Category Archives: Formalities Kuwait

Toko Musik Dan Residency Permit

Meskipun Nggak Bisa Nyanyi
Yang Penting Happy
Sedang Ngajari Bapaknya
Dari Dulu Grothal Grathul
Banyak sekali pembaca blog ini yang menduga kehidupan di Kuwait terlalu banyak larangan.  Wanita nggak boleh nyetir mobil, nggak boleh jalan sendiri, nggak ada hiburan sama sekali baik TV maupun gedung bioskop dan lain lain. Omong kosong besar, yang punya larangan ketat seperti itu hanya Saudi Arabia. Di Kuwait, Bahrain, UAE dan semua negara tetangganya kehidupan sehari hari sama saja dengan di Jakarta atau kota besar lainnya diseluruh dunia. Salah besar kalau menganggap negara Islam semuanya seperti Saudi Arabia.
Ayu Latihan Buat Tampil
Di Kampus Katanya
Meskipun Di Kuwait
Lagunya Tetap Indonesia
Di Kuwait, distributor alat musik besar setahu saya hanya ada dua atau tiga saja. Yang sering saya kunjungi adalah Al Dawliah dan Al Yousifi. Meskipun begitu showroom / outlet penjualannya cukup banyak, contohnya Al Dawliah Salmiya dan Hawalli yang merupakan distributor produk Yamaha, Behringer, Mackie dan lain lain. Al Yousifi merupakan distributor Roland, Kawai dan lain lain. Satu lagi saya tidak tahu namanya, tetapi saya tahu ada distributor lain di Kuwait selain kedua distributor yang saya sebutkan diatas. Saya tahu pasti karena saya sering melihat Korg, Ibanez dan alat alat musik merek terkanal lain yang tidak diageni kedua distributor diatas.
The Grand Avenue Mall
The Gombal
Stormbringer Deep Purple
Berisik Kalee
Rumah saya sering jadi tempat singgah orang orang Indonesia di Kuwait. Setiap akhir pekan atau hari libur selalu kedatangan musisi musisi dadakan. Kalau sedang latihan musik, tentu suaranya menggelegar dan bisa didengar oleh tetangga. Apakah perlu ijin khusus ke polisi untuk sekedar latihan di rumah ?. Ternyata tidak, yang saya perlukan hanya berinteraksi dengan tetangga. Saat tetangga depan rumah, kiri, kanan atau penyewa diatas rumah saya keluar menyiram tanaman atau mencuci /memperbaiki mobil, saya selalu mendekati dan sekedar ‘say hello’ atau berbincang apa adanya tak lebih dari 5 menit. Tentu saya juga mengundang tetangga saya untuk ikut datang kerumah sekedar melihat, menyanyi atau ikut bermain musik bersama.
Latihan Lagu Lagu Arab
Habibie…Habibie…!
Nyanyi Diiringi Dinda
Bagaimana kalau mau mengadakan pertunjukan di ruang terbuka ?. Jelas sama dengan di Jakarta harus ada ijin dari polisi. Keamanan dan ketertiban harus diutamakan dan pemerintah Kuwait juga sama dengan negara manapun juga. Tidak menginginkan adanya kerusuhan atau kegaduhan ditempat umum yang dilakukan oleh expatriate pendatang. Ijin keramaian lumayan sulit, itulah sebabnya jarang terlihat adanya live music di tempat tempat terbuka. Kalau di Auditorium, concert hall atau embassy jelas ada. Di Hotel hotel di Kuwait juga jarang yang menampilkan Live Music karena setahu saya ijinnya lumayan sulit. Sebagai catatan, di Kuwait tidak ada cafe cafe dengan live music. Yang ada hanya di Bahrain, UAE, Lebanon dan lain lain. Di Lebanon bahkan ada Casino.
Ayu – Solo Bass
Sebelum Berangkat Kuliah Di Belanda
Sudah sebulan ini anak saya Ayu datang kembali ke Kuwait setelah sebelumnya di Belanda. Rumah saya kembali hingar bingar setiap hari, tidak cuma akhir pekan seperti biasanya. Pagi, siang dan sore alat musik dirumah berbunyi terus dan teruuuus entah sampai kapan. Anakku Ayu sudah lebih sebulan tertahan di Kuwait dan tidak bisa kembali ke Belanda karena passportnya sedang digunakan untuk memperpanjang Residency dan Civil ID. Di Kuwait, kalau sampai residency dan civil id expired, maka prosesnya harus diulang dari awal kembali dan cukup panjang dan melelahkan. Beberapa bulan lalu Ayu tidak bisa datang ke Kuwait untuk memperpanjang Residency dan Civil IDnya karena sedang ujian. Sekarang, nasi telah jadi bubur, semuanya sudah expired dan pengurusannya jadi bertambah rumit dan harus diulang dari awal.
Iwak Peyeeek,
Iwak Peyek Nasi Jagung
Lesson Learn :
  • Kalau anak sekolah diluar Kuwait, setiap 6 bulan sekali harus masuk kembali ke Kuwait supaya Residency tidak gugur.
  • Kalau tidak memungkinkan untuk masuk Kuwait setiap 6 bulan sekali, harus dilaporkan ke imigrasi bahwa si anak sekolah diluar Kuwait (dengan surat keterangan dari Universitas tempat anak sekolah).
Bersama Komunitas Indonesia Di Kuwaita
Pemainnya Gonta Ganti Terus
Meskipun Suara Tembus Dinding
Kami Tetap Baik Dengan Tetangga Di Kuwait

