Category Archives: Formalities Kuwait

Photo King Kuwait

Kios Photo Langganan Di Mangaf
Namanya Photo King
Pas Photo kayaknya merupakan hal sepele atau sederhana dimanapun juga di dunia ini. Tetapi di Kuwait, masalah pas photo bisa menjadi hal yang cukup rumit, membingungkan dan terkadang menggelikan bahkan cenderung menjengkelkan. Berkali kali saya berurusan dengan birokrasi kantor pemerintah, sekolah atau yang lainnya di Kuwait. Berkali kali pula pas photo dipermasalahkan. Kadang kadang semua berkas tiba tiba dikembalikan begitu saja hanya karena  latar belakang pas photo terlalu biru gelap. Kadang kadang ditolak karena wajah agak mereng sedikit. Tapi yang paling menjengkelkan, pernah saya diminta mengulang photo beberapa kali gara gara mulut terlalu cemberut. Saya ganti photo dengan senyum yang menawan, tetap ditolak juga katanya senyumnya terlalu lebar. Ganti photo lagi katanya mata terlalu membelalak lebar.
Studio Photo Merangkap Photo Copy
Untungnya saya punya langganan tukang photo di Mangaf, namanya Photo King Studio. Karyawannya cuma dua orang, semuanya dari India. Setiap saya datang selalu ditanya, mau photo buat ngurus apa. Kayaknya si tukang photo ngerti benar selera petugas di kantor kantor pemerintah, kedutaan atau sekolah tertentu di Kuwait. Ngurus visa di kantor Immigrasi beda dengan ngurus perpanjangan SIM atau STNK di kantor polisi. Katanya kalau wajah dipoles sampai putih mulus dengan photoshop dan pori pori / jerawat hilang maka nggak bisa diterima di kantor tertentu tapi nggak jadi masalah di kantor yang lain.
Contoh Pas Photo Yang Benar Dan Salah
Dikeluarkan Oleh Pemerintah
Sebenarnya ketentuan dari kantor kantor pemerintah, sekolah atau kantor apapun sama saja, misal ukuran photo harus 4 x 6 dengan latar belakang biru. Tetapi terkadang orang Arab yang menerima pas photo tersebut menginterpretasikan aturan tersebut sesukanya sendiri. Akibatnya, hanya di Kuwait inilah saya bisa menyaksikan pemerintah turun tangan membuat aturan tata cara pas photo yang benar. Berbagai macam contoh pas photo yang benar dan juga salah dipajang besar besar di dinding studio photo lmanapun engkap dengan bendera negara, tanda tangan pejabat atau departemen yang mengeluarkan. Kadang saya melihat juga contoh pas photo tersebut dipajang di kantor pemerintah atau ruang administrasi sekolah.

 

Tarip Cetak Pas Photo
Di Indonesia, pernahkah anda melihat poster panduan berisi contoh contoh pas photo yang benar dan salah resmi dikeluarkan oleh pemerintah pusat atau daerah ?. Nggak ada kan, artinya orang Indonesia itu masih bisa menerima kalau ada beda beda sedikit. Mau photo cemberut, senyum atau ngakak nggak terlalu dijadikan masalah. Betul enggak ?

 

Pas Photo Bisa Ditunggu, Paling Cuma 10 – 15 Menit
Duo India Jagoan Photoshop
Jerawat Bisa Hilang Dalam Sekejap
Photo King Studio Mangaf
Kiosnya Kecil
Lokasinya Di Kampung Sebelahan Dengan
Kios Daging

Baca Juga :

