Category Archives: Liburan

Karpet Berhantu Hotel Mannings

Aneh Bin Ajaib
Carpet Diatas Carpet Tapi Bisa Bergeser Sendiri
Orang Inggris itu secara umum mirip sekali dengan orang Indonesia. Mereka seneng sekali kalau diajak cerita masalah hantu, demit, setan dan semacamnya. Acara TV banyak sekali yang menyiarkan acara semacam ‘Dunia Lain‘. Contohnya baca saja tulisan di blog ini sebelumnya : Dunia Lain Ala Inggris. Paket wisata dikota manapun di UK juga sama saja, selalu yang ditonjolkan ‘Ghost Tour’ atau ‘Mistery Tour’. Ada juga tour tentang arwah korban pembunuhan berantai Jack The Ripper di London dll.
Nggak Ada Getaran Dan Permukaan Tidak Licin
Tapi Keset Hitam Ini Bisa Bergeser Sendiri
Ditunjang juga gedung gedung dan rumah di hampir seluruh kota di UK hampir semuanya bangunan tua dan kuno, hampir semua gedung masuk dalam cagar budaya yang dilindungi. Lengkap sudah ketakutan dan penderitaan saya kalau sedang jalan jalan di UK. Apalagi, suami dan anak anak saya suka mancing mancing cerita horror. Tetangga dan dan kawan jdi UK ini uga sama saja, sukanya cuma nakut nakutin karena tahu saya penakut.

 

Nangis Gue Ditinggal Sendirian di Edinburgh
Bapak Dan Anak Ikutan Nonton Ghost Tour Gratis
Di Truro, Cornwall, UK, ketakutan saya menjadi jadi. Saya menginap di hotel Mannings. Dari sisi lokasi, hotel ini terletak persis diujung Lemon Square. Satu satunya hotel yang lokasinya benar benar di pusat kota, kawasan keramaian kota Truro. Tinggal melangkah beberapa langkah saja sudah bisa menyaksikan seluruh highlight kota Truro, seperti Lemon Market, Lemon Square, Truro Cathedral, Pannier Market dan berbagai macam pertokoan dan cafe besar dan kecil.

 

Dimana Mana Ghost Tour Atau Mistery Tour
Apa Menariknya Nonton Hantu Hiii
Tetapi, ada yang janggal dengan kamar yang saya tempati di hotel Mannings ini. Lantainya berkarpet dan jelas tidak licin sama sekali. Diatasnya ada keset hitam dengan tulisan ‘Mannings’ yang juga terbuat dari bahan karpet. Tidak ada getaran sama sekali dari mobil yang lewat tetapi keset karpet tersebut bisa bergerak sendiri menggulung tidak beraturan. Berkali kali diluruskan dan ditata ulang keset hitam tersebut, tetap saja bisa merayap pelan sampai nabrak tembok dan tergulung tidak teratur kalau sedang tidak kita perhatikan.
Aku Didepan Kamarku Di Hotel Mannings Truro
Hotelnya Kuno Dengan Pintu Masuk Berjeruji
Pokoknya merem sedikit tidak memperhatikan, si karpet bergerak sendiri sampai tergulung nabrak tembok. Celakanya, mas Ardi dan anak anak malah tertarik dengan fenomena aneh ini. Diajak pindah hotel nggak mau karena dapat tontonan langka.
Nggak apa apa, hantu bule itu ngganteng pakai jas, yang perempuan juga cantik pakai gaun pengantin‘.
Pintu Depan Menuju Restaurant
Gedungnya Tua Dan Antik
Ayah dan anak anak malah asyik jeprat jepret berphoto ria dan ngukur kecepatan bergerak karpet per menit. Yah, mereka semua berlatar belakang engineering, ilmu pasti jadi nggak mudah percaya yang ghoib dan tidak pasti. Sekali njepret photo, langsung dilihat hasilnya dan diskusi horror sambil tertawa :
Kak ada background Valak seperti di film The Conjuring nggak di latar belakang photo ?‘.
Belum ada yah, ulangi lagi photonya‘.
Kota Truro Dilihat Dari Depan Hotel Mannings
Kawasan Downtown – Kota Tua – Lemon Street
Kusut, ngakak ngikik nggak lucu sama sekali akhirnya jam 11 malam saya tilpun langsung resepsionis hotel. Saya minta disediakan kamar kosong, sekarang juga !!. Pokoknya harus pindah kamar atau pindah hotel. Untungnya masih ada kamar kosong buat pindahan. Tapi jawaban si resepsionis cukup membuat saya tambah kusut. Mas Ardi dan anak anak cuek aja langsung bisa tidur pulas.
Oh, you’re lucky. Not all our guest have the same opportunity to meet with David The Cleaner’.
Katanya kalau ketemu si David itu pertanda akan dapat rejeki banyak.
Empreettttt !!!!!
Pintu Depan Menuju Resepsionis
Serba Antik
Lokasi Hotel Persis Diujung Lemon Square
Downtown Ndeso Truro