Baca Juga :

Demi Tuhaaan !!!

Ngantri Check Fisik
Tidak Perlu Turun Dari Mobil
6 Tahun tinggal di Kuwait membuat saya benar benar mencintai tanah air Indonesia. Di Indonesia, pengurusan STNK sangat mudah sekali. Sambil tiduran atau leyeh leyeh di rumahpun STNK bisa jadi dalam beberapa jam saja. Tinggal telpon perusahaan jasa, tahu tahu STNK baru sudah nyampai kembali di rumah. Kalaupun harus datang ke kantor polisi, juga enak sekali. Baru saja masuk ke kantor polisi sudah disambut puluhan orang yang menawarkan jasa pengurusan STNK dan kita bisa duduk manis diruang tunggu. Di Kuwait, mana mungkin hidup enak dan nyaman seperti ini bisa terjadi. Semuanya harus dikerjakan sendiri.
.
.
Kiri Untuk Mobil Kecil
Kanan Untuk Mobil Besar
Beberapa hari lalu, saya dan suami mengurus perpanjangan STNK di kantor polisi lalu lintas di Ahmadi Kuwait. Beberapa kawan Arab mengatakan prosesnya sangat mudah sekali. Masak iya, beberapa kali saya berurusan dengan proses administratif di kantor kantor pemerintah, selalu ada saja masalah yang muncul. Langkah pertama yang disarankan seorang kawan adalah bayar asuransi mobil. Lancar, karena perusahaan jasa asuransi banyak terdapat di Fahaheel. dan pegawai perusahaan asuransi umumnya dari India dan lancar berbahasa Inggris. Si India juga menjelaskan langkah langkah proses di kantor polisi. Tetapi dasar suamiku, di depan orang India lagaknya sok tahu. “Jaga Image” katanya,
.
.
Perlu 15 Menit Untuk
Ngantri
Di Kantor Polisi, dengan yakin suamiku langsung berdiri ngantri 15 menit sambil bawa surat dari asuransi. Tulisan cacing bahasa Arab tidak dibaca karena memang tidak tahu artinya. Ternyata salah, ngantrinya harus ditempat lain dan dengan membawa mobilnya karena harus dilakukan cek fisik dulu. Saat ngantri cek fisik, semuanya tampak lancar. Pak polisi membuka lembar demi lembar kertas asuransi yang saya bawa sambil memberi paraf dan stempel. Saya dan suami tidak harus turun dari mobil. Masalahnya, pak polisi melakukan tugas sambil disibukkan oleh ‘IPhone’nya. Pak Polisi asyik nyanyi lagu Arab dengan menggunakan earphone sambil sesekali tepuk tangan berjoget arab.
.
.
Ada “Slonong Boy”
Dimarahi Petugas Karena
Nggak Mau Ngantri
Di Loket terakhir, saya sodorkan semua kertas yang telah di paraf dan stempel tadi. Tanpa berkata apa apa langsung semua berkas ditolak dan dikembalikan.
“APA…..?!?!?!?!?!”,
Ternyata ada kertas yang belum diparaf dan distempel. Akibatnya, mobil harus berputar dan ngantri kembali dari awal untuk bertemu kembali dengan pak polisi yang lagi asyik mendengarkan musik dari Iphonenya. Saya hitung sekitar 1 jam waktu terbuang percuma. Setelah proses check fisik selesai, kembali suami ngantri di kantor polisi untuk mendapatkan STNK baru. Kira kira 15 menit diperlukan oleh suamiku untuk mencapai loket. Begitu didepan loket, terlihat suami debat dan ngeyel dengan petugas. Kertasnya dioret oret dengan tulisan “4 O’Clock”. besar.
.
“Why ????”. suamiku protes.
“Philipino, 4 O’Clock”
“I’m Indonesian”
“No…!, Philiphino 4 O’Clock !!!”
“DEMI TUHAAAAAN !!!!”
.
Akhirnya mau nggak mau terpaksa pulang juga, meskipun sudah teriak teriak gaya “Arya Wiguna Vs Eyang Subur”. Tetap saja nggak mempan dan nggak ada gunanya.
.
.
Baca Juga :

