Monthly Archives: March 2019

Bab Al Bahrain Souq Manama

Bab Al Bahrain – Governorate Avenue
Bentuknya Seperti Kantor Ministry

 

Saya baru saja keluar dari hotel untuk jalan jalan sore di Manama, Bahrain. Kebetulan hari ini udara tidak terlalu dingin karena musim dingin sudah berakhir dan juga tidak terlalu panas karena belum masuk musim panas. Kebetulan Hotel tempat saya menginap lokasinya dekat dengan berbagai macam perkantoran pemerintah. Lokasinya di Government Avenue, benar benar di pusat perkantoran pemerintah Bahrain dan ditengah kota Manama.

 

Seperti Kantor Pemerintahan Tapi
Mobil Yang Parkir Kok Taxi Semua

 

Saat jalan jalan inilah saya menemukan bangunan besar berwarna putih mirip dengan Istana Negara. Lengkap dengan bendera Bahrain dan lambang negara di dinding depan. Tapi saya heran, kendaraan yang parkir kok Taxi semua, bukan mobil sedan warna hitam seperti yang dipakai pejabat negara.
Ternyata Pasar Tradisional Doang
Kebetulan didepan gedung megah putih ini ada bundaran dengan taman kecil yang enak untuk duduk duduk. Saya ragu, gedung megah tersebut perkantoran pemerintah dari kementerian apa kok orang yang keluar masuk semuanya bawa tas kresek dan naik taxi. Cukup lama saya duduk duduk di taman kecil di bundaran untuk mengamati orang yang keluar masuk,
Segala Macam Barang Dagangan Ada
Di Bab Al Bahrain Souq

Setelah pengamatan yang cukup lama dan melelahkan dari kejauhan, akhirnya saya berani mendekat dan masuk. Ternyata gedung putih tersebut bukan perkantoran pemerintah tapi pintu gerbang masuk ke pasar. Dibelakang gedung isinya cuma pasar tradisional dengan kios kios berbagai macam dagangan. 

Enak Buat Jalan Jalan Saat Musim Dingin

Nama bangunan tersebut Bab Al Bahrain, artinya Pintu Gerbang Bahrain.  Pasarnya bernama Souq Manama tapi banyak penduduk yang salah kaprah dan menamakan pasar tersebut dengan nama Bab Al Bahrain Souq. Nggak ada kantor pemerintah sama sekali di Bab Al Bahrain kecuali Tourist Information Service dan Polisi yang mondar mandir menjaga pintu gerbang ke arah pasar.

 

Pasar Tradisional Di Bahrain Relatif Sama
Dengan Di Negara Arab Lain

 

Bab Al Bahrain didesign Sir Charles Belgrave. Pembangunan selesai dan beroperasi tahun 1949.  Pada tahun 1986 direnovasi untuk mempertegas design supaya lebih mendekati arsitektur Islam. Di belakang Bab Al Bahrain ini banyak toko toko emas. Toko souvenir juga banyak apalagi toko pakaian dan toko toko tradisional yang lain.

 

Ini Pintu Gerbang Bab Al Bahrain
Kalau Dilihat Dari Belakang – Kosong

 

Toko Penjual Pakaiam Wanita
Semakin Malam Semakin Ramai

 

Penjualnya Ramah Dari India

 

Pasar Relatif Bersih

 

Semakin Jauh Dari Bab Al Bahrain
Namanya Berubah Menjadi Souq Manama

 

Banyak Orang India Dibanding
Penduduk Asli Bahrain

 

Blaik….. Orang India Semua

 

Mobil Naik Trotoar, Kelakuan Seperti Ini
Juga Terjadi Di Kuwait, Saudi, UAE, Oman, Qatar

 

Sedanpun Dipakai Untuk Naik Trotoar



Baca Juga :

 

