Piknik Ala Arab


Piknik Ala Timur Tengah Itu Ya Gini Ini
Bawa Meja, Kursi, Termos Dan Kopi

 

Piknik kalau di Indonesia merupakan hal yang lumrah dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Mau piknik ke gunung, hutan, danau, laut, sungai dan pulau bisa dilakukan dengan mudah. Dari Sabang sampai Merauke banyak tempat tempat bagus yang bisa dijadikan tempat untuk wisata, kapanpun tanpa tergantung dengan musim.
Orang Arab Kalau Piknik Keluarga Cuma Duduk
Duduk Di Pantai Bawa Meja Dan Kursi Dari Rumah
Di Kuwait, saya harus mikir 1000 kali kalau mau merencanakan Piknik Keluarga. Gunung nggak ada, danau nggak ada, sungai juga sama saja nggak ada. Apalagi hutan dengan air terjun yang indah, jelas nggak ada. Pusing memang….., apalagi kesempatan untuk piknik hanya bisa dilakukan saat musim dingin saja. Musim panas nggak mungkin ngadain piknik outdoor, panasnya bukan main.

 

Cuma Duduk Duduk Di Pantai Doang
Lalu Senengnya Itu Dimana

 

Karena Kuwait negaranya sangat kecil sekali (17,818 SqKm – kira kira sebesar propinsi Bengkulu), maka piknik keluarga yang sering dilakukan adalah kabur wisata keluar negeri. Yang tidak bisa wisata keluar negeri, pikniknya cuma duduk duduk di pantai, taman kota atau bikin tenda di gurun.

Termos Air Panas Untuk Bikin Kahwa (Kopi Arab)
Wajib Dibawa Bersama Kurma

Tahu nggak, orang orang disini kalau mau piknik hebohnya bukan main. Semua barang diangkut dari rumah ke pantai yang jaraknya sebenarnya tidak seberapa jauh. Mulai meja lipat, kursi lipat, tenda, sepeda, makanan, minuman, panggangan BBQ dan masih banyak lagi semuanya diangkut dengan mobil dari rumah. Kalau satu keluarga jumlahnya 6 orang saja, maka bisa 2 – 3 mobil convoy bawa semua barang dari rumah ke pantai/gurun. Yang punya Caravan tidak terlihat begitu heboh karena semua barang bisa masuk semua.

Duduk Duduk Doang
Heran, Orang Arab Betah Sampai Subuh

 

Berkali kali saya mencoba merasakan Piknik Ala Arab seperti ini untuk menjajaki ‘dimana sih nikmatnya piknik hanya beberapa Km dari rumah ?‘. Ternyata lebih banyak ribetnya daripada nikmatnya. Saya coba bawa semua barang seperti apa yang sering dibawa oleh penduduk lokal. Ternyata perlu dua mobil untuk keluarga kecil saya yang cuma 4 orang. Barang yang saya bawa tidak lain adalah :
  • Termos Air Panas dan Air Mineral
  • Kahwa (Kopi Arab) dan juga Kopi Nescafe
  • Kurma dan Arabian Sweet (jajanan manis khas Arab seperti Kunafa, Mushaltat dll).
  • Satu Meja Lipat dan 4 buah Kursi Lipat.
  • Sepeda 2 buah
  • Dan masih banyak lagi prethil prethil kecil seperti pecah belah, tikar dll.
Yang Di Omongin Apa Kok Bisa Betah
Sampai Subuh

 

Ternyata, waktu terlama ‘Piknik Ala Arab’ yang bisa saya lakukan cuma 3 jam saja. Bosan, Jenuh dan cepat ngantuk karena cuma duduk duduk memandang laut. Nggak ada aktifitas yang energik dan bisa menghilangkan kebosanan. Paling cuma melihat anak anak main sepeda kesana kemari, melihat orang sedang jalan jalan atau melihat orang duduk duduk melamun sambil makan. Nggak ada hingar bingar ndangdutan seperti ditanah air.
Cuma Jalan Jalan Setelah Itu Balik Lagi
Ngambil Makanan Dan Ngopi Kahwa

 

Pernah saya mengajak seorang teman dari Saudi untuk jalan jalan ke Indonesia biar tahu bagaimana tempat wisata dan bagaimana piknik yang seharusnya. Saya turunkan dia di Puncak. Ketika ketemu saya kembali di Kuwait, ceritanya panjang lebar dan menggebu gebu. ‘I surprise…Indonesia is the real heaven‘. Heran dia dengan gunung, sungai, hujan, air terjun, binatang binatang di Taman Safari dan alam hijau daerah Puncak. Nggak salah dia menganggap Indonesia adalah ‘The Real Heaven‘, selain alamnya indah, ternyata setiap hari kerjaannya juga ndangdutan dikelilingi 72 bidadari cantik di Puncak.
Baru Saja Buka Lapak
Sudah Langsung Kekenyanyan
Barang Yang Dibawa Banyak
Tapi Cuma Betah 2 – 3 Jam Saja

 

Susah Membedakan, Ini Kekenyangan
Atau Cuma Melamun

 

Jalan Jalan Lalu Balik Lagi Ke Lapaknya
Makan Dan Ngopi Lalu Jalan Jalan Lagi

 

Yang Punya Caravan Bisa Sekali Angkut
Orang Kuwait Banyak Yang Punya Caravan
Tapi Nggak Pernah Jalan Jauh, Paling Cuma Ke Pantai
Piknik Begini Ini Hanya Saat Musim Dingin Saja

 

Bawa Caravan Setahun Paling Cuma Sekali
Saat Musim Dingin – Itupun Jarak Dari Rumah Sangat Dekat

 

Comments are closed.