Perpanjangan Residency Permit & Civil ID Kuwait

Civil ID adalah kartu tanda penduduk baik bagi penduduk asli maupun pendatang dari luar Kuwait. Tidak seperti di indonesia dimana seseorang bisa memiliki lebih dari satu KTP, kalau di Kuwait jelas tidak mungkin seseorang memiliki KTP banyak. System administrasi kependudukan di Kuwait sudah jauh lebih maju dan semuanya bisa diakses online. Untuk expatriate yang baru datang ke Kuwait, setahu saya KTP atau Civil IDnya cuma berlaku setahun dulu setelah itu bisa diperpanjang, terserah kita mau perpanjang setahun saja, dua tahun atau 3 tahun tergantung kebutuhan dan keuangan kita.
Link di atas adalah website PACI (Public Authority For Civil Information) yang memberikan informasi
tentang Civil ID, baik pembuatan civil ID baru, proses perpanjangan, melihat status proses CIVIL ID kita sudah selesai atau belum, atau kalau civil ID sudah jadi juga bisa untuk melihat di mesin nomor berapa civil ID bisa diambil. Semuanya serba mesin dan sangat hemat tenaga kerja, tinggal datang ke kantor PACI dan cari mesin dengan nomor yang dimaksud dalam web diatas, masukkan uang kertas KD 2 sebagai biaya pembuatan Civil ID, selesai sudah civil ID bisa dibawa pulang.
Buat yang mau perpanjang Residency Permit dan Civil ID, dokumen yang perlu disiapkan adalah :
  • Passport asli
  • Pas Photo ukuran 4×6 dengan background warna BIRU.
    Ingat wajah anda tidak boleh miring, tertawa tampak gigi, dan wajah tidak boleh dipercantik dengan photoshop sampai hilang semua jerawat. Lihat cara photo yang benar pada gambar disamping.
  • Civil ID asli + COPYnya 
  • Work Permit (bagi yang memegangnya sendiri)

Untuk karyawan KOC bisa minta bantuan Passport Office tetapi sebenarnya bisa urus sendiri di kantor PACI kalau punya waktu. Biasanya perpanjangan Civil ID akan selesai dalam waktu 2 – 3 minggu saja. Check di link di atas apakah Civil ID sudah jadi dan catat nomor mesin tempat pengambilan. 
NOTE:
Bagi yang baru pertama kali mengurus Civil ID, no Civil ID nantinya akan sama dengan nomor residency permit yang ditempelkan dalam passpor kita. Biaya perpanjangan civil ID pertahun sekitar KD 10, kalau 3 tahun berarti KD 30. Sedangkan biaya cetak/ambil civil ID di mesin saat ini masih KD 2.

Mumetnya Mengurus Exit Permit

Tidak semua perusahaan akan memberi bantuan pengurusan Exit Permit di Kuwait dan mau tidak mau harus mengurus sendiri semuanya. Kalau mengurus sendiri jelas sebuah tantangan tersendiri yang harus dilakukan, disamping bingung minimnya informasi tentang lokasi kantor tempat mengurus dan juga bingung mana yang harus didahulukan dulu. Exit Permit hukumnya wajib kalau kita benar benar mau meninggalkan Kuwait untuk selamanya, misal dengan alasan Resign dari perusahaan tempat kita bekerja, terkena PHK atau alasan alasan lain dengan tujuan sama ‘Tidak Kembali Lagi Ke Kuwait’.

