Monthly Archives: October 2018

Brengos, Cambang Dan Jenggot Rajasthan

Aku Turis Jalan Jalan Ke Rajasthan
Itu Kumis Atau Hutan
Rajasthan, India terkenal dengan bangunan bangunan indah seperti candi candi, benteng pertahanan kuno, binatang langka harimau dan juga budayanya. Tapi yang secara kasat mata terlihat dimana mana adalah Kumis, Cambang dan Jenggot penduduknya. Hampir semua penduduk lokal laki laki asli Rajasthan memeliharai Kumis, Cambang dan Jenggot yang sangat tebal dan lebat.

 

Ulat Bulu Diatas Trailer
Itu Bulu Bikin Ngiler
Di kota Jaisalmer, setiap tahun sekali diadakan lomba panjang panjangan kumis dan keindahan kumis, cambang dan jenggot. Namamya Jaisalmer Desert Festival. Acara Festival meriah ini selalu diadakan pada bulan Hindu Magh (February), tiga hari berturut turut dimulai tiga hari sebelum bulan purnama. Lomba dan kemeriahan perayaan sebagian besar diadakan di tengah gurun dengan pemandangan bukit bukit pasir yang eksotis dan indah bernama Gurun Thar, kira kira sekitar 42 Km dari kota Jaisalmer.
Dari Surabaya Menuju Jombang
Boleh bang, kumis aku pegang
Tidak semua orang paham mengenai sejarah kenapa setiap tahun diadakan Jaisalmer Desert Festival, termasuk orang India sendiri. Kebetulan saja saya turis, jadi ada tour guide  yang menceritakan sejarahnya. Konon dari jaman dulu sampai sekarang ada legenda yang beredar dan dipercaya oleh masyarakat. Pada jaman dulu Krisna penguasa komunitas Yadav pernah mengatakan kepada Arjuna (keluarga Pandawa) bahwa suatu saat nanti akan ada penguasa penggantinya yang akan muncul dari komunitas Yadav dan dia akan mendirikan kerajaan di Bukit Trikuta.
Aku Dan Staff Toko Cendera Mata
Pada tahun 1196, prediksi dari Krisna menjadi kenyataan ketika Rawal Jaiswal keturunan Klan Yadav mendirikan kerajaan di Jaisalmer. Mulai saat itulah Festival Gurun di Jaisalmer diadakan setiap tahun sampai saat ini untuk merayakan ramalan Krisna yang menjadi kenyataan dan berdirinya kerajaan tersebut.
Aku Dan Cheff Hotel
Prosesi festival dimulai pagi hari dari Jaisalmer Fort menuju Shahid Poonam Singh Stadium. Pakaian daerah dengan warna warni cerah membuat semarak gurun menjadi penuh dengan semangat dan kegembiraan. Penduduk merayakan kegembiraan dengan menyanyi, ada juga Fire Dance yang menjadi warna festival ini. Kalabaz / Nats adalah sekelompok penduduk nomaden gurun  juga tampil dengan aksi populernya akrobat dan gymnastic. Bhopa’s Langas dan Manganiars juga tidak pernah ketinggalan untuk tampil dengan musik musik khasnya

 

Aku Dan Bell Boy Yang Jaga
Pintu MAsuk Hotel
Tidak cuma itu saja, Balapan Onta dan olahraga Polo dengan menunggang Onta juga ada. Akrobat diatas punggung Onta, Lomba Joget Onta, Tarik Tambang, Lomba memakai Thurban, Maru Shri (Abang Dan None Gurun) dan lapak lapak Kuliner juga ada. Kira kira seperti kemeriahan acara lomba dan karnaval 17 Agustusan di desa desa di Indonesia. Puncak acaranya adalah lomba Kumis dan acara ditutup saat Poornima (Bulan Purnama Penuh).
Aku Dan Security Yang Jaga Di
Parkiran Hotel
Karena jaman sudah semakin modern maka saat ini penutupan dibuat sangat modern untuk ukuran kota Jaisalmer, yaitu lampu sorot Soklee yang diarahkan keseluruh penjuru kota dengan latar belakang Jaisalmar Fort. Yah kira kira seperti Lampu Sorot Soklee dengan latar belakang Borobudur atau Prambanan gitu lho kalau di tanah air. Tapi, sayang sekali saya datang saat Festival sudah selesai, cuma dengar ceritanya dari tour guide dan staff hotel saja.  Jadi photo photo yang bisa saya tampilkan disini hanya photo dengan Security, Bell Boy, Cheff dan Staff Hotel saja.
Aku Dan Penjaga Boat Hotel

Baca Juga :

 

