Category Archives: Liburan

Nonton Bakar Jenasah Di Kathmandu

Jenasah Ditandu Setelah Disholatkan
Didalam Temple

 

Saya diajak melayat orang meninggal, tetangga didekat hotel tempat saya menginap di Kathmandu yang sebenarnya tidak saya kenal sama sekali. Sebenarnya iseng saja meng’iya’kan karena pingin tahu seperti apa prosesi/upacara di rumah duka. Tapi, berada diantara keluarga dan pelayat yang sedang berduka membuat saya terus mengikuti rombongan sampai seluruh prosesi pemakaman selesai. Saya terjebak oleh ulah sendiri, tidak bisa pamit untuk meninggalkan prosesi pemakaman begitu saja.

 

Pasuphatinath Temple Sangat Besar Dan Luas
Untuk Ibadah Dan Untuk Kremasi Jenasah

 

Langkah saya terhenti ketika jenasah mulai diturunkan disebuah bangunan tempat ibadah, lokasinya tidak begitu jauh dari hotel tempat saya menginap. Nama tempat ini baru saya ketahui belakangan setelah saya kembali ke hotel, yaitu Pasuphatinath Temple dan sungai yang mengalir dibelakangnya adalah sungai suci umat Hindu di Nepal namanya Bagmati River.

 

Hanya Keluarga Yang Memandikan Jenasah

 

Rasanya Plong ditempat ini, saya bisa mengeluarkan camera dan mulai jeprat jepret dari seberang sungai Bagmati. Sepertinya hanya keluarga dan saudara dekat saja yang boleh mengikuti prosesi didalam temple, memandikan jenasah dan mulai prosesi kremasi. Jenasah nampak ditandu oleh beberapa orang dan diletakkan dipapan dengan posisi kaki hampir menyentuh permukaan air sungai. Mungkin sebelumnya disholatkan terlebih dahulu didalam temple.

 

Jenasah akan Diletakkan Di Papan Untuk
Dimandikan

 

Setelah itu jenasah nampak mulai disucikan / dimandikan dengan air sungai yang menurut saya airnya terlihat dekil, coklat dan banyak sampah disepanjang sungai. Acara memandikan selesai selanjutnya jenasah ditandu kembali untuk dibawa ke tempat pembakaran jenasah. Ada sekitar 10 tempat pembakaran jenasah terbuka berupa bangunan beton berukuran sekitar 3 x 4 meter yang berdiri ditepi sungai.

 

Jenasah Siap Dimandikan

 

Jenasah diletakkan diatas tumpukan kayu yang dihiasi oleh bunga bunga berwarna orange. Entah berapa jam jenasah bisa terbakar seluruhnya dan berubah menjadi abu. Yang jelas saat pembakaran jenasah seluruh keluarga menyaksikan dari jarak sekitar 10 meter dan disediakan tempat duduk khusus untuk keluarga yang sedang berduka,

 

Sungai Suci Tetapi Sampah Sampai Abu Jenasah
Semua Dibuang Di Sungai

 

Selesai prosesi pembakaran jenasah, terlihat abu jenasah ditaburkan ke sungai oleh seluruh keluarga yang ditinggalkan. Setelah itu terlihat masing masing anggota keluarga membasuh tangannya dengan air suci sungai Bagmati dan mencuci muka. Saya tidak tahu sama sekali maksud dari ritual ini. Yang jelas baru pertama kali ini saya menyaksikan upacara pembakaran jenasah secara terbuka dan terlihat jelas jenasah yang sedang terbakar. Jangan tanya aromanya, sampai hari inipun saya masih kesulitan untuk melupakan.

 

Ada 10 Atau Lebih Tempat Pembakaran Jenasah
Tempat Pembakaran Jenasah Berupa
Beton Dipinggir Sungai

 

Keluarga Duduk Dibelakang Saat Pembakaran Jenasah

 

 

Air Sungai Bagmati Berwarna Coklat
Tidak Mengalir Dan Kotor

 

Tempat Jenasah Diletakkan Saat Pembakaran
Kayunya Tidak Banyak

 

Jenasah Datang Dan Siap
Diletakkan Diatas Kayu Pembakaran

 

Mobil Jenasah

 

Pedagang Jual Bunga

 

Seluruh Area Pasupatinath Temple Masuk
UNESCO World Heritage

Baca Juga :

 

Advertisements

Mbulet Ruwet Kabel Listrik Kathmandu

Kabel Tilpun / Listrik Di Kathmandu
Betul Betul Ajaib

 

