Monthly Archives: May 2020

Kaktus Dan Rumah Teneriffe, Canary Islands – Spain


Teneriffe Island, Kepulauan Canary – Spain
Banyak Gunung Di Kepulauan Canary
Gunung Teide, Famara, Guajara, Pico Dll

Umumnya orang Indonesia itu gampang dibohongi. Ingin disanjung kaya dan menganggap negara lain lebih bagus dari negeri sendiri. Media juga ikut menunjang, hampir setiap hari memberitakan kehebatan ‘luar negeri’. TV Entertainment pun tiap hari memberitakan kawin cerai artis dengan bule. Itulah sebabnya kenapa saat ini warga Indonesia lebih suka wisata keluar negeri, menggunakan produk produk luar negeri dan nggak mikir panjang kalau ada bule ngajak kawin meskipun seminggu kemudian cerai.

Jalannya Naik Turun bergunung Gunung

Contoh lain betapa mudahnya membohongi warga Indonesia cukup banyak. Lihat saja kelakuan Developer Perumahan/Apartment. Semua cluster perumahan dan apartment diberi nama nama asing unruk menarik konsumen. Trick seperti ini memang sukses di Indonesia, sebabnya ya karena itu tadi, ‘mudah dibohongi‘. Baca :  Bellagio, Beda Banget Dengan Yang Di Jakarta.

Pohon Kaktus Liar Di Sebelah Kiri Jalan

Masih ingat kan, beberapa tahun yang lalu sempat ngetop di Indonesia mengenai Rumah Gaya Spanyol ?. Emang pernah anda melihat sendiri seperti apa bentuk rumah di Spanyol ?. Mari saya ajak anda jalan jalan ke Canary Island, Spanyol. Tepatnya di salah satu pulaunya yaitu Teneriffe.

Kaktus Besar Besar Dan Berduri Tajam

Biar anda tahu juga dan tidak dibohongi orang lain, Canary Islands ini lokasinya bukan di Eropa tapi secara geographic terletak di Africa, cuma secara politik dibawah pemerintahan Spanyol. Tepatnya sekitar 100 Km diseberang Marocco. Jadi iklimnya masih dipengaruhi oleh iklim gurun karena dekat sekali dengan Western Sahara di Afrika.

Kaktus Lagi Di Kanan Jalan
Cuma Kaktus, Semak Semak Dan Pasir Gurun

Ada 2 provinsi dan 8 pulau yang termasuk dalam Kepulauan Canary ini. Yaitu Las Palmas Province (terdiri dari pulau Gran Canaria, Fuerteventura, La Gracioza & Lanzarote) dan Santa Cruz De Teneriffe Province (terdiri dari pulau Tenerrife, La Gomera, El Hierro dan La Palma). Yang mau saya ceritakan adalah  pulau Teneriffe.  Pulau lainnya relatif sama saja, kering, penduduknya sedikit dan bergurun banyak kaktus.

Pohon Kaktus Raksasa

Pulau Teneriffe  adalah pulau yang terbesar. Pulau ini menjadi sangat terkenal sejak tahun 1977 saat terjadi tabrakan pesawat PAN AM Flight No 1736 VS KLM Flight No 4805 dengan total korban meninggal 583 orang. Karena hal inilah saya tertarik untuk datang ke Tenerrife Island, tempat terjadinya tabrakan dan ingin melihat museum tentang kejadian tersebut. Tapi, ternyata tidak menarik seperti promosi iklannya.

Phon Sukulen
Di Indonesia Namanya Pedang Pedangan

Pulau Teneriffe ini luasnya ternyata separuh luas pulau Bali. Habis saya jelajahi hanya beberapa jam saja dengan sewa mobil. Dari Teneriffe North Airport, saya jalan menuju kota kecil El Sauzal sekitar 1 jam perjalanan. Lalu lanjut lagi ke suatu tempat bernama La Matanza dan Playa De Rojas.  Apa pula ini, kedengarannya kok keren gitu. Ternyata bukan apa apa, cuma pantai curam dengan pemandangan seperti Uluwatu Bali.

Rumah Spanyol Rusak

Nah, sepanjang jalan yang saya lalui inilah saya baru tahu. Ternyata nggak ada sama sekali rumah Gaya Spanyol yang sangat terkenal di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Yang saya temukan cuma rumah rumah rusak ditinggal penghuninya. Rumah yang masih dihuni bentuknya juga sama saja seperti umumnya rumah di Indonesia.

