Category Archives: Indonesiaku

St Basil Cathedral Dan Masjid KW-1

Yang KW-1
Masjid An Nurumi
Yang ‘Ori’
St Basil Cathedral

Yang ‘Ori‘ terletak jauh di belahan bumi bagian utara, yaitu di Moscow, Rusia. Siapa yang tidak tahu St Basil Cathedral di Moscow, Rusia. Cathedral mungil di Red Square ini adalah simbol kota Moscow yang selalu muncul di brosur brosur pariwisata dan juga televisi. Rasanya tidak ada satupun wisatawan yang datang ke Moscow tanpa mengunjungi cathedral unik warna warni kebanggaan Rusia ini, termasuk saya sendiri. Tetapi, saya cukup terkejut saat jalan jalan ke Yogya beberapa waktu lalu. Harap maklum, sejak saya tinggal di Kuwait saya jarang sekali ke Yogya dan sekitarnya. Rupanya orang Indonesia cukup kreatif dengan membuat bangunan sejenis dengan kwalitas ‘KW-1‘ dan dijiplak bulat bulat sejak tahun 2005.

RM Mbok Berek
Di Depan Masjid An Nurumi

Di Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di desa Candisari,  dipinggir jalan Yogya – Solo juga terdapat bangunan sejenis dengan kwalitas ‘KW-1‘ yang juga sama uniknya dan juga membuat turis berhenti dan berphoto photoan. Bangunan mirip St Basil Cathedral ini sama mungilnya, bedanya yang di Yogya ini ternyata sebuah Masjid dan bernama An Nurumi. Turis turis asing yang sebenarnya dalam perjalanan dari Yogya menuju Prambanan semuanya tersenyum lebar saat berphoto ria didepan masjid. Saya sempat nguping penjelasan tour guide yang mendampingi para turis tersebut. “Di Indonesia semuanya ada, mulai St Basil sampai Eiffel Tower ada“, sambil tangannya menunjuk tiang listrik tegangan tinggi di kejauhan.

100 % ORI
Dingin Sekali Moscow, Beda Dengan Di Yogya
Masjid KW-1Dari Belakang

Para turis asing tersebut juga gaduhnya bukan main dan tertawa lebar saat berphoto dengan latar belakang masjid An Nurumi. Tersenyum tambah lebar saat seorang penduduk menyebut nama masjid tersebut dengan istilah ‘Candy Mosque‘ atau ‘Masjid Permen‘, mengingatkan mereka dengan nama yang hampir sama diucapkan oleh penduduk Moscow yaitu ‘Lollypop Cathedral‘. Tertawa lebih lebar lagi saat seorang penduduk menyebut masjid An Nurumi dengan nama ‘Masjid Kremlin‘ padahal letaknya di Red Square, sekitar 300 meter dari Kremlin. Hiburan dan canda segar para turis langsung senyap saat mereka menikmati ‘Ayam Goreng Mbok Berek‘ yang persis berada disamping Masjid. Inilah salah satu bentuk Islamisasi versi Indonesia yang bisa menghibur dan membuat tawa siapapun yang melewati desa Candisari Yogyakarta.
Baca Juga :

Masya Allaaaaaah !!!!

IMMI-k
Ikatan Mudir Dan Muhandis Indonesia Di Kuwait
Mudir
Siapa Mau Numpang
Tinggal di Kuwait memang sangat menyenangkan meskipun iklim, cuaca dan adat istiadat penduduknya sangat berbeda dengan negeri tercinta Indonesia. Terkadang cukup unik dan menarik untuk diceritakan terutama hal hal yang menyangkut harga diri bangsa. Harap maklum mayoritas orang Indonesia di Kuwait adalah pembantu rumah tangga sehingga hampir semua orang menganggap orang Indonesia adalah PRT.. Perkiraan saya, saat ini ada sekitar 30.000 orang yang bekerja sebagai PRT di Kuwait. Sehingga tidak bisa disalahkan sama sekali kalau semua orang di Kuwait menganggap negeri kita tercinta Indonesia serba kekurangan.
.
Perhatian Perhatian
Penumpang Jangan Ribut
Saya kemana mana naik mobil baik untuk mengantar anak ke sekolah atau hanya sekedar jalan jalan keliling kota. Berkali kali saya mendapat tumpangan Arab, baik itu Arab Kuwait, Arab Palestine, Arab Mesir atau Arab negara negara sekitarnya. Terutama kalau ada acara disuatu tempat maka mereka dengan santun minta ijin untuk menumpang sampai di tujuan tertentu yang saya lewati. Pada saat berada dimobil saya inilah saya bisa mengerti jalan pikiran mereka tentang Indonesia dan warga negara Indonesia.
.
Arab : “Thank you madame, Are you Philipinos?”
Saya : “No, I’m Indonesian”
Arab : “Masya Allaaaaah !!!”
.

