Punahnya Sebuah Nama


Kuwait City
Modernisasi Dimana Mana

Soal nama wanita,  boleh dikatakan bahwa saat ini sudah tidak terdengar lagi ada orang Indonesia yang mempunyai nama asli Indonesia. Para orang tua secara tidak sadar memberi nama bayinya dengan nama nama asing dengan berbagai macam alasan. Yang namanya terlanjur ‘ndeso‘ pun rame rame ganti nama biar populer dan lebih komersial meskipun hidungnya tetap saja pesek. Vanessa Angel, Via Vallen, Nagita Slavina, Cynthia Bella dan lain lain adalah beberapa contoh wanita yang kurang PD dengan nama tradisional Indonesia. Coba perhatikan sekitar anda, ada nggak teman anda yang bernama Sri, Maryati atau nama nama khas Indonesia lainnya ?

Mahasiswa Dan Mahasiswiku
Konsultasi Dan Bimbingan Tugas Akhir
Orang tua di Indonesia banyak juga yang saat ini getol memberi nama anaknya ‘keArab Araban‘. Katanya ‘Nama Arab’ bisa membawa berkah. Kelak si bayi akan tumbuh dewasa menjadi orang yang sholeh atau sholehah seperti orang Arab.  Heran saya, apa bener semua orang Arab sholeh dan sholehah. Yang saya ketahui nama itu tidak ada sangkut pautnya dengan perangai, tingkah laku, watak dan kesholehan seseorang.
Mahasiswiku Dari Kuwait University
Aminah, Aisyah, Fatimah, Halimah, Hamidah, Khadijah itu dipercaya oleh kebanyakan orang Indonesia sebagai nama wanita khas Arab. Padahal di Arab nggak ada sama sekali nama yang berakhiran dengan huruf ‘H’. Kebanyakan nama wanita Arab berakhiran dengan huruf ‘A‘. Contohnya : Ameena. Aisha, Fateema, Halima, Hamida, Khadija dan lain lain. Tapi nama nama populer di Indonesia ini sudah berangsur angsur ditinggalkan juga, banyak sekali remaja, pelajar dan mahasiswi di Kuwait yang namanya sangat western sekali.
Mahasiswiku
Namanya Berakhiran Huruf  ‘A’ Semua
Saya nggak tahu kenapa saat ini pelajar, mahasiswi di Arab, khususnya Kuwait namanya sangat western sekali. Yang saya ketahui remaja, pelajar dan mahasiswi kebanyakan namanya berakhiran dengan huruf ‘A’ semua. Ada yang bernama Lina, Dina dan Lulu, tapi kalau saya suruh absen namanya ternyata tertulis Laena,  Deena dan Lulwa. Mungkin biar kelihatan keren dan western, nama Deena berubah menjadi Dina, Laena minta dipanggil Lina, Lulwa panggilannya Lulu.
Senyum Bahagia Mahasiswiku
Setelah Lulus Sarjana
Nama lain yang banyak saya kenal adalah Alaa, Alia, Dana. Azra, Hessa, Maria (di Indonesia diArab Arabkan menjadi Mariam), Saara (kalau saya suruh nulis menjadi Zara), Sania, Sonia, Tara, Salma, Zahra dll. Bingung aku, kenapa orang Indonesia mengadopsi nama Arab tapi ditambahi huruf  belakang  ‘H’ (Aminah bukan Ameena). Mungkin imaji orang Indonesia itu orang Arab setiap saat mengucap ‘Bismillah‘ sehingga lidah Arab luwes mengucap ‘H’. Padahal tidak sama sekali.
Diantar Ke Airport Oleh Pelajar
Dan Mahasiswi Kuwait

Lebih bingung lagi, saat ini orang Indonesia senang sekali memberi nama Arab buat bayi bayi yang baru dilahirkannya. Padahal orang Arab sendiri lebih cenderung memberi nama dengan nama yang lebih western. Ini baru nama, soal busanapun di Timteng saat ini juga sudah tergradasi. Orang Arab berangsur angsur mengarah ke western dan orang Indonesia mengadopsi busana Arab. Boleh percaya dan boleh juga tidak.

‘Brand’ Bisnis Anak Muda Generasi Milenial Di Kuwait
Mimpinya Jauh Kedepan, Dengan Menghilangkan
Nama Tradisional Mengharap Bisa Go Global

Baca Juga :

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s