Seumur umur saya saat ini, belum pernah saya menyaksikan kabel yang begitu ruwet, mbulet dan menggumpal seperti rumah tawon. Saya baru menyaksikannya di Kathmandu, ibukota negara Nepal. Menyaksikan kabel mbulet dan ruwet di Kathmandu ini membuat saya tercengang kaget, heran dan sekaligus kagum dengan tehnisi Nepal yang bisa mengurai dan mengurut kabel ruwet tersebut kalau ada masalah. Hampir tiap hari tehnisi hebat Nepal masuk koran karena kepiawaiannya mengatasi masalah perkabelan.
Tehnisi Hebat Itu Orang Nepal
Kabel Mbulet Ruwet Seperti Apapun Dia Bisa Mengurai
Yang saya katakan diatas ini kabel masih aktif. Mungkin kabel telpon dan mungkin juga kabel listrik. Kalau kabel komunikasi antar kampung Intercom sih rasanya sudah tidak ada lagi jaman sekarang. Kabel telpon rasanya kok aneh juga. Masak masih ada jaman sekarang telpon telponan pakai kabel, setahu saya jaman sekarang semua orang punya HP dan telpon pakai whatsapp.

 

Coba Bayangkan Kalau Kabel Mbulet Ruwet
Seperti Diatas Lalu Bagaimana Memperbaiki Kalau Ada Masalah

 

Saya menduga kabel kabel ruwet tersebut adalah kabel listrik karena saat saya menginap di hotel di kawasan Thamel, hampir setiap jam sekali terjadi ‘blackout’. Listrik hotel tiba tiba mati sekitar 5 menit saja setelah itu hidup kembali. Kemungkinan karena hotel punya genset sendiri yang otomatis menyala apabila ada pemadaman listrik.
Kabel Melintas Di Tengah Jalan Seperti Ini
Pemandangan Biasa Di Kota Kathmandu
Ketika saya jalan kaki keliling kawasan Thamel dan juga saat keliling kota dengan mobil, seringkali saya menyaksikan turis yang juga terheran heran melihat kabel mbulet ruwet tersebut. Terkadang berkali kali diphoto dan terkadang senyam senyum dengan kawan kawannya membicarakan kabel mbulet nan unik dan menarik tersebut.

 

Coba Perhatikan, Ini Kabel Mbulet
Atau Rumah Tawon ?
Jadi, karena hampir semua turis yang datang ke Kathmandi selalu photo photoan didepan kabel mbulet dan ruwet tersebut maka saya bisa menyimpulkan bahwa Kabel Mbulet inilah sebenarnya destinasi wisata yang paling menarik dan jangan sampai terlewatkan begitu saja. Kathmandu memang amazing. Silahkan melihat photo photo dibawah ini dan nilai sendiri apakah betul betul Amazing atau hanya sekedar War Biasah.
Ya Ampun
Cara Memperbaiki Kerusakan Bagaimana Ya

 

 

Luar Biasa Mbulet Dan Ruwet
Kalau Listrik Korsleting Berapa Lama Mengatasinya ?

 

Setiap Seratus Meter Ada Tiang
Dengan Kabel Mbulet Ruwet

 

Banyak Juga Kabel Yang Rendah Hampir
Menyentuh Tanah

 

MasyaAllah, Dimana Mana Kabel Ruwet Dan Mbulet

 

Ada Hikmah Yang Bagus Kalau Kabel Sangat Rendah
Bus Dan Truk Nggak Ada Yang Berani Lewat

 

Kalau Kabel Malang Melintang Ditengah Kota
Dan Sangat Rendah Maka Truk Nggak Bakalan Bisa Lewat

 

Terkadang Bus Harus Hati Hati Bahkan Nggak Bisa Lewat
Takut Nyangkut Kabel

 

Ya Ampun, Rendah Sekali Kabel Ini

Baca Juga :

 

Tea House Trekking Himalaya

Sampai Di Chandragiri Hill + 2520 Meter
Langsung Ada Gambar Everest Yang Ternyata Masih Jauh
Dan Bisa Pegel Linu Kalau Jalan Kaki
Orang Indonesia itu banyak sekali yang lucu. Contohnya saat masa kampanye Pilpres 2019 yang lalu. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Capres no urut 2 Mardani Ali Sera menyebutkan beberapa prestasi capres Prabowo Subianto. Salah satunya pernah mencapai puncak tertinggi dunia Mount Everest. Seketika langsung heboh dan dibully, ditertawakan bahkan dicemooh habis habisan oleh lawan politiknya. Orang orang yang membully itu sebenarnya tidak tahu keadaan Mount Everest dan gunung gunung Himalaya saat ini.
Pemandangan Pegunungan Himalaya Dilihat
Dari Chandragiri Hill + 2520 Meter
Saya bisa mengatakan bahwa apa yang diucapkan Wakil Ketua BPN tersebut adalah benar setelah datang sendiri dan berhasil mengibarkan merah putih di Ananpura Mountain. Di Nepal, puncak gunung setinggi apapun bisa dicapai dengan mudah dan tanpa persiapan apapun seperti yang pernah saya tulis sebelumnya dalam link ‘Mendaki Gunung Jaman Now Di Everest Dan Himalaya’. Prabowo bisa jadi memang benar mencapai puncak Everest naik helicopter, pesawat ultra ringan, paragliding atau yang lainnya seperti yang saya lakukan minggu lalu. Paket tour Mountain Flight banyak sekali ditawarkan di Kathmandu.

