Monthly Archives: February 2019

Taman Bahagia Kuwait

Egaila Beach Kuwait
Taman Kota dimana mana hampir sama saja. Di Kuwait banyak sekali taman kota, umumnya yang selalu ramai adalah Taman Kota yang terletak disepanjang laut. Taman Kota di Kuwait agak berbeda dibanding dengan di Indonesia.  Egaila Beach pada photo photo dibawah ini adalah salah satu Taman Kota yang ada di Kuwait.
Mobil Mobilan Anak Anak
Bisa Sewa Jam Jaman
Kalau di Indonesia umumnya pinggir pantai yang menguasai adalah Pengusaha, baik pengusaha Hotel, Penginapan atau Pabrik. Lihat saja pinggiran pantai disepanjang Cilegon, Serang sampai Carita. Lihat juga sepanjang pantai Danau Toba atau Benoa, Legian, Sanur di Bali. Rasanya, masyarakat umum  susah sekali memandang lautnya di Indonesia karena tertutup hotel.
Kayaknya Seperti Sepeda Roda 3 Biasa
Tapi Roda Depan Sudah Dimodifikasi Menjadi Sepeda Listrik

 

Di Kuwait dan juga kebanyakan negara lain, sepanjang pantai adalah Fasilitas Umum. Hotel dan Penginapan boleh berdiri tapi dengan jarak  sekitar 100 meter lebih dari bibir pantai. Di Kuwait memang ada beberapa hotel yang berada di bibir pantai dan pantainya tertutup hanya untuk tamu hotel. Tapi jumlahnya tidak banyak. 

Di Kuwait Banyak Sekali Penyayang Binatang
Rumah Sakit Hewan Juga Banyak

Ijin mendirikan tempat usaha, hotel, penginapan di Kuwait tidak semudah di Indonesia. Mungkin hotel hotel di Kuwait yang sudah terlanjur berdiri di bibir pantai punya ijin ‘khusus’. Saya kurang tahu mengenai hal ini. Di Indonesia memang serba enak, penginapan sekelas Losmen Melati, Warung Pecel, Kios Rokok, Teh Botol Dan Antimo saja bisa didirikan hanya beberapa meter dari pantai cukup dengan bayar retribusi harian saja. Kurang nikmat apa lagi hidup di Indonesia.

Anjing Adalah Bagian Dari Rumah Tangga
Sebagian Besar Penduduk Kuwait

 

Tentang pengunjung Taman Kota kira kira sama nggak dengan di Indonesia ?. Jawabnya ‘SAMA’, ada kakek nenek yang sedang momong cucu, ada juga keluarga yang duduk duduk sambil bawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Yang jalan jalan sambil nuntun anjing juga banyak. 

Lagu ‘Sayur Kol’, Makan Daging Anjing’ Ngetop Di Indonesia
Orang Medan Di Kuwait Tidak Ada Yang Makan Anjing

 

‘Wah, negara Islam kok warganya nuntun anjing ?’. Pertanyaan seperti ini banyak ditanyakan orang orang di tanah air yang lagi ‘mabuk agama’. Kenyataannya, ya sehari hari memang seperti ini di Timur Tengah, khususnya Kuwait. 

Semua Pantai Untuk Fasilitas Umum
Bisa Jogging, Bersepeda Atau Sekedar Duduk Duduk
Memandang Laut

 

Pemandangan lain yang tidak kalah menarik adalah Mobil mobilan dan sepeda roda 3. Ditangan warga Kuwait mobil mobilan plastik dan sepeda roda 3  buat anak anak tersebut disulap menjadi mainan yang cukup mengasyikkan.
Roda Depan Digerakkan Dinamo Dari Battery
Bisa Ngebut Tanpa Rem
Bisa ngebut cukup kencang tanpa harus diayun lagi karena sudah dipasangi dinamo listrik dan accu kering untuk menggerakkan. Tidak ada rem sama sekali seperti aslinya mobil mobilan dan sepeda roda 3. Yang ada hanya tombol ON dan OFF. Sewanya per 15 – 20 menit, karena lebih dari itu battery/accu harus dicharge lagi. Cukup mahal KD 1 per 15 – 20 menit.
Jangan Ngira Orang Arab Cuma Ngaji Doang
Kreatifitas, Innovasi Dan Modifikasi Sepeda Roda 3
Menjadi Sepeda Listrik Juga Bisa.