Hancur Dan Rusak Parah
Inikah Rumah Gaya Spanyol Yang Ditiru
Arsitek Di Indonesia

Selain itu, sepanjang jalan yang saya temui cuma pasir gurun, semak semak kering dan pohon kaktus. Iklimnya kering khas gurun karena dekat sekali dengan Sahara. Disamping itu, sepanjang jalan sepi sekali jarang berpapasan dengan orang atau mobil lain. Populasinya hanya 900.000 jiwa (2019), kalah jauh dengan Bali yang mencapai 4 Juta jiwa lebih. 

Rumah Rusak Mepet Jalan

Warganya ngumpul di kota Teneriffe, tidak menyebar. Jauh lebih menarik pulau Bali dan pulau pulau lain di Indonesia karena alamnya lebih hijau, punya kesenian dan budaya yang sangat banyak dan lain sebagainya. Nggak betah saya berlama lama di pulau ini. Nggak ada apa apanya meskipun promosinya luar biasa. Barangkali karena saya lahir dan besar di Indonesia yang memiliki jauh lebih banyak pulau yang membuat saya tidak tertarik dengan kepulauan Canary ini. Sudah terbiasa saya melihat pantai, laut, gunung dan pulau di negeri sendiri. Indonesia lebih lengkap dan lebih luar biasa dengan seni dan budayanya.

Gerbang Portal Buka Tutup Kampung
Sama Saja Dengan Di Indonesia

Nggak Ada Yang Mirip Dengan
Rumah Gaya Spanyol Di Indonesia


Rumah Spanyol
Mana Ciri Spanyol Yang Digembar Gemborkan
Developer Indonesia

Semua Rumah Bentuknya Standard
Mending Rumah Bali, Padang Dll
Punya Bentuk Khas

Gedung Kantor Setengah Jadi Sudah
Ditempati

Perkampungan Penduduk
Rumahnya Nggak Ada Yang Khas

Baca Juga :

Bellagio Asli Italy Dan Jakarta

Salah Satu Sudut Kota Bellagio Italy
Jalan Sempit, Parkir Susah
Anda tentunya sudah sering lewat, berkunjung atau paling tidak mendengar nama Bellagio Residence Appartment di kawasan Mega Kuningan Jakarta. Keren ya namanya. Tapi apakah anda tahu seperti apa kota Bellagio yang sebenarnya ?. Apakah Belagio itu megah seperti Jakarta ? Apa sebenarnya kehebatan Bellagio sehingga namanya diabadikan di Jakarta ? Ternyata saya tidak melihat kelebihannya sama sekali.
Mobil Yang Parkir Sama Saja Dengan Di Indonesia
Mana Lamborghini, Ferrari, Alfa Romeo
Orang Indonesia umumnya bangga dan merasa naik ‘prestige‘nya kalau ditanya rumahnya dimana lalu menjawab dengan nama nama asing. Mentalitas orang Indonesia memang seperti itu. Merasa kurang bergengsi kalau menjawab dengan ‘nama lokal‘.  Tinggalnya dimana mas ? ‘Kampung Melayu‘, kesannya ndeso banget. Apalagi kalau pertanyaannya dilanjutkan ‘Ooo yang tiap tahun langganan banjir itu ya‘.  Lengkap sudah penderitaan.
Tidak Ada Sama Sekali Gedung Tinggi
Ndeso Tapi Diabadikan Namanya
Di Jakarta
Karena umumnya orang Indonesia seperti itu, maka Developer menggunakan nama nama asing untuk rumah maupun apartement yang dibangunnya di tanah air. Di negara manapun, tinggal di apartement itu sebenarnya masuk dalam strata sosial ‘Kere‘, nggak mampu beli rumah tanah, contohnya Singapore.  Baca : Rumah Dan Apartment, Lain Jakarta Lain Pula Singapore.
Udaranya Sejuk Saat Summer
Berastagi Juga Sejuk
Kalau anda merasa pernah ke Bellagio dan mau jujur, sebenarnya Bellagio itu cuma sebuah kota kecil di wilayah Lombardy, Italy Utara. Kalau di Indonesia kira kira setara dengan kota Berastagi di Sumatera Utara. Lokasi tepatnya di propinsi Como. Airport terdekatnya ada di Lugano, kira kira satu jam perjalanan darat dan harus naik Ferry pula nyeberangi Lake Como dari Cadennabia Port. Airport Lugano ini kecil, setahu saya hanya Silver Air yang mendarat di airport ini.
KIA, Hyundai, Toyota, Honda Doang
Gue Kira Lamborghini, Ferari, Alfa Romeo