 

Nah Ini Jalurnya Orang Yang Milih Cara Susah Dan Pegel Linu
Untuk Mendaki Sampai Chandragiri Hill

 

Sekarang saya tunjukkan betapa mudahnya naik gunung di Himalaya. Puluhan gunung tertinggi dunia berderet deret terletak di Himalaya. Saya ajak anda ke Chandragiri Hill, ketinggianya + 2520 meter diatas permukaan laut (Puncak Jaya +4884 meter). Berada di Chandragiri Hill ini anda akan disuguhi oleh panorama yang indah Kathmandu Valley dibawah dan deretan pegunungan Himalaya dari Gunung Annapurna sampai Gunung Everest.
Deretan Pegunungan Himalaya
Hampir 10 Gunung Tertinggi Dunia Ada Di Himalaya

Cukup saya datangi salah satu Travel Agent di kota Kathmadu. Karena waktu yang terbatas maka saya pilih paket yang paling singkat yaitu Tea House Trekking. Maksud Tea House Trekking itu adalah paket hiking / trekking menuju ketinggian tertentu dimana kita bisa istirahat di kedai teh/kopi diatas gunung untuk melihat keindahan kota Kathmandu dan gunung gunung tinggi di Himalaya. Promosinya, Chandragiri Hill ini adalah ‘The Highest Tea House In Town + 2520 Meter’.

Peta Jalur Trekking Cara Susah Dan Pegel
Linu Untuk Menuju Tempat Yang Lebih Tinggi Lagi

 

Cakep juga iklannya, apalagi ada embel embel ‘Experience Everest’. Siapa yang tidak tertarik, paling tidak saya bisa ketemu dengan para trekker dan pendaki gunung di tempat ngopi diatas. Untuk trekking ke Chandragiri perlu waktu 2 hari jalan kaki dan langsung saya tolak mentah mentah kalau saya harus buang buang waktu hanya untuk pegel linu jalan kaki naik ke ketinggian 2520 meter.
Namanya Bar @ 2520, The Highest Bar In Town

Masalahnya, berat badan saya sudah tidak ideal lagi untuk olahraga naik gunung, terlalu gemuk dan umur sudah tidak memungkinkan lagi untuk olahraga berat.

‘No Problem Madam, No Need for you to walk’
‘I will provide you with Cable Car to reach the Tea House’

Nah ini yang kucari.

Pintu Masuk Bar @ 2520
Pendaki Bisa Mampir Untuk Ngopi, Pesen Pizza, Burger
Spaghetti Dan Berbagai Macam Makanan Buat Bekal

 

Pagi hari saya dijemput dengan mobil van menuju stasiun cable car. Ngantri sebentar dan langsung menuju ke Chandragiri Hill. Dari tour guide yang mendampingi, saya baru tahu bahwa Tea House di ketinggian tidak hanya ada di Chandragiri Hill saja tetapi ada disemua jalur trekking gunung apapun. Sangat bermanfaat bagi para trekker, bisa order burger, pizza, fried chicken atau makanan cepat saji apapun untuk dibawa mendaki ke tempat yang lebih tinggi lagi.

 

Lumayan Tingginya, Kalau Trekking Beneran
Bisa Mengap Mengap Dan Pegel Linu 3 Hari Jalan Kaki
Dan dari tour guide ini pula saya baru tahu bahwa ke base camp paling atas disemua gunung bisa dicapai dengan helicopter, pesawat ultra ringan dan paragliding. Trekking jalan kaki hanya untuk mengenang para pendaki gunung saat jaman susah dahulu ketika mereka merintis jalan menuju puncak. Bawa penduduk lokal Sherpa dengan barang bawaan yang luar biasa banyak dan berat juga untuk  ‘mengenang masa lalu’ agar turis terlihat heroik betapa susahnya mendaki gunung tertinggi dunia. Apalagi sekarang jaman instagram dan facebook, photo bareng bawa ransel dengan sherpa saja bisa jadi viral di medsos.
Pemandangan Dari Bar @ 2520
Ada Hotel Buat Istirahat Pendaki Di Ketinggian
Semua paket wisata Himalaya saat ini telah dikemas sangat apik dan profesional. Paket olah raga trekking berhari hari dan bahkan bisa sebulan atau dua bulan tetap diminati banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Trekking tanpa harus pegel linu naik cable car, pesawat ultra ringan, paragliding atau helicopter juga punya peminat tersendiri. Silahkan ke Nepal dan buktikan sendiri kalau tidak percaya. Politikus memang sering ngomong tidak benar, tapi saya yakin Mardani berkata benar. Prabowo memang benar pernah ke Everest. Naik Helicopter seperti saya minggu lalu.