 

Baca Juga :

Cengkir Heritage Resto And Coffee

Cengkir Heritage Resto And Coffee
Jln Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta
Saya sedang menginap di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta saat itu. Tetapi suasana dihotel tidak nyaman sama sekali karena kedatangan tamu Kapolri Tito Karnavian beserta rombongan dan pengawal pengawalnya. Dimana mana disegala sudut hotel penuh polisi, ada yang joget Poco Poco di kolam renang, ada juga yang pakai batik tapi bawa HT ngawasi orang yang keluar masuk. Kapolrinya cuma satu tapi yang ‘sowan’ ke Hotel lebih dari satu batalyon, 4 hari nonstop siang pakai seragam polisi lengkap dan malam pakai batik joget Poco Poco.

 

Nasi Ngambil Sendiri Di Dapur
Ada Dua Kukusan Berisi Nasi Putih Dan Nasi Merah
Karena suasana di hotel tidak seperti normalnya hotel, maka saya cari suasana yang lain daripada yang lain. Nah akhirnya ketemu juga tempat nyantai sambil leyeh leyeh ngopi, makan dan ngemil. Namanya Cengkir Heritage Restaurant And Coffee. Lokasinya sekitar 2.5 Km dari hotel Hyatt Regency, tepatnya di Jl Sumberan, Ngaglik – Sleman Yogyakarta. Ini restaurant ndeso yang terletak di ndeso dengan menu makanan rumahan ala ndeso juga.
Nasi Merah Dan Nasi Putih
Hangat Kepul Keput Ngambil Sendiri Di Dapur

 

Karena restaurant ini di Yogya, maka ‘style’nya seperti warung mahasiswa. Nasi ngambil sendiri didapur, lauk milih dan ngambil sendiri di meja lalu lapor ke kasir untuk dihitung dan bayar. Setelah itu baru cari meja untuk menyantap makanan. Kalau anda pernah jadi mahasiswa di Yogya, pasti tidak akan asing lagi dengan cara bayar menunjukkan lauk dan piring seperti ini.
Ada Sop Kampung, Jangan Bening, Sayur Lodeh
Lauknya Tahu, Tempe, Telor Dadar
Malam hari, restaurant ini semakin ramai untuk ngopi dan leyeh leyeh. Suasana ndeso dengan lampu kerlap kerlip ala kadarnya membuat tamu semakin banyak yang datang. Soal rasa masakannya menurut saya tidak terlalu istimewa, benar benar masakan rumahan seperti yang sering kita nikmati sehari hari. Harganyapun juga normal dan cenderung ke ‘harga mahasiswa’. Silahkan datang dan mencoba sendiri kalau anda sedang di Yogya.
Dapur Ndeso Aroma Ikan Gorengnya
Harum Dan Bikin Lapar
Lokasinya Masih Ndoso
Belum Banyak Rumah Disekitarnya
Tempat Parkirnya Sangat Luas
Batas Desa Ngaglik Didepan Restaurant
Banyak Sepeda Motor
Berarti Pengunjungnya Kebanyakan Mahasiswa
Dekorasi Ndeso Didepan Restaurant
Makan Dulu Ya
Meja Dan Kursinya Jadul Semua
Pendopo Restaurant Baru
Sepertinya Restaurant Masih Berkembang Terus
Kalau Malam Ramai Mahasiswa Mahhasiswi
Ngopi Sambil Nyantai
Menjelang Malam Suasan Ndeso
Semakin Menarik

