Monthly Archives: July 2018

Bikini Nenek Nenek Di Isle Of Wight UK

Penumpang Dek Atas Ferry Penyeberangan
Ke Isle Of Wight

 

Saya baru saja turun dari kereta api di Stasiun Portsmouth Harbour, UK. Stasiun ini masih satu area dengan Terminal Bus The Hard, jalan kaki kira kira tidak lebih dari 100 langkah saja. Saat itu saya sedang berpikir keras, pasti disekitar stasiun dan terminal bus ini ada juga pelabuhan penyeberangan kapal. Benar saja dugaan saya, masih didalam stasiun kereta api yang sama, ada pintu dan lorong ke lantai dasar dengan tulisan besar Wight Link. Luar biasa, berarti satu tempat punya tiga nama yang berbeda.
Jalan Kaki Dari Shanklin Station
Menuju Pantai

 

Orang Inggris memang hebat dalam hal Marketing Pariwisata. Semua titik diberi nama. Masih dalam area yang sama, semua pintu diberi nama. Setiap nama dibuatkan brosur pariwisata yang bagus dan menarik. Akhirnya saya tertipu juga dan tertarik membaca brosur dengan judul Wight Link, Isle Of Wight dan brosur lain yang banyak dipajang diberbagai tempat di Stasiun dan Terminal Bus ini. Lebih kepincut lagi setelah baca brosur brosur tentang pantai pantai indah di Isle Of Wight seperti brosur dengan judul Appley Beach, Steve’s Beach, Steephill Cove Beach dll. Langsung beli tiket Ferry penyeberangan ke Isle Of Wight saat itu juga.
 
Tiga Sahabat Satu Perjalanan Ferry
Menuju Ke Isle Of Wight
Baca brosur pantai pantai indah di Isle Of Wight yg penuh gambar gadis muda berbikini dan pemuda atletis langsung membuat saya ngiler. Segera terbayang bayang tokoh tokoh film Baywatch yang ganteng dan cantik cantik. Bayangan dikepala saya, begitu mendarat di pelabuhan nanti saya akan bisa menyaksikan pria pria ganteng dengan dada bidang, atletis, otot kencang dan perut six pack. Cewek cewek cantik dan sexy berbikini juga akan saya saksikan mondar mandir di pantai dan tiduran dipantai. Ohoyyyy luar biasa.
Penghuni Isle Of Wight Semua Peninggalan Jaman Victoria
Tua Tua Dan Dulu Pernah Sexy Dan Bahenol

 

Ternyata apa yang saya lihat, baca dan bayangkan dari brosur berbeda sama sekali.  Isle Of Wight memang benar adalah pulau wisata terkenal sejak jaman Victoria dan hanya ramai saat musim panas May – September saja. Tapi penduduknya juga ‘peninggalan’ jaman Victoria alias Manula atau Jompo. Perkiraan saya rata rata usia sekitar 70-80 tahunan. Wisatawan yang datangpun juga lebih dominan Manula. Yang mondar mandir pakai bikini di pantai dan berjemur dipantai semuanya juga Manula. Bubar semua rencana mau jeprat jepret photo dipantai. Bubar juga rencana mau selfie dengan bule six pack dan gadis sexy berbikini. Ticket Ferry yang saya beli cukup mahal serasa sia sia.
Jangan Tanya Umur
Penduduk Isle Of Wight Tidak Pernah Tua Dan Percaya Diri

 

Jadi kesimpulannya, UK itu memang beda sama sekali dengan Indonesia. Di Indonesia, kalau usia sudah masuk usia Senja sampai Manula, maka secara otomatis akan sibuk menutupi tubuh serapat mungkin dan memperbanyak dzikir. Di Isle Of Wight, para Manula masih percaya diri untuk melepas baju dan ganti bikini semua. Perut gendut dan kulit keriput bukan menjadi halangan. Tidak ada rasa takut sedikitpun diganggu ‘si mata keranjang’ saat tidur telantang menunjukkan auratnya di pantai.

Belanja Dulu Beli Sun Screen
Sebelum Berjemur Di Pantai

Lesson Learn : Anda pingin melihat cewek cantik sexy berbikini dan cowok ganteng atletis, six pack dan berotot kekar tanpa baju seperti di film Baywatch ? Nggak perlu jauh jauh anda ke Isle Of Wight UK. Adanya cuma di brosur brosur pariwisata, iklan pakaian dalam di Mall, photo photo di majalah pariwisata dan film di gedung bioskop saja.