 

Tempat Makan Para Peserta Trekking
Banyak Yang Napasnya Mengap Mengap Dan Makannya
Banyak Setelah Jalan Kaki 3 hari

 

Ini Yang Aku Suka
Diatas Gunung Bisa Pesen Steak, Chicken Grill Dan
Makanan Enak Apapun

 

Pesen Makanan ala Drive Thru / Take Away Juga Ada
Tinggal Pesan Burger Lalu Lanjutkan Jalan Kaki Ke Puncak

 

Nah Ini Base Camp Chandragiri Buat Ngisi Perut Dan
Beli Bekal Untuk Melanjutkan Trekking Ke Puncak

 

Ada Juga Sarana Hiburan Di Chandragiri Hill
Pegel Jalan Kaki Bisa Joget Joget, Karaoke Dll

 

Peserta Trekking Yang Malas Jalan Kaki Bisa Naik
Cable Car Ke Chandragiri Hill +2520 Meter

 

Kota Kathmandu Dilihat Dari Cable Car

 

Kalau Lihat Paket Trekkingnya Ngeri Bro
Ada Yang Sebulan Jalan Kaki

Baca Juga :

 

Mendaki Gunung ‘Jaman Now’ Di Everest Dan Himalaya

Annapurna 1 (8091 Meter)
Gunung Tertinggi No 10 Dunia
Saya senyam senyum dan tertawa ngakak beberapa hari ini. Bagaimana tidak tertawa, ketika saya posting ke FB photo saya sedang mengibarkan bendera di ketinggian +/- 5000 meter di Annapurna Mountain, Himalaya Nepal langsung jadi viral dan dishare puluhan orang. Mungkin orang orang yang nge’share’ pada heran semua. Kok ada emak emak gemuk bisa mengibarkan bendera di pegunungan Himalaya yang terkenal sangat tinggi sekali.
Kemiringan 45 Derajat Tapi
Ada Restaurant, Warung Kopi Dengan Masakan Ala
Hotel Bintang 5
Sebenarnya tujuan saya mau mengantar suami dan anakku yang bontot Dinda ke Everest, gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8848 meter diatas permukaan laut. Tapi saya tidak setuju karena berdasarkan berita di Kompas tanggal 27 May 2019 mengatakan bahwa Puncak Everest saat ini sangat padat. Baca beritanya di link ini : Sebelum Meninggal, Pendaki Sebut Kepadatan Di Puncak Everest Berdampak Fatal. Ngeri kan baca judul dan ulasan berita Kompas tersebut.
Annapurna Base Camp +4130 Meter Dpl
Mau ke Everest atau ke gunung gunung apapun di Nepal sebenarnya tidak mengerikan seperti berita berita yang ditulis di tanah air. Semua berita di tanah air didramatisir dan bisa saya pastikan semuanya Hoax. Saya yang gendut ginuk ginuk dengan pengalaman shopping dan masak rawon aja bisa kok ke puncak gunung apapun di Nepal. Saya buktikan sendiri minggu kemarin di Annapurna 1 (8091 Meter dpl) dan merupakan gunung tertinggi no 10 di dunia.
Ada Laundry Juga Di Ketinggian +/- 4130 Meter Dpl
Bisa Order Spagheti, Steak, Salad dan Cappucino
Ada beberapa paket wisata Trekking dan yang ditawarkan di ratusan Travel Agent di Kathmandu, Pokkara maupun Lukla. Pilihan tergantung dari budget dan masa tinggal anda di Nepal. Ada paket sehari semalam langsung nyampai puncak gunung, ada yang paket 3 hari, seminggu, dua minggu, sebulan bahkan berbulan bulan.
Nunggu Pesanan Makanan Datang
Pesan Indomie Rebus Pakai Telor Juga Ada
Paket Satu Hari sudah tentu harus naik Helicopter pulang pergi dan langsung terbang ke Base Camp paling atas. Diberi kesempatan beberapa jam untuk photo photoan di Base Camp. Mau terlihat berkeringat dan heroik saat diphoto/video ?. Gampang, di Base Camp juga tersedia kamar mandi dengan air bersih dan hangat yang siap untuk disiramkan ke badan. Pokoknya keren saat acting sedang menancapkan bendera dan dipandu oleh cameraman yang merangkap sebagai tour guide.
Ini Tempat Pendaratan Helicopter
Yang Jaket Merah Dan Gemuk Itu Saya
Bukan Photoshop
Bayar Helicopternya USD 350 per orang pulang pergi. Paket 3 hari berangkatnya naik Cable Car sampai ketinggian +/- 2550 Meter dpl dan dilanjutkan jalan kaki (trekking) menuju Base Camp teratas. Pulangnya naik Helicopter. Paket lain menggunakan Paragliding bermotor dan pesawat ultra ringan juga ada,