Kenapa saya mengatakan ‘Wajib’ karena system administrasi di Kuwait terhubung dengan semua Negara GCC. Kalau anda tidak melakukan proses ‘Clearance’ untuk mendapatkan Exit Permit dan membatalkan Civil ID dan Residence Permit anda, jangan harap anda bisa bekerja dan masuk ke Negara GCC lain. Nama dan passport anda akan di’Black List’ dan wassalam, dan kemungkinan besar kalau anda masuk ke Qatar, Oman, Bahrain atau akan menunaikan ibadah Umroh atau Haji di Saudi Arabia, anda akan mendapat masalah besar di Airport.

Exit permit atau sering juga disebut ‘Clearance’ adalah surat ijin untuk expatriate sebelum meninggalkan negara tempat kita bekerja atau semacam surat pembatalan kependudukan anda (Residence Permit dan Civil ID). Intinya adalah bahwa sebelum meninggalkan Kuwait kita harus bersih, bebas dari tagihan telepon-air dan listrik, tidak punya tunggakan hutang dengan bank atau pihak tertentu, tidak punya masalah hukum yang nggantung, dan lain lain. Salah satu saja tidak beres berarti anda berkewajiban membereskannya terlebih dulu. Perlu diketahui, ratusan atau bahkan ribuan pekerja yang datang ke Kuwait sama sekali tidak tahu keharusan menyelesaikan Exit Permit ini, akibatnya setiap hari ada ratusan TKW yang harus ditampung di KBRI.

Jangankan TKW, yang engineer keataspun baru tahu setelah dapat masalah, yaitu Uang Pesangon Tidak Akan Keluar kalau tidak bisa menunjukkan Exit Permit. Biasanya, untuk tenaga kerja kelas kakap seperti ini sering tidak peduli dengan Uang Pesangon dan lebih baik ngabur ke Negara lain karena perusahaan lain sudah menunggu dengan gaji dan benefit yang jauh lebih baik. Data yang saya ketahui untuk tenaga kerja kelas kakap Indonesia yang bekerja di Perusahaan Minyak Cap Manuk (PMCM) menunjukkan bahwa 8 % memilih untuk ngabur dan 14 % mengundurkan diri baik baik dengan memroses Exit Permit sampai tuntas.

Secara garis besar prosesnya adalah sebagai berikut  :

Setelah surat pengunduran diri atau PHK anda terima dari tempat anda bekerja (biasanya dari Human Resource Department), bawa dokumen dan lampiran lampirannya kekantor kantor dibawah ini. Biasanya anda akan terima secarik kertas berisi petunjuk kemana saja anda harus pergi meminta surat clearance ini. Yang bikin ruwet kita nggak tahu letak kantornya.
Catatan : Lokasi kantor silahkan berjuang sendiri, biasanya sopir taxi tertentu sudah paham lokasi kantor yang harus kita kunjungi kalau kita mau jujur sedang dapat cobaan ngurus clearance.
  1. Urus dulu semua urusan dengan internal perusahaan anda bekerja, misal :
    • Medical Dept, untuk memastikan anda sehat seperti pada saat anda bergabung pertama kali. Anda akan terima Dental And Medical Clearance. Kemungkinan hal ini dianggap penting untuk menghitung tambahan pesangon kalau ada kecelakaan kerja. Bukan untuk meng’counter’ kalau anda koar koar di mass media di Indonesia bahwa anda digebukin ditempat kerja. Omong kosong itu orang Arab masih suka gebuk gebukan ditempat kerja. Kalau kecelakaan kerja atau sakit masih mungkin.
    • Security Dept, untuk memastikan anda tidak tersangkut masalah security. Anda akan dapat  Security Clearance
    • Transport Dept, untuk memastikan anda sudah mengembalikan mobil perusahaan. Anda akan dapat Transport Clearance
    • IT Dept, untuk memastikan anda sudah mengembalikan semua barang IT yang anda pakai selama ini seperti radio, computer dll. Anda akan dapat  IT Clearance
    • HR Dept, akan membekali surat surat secukupnya seperti surat pengantar ke kantor pemerintah seperti MOI, Immigration dll. Pokoknya kalau bingung kembali saja ke department ini.
  2. Urus semua urusan dengan kantor pemerintah berdasarkan surat surat pengantar dari HR. Cobaan yang sebenarnya adalah disini karena kita harus berjuang dengan orang lain yang juga berjuang untuk dirinya sendiri dinegeri orang.
    • Criminal Sentence South Farwaniya, pernyataan bebas criminal.
    • Clearance dari Commercial Salhiya. Saya nggak bisa cerita, kenapa harus kesini, semua kertas dalam tulisan Arab.
    • Working Visa Cancellation dan Civil ID Cancellation dari MOI
Kalau lulus dari cobaan diatas dan surat surat sudah distamp oleh semua departemen terkait, tinggal serahkan kembali ke HR Compensation. Tiket pulang ke negara asal, packing barang dan pesangon sudah tidak sulit lagi. Dan selamat berjuang kembali dinegara lain yang lebih menjanjikan.  Sebagai expatriate yang mencari rejeki dinegeri orang, kita harus patuh hukum dan mengikuti aturan yang berlaku. Uraian diatas jelas tidak lengkap, tetapi sebagai gambaran saja karena dinegara manapun kita bekerja maka kita wajib keluar baik baik kalau mau pergi dengan mengurus Exit Permit. Sudah banyak dan bahkan beribu ribu Tenaga Kerja Indonesia diluar negeri, khususnya TKW yang tidak tahu sama sekali hal ini. ‘Mau Pulang Saja Kok Dipersulit, saya nggak pernah nyolong, saya nggak punya pinjaman dan saya ………’. Mbak Tatik, Mbak Sri, dan Mbak Uun diatas tidak tahu sama sekali……