 

Baca Juga :

Mangut Lele Anaknya Mbah Marto

Mangut Lele Dimasak Dengan Kayu Bakar
Jaman Sekarang Cukup Potongan Triplek, Dan Kusen
Sudah lama sekali saya tidak ke Bantul mencicipi Mangut Lele di dusun Geneng, Sewon – Panggungharjo. Mungkin terakhir saya berkunjung sekitar 20-30 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di Yogya.  Saat itu, warung terkenal di kalangan mahasiswa Yogya, khususnya mahasiswa ISI tersebut belum punya nama, Paling para mahasiswa kalau ngajak makan ketempat tersebut hanya menyebut Mangut Lele Nggeneng saja karena lokasinya di dusun Geneng,  Saat itu, lokasi tempat makan Mangut Lele ini masih benar benar pedesaan, di dapur sebuah rumah desa dengan halaman yang luas. Mangut Lelenya masih dijajakan keliling desa sampai Bantul oleh para pedagang keliling. 

Ini Anaknya Pak Marto Yang Juga Buka Usaha
Mangut Lele Disamping Warungnya Pak Marto

Saat ini, warung ‘legendaris’ tersebut sudah sangat terkenal sampai keluar negeri berkat publikasi Internet dan medsos facebook, tweeter, instagram dll dari para ‘alumni’ pelanggannya yang telah tersebar disegala penjuru dunia dan pelanggan baru yang saat ini masih kuliah di Yogya. Pemilik sekaligus peracik Mangut Lelenya sekarang sudah tidak muda lagi. Pak Marto sudah beralih nama menjadi Mbah Marto. Dan rumahnya sekarang sangat terkenal di jagad maya dengan nama Warung Mangut Lele Mbah Marto.

Balpirik, Decolgen, Energen, Tolak Angin
Juga Ada

 

Sebenarnya, nggak ada papan nama yang secara tegas menyebut nama Mangut Lele Mbah Marto, tetapi seluruh penduduk Panggungharjo, Bantul akan langsung tahu kalau anda bertanya dimana letaknya. Jaman sekarang, cukup cari saja lokasinya pakai Google Map, Waze atau aplikasi lainnya. Untuk mencari lokasinya tidak semudah seperti jaman dulu karena saat ini disekitar rumah mbah Marto sudah berdiri banyak sekali bangunan perumahan. Harus keluar masuk gang sempit untuk bisa menemukannya. Jangan khawatir tidak ketemu, meskipun ndeso yang dulu ijo royo royo tersebut sekarang ini sudah berubah jadi perumahan kota, penduduknya masih tetap ‘khas‘ pedesaan, sangat ramah dan dengan tulus mengantar tamu sampai depan warung.
Sekarang Sudah Modern – Bisa Delivery Pakai Gojek
Lele Asap Dan Bumbu Dikemas Plastik

 

Nggak begitu banyak perubahan sebenarnya, cuma sekarang ini anaknya pak Marto juga buka warung yang sama di bekas pekarangan rumahnya yang sudah berubah jadi rumah tinggal sekaligus warung. Tata cara pemesanan dan makan di rumah mbah Marto atau anaknya sama saja, yaitu langsung masuk ke dapur, ngambil nasi sendiri dan ngambil Mangut Lele langsung dari atas tungku. Setelah itu silahkan cari tempat duduk sendiri dimanapun, bisa di dapur, di ruang tamu, di gang, dibawah tempat jemuran pakaian dan lain lain.
Delivery Yang Sudah Siap Makan Juga Ada
Pak Gojek Siap Njemput