Turis Yang Menuju Ke Isle Of Weight
Juga Tua Tua. Buyar Mimpi Indah
Pingin Ketemu Artis Baywatch

 

Di Seluruh Pulau Isinya Orang Tua
50 Tahun Lalu Mereka Cantik, Sexy Dengan Bikini

 

Perut Gendut Dan Kulit Menggelambir
Bukan Halangan Untuk Tetap Berwisata Pantai

 

Nenek Nenek Ini Umurnya
Sekitar 80 Tahun Keatas

 

Perut Gendut Begini Namanya Six Bag
Bukan Six Pack Lagi

 

Naik Bus Isinya Kakek Nenek
Tanpa Baju Dan Berbikini

 

Pemandangan Kakek Dan Nenek
Berjemur Di Pantai

 

Cukup Photo Dari Jauh Saja
Daripada Menyaksikan Kakek Dan Nenek Pakai Bikini

 

Makan Jadi Nggak Enak Setelah Menyaksikan
Pemandangan Di Pantai Isinya Kakek Dan Nenek

 

Kakek Dan Nenek Yang Sudah Ditinggal Mati Pasangannya
Banyak Juga Yang Ketemu Jodoh Di Pulau Ini

 

Baca Juga :

 

Pening Becak London

Tukang Becak Mangkal Didepan Big Ben
Parkir Di Trotoar Seenaknya

Dalam setahun saya bisa dua kali ke London mengamati tingkah polah turis dan warga London. Sebenarnya semua orang baik di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Indonesia dan dimanapun juga adalah ‘Sama Saja’. Ada yang baik, lucu, sabar, suka marah, stress, kaya, miskin, dan ada juga yang banyak omong, suka orasi dan  demo.

Acara TV BBC
Semua Pemakai Jalan Diwawancara Tanggapannya
Tentang Becak London

Dibandingkan lima tahun lalu saat saya pertama kali ke UK, jumlah tukang becak dan gelandangan di UK terasa sekali bertambah banyak. Artinya, bule ngganteng idola cewek Indonesia yang mbecak, pengangguran dan hidupnya menggelandang jumlahnya naik berlipat lipat. Saya tidak punya data pasti tapi bisa merasakan hal ini dari pemandangan yang saya lihat sehari hari diseluruh penjuru kota London.

 

Berita Di TV Hampir Setiap Hari
Banyak Pro Kontra Tentang Tukang Becak London
Pemerintah Tidak Bisa Mengatasi Pengangguran Yang Naik Terus

 

Sementara lupakan tentang gelandangan. Kita bahas becaknya saja. TV dan media cetak hampir tiap hari isinya membahas Becak London ini. Mereka menyebut dengan istilah Pedicabs tetapi karena banyak turis asing dari India, Pakistan, Singapore dll di London, maka tahu juga orang London nama asli becak tersebut adalah Ricksaw. Banyak Pro Kontra di masyarakat baik dari politisi, turis maupun sopir taxi cab) dan Uber yang merasa terganggu pendapatannya karena kehadiran becak ini. Pengguna kendaraan pribadi juga was was dengan tingkah semau gue berlalu lintas si tukang becak.
Seenaknya Sendiri Naik Ke Trotoar
Berebut Cari Penumpang Pakai Maksa Pula
Pemerintah kayaknya pening ngurusi karena High Court (Pengadilan Tinggi) pada tahun 2003 telah memutuskan bahwa Ricksaw atau becak London itu tidak bisa dimasukkan kategori Taxi berdasarkan Legal Act 1869. Nah lo, UUnya harus diubah dulu agar bisa memasukkan becak kedalam kategori Angkutan Umum yang bisa diatur cara beroperasinya agar tertib, aman dan bisa dikenai pajak.

 

Entah Kenapa Umumnya Orang Indonesia Suka
Melirik Bule Meskipun Tukang Becak
Buktikan Sendiri Di TV Entertainment Di Tanah Air

 

Dari siaran TV yang sering saya lihat, sopir taxi kayaknya yang paling banyak dirugikan dengan keberadaan bule mbecak ini. Didaerah daerah tujuan wisatawan sekitar Buckingham Palace, China Town, Covent Garden, Parlement House, Big Ben, Camden dll, taxi nggak boleh berhenti, parkir ngetem dan menaik turunkan penumpang sembarangan. Sedangkan becak dengan seenaknya naik ke trotoar, narik narik calon penumpang dan seenaknya tawar menawar tarip tanpa argometer seperti taxi (cab). Hal inilah yang dirasa tidak adil oleh sopir taxi Cab dan Uber.
Tukang Becak Yang Sudah Cukup Umur
Sedang Istirahat Di Covent Garden
Mirip dengan kejadian di Jakarta beberapa tahun lalu dimana sopir taxi resmi di Jakarta kalang kabut demo karena penghasilannya turun saat pertama kali ada Gojek, Grab dan Uber. Tampaknya lain negara lain cerita, di Jakarta Becak mau diaktifkan kembali oleh Gubernur tapi di London becak sedang dimusuhi oleh pengguna jalan lain.