Advertisements

Milyuner Jalan Jalan Ke Banana Island

Banana Island Resort Qatar
Operated By Anantara Hotel And Resort
Saya sedang jalan jalan pagi disepanjang Corniche Promenade Doha, Qatar. Mobil sewaan saya parkir di Parking Area MIA (Museum Of Islamic Art). Sambil jalan jalan memandang laut Arabian Gulf yang tenang nyaris tanpa ombak, akhirnya saya nyampai juga di Pearl Monumen. Lumayan, pagi ini saya bisa olah raga jalan kaki sekitar 1 Km dari MIA Parking Area ke Pearl Monument. Ditempat ini pandangan saya langsung tertarik ke sebuah booth di dermaga. Ternyata booth tersebut adalah tempat penjualan ticket speed boat menuju ke Banana Island.

 

Speed Boat Untuk Nyeberang
Ke Banana Island – Hanya 20 Menit
Tempat penjualan tiket speed boat ke Banana Island ini bernama Banana Island Port. Seandainya  menyelusuri Al Corniche Street dan terlihat ada Pearl Monument, berarti anda sudah nyampai di dermaga penyeberangan Banana Island Port. Untuk menyeberang menuju Banana Island saya harus merogoh dompet QAR 200 per kepala (sekitar Rp 780.000). Sempat kaget saya, mahal amat ?

 

Interior Speed Boat
Nggak Ada Penumpang, Nyaris Kosong
Ternyata kalau diperinci tidak mahal juga. Harga tersebut sudah termasuk makan makan di restaurant bintang 5, bebas menggunakan seluruh fasilitas kolam renang dan entertainment yang ada di Banana Island. Dan sudah tentu perjalanan pulang pergi menggunakan speed boat mewah. Perlu waktu sekitar 20 menit untuk perjalanan menyeberang dengan speedboat menuju Banana Island.

 

Dhow Atau Kapal Kapal Kayu Tradional Nelayan
Pemandangan Meninggalkan Banana Island Port
Perjalanan 20 menit sangat menyenangkan. Rasanya seperti jadi Milyuner kaya raya pemilik speed boat mewah. Speed boatnya besar dan mewah tapi cuma dipakai berempat Ardi’s Family sendiri. Sebenarnya ada dua penumpang lain yaitu ibu ibu Arab dan anaknya, tapi anggap saja dia ‘maid’ karena dari awal berangkat kerjanya cuma mondar mandir ngejar, nggendong dan nyuapin makan anaknya yang lari kesana kemari.
Kota Doha Dilihat Dari Dalam Speed Boat
Kita mah duduk manis sambil nonton TV layar lebar, kadang berdiri di dek depan sambil pakai kaca mata hitam dengan rambut berkibar kibar tertiup angin. Sesekali crew kapal yang cantik cantik dan ngganteng datang menyodorkan minuman atau makanan kecil. Pokoknya keren. tangan kiri pegang gelas wine tapi isinya es jeruk persis seperti Milyuner di film film Hollywood. Kalau nggak salah film Titanic.
Dermaga Di Banana Island
Jam 08:00 – 10:00 Pagi. Sepi Sekali

 

Akhirnya nyampai juga di Banana Island. Pulau kecil ini ternyata dikelola oleh Anantara Hotel And Resort, pantas speed boatnya bagus dan mewah. Ada banyak restaurant bintang 5, beberapa kolam renang, water boom dan segala macam fasilitas entertainment. Ditempat ini saya juga merasa seperti Milyuner Kaya Raya pemilik Pulau, hotel dan resort. Hanya saya, satu keluarga berempat saja tapi disambut dan dilayani puluhan staff, karyawan dan pelayan restaurant yang cantik cantik dan ngganteng. Jalan beberapa langkah saja selalu disapa ‘Good Morning’.