Prosedur Memperpanjang STNK Di Kuwait

Ngurus perpanjangan STNK di Indonesia sudah biasa dan kurang terasa geregetnya dibanding kalau kita harus ngurus sendiri di luar negeri, khususnya Kuwait. Apalagi di Indonesia banyak sekali biro biro jasa yag bisa membantu menguruskan semuanya sampai beres, baik dengn syarat syarat lengkap maupun model tembak langsung kalau syaratnya tidak lengkap.

Di Kuwait, ngurus perpanjangan STNK lumayan bikin pusing kalau belum pernah melakukan sama sekali. Disini tidak ada biro jasa yang jelas jelas mengatakan bisa menguruskan perpanjangan STNK, yang ada adalah bisik bisik dengan kawan yang sudah tahu cara ngurus STNK dengn cara instant. Tidak mudah mencari orang yang bisa ngurus cara kilat seperti ini, tetapi jelas ‘ada’. Saya tidak ajarkan cara instant ini, yang akan saya tunjukkan adalah cara resmi agar kita tidak khawatir ditangkap pak polis diluar negeri.

Langkah pertama, bayar asuransi tahunan mobil anda di kios kios asuransi yang banyak bertebaran di Kuwait seperti Fahaheel, Mangaf, Hawally dan lain lain. Ada beberapa macam / jenis asuransi mobil :

  • Liability Insurance (Hanya mengcover kerusakan pada 2nd party). Besar biayanya sekitar KD 19 – 20 / tahun, tergantung ‘Harga Jual’ dan umur mobil anda.
  • Liability Plus (Meng cover kerusakan pada 2nd party plus ada kemudahan kemudahan lainya, seperti: Derek, ganti ban mobil, kerusakan kecil, dll). Biayanya sekitar KD 4-5/ tahun lebih mahal dari harga Liability Insurance diatas.
  • Full Coverage Insurance yang mencakup kerusakan kedua belah pihak (1st dan 2nd parties). Besar biayanya sekitar KD 200 – 300 / tahun, tergantung ‘Harga Jual’ dan umur mobil anda.
Ada beberapa perusahaan asuransi yang tersedia, misal Takaful, Gulf Insurance dan masih banyak lagi. Untuk wilayah Fahaheel-Mangaf dan Ahmadi Umumnya perusahaan tsb berada disekitar KFC-Fahaheel dan belakang Gulf Bank Fahaheel atau disekitar Sultan Center Mangaf. Ada juga di complex pertokoan samping Mughal Style Restorant – Shopping Centre, Ahmadi. Pengalaman penulis menunjukkan kalau karyawan KOC yang ambil asuransi mobil ke Gulf Insurance akan diberi discount 15%.

Sebelum proses berlanjut, cari informasi di web : http://www.moi.gov.kw/ untuk melihat apakah kita pernah punya pelanggaran “Lalin” di Kuwait dan berapa besar dendanya. Beresin dulu jika memang ada tunggakan denda  pelanggaran “Lalin”. Disini kalau kita melanggar lalu lintas, STNK atau SIM tidak dibawa lari polisi dan kita harus ngikuti polisi dibelakangnya menuju ketempat sepi, tetapi si polisi cukup mencatat nomor mobil kita dan ninggali surat tilang dikaca mobil, tahu tahu ketahuan saat perpanjangan STNK tunggakan denda Lalin sudah bertumpuk.