Banyak Keluhan Tentang Tukang Becak
Ugal Ugalan, Malak Penumpang, Nggak Ada Ijin dll

1001 alasan sedang dicari cari untuk menyingkirkan becak. Apalagi saat ini Becak Motor sudah banyak terlihat berlalu lalang di kota London. London benar benar sangat ketinggalan jaman, Indonesia sudah puluhan tahun lalu sukses menyingkirkan becak dari jalanan dan London baru saat ini sibuk membicarakan cara mengatasi kegaduhan lalu lintas karena ulah tukang becak.

 

Ngganteng, Seandainya Dibawa Ke Indonesia
Pasti Langsung Masuk TV Entertainment

 

Ada Juga Becak Yang Full Accesories
Musiknya Saja Yang Bukan Ndangdut

 

Gagah Dan Ngganteng
Di UK, Semua Warga Dapat Tunjangan Sosial

 

Ada Penumpang Manggil
Tukang Becak Ini Dengan Santai Berhenti
Ditengah Jalan Dan Bikin Macet Jalan

 

Ini Tukang Becak Yang Saya Pilih
Ngganteng Dan Sarjana Tapi Belum Punya Kerjaan

 

Meskipun Tukang Becak Tapi Minumnya Coca Cola
Pengangguran Di UK Dapat Tunjangan Sosial
Jadi Wajar Tukang Becak Makan Minum Sandwich & Coca Cola

 

Nggak Terhitung Berapa Jumlah Cewek
Indonesia Yang Baru Tahu Suaminya Mbecak
Setelah Dibawa ke UK

 

Kereenn, Selebrities Mana Yang Nggak Kepincut Bule
Gagah Dan Ngganteng Seperti Ini

 

Turis Arab Selalu Jadi Target Dipalak Oleh
Tukang Becak London. Ada Yang Dipalak GBP 200 Untuk
Jarak Yang Tidak Terlalu Jauh

Baca Juga :

 

VOA Mabuk Kiev Zhuliany Airport

Zhulainy International Airport, Kiev Ukraina
Merupakan Bandara Kedua Ibukota Kiev
Namanya Kyiv International Airport, sering juga disebut Zhuliany International Airport. Sebelum saya datang dan melihat sendiri airport ini, bayangan saya adalah sebuah airport yang megah dan modern. Yah, Eropa gitu lho, berita berita di Indonesia kalau tentang Eropa kayaknya kok hebat hebat semua.
Terminal Keberangkatan Sangat Ramai Dan Harus
Duduk Dan Berdiri Berdesak Desakan
Tanggal 22 Mar 2018 yang lalu nama bandara ini diubah menjadi Igor Sikorsky International Airport agar lebih ‘ngrejekeni‘ atau bisa lebih membawa keberuntungan. Kemudahan eVisa dan Visa On Arrival juga diberikan kepada banyak negara termasuk Indonesia dengan tujuan untuk mendongkrak pariwisata. Kemungkinan kedatangan saya ke Ukraina melalui bandara ini termasuk ‘Orang Indonesia Pertama’ yang memakai VOA.
Terminal Keberangkatan Sangat Kecil
Kira Kira Ruwetnya Setara Bandara Adi Sucipto Yogyakarta
Sepintas, Bandara Zhuliany ini rame dan cenderung ‘kemruyuk’. Ruwetnya sangat mirip dengan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Panjang runwaynya hanya 2300 meter (Adi Sucipto 2200 meter). Jumlah penumpangnya per tahun hanya 1,851,700 (Adi Sucipto jauh lebih banyak 8,634,369 penumpang per tahun). Saya bisa memaklumi kalau Bandara Adi Sucipto sangat  tidak nyaman buat penumpang karena jumlah penumpang sangat banyak. Lha kalau Zhuliany ini penumpangnya sedikit tapi kenapa terlihat begitu ‘kemruyuk’, ruwet dan tidak tertib ?
Ada Sekitar 3 Restaurant Didalam
Terminal Keberangkatan
Jawabnya : “Embuh”, tapi saya bisa menceritakan sedikit pengalaman saya di Terminal Kedatangan. Saat saya datang beberapa minggu lalu, ada sekitar 20 penumpang yang mau mengurus Visa On Arrival di bandara. Loket VOA kosong, ternyata petugasnya sedang duduk dipojokan sendirian sambil main HP. Kalau nggak didatangi rame rame penumpang barangkali sampai kapanpun tetap diam saja duduk ditempatnya. Saat berjalan menuju loket VOA, si kakek berjalan sedikit tertatih tatih agak sempoyongan. Semua penumpang sepertinya maklum karena sudah tua.
Gate Boarding Terbuat Dari Besi
Mirip Lemari Besi Atau Lemari Dokumen Anti Maling
Si Pak Tua ini tidak menyuruh kita ngantri tetapi cuma mengumpulkan semua form yang telah kita download dan isi sebelum berangkat. Persyaratan VOA seperti bukti booking hotel, tiket pesawat pp, travel insurance semua debendel dan ditumpuk dimeja VOA tanpa diperiksa terlebih dulu. Setelah itu Si Pak Tua ini masuk ke ruangan kecil dan ngetik ke computernya hampir 30 menit. Sempat heran saya, yang diketik apa kalau semua dokumen masih berada di meja luar. Hampir satu jam berlalu, penumpang mulai resah dan antrian mulai bubar. Masing masing mencari tempat duduk sendiri sendiri.
Duty Free Juga Ada Sekitar 3 Toko Saja
Dua jam berlalu belum ada satupun yang terlayani. Kalau ditanya kenapa kok nggak segera di ‘stamp’ dan issued VOAnya padahal semua syarat lengkap ?. Jawabnya ‘Zero’ sambil lewat begitu saja. Setelah kecuat kecuit dengan penumpang lain, saya baru tahu maksudnya. Semua proses harus dimulai dari nol kembali. Form yang telah didownload dan diisi oleh penumpang di negara masing masing harus diketik ulang ke komputer satu persatu.