Muhandis Indonesia
Di Kuwait
Saya tidak tahu pasti, kenapa si Arab teriak seperti itu. Dugaan saya, hanya Philipine saja yang ada mobil dan penduduknya bisa nyetir dan barangkali Indonesia dikira masih hutan belantara. dan penduduknya pakai  koteka. Pertanyaan tidak berhenti dan bahkan bertambah seru dan menarik.
.
Arab : “Is your husband Kuwaitis ?”
Saya : “No, pure Indonesian.  Original… Made In Surabaya”
Arab : “Masya Allaaaah !!!”
.
Terkadang saya harus menjawab ‘sak karepe dewe’ daripada diam nggak ngomong sama sekali. Nggombal juga perlu demi nasionalisme bangsa dan negara Indonesia.
Arab : “What’s your job in Kuwait ?”
Saya : “Mudir..”
Arab : “Masya Allaaaah !!!”
.
Mudir Yacht
Di Marina
Pertanyaan biasanya bertambah hot
Arab : “What’s your husband  job in Kuwait ?”
Saya : “Muhandis..”
Arab : “Masya Allaaaah !!!”
.
Note : Baik Mudir (Manager) dan Muhandis (Engineer) sangat ampuh di Kuwait. Kalau ada India, Bengali, Philipino yang usil tanya macam macam, jawab saja dengan dua kata sakti tersebut. Biasanya langsung tidak percaya. Bagaimana bisa percaya, wajah saya dan suami sangat kere sekali.
.
Mudir-Muhandis-Al Falaq
Baik Arab maupun Indonesia sebenarnya sama saja dalam menghadapi suatu kejadian yang mengejutkan. Bedanya, orang Arab frekwensi mengucapkan kata ‘Masya Allah’ lebih sering dibanding orang Indonesia. Sekitar bulan lalu saya dapat tumpangan anak anak sekolah. Mereka semua adalah anak anak SMA teman anak saya di American International School (AIS). Satu orang duduk didepan dan empat orang berdesak desakan di belakang. Ditengah jalan salah satu dari penumpang belakang tersebut kentut. ‘Dddtttttt’, nyaris tanpa suara. Pada awalnya suasana masih tenang dan sepi, tetapi begitu aroma sudah mulai menyebar maka penumpang depan langsung teriak ‘Masya Allaaaaahh !!!!!”. Dan langsung heboh membuka jendela dan bahkan minta saya untuk menghentikan mobil dan semua penumpang turun.
.
Bandingkan dengan orang Indonesia yang anggun, elegance dan berwibawa dalam menghadapi keadaan yang sama dibawah.
Ayah : “Kentut bagus tidak untuk kesehatan ?”
Anak : “ Ya jelas Tidak…!!!!”
Ayah : “Makanya ayah keluarkan……”
.
Lain kali kalau suamiku kentut kembali, maka dengan tenang , anggun dan berwibawa akan tanya kepada anak anak :
Ayah : “Kentut bagus tidak untuk kesehatan ?”
Anak  : “ Bagus…bagus yah…”
Ayah : “Makanya saya berikan kamu……”
.
Bagaimana, lebih elegance mana Arab atau Indonesia. Tidak perlu kan sedikit sedikit sedikit menyebut asma Allah hanya untuk hal hal yang tidak patut kan ?
.
Baca Juga :

Belajarlah Dari Kucing

Habibi – Nggak Punya KTKLN

Ya nasiiib,  ini cerita tentang carut marutnya pemerintah Indonesia dalam usaha memberi Perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia diluar negeri. Caranya cukup unik yaitu BNP2TKI mewajibkan semua pekerja memiliki KTKLN (Kartu Tanda Kerja Luar Negeri). Konon kalau sudah memiliki kartu sakti ini akan mudah dilacak keberadaannya dan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia akan menjadi lebih baik. Apa ya iya ? Kenyataannya digunakan untuk ajang korupsi dan pemerasan terhadap TKI oleh oknum tertentu di bandara Soekarno Hatta Cengkareng bagi yang tidak memiliki kartu sakti ini dan juga saat pengurusan. Kartunya gratis tetapi syaratnya harus bayar asuransi Rp 400.000 untuk bisa mendapatkan kartu sakti ini.