Bisa juga dari Malpensa Airport atau Linate Airport di Milan. Jarak ke Bellagio lebih jauh lagi sekitar 1.5 – 2 jam perjalanan dengan sewa taxi. Nah, yang di Milan ini airport beneran, banyak pesawat di kedua airport ini. Kereta api dari Milan juga banyak yang menuju ke kota kota terdekat dengan Bellagio seperti KA Milan – Como, Milan – Varenna, Milan – Lecco atau Milan – Asso. Setelah itu ganti bus/taxi. Pegel rek kalau gonta ganti angkutan umum. Sama kan susahnya dengan cari angkutan menuju Berastagi.

 
Catatan : Yang namanya ‘Kota’ di Italy itu kalau di Indonesia setara dengan Kecamatan. Kecil sekali, lha wong Provinsi saja besarnya cuman sebesar Kabupaten.
Ada Juga Mobil China Di Italy
Melalui Bergamo Airport juga bisa, sekitar 1.5 Jam menuju Bellagio. Nah, saya sewa mobil dari airport ini untuk ke Bellagio melewati kota kecil lain seperti Lecco, Vassena, Olivetto dan baru nyampai ke Bellagio. Hari berikutnya mampir juga ke kota Como. Sepanjang perjalanan pemandangan yang bisa dilihat adalah pegunungan Alpine, Lake Como dan rumah rumah warga yang tidak beraturan maju mundur bahkan ada yang tembok rumahnya terlalu mepet dengan jalan raya.
Yah, Jauh Jauh Datang Cuma Melihat
Kota Mirip Berastagi
Jangan membayangkan sepanjang jalan yang saya lalui melewati gedung gedung tinggi seperti gedung gedung disekitar Ballagio Residence Appartment di Mega Kuningan Jakarta. Tidak ada sama sekali gedung tinggi. Hanya di Jakarta saja ada Bellagio yang gedungnya megah diantara gedung gedung pencakar langit. Bellagio yang asli itu isinya cuma rumah ndeso doang dengan bangunan tertinggi cuma 3 lantai.
Hotel Hotelnya Banyak Yang Sekelas Losmen
Tembok Hotel Mepet Jalan Pula
Karena kota Bellagio ini adalah salah satu kota di Italy, tentu bayangan anda kendaraan yang parkir dan lewat adalah mobil mobil mewah buatan Italy seperti Lamborghini, Ferary, Alfa Romeo, FIAT, Masserati atau Lancia. Salah besar kalau anggapan anda seperti itu. Mobil mewah tersebut lebih banyak terlihat di sekitar Bellagio Residence Apartment Mega Kuningan Jakarta. 
Parkiran Mobil Isinya Nggak Ada
Yang Mewah
Orang Italy itu sama kerenya dengan kita. Mobil yang berseliweran hampir semuanya mobil murah meriah sekelas Xenia, Avanza, Mobilio dan semacamnya. Cukup komplit, berbagai macam merk mobil dari negara negara Asia sangat banyak dan nggak ada bedanya dengan mobil mobil yang berseliweran di Indonesia.
Rumah Nggak Ada Yang Punya Halaman
Temboknya Nempel Jalan Raya
Vespa ada nggak ? Jelas ada, tapi kalau anda ingin dengan mudah melihat Vespa, nggak perlu datang ke Italy. Cukup di Indonesia saja karena pabrik terbesar, produksi dan pemasarannya ada di Indonesia. Jadi, Bellagio itu nggak setara kalau mau dibandingkan dengan Jakarta. Kelakuan Developer Indonesia saja yang membohongi konsumen dengan menggunakan nama tersebut untuk menarik konsumen.
Mobilnya Kecil Kecil
Nggak Ada Sama Sekali Ferari, Lamborghini
Awas Longsor Dari Tebing
Bellagio Terkenal Dengan Aktifitas
Rowing, Trekking, Cycling
Tanda Pemberhentian Fermata Bus
Mungkin Maksudnya Pangkalan Bus Permata
Mana Mungkin Mobil Sport Italy
Lamborghini, Ferrari Bisa Lewat Di Jalan Sempit
Bellagio Dengan Lake Como Dan Alps Mountain
Jalannya Sempit Dan Naik Turun