 

Serasa Jadi Milyuner Pemilik Pulau Pribadi
Banana Island Hotel And Resort
Hampir dua jam saja saya menikmati rasanya jadi Milyuner Kaya Raya, setelah itu satu persatu staff yang cantik dan ngganteng tadi pergi entah kemana. Ternyata saya datangnya terlalu pagi. Semakin siang jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Orang Qatar ternyata baru datang ke Banana Island diatas jam 1 siang, tamu penghuni hotel juga baru bangun dan keluar kamar jam 11 siang. Dan saya tadi datangnya jam 8 pagi. Pantas  speed boat, pulau dan hotel besar dan mewah ini sepi seperti kosong nggak ada penghuninya.

 

Main Sendiri Di Pulau Pribadi

 

Enaknya Berkhayal Punya Pulau Pribadi
Jauh Dari Keramaian Kota

 

Dermaga Speed Boat Banana Island
Kalau Nggak Ada Orang Gini Serasa Semua Milik Pribadi

 

Restaurant Banyak Tinggal Pilih
Pelayan Cantik Dan Ngganteng, Uenaknyaaaa



Baca Juga :

 

Gear Land dan Amigos Resto Eropa

Gear Land Exceter, UK. Warung Makan Kaki Lima Seperti Ini
Memakai Kursi Umum Untuk Pembelinya
Gearland atau Gear Land Resto itu nama keren warung makan ping’gear‘ ja’land’ di Eropa. Kira kira sama dengan restaurant Amigos (‘A‘gak ‘Mi‘nggir ‘Go‘t ‘S‘edikit) di negara negara Amerika Latin. Pada dasarnya, dinegara manapun pasti ada Warung Makan Kaki Lima dipinggir pinggir jalan, di trotoar atau yang nyuruk nyuruk di gang sempit. Semua orang perlu makan dan semua orang berusaha mendapatkan penghasilan halal dengan berjualan. Nah, dibawah ini saya ulas warung warung makan pinggir jalan yang banyak bertebaran di negara negara Eropa.
Tidak Ada Meja Kursi Untuk Menyantap Makanan
Take Away – Tunjuk, Bayar, Pergi
Kalau anda mendengar cerita cerita dari tetangga, teman atau saudara yang baru pulang dari perjalanan wisata ke Eropa, biasanya ceritanya  terlalu ‘nggedabus‘. Dibawah ini percakapan yang saya dengar saat acara arisan ibu ibu :
Sekali kali mbok jalan jalan ke Eropa to jeng, punya duit banyak buat apa to ?
‘Tempat makan di Eropa bersih, hygienis pokoknya beda banget dengan warung makan di Indonesia,’
‘Romantis lho jeng, tempat makan di Eropa semuanya Open Air, iih pingin deh kesana lagi jeng’
Ngicipin Kentang Goreng Gear Land Resto Amsterdam.
Makannya Sambil Jalan Semua Makanan Tanpa Kuah
Percaya ?. Sebenarnya nggak salah salah amat juga sih.

Open Air

Di Eropa itu hujan tidak sesering di Indonesia, matahari juga tidak menyengat seperti di Indonesia. Jadi, tempat makan tanpa peneduh atap tidak akan jadi masalah. Lagipula, iklim dan udara Eropa sangat dingin. Penduduknya doyan minum wine / alkohol dan berjemur agar badan selalu hangat. Itulah sebabnya warung makan kaki lima maupun restaurant selalu menyediakan kursi di ruang terbuka (Open Air).
*** Di Indonesia sebaliknya, pengusaha resto harus menyediakan ruang Executive ber AC. Bisa  kebayang kan mahalnya bayar listrik untuk AC, padahal di Eropa pelanggan resto  cukup dijemur saja.
Gear Land Resto Ini Hanya Menyediakan Satu Meja Saja
Untuk Nunggu Makanan Selesai Di Microwave

Warung makan di Eropa bersih

Ahaa, benar. Warung pinggir jalan di Eropa sepintas memang terlihat bersih meskipun jarang dibersihkan. Ini sangat benar sekali. Pemilik warung dan pembelinya saja jarang yang mandi setiap hari, tapi mereka tidak terlihat kumel dan berdebu kan ?. Hal ini karena kelembaban udara di Eropa rendah akibatnya orang tidak berkeringat seperti umumnya orang Indonesia. Debu juga susah sekali menempel ke benda apapun karena kelembaban udaranya rendah.