Habibie – Pulang Dari
Pasang Microchip

Saya punya seekor kucing di Kuwait, namanya Habibie tetapi sering juga dipanggil Pancake. Beberapa tahun lalu saya bawa ke sebuah rumah sakit hewan besar di daerah Wafra untuk imunisasi (Baca : Enaknya Jadi Kucing Di Kuwait). Biayanya cukup mahal untuk seekor kucing. Setelah diusut ternyata sebuah microchip ditanam dibawah kulit si kucing. Pak Dokter bilang microchip tersebut untuk ‘Perlindungan’ bagi si kucing. Kalau kucing hilang tinggal telpon rumah sakit dan dengan mudah akan diketahui keberadaan si kucing dari komputer yang ada di rumah sakit. Microchip yang ditanam dibawah kulit kucing tadi mungkin semacam Global Positioning System.

ADS-B Flight Radar

Yang sedikit mahal dari microchip kucing diatas namanya ADS-B. Alat seharga EURO 500 ini banyak ddipasang di pesawat terbang komersial dan gunanya untuk ‘Perlindungan’  juga, yaitu melacak posisi pesawat baik didarat maupun diudara. Anda bisa melihat secara live pesawat pesawat komersial yang memiliki ADS-B sedang terbang melalui Flighradar24.  Softwarenya bisa didownload gratis ke IPhone atau Ipad. Contoh aplikasi semacam lainnya adalah Flight Track. Jadi, inilah yang namanya perlindungan real time yang sebenarnya, semua orang bisa melihat keberadaan pesawat terbang kapanpun juga secara real time.

IPad –  Gampang Dicari
Kalau Ilang

Apple Computer juga telah menamamkan system pelacak disetiap produk terbarunya seperti IPhone dan IPad. Nama aplikasinya Find IPhone, tinggal install dan setup di unit Iphone atau IPad anda maka kalau sampai hilang dengan mudah bisa dilacak keberadaanya melalui google map dari komputer lain. Ini juga namanya ‘Perlindungan’ terhadap iPhone dan IPad yang dengan susah payah kita beli dengan haga mahal.

Kalau saja BNP2TKI mau belajar dari kucing kucing di Kuwait, sudah pasti tidak ada TKI yang dipalak oknum petugas bandara di Cengkareng. Juga tidak akan ada korupsi lagi di Indonesia. Suntik saja setiap TKI yang mau berangkat keluar negeri dengan microchip dibawah kulitnya. Kalau tidak mau, kalungkan saja ADS-B, masih tidak mau juga beri saja IPhone atau IPad masing masing satu. Gampang kan untuk melacak dan memberi perlindungan kepada TKI ?

Baca Juga :

 Silahkan baca polemik KTKLN dibawah ini :

Surat Dari Qatar : Tentang Mbak Jum Dan Mbak Sri

Barak Mbak Sri
Drop On & Drop Off

 Sejak saya tinggal di Kuwait, saya berinteraksi langsung dengan mbak Sri, mbak Nur dan mbak Jum dan saya menyaksikan sendiri masalah mereka. Jalan pikiran saya langsung berbalik arah dan sekarang saya tidak respect sama sekali dengan asosiasi tenaga kerja, aktivis perlindungan tenaga kerja maupun agen tenaga kerja karena didalamnya banyak ‘oknum’ yang ‘main main’ dengan hiruk pikuk tenaga kerja Indonesia diluar negeri. Saya juga prihatin dengan rekan rekan saya wartawan yang sampai saat ini masih ‘dibodohi’ para ‘oknum’ asosiasi tenaga kerja dan juga para pengerah tenaga kerja swasta di tanah air.

Pelanggar Ijin Kerja & Tinggal
Saat Mengurus SPLP Di KBRI
Setelah Dapat Amnesti Mar 11

E-mail dari Qatar dibawah ini dikirimkan ke Ikatan Alumni ITB di Middle East dan dengan gamblang menjelaskan masalah mbak Sri, mbak Nur dan mbak Jum di Qatar. Pada dasarnya apa yang terjadi di Qatar juga sama dengan di Kuwait dan mungkin juga di Saudi Arabia atau negara negara Timur Tengah lain, Malaysia maupun Hongkong. Silahkan baca e-mail tersebut (banyak yang saya hapus atau saya edit  untuk menghaluskan bahasa saja).

