari Ujung Ke Ujung Tempat Makan

 

Kalau Diphoto Dari Dekat Kelihatan Bagus
Kalau Photonya Dari Jauh Tampak Semrawut Juga
Baca Juga :

 

Schipphol Airport Selayang Pandang

Schipphol International Airport Amsterdam
Lokasi Haarlemmermeer
Entah sudah yang ke berapa kali saya menginjakkan kaki di Schipphol International Airport, Amsterdam ini. Kali ini saya hanya transit beberapa jam saja menunggu pesawat lanjutan ke Kuwait. Pemandangan di terminal keberangkatan masih sama saja seperti saat terakhir kali saya mampir ke bandara ini. Cukup ramai tapi tidak seramai Dubai karena memang Schipphol ini peringkatnya no 11, jauh dibawah Dubai yang menduduki peringkat 3 dunia sebagai The Busiest Airport In The World 2017. Baca link ini : List Of The Busiest Airport In The World.
Ada Tempat Selonjor Buat Duduk Duduk
Sambil Internetan Gratis
Untuk Print Ticket, Check in maupun drop baggage di bandara ini bikin bingung kalau baru pertama kali karena semuanya harus dilakukan sendiri seperti yang pernah saya alami sebelumnya. Mulai cetak tiket pakai mesin, ngangkat koper sendiri, memasukkan koper ke mesin juga harus dilakukan sendiri. Bahkan check in juga harus ribet sendiri. Baca : Wong Ndeso Di Schipphol Airport.
Duty Free Jualan Utamanya Cuma Keju
Keju Belanda Beratnya Minta Ampun

Tempat favorit saya kalau lagi transit di Schipphol adalah duduk duduk ‘klesetan‘ internetan gratis sambil nonton orang lalu lalang seperti terlihat pada photo diatas. Macam macam orang dari berbagai macam negara melintas didepan saya dengan berbagai macam warna kulit dan cara berpakaian. Ada yang wajahnya masih segar dan ceria tapi lebih banyak lagi yang terlihat ngantuk dan kumel. Yang tanpa ekspresi seperti zombie juga ada. Pakaiannya kusut tanpa senyum dan kelihatan seperti belum mandi seminggu. Entah orang tersebut baru turun dari pesawat negara mana dan mau melanjutkan lagi ke negara mana.

Keju Belanda Memang Bagus Untuk Dipandang
Kalau Dibeli Untuk Oleh Oleh, Berat Brooo

Dibandingkan dengan bandara bandara di Indonesia, saya bisa merasakan bahwa bandara Schipphol ini kurang bervariasi dalam hal ‘Oleh Oleh‘ yang dijual di Duty Freenya. Coba bandingkan dengan Adi Sucipto Airport Yogya. Di bandara kecil ini oleh olehnya bisa bermacam macam mulai dari Bakpia, Geplak, Rengginang sampai Gudeg. Pindah ke Ahmad Yani Airport Semarang beda lagi oleh olehnya menjadi Wingko, Lumpia, Bandeng Presto. Di Schipphol Airport oleh olehnya cuma satu saja yaitu Keju. Benar benar mboseni, miskin kuliner dan warganya kurang kreatifitas dalam hal berwirausaha.

Keju Belanda Jenis Dan Namanya Macam Macam
Edam Cheese, Brie dll

Lalu apa saja yang bisa disaksikan di bandara ini ?. Jawabnya ‘Nggak Ada‘. Apa yang sering anda saksikan didalam Mall di tanah air semuanya juga ada di Schiphol.

  • Shop : Bottega Veneta, , Bvlgari, Gucci, Hermes, Hugo Boss, Montblanc, Rolex, Omega, Swarovski, Swatch, Victoria Secret, Gassan Watch & Jewellery dll
  • Eat & Drink : Starbuck, Mediteranean Sandwitch, Amsterdam Bread & Co, dll.
  • Relax & Enjoy : XPress Spa, Airport Library, Airport Park, NEMO, Meditation Centre, Mercure Hotel dll
Keju Rasa Kelapa – Inilah Inovasi Terbaru Belanda
Cuma Bagus Bentuk Dan Kemasannya Saja

Jadi, Nggak perlu anda harus ke Schipphol kalau tujuannya hanya untuk cari ‘Oleh Oleh’. Oleh oleh khas ‘Keju Belanda’ jenis apapun semuanya banyak dijual di Indonesia. Percayalah, Duty Free di Schipphol dan bahkan di bandara apapun diseluruh dunia, nggak ada satupun yang menjual Oleh Oleh selengkap bandara di Indonesia.