Agen Tour Travel Khusus Mendaki Gunung
Banyak Di Kathmandu, Lukla dan Pokkara
Tinggal Bayar Lainnya Disiapkan Agen
Kalau merasa jalan kaki 3 hari belum pegel juga, silahkan ngambil paket Trekking seminggu, dua minggu atau bahkan sebulan pulang pergi jalan kaki. Kelebihannya bisa melihat lihat pemandangan desa dan berinteraksi dengan penduduk desa yang dilewati.
Ini Photo Beneran Di Ketinggian Sekitar
5000 Meter Dpl Bukan Hoax
Sepanjang jalan, Tour Guide akan bercerita tentang pendaki pendaki ‘jaman susah‘ hampir seratus tahunan yang lalu. Tour guide ini hapal bener siapa Tenzing Norgay, Edmund Hillary dan para pendaki ‘jaman susah‘ dahulu, termasuk bercerita tentang para pendahulu yang mati digunung.
Bingung Nih, Mau Naik Helicopter, Pesawat Ultra Ringan,
Cable Car, Pesawat Ultra Ringan atau Turun Pakai Paragliding
Untuk trekking bisa berangkat perorangan maupun berombongan. Semakin kecil rombongan biaya semakin mahal karena untuk naik keatas gunung perlu didampingi penduduk lokal Sherpa dengan jumlah cukup banyak. Setiap 5 orang wisatawan (pendaki bo’ong bo’ongan) akan didampingi oleh 8 orang Sherpa. Satu otang bertugas sebagai Cameraman sekaligus Tour Guide, satu orang bertugas sebagai Chef yang pandai masak segala macam masakan dunia dan sisanya sebagai tukang angkut tenda, bahan makanan, obat obatan dll
Banyak Sekali Menunya
Ada Yang 1 Days, 3-4 Days, 6-7 Days, 1 Month dll
Sebenarnya bisa saja nggak perlu bawa tenda, kasur, kompor, beras dll karena sepanjang jalan yang dilalui sudah banyak penduduk yang membuka losmen murah meriah sampai hotel yang cukup layak. WIFI juga ada dan bisa digunakan sekedar untuk update status FB, Tweeter atau Whatsapp. Cuma ada spot spot tertentu yang sangat lemot.
Ini Cuman Acting Doang
Cameranya Dimiringkan Sesuai Petunjuk Tour Guide
Lalu persiapan apa yang diperlukan untuk mendaki 10 besar gunung tertinggi dunia di Nepal ?. Jawabnya : Nggak Ada. Tenda, Kasur, Kompor dan Makanan urusan Travel Agent. Kalau anda sukanya pakai sandal jepit silahkan saja langsung jalan keatas. Bulan Juni seperti sekarang ini salju baru ada di ketinggian +/- 4000 Meter keatas.
Ini Chef Yang Jago Masak Masakan Asia
Terutama Masakan India dan Thailand
Kostum yang harus disiapkan sendiri cuma jaket doang. Kacamata model astronout atau, tabung oksigen warna menyala dan accesories gunung jaman Edmund Hillary/Tenzing Norgay sampai perlengkapan masa depan ala Star Wars bisa disewa buat gagah gagahan saat diphoto oleh pengatur gaya yaitu Tour Guide. Jadi, pilihlah Travel Agent yang paling komplit.
Ini Sherpa Yang Jago Buka Pasang Tenda
Dan Mindahin Barang
Ini Photo Dari Kompas Tanggal 27 May 2019
Photonya Benar Tapi Beritanya Didramatisir Menakutkan
Ini Repeater WIFI
Banyak Disepanjang Jalan Trekking
Baca Juga :

 

Bagaimana Cara Ngurus Visa On Arrival Nepal

Mesin Mesin VOA Di Terminal Kedatangan
Tribhuvan International Airport Kathmandu Nepal
Masing masing negara punya cara sendiri dan berbeda beda dalam hal mendatangkan turis. Nah, Nepal ini termasuk negara yang relatif sangat ‘Liberal’ dalam hal mendatangkan turis. Sudah sejak January 2014 memberlakukan Online Visa Application System dan Visa On Arrival bagi semua negara kecuali dari negara negara yang sedang rusuh. Nggak tanggung tanggung, bisa tinggal maksimum150 hari multiple entry. Tapi kalau duitnya cekak bisa juga apply untuk 15, 30, 90 hari saja.