 

Ini Taman Kota Tempat Warga
Berolah Raga Dan Momong Cucu

 

Sewanya KD 1 per 15 menit
Punya 10 Saja Berarti Pemasukan Sekitar Rp 450,000 per 15 Menit

 

Orang Kuwait Juga Sayang Anak Dan Cucu

 

Transaksi Tawar Menawar
Orang Kuwait Juga Banyak Yang Pinter Usaha Dan Dagang

 

Sayang Anak
Bahagia Itu Sederhana Dan Murah

 

Pulang Ah, Sudah Hampir Maghrib

 

 

Punahnya Sebuah Nama

Kuwait City
Modernisasi Dimana Mana

Soal nama wanita,  boleh dikatakan bahwa saat ini sudah tidak terdengar lagi ada orang Indonesia yang mempunyai nama asli Indonesia. Para orang tua secara tidak sadar memberi nama bayinya dengan nama nama asing dengan berbagai macam alasan. Yang namanya terlanjur ‘ndeso‘ pun rame rame ganti nama biar populer dan lebih komersial meskipun hidungnya tetap saja pesek. Vanessa Angel, Via Vallen, Nagita Slavina, Cynthia Bella dan lain lain adalah beberapa contoh wanita yang kurang PD dengan nama tradisional Indonesia. Coba perhatikan sekitar anda, ada nggak teman anda yang bernama Sri, Maryati atau nama nama khas Indonesia lainnya ?

Mahasiswa Dan Mahasiswiku
Konsultasi Dan Bimbingan Tugas Akhir
Orang tua di Indonesia banyak juga yang saat ini getol memberi nama anaknya ‘keArab Araban‘. Katanya ‘Nama Arab’ bisa membawa berkah. Kelak si bayi akan tumbuh dewasa menjadi orang yang sholeh atau sholehah seperti orang Arab.  Heran saya, apa bener semua orang Arab sholeh dan sholehah. Yang saya ketahui nama itu tidak ada sangkut pautnya dengan perangai, tingkah laku, watak dan kesholehan seseorang.
Mahasiswiku Dari Kuwait University
Aminah, Aisyah, Fatimah, Halimah, Hamidah, Khadijah itu dipercaya oleh kebanyakan orang Indonesia sebagai nama wanita khas Arab. Padahal di Arab nggak ada sama sekali nama yang berakhiran dengan huruf ‘H’. Kebanyakan nama wanita Arab berakhiran dengan huruf ‘A‘. Contohnya : Ameena. Aisha, Fateema, Halima, Hamida, Khadija dan lain lain. Tapi nama nama populer di Indonesia ini sudah berangsur angsur ditinggalkan juga, banyak sekali remaja, pelajar dan mahasiswi di Kuwait yang namanya sangat western sekali.
Mahasiswiku
Namanya Berakhiran Huruf  ‘A’ Semua
Saya nggak tahu kenapa saat ini pelajar, mahasiswi di Arab, khususnya Kuwait namanya sangat western sekali. Yang saya ketahui remaja, pelajar dan mahasiswi kebanyakan namanya berakhiran dengan huruf ‘A’ semua. Ada yang bernama Lina, Dina dan Lulu, tapi kalau saya suruh absen namanya ternyata tertulis Laena,  Deena dan Lulwa. Mungkin biar kelihatan keren dan western, nama Deena berubah menjadi Dina, Laena minta dipanggil Lina, Lulwa panggilannya Lulu.
Senyum Bahagia Mahasiswiku
Setelah Lulus Sarjana
Nama lain yang banyak saya kenal adalah Alaa, Alia, Dana. Azra, Hessa, Maria (di Indonesia diArab Arabkan menjadi Mariam), Saara (kalau saya suruh nulis menjadi Zara), Sania, Sonia, Tara, Salma, Zahra dll. Bingung aku, kenapa orang Indonesia mengadopsi nama Arab tapi ditambahi huruf  belakang  ‘H’ (Aminah bukan Ameena). Mungkin imaji orang Indonesia itu orang Arab setiap saat mengucap ‘Bismillah‘ sehingga lidah Arab luwes mengucap ‘H’. Padahal tidak sama sekali.
Diantar Ke Airport Oleh Pelajar
Dan Mahasiswi Kuwait

Lebih bingung lagi, saat ini orang Indonesia senang sekali memberi nama Arab buat bayi bayi yang baru dilahirkannya. Padahal orang Arab sendiri lebih cenderung memberi nama dengan nama yang lebih western. Ini baru nama, soal busanapun di Timteng saat ini juga sudah tergradasi. Orang Arab berangsur angsur mengarah ke western dan orang Indonesia mengadopsi busana Arab. Boleh percaya dan boleh juga tidak.