 

Suasana Kedatangan Masih Tertib Saat Baru Turun Pesawat
Antrian Yang Mengurus VOA Tidak Banyak
Tiga Jam baru ada penumpang dari UAE yang berhasil mendapatkan VOAnya. Itupun dia harus masuk ke ruang kerja kecilnya dan ‘diwawancara’ didalam. Saya tidak tahu sama sekali, wawancara apa yang terjadi didalam. Yang saya ketahui, begitu keluar dari dalam ruang kerjanya, penumpang UAE tersebut langsung membuka computer di meja luar sendiri dan saling photo berganti gantian. Rupanya, orang UAE tersebut diberi password untuk bisa mengambil photo sendiri. Rrruar Biasaaa…
Pak Tua Ini Satu Satunya Petugas Yang Melayani
Visa On Arrival
Kebetulan saya berempat yang paling terakhir. Total 7 Jam baru berhasil mendapatkan stempel VOA. Pesawat landing jam 1 siang, baru keluar bandara jam 08 malam. Untungnya jam 8 malam suasana masih terang benderang. Matahari benar benar tenggelam sekitar jam 10 malam. Karena saya yang paling terakhir maka saya jadi tahu apa yang terjadi saat ‘wawancara’ di ruang kerja. Beberapa penumpang Arab yang selesai paling awal ternyata ‘nyogok’ duit biar diproses lebih dulu. Itulah sebabnya mereka diberi password dan bisa saling photo menggunakan fasilitas bandara.
Harus Berdiri Ngantri Sambil
Menggerutu Karena Kerjanya Lamban
Saat VOA saya diproses, saya juga bisa mencium bau alkohol keluar dari mulut Pak Tua. Itulah sebabnya kenapa kalau jalan agak tertatih tatih dan selalu pegangan tembok atau meja. Rupanya, satu jam pertama berada di ruang kerjanya hanya umtuk recovery supaya tidak terlihat sedang mabuk. Sempat saya menduga pak tua tersebut menderita Parkinson karena ngetiknya sangat lamban, gemetar dan sebentar sebentar istirahat, berdiri, menguap ternyata sedang berjuang  keras agar tetap sadar dan bisa melayani sebaik mungkin. Perjuanganmu 7 jam melayani akan selalu aku kenang.
Pak Tua Ini Bisa Kerja Meskipun Mabuk
Rrruarrr Biasah
Nggak Ada Antrian Lagi
Siapa Yang Paling Dekat Yang Dilayani
Penumpang Arab Saling Memberi Tahu Agar
Nyogok Duit Saja Biar Cepat Di Ruang Kecil Ini
Pantas Pada Masuk Ke Dalam Dan Ngetik Sendiri
Bisa Photo Dan Ngetik Isian Form Sendiri Untuk
Melengkapi Dokumen VOA
Password Diberi Setelah Nyogok

 

Setelah 7 Jam Baru Beres Semua VOA Issued

 

Nyampai Hotel Di Downtown Kiev SudahJam 09:00 Malam.
Matahari Benar Benar Tenggelam Jam 10:00

 

Baca Juga :