 

Air Arabia Dari Kuwait Ke Kathmandu
Baru Landing Jam 20:00. Terlambat Satu Jam

 

Caranya mudah, cukup cek sisa masa berlaku passport harus lebih dari 6 bulan. Nggak ada syarat syarat lainnya. Masuknya bisa melalui Tribhuvan International Airport Kathmandu dan bisa juga melalui semua gate border India-Nepal manapun (Birganj, Bheemdatta, Dhangadhi, Nepalgunj, Kakarbhitta dan Siddharthanagar).

 

Grotal Gratul Scan Passport Dan Ngisi Sendiri
Dengan Mesin VOA

 

Untuk ngurus VOA di Tribhuvan International Airport Kathmandu juga mudah sekali dan tidak perlu ngantri panjang. Cukup scan pasport sendiri di puluhan mesin VOA yang tersedia di terminal kedatangan. Yang perlu diisi cuma masa tinggal dan alamat tinggal di Nepal dan beberapa pertanyaan ringan dan umum saja seperti tujuan ke Nepal dll. Paling cuma 5 menit saja termasuk bingungnya. Petugas yang ngawasi orang bingung juga cukup banyak dan siap untuk ngajari cara ngisi data di mesin VOA.

 

Photo Tinggal Njepret Sendiri
Yang Tubuhnya Pendek Harus Mundur
Dua Langkah Agar Wajah Kelihatan

 

Setelah data diisi, maka keluar struk yang berisi nomor VOA, biaya yang harus dibayar sesuai pilihan 15, 30, 90 atau 150 hari masa tinggal. Jangan lupa bayar dulu ongkosnya di counter yang tersedia dan jangan langsung nylonong ke meja imigrasi untuk stamp passport.

 

Repot Jadi Orang Pendek
Terlalu Ke Depam Cuma Terlihat Jambul Di Camera
Dan Harus Diulang Kembali Berkali Kali

 

Nah, bayarnya ternyata harus dengan mata uang USD atau EURO. Minta dibayar cash karena mesin geseknya katanya barusan jatuh dan rusak tidak bisa dipakai lagi. Apes, saya nggak bawa USD atau EURO tunai. Mesin ATM juga tidak ada didalam terminal kedatangan. Kuwait Dinar dan Rupiah tidak diterima, Nepal Rupee juga nggak mau terima.
Sambutan Travel Mart Nepal 2019
Wisata Trekking Ke Gunung Gunung Di Himalaya

 

Terpaksa eyel eyelan dulu dengan petugas. Kenapa mata uang Nepal Rupee negaranya sendiri nggak mau terima ?. Kenapa minta dibayar USD dan EURO ?. Kenapa mata uang yang sangat ‘Setrong’ Kuwait Dinar dan British Pound nggak mau terima ?. Akhirnya si petugas ngalah karena nggak mau didengar banyak orang sedang eyel eyelan. Saya bayar dengan Nepal Rupee dan si petugas senyum manis ketika saya tanya juga lagu kebangsaan Nepal.
Disambut Patung Budha
Welcome To Nepal

Baca Juga :

 

Estafet Di Bus Bersungut Ukraina

Trolleybus – Naiknya Dari Pintu Belakang
Saya Mengamati Hampir Satu Jam Untuk Melihat Cara Naik
Anda tentu sudah mengenal Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Jakarta dengan kota kota penyangga seperti Depok, Bekasi dll. Kalau anda perhatikan, dibagian atap kereta tersebut terdapat alat yang selalu menempel ke kawat listrik. Kawat listrik KRL tersebut terlihat sangat rapi mengikuti jalur rel. Lha kalau Bus Listrik yang bisa belok kekiri dan kekanan mendadak gimana kawat listriknya , apakah rapi juga seperti KRL ?. Jawabnya TIDAK.

 

Sungut Selalu Menempel Di Kabel Kawat Listrik
Kalau Terlepas Cukup Disogrok Sogrok Tongkat Oleh Sopir
Di Italia, Perancis, Switzerland, dan kota kota manapun di Eropa banyak sekali Bus Listrik (Trolleybus) dengan sungut yang menempel terus ke kawat listrik. Sebagian ada yang sudah tidak jalan lagi tapi yang masih beroperasi juga banyak. Umumnya di kota kota yang transportasi publiknya menggunakan Trolleybus kalau dilihat secara langsung terkesan amburadul. Banyak sekali kawat listrik yang centang perentang di tengah kota.

 

Saya Berdiri Paling Belakang
Bayar Cukup Estafet Ke Penumpang Didepan

Di Russia, saya pernah kaget saat pertama kali melihat betapa kusutnya kabel listrik di kota St Petersburg dan Moscow. Baca : Kesasar Di Russia. Di Belanda juga sama saja dan pernah saya tulis juga dengan judul : Bus Kawat Di Arnhem Belanda.