 

Soal rasa juga mak nyus, nggak berubah sejak jaman dulu. Namanya saja warung keluarga mbah Marto, maka seluruh keluarga besarnya terlibat dalam pengasapan Lele, ngulek bumbu, melayani delivery dan lain lain. Jadi silahkan saja anda mau duduk dan menyantap Mangut Lele di rumahnya mbah Marto atau dirumah anaknya mbah Marto dijamin rasanya sama saja.
Kayu Bakar Semakin Susah Dicari
Jadi Sekarang Cukup Potongan Triplek Dan Kusen Pintu

 

Yang berbeda dengan jaman dulu, saat ini semakin susah cari kayu bakar. Jadi jangan kaget kalau yang anda saksikan di tungku hanya potongan triplek, kayu kayu bekas kusen pintu dari bongkaran rumah dan lain lain. Meskipun bahan kayunya lebih ‘modern’ dibanding jaman dulu, dijamin rasanya tetap sama saja.
Gang Masuk Ke Dapur Anaknya
Mbah Marto
Masuk Gang Ini Menuju Ke Dapur Anaknya Mbah Marto
Lurus Dikit Ke Dapurnya Mbah Marto
Sekarang Ada Tukang Parkir Meskipun
Sama Tuanya Dengan Mbah Marto
Makan Boleh Dimana Saja


Baca Juga :

Dimana Beli Baju Bekas Di London

Namanya Pasar Portabello Atau Nama Kerennya
Portobello Market, Notting Hill London
Pasar Kaki Lima Pakaian Bekas
Pembaca blog ini terdiri dari berbagai macam lapisan masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang berbeda beda. Sudah sering sekali TV di tanah air mengulas tempat tempat shopping exclusive di kota London yang sangat wah dan mewah. Kali ini saya ajak anda untuk shopping juga tapi bukan di tempat yang ‘wah’, cukup di tempat yang ‘cuih’ saja. Mari saya ajak untuk shopping baju bekas, tas bekas, ember plastik dan juga ember seng dikota London. Namanya Pasar Portobello, nama kerennya Portobello Market terletak di Notting Hill, Royal Borough Of Kensington And Chelsea. London.
PKL Bule Jualannya Juga Di Trotoar
Meja Lapaknya Sama Bututnya Dengan Lapak Di Tanah Abang
Saya nggak tahu kenapa orang Inggris menyebut dengan nama ‘Market’. Menurut saya, tempat ini tidak layak disebut Market karena isinya cuma Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berderet deret disepanjang trotoar Portobello Road. Nggak ada pasarnya sama sekali di jalan ini kecuali PKL di jalanan tadi. Hari sibuknya adalah Sabtu. Pada hari Sabtu tersebut jalanan dan trotoar penuh oleh PKL dan pembeli, akibatnya banyak sekali lapak yang maju mundur sesuka hati ditengah jalan atau menghalangi pejalan kaki ditrotoar.
Tinggal Pilih, Mau Baju Bekas Bule ?
Lapaknya Maju Ditengah Jalan
Hari biasa tidak begitu ramai, mobil masih bisa lewat di jalan Portobello ini. Tapi pada bulan Agustus, selalu ramai dan penuh sesak setiap hari karena ada Portobello Film Festival. Kalau anda tidak tertarik untuk shopping baju bekas, dijalan ini juga ada pedagang korden bekas, tas dan koper bekas bahkan ember plastik dan ember seng juga ada. Heran kan ?, bule Inggrispun ternyata cari air juga pakai ember plastik atau ember seng.
Gimana ? Tertarik Beli Baju Bekas ?