Assallamualaikum wr wb
Kepada seluruh masyarakat Indonesia di Qatar email ini merupakan email ajakan untuk semua elemen masyarakat Indonesia di Qatar untuk memerangi keberadaan mafia kejahatan yang dilakukan dan di organisir oleh orang Indonesia di Qatar. Mafia ini menjual korban ke bangsa lain . Dan korban korban tersebut adalah para penata rumah tangga (TKW) kita yang sedang bekerja di rumah majikannya .. berikut adalah tiga modus operandi mafia tersebut
Modus operandi / cara kerja mafia kejahatan Indonesia di Qatar
Pertama : membujuk dan menjual korban.
  1. Mafia ini memakai penggaet perempuan Indonesia  (penggaet ini dulunya korban juga, mantan TKW atau perempuan nakal yang sengaja kabur dari rumah majikan)
  2. Perempuan penggaet ini menyebar ke mall – mall dan tempat bermain keluarga, untuk mendekati calon mangsanya yaitu pembantu pembantu yg sedang bekerja mengawasi anak majikannya bermain. Dengan penampilan yg modern dan menjanjikan. Perempuan penggaet ini akan menceritakan cerita dia saat jadi pembantu hingga kabur dari majikan dan sekarang sdh berhasil bekerja di Qatar dengan penghasilan besar. Selanjutnya perempuan penggaet ini akan kasih saran pada calon korban untuk kabur saja dari rumah majikan. Masalah passport dan document document dia bilang mudah bisa dibuat di Qatar  lalu mereka  tukeran  nomor mobile. Selanjutnya komunikasi melalui mobile dan terus dibujuk bujuk. Hingga si korban akhirnya tertarik dan memutuskan kabur dari rumah majikan dan dengan bantuan perempuan ini melalui mobile diarahkan ke suatu tempat dan akan dijemput oleh kawannya. Sampai disini selesai kerja si perempuan penggaet tersebut.
  3. Selanjutnya kelompok lain yang akan menghandel korban. Di jemputnya  korban yg kabur  dari rumah majikan tersebut dan di bawa ke satu tempat semacam rumah kontrakan.
  4. Oleh kelompok ini, perempuan tersebut disiksa bathinnya, sampai siap di dagangkan.
  5.  Mangsa sekarang sudah jadi korban dalam keadaan linglung dan tak ingat . Selanjutnya dipasarkan ke camp camp buruh pekerja atau ke kontrakan kontrakan bachelor. Yang agak mendingan wajahnya di pasarkan ke para penjaga toko di mall mall, di Souk Asiri, di souk Ahmad. Korban dijual kehormatannya siang malam.  
  6. Terakhir korban dititipkan ke taksi untuk diantar ke KBRI atau ke kepolisian Qatar
  7. Setelah tiba di KBRI atau di kepolisian, korban seperti linglung tidak ingat semua yang dia lakukan . Sampai kalau ditanya kemana saja dia dijual, mereka hanya dapat menceritakan, namun ketika ditanya siapa yang menampung mereka, maka selalu menyebut nama seseorang yg dulu pernah tinggal di Qatar dan sekarang tidak di Qatar lagi.
Motif kedua : Menampung para pembantu yg kabur beneran, yang memeng dari asalnya pembantu ini datang dengan niat jual diri ke Qatar. 
  1. Sejak datang ke Qatar pembantu ini sudah niat nakal ke Qatar untuk cari uang dengan jual diri
  2. Di Qatar mereka bertemu dengan mafia ini, dan mereka kabur langsung bergabung degan mafia ini tanpa ada paksaan..
  3. Mereka di pasarkan dan dijual dengan cara yang sama dengan korban di motif operandus pertama.
  4. Dan setelah mereka punya uang banyak dan polisi sudah mencurigai gerak geriknya , mereka akan ke KBRI dengan tanpa apa apa dan akan diam seperti korban pertama, berharap bisa pulang dengan surat perjalanan dari KBRI.
Motif ketiga :  Agen illegal
  1. Mafia ini dapat informasi tentang keberadaan dan berapa lama pembantu tersebut dirumah majikannya .
  2. Biasanya sebelum dua bulan pembantu ini dibujuk kabur dan akan ditampung di agent illegal ini
  3. Lalu agent ini akan menyalurkan ke majikan lain dengan biaya booking yang agak murah dikit (QR6000)
  4. Namun pembantu ini sudah di beritahukan oleh agent ini sebelum dua bulan harus kabur lagi ke agent illegal ini .
  5. Begitulah terus hingga ..berkali kali dan sama modusnya, setelah sekian lama mengelana tanpa document si pembantu ini akan dikirim ke KBRI oleh mafia.
  6. Di motif yang ketiga ini selain pembantunya jadi korban sexual mafia .. juga para majikan yang ditipu oleh agent gadungan ini. 
Demikian pemberitahuan ini sebagai pengingat kita  warga Indonesia di Qatar untuk kita sama sama memerangi para mafia kejahatan terogisir ini  
Demikian dan terima kasih atas bantuan semua pihak.  