*** Di Indonesia sebaliknya, meja, kursi dan apapun dilap dengan air basah, kalau perlu disiram air. Tapi tetap saja susah bersihnya. Penjual dan pembelinyapun mandi 2 – 3 kali sehari, tetapi tetap saja kumel dan berkeringat.

 

Gear Land Resto Southampton Ini Jualannya Hot Dog, Burger,
Sandwitch, Pizza Pingin Hangat Tinggal Di Microwave

Disamping itu, jarang ada makanan yang dimasak, digoreng, atau direbus ditempat (di tenda warung kaki lima). Paling banter cuma dihangatkan dengan microwave. Yang dijual semuanya serba roti baik itu sandwitch, burger, hotdog atau pizza. Itulah sebabnya lapak lapak tempat makan di Eropa tidak pernah ditemukan panci dan wajan gosong yang digantung.

*** Di Indonesia sebaliknya, makanan yang dijual semuanya berkuah sehingga perlu waktu lama untuk memasak. Akibatnya pantat panci jadi hitam gosong dan digantung berjejer jejer di warung. Penyajian selalu dengan piring atau mangkok akibatnya pengusaha warung makan harus bawa ember dan air untuk cuci piring. Di Eropa mah semua makanan diberikan ke konsumen cukup dengan dibungkus kertas tissue.

 

Lapak Gear Land Resto Ini Tidak Menyediakan
Meja Kursi Untuk Makan Ditempat

Alasan lain kenapa terlihat bersih karena jumlah bule Eropa yang punya mobil pribadi atau sepeda motor sangat sedikit dibanding orang Indonesia. Sehingga debu tidak berterbangan kemana mana karena jarang mobil lewat. Bule Eropa mah ‘kere’, kemana mana jalan kaki, naik MRT, kereta api atau bus kota.

*** Indonesia mah warung makan harus ditutup kain segala saking banyaknya mobil, sepeda motor yang berseliweran menerbangkan debu. Orang Indonesia mah sering merasa kurang bergengsi gitu kalau kemana mana jalan kaki seperti bule Eropa.

 

Ada Satu Set Meja Kursi Tapi
Fungsinya Untuk Menunggu Pesanan Datang

 

Warung makan di Eropa rapi

Kebanyakan warung makan kaki lima pinggir jalan di Eropa tidak menyediakan bangku, meja atau kursi  untuk makan di tempat seperti warung warung makan kaki lima di Indonesia. Sangat minimalis. Kalaupun ada, paling cuma satu meja kursi ala kadarnya saja. Restaurant yang cukup besar saja yang menyediakan banyak meja kursi didepan restaurant. System pemasarannya  ‘Take Away‘,  yaitu tunjuk, bayar dan bawa pergi. Itulah sebabnya warung di Eropa terlihat kecil, cute dan rapi.

*** Di Indonesia,  perlu waktu 2-3 jam sendiri untuk menyiapkan buka warung. Mulai mindahin gerobak, ngangkut bangku dan meja, mendirikan tenda, memasak air dengan kompor gas dsb. Ribet.

Ini Gear Land Resto Resmi – Menghadap Ke Jalan
Romantisnya Dimana Kalau Duduk Langsung Melamun

Warung makan di Eropa Enak

Karena umumnya Take Away, maka si pembeli cara makannya sambil jalan atau dimakan di rumah. Jenis makanan yang dijual hanya sandwich, roti isi keju, ayam atau daging, burger, hotdog dan semacamnya. Bagi umumnya orang Indonesia, makan roti sebanyak apapun tidak akan terasa kenyang sebelum makan nasi.  Jadi, bohong kalau ada yang mengatakan  warung makan di Eropa semua enak. Belum lagi kalau isi rotinya keju dan mustard. Bisa muntah muntah anda.