‘Brand’ Bisnis Anak Muda Generasi Milenial Di Kuwait
Mimpinya Jauh Kedepan, Dengan Menghilangkan
Nama Tradisional Mengharap Bisa Go Global

Baca Juga :

 

Moko, Lagi Ngetrend Di Kuwait

Pebisnis Baru Kuwait
Jualan Burger Di Taman Kota

 

Hari ini baru saja memasuki bulan February, artinya masih musim dingin di Kuwait. Seperti biasa, saat musim dingin suasana kota terasa begitu hidup dan semarak. Berbagai macam acara selalu diadakan saat musim dingin contohnya Marathon, Balap Sepeda di gurun / jalan raya, Balapan Onta, Pameran Mobil dan Pameran Budaya / Bazaar dari berbagai macam negara. Apalagi, tanggal 25 dan 26 February nanti adalah Independence & Liberation Day Of Kuwait. Semakin ramai dan semaraklah hiruk pikuk warga menyaksikan berbagai macam acara di segala penjuru Kuwait.
Menggoreng, Memasak, Memanaskan Air
Semua Dilakukan Didalam Mobil

 

Tapi ada yang berbeda dibanding dengan tahun tahun sebelumnya. Tahun ini banyak sekali bermunculan Moko (Mobil Toko) yang parkir diberbagai tempat, terutama di taman taman publik. Saat awal musim dingin bulan November tahun lalu  hanya terlihat satu, dua atau tiga Moko saja di sepanjang pantai Salmiya, Rumaithiya, Egaila, Mahboula, Mangaf sampai Fahaheel. Itupun hanya jual Kopi karena memang 1-2 tahun terakhir ini Kuwait lagi demam Kopi. Puluhan Coffee Shop & Cafe banyak bermunculan dimana mana.

 

Warung Serba Ada
Di Egaila Beach Kuwait

 

Hanya sekitar 4 bulan saja, jumlah Moko semakin banyak. Yang dijualpun mulai bermacam macam dan sangat bervariasi. Tidak ada satupun yang saya temukan menjual makanan asli Arab. Kayaknya, lidah orang Arab sudah pada berubah semua menjadi Western / Amerika. Yang dijual semua makanan fast food semacam Burger, Hot Dog, Crepes, French Fries, Pop Corn dan lain lain.

 

Bawa Diesel Untuk Menyalakan Kompor
Dan Penerangan

 

Peminatnya banyak, mulai dari anak anak sampai dewasa pada ngantri semua. Karena masih merupakan ‘Barang Baru‘ maka parkir Moko tersebut banyak yang ngawur sesukanya sendiri. Tempat parkir untuk 3 – 4 mobil ditempati sendiri oleh Moko dengan cara parkir melintang sejajar dengan trotoar. Semakin malam pengunjung taman publik semakin banyak tetapi tidak ada tempat lagi untuk parkir.
Masih Sore Belum Ada Yang Marah Marah
Jatah Parkir 3 Mobil Dipakai Sendiri Untuk Jualan
Beberapa orang saya perhatikan ada yang mulai jengkel dan berusaha mengusir pemilik Moko yang parkir mobil melintang menghabiskan jatah 3 – 4 mobil. Tapi, pembeli yang jauh lebih banyak sepertinya tidak mau moko moko tersebut dijauhkan dari taman.
Ini Moko Pertama Yang Saya Lihat Di Pantai
Mahboula, Jualan Kopi Saja
Kalau Masih Sore Area Parkir Masih Sepi
Tapi Setelah Maghrib Susah Cari Parkir
Hmmm Baunya Enak Juga
Harga Juga Murah, Harga Kaki Lima
Taman Kota Egaila Beach
Banyak Aktifitas Warga Saat Musim Dingin

 

Mahboula Beach
Orang Kuwait Senang Nonton Laut Dari Mobil

Baca Juga :