Wassalam

Yang selalu mencintai sekarang sedang prihatin

Ade Sanjaya Aliyasa

QAPCO/ Auto-control Specialist 

Baca Juga :

Dua tulisan diatas sesuai dengan keadaan sebenarnya. Seringkali tulisan lain di media media Indonesia setelah tulisan pertama selalu terkontaminasi oleh ‘oknum oknum’ Human Traficcker yang berlindung dibalik asosiasi, agen atau LSM perlindungan tenaga kerja. Banyak ‘Oknum’ orang Indonesia baik di Indonesia sendiri maupun dinegara tempatan yang kebakaran jenggot setelah bisnis perdagangan manusianya ini diputus.
Kuwait sempat menghentikan pengiriman TKW tahun 2009 dan menunjuk KUDLO (Kuwait Domestic Labour Organization) sebagai agen tunggal. Reaksi dari berbagai ‘oknum’ langsung simpang siur nggak karuan. Jadi, selalu berita di media media Indonesia seolah olah meng’Amin’kan apa yang telah dikatakan sebelumnya oleh tokoh tokoh ‘human trafficker’ di Indonesia.
Jadi kesimpulan dan history yang sebenarnya terjadi :
  • Didatangkan Secara Ilegal

    Pemerintah Kuwait secara tegas meminta 100 tetapi yang datang 500. Ini karena di Indonesia banyak PPTKIS atau pengerah tenaga kerja swasta nakal dan kontrol sangat lemah. Tahun 2008 saja ada 400 agen yang diverifikasi, termasuk agen Pagi-Sore (Baca : KBRI Kuwait Akreditasi 400 Agen TKI) sebelum akhirnya hanya satu yang diakui pemerintah Indonesia dan Kuwait pada tahun 2009. (Baca : BNP2TKI Hanya Akui KUDLO). 

    • Masa berlaku Visa habis, maka jadilah TKI Ilegal. Tidak mau pulang atau mengurus perijinan karena sudah keenakan cari uang mudah dan kemungkinan juga tidak tahu prosedur. Agen pagi sore yang mencapai 400 diatas jelas sudah kabur. Tetapi saya menduga karena alasan yang pertama karena kalau saja mereka mau datang ke KBRI sebelum ijin habis tentu akan dibantu. Buktinya, begitu ada Amnesti bulan Feb 2011, ternyata mereka berbondong bondong ke KBRI. Baca : KBRI Punya Gawe.
  • Atas Kemauan Sendiri Menjadi Ilegal

    Ini sama persis dengan e-mail dari Qatar diatas. Semula mbak Nur datang melalui proses resmi dan mendapat kontrak 2 tahun dengan majikan seorang Yaman yang baik. Interaksinya dengan sesama TKW menyebabkan dia diperkenalkan dengan seorang ‘oknum’. Pokoknya kalau ada masalah hubungi ‘Saya’. Begitu kontrak 2 tahun berakhir atau bahkan sebelum kontrak berakhir, si ‘oknum’ menyalurkan ke majikan baru seorang Mesir. Masalah ijin kerja dan ijin tinggal habis dianggap enteng dan tidak diurus. Iming iming gaji lebih besar tentu jadi senjata utama si ‘oknum’.

    Ada juga mbak Jum yang otodidak. Saudari kita yang satu ini tidak mau bekerja hanya dengan satu majikan saja dan dia juga tidak mau dikerjain para ‘oknum’. Mbak Jum ini sudah expert, lancar berbahasa Arab dan mengenal medan. Dalam sehari bisa bekerja di 3 sampai 4 rumah tangga mulai dari bersih bersih rumah, cuci gosok atau bantu memasak. Dari segi pendapatan otomatis berlipat 3 sampai 4 kali dibanding kalau kontrak dengan satu majikan. Tentu saja sangat beresiko kalau sampai kena razia KTP. Pokoknya ijin tinggal kadaluarsa tidak peduli, yang jelas di Kuwait cari uang sangat mudah. Orang orang yang otodidak dan melanggar ijin tinggal inilah kalau tertimpa musibah selalu ‘meledak’ dan jadi bahan politisasi para ‘oknum’ human trafficker di Indonesia.

