Monthly Archives: March 2018

Cerita Seram Pemandian Suci Galta Ji

Galta Ji Temple Jaipur

Namanya Galta Ji Temple. Tempat ini merupakan sekumpulan bangunan tempat ibadah orang India yang terletak diantara tebing batu cadas Aravali Hill. Lokasi tepatnya di Khania Balaji, sekitar 10 Km dari kota Jaipur, Rajasthan, India. Sering juga orang menyebut dengan nama Monkey Temple (Khole Ke Hanuman Ji) karena komplek bangunan ini dihuni banyak sekali monyet yang dikeramatkan. Salah satu kuil monyet ditempat ini namanya Galwar Bagh. Sebenarnya nggak cuma monyet saja yang dikeramatkan di tempat ini, tapi sapipun juga dibuat hidupnya enak, nyaman dan mulia disini.

Tempat Yang Disucikan Orang India Ini Sangat
Ramai Saat Hari Keagamaan Tertentu
Sebagai tempat suci warga India, sudah tentu banyak sekali benda yang dikeramatkan selain monyet dan sapi. Yang sangat terkenal dan menjadi tujuan para pengunjung adalah kolam besar berisi ‘Air Suci‘ yang katanya berasal dari mata air yang mengalir dari bukit bukit disekitarnya. Pada hari hari besar keagamaan tertentu, semua orang India tumplek blek datang dan mensucikan diri di kolam ini. Kalau nggak salah ada tujuh kolam pemandian besar berundak dari yang paling Maha’suci’ sendiri terletak diatas dan paling bawah sendiri dengan kwalitas ke’suci’annya masuk kategori ‘pas pasan’.
Pemandangannya Sangat Bagus
Apalagi Saat Rintik Rintik Hujan Seperti Ini
Yang jelas warna airnya hijau – hijau tua seperti berlumut, dan katanya nggak pernah kering dari jaman dulu. Gimana bisa kering, dikuras dan dibersihkan saja sepertinya nggak pernah dan itu terlihat dari warna airnya yang hijau dekil. Monyet monyet yang menghuni bangunan  kuil disekitar kolam inipun terlihat juga ikut ikutan gembira ria nyemplung dan mandi di kolam ini. Sapi katanya juga dimandikan di kolam ini, tapi saya tidak melihat sendiri saat itu.
Ini Tempat Ibadah Orang India
Penuh Ukiran/Lukisan Bergambar Monyet
Saat saya datang, kolam pemandian yang paling atas sedang dibuka untuk umum sedangkan kolam lainnya ditutup. Nama kolamnya Galta Kund. Kolam ini katanya kolam yang paling suci dan nggak pernah kering. Baik laki laki maupun perempuan mandi bareng ditempat yang sama, nggak ada pemisah sama sekali tetapi yang perempuan mengelompok sendiri di kolam sebelah kiri. Mungkin risih kalau membaur dengan yang laki laki.
Monyetnya Banyak Dan Jinak
Tapi Jangan Jahil Dan Mengganggu Ya
Cukup lama saya mengamati orang India sedang mandi dan saya langsung bisa menyimpulkan. Ternyata, sebagian besar lelaki India itu celana dalamnya cuma cawet atau kolor. Bahannya semacam kain karung tepung terigu seperti yang sering dipakai kakek saya waktu jaman perjuangan 1945. Jarang yang terlihat ada laki laki yang memakai celana dalam modern merk Rider, Hings atau GTMan. Mungkin ini pengaruh dari Mahatma Gandhi yang selalu menganjurkan memakai produk tenun buatan sendiri.
Bangunan Kuno Tempat Ibadah
Ada Monyet Dan Juga Sapi Yang Dikeramatkan
Yang wanita ternyata juga sama saja. Dibalik kain Saree yang menutupi tubuhnya, tidak ada satupun yang terlihat memakai BH Modern merk Triump, Sorella atau semacamnya. Begitu kain Saree dibuka ternyata yang terlihat BH model kuno yang sering dipakai nenek nenek jaman baheula. BHnya seperti baju biasa tanpa busa padding atau bahan elastis yang kencang. Sepertinya yang cewek juga patuh mengikuti anjuran Mahatma Gandhi untuk menjahit dan menenun sendiri pakaian dalamnya.
Menuju Kolam Teratas Bisa Ketemu Monyet
Kalau anda sering nonton film Bollywood, tentu anda kenal dengan artis cantik Priyanka Chopra dan aktor ngganteng Shahrukh Khan. Nah, meskipun mereka cantik dan ngganteng, percayalah bahwa pakaian dalamnya pasti hasil tenun lokal dari bahan kain seperti karung gandum. Bikini sexy yang dipakai Priyanka Chopra di film itu hanyalah iklan promosi dari perusahaan bikini western yang ingin menembus pasar India. Percayalah …., atau buktikan sendiri di Galta Ji Temple Jaipur.
Naik Tinggi Sekali Menuju
Kolam Paling Suci Galwar Bagh
Warna Airnya Hijau Tua Dan Cenderung Hitam
Sepertinya Kok Kotor Dan Dekil

 

Warna Airnya Hijau Seperti Berlumut
Monyet Juga Ikutan Nyemplung Dan Mandi Di Air Suci

 

Wanita India Nggak Ada Yang Pakai BH Modern
Modelnya Lain Dan Langsung Ditutup Kain Saree

 

Jarang Yang Memakai Celana Renang Modern
Speedo Atau Merk Lainnya, Umumnya Made  In India

 

MasyaAllah, Yang Mandi Emak Emak Dan Nenek Nenek
Kenapa Bisa Begini ?