*** Nggak ada salahnya kalau ke Eropa bawa Indomie , beras dan bumbu jadi.

Gear Land Resto Beneran – Nggak Ada Yang Pesan Makanan
Semua Cuma Duduk Bengong Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa Hygienis

Nggak tahu saya apakah hygienis atau tidak. Semua warung makan bahan dasarnya sama, yaitu roti. Kemungkinan suppliernya sama. Seandainya ada pembeli yang sakit perut atau mencret, pasti mudah membuktikannya. Kalau semua orang sakit perut dan mencret pasti bahan dasar rotinya yang tidak hygienis. Anda bisa langsung komplain ke perusahaan roti yang menyuplai. Kalau yang mencret hanya konsumen warung tertentu berarti warung tersebut yang harus dilaporkan polisi.

 

Duduk Berdua Dengan Pasangan Di Gear Land Resto
Tapi Cuman Ngemil, Minum Alkohol Dan Melihat Orang Jalan

 

Warung makan di Eropa romantis

Romantis apaan. Di Indonesia lebih romantis karena pembeli menghadap meja dan saling berhadap hadapan sambil saling menatap dan pegangan tangan. Di Eropa, kursi tempat duduk dijejer jejer dan dihadapkan ke jalan raya. Sebuah meja kecil memisahkan kursi satu dengan kursi lainnya. Jangankan berhadapan dan bertatapan mata, menyentuh saja tidak bisa karena terhalang meja kecil.

 

Semua Gear Land Resto
Tidak Menjual Makanan Berkuah

Adanya meja kecil ini juga membuat saya bingung. Saya harus pesan makanan apa mengingat mejanya terlalu kecil dan tetangga kiri kanan tidak ada satupun yang mejanya penuh piring. Akhirnya tahu juga, duduk di Open Air diluar itu ternyata untuk berjemur, melamun, melihat orang lalu lalang dan nyemil makanan kecil sambil minum wine atau minuman beralkohol saja.

 

Apapun Makanannya Selalu Ada Saos Tomat
Atau Mayonaise
Makanan Boleh Dari Negara Mana Saja
Tetapi Bentuknya Semua Seperti Sandwitch
Warung Gear Land Banyak Juga Yang Bisa Pindah Tempat
Takut Digusur Juga
Mau Beli Makanan Apapun Makannya Sambil Berdiri

 

Sewa Mobil Di Qatar

Nguinggg… Klinong Klinong Keliling Qatar

 

Kuwait dan Qatar itu dua negara yang bersaudara. Saat Kuwait merayakan Independence Day dan Liberation Day tanggal 25 dan 26 February yang lalu, di Qatarpun juga terlihat banyak bendera Kuwait yang dikibarkan berdampingan dengan bendera Qatar sebagai pertanda warga Qatar ikut bersimpati dan berbagi bahagia dengan tetangganya.

 

Hanya Passport Saja Untuk Masuk Qatar
Nggak Perlu Bayar Apapun

 

Tetapi sebenarnya, jumlah orang Kuwait banyak sekali yang berwisata ke Qatar saat liburan panjang khususnya Independence & Liberation Day. Termasuk saya juga. Jadi ngibarin Bendera Kuwait di Qatar ini sebenarnya ‘trick’ untuk menyenangkan turis Kuwait. Semakin senang si turis, diharapkan akan datang kembali ke Qatar suatu saat nanti dan bisa lebih lama tinggal, lebih banyak membelanjakan uangnya juga. Ini namanya Hukum Alam Dunia Pariwisata.

 

Petunjuk Ke Arah Counter Sewa Mobil
Sangat Besar Di Hamad International Airport

 

Seperti biasa, main main ke Qatar tidak terlalu rumit. Nggak perlu Visa bagi pemegang passport Indonesia. Turun dari pesawat, langsung saja menuju Counter Immigration. Nggak ditanya apa apa sama sekali, passport saya cuma discan dan langsung distempel. Setelah itu langsung dipersilahkan masuk ke Qatar dengan senyum yang manis dan ucapan ‘Enjoy Qatar‘.