    Sekilas Bandara International Kuwait

    ,
    Hall Utama Bandara International Kuwait
    Lebih mirip Mall Daripada Airport

    Airport adalah pintu gerbang kedua suatu negara setelah Kedutaan Besar. Sudah tentu baik atau buruknya suatu negara akan terlihat dari Kedutaan Besar dan juga Airportnya. Kuwait International Airport luasnya tidak seberapa dibandingkan dengan Bandara Cengkareng, bahkan bisa saya katakan terlalu kecil untuk sebuah bandara international.

    

    Aku Saat Mengantar Dan Ditinggal
    Sendiri Anak Anak

    Rasanya Kuwait ‘masih harus banyak belajar dari Indonesia’ terutama dalam hal memaksimalkan pendapatan negara dari bandara. Di Airport ini sangat minim loket pungutan apapun. Jangankan pungutan liar, pungutan resmi saja tidak ditemukan. Bandingkan dengan bandara Soekarno Hatta Cengkareng yang sangat lengkap sekali seperti Pungutan Pajak Bandara, Pungutan BNP2TKI, Pos Pemeriksaan/Denda Barang Bawaan, Meja Asuransi Penerbangan dan lain lain.  Belum lagi calo tenaga kerja (TKW) yang berkeliaran menjemput bola sampai masuk kedalam, calo taxi, calo hotel dan oknum bandara yang sibuk cari cari celah ditengah kerumunan penumpang yang baru turun dari pesawat yang banyaknya bukan main. Berapa kira kira pemasukan tambahan bagi pemerintah Kuwait seandainya bisa meniru cara Indonesia diatas.

    

    Selalu Ramai Didepan Pintu
    Kedatangan

    Loket yang ada di airport Kuwait cukup yang standard standard saja misalnya Loket Visa On Arrival,  Pemeriksaan Passport kantor imigrasi untuk penggeledahan bagi yang bermasalah. Bank jelas tidak berkantor di Airport, cukup ATMnya saja yang diletakkan di airport. Asuransi maupun airport tax sudah termasuk dalam harga tiket dan tidak dipungut double di airport. Barang bawaan juga tidak dikenakan pajak. Kelebihan bagasi, cukup bayar pakai card. Tetapi yang benar benar beda,  di bandara Kuwait tidak saya temukan  calo, sopir taxi, atau makelar hotel yang tiba tiba nyelonong dan berhenti didepan kita menawarkan jasanya. Mereka duduk tertib ditempatnya menunggu konsumen datang.

    

    Ban Sampai Gembos Saking
    Lamanya Ditinggal Di Airport

    Yang paling banyak di Airport Kuwait bukan calo dan pos pungutan, tetapi restaurant dan toko toko Duty Free electronik,jam dan parfum. Termasuk tempat menunggu berupa kedai kopi Starbuck, Cofee Bean, Costa dan bahkan tukang potong rambut. Lebih banyak lagi adalah mobil parkir, tempat parkirnya jauh lebih luas dibanding bangunan airport sendiri. Sudah menjadi kebiasaan penduduk Kuwait kalau bepergian selalu keluar negeri atau balik kampung ke negara maing masing karena Kuwait sangat kecil sekali dan bisa dikelilingi hanya dalam waktu sehari saja. Sebagian besar kalau bepergian selalu mobilnya diparkir di Bandara. Ada yang mobilnya ditinggal di Bandara sampai berbulan bulan bahkan tidak diambil karena pemiliknya pulang kenegaranya dan tidak kembali lagi selamanya. Yang seperti ini katanya mobilnya kredit dan belum lunas, jadi lebih baik ngabur daripada harus melunasi hutang.

    Kasus Ijasah Kuwait – Sebuah Solusi KBRI Kuwait

    Penuh Sesak Di KBRI Kuwait

    Saya sudah terbiasa membuat berita dengan judul judul yang bombastis dan bahkan fantastis untuk menaikkan tiras harian tempat saya bekerja. Saya juga sudah terbiasa ‘membakar’ suatu kejadian menjadi berita nasional, suatu amarah perorangan menjadi amarah antar negara (baca Indonesia- Malaysia) atau Parpol. Dibawah ini adalah berita tentang Kasus Ijasah Perawat Kuwait yang saya tulis tanpa tendensi apapun dan tanpa judul bombastis penuh amarah seperti berita semacam yang banyak bertebaran di internet saat ini. Cukup saya tuliskan dengan bahasa non jurnalistik yaitu bahasa Blog. Tanpa ada sedikitpun emosional, tetapi cukup bercerita tentang Solusi KBRI Kuwait dalam menyelesaikan Kasus Ijasah Perawat Kuwait. Sebuah penyelesaian yang elegance dengan mengedepankan dialog.