Turin Italy Kota Kembarnya Yogyakarta

 

Pertigaan Jalan Iklannya Besar Besar
Mirip Pertigaan Demangan Yogya
Barangkali anda sering membaca ulasan majalah, koran atau televisi tentang kota Turin atau Torino, ibukota dari wilayah Piedmont Italy bagian utara. Hebat bukan ulasan media di Indonesia ?. Kenyataannya biasa biasa saja, sudah sering kita menyaksikan di tanah air dan tidak sehebat apa yang ditulis media di tanah air. Secara umum sebenarnya relatif sama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saya jelajahi hampir 150 Km, kira kira setara dengan jarak dari Adi Sucipto – Yogya – Magelang pp.  Tepatnya saya jelajahi mulai dari Turin International Airport – Turin – Cuorgne pp. Saya memang senang nyewa mobil dengan tujuan tidak jelas kemanapun saya suka.
Ini Pertigaan Jalan Di Turin Dekat Airport
Iklan Besar Kecil – Yang Penting Pemasukan
Sepanjang jalan yang bisa anda saksikan sama persis dengan apa yang sering anda saksikan di Magelang – Muntilan -Yogyakarta.  Ada gunung dan lembah di Cuorgne yang mirip dengan suasana di Muntilan. Rumah rumah disepanjang jalan mirip dengan di Indonesia, atapnya berbentuk trapesium atau limas menandakan daerah Turin banyak hujan. Setiap rumah ada pagarnya juga baik pagar besi, tembok maupun tanaman. Design pagar besi setiap rumah nggak ada bedanya dengan di Indonesia.
Iklannya Maju Sampai Ke Jalan
Ini Turin Guys

 

Tapi yang paling mirip adalah spanduk, banner, pamflet berbagai macam iklan yang jumlahnya setara atau bahkan jauh lebih banyak dari Yogyakarta. Sebelum saya berkunjung ke Turin, bayangan saya kota yang paling jorok banyak spanduk, pamflet dan banner iklan itu hanya Yogyakarta saja. Tapi sekarang pikiran saya berubah, ternyata Turin sama berantakannya dengan Yogyakarta masalah pemasangan papan iklan.
Tembok Tokopun Jadi Sasaran Iklan
Seandainya saya bisa bahasa Italy, iklan iklan yang dipasang sembarangan dengan berbagai macam ukuran dan bahan tersebut bisa jadi artinya ‘Terima Kost Putri‘, ‘Badut – Bisa Dipanggil‘, ‘Ahli Bikin Sumur‘ dan lain lain. Iklan properti jelas banyak, Petunjuk ATM Bank, Bengkel mobil, Salon, Rumah Makan, Bimbingan Belajar dan masih banyak lagi. Pening saya baca iklan bertumpuk tumpuk disetiap persimpangan jalan dan disepanjang jalan.

 

Pemda Turin Kaya Raya Dari Iklan
Persis Yogyakarta
Kesannya memang jorok karena iklan dipasang sembarangan dengan ukuran besar sampai kecil. Ada yang dipasang di pohon, dinding toko, perempatan jalan, tiang listrik dan lain sebagainya. Susah saya menceritakannya, pokoknya sama joroknya dengan iklan iklan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Semrawut, Dimanapun Ada Tembok Atau Tiang
Bebas Dipasangi Iklan
Papan Nama Bengkel Service Sepeda Motor
Sama Dengan Yogyakarta
Ada Iklan Mirip Antangin Di Turin
Kuning Warnanya
Coba Hitung Ada Berapa Papan Iklan
Bentuk Rumah Mirip Di Indonesia
Ada Papan Iklan Besar
Ada Gang Buntu Juga
Setiap Pertigaan Ada Iklan
Rumah Dan Pagar Rumah Sama Dengan
Di Indonesia
Dari Jauh Saya Kira ATM BCA
Ternyata Ini Di Turin Italy
Iklan Lagi
Mungkin Iklan Cuci Mobil Dan Ganti Oli
Banyak Sekali  Iklan Dimana Mana
Ternyata Turin Sama Semrawutnya Dengan Yogya

Baca Juga :