Toko Musik Dan Residency Permit

Meskipun Nggak Bisa Nyanyi
Yang Penting Happy
Sedang Ngajari Bapaknya
Dari Dulu Grothal Grathul
Banyak sekali pembaca blog ini yang menduga kehidupan di Kuwait terlalu banyak larangan.  Wanita nggak boleh nyetir mobil, nggak boleh jalan sendiri, nggak ada hiburan sama sekali baik TV maupun gedung bioskop dan lain lain. Omong kosong besar, yang punya larangan ketat seperti itu hanya Saudi Arabia. Di Kuwait, Bahrain, UAE dan semua negara tetangganya kehidupan sehari hari sama saja dengan di Jakarta atau kota besar lainnya diseluruh dunia. Salah besar kalau menganggap negara Islam semuanya seperti Saudi Arabia.
Ayu Latihan Buat Tampil
Di Kampus Katanya
Meskipun Di Kuwait
Lagunya Tetap Indonesia
Di Kuwait, distributor alat musik besar setahu saya hanya ada dua atau tiga saja. Yang sering saya kunjungi adalah Al Dawliah dan Al Yousifi. Meskipun begitu showroom / outlet penjualannya cukup banyak, contohnya Al Dawliah Salmiya dan Hawalli yang merupakan distributor produk Yamaha, Behringer, Mackie dan lain lain. Al Yousifi merupakan distributor Roland, Kawai dan lain lain. Satu lagi saya tidak tahu namanya, tetapi saya tahu ada distributor lain di Kuwait selain kedua distributor yang saya sebutkan diatas. Saya tahu pasti karena saya sering melihat Korg, Ibanez dan alat alat musik merek terkanal lain yang tidak diageni kedua distributor diatas.
The Grand Avenue Mall
The Gombal
Stormbringer Deep Purple
Berisik Kalee
Rumah saya sering jadi tempat singgah orang orang Indonesia di Kuwait. Setiap akhir pekan atau hari libur selalu kedatangan musisi musisi dadakan. Kalau sedang latihan musik, tentu suaranya menggelegar dan bisa didengar oleh tetangga. Apakah perlu ijin khusus ke polisi untuk sekedar latihan di rumah ?. Ternyata tidak, yang saya perlukan hanya berinteraksi dengan tetangga. Saat tetangga depan rumah, kiri, kanan atau penyewa diatas rumah saya keluar menyiram tanaman atau mencuci /memperbaiki mobil, saya selalu mendekati dan sekedar ‘say hello’ atau berbincang apa adanya tak lebih dari 5 menit. Tentu saya juga mengundang tetangga saya untuk ikut datang kerumah sekedar melihat, menyanyi atau ikut bermain musik bersama.
Latihan Lagu Lagu Arab
Habibie…Habibie…!
Nyanyi Diiringi Dinda
Bagaimana kalau mau mengadakan pertunjukan di ruang terbuka ?. Jelas sama dengan di Jakarta harus ada ijin dari polisi. Keamanan dan ketertiban harus diutamakan dan pemerintah Kuwait juga sama dengan negara manapun juga. Tidak menginginkan adanya kerusuhan atau kegaduhan ditempat umum yang dilakukan oleh expatriate pendatang. Ijin keramaian lumayan sulit, itulah sebabnya jarang terlihat adanya live music di tempat tempat terbuka. Kalau di Auditorium, concert hall atau embassy jelas ada. Di Hotel hotel di Kuwait juga jarang yang menampilkan Live Music karena setahu saya ijinnya lumayan sulit. Sebagai catatan, di Kuwait tidak ada cafe cafe dengan live music. Yang ada hanya di Bahrain, UAE, Lebanon dan lain lain. Di Lebanon bahkan ada Casino.
Ayu – Solo Bass
Sebelum Berangkat Kuliah Di Belanda
Sudah sebulan ini anak saya Ayu datang kembali ke Kuwait setelah sebelumnya di Belanda. Rumah saya kembali hingar bingar setiap hari, tidak cuma akhir pekan seperti biasanya. Pagi, siang dan sore alat musik dirumah berbunyi terus dan teruuuus entah sampai kapan. Anakku Ayu sudah lebih sebulan tertahan di Kuwait dan tidak bisa kembali ke Belanda karena passportnya sedang digunakan untuk memperpanjang Residency dan Civil ID. Di Kuwait, kalau sampai residency dan civil id expired, maka prosesnya harus diulang dari awal kembali dan cukup panjang dan melelahkan. Beberapa bulan lalu Ayu tidak bisa datang ke Kuwait untuk memperpanjang Residency dan Civil IDnya karena sedang ujian. Sekarang, nasi telah jadi bubur, semuanya sudah expired dan pengurusannya jadi bertambah rumit dan harus diulang dari awal.
Iwak Peyeeek,
Iwak Peyek Nasi Jagung
Lesson Learn :
  • Kalau anak sekolah diluar Kuwait, setiap 6 bulan sekali harus masuk kembali ke Kuwait supaya Residency tidak gugur.
  • Kalau tidak memungkinkan untuk masuk Kuwait setiap 6 bulan sekali, harus dilaporkan ke imigrasi bahwa si anak sekolah diluar Kuwait (dengan surat keterangan dari Universitas tempat anak sekolah).
Bersama Komunitas Indonesia Di Kuwaita
Pemainnya Gonta Ganti Terus
Meskipun Suara Tembus Dinding
Kami Tetap Baik Dengan Tetangga Di Kuwait

Baca Juga :

Demi Tuhaaan !!!