 

Lebih heran lagi, pasar barang bekas ini di brosur brosur dan majalah pariwisata dipromosikan dengan bahasa yang sangat indah sekali yaitu Antiques Market. Keren kan, baju bekas, tas bekas dan ember bekas dikatakan sebagai Barang Antik. Memang ada sih penjual barang antik beneran di Portabello Road tersebut, tapi jumlah lapaknya terlalu sedikit jika dibanding dengan jumlah lapak pedagang baju bekas.
Ini Yang Luar Biasa
Ada BH Dan Celana Dalam Bekas Dan Layak Pakai Juga
Korden Bekas Juga Ada
Jalan Diberi Garis Putih Sebagai Batas Lapak
Tapi Saat Hari Sabtu Pasar PKL Portobello Ini Ramai Sekali
Lapak Bisa Maju Ketengah Jalan
Pasar Beginian Di Indonesia Buanyak
Jual Tas Bekas Juga Ada
Semuanya Tas Sekelas PKL Tanah Abang
Tapi Ada Juga Tas KW
Tas Sekolah Sampai Koper Bekas
Dijual Di Portobello
Ember Seng, Ember Plastik Dan Tali Rafia Juga Ada
Tapi Barang Baru
Ini Barang Bekas Yang Dicat Ulang
Terlihat Seperti Baru Kembali
Sama Saja Dengan Pasar PKL Di Indonesia
Sampah Juga Banyak
Bulepun Juga Ndorong Gerobaknya Dari
Rumahnya Ke Pasar Portobello

 

Baca Juga :

Flea Market Truro Cornwall, UK

Flea Market Truro
Lokasi Di Lantai Dasar Hall Of Cornwall Truro
Saya seringkali merasa tertipu kalau mengunjungi berbagai macam obyek wisata di Eropa hanya berdasarkan informasi dari website, ulasan wartawan pariwisata atau photo photo yang bertebaran di internet. Definisi orang Indonesia dengan bule Eropa tentang obyek wisata itu berbeda jauh sekali. Indonesia itu negara yang sangat besar dengan penduduk yang sangat banyak. Semua obyek wisata di tanah air seperti Candi, Pantai dan Pasar semuanya berukuran raksasa. Yang berukuran kecil tidak pernah dipromosikan sebagai obyek wisata karena dianggap bukan obyek wisata yang layak dijual..
6-10 PKL Dimasukkan Kedalam Gedung
Lalu Diberi Nama Flea Market
Saya ambil contoh kota Truro, Cornwall – United Kingdom. Saya mengunjungi sebuah Flea Market. Sebuah nama yang seringkali diucapkan oleh orang orang Indonesia ketika baru pulang dari luar negeri. Biasanya kalimat ‘mbelgedes‘ yang sering diucapkan buat ngibul di tanah air adalah ‘Wow keren, sempat ngunjungi Flea Market di kawasan Downtown kan mbak !!!‘.  Bingung kan, kalau kawan sekantor yang biasanya selalu berbahasa Jawa tiba tiba kosa katanya bertambah dengan bahasa Inggris Flea Market dan Downtown.
Website, Ulasan Dan Comment Di FB, Tweeter Dan Internet
Gombal Semua
Flea Market itu sebenarnya cuma pasar loak yang menjual berbagai macam barang bekas. Di Truro, Cornwall, lokasinya ditengah pusat keramaian kota Lemon Quay (biar keren sebut saja Downtown). Tepatnya di lantai dasar gedung Hall For Cornwall (HfC). Jumlah pedagangnya hanya sekitar 6 – 10 lapak saja dan menempati lantai seluas lapangan badminton. Bayangkan, 6 – 10 orang pedagang kaki lima tapi website dan brosurnya gegap gempita di internet. Coba cari sendiri promosi Flea Market ini di mbah google, facebook, instagram atau Tweeter.
Lapak PKL Cuma 6 Pedagang Kira Kira
Layak Nggak Disebut Market ?
Sempat saya tanya salah satu pedagang didalam ‘pasar pasaran‘ ini, berapa ongkos sewa lapak per mejanya ? Ternyata per hari harus bayar GBP 13 untuk dagang mulai jam 09:00 sampai jam 17:00. Cara sewanya susah nggak ?.  Bisa lewat telpon atau click ‘Buy Now’ di websitenya Hall For Cornwall. Kalau sudah Sold Out berarti nggak kebagian lapak dan harus pilih hari yang lain. Wow….. jual lapak online, harus buruan nge’click’ supaya bisa dapat tempat jualan. Pantesan tiap hari pedagangnya gonta ganti terus.
Barang Bekas Mulai Dari Perhiasan Plastik Sampai
Barang Made In China
CD Bajakan, Video Format VHS, Floppy Disk
Sekrup, Baut dan Sticker
Koleksi Perangko, Uang Kuno Dan
Buku Bekas Juga Ada

