Monthly Archives: May 2019

Estafet Di Bus Bersungut Ukraina

Trolleybus – Naiknya Dari Pintu Belakang
Saya Mengamati Hampir Satu Jam Untuk Melihat Cara Naik
Anda tentu sudah mengenal Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Jakarta dengan kota kota penyangga seperti Depok, Bekasi dll. Kalau anda perhatikan, dibagian atap kereta tersebut terdapat alat yang selalu menempel ke kawat listrik. Kawat listrik KRL tersebut terlihat sangat rapi mengikuti jalur rel. Lha kalau Bus Listrik yang bisa belok kekiri dan kekanan mendadak gimana kawat listriknya , apakah rapi juga seperti KRL ?. Jawabnya TIDAK.

 

Sungut Selalu Menempel Di Kabel Kawat Listrik
Kalau Terlepas Cukup Disogrok Sogrok Tongkat Oleh Sopir
Di Italia, Perancis, Switzerland, dan kota kota manapun di Eropa banyak sekali Bus Listrik (Trolleybus) dengan sungut yang menempel terus ke kawat listrik. Sebagian ada yang sudah tidak jalan lagi tapi yang masih beroperasi juga banyak. Umumnya di kota kota yang transportasi publiknya menggunakan Trolleybus kalau dilihat secara langsung terkesan amburadul. Banyak sekali kawat listrik yang centang perentang di tengah kota.

 

Saya Berdiri Paling Belakang
Bayar Cukup Estafet Ke Penumpang Didepan

Di Russia, saya pernah kaget saat pertama kali melihat betapa kusutnya kabel listrik di kota St Petersburg dan Moscow. Baca : Kesasar Di Russia. Di Belanda juga sama saja dan pernah saya tulis juga dengan judul : Bus Kawat Di Arnhem Belanda.

Tutup Mesin Dibuka Dan Ada Tangga Untuk Naik Ke Atap
Kaca Dilubangi Semua Bus Tanpa AC

 

Di Ukraina saya juga menemukan kawat kusut di kota Kiev dan Lviv. Kalau Trolleybus diphoto memang tidak begitu terlihat simpang siurnya kawat listrik trolleybus karena pandangan akan tertuju ke latar belakang gedung gedung yang eksotis. Kenyataannya kalau kita datang dan melihat sendiri, kesan pertama ternyata ‘Nggak Enak Dipandang’.

 

Kalau Diphoto Memang Kelihatan Bagus
Tapi Kalau Didatangi Kabel Listriknya Centang Perentang

Kota terlihat amburadul saking banyaknya kawat yang melintang di jalan jalan utama sampai kampung yang dilalui bus kota. Kalau diphoto memang benar kawat listrik yang centang perentang tersebut tidak begitu terlihat.

 

Tidak Terlihat Sama Sekali Centang Perentang
Kabel Listrik Kalau Diphoto. Coba Anda Datangi
Naik Trolleybus listrik memang terasa ada sensasi yang lain daripada yang lain. Meskipun mesinnya tidak bersuara terlalu kencang dan tidak berasap tapi sepanjang perjalanan terdengar suara gesekan antara kabel listrik dan ‘sungut‘ diatas bus yang tidak enak di telinga, apalagi saat bus berbelok terdengar suara berdecit dari sungut diatas bus. Ada sambungan kabel listrik juga berbunyi.

 

Kawat Listrik Terlihat Rapi Karena Yang
Lewat Kereta Trem Listrik Yang Berjalan Diatas Rel

Busnya juga pelan karena pak sopir harus tetap menjaga agar ‘Sungut‘ diatas bus tetap menempel di kawat listrik. Bus tidak bisa jalan sesukanya salip kanan salip kiri karena apabila ‘sungut‘ terlepas dari kabel listrik maka bus langsung mogok.

 

Untung Nggak Ada Anak Yang Main Layang Layang
Di Jalanan, Bisa Nyangkut Ke Kawat Layang Layangnya
Kalau mogok lebih lucu lagi, ternyata pak sopir punya tongkat panjang untuk menyangkutkan kembali ‘sungut‘ yang terlepas dari kabel listrik. Setiap bus ada tangga dibelakang untuk membantu pak sopir naik ke atap dan nyogrok nyogrok ‘sungut‘ agar kembali tersambung dengan kawat listrik.
Sungutnya Sangat Panjang Karena Kabel Kawat Listrik
Terlalu Tinggi
Di Ukraine ini naik bus masuknya lewat pintu belakang, Bayarnya langsung ke sopir didepan. Saya sempat kaget dengan cara bayarnya saat pertama kali coba coba naik trolleybus di Kiev. Karena penumpang penuh sesak pada berdiri semua, saya berempat kebagian berdiri di belakang. Saya perhatikan penumpang mulai estafet menyerahkan duit ke penumpang yang lain. Sayapun ikut ikutan, tapi karena nggak tahu berapa tarifnya maka saya beri duit dengan nilai cukup besar untuk berempat.

