Monthly Archives: September 2018

Semalam Di Amboseli National Park Kenya

Embraer Emprit Di Nairobi Siap Terbang
Menuju Amboseli
Seumur umur, baru pertama kali ini saya naik pesawat kecil jenis emprit, bernama Embraer buatan Brazil dengan kapasitas penumpang sekitar 15an orang saja. Pesawat ini digunakan khusus untuk membawa tamu Hotel Amboseli Serena dari Nairobi. Lokasi Amboseli Serena Hotel ini ditengah taman margasatwa Amboseli National Park, Kenya, sekitar 450 Km atau 3.5 jam perjalanan darat dari Nairobi.
Ini Airport Ditengah Padang Sabana
Amboseli National Park
Pesawat Embraer yang membawa saya dari Nairobi terbangnya sangat rendah sekali. Sepanjang perjalanan bikin deg degan terus karena mesin pesawat bisa tiba tiba menderu kencang sendiri saat melawan angin. Kadang kadang terasa pesawat jalannya maju tapi agak menyerong seperti belok arah sendiri mengikuti arah angin. Kadang kadang terasa seperti lewat jalan bergelombang atau bahkan anjlok cukup kuat. Untung penerbangan hanya sekitar 45 menit saja.
Jalan Dari Bandara Amboseli Menuju Hotel
Kiri Kanan Banyak Binatang Liar

 

Yang lebih mendebarkan adalah saat mendarat di Amboseli National Park Airport. Pesawat harus terbang rendah dulu diatas landasan beberapa kali. Saya kira pesawat gagal mendarat dan terbang lagi, eh ternyata tujuannya supaya pilot bisa menangkap signal radio handy talky dari karyawan hotel yang sudah menunggu dibawah. Pesawat sengaja terbang rendah diatas landasan untuk bisa menangkap frekwensi Handy Talkie atau Handphone  dibawah.
Petunjuk Arah Menuju Amboseli Serena Hotel

‘OK, silahkan mendarat mas Pilot, Gajah, zebra dan binatang lain yang tidur di landasan sudah saya usir semua‘.  
 
Jadi, sambil memastikan sendiri landasan aman, si Pilot juga ingin mendengar karyawan hotel sudah mempersilahkan untuk mendarat melalui handy talkie atau handphone.  Maklum, di bandara mini ini tidak ada pagar, tidak ada Control Tower untuk memandu pilot  dan juga tidak ada gedung ruang tunggu penumpang.  Semua harus dilakukan sendiri oleh pilot dan karyawan hotel dibawah, termasuk menakut nakuti binatang dengan suara mesin pesawat apabila ada binatang yang terlalu dekat dengan landasan.
Cottage Kamar Saya  Di Amboseli Serena Hotel
Begitu pesawat sudah berhasil mendarat dengan selamat, terlihat ada sekitar 10 mobil  Range Rover dengan sopir berseragam hotel. Sambutan cukup baik, selain senyum ada juga ‘welcome drink‘ yang cukup aneh rasanya di mulut berupa rumput dicampur es. Pingin nambah lagi juga bisa, minuman dingin yang sama akan segera dituangkan langsung dari termos yang dibawa dari hotel. Susah membayangkan kalau nggak ada yang menjemput dari hotel. Bisa jadi ‘bancakan‘ binatang buas saya di bandara terbuka tanpa gedung seperti ini.
Pintu Masuk Amboseli Serena Hotel
Perjalanan dari bandara kecil Amboseli ini menuju hotel masih perlu waktu 15 menit melalui jalan tanah dengan kiri kanan  masih banyak binatang liar dan buas. Sesekali terlihat berbagai macam binatang liar disepanjang perjalanan menuju hotel. Saat check ini dan mulai masuk area hotel, perasaan saya masih begitu senang, gembira dan ceria menikmati fasilitas hotel dan suasana baru yang lain daripada yang lain. Putar putar di area hotel terasa begitu tenang dan nyaman.
Pintu Gerbang Masuk Amboseli Serena Hotel
Tapi, malam hari suasana terasa sangat mencekam dan susah sekali memejamkan mata. Berbagai macam suara binatang terdengar sangat dekat sekali dari kamar. Rasanya berbagai macam binatang berada dibawah jendela kamar hotel. Yang paling sering terdengar adalah suara gedebak gedebuk rombongan binatang sedang berlari. Suara auman singa, cheetah, leopard, hyeena, serigala sesekali terdengar sangat jelas di kejauhan. Suara binatang sedang menggeram berkelahi juga terasa sangat dekat sekali.