Advertisements

Sekolah Gajah Pinnawala Srilanka

Gajah Srilanka Di Sungai Ma Oya
Pinnawala, Kagalle
Saya sekeluarga pernah tinggal 15 tahun disekitar gajah gajah Sumatra. Tepatnya  tinggal dan bekerja di lokasi yang berjarak hanya beberapa kilometer saja dari Sekolah Gajah Tahura di Minas, Riau. Berkali kali pula saya harus pindah tugas ke lokasi lain yang juga berjarak hanya beberapa kilometer saja dari Sekolah Gajah Sebanga Duri, Riau. Saya sampai hapal, jalur jalur lintasan gajah disekitar tempat tinggal saya. Jangan sekali kali parkir mobil atau menghalangi jalur lintasan gajah ini, bisa ngamuk dan merusak apapun kalau jalur lintasannya terhalang.
Sungai Maha Oya Tempat Hidup
Gajah Gajah Srilanka
Karena saking seringnya saya berinteraksi dengan Gajah waktu masih tinggal di Riau, maka secara tidak langsung membentuk diri menjadi orang yang selalu merindukan suara maupun tingkah polah gajah di alamnya. Sampran Elephant Park di Thailand pernah saya kunjungi, David Sheldrick Wild Trust di Nairobi Kenya juga tidak luput dari pengamatan saya seperti pernah saya tulis dalam blog ini juga Sekolah Gajah David Sheldrick Nairobi Kenya. Nah, sekarang saya ajak anda untuk melihat gajah gajah Srilanka.
Pintu Masuk Menuju Sungai Maha Oya
Tempat Gajah Gajah Mandi Bersama
Lokasi gajah gajah Srilanka ini ada di desa kecil bernama Pinnawala, sekitar 90 Km dari ibukota Colombo.  Kota agak besar terdekat bernama Kagalle. Jadi dari Colombo carilah angkutan umum menuju Kagalle dulu. Kalau yang anda cari jurusan Colombo – Pinnawala, nggak bakalan bisa ketemu, paling anda disuruh charter mobil sendiri untuk kesana. Pinnawala itu ndeso pelosok yang masih perlu perjalanan sekitar 13 Km dari Kagalle. Anda bisa naik ojek motor dari Kagalle atau sewa mobil semi offroad.
Gajahnya Berwarna Coklat Dan Bersih
Bahasa Kita Sawo Matang Bersih Dan Mulus
Gajah Srilanka ini ternyata berbeda sekali dengan gajah Sumatra atau gajah Afrika.  Gajah Sumatra suka jalan jalan jauh sekali melalui jalan lintasan yang tetap,. Gajah Afrika suka putar putar disemak semak yang menjadi wilayahnya, kira kira seperti patroli wilayah. Kalau gajah Srilanka sukanya mandi ‘Telanjang‘ bersama dengan kawan kawannya. Pagi, siang sampai sore kerjaannya cuma bersenda gurau sambil siram siraman air di sungai Maha Oya.
Mandi Bersama Sepanjang Hari
Keluar dari air hanya untuk makan saja. Jarang terlihat gajah gajah Srilanka tersebut jalan jalan terlalu jauh dari pinggir sungai. Karena disepanjang sungai banyak sekali pohon kelapa, maka sering kali gajah gajah tersebut menggoyang goyang pohon kelapa dengan badannya. Begitu ‘Bug’ ada buah kelapa yang jatuh langsung berebut untuk dimakan setelah diinjak dulu.
Pengunjung Hanya Boleh Melihat Dari Pinggir Sungai

Ada juga gajah yang sudah sangat jinak dan bisa dinaiki. Gajah jinak ini disewakan buat para turis dengan tarif tertentu per jam. Route perjalanannya menjauhi sungai Maha Oya dan lewat jalan jalan desa, bahkan keluar masuk hutan. Terkadang harus nyeberang sungai kecil. Satu ekor gajah bisa dinaiki dua orang dewasa dan pawangnya akan jalan kaki mengikuti dari belakang.

Lihat Warna Kulitnya
Bersih Dan Mulus Karena Hobby Mandi

Saya agak curiga, kenapa gajah yang bisa dinaiki dan disewakan ini warna kulitnya hitam dan ukurannya lebih besar. Sangat berbeda dibanding dengan gajah gajah yang sehari hari mandi telanjang bulat di Sungai Maha Oya. Kulitnya juga berdebu, mirip dengan gajah Sumatra yang lebih suka mandi debu dibanding air.

Ini Gajah Jinak Yang Disewakan
Warna Kulitnya Lebih Hitam

Ahhhh, jangan jangan, gajah gajah hitam berdebu yang saya naiki ini adalah ‘Dosen‘ atau Expatriate Gajah Pengajar yang di’recruit‘ khusus dari Indonesia. Jangan jangan gajah jinak ini lulusan dari Sekolah Gajah di Tahura Minas atau Sebanga Duri, Riau. Terlihat sekali gajah hitam ini takut air dan beda dengan yang lainnya. Gajah hitam ini harus dicambuk dulu untuk menyeberang sungai kecil.

Karena Gajah Ini Warnanya Hitam
Saya Curiga Gajah Ini Adalah Dosen Pengajar
Dari Sumatra / Thailand
Warna Kulitnya Hitam Dan Lebih Tinggi
Pasti Ini Expatriate Gajah Dari Sumatra / Thailand
Yakin Saya, Gajah Ini Adalah Dosen Pengajar
Yang Ngobyek Ngojek Di Srilanka
Gimana Guys
Kenapa Gajah Tunggangan Di Pinnawala Warnanya Beda



Baca Juga :