Tutup Mesin Dibuka Dan Ada Tangga Untuk Naik Ke Atap
Kaca Dilubangi Semua Bus Tanpa AC

 

Di Ukraina saya juga menemukan kawat kusut di kota Kiev dan Lviv. Kalau Trolleybus diphoto memang tidak begitu terlihat simpang siurnya kawat listrik trolleybus karena pandangan akan tertuju ke latar belakang gedung gedung yang eksotis. Kenyataannya kalau kita datang dan melihat sendiri, kesan pertama ternyata ‘Nggak Enak Dipandang’.

 

Kalau Diphoto Memang Kelihatan Bagus
Tapi Kalau Didatangi Kabel Listriknya Centang Perentang

Kota terlihat amburadul saking banyaknya kawat yang melintang di jalan jalan utama sampai kampung yang dilalui bus kota. Kalau diphoto memang benar kawat listrik yang centang perentang tersebut tidak begitu terlihat.

 

Tidak Terlihat Sama Sekali Centang Perentang
Kabel Listrik Kalau Diphoto. Coba Anda Datangi
Naik Trolleybus listrik memang terasa ada sensasi yang lain daripada yang lain. Meskipun mesinnya tidak bersuara terlalu kencang dan tidak berasap tapi sepanjang perjalanan terdengar suara gesekan antara kabel listrik dan ‘sungut‘ diatas bus yang tidak enak di telinga, apalagi saat bus berbelok terdengar suara berdecit dari sungut diatas bus. Ada sambungan kabel listrik juga berbunyi.

 

Kawat Listrik Terlihat Rapi Karena Yang
Lewat Kereta Trem Listrik Yang Berjalan Diatas Rel

Busnya juga pelan karena pak sopir harus tetap menjaga agar ‘Sungut‘ diatas bus tetap menempel di kawat listrik. Bus tidak bisa jalan sesukanya salip kanan salip kiri karena apabila ‘sungut‘ terlepas dari kabel listrik maka bus langsung mogok.

 

Untung Nggak Ada Anak Yang Main Layang Layang
Di Jalanan, Bisa Nyangkut Ke Kawat Layang Layangnya
Kalau mogok lebih lucu lagi, ternyata pak sopir punya tongkat panjang untuk menyangkutkan kembali ‘sungut‘ yang terlepas dari kabel listrik. Setiap bus ada tangga dibelakang untuk membantu pak sopir naik ke atap dan nyogrok nyogrok ‘sungut‘ agar kembali tersambung dengan kawat listrik.
Sungutnya Sangat Panjang Karena Kabel Kawat Listrik
Terlalu Tinggi
Di Ukraine ini naik bus masuknya lewat pintu belakang, Bayarnya langsung ke sopir didepan. Saya sempat kaget dengan cara bayarnya saat pertama kali coba coba naik trolleybus di Kiev. Karena penumpang penuh sesak pada berdiri semua, saya berempat kebagian berdiri di belakang. Saya perhatikan penumpang mulai estafet menyerahkan duit ke penumpang yang lain. Sayapun ikut ikutan, tapi karena nggak tahu berapa tarifnya maka saya beri duit dengan nilai cukup besar untuk berempat.

 

Kawat Listrik Tidak Begitu Terlihat Kalau Diphoto
Coba Datang Sendiri Dan Lihat, Bisa Pusing Anda
Sebenarnya sudah ikhlas duit bakalan hilang ditengah jalan saat estafet dari penumpang satu ke penumpang lain yang penuh sesak. Eh ternyata kekhawatiran saya tidak terjadi. Uang kembalian juga diantar ke belakang dengan cara estafet. Hari berikutnya saya sudah lancar menerima uang dari penumpang belakang untuk diestafetkan ke penumpang lain yang lebih depan.
Bagus Ya Kalau Diphoto
Kalau Dilihat Langsung Kelihatan Kusut Dan Amburadul
Ada Relnya Kawat Listrik Terlihat Rapi
Odong Odong Lviv Sedang Lewat

 

Dimana Mana Kawat Listrik Centang Perentang
Kusut Dan Amburadul

 

Terminal Bus

 

Kawat Listriknya Tidak Terlihat Kalau Diphoto
Kenyataan Kalau Dilihat Langsung Semrawut
Baca Juga :

 

Pedagang Kaki Lima Ukraina

Pedagang Kaki Lima Di Lviv Ukraina
Piring Bekas Dengan Motif Tradisional Ukraina
Pedagang Kaki Lima di negara manapun sama saja. Di Netherland, United Kingdom, Kuwait dan negara negara lain pernah saya tuliskan di blog ini karena memang saya paling suka mengunjungi pasar, pasar loak dan lapak lapak pedagang kaki lima di pinggir jalan. Semakin mblusuk pasar loak / pedagang kaki lima maka akan semakin tertarik saya untuk mencarinya. Kali ini saya ajak anda untuk melihat PKL di kota Lviv dan Kiev Ukraina.