Meskipun Terpencil Ternyata Hotelnya
Fully Booked

Baru pertama kali ini saya menginap di hotel, bayar sangat mahal  tapi nggak bisa kemana mana. Sepanjang malam saya, suami dan anak anak hanya dikamar saja.

Instruksi saya tegas, ‘Tidak boleh ada satupun yang keluar kamar !!!!‘. Emak berkuasa penuh.

Halaah, itu mah suara tape dari speaker di halaman hotel

‘Nggak boleh mbantah, hayo tidur semua, jangan keluar’

Bener, anak dan bapak semua bisa tidur nyenyak. Tinggal saya sendiri yang nggak bisa tidur semalaman.
Pemeriksaan Surat Surat Untuk Masuk
Amboseli Serena Hotel
Yang paling parah saat ada serombongan gajah melintas. Salah satu gajah perutnya gatal gatal dan digaruk garukkan ke pagar kawat dan pohon. Suara rombongan gajah ini berisik sekali tapi untungnya kegaduhan terjadi saat pagi hari. Banyak tamu hotel yang sudah bangun dan mau sarapan di restaurant ikut menyaksikan kegaduhan para gajah. Yang menarik, staff hotelnya bisa mengusir gajah liar tersebut dengan mudah. Mereka dari suku Maasai yang sehari hari hidup di alam, jadi ada binatang apapun bikin gaduh malah didekati dan jadi tontonan para tamu hotel.
Sudah Nyampai Didepan Lobby
Amboseli Serena Hotel

Akhirnya setelah selesai ber’safari’ seharian, saya putuskan pulang ke Nairobi lewat jalan darat. Cukup semalam saja nggak bisa tidur nyenyak di hotel ini. Dan juga, cukup sekali saja naik pesawat turun di bandara tanpa petugas control udara. Tapi sayangnya dalam perjalanan darat ke Nairobi saya lebih banyak tidur. Ngantuk sekali saya.

 

Jembatan Menuju Ke Kamar Hotel
Sarapan Pagi Di Restaurant Hotel
Kalau Malam Terdengar Suara Singa
Dan Binatang Lain
Hiasannya Gambar Binatang Semua
Lobby Amboseli Serena Hotel
Patung Singa, Gajah, Jerapah Semua Ada
Staff Hotel Dari Suku Masaai

 

 

Naik Kereta Korengan Di Isle Of Wight Inggris

Saya Hanya Bisa Tertawa Terkekeh Kekeh
Naik Kereta Karatan Jaman Sherlock Holmes Di UK

 