 

Baca Juga :

Shopping Murah Primark UK

Primark Edinburgh
Emak emak Indonesia itu aneh dan lucunya luar biasa. Sama lucunya dengan emak emak dari India, Bangladesh, Pakistan, China dan Turki. Datang jauh jauh dari negaranya ke Inggris dengan modal beli tiket pesawat dan menginap di hotel yang tidak sedikit, eh belanjanya di PRIMARK. Saya menyaksikan sendiri cara belanjanya seperti orang kalap di Primark Oxford Street London, Primark Prince Street Edinburgh maupun Primark Lemon Quay Truro.
Pemandangan Emak Emak Di Primark
Oxford Street London – Barang Buatan Negaranya Sendiri
Diborong Di Inggris Dan Dibawa Pulang
Primark ini kalau di Indonesia semacam MATAHARI Department Store. Yang dijual segala macam busana pria dan wanita, sandal, sepatu dan segala macam pernak pernik perhiasan. Murah meriah dan karena murah tersebut, maka semua pembelinya terlihat kalap nenteng barang kiri dan kanan. Begitu mendekati kasir baru sadar bahwa barang yang dibawanya melebihi kemampuan dompetnya sehingga barang diletakkan begitu saja di lantai. Yang dibawa 10 keranjang, begitu dekat kasir langsung 5 keranjang ditinggal berserakan dimana saja.
Lihat Tuh Bapak Bapak Nunggu Istrinya Kalap Belanja
Barang Dari Negaranya Sendiri Di Primark Oxford Street London

 

Selesai bayar, langsung duduk duduk didepan toko sambil memeriksa barang belanjaannya. Dan umumnya baru sadar, ternyata barang barang dengan merek merek Inggris keren tersebut ternyata buatan negaranya sendiri. Ada yang buatan China, Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh dan Turkye. Lalu pertanyaannya, barang apa dan dimana bisa beli barang yang asli buatan Inggris ?. Jawabnya nggak ada, hanya restaurant saja yang terlihat chefnya orang Inggris. Itupun tidak semua restaurant karena banyak juga restaurant yang karyawannya dari Pakistan, India, Bangladesh. 

Primark Truro Ada Tempat Duduk Buat Bapak Bapak
Yang Bosen Nungguin Istrinya Kalap Belanja

Alamaakk, Jauh jauh ke Inggris, mborong barang buatan negaranya sendiri. Mending kalau ke UK mampir saja ke restaurant. Makan Fish And Chips, ditanggung asli buatan bule Inggris.

Bapak Bapak Duduk Di Emperan Depan Toko
Nungguin Istri Kalap Belanja

 

Primark Truro – Lebih Sepi
Primark Oxford Street London
Berantakan Karena Emak Emak

 

Kelakuan Emak Emak
Dicoba, Nggak Jadi Beli Dan Diletakkan Sembarangan Di Lantai

 

Barang Kelas Kambing Dari China, Indonesia,
India, Bangladesh, Pakistan Dan Turki
Nggak Percaya Bule Inggris Nggak Bisa Bikin Barang Apapun ?
Nih Lihat – Made In India
Merknya Keren Tapi Tetap Aja
Made In India

 

Ini Sandal Dan Sepatu Made In China
Merknya Sepertinya Merk Inggris
Tapi Ternyata Buatan Turkey
Celana Jean Buatan Pakistan
Buatan Bangladesh
Lalu Orang Inggris Bisanya Buat Apa ?
Jualan Doang ???