 

Celana Kolor Kain Tenun
Yang Juga Dipakai Oleh Mahatma Gandhi

Baca Juga :

 

 

 

Advertisements

Dari Colombo Ke Pinnawala Srilanka

Ini Photo Asli Perjalanan Luar Kota Di Srilanka
Bukan Di Klaten Atau Magelang

 

Saya pernah menceritakan ibukota Srilanka yaitu Colombo di blog ini yang sangat mirip sekali dengan kota kota di Indonesia. Salah satu kemiripannya yaitu banyaknya Bajaj yang jalannya ngawur ‘semau gue’ dan juga banyak nyamuk dimana mana. Disamping itu, juga terlihat banyak ruko jual pulsa HP, tambal ban dll diseluruh pelosok kota. Coba baca : Nyamuk Nyamuk Colombo. Bandara internationalnya juga unik dengan loket peron untuk pengunjung yang ingin melihat pesawat dari dekat seperti setasiun kereta api di Indonesia tahun 1970an. Baca : Sekilas Bandaranaike International Airport

 

Rumah Penduduk Disepanjang Perjalanan
Keluar Kota Colombo Sangat Mirip Dengan Di Indonesia

 

Nah sekarang saya ajak anda untuk jalan jalan keluar kota, tepatnya menuju ke obyek wisata di Pinnawala. Obyek wisata apa yang ada di Pinanwala akan saya ceritakan secara khusus di blog ini pada tulisan selanjutnya. Dari Colombo menuju ke Pinnawala sekitar 2 1/2 jam dengan mobil sewaan atau kira kira 90 – 100 Km lewat Kandy Road (A1). Jalannya tidak selebar  jalan Tol Jakarta Bandung, tapi lebih mirip jalan propinsi Banjarnegara -Wonosobo – Purwokerto dengan pemandangan kiri dan kanan hijau dan berbukit bukit.
Sawah Hijau Juga Terlihat Disepanjang Jalan

 

Tidak perlu saya ceritakan terlalu detail apa saja yang bisa kita lihat di Kandy Road atau jalan utama yang menghubungkan kota Colombo dengan kota tujuan wisata Paninwala ini. Semua yang anda saksikan sama persis dengan di Indonesia. Baik rumah rumah penduduk, aktifitas penduduk, jenis kendaraan yang lewat dijalan ini dan apapun semua mirip dengan di Indonesia. Lihat saja photo photo dibawah ini.
Warung Juga Ada Di Sepanjang Jalan

 

Yang benar benar berbeda cuma penjualnya nggak bisa bahasa Jawa, Sunda atau bahasa Indonesia saja. Disamping itu disepanjang jalan ini nggak ada warung Serabi dan juga nggak ada penduduk yang jualan Pecel Lele, Soto, Bakso, Sate dan RM Padang saja. Saya jamin enakan di Indonesia, warung makannya sangat lengkap dan penjualnya bisa bahasa Jawa.
Nyeberang Dulu Mau Beli Buah Buahan
Hati Hati Bajaj Dan Truk Box
Banyak Juga Sepeda Motor Dan Berbagai
Macam Angkutan Pedesaan
Ada Penjual Buah Buahan Di Pinggir Jalan
Mulai Rambutan, Jeruk Sampai Durian Ada

 

Lagi Musim Durian, Manggis, Nenas Dan Rambutan

 

Pagar Jembatan Dan Pemandangan Alam Sama
Persis Dengan Indonesia

 

Ijo Royo Royo Dan berbukut Bukit Seperti
Di Indonesia

 

Rumah Rumah Disepanjang Jalan Sama
Bentuknya Dengan Rumah Di Indonesia

 

Ada Juga Monyet Disepanjang Jalan
Baca Juga :

 

Gunwharf Quays Portsmouth

Gunwharf Quays Portsmouth
Dulunya Pelabuhan Tempat Penyimpanan Senjata
Bahasa Jawa itu katanya paling lengkap sedunia. Misalnya saja ‘Padi’, ‘Gabah’, ‘Beras’, ‘Nasi’, ‘Upo’, ‘Menir’ kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris semuanya dianggap sama saja yaitu ‘Rice’. Nah, kosakata bahasa Inggrispun ada juga yang susah dicari padanan katanya dalam bahasa Jawa atau bahasa Indonesia. Coba saja buka Kamus apapun dan terjemahkan apa arti ‘Wharf’, ‘Quay’, ‘Pier’ dan ‘Jetty’. Semuanya dianggap sama yaitu ‘Dermaga’. Kalau ditambahkan lagi dengan kata ‘Port’ , ‘Harbour’ dan ‘Marine Deck’, bisa tambah bingung lagi kita. Bedanya apa ?
Kira Kira Seperti Inilah Perbedaannya
Susah Menjelaskan Karena Nggak Ada Dalam Kosakata
Bahasa Indonesia/Jawa