 

Perhatikan Cara Meletakkan Meja Lapaknya
Hampir Separuh Trotoar Dipakai Buat Lapak
Jangan membayangkan bahwa PKL itu hanya ada di Indonesia. Jangan membayangkan juga kalau ‘Bule’ itu kerjanya selalu kantoran atau berdasi seperti di film film Hollywood. Salah besar kalau anda berpikiran seperti itu.  Buka lapak sembarangan di trotoar dan mengganggu pejalan kaki juga bukan kelakuan buruk PKL Indonesia, di negara manapun kelakuannya juga sama saja. Baca link PKL di negara lain dibagian bawah tulisan ini.

 

Yang Nggelar Dagangan Beralas Plastik Juga Ada
Tidak Ada Bedanya Dengan Di Indonesia

Lapak PKL butut, kusam dan reot bukan hanya milik PKL Indonesia. Gerobak dorong untuk membawa barang dagangan ke lokasi lapak tempat berjualan juga sama bentuknya. Kalau selesai berdagang semua barang diangkut dengan gerobak, ditutupi terpal plastik lalu gerobak tersebut dititipkan disuatu tempat yang tersembunyi. Contohnya gerobak PKL di London pada link ini : Kemana Lapak PKL Covent Garden ?

 

Tempat Favorit Buka Lapak Juga Sama Dengan Di Indonesia
Dibawah Pohon Yang Teduh
Di kota Lviv maupun Kiev Ukraina terlihat jelas bahwa PKL itu cara berdagang dan kelakuannya sama persis dengan di Indonesia. Pagi hari dagangannya diangkut dengan gerobak lalu digelar begitu saja di trotoar. Nggak peduli apakah pejalan kaki pengguna trotoar akan terganggu atau tidak, yang penting dagangan digelar dan bisa berdagang.

 

Becak Keliling Dari Kampung Ke Kampung Juga Ada
Shampoo Sachet, Kopi, Obat Pusing Semua Digantung
Lapak dagangannyapun juga apa adanya. Ada yang kardus ditumpuk tumpuk dijadikan meja, ada yang bikin meja sendiri dari kayu kayu bekas, ada juga yang bawa meja lipat dan ada juga yang hanya menggelar tikar plastik di trotoar atau meletakkan barang dagangannya di tembok pagar gedung perkantoran / sekolah. 

Taruhan Lottere, Ramal Nasib Juga Ada
Di Ukraina
Barang yang dijual bermacam macam. Mulai pakaian baru dan bekas, buku, mainan anak, perlengkapan rumah tangga dan ada juga kartu tukang ramal sampai lapak uji keberuntungan seperti lottere. Hanya lapak lottere saja yang susah ditemukan di Indonesia saat ini. Lapak yang lain semuanya mirip dengan lapak di Indonesia.

 

CD Bajakan, Video Mesum XXX Dan Majalah Porno
Bekas Juga Ada
Jadi, jangan berkecil hati melihat keaneka ragaman Indonesia. Indonesia itu sangat besar dan jauh lebih lengkap dan hebat segalanya dibanding negara lain. Apa yang ada di negara lain, akan ada juga di Indonesia. Jangan menjadi bangsa yang inferior, pesimis dan selalu menganggap bangsa lain lebih hebat, lebih maju dan lebih segalanya. Semua itu omong kosong belaka yang ditanamkan sejak jaman kolonial sampai ke generasi sekarang.  Ditahun politik 2019 ini, para politisi juga menyebar berita bohong agar bangsa Indonesia tetap inferior, pesimis dan ketakutan. Jangan percaya begitu saja.

 

Selesai Berdagang Meja Lapak
Akan Disembunyikan Dimana Saja

 

Lapak Dagangan Terbuat Dari Kayu Bekas Ala Kadarnya
Apabila Kena Tibum Nggak Rugi Besar

 

Kardus Dijadikan Lapak Dagangan Juga Ada

 

Tanda Larangan Berdagang Di Trotoar Juga Banyak
Tapi PKL Tetap Saja Berdagang Di Tempat Terlarang

 

Nggak Punya Lapak Ada Juga Yang
Meletakkan Dagangan Di Tembok

 

Lapaknya Ringkas Dan Portabel
Lokasinya Di Pusat Kota Yang Sering Ada Tibum
Habis Sudah Trotoar Ketutup Pedagang Kaki Lima
Kwalitas Barang Dagangan Sama Saja Dengan
Baeang PKL Indonesia – Murah Meriah

Baca Juga :