Macam Macam Bangsa Ada Di Schipphol
Oleh Oleh Yang Dibeli Cuma Keju
Seandainya Ke Indonesia, Pasti Beli Rengginang

 

Mboseni, Semua Orang Cuma Mondar Mandir
Karena Nggak Ada Penjual Bakpia, Rengginang Atau Gethuk
Banyak Yang Mondar Mandir Doang
Coba Seandainya Ada Toko Oleh Oleh
Yang Selengkap Indonesia
Di Schipphol Adanya Toko Roti Doang
Bandara Di Indonesia Lebih Lengkap, Ada Toko Roti
Soto, Rawon, Bakso Dan Teh Botol – Mana Ada Di Schipphol
Barang Barang Yang Dijual Cuma Mainan
Dari China, Coba Seandainya Jual Juga
Peuyeum, Tahu Isi Dll
Ada Juga Yang Jual Tulip Plastik
Tulip Beneran Hanya Ada Bulan April-May
Penumpang Transit Banyak Yang Ngantuk
Gimana Nggak Ngantuk, Oleh Oleh Kuliner  Aja Nggak Ada
Mau Beli Cosmetic, Mobile Phone Sampai
Barang Barang Branded Mahal Ada Tapi Kan Perlu Makan Juga

 

Gatwick Airport Selayang Pandang

Gatwick International Airport London
Panjang Runway Cuma 2565 Meter
Bandara Soetta Panjang Runwaynya 3660 Meter !!!
Mari saya ajak anda melihat Gatwick International Airport di London, sebuah bandara internasional tersibuk peringkat 32 dunia tahun 2017. Bandara ini peringkatnya naik terus dari peringkat 37 pada tahun 2015, lalu naik menjadi peringkat 35 tahun 2016 dan sekarang sudah nangkring di urutan 32 pada survey tahun 2017. Baca sumbernya : List Of Bussiest Airport in 2017

Peringkat 32 Bandara Tersibuk Dunia
Aircraft Movement Gatwick Cuma:285,964 Kali
Aircraft Movement Bandara Soetta : 447,390 Kali

Salah satu kelebihan Gatwick International Airport ini (dan juga airport lain di UK seperti Heathrow) adalah telah terintegrasinya stasiun KA, Bus Antar Kota dan Bandara sejak dulu kala. Penumpang tidak merasa sedang berada di lokasi Stasiun KA, Terminal Bus atau sedang berada di Bandara. Semuanya terhubung satu sama lain seolah olah berada dalam satu atap.

Gatwick Airport Ini Adalah Bandara Kedua
Kota London Setelah Heathrow Airport

Di Indonesia, sarana transportasi publik yang terintegrasi dengan bandara baru diwacanakan / sedang dibangun. Tapi bisa saya pastikan sangat ruwet dan mahal karena Stasiun kereta api dan bus antar kota di Indonesia lokasinya terlalu jauh dari bandara dan berada ditengah kota.  Indonesia jaman dulu cara membangun Stasiun, Terminal Bus dan Bandaranya sendiri sendiri dan tidak memikirkan untuk diintegrasikan. Baru akhir akhir ini saja wacana tersebut bermunculan setelah jalanan macet.

Lorong Lorong Sangat Panjang
Karena  Memang Stasiun KA Cukup Jauh Dari Bandara

Mungkin agak susah membayangkan seperti apa Gatwick International Airport kok bisa bisanya tercatat sebagai Bandara Tersibuk Peringkat ke 32 di dunia tahun 2017 ini. Secara kasat mata sebenarnya nggak sibuk sibuk amat kok. Bandara International Soekarno Hatta itu dua kali lebih sibuk dibanding Gatwick Airport. Saya terbiasa menyaksikan bandara bandara di Indonesia dan memang terlihat lebih ramai dan sibuk sekali, terutama kalau musim haji. Yang berangkat Haji hanya dua orang, yang ngantar bisa satu Kelurahan.

Seperti Berada Di Bandara
Tapi Sebenarnya Ini Di Lorong Penghubung Bandara
Dengan Stasiun KA

 

Bandingkan peringkat Bandara Tersibuk 2017 dibawah ini. Mengingat bahwa bandara International  adalah Pintu Gerbang Negara, tentu anda akan mengerti bahwa sirkulasi ekonomi suatu negara bisa tercermin dari kesibukan Bandaranya. Bandara Cengkareng yang tidak secanggih Gatwick saja bisa seramai itu, apalagi ditambah dengan bandara International lainnya seperti Kuala Namu, Ngurah Rai dan Juanda. Lewat sudah Singapore, Malaysia dan Thailand.
Tidak Seramai Seperti Bandara Di Indonesia
  • Peringkat 17 : Soekarno Hatta International Airport, Indonesia
  • Peringkat 18 : Singapore Changi Airport, Singapore
  • Peringkat 19 : Seoul Incheon International Airport, South Korea
  • Peringkat 20 : Denver International Airport, USA
  • Peringkat 21 : Suvarnabhumi Airport, Thailand
  • Peringkat 22 : John F Kennedy International Airport, USA
  • Peringkat 23 : Kuala Lumpur International Airport, Malaysia
  • Peringkat 32 : Gatwick International Airport, United Kingdom
Didalam Kereta Listrik Saja
Terasa Banyak Orang
Keluar Dari Kereta Masih Jalan Lagi
Ada Banyak Sekali Solar Power Panel Dekat Runaway
Menuju Ke Terminal Keberangkatan
Dari Arah Stasiun Kereta Api
Terang Tanpa Lampu Penerangan
Karena Semua Atap Dari Kaca Tembus Pandang
Gatwick Airport Hemat Listrik
Solar Power Panel Banyak Berjajar Didekat Runaway
Cahaya Matahari Menghangatkan Bagian
Dalam Bandara
Terminal Keberangkatan
Sepi Sekali Jam 10:00 Pagi
Corridor Menuju Ke Pesawat
Serba Kaca, Terang Benderang Tanpa Listrik
Masih Harus Turun Lagi Ke Lantai Dasar Untuk
Menuju  Ke Pesawat