 

Di kota Portsmouth, United Kingdom, pusat keramaiannya bernama Gunwharf Quays. Semacam Pusat Perbelanjaan besar dengan berbagai macam toko, restaurant, gedung bioskop, casino dan ada juga apartment tempat tinggal warga. Spinaker Tower (‘Tugu Monas’nya kota Portsmouth) juga ada di tempat ini. Istilah istilah yang saya sebutkan diatas semuanya ada disini dan saya pernah bingung nggak tahu apa bedanya antara Wharf, Quays, Pier dan Jetty.  Semua tak anggap sama yaitu Port atau Harbour.
Spinnaker Tower Dan Kapal Kapal Yang
Sedang Berlabuh Di Gunwharf Quays
Dahulu, tempat ini adalah tempat penyimpanan senjata, ranjau, bom dan berbagai macam bahan peledak. Pernah juga digunakan sebagai pangkalan angkatan laut Inggris dengan specialisasi ranjau dan bahan peledak. Masih ada jejak sejarah tersisa ditempat ini misalnya tulisan ‘HMS Vernon’. Yah, benar tempat ini memang ditepi laut dan pernah digunakan sebagai pangkalan angkatan laut kerajaan Inggris. Baca sendiri sejarahnya melalui link ini Gunwharf Quays.
Atapnya Terbuat Dari Solar Panel Untuk
Penerangan Tempat Parkir Di Lantai Bawah

 

Yang menarik, setiap lorong di pertokoan ini mempunyai nama. Contohnya Philip Avenue, Sirius Avenue, Togo Avenue, Marlborough Avenue, Vernon Avenue dan lain lain. Ternyata nama jalan didalam pertokoan tersebut asli sudah ada sejak dulu kala sebelum dijadikan pusat pertokoan. Konon dulunya jalan tersebut berada diantara gudang gudang penyimpanan bahan peledak. Kira kira semacam gudang atau rumah rumah kecil perkampungan di Indonesia yang disatukan dengan cara ditutupi atap kaca megah diatasnya. Saat ini bekas gudang atau rumah rumah kecil tersebut telah disulap menjadi toko toko mewah. Dan jalan becek didepannya telah diubah menyadi berlapis keramik yang cantik dan menarik.
Sangat Bijak Sekali, Pemilik Tanah Sebelumnya
Dikenang Dan Ditulis Riwayat Singkatnya
Karena Gunwharf Quays ini punya sejarah yang panjang, maka banyak sekali cerita yang dituliskan dengan indah di tembok tembok, mulai dari ‘Charles’ pemilik tanah sebelumnya, sampai cerita sejarah kenapa lorong jalan tersebut bernama ‘Jalan Philip’. Keren kan, seandainya saja orang Indonesia bisa menghargai masa lalu, bisa jadi gedung gedung Mall dan perkantoran di Jakarta akan mencantumkan juga siapa nama nama pemilik tanah sebelumnya. Mungkin bunyinya ‘Gedung ini berdiri di bekas tanah H Zaenudin yang dengan tulus asih ingin menjadikan kota Jakarta maju dan modern’.
Setiap Lorongnya Terang Benderang
Parkir Bawah Tanahnya Juga Terang Berkat Listrik
Dari Solar Panel
Meskipun kelihatannya atap yang menyatukan toko seperti kaca biasa, tetapi sebenarnya atap tersebut adalah Solar Panel yang digunakan untuk listrik penerangan ditempat parkir lantai bawah tanah. Konon dengan adanya solar panel terbesar di Eropa untuk kategori pertokoan tersebut kebutuhan listrik Gunwharf Quays bisa bekurang 40 %..
Jadi Terlihat Modern Dan Megah
Padahal Aslinya Gudang Bahan Peledak
The Avenues
Jalan Utama Didalam Mall Gunwharf Quays
Jalan Philip
Ada Sejarahnya Siapa Arthur Philip Sebenarnya
Masih Riwayat Singkat Pak Arthur Philip
Kalau Di Indonesia Kira Kira Setara Dengan Mbah Priok
Nama Jalan Dibuat Bagus
Kenapa Namanya Togo Avenue
Di Jakarta Kira Kira Setara Dengan Nama Si Pitung
Jalan Marlborough
Di Jalan Ini Nggak Ada Rumah, Adanya Cuma Toko
Sudah Jadi Toko Modern
Siapa Ngira Dulunya Tempat Menyimpan Bom
Jalan Sirius
Ternyata Nama Kapalnya Pak Arthur Philip
Semua Ada Nama Jalan Tapi Nggak
Ada Rumahnya Sama Sekali

 

Gerbang Utama Gunwharf Quays
Dulu namanya HMS Vernon Gate