Langkah kedua adalah Pengecheckan Mesin Mobil. Proses ini berlangsung disekitar kantor polisi. Di Ahmadi, samping ‘Police Office’, tidak jauh dari Al-Tameer building, dimana terdapat pagar pembatas yang arogan bagi peserta ujian SIM. Berikut adalah langkah langkahnya :

  • Pengecheckan dokumen asuransi mobil dan pengeckeckan ‘Registration paper’. Dalam proses ini mobil kita diharuskan dalam kondisi bersih luar dan dalam, termasuk ruang mesin. Proses ini berlangsung singkat saja. Kitapun masih berada duduk di-dalam mobil tanpa keluar.
  • Proses berikutnya adalah pemeriksaan mesin mobil. Untuk memastikan apakah mobil masih layak jalan dan bodi mobil masih utuh, tidak membahayakan yang lainnya jika mobil berjalan. Proses ini berlangsung singkat saja. Kitapun masih berada duduk di-dalam mobil tanpa keluar dari mobil.
  • Proses berikutnya adalah pemeriksaan document akhir. Apakah dokumen mobil lengkap atau kurang, lalu ditanda tangani dan dicap jika semua dokumen OK. Proses ini berlangsung singkat saja. Kitapun masih berada duduk di-dalam mobil tanpa keluar dari mobil.

Proses berikutnya kita menuju kebelakang ‘Police Office’ Ahmadi (Muter 270 derajat). Mobil sebaiknya kita parkir di “Parking Lot” yang tersedia di-samping Immigration Office, lalu jalan kaki kekantor STNK yang berada agak kebelakang, lokasi nyelip dan dipageri kawat berwarna biru. Disitu kita langsung keloket yang dijagain seorang pria Arab, tampaknya Kuwaiti dan tunjukkan saja dokumen dokumen yang sudah ditanda tangani dan dicap pada proses sebelumnya. Kita disuruh beli stamp seharga KD 5, lalu disuruh duduk dikursi yang tersedia. Tidak lama kemudian kita dipanggil dan disodori STNK yang baru.

Mumet ? Jangan kuatir kalau yang ngurus ‘Madame’ semua terasa lancar dan mudah. Orang Arab sangat menghargai wanita dan selalu memprioritaskan wanita dalam soal ngantri. Atau mungkin juga mereka terkesan wajah ‘Indo’ saya (Note : baca Indonesia bukan Indo keturunan Melayu – Bule lho).

Mbokde Bedagan Mengurus International Driving Liscence

Satu hal saja yang membuat saya senang tinggal di Kuwait, yaitu hari liburnya buanyaknya bukan main,  terutama adanya tambahan ekstra hari libur karena kejepit. Kalau hari liburnya pas weekend (Jumat dan Sabtu) selalu saja diganti hari kerja, pokoknya nggak akan pernah rugi. Minggu depan anak anak mulai liburan sekolah (Spring Holidays). Dan sudah kita rencanakan untuk piknik keliling Eropa (Note : Kalau pulang ke Indonesia terlalu jauh dan mahal karena Spring Holidays hanya seminggu saja plus mbolos 3 hari jadi total 10 hari). 

Keuntungan tinggal di Kuwait adalah jarak dengan negara tetangganya sangat dekat sekali, jangan membayangkan yang muluk muluk, semua negara tetangga Kuwait kira kira seperti perjalanan dari Jakarta ke Semarang, Jakarta ke Surabaya atau paling jauh Jakarta ke Banda Aceh. Naik pesawat paling 1-2 jam (contoh ke Dubai, Bahrain, Oman dan Qatar), 2-3 Jam (Jordan,Turkey, Egypt) dan 5 Jam (Europe, Russia). Yang lama adalah transitnya seandainya tidak ada pesawat yang langsung. Tahun tahun sebelumnya liburan pendek dan kejepit semacam ini kita habiskan di Turkey, Egypt, Jordan, Russia, Uni Arab Emirates dan Saudi Arabia. Untuk tahun ini, mbokde akan perjalanan darat keliling Eropa. Rencana mau ke Bahrain, Syria dan Lebanon juga, kalau di Indonesia barangkali setara dengan perjalanan antar propinsi.