 

Baca Juga :

Gang Pydar Mews Dan Peoples Palace Truro

Just Book – Kios Buku Bekas Di Pydar Mews
Barangkali Pemiliknya Pak RT
Apa bayangan di kepala anda kalau membaca brosur pariwisata tertulis besar nama Peoples Palace ??. Tentu anda membayangkan sebuah istana yang indah dan besar kan ?. Nah mari saya ajak anda jalan jalan ke Peoples Palace sekaligus mampir ke Pydar Mews di kota Truro, Cornwall, UK. Dua obyek wisata andalan Truro ini letaknya masih disekitar alun alun  Lemon Quay, kira kira 200 meter saja dan bisa dicapai dengan jalan kaki 3 – 5 menit dari alun alun Lemon Quay.
Tidak Semua Rumah Warga Di Gang
Dijadikan Toko/Kios
Alamaaaakkk !!!,  ternyata Peoples Palace dan Pydar Mews itu cuma lorong atau gang sempit dengan panjang sekitar 50 – 100 Meter saja. Lebar lorong tidak lebih dari 1 – 2 meter dengan got kecil terbuka dan ada juga got yang tertutup disamping kiri dan kanan jalan. Sama dengan gang gang sempit di Jakarta atau kota kota lain di Indonesia. Bedanya, di kota Truro ini, pak RT dan warga pinter memberi nama dan mempromosikan kampungnya keseluruh penjuru dunia. Warga kampung yang sebenarnya termasuk ‘ekonomi lemah‘ bisa terangkat naik pendapatannya karena turis. Orang Indonesia nggak ada yang tega atau punya keberanian untuk tipu tipu dikit buat mendatangkan turis seperti orang Truro ini. 

Gang Sempit Tapi Iklan Dan Brosurnya
Luar Biasa

 

Gang Pydar Mews contohnya. Di gang ini ada 8 kios kecil dengan nama nama keren.
  • Just Book : Toko Buku Bekas. Di internet, majalah dan brosur pariwisata ditulis dengan istilah keren ‘Rare Book Shop
  • Avant Garde : Tukang Jam dan jual cincin/kalung batu akik dan emas tiruan sekelas PKL Stasiun Manggarai, dipromosikan sebagai ‘Antique Jewellery Shop’
  • Swagger : Toko Pakaian Pria kelas PKL Pasar Tanah Abang. Diberi nama keren ‘Mens Clothing Shop Specialist’
  • The Bambu : Warung Kopi sempit hanya ada 2 bangku sekelas pangkalan ojek. Truro Leather : Pengrajin jaket kulit dan pernak pernik hiasan dari kulit, The Court Shoemaker : Tukang memperbaiki dan membuat sepatu/sandal,  Chocolate Confectioner : Jual pakaian murah kelas PKL juga dan Wenthworth : kurang jelas jualan apa, mungkin cuma lapak PKL karena tidak saya temukan kiosnya.

 

Panjang Lorong Hanya 50-75 Meter
8 Kios Dan Sekitar 20 Rumah Tangga
Peoples Palace yang saya kira istana sebesar Candi Borobudur, ternyata yang saya jumpai diujung cuma toko barang bekas seperti yang bisa anda saksikan pada photo dibawah ini. Toko toko yang lain Cotton Mills : ternyata cuma penjahit,  Enjoyclothing : nama kerennya boutique pakaian tapi kelas kampung, Rarebits : toko barang bekas pernak pernik stationary dan yang berhubungan dengan alat sekolah. Yang lain tidak saya lihat sama sekali. Paling sama dengan gang sebelahnya Pydar Mews. Sudah terlalu sering saya saksikan di lapak lapak Pasar Tanah Abang, Manggarai atau Pasar Rumput di Jakarta.
Ujung Gang Pydar Mews
Di Indonesia Ujung Gang Selalu Pos Kamling
Gang Ini Namanya People Palace
Hanya Toko Barang Bekas – Dionggokkan Diluar Toko
Ini Dagangan Barang Bekas Di People Palace
Sepertinya Gang Pydar Mews Beda RT Dengan Gang People Palace