    Silahkan membaca berita berita di Indonesia terlebih dahulu dalam link dibawah ini apabila anda tidak mengetahui latar belakang kasus Ijasah Perawat Kuwait.

    Dubes RI Di Kuwait
    Bpk Ferry Adamhar SH,LLM
    Dikeroyok

    Sengaja saya tuliskan tiga link saja karena dari segi bahasa hanya Kompas yang memiliki bahasa paling santun dan melakukan cross check dengan berbagai pihak. Tetapi, perhatikan link terakhir diatas, semakin banyak nara sumber yang diambil semakin rancu dan keluar dari inti masalah sebenarnya, karena si nara sumber telah ‘terbawa arus’. Nara sumber tersebut mendapatkan masukan dari salah satu perawat di Kuwait yang sedang ‘panas membara’  dan ditelan mentah mentah.

    I Love Kuwait Dinar

    Tanggal 21 Apr 2011, KBRI Kuwait mengundang semua perawat di Kuwait yang tergabung dalam INNA-K (Indonesian National Nurses Association In Kuwait) hanya beberapa hari setelah berita meledak di media dan internet ada perawat Kuwait yang telah dikeluarkan dari tempat kerja. Pertemuan dimulai sekitar jam 16:30 sore. Karena sedang ‘terbakar’ beberapa anggota organisasi ini banyak yang emosional dengan membawa berbagai macam spanduk atau tulisan macam macam dalam karton karton yang sudah dipersiapkan beberapa jam sebelumnya. Staff KBRI dan pengurus inti INNA-K dengan susah payah menenangkan anggotanya agar tidak gaduh apalagi anarkis. ‘Bapak bapak dan ibu ibu…. KBRI Bersama Anda, harap duduk dan tenang ….’. Akhirnya acara pertemuan dengan Duta Besar RI di Kuwait Bpk Ferry Adamhar SH,LLM bisa segera dimulai juga.

    Poster Saat Dialog Dengan
    Dubes RI Di Kuwait Berlangsung

    Tatap muka dan dialog langsung dengan bpk Dubes Ferry Adamhar SH,LLM bisa selesai dalam waktu sekitar 2 jam dan beberapa keputusan penting segera diambil saat itu juga. Diantara keputusan yang diambil adalah :

      • Tindakan segera, berupa pengiriman nota diplomatik untuk meminta kepada pemerintah Kuwait agar 5 orang perawat yang telah terlanjur diterminasi oleh pemerintah Kuwait agar tidak dilakukan proses pemulangan atau tuntutan apapun.
    Hadir Semua Perawat Indonesia
    Di Kuwait
    • KBRI Kuwait mengirim Atase Tenaga Kerja dan satu orang wakil dari INNA-K yaitu saudara Zulkipli Abdullah Usin ke Jakarta pada hari Sabtu ini untuk segera menemui pihak terkait, terutama yang mengurusi masalah akreditasi agar dilakukan penyelesaian secara menyeluruh.
    • Pembentukan gugus tugas KBRI-INNA-K untuk melakukan koordinasi dan tindakan lanjutan atas kasus ini.
    Dubes RI Di Kuwait
    Bpk Ferry Adamhar SH, LLM
    Saat Dicecar Pertanyaan
    Acara diakhiri dengan makan malam bersama. Banyak perawat yang tersenyum lebar dengan hasil pertemuan dengan bpk Dubes tetapi ada beberapa orang yang masih belum puas karena waktu dialog yang terlalu pendek seperti yang disampaikan dalam Facebook group dengan nama ‘Dukungan Bagi Perawat Kuwait’. Facebook group ini baru saja dibentuk tetapi dalam waktu yang cepat sudah memiliki anggota diatas seribu. Sayangnya, tidak ada filter sama sekali, beberapa ‘oknum’ perawat atau simpatisan yang memposting banyak yang masih ‘terbakar’ dan menggunakan bahasa ‘preman’ dan tidak mencerminkan sebagai seorang perawat yang berpendidika tinggi. Semoga sukses Perawat Indonesia Di Kuwait, kita semua mendukung anda.