Semua persiapan harus saya kerjakan sendiri ditemani oleh si kecil Dinda karena suami nggak mau mbolos ngantor dan kebetulan Dinda sudah libur duluan. Daripada pulang kerumah sehabis ngantar anak pertama Ayu ke sekolah lebih baik cari kegiatan positif daripada ngrumpi. Pokoknya harus ndableg, dan perlu keberanian ekstra untuk tanya sana sini. Kebetulan orang orang yang saya jumpai di Kuwait semuanya baik baik dan bersedia menjelaskan dengan detil. Tidak seperti di Jakarta, kalau kita tanya seseorang jawabnya selalu ‘Sono…..’, sambil cuek nunjuk kearah tertentu.

Langkah langkah :

  • Ke Airport Kuwait, tanya ke beberapa counter Persewaan Mobil, seperti Europcar, Avis, Hertz, Budget dan lain lain. Hal ini saya lakukan untuk menjajaki kemungkinan bisa atau tidaknya booking kendaraan dari Kuwait. Maksud saya untuk safety karena saya punya pengalaman tidak bagus waktu booking mobil di Jeddah. Petugas Budget di Jeddah Airport tidak mengakui print out bukti booking saya dari websitenya. Benar benar amburadul koordinasi di lapangan.
  • Ternyata hanya Hertz yang bersedia membantu booking dari Kuwait dan saya disuruh ke Dealer Hyundai di Shuwaikh – samping City Center. Dealer Hyundai ini ternyata juga sebagai kantor pusat Hertz. Hanya 15 menit semua beres dan tanpa biaya. Pembayaran sewa mobil disarankan di Amsterdam – Schipphol Airport. Jangan lupa sewa GPS juga kalau tidak punya biar nggak kesasar dan pastikan harga sewa sudah termasuk asuransi kecelakaan dan kecurian tidak. Pokok tanyakan sedetil detilnya.
  • Urusan sewa mobil beres, langkah berikut adalah proses pembuatan International Driving Liscense. International Driving Liscense saya sudah kadaluarsa lebih dari setahun. Dan oleh petugas Hertz saya diminta untuk memperbarui di Kuwait saja. Dia hanya memberi clue ‘KT’ saja dan saya diminta mencarinya di Shuwaikh. Clue lainnya, ‘Dekat Sultan Center’ Shuwaikh.
Saya masih ingat, SIM International atau International Driving Liscense yang berhak mengeluarkan bukan polisi lalu lintas tetapi organisasi otomotif masing masing negara. Kalau Indonesia adalah IMI (Ikatan Motor Indonesia) yang beralamat di Jln Pintu 1 Lapangan Tennis – Senayan, Jakarta Pusat sedangkan Kuwait yang mengeluarkan KT, jenis binatang apa ini saya juga belum tahu.

Ternyata nama KT sangat terkenal didaerah Shuwaikh, khususnya disekitar Sultan Center Shuwaikh dan perbengkelan Shuwaikh. Cukup sekali tanya langsung ketemu Kuwait International Auto Club (KT). Head Officenya di Shuwaikh (Ph : 24827521/4/6/8) dan cabangnya ada di Jahra (Ph : 24572051) dan Fahaheel (Ph : 23916249), dekat Gulf Mart atau disamping Chinese Gulf Restaurant Seperti namanya, SIM ini berlaku international dan umumnya menjadi syarat utama kalau kita mau sewa mobil di negara tertentu. Bentuknya bukan seperti card, tetapi lebih mirip buku kecil karena terdiri dari berbagai macam bahasa.

Untuk mendapatkannya juga tidak terlalu rumit, di Indonesia sekitar 4 tahun lalu perlu 4 hari kerja tetapi di Kuwait sangat mengejutkan saya, hanya 5 menit saja !!!!  (Note : Proses birokrasi di Kuwait umumnya sangat tidak effisien, baca Prosedur Driving Liscense dan Susah Dan Lucunya Mendapatkan Driving Liscense).

Persyaratannya SIM Internasional adalah sbb :

  • Driving Liscense (SIM) Asli
  • Photo ukuran passport 2 lembar
  • Isi formulir permohonan  Driving Liscence International

Biaya pembuatan di Kuwait adalah KD 10 (Masa berlaku 1 tahun), KD 20 (Masa berlaku 2 tahun) dan KD 24 (Masa berlaku 3 tahun). Hampir sama dengan biaya di IMI Jakarta.