Ngantri Check Fisik
Tidak Perlu Turun Dari Mobil
6 Tahun tinggal di Kuwait membuat saya benar benar mencintai tanah air Indonesia. Di Indonesia, pengurusan STNK sangat mudah sekali. Sambil tiduran atau leyeh leyeh di rumahpun STNK bisa jadi dalam beberapa jam saja. Tinggal telpon perusahaan jasa, tahu tahu STNK baru sudah nyampai kembali di rumah. Kalaupun harus datang ke kantor polisi, juga enak sekali. Baru saja masuk ke kantor polisi sudah disambut puluhan orang yang menawarkan jasa pengurusan STNK dan kita bisa duduk manis diruang tunggu. Di Kuwait, mana mungkin hidup enak dan nyaman seperti ini bisa terjadi. Semuanya harus dikerjakan sendiri.
.
.
Kiri Untuk Mobil Kecil
Kanan Untuk Mobil Besar
Beberapa hari lalu, saya dan suami mengurus perpanjangan STNK di kantor polisi lalu lintas di Ahmadi Kuwait. Beberapa kawan Arab mengatakan prosesnya sangat mudah sekali. Masak iya, beberapa kali saya berurusan dengan proses administratif di kantor kantor pemerintah, selalu ada saja masalah yang muncul. Langkah pertama yang disarankan seorang kawan adalah bayar asuransi mobil. Lancar, karena perusahaan jasa asuransi banyak terdapat di Fahaheel. dan pegawai perusahaan asuransi umumnya dari India dan lancar berbahasa Inggris. Si India juga menjelaskan langkah langkah proses di kantor polisi. Tetapi dasar suamiku, di depan orang India lagaknya sok tahu. “Jaga Image” katanya,
.
.
Perlu 15 Menit Untuk
Ngantri
Di Kantor Polisi, dengan yakin suamiku langsung berdiri ngantri 15 menit sambil bawa surat dari asuransi. Tulisan cacing bahasa Arab tidak dibaca karena memang tidak tahu artinya. Ternyata salah, ngantrinya harus ditempat lain dan dengan membawa mobilnya karena harus dilakukan cek fisik dulu. Saat ngantri cek fisik, semuanya tampak lancar. Pak polisi membuka lembar demi lembar kertas asuransi yang saya bawa sambil memberi paraf dan stempel. Saya dan suami tidak harus turun dari mobil. Masalahnya, pak polisi melakukan tugas sambil disibukkan oleh ‘IPhone’nya. Pak Polisi asyik nyanyi lagu Arab dengan menggunakan earphone sambil sesekali tepuk tangan berjoget arab.
.
.
Ada “Slonong Boy”
Dimarahi Petugas Karena
Nggak Mau Ngantri
Di Loket terakhir, saya sodorkan semua kertas yang telah di paraf dan stempel tadi. Tanpa berkata apa apa langsung semua berkas ditolak dan dikembalikan.
“APA…..?!?!?!?!?!”,
Ternyata ada kertas yang belum diparaf dan distempel. Akibatnya, mobil harus berputar dan ngantri kembali dari awal untuk bertemu kembali dengan pak polisi yang lagi asyik mendengarkan musik dari Iphonenya. Saya hitung sekitar 1 jam waktu terbuang percuma. Setelah proses check fisik selesai, kembali suami ngantri di kantor polisi untuk mendapatkan STNK baru. Kira kira 15 menit diperlukan oleh suamiku untuk mencapai loket. Begitu didepan loket, terlihat suami debat dan ngeyel dengan petugas. Kertasnya dioret oret dengan tulisan “4 O’Clock”. besar.
.
“Why ????”. suamiku protes.
“Philipino, 4 O’Clock”
“I’m Indonesian”
“No…!, Philiphino 4 O’Clock !!!”
“DEMI TUHAAAAAN !!!!”
.
Akhirnya mau nggak mau terpaksa pulang juga, meskipun sudah teriak teriak gaya “Arya Wiguna Vs Eyang Subur”. Tetap saja nggak mempan dan nggak ada gunanya.
.
.
Baca Juga :