    Merah Putih Di Bumi Kuwait

    Merah Putih Di Atap
    AIS Kuwait

    Memperkenalkan Indonesia di Timur Tengah, khususnya Kuwait sedikit lebih pelik, rumit dan unik dibanding dengan negara lain. Masalahnya, ujung tombak yang seharusnya berada di front paling depan dalam memperkenalkan budaya, sosial dan pariwisata Indonesia semakin hari semakin banyak yang berubah bentuk menjadi Arab dan tidak tersisa sedikitpun ciri ciri sebagai orang asli Indonesia. Coba lihat photo mereka dalam Mutasi Dari Indonesia Ke Kuwaiti. Yang wanitapun juga sama saja, terutama para TKI yang bekerja di rumah tangga, semuanya lebih suka ber’Abaya Hitam’ dibanding gaun muslim yang sering kita lihat sehari hari di Indonesia. Lihat photo photo dalam KBRI Kuwait Punya Gawe. Tak perlu diulas kenapa, yang jelas kalau mau diperdebatkan akan panjang sekali. Saya juga tidak tahu, kenapa masyarakat Indonesia banyak yang lebih bangga dan sehari hari memakai pakaian tradisional Arab, Dishdasa dan Abaya Hitam.

    

    Wayang Kulit – Primadona
    Indonesia di Kuwait

    Untungnya, Dharma Wanita KBRI Kuwait aktif memperkenalkan Indonesia ke masyarakat International di Kuwait. Sedikit melawan arus tetapi paling tidak bisa menunjukkan inilah Indonesia yang sebenar-benarnya. Tanggal 24 Mar 2011, sang saka Merah Putih dikibarkan diatas gedung American International School (AIS) Kuwait. Cerita pengiibaran sang saka Merah Putih oleh ibu ibu DWP KBRI Kuwait diatas atap gedung AIS ini cukup heroik mengalahkan demo para protester di Bahrain, Libya, Tunisia atau bahkan Mesir yang cukup menyita perhatian dunia akhir akhir ini. Masalahnya, untuk naik ke Atap gedung tidak diijinkan oleh pihak AIS, dan ibu ibu harus berjuang mencari waktu lengah Petugas Security untuk bisa naik keatap gedung. Pas pak Satpam, meleng sedikit saja, langsung beberapa ibu dibantu oleh seorang anak Kuwait pendukung negara kesatuan RI menyerobot naik keatap dan mengibarkan bendera seperti pada gambar diatas.

    Pakaian Daerah Indonesia
    Diantara Pakaian Negara Lain

    Wayang Kulit, yang menurut kita barang biasa dan sering kita anggap sepele, ternyata menjadi daya tarik utama dalam acara yang bertema ‘Many Flags One Heart’ di AIS Kuwait ini. Ada puluhan negara yang ikut berpartisipas dalam acara ini. Baju daerah Indonesia yang beraneka ragam dan gemerlap keemasan terlihat paling mencolok dibanding baju dari negara lain. Tampak sekali Indonesia sangat kaya budaya. Negara sebesar Indiapun tak ada apa apanya apabila dibanding dengan kekayaan dan keaneka ragaman baju daerah dari Indonesia. Banyak yang terheran heran ketika melihat banyaknya jenis dan warna dari masing masing daerah. Ketika dijelaskan bahwa Kuwait ukurannya hanya sebesar Pulau Bali saja tetapi tetapi pulau Bali pakaian adatnya bermacam macam. Langsung mereka terdiam sambil membuka buka buku tentang Bali, mungkin dalam hati tamu tadi menganggap saya ‘cerewet’, siapa tahu kan ?.
    

    Bingung Cara Makan Sate

    Paling heboh adalah saat diperkenalkan makanan khas Indonesia. Banyak pengunjung yang tidak tahu cara makan sate. Dikira cara makan sate seperti kebab, daging dilepas dari tusuknya dulu baru dimakan. Setelah diberi contoh cara makan sate yang benar, baru minta tambah lagi. Anjungan India, Italia dan Iran yang bersebelahan dengan Indonesia juga menjajikan makanan khas negaranya, tetapi kebanyakan pengunjung balik lagi dan cuma mutar muter disekitar meja sate Indonesia. Yang semula diperkirakan satu pengunjung mencoba satu tusuk sate saja ternyata rata rata mondar mandir 3 sampai 5 kali.

    

    Nambah Lagi Setelah Tahu
    Cara Makan Sate Yang Benar

    Onde onde juga laris manis. Tidak langsung dimakan tetapi diamat amati dulu dan diputar putar berkali kali baru dimasukkan mulut. Merasa enak, banyak yang basa basi minta resep dan cara membuatnya. Sambil manggut manggut, lalu minta ijin mengambil satu buah lagi, tetapi yang terakhir ini langsung dimasukkan tas dan tidak dimakan ditempat. ‘Akan saya tunjukkan keluarga dirumah’ sambil tersenyum pergi.