SIM International ini saya perpanjang dan aktifkan kembali untuk persiapan menjadi sopir pengganti selama perjalanan saya dari Amsterdam, Rotterdam, Antwerpen, Brussel, Luxemburg, Paris dan Frankfurt pada tanggal 2 – 10 Apr 2010 nanti. Nantikan kisah petualangan mbokde ketemu ‘londo’ ditempat aslinya, semoga blog ini menjadi bacaan ringan anda semua sebelum bobo.

Baca Juga :

Aktifitas Rutin Expatriate – Kirim Devisa

Kuwait adalah negeri dimana jumlah penduduk expatriatenya jauh lebih banyak dibanding dengan penduduk aslinya. Total penduduk hanya 2,889,000 saja dalam wilayah seluas 18,098 Sq-km yang sebagian besar masih gurun kosong. Kuwaitis hanya sekitar 40 % saja dan selebihnya expatriate dari berbagai negara. Bandingkan dengan Jakarta yang berpenduduk 8,489,910 orang (Jan 08), jelas nggak ada apa apanya.
Setiap bulan, terutama saat saat baru gajian, semua ATM, Bank, Money Changer selalu penuh sesak dan antrian sangat panjang sekali, terutama di Fahaheel karena ditempat ini NBK, ATM berbagai bank dan puluhan Money Changer berderet deret jadi satu. Di Kuwait Money Changer tidak hanya melayani penukaran mata uang saja tetapi juga melayani pengiriman uang juga ke berbagai negara. Masing masing berlomba mendapatkan nasabah sebanyak banyaknya sehingga nilai tukar mata uang pada saat pengiriman berbeda beda antar Money Changer.
Pengiriman uang melalui Money Changer lebih diminati karena biayanya relatif lebih murah dibandingkan lewat bank disamping itu juga sangat cepat sekali, hanya maksimum 5 menit saja sudah nyampai ke negara tujuan. Kita tinggal telpon atau SMS nomor pengiriman ke keluarga dinegara tujuan dan pada saat itu juga langsung bisa diambil.
Sebagai contoh adalah sbb :
  • Western Union : Biaya KD 2 untuk setiap KD 580 yang kita kirim.
  • Bank : Biaya KD 9 untuk berapapun uang yang kita kirim.
Karena kirim uang lewat Bank biayanya cuma KD 9 untuk jumlah yang tidak terbatas, maka ada yang berinisiatif untuk mengkonsolidasi ‘Happy Transfer’, maksudnya seseorang mengkoordinasikan beberapa orang lainnya untuk ngirim bareng bareng ke Indonesia. Caranya, dikirim dulu ke account bank Mandiri si koordinator dan setelah itu baru didistribusikan ke account masing masing di Bank Mandiri juga. Karena tidak ada biaya pada saat memindahkan dana sesama Bank Mandiri, maka biaya Happy Transfer cuma KD 9 saja dan biaya ini dibagi sama rata sesama peserta happy transfer.

Kirim uang dalam jumlah besar ke Indonesia selama ini lancar lancar saja, karena menurut saya Indonesia nggak tertib melaksanakan aturan Anti Money Laundering. Kalau anda melakukan sebaliknya, mengirim uang dari Indonesia dalam jumlah besar ke negara lain, misal Kuwait atau Bahrain kemungkinan uang anda nggak nyampai nyampai. Kalau ini terjadi, syarat syarat yang diperlukan untuk meng’clear’kan Anti Money Laundering adalah sbb (Pokoknya puyeng 7 keliling) :

  • Source Of Funds
    Harus ngisi form untuk membuktikan bahwa uang yang dikirim/diterima adalah halal dari rekening sendiri.
  • Origin Of Wealth
    Harus ngisi form untuk membuktikan bahwa uang yang dikirim/diterima adalah halal dari kekayaan sndiri bukan hasil kriminal atau korupsi. Harus nunjukkan bukti / dokumen tertentu yang bisa memperkuat.
  • Identification
    Bisa Passport dan Civil ID
  • Proof Of Address
    Ini yang bikin pening, alamat civil ID dibandingkan dengan alamat dalam Bank Account dn dibandingkan lagi dengan Driving Liscense, Rekening Telpon dan lain lain.
  • Suitable Certification
    Ini yang bikin mondar mandir ke Kuwait City. Semua dokumen harus disahkan oleh KBRI dan tertulis ‘I certify that this document is a true copy of the original’ dan ada juga yang harus disahkan Foreign Ministry.