Baru beberapa bulan lalu saya pulang ke Indonesia dan mencoba transportasi umum, khususnya kereta api di Indonesia. Luar biasa,  Stasiun kereta api Tugu Yogyakarta, Gubeng Surabaya dan Tawang Semarang sudah jauh berbeda dibanding saat saya masih tinggal di Indonesia sepuluh tahunan yang lalu. Bersih, pelayanan profesional, keselamatan penumpang sangat bagus dan tidak ada lagi penjual pecel dan gorengan yang berada di area stasiun. Semua kereta api di Indonesia telah berubah jadi dingin dan berAC dalam waktu kurang dari 10 tahun.
Penumpang Kereta Api Duduknya Membelakangi Jendela
Kusen Jendela Dari Kayu
Calo jelas tidak ada lagi, ngantri berdiri beli tiket sudah tentu tidak ada lagi, beli tiket bisa online. Di Stasiun Tugu Yogya malah saya bisa masuk ke Executive Lounge yang tidak pernah saya jumpai di Stasiun Kereta Api di negara manapun yang pernah saya kunjungi. Mungkin anda tidak percaya apa yang saya katakan, mari kita bandingkan saja dengan kereta luar negeri. Saya ajak anda jalan jalan naik kereta api di Inggris.
Kereta Api Jaman Sherlock Holmes
Penumpangnya Ceria Ingat Agatha Christie
Kereta Api Inggris ini sepertinya peninggalan Sherlock Holmes atau Agatha Christie. Kalau anda pernah menyaksikan film detektif kuno ‘Murder On The Orient Express‘, nah seperti itulah bentuk kereta api di Inggris ini, tepatnya di Isle Of Wight. Tidak ada AC sama sekali di kereta, tapi udara sangat sejuk didalam karena pintu nggak bisa ditutup. Kereta api ini menghubungkan beberapa stasiun  Ryde Pier Head, Ryde Esplanade, Ryde St John, Small Brook, Brading, Sandown, Lake dan terakhir Shanklin.

 

Kondektur Marah Saat Dikritik
Keretanya Butut
Goyangnya sungguh luar biasa aduhai, kalau lokomotifnya goyang kekanan, ekornya goyang kekiri. Assooy……., Kusen jendela terbuat dari kayu mirip kusen di rumah rumah Perumnas di tanah air. Lantainya dilapisi triplek tebal. Atap kereta bagian luar terlihat korengan penuh karat tapi bagian dalam masih terlihat sangat bagus. Mungkin dempulnya sangat tebal sekali sebelum dicat putih.
Atap Kereta Korengan Penuh Karat
Hati Hati Tergores Bisa Tetanus
Kondektur kereta butut di Isle Of Wight ini sangat pemarah sekali, mungkin karena tiap hari kereta bututnya dikritik penumpang terus menerus. Semua penumpang kayaknya sudah paham dengan karakter pak kondektur yang pemarah tersebut. Kebanyakan penumpang hanya senyam senyum dan tertawa saja saat ada penumpang complain lalu dimarahi pak kondektur galak tersebut. Sepertinya semua penumpang takut diturunkan ditengah jalan.

 

Ini Bukan Bangkai Kereta
Masih Beroperasi Di Isle Of Wight

 

Anak saya sempat kena marah juga dan ditertawain penumpang lain :
‘Ada asuransi nggak kalau penumpang tergores dan terkena tetanus ?’.
Ini sebenarnya pertanyaan umum penumpang yang khawatir akan terluka, tergores besi karatan didalam gerbong kereta. Tapi pak kondektur dengan lihai menjawab segala macam keluhan penumpang,
‘Saya naik kereta ini sejak kanak kanak’, 
‘Keretanya seperti sekarang ini karena tertular tetanus dari saya’
Banyak Penumpang Yang Ragu Dan Bertanya
Apa Benar Kereta Ini Safe Dan Bisa Jalan

 

Semakin Korengan Tampaknya
Membuat Turis Semakin Tertarik Untuk Mencoba

 

Selamat Jalan Jaga Kulit Anda
Agar Terhindar Dari Tetanus

 

Suasana Bagian Dalam Gerbong
Keretanya Sherlock Holmes

 

Meskipun Butut Dan Korengan
Tapi Naik Juga Karena Nggak Ada Transportasi Lain

 

Ryde Esplanade Train Station
Ada Kios Kelontong Jual Kebutuhan Sehari Hari Di Stasiun

 

Shanklin Station
Stasiunnya Kecil Dan Sepi
Ini Executive Lounge Stasiun Tugu
Di Yogyakarta

 

Executive Lounge Di Stasiun Kereta Api Itu Hanya
Ada Di Indonesia

 

Executive Lounge Anggrek Di Stasiun Tugu Yogya
Stasiun KA Dimanapun Di Dunia Lewaaaat

 

Kereta Api Di Indonesia Kinclong Kinclong

Baca Juga :