 

Counter Sewa Mobil Sangat Banyak
Tinggal Pilih, Yang Lokal Lebih Murah Dan Cepat

 

Qatar memang sedang berubah dari negara yang hanya mengandalkan kekayaan alam minyak dan gas menjadi negara yang sangat ramah terhadap wisatawan. Free Visa diberlakukan untuk banyak negara dengan tujuan mendongkrak sektor pariwisata. Apalagi, tahun 2022 nanti Qatar akan menjadi tuan rumah ajang sepak bola terbesar di dunia ‘2022 FIFA World Cup Qatar‘. Jauh jauh hari warganya juga perlu berlatih tersenyum dan melayani.

 

Keluar Dari Airport

 

Sewa mobil juga sangat mudah di Hamad International Airport, Doha Qatar. Petunjuk ke counter sewa mobil terpampang cukup jelas. Tinggal pilih, sewa mobil dari perusahaan persewaan International atau yang lokal. Ada Europcar, Avis, Hertz, Budget dan ada juga Mustafawi, Al Muftah, Al Manar dll. Yang lokal jelas lebih murah dan lebih mudah syaratnya. Cuma dilihat Driving License doang dan dicatat tinggal di hotel mana. Driving License diphotocopy juga nggak, dilihat passport juga kagak. Pokoknya percaya 100 % customernya nggak akan menipu, membawa lari mobil atau merusak mobil. Semua data yang disampaikan customer langsung dipercaya bulat bulat kebenarannya.
Saat Masuk Kota Doha
Setelah jalan jalan keliling Qatar saya beru tahu ternyata negaranya kecil sekali, jauh lebih kecil dibanding Kuwait. Luas area Qatar hanya 11,581 SqKm sedangkan Kuwait yang saya anggap kecil saja 17,818 SqKm. Penduduk Qatar juga separuh penduduk Kuwait. Hanya sekitar 2.7 Juta sedangkan Kuwait penduduknya sudah mencapai 4.5 Juta.
Kota Doha Dengan Pemandangan Laut Di Kanan
Mirip Arabian Gulf Road Kuwait
Penduduk asli Qatar (Qatari) hanya 11.2 % dari total penduduk yang 2.7 Juta. Jadi masuk akal sewa mobil di Qatar nggak perlu dicatat macam macam. Ibaratnya mobil dibawa lari keluar Qatar juga nggak akan bisa karena Qatar merupakan pulau kecil di Arabian Gulf, semua wilayahnya dikelilingi laut.  Sepertinya nyari kriminal diantara 2,7 Juta penduduk juga nggak akan sulit di Qatar.

 

Sepanjang Pantai Sarana Publik Buat Jogging
Mirip Kuwait
Mobil di Qatar sama dengan di negara Timur Tengah yang lain. Setirnya disebelah kiri, Versnellingnya semua automatic. Sudah nggak jamannya lagi ada mobil dengan versnelling manual di Qatar. Awas, kelakuan berlalu lintas sopir di Qatar beda dengan bangsa lain. Disamping suka ngebut juga suka nylonong dari jalur cepat sebelah kiri langsung belok kanan ke ‘ramp’. Kejadian disundul dari belakang sangat sering terjadi di lampu merah karena orang orang Arab dari negara sekitar terbiasa nyopir sambil main whatsapp.

 

Jalan Lebar Dengan Pemandangan Laut Di Sebelah Kanan
Jalan Macet Juga Ada
Bus Pariwisata Hop On Hop Off Double Decker
Banyak Turis Di Qatar
Turis Bingung Juga Banyak Di Qatar
Pemandangan Sepanjang Jalan
Banyak Turis Photo Photoan Disini
Baca Juga :