 

Kawat Listrik Tidak Begitu Terlihat Kalau Diphoto
Coba Datang Sendiri Dan Lihat, Bisa Pusing Anda
Sebenarnya sudah ikhlas duit bakalan hilang ditengah jalan saat estafet dari penumpang satu ke penumpang lain yang penuh sesak. Eh ternyata kekhawatiran saya tidak terjadi. Uang kembalian juga diantar ke belakang dengan cara estafet. Hari berikutnya saya sudah lancar menerima uang dari penumpang belakang untuk diestafetkan ke penumpang lain yang lebih depan.
Bagus Ya Kalau Diphoto
Kalau Dilihat Langsung Kelihatan Kusut Dan Amburadul
Ada Relnya Kawat Listrik Terlihat Rapi
Odong Odong Lviv Sedang Lewat

 

Dimana Mana Kawat Listrik Centang Perentang
Kusut Dan Amburadul

 

Terminal Bus

 

Kawat Listriknya Tidak Terlihat Kalau Diphoto
Kenyataan Kalau Dilihat Langsung Semrawut
Baca Juga :

 

Advertisements

Nonton Orang Selfie Di Jembatan Baru Kuwait

Kuwait City Saat Sunset
Dilihat Dari Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah Causeway
Sebenarnya saya sedang malas malasan di rumah, baca baca kompas online , detik dan juga hiruk pikuk hitung cepat KPU. Saya juga sedang baca baca berbagai macam posting dan tanggapan para pendukung capres di medsos. Tapi, saya terusik juga untuk segera keluar rumah memacu mobil saya ke Jembatan Baru Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah Causeway Bridge, Wall facebook saya tiba tiba penuh postingan berbagai macam photo tentang Jembatan baru tersebut. Rupanya, saat ini lagi viral di Kuwait photo photoan diatas jembatan.

 

Awal Memasuki Jembatan
Bubiyan Island 60 Km Dari Shuwaikh
Saya bisa maklum, kenapa photo jembatan bisa begitu viral di Kuwait. Di Arab itu nyaris tidak ada sungai sehingga jembatan susah untuk ditemukan. Yang ada cuman Fly Over ditengah kota untuk mengatasi kemacetan kota. Nah, jembatan baru Sheikh Jaber Al-Ahmad Al Sabah Causeway Bridge ini baru diresmikan kemarin tanggal 1 May 2019. Itulah alasan kenapa seluruh penduduk Kuwait ramai ramai melintas dan photo photoan diatas jembatan dan bikin penuh semua wall medsos.
Semua Mobil Berhenti Di Jalur Emergency
Untuk Photo Photoan
Jembatan baru Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah Causeway Bridge ini masuk dalam 10 besar jembatan terpanjang di dunia, kalau nggak salah bakalan masuk ke urutan no 4 dunia. Panjang totalnya 48 Km menghubungkan Kuwait daratan dengan Boubiyan Island. Yang punya proyek untuk membangun adalah Ministry Of Project Works (MPW) bekerjasama dengan kontraktor lokal SSH dan Hyundai E&C mulai tahun 2014 dengan biaya total sekitar USD 3 Billion. Bentuknya sangat mirip dengan Bahrain Causeway/King Fahd Causeway yang menghubungkan Bahrain dengan Saudi Arabia (29 Km). Baca : Antara Suromadu dan Bahrain Causeway
Ini Dia Orang Orang Yang Bikin
Penuh Wall Facebookku
Karena jembatan baru ini satu satunya jembatan di Kuwait yang melintas diatas air (Arabian/Persian Gulf) maka bisa saya maklumi kenapa warga Kuwait begitu antusias untuk datang dan photo photoan. Sekali kita memutuskan untuk menyeberang berarti harus ‘Maju Terus Pantang Mundur’.  Anda harus menyelesaikan perjalanan 48 Km sampai ke ujung pulau Boubiyan baru bisa putar balik kembali ke Kuwait daratan. Sepanjang 48 km diatas laut tidak ada tempat untuk putar balik sama sekali.

 

Satu Keluarga Diajak Semua Photo Photoan
Diatas Jembatan Baru
Sampai di Pulau Boubiyan, anda harus tahan lapar dan haus juga. Saat ini pulau tersebut masih kosong dan belum ada restaurant, hotel, pompa bensin dan sarana entertainment apapun untuk sekedar beristirahat. Tapi dengan adanya jembatan baru ini, saya bisa pastikan bahwa beberapa tahun kedepan pasti akan ramai dan menjadi kota baru yang modern dan megah. Karena Boubiyan Island menjadi target untuk Visi kedepan : New Kuwait 2035 Strategic Plan

 

Expats India, Bangladesh, Philipine, Mesir
Dll Semua Rame Rame Photo Selfie Di Jembatan Baru
Orang yang saat ini masih ndeso photo photoan diatas jembatan ternyata dari berbagai macam bangsa. Hampir seluruh warga Kuwait tumplek bleg ada di jembatan ini. Ada expats dari India, Bangladesh, Mesir, Lebanon, Philipine, Srilanka dan saya sendiri asli wong ndeso dari Indonesia.

 

Jembatan Panjang Tapi Resiko Pembangunan Kecil
Gulf Sea Tidak Bergelombang Besar Seperti Di Indonesia
Dan Belum Pernah Ada Gempa Bumi Juga

Saya datang sore hari sekitar satu jam menjelang matahari tenggelam dan baru tiba kembali di Kuwait City sekitar dua jam setelah matahari tenggelam. Sepanjang perjalanan pulang pergi nggrundel mulu karena jalan tidak lancar, tidak bisa putar balik dan saya tengok bensin mau habis pula. Nyampai di Boubiyan ternyata nggak ada apa apa hanya menyaksikan gurun kosong. Perut lapar pula, lengkap sudah penderitaan.

 

Ada Yang Nyewa Bus Untuk Memcoba
Melintas Jembatan Baru

 

Semakin Malam Yang Berhenti Di Jalur Emergency
Semakin Banyak. Pemandangan Cahaya Kuwait City Sangat Bagus

 

Tengah Tengah Jembatan Menjadi Pusat Kemacetan
Semua Berhenti Karena Lampu Warna Warni Sangat Bagus

 

Ini Kemacetan Yang Terjadi Karena Semua Orang
Berhenti – Persis Ditengah Jembatan

 

Banyak Yang Nyeberang Jalan Seenaknya
Emak Emak Dari India Ini Contoh Orang Yang Berani Mati
Nyeberang Seenaknya Hanya Untuk Selfie

Baca Juga :